Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10178

Rencana Buka Sekolah di Zona Kuning, Nadiem Makarim Tuai Kritik

0

batampos.co.id – Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikub) Nadiem Makarim membuka sekolah untuk mengaktifkan kembali belajar secara tatap muka munai kritik. Pasalnya di luar zona hijau, pembukaan sekolah bisa membahayakan keselamatan dan kesehatan para siswa.

Kritik itu disampaikan oleh Mantan Koordinator pada Direktorat Hukum pada Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Hendra Setiawan Boen.

Hendra mengaku, dirinya tidak paham dengan keputusan tersebut. Karena data apa yang digunakan oleh pemerintah dan Nadiem Makarim untuk memutuskan bahwa sudah dapat dilakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah pada saat pandemi Covid-19. Faktanya di Indonesia belum menunjukan penurunan.

“Data terakhir bahkan menyatakan bahwa orang yang terinfeksi Covid-19 terus mengalami kenaikan dan per hari ini ada 104.432 kasus di luar Indonesia dan muncul 90 kluster perkantoran hanya di Jakarta saja,” ujar Hendra dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/7).

Menurutnya, data di atas adalah data resmi pemerintah, yang kondisinya masih sangat terbuka kemungkinan jumlah yang tidak terdeteksi jauh lebih banyak. Misalnya pada saat data resmi pemerintah menunjukkan terdapat korban meninggal sebanyak 2.276 orang, ternyata ditemukan data dari rumah sakit yang menanggani pasien Covid-19 di seluruh Indonesia bahwa orang meninggal sebenarnya sudah berjumlah 13.885 orang atau lebih dari empat kali lipat angka kematian yang diumumkan.

“Kenaikan klaster virus Korona di puluhan kantor sejak PSBB dilonggarkan pada tanggal 4 Juni 2020 juga membuktikan bahwa protokol kesehatan yang diterapkan pada semua perkantoran, hanya dapat menekan angka orang yang akan terinfeksi tapi tidak dapat menghalangi kenaikan kasus infeksi Covid-19,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra juga menuturkan, orang-orang di kantor adalah orang-orang yang sudah dewasa dan seharusnya lebih disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan tapi mereka masih tetap kena. Bagaimana dengan anak-anak yang tentunya tidak akan sedisiplin orang dewasa.

“Di dalam sekolah mereka dapat dipaksa melakukan protokol kesehatan dengan ketat, tapi apa ada jaminan begitu mereka keluar sekolah akan juga melakukan protokol kesehatan? Orang dewasa saja tidak bisa dan hal ini merupakan salah satu sebab angka penderita Covid-19 di Indonesia terus naik,” tandasnya.

Belum lagi, kata dia, data dari US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan bahwa virus COVID-19 ini dapat menular melalui udara dan pada ruang tertutup (ruang kelas atau ruang kantor misalnya) ternyata virus ini dapat bertahan di udara selama 16 jam.

Artinya, lanjut Hendra, protokol kesehatan berupa pembatasan kapasitas kelas menjadi 50 persen tidak akan efektif menghindari sekolah menjadi klaster baru Covid-19 apabila ada satu saja anak tanpa gejala yang bersekolah dan menyebabkan virus tersebut melayang di ruang kelas.

“Apakah Nadiem Makarim mampu bertanggung jawab secara moral apabila muncul puluhan atau ratusan klaster dari sekolah dengan kemungkinan muncul korban jiwa massal atas kebijakannya membuka sekolah di luar zona hijau?” tanya Hendra.

Hendra juga kembali menegaksan, dalam hal apapun sekolah tidak boleh dibuka di luar zona hijau sampai masalah Covid-19 selesai. Dia menilai sistem belajar jarak jauh sudah benar. Bahwa ada masalah anak-anak yang tidak punya akses internet maupun gawai, maka hal tersebut harus diatasi agar memastikan mereka bisa mengakses internet dan gawai untuk belajar jarak jauh.

“Bukankah dana Program Organisasi Penggerak (POP) yang ratusan miliar tersebut dapat digunakan untuk pengadaan internet dan gawai bagi peserta didik yang tidak mampu? Kebosanan anak di rumah juga bukan alasan. Lebih baik anak bosan di rumah daripada masa depan mereka rusak atau bahkan mereka kehilangan nyawa akibat terjangkit COVID-19. Benar begitu Pak Nadiem?” tutupnya.(jpg)

Wali Kota Batam Berencana Buka Sekolah Tatap Muka Pertengahan Agustus, Ini Alasannya…

0

batampos.co.id – Pemko Batam berencana membuka sekolah tatap muka pada pertengahan Agustus 2020 mendatang.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, saat ini pihaknya sedang menggodok teknis pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka tersebut.

“Intinya kita sepakat membuka kembali sekolah. Teknisnya nanti diatur sekolah bersama Kepala Dinas Pendidikan,” katanya, Kamis (30/7/2020).

Setelah mendapatkan teknis yang tepat, dirinya akan menyampaikan hal tersebut ke Forkopimda.

“Kalau bisa awal Agustus kita rapatnya,” tutur

Ia menjelaskan, beberapa opsi yang bisa dilakukan antara lain dengan membatasi jumlah siswa per kelas.

Yakni dari maksimal 40 per kelas menjadi 20 orang. Konsekuensinya kata dia, jadwal sekolah harus dibagi menjadi dua, pagi dan siang.

Atau dibuat satu hari sekolah, satu hari tidak, secara bergantian.

“Untuk sekolah yang memang sudah ada dua shift, kelas pagi dan siang, bisa dilaksanakan dengan memperpendek jam belajar,” tuturnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto; Istimewa untuk batampos.co.id

Misal lanjutnya, biasanya 6 jam dipersingkat menjadi 3 jam dan tidak perlu ada jam istirahat.
“Setelah belajar, pulang. Saya rasa itu tak masalah, yang penting disiplin,” kata dia.

Wali Kota berharap kedisiplinan tak hanya dari para siswa saja, tapi juga guru dan orang tua.

” Guru tak boleh terlambat masuk ke kelas yang dapat membuat anak berinteraksi atau bermain ketika menunggu guru hadir,” tuturnya.

Bagi pata orang tua, ia meminta agar mengantar dan menjemput anaknya tepat waktu.

Jika masuk pukul 07.30, anak jangan diantar dari pukul 06.00. Atau harusnya pulang pukul 11.00, lalu dijemput pukul 11.00 lewat. Jeda waktu seperti ini memungkinkan anak-anak untuk bermain dan berkumpul.

“Kesepakatan ini harus ditandatangani nantinya. Karena saya tak mau sampai ada klaster baru di sekolah,” ucap Rudi.

Ia menjelaskan, kebijakan ini diambil karena banyak orang tua yang menyampaikan protes dan keluhan padanya.

Tak sedikit orang tua yang merasa kesulitan dan terbebani dengan kegiatan belajar di rumah.

“Banyak orang tua protes, yang belajar maknya. Kedua, biaya makin besar, buat beli pulsa, kuota, dan lain-lain,” jelasnya.

“Bagi yang tak punya Handphone standar, harus beli lagi. Jadi pandemi covid-19 ini makin berat buat mereka. Oleh karena itu meskipun Batam tak hijau, nanti akan kita buka. Tapi sekolah harus disiapkan betul-betul,” ujarnya.

Persiapannya juga menyangkut pengawasan terhadap anak-anak selama di sekolah.

Siswa diminta untuk menggunakan masker dan rajin cuci tangan, di samping menjaga jarak.

“Tadi ada pesan juga dari Danyon Raider, kepala sekolah harus memastikan anak-anak tidak saling bertukar masker,” paparnya.(*/esa)

Perusahaan Berganti, 7 Orang Karyawan di Anambas Kehilangan Pekerjaan

0

batampos.co.id – Sejumlah pekerja Perusahaan Catering PT Baasithu Boga Services (BBS) di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) menyampaikan keluh kesah kepada DPRD saat rapat dengar pendapat. Sebab, ada 7 orang karyawan kehilangan pekerjaan karena diputus kontraknya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas Yunizar Kailani, mengatakan PT Angsa Emas sebelumnya sebagai perusahaan catering pada PT Star Energy, kemudian beralih kontrak pada PT BBS pada bulan Mei lalu. PT Star Energy merupakan salah satu perusahaan konsorsium migas yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas.

Ketika beralih kontrak, ada 31 karyawan dengan status existing. Namun pada akhirnya hanya 24 yang diperpanjang kontraknya, sementara 7 lainnya diputus kontraknya.”Berdasarkan catatan yang dilaporkan data pekerja itu berjumlah 30 orang, yang satu saya tidak tahu dari mana” kata Yunizar, Rabu (29/7).

Lanjut dia lagi, alasan perusahaan melakukan pengurangan pegawai di lapangan membuat pihak mereka berhitung ulang penggunaan karyawan yang disesuaikan turunnya personal on board (POB).

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Nur Adnan Nala mengatakan rapat dengar pendapat ini untuk mengambil solusi agar sejumlah pekerja itu dapat kembali berkerja kembali. “Jadi jumlah pekerja perusahaan itu yang diterima itu sebanyak 24 orang, namun 7 orang lainnya tidak diterima,” tuturnya.

Lanjut dia lagi mengatakan pihaknya sudah mendiskusikan terkait hal itu, yang di mana masing-masing pihak yaitu pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di Kabupaten KKA, ada pemahaman terbatas atas kewenangan dan tata cara prosedur mekanisme perekrutmen dari perusahaan.

“Permohonam kami dari DPRD sudah dilakukan ke pihak terkait, untuk bisa membantu dalam waktu dekat ini, solusi untuk 7 orang ini sesegera mungkin dapat dipekerjakan kembali,” kata Nur.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II, Jasril Jamal mengatakan perusahaan baru ini, awalnya 31 orang merekrut tenaga kerja lokal namun yang diterima hanya 24 orang.

“Sudah saya tegaskan ke pihak PT BBS. Dalam waktu dekat itu akan kami surati PT BBS kemudian nanti ke Star Energy ada perusahaan induk yang berkerja di situ,” kata Jasril.

Dirinya berharapa 7 orang itu bisa bekerja kembali, demi kelangsungan hidupnya. Walaupun kondisi saat ini ditengah pandemi Covid 19. Lanjut dia lagi mengatakan pihaknya akan adakan duduk bersama DPRD dan pemerintah daerah.

“Kami minta pihak HRD dari Jakarta untuk hadir langsung di sini dalam rapat selanjutnya, karena sementara ini hanya perwakilan saja yang datang dari Anambas,” kata Jasril lagi.

PT BBS dalam suratnya kepada Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Anambas dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Anambas menyampaikan pihaknya berkeinginan untuk terus bekerja sama dengan karyawan existing, namun faktor internal client yaitu Star Energy akan melakukan pengurangan pegawai di lapangan membuat mereka berhitung ulang penggunaan karyawan yang dusesuaikan dengan turunnya POB.

Selain itu, faktor eksternal yaitu harga minyak mengalami keterpurukan hingga di level paling bawah dalam 10 tahun terakhir berdampak pada nilai kontrak akan dilakukan negosiasi tahap kedua untuk diturunkan kembali dari harga kesepakatan awal.

“Perihal tersebut pada poin di atas, sudah kami utarakan dengan Ketua SPSI setempat agar dapat disampaikan kepada kawan-kawan lokal Anambas sehingga kita dapat bersama-sama memahami situasi yang ada,” demikian pihak PT BBS dalam suratnya.

Lebih lanjut dalam surat itu, atas saran Kadisnaker, PT BBS telah mengakomodir perkerutan karyawan dari jumlah karyawan lokal 20 menjadi 24 orang. Karena itu pihak PT BBS berharap Kadisnaker dan pekerja lokal memahami situasi dan kondisi yang mereka hadapi.(fai)

BP Batam Tidak Akan Memberikan Bantuan Hukum Kepada Oknum Pegawai Pemalsu Dokumen

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam tidak akan memberikan bantuan hukum kepada dua oknum pegawainya yang ditangkap aparat kepolisian karena memalsukan faktur Uang Wajib Tahunan (UWT) senilai Rp 2,8 miliar.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, mengatakan, dalam proses pelayanan dokumen lahan, faktur UWT diterbitkan secara online dan hanya bisa dilihat atau diakses oleh pemohon.

“Kami tegaskan bahwa BP Batam tidak akan memberikan bantuan hukum kepada oknum yang telah memalsukan faktur UWT,” katanya, Jumat (31/7/2020).

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah terpengaruh dan hendaknya selalu waspada dengan praktek penipuan, pencaloan, dan hal-hal lainnya yang akan merugikan di kemudian hari.

Sebelumnya, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menjelaskan, dua oknum pegawai BP Batam yaitu A dan ALH yang ditangkap polisi karena diduga melakukan tindak pidana pengurusan surat palsu pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) terancam dipecat.

“Sanksi tegasnya pemecatan,” ucap Rudi tegas saat berada di Dataran Engku Putri.(*/esa)

Anak dan Istri Ahok Disamakan dengan Monyet, Dua Pelaku Ditangkap

0

batampos.co.id – Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua orang pelaku pencemaran nama baik terhadap Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Keduanya ditangkap di Bali dan Sumatera Utara.

Kepada penyidik, keduanya mengaku sebagai komunitas penggemar mantan istri Ahok, Veronica Tan. Mereka menghina Ahok lantaran merasa memiliki kesamaan sejarah dengan Veronica. Sehingga timbul kebencian kepada Ahok.

“Mereka menamakan komunitasnya Veronica Lovers, tapi ini masih kita dalami,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (30/7).

Kedua pelaku yang ditangkap yakni KS, 67, dan EJ, 47. Pelaku pertama diketahui sebagai pemilik akun instagram @ito.kurnia. Sedangkan EJ pemilik akun Instagram @an7a_s679 sekaligus admin komunitas Veronica Lovers.

“Mereka juga punya grup di media sosial di WA (Whatsapp) dan Telegram. Mereka komunitas dalam satu grup, ini masih didalami oleh tim,” jelas Yusri.

Sebelumnya, Ahmad Ramzy selaku pengacara Ahok menjelaskan, ihwal kasus dugaan pencemaraan nama baik yang dilaporkam kliennya. Dia mengatakan, penghinaan tersebut berupa makian hewan kepada istri dan anaknya. Makian ini dalibuat pelaku dalam bentuk tulisan dan gambar.

“Membandingkan binatang (kera atau monyet) dengan istrinya dan anaknya, ada kalimat dan gambar. Jadi pencemaran nama baik seperti itu,” kata Ramzy saat dihubungi, Kamis (30/7).

Laporan polisi ini teregister dengan nomor LP/2885/V/YAN 25/2020/SPKT PMJ tertanggal 17 Mei 2020. Laporan dimasukan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.(jpg)

Presiden Jokowi Salat Idul Adha di Istana Bogor

0

batampos.co.id – Umat Muslim merayakan Idul Adha 1441 H besok, Jumat (31/7). Sebagai tanda hari raya tersebut diawali dengan Salat Id. Presiden Jokowi dijadwalkan mengikuti Salat Id di Istana Bogor.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, Presiden Jokowi melaksanakan salat Idul Adha bersama dengen keluarganya. Acara itu bersifat internal.

“Salatnya juga intern dilaksanakan di Bogor dengan keluarga,” ujar Heru kepada wartawan, Kamis (30/7).

Berhubungan pelaksanaan salat Id berlangsung di tengah pandemi covid-19, Heru menuturkan, Presiden Jokowi tidak memiliki persiapan khusus. “Jadi enggak ada persiapan khusus juga,” katanya.

Dalam menyambut hari raya kurban ini, Presiden juga telah menyerahkan hewan kurban ke setiap masjid di seluruh provinsi. Setiap sapi yang disumbangkan untuk kurban beratnya berkisar dari dari 800 kg-1 ton.

Sikap pemerintah dalam pelaksanaan salat Id untuk Idul Adha berbeda dengan Idul Fitri. Pada Idul Fitri masyarakat diminta melaksanakan salat Id di rumah. Sedangkan di Idul Adha masyarakat dipersilakan melaksanakan salat Id masjid atau lapangan, dengan mengikuti protokol kesehatan secara ketat. Ketentuan tersebut karena Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19.(jpg)

Polisi Berhasil Tangkap Buronan Djoko Tjandra

0

batampos.co.id – Aparat kepolisian dikabarkan berhasil meringkus Djoko Tjandra. Kini buronan kasus pengalihan hak tagih utang (cessie) PT Bank Bali itu dalam proses perjalanan pulang ke Indonesia.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono membenarkan kabar tersebut. Saat berita ini dilansir, jenderal bintang dua polisi itu tengah menuju Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, untuk menjemput Djoko Tjandra.

“Ya saya mau ke bandara lagi jemput (Djoko Tjandra),” kata Argo saat dihubungi wartawan, Kamis (30/7).

Argo belum merinci ihwal penangkapan Djoko Tjandra. Belum diketahui pula lokasi penangkapan Djoko Tjandra.

Diketahui, Djoko Tjandra dinyatakan buron dan melarikan diri ke Papua Nugini setelah Mahkamah Agung (MA) menerima peninjauan kembali Kejagung terkait kasus korupsi cessie Bank Bali pada 2009 lalu.

Majelis PK MA memvonis direktur PT Era Giat Prima itu bersalah dan menjatuhkan hukuman 2 tahun pidana penjara. Selain itu, Joko Tjandra juga dihukum membayar denda Rp 15 juta serta uangnya di Bank Bali sebesar Rp 546 miliar, dirampas untuk negara.

Sehari sebelum putusan MA pada Juni 2009, Djoko diduga kabur meninggalkan Indonesia dengan pesawat carter dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Port Moresby, Papua Nugini. Djoko kemudian diketahui telah pindah kewarganegaraan menjadi Papua Nugini pada Juni 2012.

Setelah 11 tahun buron, Djoko Tjandra dikabarkan kembali ke Indonesia. Bahkan, Djoko Tjandra mendaftarkan Peninjauan Kembali (PK) terkait perkara yang menjeratnya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) pada 8 Juni 2020 lalu.(jpg)

Rencana Pengembangan Terminal 2 Bandara Hang Nadim batam

0
Infografis aliibenk/batampos.co.id

Bandara Internasional Hang Nadim Batam berencana akan melakukan pengembangan di terminal 2.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara dan TIK BP Batam, Suwarso, mengatakan, pelaksanaan pembangunan gedung Terminal 2 direncanakan dibangun selama 36 bulan.

Estimasi biayanya untuk pengembangan di Terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam diperkirakan US$ 375 juta.(esa/adv)

Ini Rencana Pengembangan Terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam

0

batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim Batam berencana akan melakukan pengembangan di terminal 2.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara dan TIK BP Batam, Suwarso, mengatakan, pelaksanaan pembangunan gedung Terminal 2 direncanakan dibangun selama 36 bulan.

“Estimasi biayanya untuk pengembangan di Terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam diperkirakan US$ 375 juta,” ujarnya, Kamis (30/7/2020).

Bandara Internasional Hang Nadim. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Ia menjelaskan, dengan adanya pengembangan tersebut terminal penumpang akan memiliki kapasitas 10 juta penumpang.

Kata dia, dengan pengembangan itu Terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam nantinya akan memiliki beberapa fasilitas.

“Fasilitasnya yaitu 8 aviobridge, baggage handling system, flight information system (FIDS), automatic docking guide system (ADGS),” ujarnya.

Kata dia, Terminal 2 Bandara Hang Nadim juga akan memiliki IT System. Serta kontruksi Apron dan taxiway.(esa/adv)

Pak Wali Kota, 4 Rumah di Tanjung Uma Ludes Dilahap Api

0

batampos.co.id – Kebakaran terjadi di Tanjung Uma, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, akibarnya empat rumah ludes dilahap si jago merah.

Salah seorang korban Findi, mengatakan, kebakaran terjadi pada Kamis (30/7/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kata Findi, saat kejadian dirinya masih terlelap di dalam rumah. Sehingga tidak mengetahui dengan pasti dari mana api berasal.

Ia baru terbangun saat mendengar teriakan yang menginformasikan adanya kebakaran.

“Saya langsung terbangun dan pas saya lihat api dari rumah sebelah sudah merembet di atas atap,” tuturnya.

Findi bersama keluarga lantas lari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Karena panik, mereka tidak ada membawa apa pun dari dalam rumah.

Kebakaran terjadi di Tanjung Uma, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, akibarnya empat rumah ludes dilahap si jago merah. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Tidak satupun berkas dan surat yang bisa kami bawa bang. Saya saja bingung menyelamatkan saudara dan teman saya yang masih tidur saat api mulai menyambar”, jelasnya.

Findi mengatakan, sudah menetap di Tanjung Uma selama 8 bulan. Di kontrakan tersebut, dirinya tinggal bersama keluarga dan beberapa kerabatnya.

“Kami ada 12 orang di sini. Saya dari Selat Panjang,” ujarnya.

Karena kejadian tersebut, Findi, mengaku pasrah dan untuk sementara waktu akan menetap di tempat kerabatnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

“Sementara ini saya dan keluarga bersama teman saya, akan tinggal dengan saudara kami yang ada di sini,” jelasnya.

Findi berharap ada dermawan yang bersedia meringankan beban mereka.

“Saya berharap ada uluran tangan dari pemerintah untuk keperluan kami dan di permudah mengurus surat kami yang sudah terbakar,” tuturnya.(nto)