Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 10243

10 Provinsi Nihil Kasus Covid-19, Termasuk Riau

0

batampos.co.id – Sepuluh provinsi di Indonesia tak lagi melaporkan pertambahan kasus baru harian pada Sabtu (30/5). Artinya tak ada kasus baru sama sekali atau nol kasus pasien Covid-19.

Sepuluh provinsi itu di antaranya Aceh, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Riau, Maluku, dan Sulawesi Barat. Seluruhnya melaporkan nol kasus Covid-19.

“Ada 10 provinsi yang tak ditemukan kasus positif,” kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Sabtu (30/5).

Namun masih ada 5 provinsi dengan angka kasus yang masih tinggi. Salah satunya Jakarta dan Jawa Timur. “Ada 5 provinsi yang memiliki angka tertinggi. Jawa Timur dan DKI Jakarta. Memang DKI Jakarta lebih turun dibanding angka kemarin. Dan didominasi oleh mereka yang baru pulang dari luar negeri,” jelasnya.

Yurianto menyebutkan beberapa provinsi dengan angka pertambahan kasus di antaranya di DKI Jakarta total kasus yakni 7.229 kasus. Total kasus Jawa Timur sebanyak 4.613 kasus. Total kasus Sulawesi Selatan sebanyak 1.510 kasus. Total kasus Kalimantan Tengah sebanyak 398 kasus. Dan total kasus di Jawa Barat sebanyak 2.231 kasus. “Jawa Barat cenderung turun kasusnya walaupun secara total angkanya tinggi,” ungkapnya.

Yurianto kembali mengingatkan agar tetap mewaspadai penularan dengan tetap menjaga jarak. Selalu disiplin memakai masker dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

“Adanya kasus positif sebagai buktu masih adanya penularan di tengah kita. Dan masih ada saudara-saudara kita yang rentan tertular,” ujarnya.(jpg)

Bayi Kembar di Batam Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Penyebaran virus korona dengan transmisi lokal masih terus terjadi di Batam. Tidak hanya menjangkiti orang dewasa tetapi juga bayi. Kemarin, dua orang bayi kembar dinyatakan positif Covid-19. Bahkan kedua orang tuanya juga dipastikan positif Covid-19.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan data tersebut merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam. Berdasarkan temuan kasus baru (impor) dan hasil tracing closes contact yang terus berlangsung dari cluster Taman Baloi dengan terkonfirmasi positif nomor 49 dan 82 Kota Batam.

“Ada delapan orang, yang berdasarkan hasil tes swabnya terkonfirmasi positif Covid-19. Enam orang perempuan dan dua laki-laki, satu diantaranya adalah warga Kabupaten Lingga” kata Rudi, Sabtu (30/5).

Rudi mengungkapkan bayi kembar yang positif Covid-19 tersebut perempuan berinisial By CfGC dan By CbGC yang masih berusia satu tahun. Beralamat di kawasan perumahan Kavling Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa. Merupakan kasus baru Covid-19 nomor 123 dan 124 Kota Batam.

Adapun kedua orang tua dari dua anak tersebut, yakni seorang laki-laki berinisial Tn EC usia 42 tahun dan perempuan berinisial Ny MaE usia 43 Tahun. Keduanya tercatat sebagai kasus baru Covid-19 nomor 125 dan 126 Kota Batam.(uma)

Rencana Diskusi Pemecatan Presiden saat Pandemi Berbuah Intimidasi Mahasiswa UGM

0

batampos.co.id – Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) diintimidasi karena berniat menyelenggarakan diskusi bertajuk ‘Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPR, Didik Mukrianto mengatakan konsekuensi Indonesia sebagai Negara Hukum sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1 ayat (3) UUD 1945, tidak ada seorangpun dan tidak ada satu lembaga manapun di Indnesia ini yang boleh melanggar Konstitusi.

“Konstitusi adalah hukum dasar tertulis dalam pengelolaan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” ujar Didik kepada wartawan, Sabtu (30/5).

Dalam konteks kebebasan, Pasal 28E ayat (3) UUD 1945, setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Berdasarkan hal tersebut diatas, tidak dibenarkan siapapun yang mengganggu, mengekang, mengancam, apalagi merenggut kebebasan tersebut.

“‎Karena itu adalah bagian dari hak asasi manusia. Negara harus hadir, pemerintah dan aparatnya harus memberikan perlindungan terhadap setiap ancaman terhadap hak asasi manusia tersebut,” katanya.

Lebih jauh dalam Pasal 28G ayat (1) UUD 1945 menegaskan, setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi. Standing negara clear, kewajiban pemerintah jelas, dan hak warga negara sangat gamblang.

Oleh sebab itu, Didik menyayangkan dan prihatin masih muncul ancaman dan teror di era demokrasi seperti sekarang ini, apalagi forumnya adalah forum ilmiah yang dilakukan oleh kampus.

“Ke mana hadirnya negara? Ke mana pemerintah? Apa tugas aparat keamanan untuk melindungi rakyatnya? Hanya negara yang anti demokrasi dan pemimpin yang otoriter yang menggunakan pendekatan keamanan dan membiarkan terjadinya ancaman dan teror,” tegasnya.

“Sungguh memprihatinkan kalau di negara demokrasi ini, pemikiran, diskursus, diskusi, forum ilmiah, forum kampus dianggap sebagai sebuah ancaman,” tambahnya.

Didik menilai ini sama saja mematikan pemikiran kritis di era demokrasi sungguh melukai dan mengingkari semangat reformasi. Kalau hal demikian dibiarkan, maka tidak heran seandainya ada anggapan bahwa pemimpin sudah tidak mau mendengar rakyatnya.

“Pemimpin yang anti kritik dan takut bayangannya sendiri. Ingat salah satu transformasi besar bangsa kita saat ini adalah stabilitas politik dan keamanan yang semula dengan pendekatan keamanan, kini sedang bertransformasi menuju penegakan hukum,” ungkapnya.

Didik berharap Presiden Jokowi, pemerintah dan aparat pemerintah untuk terus melindungi rakyatnya, dan segera menangkap serta menindak pelaku-pelaku teror ini. Jangan pernah ditoleransi sedikitpun teror terhadap demokrasi ini.

Diketahui, ‎sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum UGM Yogjakarta selaku penyelenggara diskusi publik bertajuk ‘Persoalan Pemecatan Presiden Di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’ dikabarkan mendapat intimidasi dan peretasan akun Whatsapp. Selain itu, Guru Besar Hukum Tata Negara UII Nimatul Huda yang diundang sebagai narasumber juga mendapat perlakuan sama.

Kabar ini dibenarkan oleh Direktur Advokasi Pusat Kajian Antikorupsi (PUKAT) UGM, Oce Madril. “Iya betul,” kata dia dilansir JawaPos.com, Jumat (29/5).

Kendati demikian dia belum merinci ihwal kasus ini. Dia menyebut, Fakultas Hukum UGM tengah menyiapkan keterangan resmi untuk publik.

Sementara itu, Staf Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Wana Alamsyah mengecam adanya intimidasi ini. Dia mendesak agar Polri segera melindungi warganya yang mendapat teror dan ancaman.

Menurutnya, konstitusi Indonesia menjamin hak setiap orang untuk berpendapat dan berkomunikasi serta menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia. “Pemberangusan hak ini adalah pembangkangan terhadap konstitusi,” ucapnya.

Wana menuturkan, diskusi publik yang digelar mahasiswa UGM merupakan kebebasan akademik. Tidak boleh ada pelarangan maupun intimidasi selama tidak melanggar aturan yang berlaku.(jpg)

Hasil Angket, Mayoritas Siswa Setuju Kembali ke Sekolah Meski Masih Pandemi

0

batampos.co.id – Bagaimana respons siswa jika sekolah dibuka lagi saat pandemi seperti sekarang? Bagaimana juga respons para orang tua (ortu)? Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listiyarti punya jawabannya.

Dia mengunggah angket ke Facebook untuk menjaring aspirasi siswa, ortu, dan guru. Hasilnya cukup menggelitik. Respons pengguna Facebook ternyata luar biasa. Bahkan, ketika pengisian angket ditutup pada Kamis (28/5) pukul 07.30 WIB, ada ratusan pesan WhatsApp dan inbox yang masuk ke nomor pribadinya. Mereka menyatakan masih berminat mengisi angket tersebut.

Hasil akhir angketnya, yang berpartisipasi sebanyak 9.643 siswa, 18.112 guru, dan 196.559 orang tua. Data yang diperoleh secara umum cukup unik. Mayoritas siswa setuju masuk sekolah. ”Kemungkinan mereka jenuh belajar dari rumah,” ungkapnya dilansir dari Jawapos, Minggu (31/5).

Sebaliknya, mayoritas orang tua menolak jika sekolah dibuka pada 13 Juli. Retno mengatakan, banyak ortu yang khawatir melepas anaknya bersekolah saat pandemi. Sebab, tingkat penularan Covid-19 masih tinggi. Mayoritas ortu juga menilai sekolah dan dinas pendidikan belum siap melindungi anak-anak mereka di sekolah.

Selain itu, KPAI mendorong seluruh dinas pendidikan membuat petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sebab, PPDB tahun ini diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19.

Pengamat pendidikan sekaligus pendiri Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Muhammad Nur Rizal mengomentari keresahan orang tua terkait rencana masuk sekolah di tengah wabah Covid-19. Rizal mengatakan, sebaiknya murid tidak perlu datang ke sekolah sampai akhir Desember 2020. Hal itu juga berlaku untuk sekolah yang berada di zona hijau atau belum ada kasus korona.

’’Juli sampai Desember siswa tetap belajar di rumah saja. Kita tidak ingin membentuk klaster Covid-19 baru di sekolah,’’ katanya kemarin. Apalagi, sampai saat ini belum ada tanda-tanda penemuan vaksin Covid-19.

Rizal menambahkan, boleh saja Kemendikbud membuat panduan new normal untuk di sekolah. Baik itu bagi para guru, murid, maupun warga sekolah lainnya. Namun, regulasi tersebut perlu disosialisasikan terlebih dahulu. Tidak bisa diterapkan saat ini. Termasuk pada awal tahun pelajaran baru yang dimulai 13 Juli nanti. Sebab, sampai sekarang budaya hidup sehat belum tercipta secara masif di masyarakat. ’’Jangan memandang sekolah hanya di Jakarta,’’ ujar pria yang juga menjadi dosen di UGM Jogjakarta itu.

Menurut Rizal, kebiasaan siswa untuk saling bergandengan, berjabat tangan, dan bermain ramai-ramai bersama teman-temannya masih tinggi. Dengan begitu, protokol untuk jaga jarak cukup susah jika seketika diterapkan tanpa sosialisasi.

Selain itu, fasilitas kesehatan di sekolah masih minim. Misalnya, fasilitas untuk mencuci tangan di setiap kelas. Jangankan di sekolah-sekolah di daerah. Di pusat kota seperti Jakarta saja, tempat cuci tangan untuk anak-anak belum memadai.

Rizal menjelaskan, GSM pernah membuat survei dengan melibatkan 1.600 responden yang terdiri atas para guru dan murid. ’’Baik di sekolah yang menjalankan GSM mapun non-GSM,’’ tuturnya. Hasil surveinya, antara lain, banyak anak yang bosan dengan proses pembelajaran online dari rumah. Mereka merasa beban tugas dari guru terlalu banyak. ’’Anak-anak rindu bermain di sekolah,’’ jelasnya. Ada sebagian yang ingin bertemu dengan gurunya lagi.(jpg)

Kasus Positif Covid-19 di Batam Bertambah 8, Jumlahnya Kini 128 Orang

0

batampos.co.id – Masyarakat harus tetap waspada, mengingat masih terus bertambahnya jumlah kasus positif corona virus disease (Covid-19) di Batam. Data terbaru tanggal 30 Mei 2020 terjadi penambahan delapan kasus baru Covid-19.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan data tersebut merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam. Berdasarkan temuan kasus baru (impor) dan hasil tracing closes contact yang terus berlangsung dari cluster Taman Baloi dengan terkonfirmasi positif nomor 49 dan 82 Kota Batam.

“Ada delapan orang, yang berdasarkan hasil tes swabnya terkonfirmasi positif Covid-19. Enam orang perempuan dan dua laki-laki, satu diantara nya adalah warga Kabupaten Lingga” kata Rudi, Sabtu (30/5).

Dengan penambahan delapan kasus baru ini, pasien Covid-19 di Batam sudah 128 orang. Masing-masing 38 orang yang masih di rawat, 32 orang menjalani karantina, 47 orang sembuh, dan 11 orang meninggal.

Adanya penambahan kasus baru tersebut kata Rudi diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19. Baik yang berkaitan dengan berbagai cluster yang ada ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor.

Hal itu karena masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan imbauan dari pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus penyakit Covid-19. Karena itu pihaknya mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kota Batam untuk bersama tetap mengikuti anjuran pemerintah.

“Menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap dirumah saja, mengenakan masker jika terpaksa harus keluar rumah serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang,” jelasnya.(*/uma)

Nekat Beroperasi Jelang New Normal, Bar di Kampung Bule Disegel

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana akan menerapkan new normal 15 Juni 2020 mendatang. Namun beberapa tempat hiburan di Batam sudah mencuri-curi kesempatan dengan membuka aktivitas. Padahal Protokol Kesehatan Sektor Pariwisata sedang disusun.

Tim Satuan Gugus Tugas Covid-19 menemukan tempat hiburan yang bandel itu di kawasan Kompleks Batam Plaza atau Kampung Bule, Nagoya, dan menyegel tiga bar sekaligus, Kamis (28/5) malam. Ketiga bar tersebut melanggar aturan social dan physical distancing sehingga terpaksa disegel karena beroperasi sebelum masa new normal resmi diberlakukan.

Kasi Trantib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, mengatakan, penyegelan bar tersebut dilakukan dalam kegiatan rutin tim gabungan untuk menyisir lokasi hiburan dan tempat masyarakat berkumpul. “Setiap malam kita berjalan, sambil sosialisasi Covid-19 ini. Ternyata masih ada bar yang buka,” ujar Imam.

Adapun tiga tempat hiburan yang disegel tersebut, yaitu Secrets Bar, BB Bar, dan Home Bar. Selain disegel, ketiga pemilik bar tersebut diangkut untuk diperiksa. “Nanti, sanksinya bisa berat, karena tetap beroperasi di tengah pandemi ini. Bisa saja usaha itu ditutup dan izinnya dicabut,” kata Imam.(*/jpg)

Ini Empat Kategori Zona Penyebaran Covid-19

0

batampos.co.id – Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo ‎mengatakan, pihaknya membagi empat kategori zona penyebaran virus Korona di dalam negeri.

Empat zona itu terdiri dari tingkat risiko di setiap daerah penyebaran virus Korona. Pembagian itu diharapkan bisa menjadi panduan masyarakat.

“Kita mengambil keputusan tersebut dengan melibatkan pakar dan berpedoman terhadap standar internasional dari analisis dan pemetaan ‎yang dilakukan oleh pakar,” ujar Doni dalam konfrensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (30/5)

Doni juga mengatakan, zona tersebut adalah, zona hijau, kuning, orange dan merah. Zona hijau adalah kabupaten dan kota yang belum terdampak. Kemudian ‎zona kuning adalah kabupaten dan kota yang tingkat penularan Covid-19 rendah.

Selanjutnya adalah zona orange adalah kabupaten dan kota dengan tingkat penularan Covid-19 sedang. Terakhir adalah zona merah adalah kabupaten kota tersebut tingkat risiko Covid-19 tinggi.

“Pemerintah melakukan kategorisasi sesuai tingkat risko di setiap daerah berdasarkan warna zona,” ‎katanya.

Doni yang merupakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu juga menambahkan, pihaknya terus berupaya kabupaten dan kota yang masuh kategori zona merah untuk bisa ditangani. Sehingga nantinya bisa menjadi zona hijau.

“Kita terus berupaya agar zona merah menjadi zona orange, dan orang kita kontrol untuk bisa menjadi zona kuning. Kemudian zona hijau kita pertahankan supaya tidak menjadi zona kuning atau orange,” ungkapnya.‎(jpg)

Tren Wisata Berubah, Protokol Kegiatan Mulai Disusun

0

batampos.co.id – Sektor pariwisata kini bersiap menuju era kenormalan baru (new normal). Meski hal tersebut belum akan diterapkan dalam waktu dekat, sejumlah protokol kegiatan mulai disusun. Tujuannya, menjadi panduan bagi para pelaku usaha pariwisata maupun para pelancong yang akan berlibur pascapandemi Covid-19.

Masalah tersebut dibahas Presiden Joko Widodo dalam ratas virtual. Presiden mengingatkan, tren pariwisata dunia akan berubah pascapandemi, Kamis (28/5).

’’Isu health, hygiene, serta safety, security, akan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan yang ingin melancong,’’ terang presiden. Wisatawan cenderung akan mencari destinasi yang tidak terlalu ramai. Karena itu, para pelaku industri pariwisata harus bisa mengantisipasi perubahan tren tersebut. Harus ada inovasi agar segera bisa beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang ada.

Isu kesehatan dan keselamatan harus dijawab dengan perbaikan besar-besaran di kedua sektor tersebut. Protokol kesehatan di semua lini harus berjalan dengan baik. Mulai transportasi, penginapan, restoran, hingga area wisatanya. Negara-negara lain sudah mulai menyiapkan standar baru di bidang pariwisata.

Protokol itu juga harus diikuti pembiasaan kepada seluruh stakeholder pariwisata. Sebab, risikonya besar, terutama bila ada imported case yang berdampak di sisi kesehatan. ’’Citra pariwisata yang buruk itu akan melekat dan menyulitkan kita memperbaikinya lagi,’’ lanjut Jokowi.

Yang jelas, sasaran utama dalam promosi wisata ke depan adalah wisatawan domestik. Secara bertahap, daerah-daerah tujuan wisata yang R0-nya sudah di bawah 1 bisa mulai membuka akses wisata. Tentu dengan protokol yang berbeda dari sebelumnya. ’’Mengenai waktunya kapan, ini betul-betul tolong tidak usah tergesa-gesa,’’ tambah Jokowi. Yang penting, tahapan-tahapan disiapkan dengan baik.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menjelaskan, sejumlah tahapan harus dilalui sebelum membuka tempat wisata untuk umum. Pertama, menetapkan SOP yang menyesuaikan dengan tatanan new normal. ’’Tahapan berikutnya adalah melakukan simulasi terhadap SOP-SOP tersebut,’’ terangnya.

Setelah disimulasikan dan dievaluasi, barulah SOP tersebut disosialisasikan dan diuji coba di daerah-daerah. ’’Kita sudah melakukan koordinasi dengan kepala daerah yang kira-kira akan siap dalam beberapa waktu ke depan,’’ lanjut Wishnutama.

Tahapan-tahapan itu akan mulai dilaksanakan begitu sebuah daerah mendapatkan lampu hijau untuk membuka pariwisata. Artinya, begitu diperbolehkan membuka pariwisata, daerah juga tidak akan langsung open. Ada jeda setidaknya satu bulan untuk melaksanakan tahapan-tahapannya.

Isu keselamatan dan kesehatan, tutur Wishnutama, sebenarnya sudah dicanangkan sebelum pandemi. Sejak awal, dia membuat program revitalisasi kebersihan, kesehatan, dan keselamatan untuk semua sektor yang terkait dengan industri pariwisata. Bukan untuk mengantisipasi pandemi, melainkan untuk meningkatkan nilai jual pariwisata Indonesia.

Mengenai promosi, pihaknya akan mengandalkan tim ekonomi kreatif. Promosi digital akan diutamakan ’’Bisa lebih spesifik target market-nya, untuk yang suka wisata alam, diving, pantai, atau lainnya,’’ tuturnya. Selain itu, pihaknya sudah berkomunikasi dengan maskapai Garuda Indonesia untuk menyiapkan paket-paket wisata dengan harga menarik. Termasuk juga dengan industri perhotelan.

Pariwisata adalah sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Biasanya, rata-rata setiap bulan ada 1,3 juta sampai 1,4 juta wisatawan asing yang datang ke Indonesia. Potensi tersebut langsung menguap selama pandemi. Karena itu, harus ada persiapan matang untuk memulihkan pariwisata ke depan.

Di luar itu, tercatat ada 44.295 pekerja seni dan pekerja kreatif yang terdampak pandemi Covid-19. ”Selain para pekerja sektor pariwisata yang sangat terdampak pandemi Covid-19 ini, para pekerja seni dan kreatif juga terdampak. Karena itu, kami mengusulkan agar mereka mendapatkan bantuan,” kata Wishnutama.

Sebetulnya program bantuan itu dimulai sejak pertengahan April lalu. Pertama dengan lebih dulu mengumpulkan dan memutakhirkan data pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19. Hingga pada akhirnya didapat data 44.925 orang yang diusulkan ke Kementerian Sosial sebagai calon penerima bantuan sosial.(jpg)

Balon Gubernur Diminta Lirik Tokoh Pulau Tujuh

0

batampos.co.id – Bakal calon (balon) Gubernur Kepri yang akan maju pada Pilkada Serentak bulan Desember 2020, diminta melirik tokoh Pulau Tujuh untuk dijadikan sebagai pasangan. Pasalnya, dalam sejarah pemerintahan di Kepri, belum pernah sekalipun tampil pemimpin dari eks kewedanan yang sekarang menjadi dua kabupaten, yakni Natuna dan Anambas tersebut.

Padahal, menurut Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Natuna (IMPKN) Kota Batam, Aldi Robert, Pulau Tujuh selama puluhan tahun telah mempersembahkan hasil migas untuk Indonesia.

“Sejak masih menjadi bagian dari Provinsi Riau hingga memisahkan diri menjadi Provins Kepulauan Riau tahun 2002, Pulau Tujuh telah memberikan sumbangsih yang luar biasa besar. Bukan saja untuk Riau (waktu itu), kemudian Kepri, tapi juga untuk Indonesia,” kata Aldi.

Namun, kata Aldi, sejak Kepri menjadi provinsi, belum pernah sekalipun ada orang Pulau Tujuh yang menjadi pemimpin eksekutif di Kepri. “Apakah kami tidak mampu? Saya pikir bukan. Karena belum mendapatkan kesempatan saja,” ucapnya.

Aldi Robert

Di tempat yang sama, Penasehat IMPKN, Wan Aidil Adha sependapat dengan Aldi. Menurut Wan Aidil, dalam catatannya, sejak migas di perut Pulau Tujuh dieksploitasi, sudah puluhan triliun hasil bumi Natuna dan Anambas menopang keuangan negara, yang kemudian sebagian kecil dikembalikan dalam bentuk dana bagi hasil sesuai dengan UU Migas kepada Kepri dan beberapa kabupaten/kota di provinsi ini.

“Artinya, Natuna dan Anambas yang biasa dikenal dengan sebutan Pulau Tujuh, telah berkontribusi untuk negara dan provinsi. Sehingga, adalah wajar jika kami menginkan ada putra Pulau Tujuh tampil sebagai pemimpin eksekutif di Provinsi,” kata Aidil.

Ketika ditanya siapakah figur yang dianggap layak menjadi pemimpin eksekutif di provinsi, baik Aldi maupun Wan Aidil tidak mau mengarahkan ke nama tertentu. “Target kami hanya wakil gubernur. Silakan pada calon gubernur merisik dan menginventarisir nama-nama di Natuna dan Anambas maupun putra Pulau Tujuh yang tinggal di luar kedua kabupaten,” kata Aldi.

Wan Aidil Adha

Namun, keduanya memberikan kisi-kisi, bisa saja diambil dari beberapa nama yang selama ini sudah muncul dan mendaftar di beberapa partai politik, baik di Batam maupun di Natuna dan Anambas sendiri.

“Ada tokoh senior, misalnya Bupati Natuna Pak Hamid Rizal, Bupati Anambas Pak Abdul Harris. Ada juga tokoh pemuda seperti Ketua PWI Kepri dan Direktur Batam Pos Online Kanda Candra Ibrahim. Jika orang Pulau Tujuh diambil sebagai wakil gubernur, ada potensi 80 ribu suara di sana. Belum lagi perantau Pulau Tujuh yang tersebar di seluruh Kepri yang kami perkirakan lebih dari 50 ribu,” ucap keduanya senada. (*/uma)

Pemerintah Akan Terapkan New Normal, Anggota DPR Bilang Begini

0

batampos.co.id – Rencana penerapan new normal oleh pemerintah dinilai belum tepat oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR, Ansory Siregar.

Hal itu kata dia, dikarenakan setiap hari orang yang tertular dan yang meninggal akibat virus corona masih bertambah.

“Ada beberapa alasan kenapa new normal belum tepat diberlakukan. Di antaranya rata-rata kematian Covid-19 saat ini antara 20 sampai 25 orang per hari,” ujar, Sabtu (30/5/2020).‎

Menurutnya, jika harus dilakukan semua wajib memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga bisa memutus penularan virus tersebut.

‎”Mengurangi risiko wabah dengan pengaturan yang ketat pada tempat rentan dan komunitas rentan seperti lansia, kesehatan mental dan pemukiman padat. Keempat, pencegahan di semua lini tempat kerja,” katanya.

Petugas medis memeriksa suhu badan salah seorag pedagang di Pasar Botania 2 Kota Batam. Foto: Media Center untuk batampos.co.id

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, saat ini penerapan protokol kesehatan belum terpenuhi di semua tempat. Maka belum saatnya pemerintah memberlakukan penerapan new normal.

“Sekali lagi janganlah berspekulasi untuk menerapkan new normal ini, serta janganlah bicara untung rugi untuk nyawa kemanusiaan,” ujarnya.

Diketahui, Presiden Jokowi mulai mempersiapkan berbagai hal menuju fase baru kehidupan bersama dengan wabah Covid-19. Masyarakat diminta bersiap menghadapi new normal.

Jokowi menyebut akan mengerahkan puluhan ribu aparat TNI dan Polri di 4 provinsi dan 25 kabupaten/kota.

Mereka akan menjaga tempat umum dan pusat keramaian untuk memastikan masyarakat menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

Setidaknya, akan ada 340.000 personel gabungan TNI dan Polri yang akan menjaga di 1.800 objek meliputi aktivitas lalu lintas masyarakat, pusat perbelanjaan, pasar rakyat, hingga sejumlah tempat pariwisata.(jpg)