Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10001

Baca! 100 Dokter Meninggal, Masyarakat Harus Singkirkan Sikap ‘Covidiot’

0

batampos.co.id – Sudah 100 dokter di Indonesia meninggal karena Covid-19 sesuai data Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Mirisnya lagi, angka kasus baru positif Covid-19 terus bertambah dengan semakin membebani para dokter dan tenaga medis. Sulitnya, masyarakat kini semakin acuh dan abai dengan protokol kesehatan.

Pakar Kesehatan dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dr. Hermawan Saputra menjelaskan pihak yang semestinya berada di garda terdepan seharusnya adalah masyarakat. Manajemen kesehatan berbasis masyarakat penting untuk diterapkan.

“Gambaran banyaknya dokter yang meninggal mencerminkan tak kuatnya lini depan kita hadapi Covid-19. Terutama dalam mitigasi dan pencegahan,” tegasnya, Selasa (1/9).

“Pengendalian itu kan dari masyarakat sendiri dan didampingi ahli kesehatan masyarakat dan rpidemolog. Karena soal kesehatan itu sifatnya personal, protokol hygiene itu sangat personal, dari individu masing-masing,” tegasnya.

Menurut dr. Hermawan, masyarakat belum berperan dalam memperjuangkan kepedulian ini. Ketika dokter berguguran, kata dia, artinya garda terdepannya sudah sangat rapuh.

“Masyarakat belum jadi arus utama community based. First aid harusnya ada kepedulian kolektif. Orang bergejala harus bersama isolasi mandiri. Kebersihan lingkungan dijaga. RT RW dan desa harus powerful dalam menjaga Community Based,” katanya.

Hanya saja, kata dia, pemerintah dan juga stakeholder belum menjadikan masyarakat sebagai arus utama pencegahan, baru berupa penegakkan individu. “Maka para nakes terpapar meninggal dunia itu jadi benteng terakhir di lini belakang. Kalau sudah jebol, artinya rapuh tentara di lapangan,” tegasnya.

Covidiot, Acuh Terhadap Covid-19

Dr. Hermawan tertawa saat bicara soal Covidiot. Adalah mereka yang mengatakan Covid-19 merupakan konspirasi, atau tak percaya adanya Covid-19. Kondisi itu menjadi paradoks di tengah nyawa dokter yang terus berguguran.

“Ke depan tak ada cara lain, kebijakan saat ini tak ada satupun yang memiliki gigi dalam pengendalian Covid-19,” tegasnya.

Beda orang, kata dia, memiliki perbedaan karakter dan pendidikan. Maka berbeda pula sudut pandangnya dalam melihat isu Covid-19 dan mematuhi protokol kesehatan.

“Beda pendidikan, beda latar budaya, pengaruhi kepatuhan pada protokol. Ya Covidiot ini membuat kita sangat prihatin dan tentunya juga kami berbela sungkawa ada 100 angka dokter meninggal dirilis IDI, di sisi lain teman-teman sejawat ini tak mau jadi korban sia-sia,” jelasnya.

“Bahkan angka prevalensi kasus baru naik terus, dan ini membelalakan mata. Kita tak mau berhenti semangati teman-teman sejawat. Semoga ini jadi spirit multi stakeholder,” katanya.(jpg)

Lanal Tarempa Kembali Menerima 1 Kapal Pencuri Ikan Asal Vietnam

0

batampos.co.id – Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam nomor lambung BV 92398 TS ditangkap. Kapal itu mencuri ikan di dalam garis landas kontinen Indonesia. Saat ini Pangkalan TNI AL Tarempa telah menerima 1 kapal pencuri ikan berbendera Vietnam tersebut beserta 9 orang ABK.

Penangkapan itu terjadi saat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Tjiptadi-381 BKO Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I yang sedang melaksanakan operasi rutin di perairan Natuna Utara mendapatkan kontak radar dari kapal yang dicurigai melakukan aktifitas ilegal di dalam garis Landas Kontinen Indonesia sejauh 8 Nm.

Kepada sejumlah awak media, Komandan KRI Tjiptadi-381, Letkol Laut (P) Ricky Intriadi, mengatakan saat melaksanakan patroli di landasan kontinen pada tanggal 29 Agustus 2020, sekitar pukul 01.00 WIB pihaknya mendeteksi ada dua kapal yang melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan dengan menggunakan alat tangkap pair trawl.

“Setelah didekati benar adanya terdapat dua kapal berbendera Vietnam melakukan penangkapan, namun hanya 1 yang berhasil diamankan,” kata Ricky Intriadi, Senin (31/8/2020).

Kapal Ikan Asing (KIA) nomor lambung BV 92398 TS asal Vietnam ditangkap oleh KRI Tjiptadi-381 BKO langsung diamankan bersama Lanal Tarempa. Senin (31/8/2020).  (Foto:Lanal untuk batampos.co.id).

Tambah dia lagi mengatakan saat ditangkap kapal itu tidak melakukan perlawanan namun demikian pihaknyasempat melepaskan satu kali tembakan peringatan ke udara.

Lanjut dia lagi mengutarakan satu kapal itu langsung berhenti saat pihaknya melepaskan tembakan peringatan. Sementara satu kapal lagi bermanuver dan menambah kecepatan sehingga keluar dari landasan kontinen.

Sementara itu, Komandan Lanal Tarempa Letkol Laut (P) Erfan Indra Darmawan saat memberikan keterangan kepada awak media dalam satu pekan terakhir pihaknya sudah menerima dua KIA berbendera Vietnam. Hal ini merupakan bukti nyata kehadiran TNI Angkatan Laut dalam menjaga perairan Indonesia dari segala bentuk pelanggaran di laut.

“Khususnya di laut Natuna Utara, meskipun dalam kondisi keterbatasan akibat pandemi Covid-19 kita tetap menjalankan fungsi tugas dalam mengamankan perairan kita dan saya pastikan bahwa kita tetap berada di depan dalam menjaga perbatasan laut Indonesia,” tuturnya.

Danlanal menjelaskan, setibanya KIA Vietnam di Pelabuhan KAL Lanal Tarempa, seluruh ABK diperiksa kesehatannya sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Termasuk barang yang dibawa serta kapal yang digunakan disterilkan dengan disemprot cairan disinfektan.

Setelah itu dilaksanakan isolasi mandiri di kapal dengan pengawasan ketat oleh personil Lanal Tarempa, untuk meyakinkan bahwa ke 9 ABK tidak membawa Covid-19 ke Anambas dan agar tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Pelanggaran sementara kepada para pelaku disangkakan telah melanggar Pasal 93 ayat (2) Jo Pasal 27 ayat (2) UU No. 45 th 2009 tentang Perikanan dikarenakan telah diduga melakukan pelanggaran berupa mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing di dalam Landas Kontinen Indonesia dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp 20 miliar. Saat ini KIA itu sudah dilimpahkan guna penyidikan lebih lanjut oleh Lanal Tarempa.(fai)

Belum Punya Gawai, Kuota Internet Siswa Bisa Diisi di Bulan Berikutnya

0

batampos.co.id – Bagi-bagi subsidi kuota internet bagi siswa sekolah segera direalisasikan bulan depan. Permasalahannya, belum semua siswa memiliki gawai. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berjanji tetap memberi jatah pada mereka.

Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Jumeri menuturkan, proses pendataan nomor telepon seluler siswa terus berjalan. Sekolah sudah mendata nomor telepon seluler siswa dan memasukkannya ke Dapodik sesuai dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

”Awal September ini harus sudah selesai pendataannya,” ujarnya.

Bagi siswa yang belum punya nomor telepon atau gawai, kata dia, bakal tetap mendapat jatah 35 GB miliknya. Sebab, siswa dapat menggunakan gawai milik orang tua. Namun, bagi yang berkeinginan membeli gawai baru pun tak jadi soal. Kemendikbud memfasilitasi untuk pergantian nomor kontak tersebut.

”Begitu juga dengan siswa yang nomornya sudah tidak aktif,” ungkapnya.

Mereka bisa mengajukan ke sekolah. Proses pendataan sama. Nantinya mereka akan mendapat di tahap berikutnya atau bulan depannya. Double. ”Jangan khawatir. Tidak akan ada yang ditinggal,” tegasnya.

Dia memastikan seluruh siswa bakal mendapat bantuan ini. karenanya, pihaknya berharap tak ada alasan lagi pembelajaran jarak jauh (PJJ) terkendala karena pulsa. Tak ada lagi kesenjangan hasil belajar untuk miskin dan kaya.

Selain itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah itu menghimbau para orang tua untuk terus melakukan pengawasan. Bukan hanya perihal penggunaan pulsa atau bijak menggunakan internet, tapi juga soal pembelajaran pada anak. Sebab, guru tak bisa sendiri untuk kesuksesan PJJ ini.

Terpisah, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengapresiasi keputusan subsidi kuota bagi siswa, guru, mahasiswa, dan dosen ini. Meski tidak menyelesaikan seluruh masalah PJJ sejak awal pandemi Covid-19. ”Paling tidak, bantuan tersebut dapat mengatasi salah satu masalah atau kendala PJJ,” tutur Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti.(jpg)

2021 Pembangunan Infrastruktur di Kota Batam Dilanjutkan

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pembangunan infrastruktur di Kota Batam akan terus dilakukan.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur pada 2021 sudah dibahas dengan pihak-pihak terkait.

“Untuk tahun depan, perencanaannya sudah kita bahas. Kita ingin Batam tak jauh ketinggalan dibanding negara tetangga Singapura dan Malaysia,” ujarnya, Selasa (1/9/2020).

“Jadi, pembangunan infrastruktur harus dilanjutkan,” kata dia lagi.

Rudi mengatakan, saat ini perencanaan yang sedang digodok adalah bagaimana menjadikan Batam lebih maju dan infrastruktur bisa memadai serta mendukung jalannya investasi di Batam.

Beberapa rencana pembangunan di tahun depan seperti jalan industri, pelabuhan, bandara, dan sebagainya.

“Ini perlu dukungan semua pihak agar dapat terealisasi pembangunan ini,” ujarnya.

Rudi mengaku, infrastruktur ini merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam menggaet investor agar masuk ke Batam.

Ia mengatakan, sejumlah investor sudah memberikan masukan terkait rencana pembangunan infrastruktur tersebut.

“Ini menjawab keluhan para pengusaha juga. Dengan infrastruktur kita bangun, maka akses akan terbuka dan pengakutan barang akan lebih singkat,” ujarnya.

Ia mencontohkan, dengan jalan masih sempit, maka durasi mobil besar pengangkut barang-barang kebutuhan perusahaan akan memakan waktu lama.

Namun, jika nantinya jalan sudah lebar, maka pengangkutan barang menggunakan mobil besar akan lebih mudah.

“Makanya kita bangun jalan industri, rencana yang akan dilebarkan jalan kawasan Seibeduk, Batuaji, dan Sagulung,” ujarnya.

Selain pengusaha yang akan menikmati, kata Rudi, warga juga akan merasakan dampak jika infrastruktur itu dibangun.

Ia mengaku, anggaran pembangunan itu pun akan dipadukan antara BP Batam dan Pemko Batam. Dengan adanya kolaborasi itu, maka Batam akan lebih cepat berkembang.

“Sekarang sudah satu, BP Batam dan Pemko Batam, jadi perencanaannya akan lebih mudah saling mensupor dalam membangun Kota Batam lebih baik lagi,” kata dia.(*/esa)

Gubernur Minta OPD Bekerja Cepat dan Maksimal

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri Isdianto memimpin rapat rutin bersama seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kepri di Rupatama Lt.4, Kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Senin (31/8). Dalam arahannya, Gubernur Isdianto menekankan kepada seluruh jajaran OPD akan pentingnya tahapan-tahapan yang terstruktur dalam menjalankan setiap pekerjaan.

‘Deadline pekerjaan harus dibuat, agar kita tidak lengah dan terlambat, semakin cepat agar masyarakat dapat merasakan pembangunan tersebut,” kata Isdianto.

Apalagi saat ini roda pemerintahan sempat terhambat pandemi Covid-19 yang menyebabkan pergerakan harus lebih cepat untuk mengejar ketertinggalan.

“Kerja harus tuntas agar tidak timbul persoalan di kemudian hari, pastikan kegiatan yang menyangkut masyarakat dapat benar-benar terlaksana,” tegas Isdianto.

Tidak hanya cepat, untuk mengimbangi itu Isdianto juga meminta OPD tetap fokus untuk berhati-hati agar setiap pekerjaan tidak salah aturan. “Pentingnya komunikasi agar pekerjaan tidak salah, serta tetap berpedoman dengan aturan,” pesannya lagi.

Gubernur Kepri, Isdianto memimpin rapat rutin bersama seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kepri di Rupatama Lt.4, Kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Senin (31/8).(foto:humaspemprov)

Terkait pelaksanaan MTQ VIII Tingkat Provinsi Kepri dan Hari Jadi Kepri Tahun 2020 ini, Isdianto meminta semua pihak terkait agar mempelajari betul pelaksanaan agenda ini.

“Agar tidak timbul persepsi yang salah. Kita harus berhati-hati dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ketat di tiap rangkaiannya, agar pelaksanaan dua agenda ini dapat sukses,” tambah Isdianto.

Terakhir, Isdianto meminta kepada sejumlah OPD terkait yang mendampingi dirinya saat melakukan kunjungan kerja kesejumlah daerah beberapa hari kebelakang. Sebab, saat dialog dengan masyarakat ada sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi di setiap bidang per OPD agar dicatat.

“Saat kita berdialog dengan masyarakat saat berkunjung kemarin agar apa yang sudah OPD catat kita segera diskusikan, apa yang bisa dituntaskan kita tuntaskan segera, jika belum dapat segera kita carikan solusi. Kita harus cepat sehingga masyarakat dapat terpenuhi kebutuhannya,” pungkas Isdianto.

Sementara itu, Sekdaprov TS Arif Fadillah mengajak seluruh jajaran OPD untuk menggesa pekerjaan yang sudah direncanakan pada tahun 2020 yang sempat terhambat karena pandemi Covid-19.

Kemendagri pun, kata Arif, juga terus melakukan pemantauan terhadap realisasi belanja di seluruh daerah. “Kepri saat ini masih berada di zona kuning dengan persentase di atas peringkat provinsi namun masih dibawah peringkat nasional jika ingin masuk ke zona hijau. Ini yang harus kita gesa dengan bekerja secara maskimal,” kata Arif.

Arif melanjutkan, sebentar lagi sejumlah agenda besar akan terlaksana kedepan, yakni MTQ VIII Tingkat Provinsi Kepri dan Hari Jadi Provinsi Kepri Tahun 2020.

Rapat persiapan MTQ akan dilanjutkan kembali Selasa (1/9) dengan mengikutsertakan seluruh kabupaten dan kota. Begitupun dengan Hari Jadi Kepri. Keduanya kata Arif tetap berpedoman kepada protokol kesehatan.

“Terkait itu, kita tetap intens berkoordinasi dengan Tim Satgas Penanganan Covid-19 agar setiap rangkaian acara dapat terlaksana baik dengan kesehatan tetap terjaga,” lanjut Arif.

Kemudian, Kabiro Pembangunan Aries Fhariandi pelaksanaan paket pekerjaan, juga secara singkat menyampaikan dari 202 paket yang diumumkan di SIRUP, sudah masuk sebanyak 137 paket dan sisanya masih berproses di masing-masing OPD. Untuk paket strategis sendiri dengan total 59 paket sesudah refocussing masih tersisa 7 paket saja yang belum.(*/uma)

Mendikbud Diminta Segera Benahi Keterlambatan Penyaluran Dana BOS

0

batampos.co.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku kaget dan bingung, kenapa penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terhambat, di beberapa daerah. Salah satunya adalah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menanggapi hal ini, Pengamat dan Praktisi Pendidikan Indra Charismiadji menyampaikan, dirinya sudah mengetahui hal tersebut. Pasalnya, koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang kurang.

“Saya nggak heran karena tidak ada komunikasi antara Kemendikbud dengan sekolah, pernah nggak Mendikbud datengin sekolah di NTT selama 10 bulan menjabat, ngga pernah, gimana bisa tau,” ujar dia, Selasa (1/9).

Dia pun meminta agar Mas Menteri lebih sering mengunjungi daerah-daerah di 3T (tertinggal, terluar, terdepan). Dia mengibaratkan pemerintah saat ini bagaikan dokter yang langsung mendiagnosis penyakit pasien, padahal belum diperiksa.

“Ibaratnya kita mau kasih obat sama orang sakit, tapi dokternya ngga pernah meriksa. Apa susahnya koordinasi dengan mereka (pemda),” ujarnya.

Apalagi di kondisi pembelajaran jarak jauh (PJJ) seperti ini, butuh koordinasi yang lebih erat dengan pelaku di lapangan. Jika tidak, penyakit ini akan terus berulang.

“Butuh suara-suara feedback, harusnya ini menjadi gerakan bersama, ini kan harus gotong-royong, mana gotong-royong ngomong aja, tapi pelaksanaannya enggak,” imbuhnya.

Sebelumnya, Nadiem mengatakan bahwa akan melakukan investigasi kenapa daerah NTT bisa telat pencairan dananya.

“Saya mungkin sangat menyesali yang terjadi di NTT, karena kami melakukan transfer dana BOS pertama kalinya langsung di sekolah untuk menghindari itu (keterlambatan), untuk menghindari harus pinjam orang tua. Jadi di banyak area tidak harus lagi meminjam dari orang tua, makanya saya bingung ceritanya di NTT masih tertunda,” ucap dia beberapa waktu lalu.(jpg)

Pekerja Pembangunan Selayang Pandang Anambas Kecelakaan Kerja, Bagaimana K3?

0

batampos.co.id – La Ode Arif Rahman, 18, seorang pekerja pembangunan jembatan Selayang Pandang di Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami kecelakaan kerja saat hendak memasang pipa falling beton. Dengan kejadian itu ia kehilangan jari kelingking tanganya sebelah kanan.

La Ode Arif Rahman mengatakan saat dia sedang memasang garpu besi dan pipa failing beton, jari kelingking tangan kanannya terjepit pada 3 Agustus 2020 yang lalu.

Lanjut dia lagi mengutarakan PT Ganesha Bangun Riau Sarana sebagai kontraktor pemenang tender belum memberikan asuransi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada dirinya. Dia mengungkapkan bahwa pihak perusahaan itu tidak pernah menyampaikan hak-haknya yang harus diterimanya saat insiden tersebut.

“Sekarang saya numpang di kos teman, dan berencana mau pulang kampung. Kalau ada asuransi kerja buat saya, saya tidak tahu, karena perusahaan tidak pernah kasih tahu,” sebutnya Senin (31/8/20)

Diketahui, La Ode seorang pekerja tenaga harian lepas di perusahaan itu. Ia sudah bekerja lebih kurang tiga minggu lamanya.

Sementara itu selaku General Superintendent, Ardi Lapiza mengatakan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sedang diurus pihak perusahaan di Pekanbaru.

“Sudah saya urus data tersebut ke Pekanbaru karena asuransi di Pekanbaru. Saya tidak tahu berapa, saya sudah kirim data diagnosa kesehatan dalam penanganannya. Kita tidak ada orang yang ngurus di sana,”ungkapnya.

Lanjut dia lagi mengatakan pihaknya tidak bisa berharap penuh apakah pekerja itu mendapatkan jaminan kecelakaan kerja atau tidak karena pengurusan itu di Pekanbaru.

“KTP tidak punya, bagus tidak usah cair dan saya juga susah karena pengurusan itu di Jamsostek Pekanbaru,” kata Ardi Lapiza.(fai)

BP Batam All Star dan Polda Kepri All Star Gelar Pertandingan Persahabatan

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggelar pertandingan sepak bola persahabatan di lapangan sepak bola Hang Nadim Batam, Senin (31/8/2020).

Pertandingan sepak bola persahabatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan kekompakan antara BP Batam dan Polda Kepri. Masing-masing tim diperkuat oleh PS BP Batam All Star dan PS Polda Kepri All Star.

Ketua Tim PS BP Batam All Star, Imam Bachroni, mengatakan, pertandingan ini merupakan persahabatan dalam rangka menjalin silaturahmi antara BP Batam dengan Polda Kepri.

Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Polda Kepulauan Riau (Kepri) menggelar pertandingan sepak bola persahabatan di lapangan sepak bola Hang Nadim Batam, Senin (31/8/2020). Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

“Ini merupakan salah satu media untuk bersilaturahmi dengan berolahraga seperti pertandingan sepak bola ini,” kata Imam Bachroni.

“Tentunya kegiatan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujarnya lagi.

Imam mengharapkan pertandingan seperti ini dapat terus terlaksana antar instansi dan dapat menimbulkan semangat berolahraga di masa pandemi Covid-19.

Dalam pertandingan ini, Tim PS Polda Kepri All Star unggul 3-2 atas PS BP Batam All Star.

Pencetak gol PS BP Batam All Star, Fredno Dili Asmoro. Sedangkan gol PS Polda Kepri All Star masing-masing dicetak oleh Afif, Kompol Ricky, dan Gatot. Pertandingan berlangsung selama 90 menit.(*)

Jaga Kualitas Air Bersih, ATB Sedot Sedimentasi di Clearwell IPA Duriangkang

0

batampos.co.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan melakukan pekerjaan penyedotan sedimentasi pada penampung air hasil olahan (Clearwell) di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang. Pekerjaan ini dilakukan pada Rabu, 2 September 2020 hingga Kamis, 10 September 2020.

Pekerjaan penyedotan sedimentasi di Clearwell ini merupakan bagian dari pemeliharaan infrastruktur, guna menjaga kualitas air bersih yang akan didistribuskan kepada pelanggan ATB.

“Ini merupakan pekerjaan rutin yang biasa dilaksanakan secara periodik,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Clearwell adalah tempat penampungan air bersih yang telah selesai diolah sebelum disalurkan kepada pelanggan.

ATB rutin membersihkan bagian ini dari endapan sedimentasi, agar kualitas air yang didistribusikan tetap terjaga dengan baik.

ATB berupaya agar tidak terjadi penurunan kualitas air bersih selama proses pekerjaan berlangsung.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) akan melakukan pekerjaan penyedotan sedimentasi pada penampung air hasil olahan (Clearwell) di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang. Pekerjaan ini dilakukan pada Rabu, 2 September 2020 hingga Kamis, 10 September 2020. Foto: ATB untuk batampos.co.id

ATB telah menyiapkan skema kerja yang sesuai, agar proses pekerjaan tidak mengganggu keandalan suplai kepada pelanggan.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar pekerjaan ini tidak mengganggu suplai kepada pelanggan,” jelasnya.

Namun menurut Maria, pelanggan di sejumlah titik terdampak perlu mulai bersiap menampung air seperlunya, guna mengurangi potensi dampak yang mungkin ditimbulkan selama pekerjaan berlangsung.

Menurut Maria, tim akan berupaya keras agar pekerjaan ini tidak memberikan dampak terhadap kualitas dan kontinyuitas suplai kepada pelanggan.

ATB mengoptimalkan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan, agar tetap memenuhi standar yang disyaratkan.

Demikian juga terhadap kontinyuitas suplai. Sejumlah rekayasa akan disiapkan agar kontinyuitas suplai kepada pelanggan tetap terjaga dengan baik, terutama di sejumlah daerah yang berpotensi terkena dampak.

Beberapa titik yang kemungkinan akan terdampak adalah Perumahan Gardan Raya, Buanavista tahap 3 dan 4, Nadim Raya, Pemko Sekawan, Gesya Resident, Botania Tahap 4 dan 5, Bukit Palem, Buana Regency, Batara Raya, Rexvin dan sekitarnya.

“Jangan khawatir, karena kami akan berupaya seoptimal mungkin agar dampak yang dirasakan pelanggan seminimal mungkin,” jelasnya.

Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi call center ATB (0778) 467111, atau inbox di fanpage ATB Batam.(*)

Sekda Tinjau Lokasi Pelaksanaan MTQ Kepri

0

batampos.co.id – Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah meninjau lokasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kepri di Kawasan Gurindam 12. Di masa pandemi, keserdehanaan dan kualitas pelaksanaan diharapkan menghasilkan qori-qoriah terbaik yang ajak ikut dalam MTQ Nasional di Sumatera Barat (Sumbar).

“Kita ingin memastikan semua persiapan berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga di hari pelaksanaan, tidak ada lagi kendala yang berarti. Sampai saat ini, pekerjaan sudah selesai 85 persen untuk pelaksanaan MTQ,” kata Arif di Gurindam 12, Senin (31/8).

Arif mengingatkan koordinator tiap acara untuk memperhatikan detil persiapan. Misalnya di astaka MTQ, semuanya harus sudah selesai secepatnya. Baik astaka, stand bazar, tenda dan semua perangkat pendukung lainnya.

Untuk persiapan pawai dari Gedung Gonggong diperhatikan betul barisan dan jumlah orangnya. Karena semua harus taat dengan protokol kesehatan pada pelaksanaan pada 19-23 September 2020 nanti.

“Protokol kesehatan harus ketat. Yakinkan benar setiap peserta, panitia, pelaksana dan undangan lainnya sudah dirapidtest,” kata Arif. Karena itu, Arif mengingatkan agar pada tanggal 12 September nanti sudah disiapkan posko untuk rapid test.

Arif meninjau bersama sejumlah Kepala OPD. Tampak hadir Asisten Administrasi Umum Muhammad Hasbi, Kadis Pariwisata Buralimar, Kadis PU Abu Bakar, Kasis Perkim Mahyudin, KadisPerindag Burhanuddin, Kadis Kebudayaan Yerry Suparna. Hadir juga Karo Kesra Aiyub, Karo Pembangunan Aries Fhariandi dan Plt Karo Humas Protokol dan Penghubunh Zulkifli. (*/uma)