Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10007

Alpin Mengaku Selalu Dibayangi Wujud Syekh Ali Jaber

0

batampos.co.id – Alpin Adrian, pelaku penusukan Syeikh Ali Jaber diduga beraksi dengan inisiatif sendiri. Sampai saat ini, belum ditemukan bukti jika pelaku memiliki keterlibatan dengan kelompok teroris atau sejenisnya.

“Ya sampai sejauh ini kita belum menemukan hal kesana ya. karena pemeriksaan dari tersangka tadi malam dalam pengakuannya dia itu rasanya merasa sering melihat di televisi itu saja,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat dihubungi, Senin (14/9).

Saat dilakukan pemeriksaan, Alpin mengaku kerap berhalusinasi didatangi oleh Ali Jaber. Sehingga ketika mendengar Syekh Ali Jaber berdakwah di dekat rumahnya, Alpin langsung berniat melakukan penyerangan.

“Dia (pelaku) merasa terbayang-bayangi wujud atau fisik Syeikh Ali Jaber sehingga dia melakukan tindakan tersebut. Itu yang ada di dalam pikiran dia,” jelas Pandra.

Saat ini, penyidik masih bekerja untuk membuktikan kebenaran pernyataan yang dibuat Alpin. “Ini harus sesuai dong antara fakta yang terjadi maupun dari keterangan tersangka kan harus sesuai,” tandas Pandra.

Sebelumnya, Syeikh Ali Jaber ditikam seorang pria tidak dikenal saat mengisi kegiatan tablig di Masjid Falahudin, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, pada Minggu (13/9) sore. Berdasar informasi yang dihimpun, Syekh Ali Jaber mengalami luka tusuk di bagian bahu kanan.

Kapolsek Tanjungkarang Barat AKP David Sianipar membenarkan hal tersebut. ”Benar, saat ini kondisi korban sedang dirawat di Puskesmas Gedong Air, untuk pelaku sudah berhasil ditangkap dan menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tanjungkarang,” kata dia seperti dilansir dari Antara pada Minggu (13/9).(jpg)

Ini Alasan Walikota Batam Tunda Sanksi Perwako Protkes

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, penundaan denda Perwako Protokol Kesehatan merupakan pertimbangan karena kondisi ekonomi Batam yang saat ini masih terpuruk karena pandemi Covid-19. Menurutnya, banyak kebutuhan yang harus dipenuhi dan diutamakan masyarakat daripada membayar denda penindakan Perwako protkes.

Untuk itu, ia lebih memilih mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, agar bisa melindungi diri dari penularan dan menekan angka penyebaran virus. ”Jadi, ada pertimbangan khusus. Sehingga pelaksanaan di lapangan lebih soft,” kata Rudi.

Menurutnya, Maret lalu juga tidak ada sanksi disiplin, namun tingkat kesadaran warga sangat tinggi, sehingga angka kasus cenderung turun dan kondisi Batam mulai pulih, dan mulai beradaptasi dengan new normal.

”Tapi di lapangan malah berpikir new normal boleh lalai, sehingga angka kasus meningkat tajam. Inilah yang akan ditertibkan kembali. Minat masyarakat untuk sadar ini yang coba dibangkitkan kembali melalui sosialisasi tim di lapangan,” ujarnya.

Tim yang turun tergabung dari TNI, Polri, Satpol PP, Ditpam dan dinas terkait lainnya. Ketika menemui pelanggaran, tim akan langsung memberikan teguran lisan dan lainnya, untuk efek jera kepada pelanggar.

Ketua Bidang Kesehatan, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, penambahan kasus masih meliputi pengembangan atau hasil penyisiran dari kasus yang sudah ada.

”Tambahan kasus 22 orang, sekarang sudah dalam perawatan,” kata dia, kemarin.

Berdasarkan data terbaru, total kasus di Kota Batam saat ini sebanyak 938 kasus. Sebanyak 38 orang meninggal dan 342 masih dalam perawatan.(*/jpg)

Kemenkes Awasi Jam Kerja Tenaga Medis Melalui Aplikasi Online

0

batampos.co.id – Hingga Minggu (13/9) jumlah dokter yang meninggal karena terpapar Covid-19 sudah mencapai 115 orang. Tak ingin korban terus bertambah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bakal melindungi para tenaga kesehatan (nakes).

Sebanyak 93 nakes telah terverifikasi dan mendapatkan santunan serta penghargaan dari pemerintah. Total anggaran yang telah dikucurkan mencapai Rp 27,9 miliar atau 46,5 persen. ”Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 447 Tahun 2020, seluruhnya telah mendapatkan santunan kematian sebesar Rp 300 juta per orang,” kata Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir.

Pernyataan itu disampaikan Kadir dalam temu media bertajuk ”Keselamatan Tenaga Kesehatan Keselamatan Kita Semua”. Acara tersebut dihelat untuk menyambut Hari Keselamatan Pasien Sedunia yang diperingati setiap 17 September.

Lebih lanjut Kadir menilai nakes memiliki faktor risiko yang sangat tinggi terpapar Covid-19. ”Faktor paparan virus, tekanan kerja yang terlalu berat, tidak kuatnya menggunakan APD, hingga kelelahan menjadi pemicu utama krisis kesehatan di lingkungan tenaga kesehatan,” katanya.

Sebagai upaya perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan serta untuk meminimalkan angka kematian nakes yang menangani Covid-19, Kemenkes sudah menyusun sejumlah kebijakan strategis. Kadir menyebutkan, salah satunya adalah pembatasan jam kerja. ”Saya minta laporan secara rutin. Kami punya aplikasi online untuk memantau,” ucapnya.

Selain jam kerja, pengelola fasilitas kesehatan dan rumah sakit harus mencukupi keperluan APD. Nakes juga harus mendapat dukungan secara psikologis. Kebutuhan makanan tambahan, menurut Kadir, juga harus diberikan. Skrining pasien pun diperketat. ”Saya berharap berbagai kebijakan tersebut dapat diimplementasikan dengan baik oleh seluruh tenaga kesehatan dari pusat hingga daerah,” tuturnya.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Pasien (KNKP) Bambang Tutuko menyatakan, sesuai kode etik, dokter harus dalam kondisi sehat terlebih dahulu sebelum melindungi pasien. ”Awal-awal saya kaget saat teman praktik saya meninggal karena Covid-19. Cari tempat saja sulit,” ungkapnya.

Menurut Bambang, dari kesalahan yang terjadi, harus ada upaya untuk memperbaiki. Dia mendorong agar para nakes mau bersuara. Terutama terkait dugaan ketidakadilan yang mereka alami. Sebab, hal itu menjadi satu langkah untuk memperbaiki kondisi.(jpg)

Hadiri Silanturahmi, Isdianto Ajak Bersama Membangun Kepri

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri Isdianto bersilaturahmi dengan masyarakat, Sabtu (12/9). Silaturahmi dikemas dalam acara sarapan bersama dengan sejumlah komponen masyarakat. Berbagai hal dibincangkan dalam silaturahmi itu.

“Sudah lama saya ingin bersilaturahmi dan bertemu langsung dengan semua lapisan masyarakat. Saya ingin duduk bersama bapak ibu saudara semua. Alhamdulillah pagi ini niat baik saya tersampaikan,” kata Isdianto saat bersilaturahmi dengan masyarakat Kota Batam, di Komplek Aku Tahu Seipanas, Batam, Sabtu (12/9).

Isdianto bersilaturahmi dengan masyarakat Kota Batam, di Komplek Aku Tahu Seipanas, Batam, Sabtu (12/9). (foto:humaspemprov)

Sarapan bersama tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah kecamatan yang ada di Kota Batam, kumpul bersama.

Pada kesempatan tersebut Isdianto juga mengajak dan berharap dukungan dan peran aktif seluruh lapisan masyarakat untuk bersama – sama membangun Provinsi Kepri.”Kepri ini harus kita bangun bersama-sama, “pintanya.

Tak lupa Isdianto menyampaikan dia berniat kuat, untuk terus semaksimal mungkin menjadikan Kepri makin bagus dan baik lagi kedepannya. Karenanya, adik kandung almarhum Muhammad Sani ini berusaha untuk terus melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan, ataupun mewujudkan apa saja yang masih belum sempat dikerjakan.(jpg)

Warga Anambas! Akan Ada Sanksi Bagi Yang Langgar Protokol Kesehatan

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersama instansi vertikal terkait mensosialisasikan gambaran tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan kepada masyarakat. Hal itu dilakukan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Sekretaris Satpol PP Anambas, Heri Fakrizal, mengutarakan dimulainya sosialisasi penerapan disiplin ini, sebagai imbauan agar masyarakat dapat mengetahui bahwa Pemda Anambas akan memberlakukan sanksi bagi warga yang melanggar protokol kesehatan Covid-19.

“Saat ini masih dalam proses kajian secara komprehensif dalam aturan disiplin protokol kesehatan di wilayah zona hijau, dalam waktu dekat ini peraturan itu akan diberlakukan,” ungkapnya, Senin (14/9/2020).

Sekretaris Satpol PP Anambas, Heri Fakrizal, menyampaikan sosialisasi gambaran terkait penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan kepada masyarakat Kepulauan Anambas. Senin (14/9/2020). ( Foto : Faidillah/batampos.co.id)

Dirinya mengaku masih ada sejumlah masyarakat yang dijumpai tidak menggunakan masker dan belum sepenuhnya mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Maka dari itu, setiap masyarakat wajib menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah.

“Kami juga mengimbau seluruh fasilitas umum seperti rumah makan, dan warung kopi, serta pasar untuk memperketat protokol kesehatan bagi pengunjung,” ungkapnya.

Sementara itu, pihaknya berserta TNI-Polri akan melaksanakan sosialisasi ini di setiap titik jalan. Mulai hari ini dan akan berlangsung setiap harinya.(fai)

Gubernur Isdianto Ajak Jaga Kekompakan dan Persatuan

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri Isdianto mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Bangun kekompakan harus terus ditumbuhkan sehingga Kepri selalu dalam kedamaian.

“Sangat penting bagi kita untuk terus membangun persatuan dan menjaga kekompakan. Bersatu dan kompak bagian dari upaya menyukseskan pembangunan,” kata Isdianto, di Tanjunguma, Sabtu (12/9) malam.

Isdianto hadir di Tanjunguma untuk membuka dan menyaksikan turnamen badminton. Menurut Isdianto, dalam pertadingan ini tidak hanya mencari siapa yang juara saja tapi yang paling penting jaga hubungan silahturahmi dengan baik.

“Jangan sampai sebatas pertandingan mau memperebutkan juara saja hubungan silahturahmi ini tidak terjaga,” kata Isdianto.

Gubernur Isdianto, di Tanjunguma, Sabtu (12/9) malam.

Isdianto menyampaikan pentingnya kejujuran dalam setiap pertandingan. Jangan menggunakan segala cara untuk meraih suatu tujuan. Sehingga, turnamen-turnamen seperti ini berkepajangan dengan silaturahmi yang terus terjalin.

Isdianto mengingatkan agar dalam perjalanan membangun negeri ini untuk saling mengingatkan kebaikan-kebaikan. Sehingga semua bisa berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tampak hadir dalam aktivitas itu Kadis Pariwisata Kepri Buralimar. Hadir juga anggota DPRD Batam Rohaizat dan tokoh masyarakat Endi Maulidi dan beberapa tokoh Tanjunguma.(*/uma)

Semua Kandidat Pilgub Kepri Lolos Tes Kesehatan

0

batampos.co.id – Ketiga bakal pasangan calon (Bapaslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri dinyatakan lolos medhical check-up (MCU), sehingga memenuhi syarat formal untuk ditetapkan sebagai pasangan calon (Paslon) pada 23 September 2020 mendatang.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri, Arison, mengatakan, hasil MCU tersebut sudah disampaikan ke masing-masing Bapaslon.

”Dari hasil MCU yang disampaikan Tim Medis yang melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kepri, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri, dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), bahwa ketiga Bapaslon (Ansar Ahmad-Marlin Agustina, Isdianto-Suryani, dan Soerya Respationo-Iman Sutiawan) semuanya dinyatakan lolos kesehatan,” ujar Arison, Minggu (13/9) di Tanjungpinang.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Bintan tersebut menjelaskan, hasil MCU tersebut sudah diterima pihaknya pada 11 September 2020 lalu. Kemudian kemarin sudah disampaikan kepada masing-masing Bapaslon.

Dijelaskannya, surat dari tim kesehatan kepada KPU hanya menyatakan dan menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan atau penilaian kesehatan Bapaslon memenuhi syarat atau tidaknya.

Yakni, calon tersebut dinyatakan mampu secara jasmani dan rohani, serta bebas penyalahgunaan narkotika dan atau psikotropika.

”Masing-masing kandidat sudah merampungkan proses MCU di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam. Baik itu psikotes atau kejiwaan maupun tes kesehatan lainnya yang dibutuhkan selama dua hari, yakni 7-8 September 2020 lalu,” jelasnya.

Menurut Arison, tahapan selanjutnya adalah penetapan pasangan calon pada 23 September mendatang. Kemudian, pada 24 September adalah pencabutan nomor urut.

”Setelah itu, akan masuk pada kegiatan kampanye selama 71 hari, yakni mulai 26 September sampai 5 Desember 2020. Sedangkan 6-8 Desember 2020 adalah masa tenang, karena pemilihan akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020,” terangnya.

Seperti diketahui, tiga Bapaslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri sudah menyerahkan berkas pendaftaran ke KPU Provinsi Kepri pada 4 September 2020 lalu. Ketiga pasangan tersebut adalah kandidat petahana Isdianto yang berpasangan dengan Suryani. Pasangan dikenal dengan sebutan Insani tersebut mendapatkan dukungan politik dari Partai Hanura, PKS, dan Partai Demokrat
dengan 13 kursi DPRD Kepri.

Kemudian Bapaslon atas nama Ansar Ahmad-Marlin Agustina (Aman) yang diusung Partai Golkar, Nasdem, PPP, dan PAN dengan total sokongan kursi DPRD Kepri sebanyak 17 kursi. Lalu Bapaslon ketiga, duet Soerya Respationo-Iman Sutiawan (SInergi) yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan PKB dengan total 15 kursi DPRD Kepri. (*/jpg)

Biaya Melahirkan Anak Peserta JKN-KIS Ditanggung 100 Persen

0

batampos.co.id – Kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan sangat dirasakan betul manfaatnya oleh peserta.

Contohnya di Gresik, adalah Julia salah satu peserta JKN-KIS telah mengaku sangat terbantu ketika berobat di rumah sakit. Warga Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sidokumpul, Kecamatan Gresik ini mengaku, manfaat yang dirasakan bukan sekedar kemudahan dalam mendapatkan pelayanan saja akan tetapi terkait pembiayan saat berobat pun ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Julia menceritakan, salah satu manfaat besar yang sulit terlupakan sebagai peserta BPJS Kesehatan pada saat melahirkan. Ketika itu kandungannya mengalami masalah dan dokter menyarankan operasi caesar.

“Saya ingat betul dan sangat merasakan manfaat kartu JKN-KIS ini. Saya dengan mudah bisa terlayani saat harus menjalani operasi caesar dan tanpa mengeluarkan biaya sama sekali alias nol rupiah,” beber Wanita berusia 28 tahun ini, Senin (14/9).

Awalnya, Julia tak menyangka bahwa BPJS Kesehatan akan menanggung semua biaya selama perawatan kelahiran. Bahkan bukan hanya biaya kelahiran, biaya selama kehamilan pun juga ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Saat konsultasi ke dokter selama saya hamil 9 bulan juga bisa dimudahkan dengan menggunakan kartu JKN-KIS ini,” tambahnya.

Tidak cukup itu saja. Menurut Julia, pelayanan di fasilitas kesehatan (faskes) pun sangat maksimal dan tidak ada yang dibedakan pelayanannya dengan peserta umum (yang tidak mendaftar JKN-KIS).

“Sering saya dengar jika peserta JKN-KIS akan dibedakan pelayanannya dengan peserta umum, tapi pada kenyataannya tidak satu kalipun saya rasakan. Semuanya diberikan sesuai hak peserta, kita juga harus sadari bahwa memang semua ada prosedurnya tapi semua mudah kok,” imbuhnya.

Sebagai karyawan swasta biasa yang saat ini terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) akibat pandemi, Julia menyadari betapa pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Walaupun saat ini ia harus membayarkan iuran setiap bulan, akan tetapi menurutnya jumlah iuran yang ia bayarkan tidak sebanding dengan besarnya manfaat yang ia dapatkan.

“Awalnya kepesertaan JKN-KIS saya dibayarkan perusahaan, tapi karena kena PHK jadi saya cepat-cepat urus untuk dialihkan ke kepesertaan mandiri karena sadar betul betapa pentingnya jaminan kesehatan untuk saya dan keluarga saya. Iurannya ga mahal, tapi manfaat yang bisa didapatkan tidak terbatas,” ungkapnya.

Julia juga menceritakan bahwa ketika anaknya sakit, juga mendapatkan pelayanan yang baik dari fasilitas kesehatan tanpa mengenal waktu.

“Anak saya beberapa kali sakit dan dengan kartu JKN-KIS ini bisa dilayani kapan saja. Bahkan pernah di waktu larut malam, tetap saya dilayani,” jelasnya.

Perempuan yang saat ini berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini lantas berharap agar masyarakat dapat menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan yang merupakan kewajiban seluruh masyarakat Indonesia.

“Semoga semua masyarakat bisa sadar seperti saya untuk memiliki jaminan kesehatan, terlebih ini kan memang diwajibkan oleh pemerintah. Saya sangat bersyukur bisa menjadi peserta JKN-KIS,” tambahnya.(jpg)

Ini Kisah Sandiaga Uno yang Gagal Beli Saham Telkomsel, Indosat, dan XL

0

batampos.co.id – Pengusaha nasional Sandiaga Salahudin Uno mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengincar perusahaan telepon company (telco) yang terdiri dari Telkomsel, Indosat dan Excelcomindo. Mantan pasangan Prabowo di Pilpres 2019 itu berniat berinvestasi usai terjadinya krisis tahun 97-98 lalu.

Pasalnya, setelah menggeluti dunia investasi di sektor sumber daya alam, Sandi melihat ada peluang yang menjajikan di sektor infrastruktur seperti perusahaan telekomunikasi tersebut.

“Sektor yang juga akan berkembang adalah sektor infrastruktur. Nah yang paling waktu itu kita incar adalah Telco (Telepon Company) dan itu ada tiga Telco. Ketiga perusahaan Telco ini in play pada saat itu, mulai dari Telkomsel, Indosat, dan Exelcom,” kata Sandi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/9).

Namun, pemilik PT Saratoga Investama Sedaya Tbk gagal membeli saham dari ketiga perusahaan telekomunikasi itu. Karena perusahaan Telkomsel dibeli Singapura, Singapore Telecommunications Limited (Singtel) dimana pada saat itu baru saja dalam proses menjual 35 persen saham yang dimiliki oleh Belanda ke pihak lain.

“Terus setelah Telkomsel kita mencoba juga gagal karena juga diambil oleh Singapura, ST Telemedia, kita coba Exelcom kalah juga oleh Telco Malaysia,” ujarnya.

Kemudian akhirnya, lanjut Sandi, dirinya bersama rekan bisnisnya melihat apa di bidang infrasktruktur yang berkaitan perusahaan telepon.

“Akhirnya kita melihat apa ya bidang infrakstruktur yang berkaitan telco tapi memprovide bisnis kepada telco. Akhirnya kita lihat bisnis telecom tower dan itu kita gagas dalam berinvestasi di Tower Bersama Group,” jelasnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyebutkan, pada saat itu perusahaan Tower Bersama Group mulai membangun tujuh tower. “Kita kembangkan melalui beberapa proses akuisisi, akhirnya alhamdulllah sekarang sudah menjadi salah satu perusahaan yang mengoperasikan atau mengelola lebih dari 20 ribuan sites,” katanya.

Selanjutnya, perusahaan tersebut melebarkan sayap dengan tidak hanya hanya hanya membangun tower untuk perusahaan telepon. Namun juga masuk ke pembangkit listrik.

“Jadi kita masuk ke power plan (pembangkit listrik) ke jalan tol dan lain sebagainya,” beber Sandi.

Meski demikian, bisnis Sandi di sektor infrastruktur perusahaan telepon dan listrik tak mudah. Kala itu, mantan Ketua umum HIPMI itu mengaku kerap disindir dan dipertanyakan oleh para investor terkait usaha tersebut. Pasalnya, investasi di sektor infrastruktur tingkat pengembaliannya lama.

“Dan returnnya (pengembalian) itu bisa dibilang tidak menarik dibanding dengan return di sektor lainnya,” beber Sandi.

Namun, Sandi berhasil membuktikan pada saat itu, karena value investing jika dilakukan di momen yang tepat, infrastruk dan pendanaannya pasti akan sukses.

“Waktu itu, saya memperkenalkan mezzanine finance, saya memperkenalkan leveraging equity, di dalam struktur permodalan kita. Akhirnya kita bisa mendapatkan nilai tingkat pengembalian investasi yang baik di jalan tol Cikopo – palimanan (Cipali) investasi kita di pembangkit listrik,” tukasnya. (jpg)

Khawatir Covid-19, DPD-Komnas HAM Usul Pilkada Serentak Ditunda

0

batampos.co.id – Persebaran Covid-19 yang terus meningkat dikhawatirkan memengaruhi pilkada 2020. Desakan untuk menunda pilkada pun kembali muncul.

Anggota DPD Fachrul Razi menyatakan, risiko kemunculan klaster baru dalam pilkada sangat terbuka. Baik dari aktivitas kampanye yang melibatkan massa maupun saat pemungutan suara. Dia menilai, hal itu sudah cukup menjadi dasar untuk menunda sementara pelaksanaan pilkada.

”Saya minta presiden memperhatikan keselamatan rakyat. Potensi munculnya klaster pilkada jangan dianggap sepele,” tegasnya Minggu (13/9).

Sebetulnya, jelas dia, sejak awal tahapan pilkada akhir tahun ini dirasa tidak rasional. Apalagi melihat bahaya Covid-19 terus menguat, sedangkan upaya meminimalkan persebaran virus kurang optimal.

Fachrul menyebut ada lima alasan yang membuat penundaan pilkada perlu dipertimbangkan. Pertama, banyak calon kepala daerah (cakada) yang terpapar Covid-19. Hingga 10 September saja, sudah ada 60 cakada dari 21 provinsi yang dinyatakan positif Covid-19. ”Jumlah ini diprediksi terus bertambah mengingat ada 270 daerah yang akan menyelenggarakan pilkada,” ujarnya.

Selanjutnya, risiko persebaran juga menghantui penyelenggara. Alasan ketiga, jumlah penambahan kasus semakin mengkhawatirkan. Setiap hari tercatat rata-rata 3 ribu kasus baru. Jumlah orang yang meninggal pun melebihi angka 8 ribu jiwa.

Fachrul menggarisbawahi pula temuan Bawaslu bahwa ada 243 pelanggaran protokol kesehatan saat pendaftaran calon beberapa waktu lalu. Terakhir, saat ini banyak daerah yang hanya memiliki satu bakal pasangan calon. Pembukaan pendaftaran kembali pun belum tentu bisa menggaet paslon-paslon baru yang cukup kuat bersaing dengan paslon yang sudah mendaftar.

”Ini akan memperburuk sendi-sendi demokrasi di daerah dengan maraknya paslon tunggal melawan kotak kosong,” tegas Fachrul. Jadi, sebagai bentuk tanggung jawab kepada 105 juta pemilih, dia menyarankan pilkada tidak buru-buru dilaksanakan sebelum kondisi terkendali. Pilkada bisa dilaksanakan lagi pada 2021.

Selain DPD, desakan penundaan pilkada juga disampaikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Usul tersebut mempertimbangkan kondisi terkini di tanah air. Komnas HAM menilai, pemerintah bersama penyelenggara tidak harus memaksakan diri untuk menyelenggarakan pesta demokrasi di tengah pandemi.

Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM Amiruddin Al Rahab menyampaikan, ada beberapa rekomendasi yang diajukan kepada pemerintah dan penyelenggara pilkada. Di antaranya, meminta supaya KPU, pemerintah, dan DPR menunda tahapan pilkada yang saat ini berjalan.
”Sampai kondisi persebaran Covid-19 berakhir atau minimal mampu dikendalikan berdasar data epidemiologi yang dipercaya,” beber dia kepada Jawa Pos (grup Batampos Online).

Untuk memberikan kepastian hukum kepada para peserta pilkada, lanjut dia, Komnas HAM merekomendasikan proses yang sudah berlangsung sampai saat ini dinyatakan sah dan berlaku. Dengan begitu, nanti mereka tinggal melanjutkan tahapan yang sudah dilalui.

Dari analisis Komnas HAM, tahap kampanye mendatang cukup riskan terhadap persebaran kasus korona. Apalagi, dari pengalaman yang tampak saat pendaftaran cakada, tahapan-tahapan pilkada tersebut melibatkan massa.

Meski penyelenggara pemilu dan pemerintah sudah menetapkan protokol sesuai dengan kondisi pandemi korona, banyak yang melanggar. ”Kondisi persebaran Covid-19 belum dapat dikendalikan dan mengalami tren yang terus meningkat,” kata Amiruddin.

Berdasar data rekap pendaftaran pasangan calon yang sampai ke Komnas HAM, banyak calon yang terinfeksi. Bahkan, data yang dikumpulkan Komnas HAM juga mencatat virus itu sudah menginfeksi petugas penyelenggara dan pengawas pemilu. ”Bahkan, Bawaslu menjadi klaster di Boyolali,” terang Amiruddin.

Di sisi lain, data Bawaslu mencatat ada 243 dugaan pelanggaran protokol kesehatan selama tahap pendaftaran. Semua itu, lanjut dia, menunjukkan bahwa potensi persebaran Covid-19 dalam tahapan pilkada masih ada.

Sementara itu, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, rekomendasi penundaan pilkada tidak dapat diputuskan pihaknya. Sebagaimana ketentuan UU Pilkada, keputusan harus dibuat bersama pemerintah dan DPR. Dia tidak bisa berandai-andai.

”Nanti kita bahas. Kan bukan hanya KPU yang terlibat dalam penentuan,” ujarnya di sela simulasi TPS di Tangerang Selatan.

Sebagai penyelenggara, pihaknya berupaya mempersiapkan teknis sebaik-sebaiknya. KPU juga telah mengeluarkan aturan khusus terkait dengan pelaksanaan pilkada di masa pandemi. ”Segala daya upaya akan dilakukan. Antara pemilih dan penyelenggara tetap sehat dengan standar keselamatan tinggi.”

Sebelumnya, Kemendagri menegaskan bahwa pilkada tetap akan dilangsungkan tahun ini. Pemerintah beralasan, jika pilkada ditunda tahun depan, belum ada jaminan pandemi berakhir. Karena itu, agenda ketatanegaraan bisa terganggu.(jpg)