Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10175

Calon Penumpang Nekat Ingin Naik Pesawat dengan Dokumen Reaktif Covid-19

0

batampos.co.id – Penerbangan pesawat komersial berangsur pulih dalam beberapa waktu terakhir. Terlebih, syarat penerbangan hanya cukup membawa dokumen rapid test saja sehingga lebih mudah dibanding harus menunjukkan hasil swab tes. Namun, setiap hari selalu saja ada masyarakat yang tetap nekat masuk Bandara Internasional Hang Nadim, walaupun dengan menggantongi dokumen rapid test dengan hasil reaktif.

”Selalu ada, sepagi ini (kemarin) saja ada satu,” kata Direktur Bandar Udara dan Telekomunikasi Informasi Komunikasi (BUTIK), Suwarso, Selasa (11/8).

Suwarso mengaku, kebanyakan yang membawa dokumen rapid test hasil reaktif ini, sudah mengetahui aturan untuk syarat terbang melalui bandar udara. Namun, mereka mencoba-coba, dengan harapan bisa lolos pemeriksaan.

”Namun ada juga merasa dokumen itu tak jadi soal. Sehingga ada dokumen rapid test yang hasil reaktif, merasa sudah bisa masuk terminal. Tapi kan syaratnya, wajib nonreaktif atau negatif swab,” ungkapnya.

Selain itu, ada lagi masyara kat yang mencoba mengakali petugas. Suwarso mencontohkan, masyarakat awalnya rapid test hasilnya reaktif, lalu mencoba lagi ke tempat lain hasilnya nonreaktif. ”Dokumen nonreaktif ini dibawa, tapi kan setiap tes itu kan ada laporan ke tim gugus. Jadi terbaca siapa yang reaktif atau nonreaktif,” ucapnya.

Bagi penumpang terdeteksi reaktif, biasanya langsung dibawa ke RSKI Galang untuk menjalani karantina selama 14 hari. Terkadang, ada juga keluarganya menjemput dan menjamin dilaksanakan karantina mandiri di rumah.

”Tapi tetap di data petugas nantinya. Nomor ponsel, alamatnya, sehingga memudahkan petugas untuk melakukan kontrol,” ucapnya.

Kepada masyarakat Batam, Suwarso mengimbau agar mematuhi protokol yang sudah ditetapkan. ”Bawalah dokumen yang sesuai, apabila reaktif segera melaporkan diri ke petugas. Jangan memaksakan diri berangkat (melalui Bandara Hang Nadim),” tuturnya.

Suwarso mengatakan, Hang Nadim akan tetap memberlakukan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. ”Sebelum masuk di cek dokumen rapid atau swab-nya. Lalu di cek suhunya, lalu di konter di cek lagi sebelum check-in. Semua aturan yang ditetapkan pemerintah, kami terapkan,” pungkasnya.(*/jpg)

Jokowi Optimis Tahun Depan Vaksin Covid-19 Bio Farma Bisa Digunakan

0

batampos.co.id – Pemerintah saat ini sedang mengembangkan vaksin anti-virus Korona atau Covid-19. Vaksin kembangkan BUMN PT Bio Farma itu diberi nama vaksin Merah Putih.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap vaksin ini bisa selesai pada pertengahan tahun 2021 mendatang. Sehingga nantinya bisa segera digunakan untuk menyembuhkan masyarakat.

“Kita harapkan vaksin ‎Merah Putih ini juga akan segera selesai dan diperkirakan akan bisa selesai nanti di pertengahan tahun 2021,” ujar Presiden Jokowi saat kunjungan kerja di Bandung, jawa Barat, Selasa (11/8).

Menurut Jokowi, dalam mengembangkan vaksin Merah Putih ini pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan Tiongkok, Uni Emirat Arab, dan Korea Selatan.

“Saya kira kita membuka diri dalam rangka secepat-cepatnya untuk melakukan vaksinisasi kepada seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Jokowi percaya vaksin Merah Putih ini akan bisa ditemukan dan bisa menyembuhkan pasien positif Covid-19. “Kita optimistis. Nanti kita bisa segera lakukan vaksinisasi kepada seluruh rakyat,” ungkapnya.(jpg)

Berikan Keringanan Tagihan Listrik, Pemerintah Rogoh Rp 3,07 Triliun

0

batampos.co.id – Merespons dampak pandemi Covid-19, pemerintah kembali memberikan keringanan tagihan listrik. Kali ini sasarannya adalah pelanggan sosial, bisnis, industri, dan layanan khusus, dengan periode stimulus selama enam bulan mulai Juli 2020.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menuturkan, ada dua keringangan yang diberikan. Pertama, pembebasan rekening mininum (kWh Minimum) atau penggunaan energi minimum (emin) bagi pelanggan golongan sosial, bisnis, dan industri dengan daya dimulai dari 1.300 VA ke atas, serta pelanggan golongan layanan khusus.

Kedua, pembebasan biaya beban (abonemen) bagi pelanggan golongan sosial dengan daya 220 VA, 450 VA, dan 900 VA, serta pelanggan bisnis dan industri dengan daya 900 VA. Rida menuturkan, pembebasan ketentuan kWh minimum atau emin dimaksudkan untuk membantu pelanggan golongan ini yang usahanya seret bahkan terhenti akibat pandemi Covid-19.

“Hotel belum banyak aktivitas, industri, sosial belum aktivitas, operasinya masih di bawah 40 jam. Negara hadir lewat pembebasan ketentuan emin ini,” kata Rida dalam konferensi pers, Selasa (11/8).

Rida menjelaskan, dengan adanya pembebasan kWh minimum ini berarti pelanggan yang mendapat keringanan cukup membayar pemakaian riil. Pemakaian riil dihitung dari kWh tercatat/terpakai dikali dengan tarif reguler/premium.

Sedangkan selisihnya, yaitu selisih antara kWh minimum (40 jam kali tarif) dan pemakaian riil, akan dibayarkan oleh pemerintah ke PLN dalam bentuk kompensasi. “Misalkan mereka menggunakan di bawah 40 jam, katakan 20 jam. Maka yang mereka bayar hanya 20 jam, sedangkan sisanya 20 jam ditanggung negara,” kata Rida.

Pemerintah berharap, dengan mendapat keringanan ini, pelaku bisnis dan industri tidak serta-merta melakukan pemutusan hubungan kerja. Bahkan kalau bisa usahanya tetap berjalan sehingga roda ekonomi nasional berputar lagi.

Lebih lanjut Rida memaparkan kebutuhan dana untuk pembebasan ketentuan kWh minimum dan abonemen ini mencapai Rp 3,07 triliun. Adapun rinciannya adalah untuk golongan sosial sebesar Rp 318,39 miliar, golongan bisnis sebesar Rp 1,34 triliun, dan golongan industri sebesar Rp 1,4 triliun.(jpg)

Tahanan Polresta Barelang Tewas, Ini Penjelasan Kapolres

0

batampos.co.id – Beredar kabar di media sosial bahwa ada seorang tahanan di Polres Barelang, Batam, bernama Hendri Alfred Bakarie tewas. Alfred meregang nyawa setelah ditangkap terkait kasus narkoba.

Dalam unggahan di media sosial, keluarga yakin Alfred tewas karena dianiaya. Keluarga juga menujukkan sejumlah bukti kekerasan pada tubuh jenazah. Kepala jenazah juga dibungkus menggunakan plastik dan lakban.

Merespons hal itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium forensik. Ia enggan berkomentar banyak atas tudingan keluarga korban sebelum hasil otopsi keluar.

“Saya tidak mau berpolemik dulu. Kita serahkan ke dokter ahli yang bisa simpulkan,” kata Purwadi dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8).

Kendati demikian, Purwadi menjelaskan, alasan kepala jenazah ditutup plastik tak lepas dari pertimbangan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Dengan ditutup, maka potensi penularan Covid-19 bisa dicegah.

“Menurut rumah sakit, mereka membungkus kepala yang bersangkutan sesuai prosedur Covid-19. Itu adalah wewenang rumah sakit,” jelasnya.

Sebelumnya, Hendri Alfree Bakhari alias Otong, bandar narkotika jenis sabu yang diamankan Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang, tewas, Sabtu (8/8) pagi. Pria 38 tahun ini sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK).

Informasi yang didapatkan, Hendri ditangkap bersama 3 rekannya di bendang atau tempat penyimpanan ikan di Belakangpadang pada Kamis (6/8) malam. Saat itu, ia pesta sabu. Namun, setelah ditangkap polisi, Otong meninggal dunia.

Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman, mengatakan, dari tangan Otong, pihaknya mengamankan 1,41 gram sabu, timbangan, dan kaca pirek. ”Ada tiga paket sabu saat itu, satu paket dibuang tersangka ini ke laut. Kami lakukan tes urine, keempatnya positif narkoba,” kata Rahman.

Rahman menjelaskan, Otong merupakan target operasinya. Pihaknya mendapatkan informasi, Otong merupakan bandar yang menyelundupkan 106 kilogram sabu dari Malaysia. Barang haram tersebut diduga masih disimpannya di beberapa lokasi di Batam.

”Dia (Otong) ini bandar besar. Saat kita terima informasi keberadaannya, kita langsung menangkapnya,” katanya dilansir Harian Batam Pos, Senin (10/8).(*/jpg)

Wali Kota Batam Bilang Begini Saat Bagikan Seragam Sekolah Gratis

0

batampos.co.id – Pemko Batam kembali membagikan seragam sekolah tingkat SD secara gratis kepada para pelajar di Kecamatan Batu Aji, Selasa (11/8/2020).

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, bantuan tersebut merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Riau Kepri yang disalurkan melalui Pemko Batam.

Rudi, menjelaskan, saat ini sistem belajar dan mengajar masih dilakukan secara online, hal itu mengingat Kota Batam saat ini masih zona merah.

Sehingga belajar tatap muka belum bisa dilakukan sebagaimana arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat bercengkrama dengan salah seorang siswa. Foto: Media Center Pemko Batam

“Kalau zona merah belum bisa kita buka, minimal harus zona kuning. Karena itu mari kita sama-sama jaga diri agar jumlah kasus Covid-19 tidak terus bertambah, sehingga sekolah bisa segera buka,” katanya.

Wali Kota Batam, mengatakan, sengaja meminta bantuan Bank Riau Kepri untuk mengurangi beban masyarakat di tengah Covid-19.

“Mudah-mudahan bisa mengurangi beban masyarakat. Karena Covid-19 ini memang memberikan dampak bagi ekonomi kita,” katanya.

Selain di Kecamatan Batuaji, Rudi juga membagikan seragam gratis untuk peserta didik baru di Kecamatan Sei Beduk.

Rudi juga berpesan agar seluruh orang tua murid untuk sama-sama mematuhi protokol kesehatan.

“Kita harus menjadikan Batam kembali hijau, maka itu mari patuhi protokol kesehatan,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan, bantuan seragram gratis di Batuaji untuk tingkat SD sebanyak 1.201 siswa dan di Sei Beduk 928 siswa.

Perwakilan orang tuas siswa, Firmansyah, mengapresiasi kebijakan Pemko Batam yang memberikan bantuan seragam gratis tersebut.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Rudi yang telah memberikan bantuan kepada anak kami. Semoga bantuan ini berkah bagi kita semua,” katanya.(*/esa)

Kini Layanan Komunikasi Telkomsel Sudah Normal

0

batampos.co.id – Layanan komunikasi Telkomsel yang terganggu pada Selasa (11/8/2020) di wilayah Sumatera disebabkan karena terbakarnya fasilitas sentra telepon otomat (STO) Telkom di Kota Pekan Baru, Riau.

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin, melalui keterangan tertulisnya, mengatakan, saat ini
layanan komunikasi baik telpon, SMS dan akses data Telkomsel di seluruh wilayah Sumatera yang sempat terdampak kini sudah berangsur pulih dan mulai dapat diakses kembali dengan normal oleh pelanggan.

Ilustrasi Telkomsel. Foto: Yusuf Hidayat/Batam Pos

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Telkom Group serta masukan dari pelanggan setia Telkomsel dalam percepatan proses pemulihan layanan yang terdampak,” ujarnya, Selasa (11/8/2020).

Denny juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang sempat terdampak atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Kami mengapresiasi kepercayaan pelanggan yang tetap setia menggunakan layanan Telkomsel,” jelasnya.(*/esa)

Warga Batam yang Meninggal Dunia Karena Covid-19 Bertambah, Segini Jumlahnya Sekarang…

0

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam yang meninggal dunia karena terkonfirmasi Covid-19 bertambah, pada Selasa (11/8/2020).

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, melalui keterangan tertulisnya, mengatakan, warga tersebut adalah ibu rumah tangga berinisial N berusia 40 tahun.

N diketahui menetap di Tanjung Uncang, Batu Aji dan merupakan kasus baru Covid-19 Nomor 362 Kota Batam.

“Yang bersangkutan post partum yang pada tanggal 6 Agustus 2020 datang berobat ke RS Graha Hermine Batam dengan keluhan batuk dan pilek sejak tiga hari sebelumnya disertai kejang pada saat baru tiba di rumah sakit,” jelasnya.

Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Selasa (11/8/2020).

Sesuai dengan keluhan dan kondisinya tersebut dokter kemudian melakukan pemeriksaan secara intensif dengan melakukan pemeriksaan RDT yang hasilnya “Non Reaktif” dan dilanjutkan Rontgen Thorax dengan kesan “Pneumonia”.

Namun kesadaran yang bersangkutan terlihat semakin menurun dan untuk penanganan lebih lanjut yang bersangkutan
ditempatkan di ruang perawatan ICU isolasi.

Guna memperkuat penegakkan diagnosa lebih lanjut tim medis melakukan pengambilan swab tenggorokan yang hasilnya diketahui terkonfirmasi positif.

“Perlu diketahui bahwa selama dalam perawatan intensif diruang ICU isolasi rumah sakit tersebut kondisi yang bersangkutan terus semakin memburuk dan akhirnya pada tanggal 9 Agustus 2020 dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Dengan adanya penambahan tersebut saat ini total warga Kota Batam yang meninggal dunia karena COvid-19 berjumlah 22 orang.(*/esa)

23 Ribu Warga Batam Terima Manfaat Bantuan Pengan Non Tunai

0

batampos.co.id – Sebanyak 23 ribu warga Kota Batam menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid, Selasa (11/8/2020).

“Semoga bantuan ini bermanfaat bagi KPM (Keluarga Penerima Manfaat,red) di Batam,” ujarnya usai menyerahkan BPNT di Sagulung.

Ia mengatakan, BPNT tahun ini, nominalnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Di mana, sebelumnya setiap KPM menerima Rp 150 ribu kini menjadi Rp 200 ribu setiap bulan.  Kenaikan itu, kata dia, karena banyak warga yang terdampak Covid-19.

“Mereka yang menerima ini adalah yang kemarin tidak dibenarkan mendapat bantuan bahan pokok dari Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Tiga warga Kota Batam menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang diserahkan oleh Sekda Kota Baram, Jefridin (dua dari kanan). Foto: Media Center Pemko Batam

Ia mengatakan, besaran BPNT yang diterima tersebut naik sejak Maret lalu dan akan terus disalurkan hingga Desember mendatang.

“Penyalurannya sudah sesuai ketentuan dan aturan yang ada,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam, Leo Putra, menyampaikan, penyaluran bantuan ini dilayani 112 agen yang ditunjuk bank di bawah naungan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan di Batam ditunjuk BRI.

“Jadi, bantuan ini langsung masuk ke kartu rekening e-warung dan bisa ditukar ke 112 agen yang sudah ditunjuk,” ujarnya.

Adapun bahan pangan yang diterima berupa beras 10 kilogram, kacang hijau 1 kilogram, telur 1 papan, dan jeruk.

Kata dia, bahan pangan tersebut mewakili kriteria yang ada dalam ketentuan. Seperti karbohidrat, protein nabati, protein hewani, dan vitamin.

“Tahun sebelumnya beras saja. Tapi, tahun ini ada empat komponen yang dipenuhi. Semua bantuan dimasukkan ke kartu dan dicairkan di agen-agen yang sudah ditentukan,” katanya.(*/esa)

Pasien Covid-19 di Kota Batam Bertambah Lagi, Salah Satunya Ajudan Wali Kota Batam

0

batampos.co.id – Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam kembali menyampaikan penambahan jumlah pasien Covid-19 pada Selasa (11/8/2020).

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, melalui pernyataan tertulisnya mengatakan, data tersebut merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam berdasarkan hasil temuan kasus baru dan hasil tracing di Kota Batam.

“Terkonfirmasi positif Covid-19 pada kasus ini ada 7 orang warga Kota Batam, terdiri dari 4 orang laki-laki dan 3 orang perempuan,” jelasnya.

Dari 7 orang pasien tersebut diketahui dua di antaranya dua Aparatur Sipil Negara (ASN). Satu bertugas sebagai tenaga kesehatan dan satunya lagi diketahui ajudan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, berinisial BK.

“Sesuai dengan hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan hingga saat ini terhadap seluruh cluster terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam, diperoleh kesimpulan sementara
bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster yang ada ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor,” ujar Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi.

Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Selasa (11/8/2020).

Baca Juga: Terbaru, Ajudan Wali Kota Batam Positif Covid-19

Hal itu kata dia, mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan imbauan dari pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus penyakit Covid-19.

Selanjutnya diingatkan dan diimbau kembali kepada seluruh masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Kemudian tetap dirumah saja, mengenakan masker jika
terpaksa harus keluar rumah serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur serta istirahat yang cukup.

Dengan adanya penambahan tersebut, pasien baru Covid-19 di Kota Batam saat ini berjumlah 368 orang. Dari jumlah tersebut 270 orang dinyatakan sembuh, 22 orang meninggal dunia dan 76 sedang dalam perawatan.(*/esa)

Vaksin Covid-19 akan Didaftarkan ke BPOM usai Uji Klinis

0

batampos.co.id – Vaksin Covid-19 dari Sinovac akan didaftarkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bila telah menyelesaikan tahap uji klinis fase III yang rencananya berlangsung selama enam bulan.

“Kini kita tunggu enam bulan ke depan, mohon dukungan dan doa atas vaksin yang saya pastikan halal ini. Insya Allah, jika uji klinis fase 3 ini berjalan lancar, kita siapkan registrasi ke Badan POM untuk kemudian diproduksi massal dan bisa digunakan mengatasi virus Covid-19,” kata Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Erick Thohir di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung, Selasa (11/8).

Erick Thohir menyampaikan hal itu saat mendampingi Presiden Joko Widodo menyaksikan penyuntikan dalam uji klinis tahap III kepada 20 perwakilan relawan di FK Universitas Padjadjaran. Penyuntikan akan dilakukan kepada 1.620 subjek relawan yang ditargetkan semua uji klinis termasuk otorisasi dari BPOM, akan tuntas pada Januari 2021. “Saya berterima kasih kepada para relawan, tim laboratorium Bio Farma dan Sinovac, serta Universitas Padjadjaran yang bisa mewujudkan tahapan krusial ini,” kata Erick.

Presiden Jokowi juga meninjau fasilitas dan kapasitas produksi vaksin Covid-19 di Bio Farma didampingi Erick Thohir, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir.

“Kita bangga dengan kemampuan perusahaan BUMN, Bio Farma yang bekerjasama dengan lembaga Sinovac asal Tiongkok karena sudah memasuki uji klinis tahap ketiga. Tidak banyak negara atau lembaga penelitian yang sudah mencapai uji klinis hingga tahap ini,” ujar Erick.

Uji klinis tahap 3 sebelum vaksin Covid-19 diproduksi massal merupakan tahapan yang perlu dilalui semua produk farmasi termasuk obat-obatan dan vaksin.

Bio Farma menyatakan BPOM sudah mengetahui hasil positif dari tahapan uji klinis vaksin Covid-19, mulai dari uji pre-klinis, uji klinis tahap 1 dan uji klinis tahap 2 yang dilakukan di Tiongkok.

Kerja sama Bio Farma dengan Sinovac dilakukan karena memiliki kesamaan platform antara vaksin yang dikembangkan Sinovac dengan kemampuan Bio Farma dalam memproduksinya yaitu inactivated vaccine.

Sebanyak 1.620 orang relawan diperoleh Fakultas Kedokteran Unpad dan Bio Farma setelah melewati dua kali seleksi. Rekrutmen pertama mampu menjaring 540 orang, sedangkan di tahap kedua diperoleh 1.080 orang relawan.

Relawan yang terpilih setelah lolos dari pengujian imunogenitas (respon imun) dan efikasi (respon dalam melawan virus) melalui tes darah.

Penyuntikan akan dilakukan secara bertahap yaitu gelombang pertama pada pekan kedua Agustus untuk 120 subjek relawan. Uji berikutnya akan digelar pada pekan ketiga dan pekan keempat Agustus untuk masing-masing 144 relawan sehingga diperkirakan pada awal September, sebanyak 408 relawan sudah menjalani tes vaksin.

Proses tersebut dilakukan terus menerus dan akan berlangsung hingga pekan ketiga Desember dengan total, 1.620 relawan. Mayoritas relawan adalah merupakan warga Bandung karena mereka harus terus diperiksa dan menjalani analisa rutin dalam menilai efektifitas vaksin.

Erick Thohir juga menyatakan kesiapan Bio Farma meningkatkan kapasitas produksi dijalankan dengan memanfaatkan fasilitas produksi yang sudah ada di lahan Bio Farma tanpa perlu melakukan penambahan investasi.

Bio Farma disebut mampu memproduksi maksimal 100 juta vaksin pada Desember 2020.
“Bio Farma siap menambah kapasitas produksi sebanyak 150 juta dosis sehingga mencapai jumlah 250 juta dosis,” kata Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir. (*/antara)