Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 10353

Begini Protokol Kesehatan Bagi WNI yang Pulang ke Indonesia

0

batampos.co.id – Protokol kesehatan akan diberlakukan kepada WNI yang kembali dari luar negeri. Menko PMK Muhadjir Effendy menjelaskan empat kategori WNI yang akan pulang ke Indonesia.

Pertama, WNI yang bekerja di daratan, terutama di Malaysia. Kedua, WNI yang bekerja di kapal pesiar. Kategori ketiga adalah WNI jamaah tablig dan terakhir WNI umum di luar tiga kategori itu. Saat mereka tiba di Indonesia, akan dilakukan pemeriksaan lengkap. Khususnya status kesehatan mereka, termasuk daerah tujuan akhir.

Pemerintah menambahkan syarat baru bagi WNI yang mau pulang. Yakni, mereka harus menyertakan sertifikat kesehatan dari negara tempat bekerja atau yang dikunjungi. ’’Nanti dibantu kedutaan besar (untuk mendapatkannya),’’ terang Muhadjir.

Meski sudah membawa sertifikat kesehatan, mereka akan dicek ulang oleh kantor kesehatan pelabuhan. Dari situ, mereka dipisah menjadi dua golongan. Bila dinyatakan memiliki gejala, mereka akan dikirim ke pusat karantina milik Kementerian Sosial. Alternatif lain adalah Pulau Galang, Natuna, dan Sebaru.

Sementara itu, WNI yang sehat akan dibantu pulang ke daerah asal. Tapi, mereka wajib menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Ketentuan itu berlaku bagi semua WNI yang pulang dari LN.

Menlu Retno menyebutkan, saat ini memang sedang terjadi gelombang eksodus kepulangan WNI dari Malaysia, khususnya pekerja migran. Itu adalah dampak kebijakan movement control order (MCO) di Malaysia. ’’Jumlah WNI kita yang tinggal dan bekerja di Malaysia sudah dapat dipastikan melebihi satu juta orang,’’ terangnya.

Begitu pula anak buah kapal (ABK) yang berada di seluruh dunia. ABK asal Indonesia tercatat berjumlah 11.838 orang. Mereka bekerja di 80 kapal pesiar. Untuk saat ini, setiap KBRI dan KJRI berupaya agar semua hak mereka dipenuhi pemilik kapal.(jpg)

Bukan Hanya APD, Tenaga Medis Juga Dapat Dukungan Ini Dari Masyarakat Batam

0

batampos.co.id – Dukungan kepada tenaga medis sebagai garda terdepan untuk melawan virus Corona atau Covid-19 terus berdatangan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam.

Dukungan ini baik berupa pemberian alat perlindungan diri (APD), makanan ataupun doa dan juga karangan bunga.

Beberapa waktu lalu bantuan berupa APD dan makanan sudah cukup banyak diberikan berbagai elemen masyarakat. Baik atas nama pribadi ataupun kelompok.

Direktur RSUD Embung Fatimah Batam, Ani Dewiyana, menuturkan, semua bantuan tersebut didata dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan tenaga medis dan pasien dalam melawan penyebaran Covid-19.

“Alhamdulilah bantuan terus berdatangan. Kita sangat berterimakasih karena kesadaran masyarakat untuk melawan Covid-19 ini sangat baik,” katanya, Rabu (1/4/2020).

Papan bunga yang berada di RSUD Embung Fatimah. Foto: Uesebius Sara/batampos.co.id

“Semoga secepatnya berakhir agar kita boleh kembali menjalani rutinitas masing-masing dengan normal. Kami akan berjuang semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan kami untuk melawan pendemik ini,” ujarnya.

Selain bantuan APD, dukungan kepada tenaga medis yang paling mencuri perhatian adalah papan karangan bunga.

Semenjak Covid-19 mewabah di Kota Batam, papan bunga sebagai bentuk dukungan untuk tenaga medis terus berdatangan di lingkungan RSUD.

Isi tulisan papan bunga umumnya memberikan semangat kepada petugas medis agar tabah dan tetap safety saat merawat pasien yang berhubungan dengan Covid-19.

Sejumlah petugas medis saat dimintai tanggapan mengaku cukup terharu dengan kepedulian masyarakat tersebut.

Merekapun bertekad akan bekerja lebih maksimal lagi demi melawan penyebaran wabah Covid-19 ini.

“Ya terharu juga karena banyak dukungan yang datang. Kita tetap kerja secara profesional karena memang ini tanggungjawab kita bersama. Semua pada ingin wabah ini segera berakhir termasuk kami (petugas medis),” ujar seorang petugas medis wanita.(eja)

Pemerintah Tutup Pintu untuk WNA dari Semua Negara, Tapi Ada Pengecualian

0

batampos.co.id – Meningkatnya jumlah penderita Covid-19 membuat pemerintah mengambil kebijakan ekstrem di seluruh pintu masuk negara. Bila sebelumnya hanya WNA dari empat negara yang dilarang masuk, kini larangan berlaku untuk semua negara tanpa kecuali. Pemerintah juga menyiapkan penyambutan eksodus WNI dari luar negeri.

Kemarin (31/3) Presiden Joko Widodo menggelar rapat kabinet terbatas (ratas) untuk membahas kepulangan WNI dan perlintasan WNA di Indonesia. Ratas tersebut menghasilkan dua kebijakan.

Pertama, prosedur penerimaan WNI yang kembali dari luar negeri. Kedua, larangan masuk bagi WNA dari semua negara.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjelaskan, presiden sudah meminta ada penguatan kebijakan terkait lalu lintas orang menuju Indonesia. Untuk WNA, cakupan larangan berkunjung akan diperluas. ’’Telah diputuskan bahwa kunjungan dan transit warga negara asing ke wilayah Indonesia untuk sementara akan dihentikan,’’ terangnya seusai ratas kemarin.

Meski demikian, tetap ada pengecualian untuk WNA dengan kondisi tertentu. Yakni, WNA pemegang kartu izin tinggal sementara atau tetap, izin diplomatik, izin dinas, dan sejenisnya. Mereka tetap boleh masuk ke Indonesia setelah kembali dari negaranya. Namun, mereka diwajibkan menjalani protokol kesehatan. Protokol yang dimaksud adalah mereka wajib membawa surat sehat dari otoritas negara yang dikunjungi sebelum ke Indonesia.

Kemudian, sesampai di bandara, mereka diperiksa tim dari kantor kesehatan pelabuhan. Bila terdeteksi gejala Covid-19, mereka akan dikarantina di fasilitas pemerintah. Bila dinyatakan sehat, mereka tetap wajib menjalani isolasi mandiri di tempat tinggalnya di Indonesia selama 14 hari.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menerbitkan larangan bagi warga negara asing (WNA) untuk masuk maupun transit di wilayah Indonesia. Larangan ini dimuat dalam Peraturan Menkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia.

“Peraturan ini akan diberlakukan mulai tanggal 2 April 2020, pukul 00.00 WIB sampai dengan masa pandemic Covid-19 berakhir, yang dinyatakan oleh instansi yang berwenang,” kata Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Jhoni Ginting melalui teleconference di Jakarta, Selasa (31/3).(jpg)

Tinjau Rumah Sakit Corona di Batam, Jokowi: Kita Berharap Ini Tidak Dipakai

0

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pembangunan Rumah Sakit (RS) Khusus Corona di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau dan berharap RS tersebut tidak digunakan.

“Kita harapkan ini (RS Corona) tidak dipakai tapi kita siapkan. Ini dibangun memang untuk menyiapkan itu (mengatasi penyakit menular), tapi kita harapkan tidak dipakai,” katanya saat mengelar konfrensi press di Galang, kota Batam.

Presiden mengatakan, setelah tidak ada lagi Covid-19 lokasi tersebut akan digunakan untuk rumah sakit menular dan riset.

Pembukaan RS Khusus Infeksi di Pulau Galang, Batam. Presiden Joko Widodo berharap RS tersebut tidak digunakan untuk menangani pasien terinfeksi penyakit menular. Foto: Cecep Mulayan/batampos.co.id)

“Semuanya ini memang kita rencanakan dan kita harapkan tidak terjadi (penumpukan pasien penyakit menular) tapi paling tidak kita siap. Seperti Wisma Atlet juga kita siapkan,” paparnya.

Presiden menjelaskan, saat ini RS Corona di Kota Batam sudah selesai dibangun dan rencananya akan dioperasikan dalam waktu dekat.

“Ini maksimal Senin (6/4/2020) sudah bisa dioperasikan, memang ada keterlambatan bahan-bahan material tiga sampai hari,” tuturnya.

Ia menjelaskan, di RS khusus Corona di Batam memiliki 360 tempat tidur dan ruang isolasi ICU 20 unit dan 30 unit non ICU.(*/esa)

Cegah Penyebaran Virus Korona, 30 Ribu Napi akan Dibebaskan

0

batampos.co.id – Sebanyak 30.000 lebih narapidana dewasa dan anak akan menghirup udara bebas lebih cepat. Langkah ini diambil Kementerian Hukum dan HAM terkait pencegahan dan penanggulangan penyebaran coronavirus disease (Covid-19) yang tengah mewabah di Indonesia.

Hal ini sebelumnya tercantum dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang pengeluaran Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Nugroho menyatakan, selain guna mencegah penularan Covid-19, usulan asimilasi dan hak integrasi 30 ribu Narapidana/Anak, juga menghemat anggaran negara untuk kebutuhan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Penghematan anggaran itu bisa mencapai ratusan miliar.

“Penghematan anggaran kebutuhan WBP mencapai Rp 260 milyar, selain mengurangi angka overcrowding,” kata Nugroho dalam keterangannya, Rabu (1/3).

“Nominal tersebut merupakan hasil penghitungan dari 270 hari (April-Desember) x Rp 32.000,00 biaya hidup diantaranya makan, kesehatan, dan sebagainya. Pembinaan dikalikan 300.000 orang,” sambungnya.

Nugroho menyebut, dari puluhan ribu Narapidana/Anak tersebut akan diusulkan asimilasi dirumah serta mendapat hak integrasi. Yakni berupa pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas dan cuti bersyarat. Khususnya yang masa 2/3 pidananya jatuh pada 1 April 2020 hingga 31 Desember 2020 serta tidak terkait dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2019 dan bukan warga negara asing.

“Mulai hari ini Kepala Lapas, Rutan dan LPKA dapat melaksanakan pengeluaran dan pembebasan Narapidana dan Anak, Bapas melakukan bimbingam dan pengawasan, dengan arahan pembinaan dan pengawasan Kepala Divisi Pemasyarakatan, sesuai dengan dasar peraturan yang telah diterbitkan,” tegas Nugroho.

Berdasarkan sistem database pemasyarakatan pada 29 Maret 2020, Narapidana/Anak yang diusulkan asimilasi dan hak integrasi terbanyak berasal dari provinsi Sumatera Utara sebanyak 4.730 orang. Disusul provinsi Jawa Timur sebanyak 4.347 orang, serta provinsi Jawa Barat berjumlah 4.014 orang.

“Langkah ini diambil sebagai upaya penyelamatan terhadap Narapidana/Anak di lapas/rutan/LPKA sebagai institusi yang memiliki tingkat hunian tinggi serta rentan terhadap penyebaran dan penularan COVID-19,” tukas Nugroho.(jpg)

Segini Jumlah OPD Covid-19 di Rusunawa Tanjunguncang Sekarang

0

batampos.co.id – Jumlah orang dalam pengawasan (ODP) yang ada di rumah susun sewa (Rusunawa) Badan Pengusahaan (BP) Batam di Tanjunguncang masih cukup banyak.

Hingga Rabu (1/4/2020), total ODP sebanyak 76 orang. Sehari sebelumnya jumlah ODP yang diisolasikan sebanyak 88 orang.

KOmandan Regu (Danru) dua dari Satpol PP Kota Batam, Fadly, menuturkan, berkurangnya jumlah ODP tersebut karena 14 orang di antaranya yang sudah diisolasi sejak dua pekan yang lalu telah dipulangkan, Selasa (31/3/2020).

“Jumlah sehari sebelumnya ada 88 orang. Semalam ada 14 orang yang sudah dipulangkan dan yang baru datang lagi dua orang. Hari ini total ada 76 orang yang ada di sini,” ujar Fadly.

Suasana di Rusunawa BP Batam di Tanjunguncang. Saat ini total ODP di sana sebanyak 76 orang. Foto: Uesebius Sara/batampos.co.id

Mereka yang masih diawasi ini umumnya adalah TKI asal Malaysia yang dibawa oleh Satgas Covid-19 sepekan yang lalu.

Selama diisolasi mereka harus menjalani serangkaian test kesehatan. Pemeriksaan kesehatan ini ditangani tim medis dari Dinas Kesehatan kota Batam.

“Selain itu mereka juga diwajibkan olahraga dan jemur matahari di pagi hari. Semacam terapilah untuk menghindari paparan Covid-19 tadi,” kata Fadly.

Selain penanganan medis yang memadai, segala kebutuhan makanan dan minuman ODP juga dijamin. Mereka diberi asupan makan dan minum yang standar setiap harinya.(eja)

Pemotor Wanita Dilindas Trailer

0

batampos.co.id – Kecelakaan yang melibatkan truk trailer dan sepeda motor kembali terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (31/3/2020) pagi sekitar pukul 10.40 WIB.

Akibat kejadian ini, pengendara sepeda motor tewas di tempat kejadian. Kecelakaan ini terjadi antara Yamaha Mio BP 5914 IR yang dikendarai Bornok Natasia Napitupulu, dengan truk trailer BP 9429 HX yang dikendarai Zul.

Kedua kendaraan ini melaju dari arah Kepri Mall menuju Fly Over Laluan Madani.

“Tadi cewek itu (pengendara motor) di depan. Tiba-tiba terdengar suara benturan.
Ternyata ceweknya dilindas,” ujar Rahmat, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.

Informasi yang didapatkan, sebelum tewas dilindas karyawan PT Kini Indonesia ini hendak menuju Batuampar dari rumahnya di Batuaji.

Ilustrasi

Namun, sesampainya di Jalan Jenderal Sudirman, motor yang dikendarainya hilang kendali.

“Dugaan sementara, penyebabnya pengendara motor hilang kendali dan terjatuh.
Sehingga dilindas trailer,” kata Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Yunita Stevany.

Akibat kecelakaan ini, Natasia mengalami cidera pecah kepala belakang, cidera tulang klavikula sebelah kanan, tulang jari telunjuk tangan sebelah kanan dan kiri.

Sementara motor yang dikendarai rusak di bagian belakang dan samping.

“Pengendara ini tewas di lokasi kejadian dan kami evakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri,” kata Yunita.

Dengan kejadian ini, Yunita mengimbau masyarakat yang berkendara untuk tetap waspa-
da dan berkonsentrasi. Selain itu, mematuhi aturan dan rambu jalanan.

“Jika merasa tidak enak badan atau kurang konsentrasi, bisa menunda perjalanan dahulu.
Demi keselamatan kita dan pengendara lainnya,” kata Yunita.(opi)

Roro Batam-Kualatungkal Dihentikan

0

batampos.co.id – Rute pelayaran kapal Roll On Roll Off (RoRo) dari Batam mulai tutup sementara waktu untuk mengangkut penumpang.

Sebelumnya, rute Batam ke Dabo Singkep, Lingga, tidak diperkenankan membawa penumpang dan hanya diperbolehkan membawa bahan pangan atau barang.

Kini, per 1 April, rute kapal RoRo Batam-Kualatungkal juga meniadakan sementara waktu untuk mengangkut penumpang.

”Benar, rute Batam ke Kualatungkal untuk membawa penumpang dihentikan sementara waktu,” kata Manajer Usaha PT ASDP Cabang Batam, Muhammad Firdaus, Selasa (31/3/2020).

Ia mengatakan, penghentian untuk melayani pengangkutan penumpang ini, belum diketahui hingga kapan.

Kapal roro bersiap meninggalkan Pelabuhan ASDP Telagapunggur, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Kebijakan ini berdasarkan surat edaran dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Firdaus menjelaskan, mobil yang membawa orang atau penumpang, dilarang untuk berlayar menuju ke Kualatungkal.

”Hanya diperbolehkan itu mobil pengangkut barang, seperti pick up dan truk. Kalau minibus atau motor, itu tidak diperbolehkan,” tuturya.

Ia mengatakan, untuk waktu dan operasional pelayaran, masih belum berubah hingga
saat ini.

”Masih seperti biasa, cuma ya itu, tidak boleh membawa penumpang,” ujarnya.

Demi mencegah penyebaran Covid-19, Firdaus mengaku sudah melakukan penyem-
protan disinfektan di terminal ASDP Batam.

Pihaknya juga menyiapkan sarana cuci tangan dan hand sanitizer juga disediakan di kapal.(ska)

RS Pulau Galang Beroperasi 5 April, Siapkan 1.000 Tempat Tidur

0

batampos.co.id – Kementerian PUPR terus menyelesaikan pembangunan fasilitas observasi, penampungan, dan karantina pasien korona di Pulau Galang, Kepulauan Riau. ”Progres konstruksi saat ini sudah 92 persen,” kata Dirjen Cipta Karya PUPR Danis Sumadilaga, Senin (30/3).

Semula, fasilitas itu ditargetkan selesai pada 28 Maret 2020. Namun, karena pengiriman material konstruksi terkendala cuaca buruk, target penyelesaian bergeser menjadi 5 April 2020. ”Target ini disesuaikan dengan memperhatikan keterlambatan pengiriman material, pemasangan instalasi kesehatan, dan mobilisasi petugas medis,” katanya.

Pembukaan RS Khusus Infeksi di Pulau Galang, Batam, mundur hampir sepekan dari target karena terkendala cuaca buruk. (CECEP MULYANA/BATAM POS)

RS Pulau Galang dirancang mampu menampung 1.000 tempat tidur. Danis mengatakan, pada tahap pertama akan dibangun dua gedung bertingkat dua yang mampu menampung 340 tempat tidur. Dari jumlah itu, yang diprioritaskan diselesaikan lebih dulu sebanyak 240 tempat tidur. Rencananya, tempat tidur itu diperuntukkan orang dalam pemantauan (ODP). Sisanya yang 100 tempat tidur diperuntukkan pasien dalam pengawasan (PDP).

Lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas tersebut adalah bangunan eks pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim, Batam. Di sana ada lahan seluas 20 hektare di antara total luas area 80 hektare yang akan dimanfaatkan.

Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi beberapa zona. Antara lain, zona A meliputi gedung penunjang seperti mes petugas, dokter, dan perawat; gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang, dan power house. Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, sentral gas medis, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas.(jpg)

Percobaan Pemerkosaan di Tanjunguma

0

batampos.co.id – ATS ditangkap personel Polsek Lubukbaja, Minggu (29/3/2020) karena nekat nekat hendak memperkosa wanita yang menetap di kawasan Tanjunguma.

Namun aksinya tersebut berhasil digagalkan korban. Kapolsek Lubukbaja, Kompol Arya Tesa Brahmana, mengatakan, percobaan pemerkosaan yang dilakukan pelaku terjadi di kosan korban di RT 003/RW 006 Tanjunguma, Sabtu (28/2/2020) sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban kata dia, berinisial SH, 23.

“Pelaku masuk ke dalam kamar saat korban tengah tertidur sendirian,” kata Arya,
Selasa (31/3/2020) pagi.

Ilustrasi. (Jawa Pos)

Usai masuk ke dalam kamar, pelaku langsung mencekik SH. Kemudian, menganiaya korban dengan menendang di bagian wajah dan leher sebanyak tiga kali.

“Karena merasa sesak akibat cekikan itu, korban terbangun dan berteriak. Sehingga pelaku kabur dari jendela depan kamar,” kata Arya.

Arya menjelaskan, identitas pelaku terkuak dari barang bukti yang ditemukan di dalam
kamar.

Yakni berupa baju dan gunting. Sebelum melakukan pemerkosaan, pelaku mendatangi kosan tersebut bersama rekannya untuk memperbaiki saluran pipa air.

“Dari barang bukti itu kita lakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku,” ujarnya.(opi)