Rabu, 15 April 2026
Beranda blog Halaman 10398

ATB Bersama Ratusan Jemaah Gelar Salat Istisqa Meminta Hujan

0

batampos.co.id – Ratusan jemaah menggelar salat istisqa’ di halaman parkir Adhya Building, Sukajadi, Rabu (18/3/2020).

Kegiatan yang diinisiasi oleh PT. Adhya Tirta Batam (ATB) ini menjadi salah satu upaya warga Batam untuk memohon turunnya hujan setelah kota ini dilanda kemarau panjang.

“Kita berkumpul di sini, bersama-sama memohon kepada Tuhan agar kemarau di Batam segera berakhir dan potensi ancaman kekurangan air tidak kita rasakan,” ujar Direktur Keuangan ATB, Asril Hay.

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, mengatakan, salat istisqa’ yang digelar ATB ini merupakan salah satu ikhitiar untuk menghindari ancaman kekurangan air baku di Batam.

Seperti diketahui, semua stakeholder tengah berupaya melakukan upaya teknis guna mengatasi masalah kurangnya air baku di Batam.

Namun selain itu, perlu ada upaya spiritual yang juga tidak boleh ditinggalkan.

Ora et labora. Kita bekerja dan berdoa,” ujarnya.

Ratusan jemaah menggelar salat istisqa’ di halaman parkir Adhya Building, Sukajadi, Rabu (18/3/2020). Foto: ATB untuk batampso.co.id

Salat istisqa’ dipimpin oleh Ustadz Abu Humairah. Dalam ceramahnya, Abu Humairah menekankan pentingnya memperbaiki diri agar cobaan kekeringan yang dihadapi Batam cepat berlalu.

“Kita adalah manusia biasa yang penuh dengan kesalahan, penuh dengan dosa meminta ampun kepada Allah agar diturunkannya hujan yang bermanfaat,” ujarnya.

Musim kekeringan yang melanda saat ini sebagai bentuk ujian dengan tidak diturunkannya hujan.

Ujian diberikan dari sifat-sifat sombong manusia, dan kurangnya rasa bersyukur manusia terhadap pencipta.

Dia menambahkan, diberikannya ujian dikarenakan perbuatan dan tingkah laku manusia itu sendiri, maksiat yang merajalela, tidak mau mengeluarkan zakat dan tidak mau peduli terhadap sekitar.

“Kesempatan Salat Istisqo ini kita sebagai manusia biasa yang fakir yang kerdil dan tidak berarti apa-apa di hadapan Allah SWT. Perbanyaklah istigfar, bermunajat memohon ampun sehingga dicurahkan rahmatnya,” ujar Abu Humairah.

Dia berpesan selain pelaksanaan Shalat Istisqo, dianjurkan juga banyak berdoa dengan ikhlas di setiap kesempatan baik di rumah, di tempat kerja, agar Batam dicurahkan rahmatnya, diturunkan hujan yang berkah.

Seperti diketahui, saat ini Batam tengah berada diambang kekeringan. Dimana curah hujan selama beberapa bulan terakhir berada di titik terendah.

Menurut informasi dari BMKG, curah hujan di Batam selama Februari hanya 50 hingga 100 mm.

Kondisi ini menyebabkan volume air di waduk terus menurun. Dampak paling parah dialami oleh waduk Duriangkang.

Dimana, level air turun 2 cm setiap harinya. Kini, level air telah mencapai minus 3,28 di bawah permukaan bangunan pelimpah.(*)

Siswa Belajar di Rumah, Guru Kirimkan Kirimkan Pelajaran Via Aplikasi

0

batampos.co.id – Kegiiatan Belajar Mengajar (KBM) online mulai dilaksanakan, Selasa (17/3/2020). Seperti yang diterapkan SMPN 12 Batam.

Sekolah ini menggunakan aplikasi Telegram untuk menunjang KBM online. Kepala SMPN 12 Batam, Nurmi, mengatakan, setiap guru bidang studi akan membuat grup yang beranggotakan kontak para siswa atau wali siswa.

Dalam grup tersebut, juga beranggotakan wali kelas.

”Grupnya per mata pelajaran,” kata Nurmi, kemarin.

Ia mengatakan, jadwal belajar merujuk pada jadwal pelajaran tatap muka yang biasa dilakukan di sekolah.

Bahkan, guru mempersiapkan pelajaran dalam bentuk video yang bisa diakses pelajar.

”Di dalam grup ini tentu ada interaksi antar guru dan pelajar,” imbuhnya.

Ilustrasi. batampos.co.id/Yulitavia

Selain grup Telegram sebagai sarana KBM, pihaknya juga telah membuat grup WhatsApp (WA) sebagai media komunikasi dengan wali murid dengan sekolah.

”Antara kami sekolah dengan Disdik juga kami miliki grup tersendiri, di dalamnya ada Sekda juga. Koordinasi juga kami lakukan dalam grup ini,” ujarnya.

Tidak hanya di SMPN 12 Batam, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan mengatakan, hal serupa juga dilakukan sekolah lain.

”Sesuai dengan arahan sebelumnya, sekolah-sekolah mulai melaksanakan. Contohnya tadi di SMPN 3 juga, di sana menggunakan grup WA,” katanya.

Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)
Tingkat Kota Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi semangat sekolah menerapakan imbaun yang telah dikeluarkan tersebut.

”Tadi kami pantau, ada guru yang siapkan video belajar, ini menurut kami bagus,” imbuhnya.(iza)

Kapolsek Batam Kota: Sopir Taksi yang Meninggal Dalam Mobil Tidak Terpapar Virus Corona

0

batampos.co.id – Polisi memastikan jika sopir taksi yang meninggal dunia di dalam mobilnya tidak ada kaitannya dengan paparan virus corona.

Kapolsek Batamkota, AKP Guchi, mengatakan, korban yang diketahui bernama Herman, meninggal dunia di dalam mobilnya yang terparkir di area Green Land, Batamkota, Selasa (17/3/2020).

“Korban berusia 50 tahun dan meninggal murni karena sakit lambung yang dialaminya,” katanya kepada sesaat setelah menyambangi kediaman korban di Seilekop, Sagulung, Rabu (18/3/2020).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah berbicara dengan, isteri korban, Titin dan diketahui korban sudah lama menderita asam lambung.

Kapolsek Batam Kota, AKP Guchi berbicara dengan keluarga korban di rumah duka. Polisi mendatangi rumah duka guna memastikan penyebab kematian korban bukan karena paparan virus corona. Foto: batampos.co.id/Eusebius Sara

“Kematiannya karena penyakitnya itu, makanya keluarga tak mau memperpanjang persoalan ini,” ujar Guchi lagi.

Guchi sengaja mendatangi rumah duka untuk memastikan bahwa korban memang meninggal karena sakit asam lambung, bukan karena paparan virus Corona.

“Tadi pagi banyak beredar di medsos kalau korban ini meninggalkan diduga karena corona. Kami pastikan itu hoaks. Tidak benar. Korban sakit asam lambung,” tegas Guchi. (eja)

Pasien Positif Korona di Tanjungpinang Kontak dengan 20 Orang

0

batampos.co.id – Seorang pria warga Tajungpinang, Kepualuan Riau (Kepri) telah dipastikan positif terpapar virus corona (Covid-19). Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana, mengatakan pasien positif korona tersebut dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Tabib (RAT) pada Jumat (13/3) lalu. Tim kesehatan Kota Tanjungpinang sudah menyelidiki riwayat pasien tersebut.

Tjetjep melanjutkan, pihaknya bersama Dinkes Kota Tanjungpinang serta Polda Kepri melalui Polres Tanjungpinang, sudah menelusuri orang yang kontak langsung dengan pasien positif terpapar virus corona tersebut. Sudah didapatkan sebanyak 20 orang.

Mulai keluarga hingga orang-orang yang berhubungan dekat dengan pasien. “Sebanyak 20 orang ini sekarang sudah dikarantina di belakang RSUP Raja Ahmad Tabib,” ungkapnya.

Baca Juga: Begini Awal Mula Warga Tanjungpinang Positif Tertular Virus Korona

Tidak hanya itu, kata Tjetjep, atas arahan Gubernur Kepri, penelusuran kepada orang yang kontak langsung dengan pasien terus diperluas. Kepada masyarakat yang pernah berkomunikasi dekat dengan pasien positif corona ini, ia meminta agar melapor kepada petugas kesehatan. “Ini akan lebih baik dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19,” ujarnya.

Untuk orang-orang yang saat ini dikarantina, segala kebutuhannya akan dipenuhi petugas. Setiap hari kesehatannya juga akan diperiksa tim medis. Saat ini juga sudah dilakukan swab tenggorokan. “Terus dipantau agar jangan ada lagi gejala,” tuturnya. Menurut Tjetjep, kemungkinan jumlah orang yang dikarantina bisa lebih.(cr2)

Sebar Hoaks Terkait Corona, Kru Kapal Ditangkap

0

batampos.co.id – H penyebar informasi hoaks terkait wabah virus corona ditangkap personel Polda Kepri,

H diketahui menyebarkan informasi bohong mengenai Nakhoda Kapal Virginia yang terinfeksi virus corona pada 8 Maret lalu.

”Kami pun melakukan penyelidikan atas kasus ini,” kata Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Kepri, Kompol Putu Bayu, Selasa (17/3/2020).

Putu mengatakan, polisi pun menyelidiki atas postingan ini. Setelah penyelidikan,
polisi mendapati unggahan ini tidak benar.

Sehingga, dilakukan pencarian terhadap orang yang mengunggah pertama kali.

”Kami pun mencari saudara H yang diduga berada di sekitaran pelabuhan Kabil dan
Telagapunggur,” ungkapnya.

Tim dari Ditreskrimsus Polda Kepri melakukan koordinasi dengan Kepala Pos Syahbandar Kabil dan agen pelayaran PT Musinmas.

Dari hasil koordinasi tersebut, didapat informasi, H adalah kru kapal Calvin 1 yang berlabuh jangkar di Perairan Kabil.

”Kami baru mengamankan pelaku 16 Maret pukul 20.00,” jelasnya.

Dari hasil interogasi dan pemeriksaan, pelaku mengaku tidak bermaksud untuk membuat panik masyarakat Indonesia terkait virus corona.

”H juga mengaku tidak mengetahui kebenaran dari berita yang dia share. Ia mengatakan, mendapatkan bahan (unggahan) tersebut dari WA (WhatsApp) grup,” ucap Putu.

Atas perbuatannya, Pasal yang dilanggar yakni UU Nomor 1 Tahun 1946 hukum pidana
pasal 14 ayat 1 dengan hukuman penjara 10 tahun dan pasal 14 Ayat 2 dengan ancaman hukuman penjara 3 tahun.(ska)

Ditemukan 20 Pil Psikotripika, tapi Vanessa Angel Negatif Narkoba

0

batampos.co.id – Hasil tes urine terhadap artis Vanessa Angel, Febri Ardiansyah alias Bibi, dan asistennya berinisial CL, kini sudah keluar. Hasilnya menyatakan kalau Bibi positif menggunakan narkoba. Sementara Vanessa dan CL dinyatakan negatif.

Hal itu diungkapkan Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Audie Latuheru saat ditemui di kantornya, Selasa (17/3). “Satu orang positif berinisial FA, laki-laki,” kata Audie.

Karena Vanessa Angel dan CL negatif, mereka pun diperbolehkan pulang ke rumah. Sementara Bibi akan diproses lebih lanjut. Audie belum tahu apakah Bibi akan langsung dilakukan penahanan atau tidak. Namun yang pasti Bibi masih menjalani pemeriksaan sampai sekarang.

“VA dan CL negatif, jadi hari ini mereka boleh pulang,” kata Kombes Pol Audie Latuheru lebih lanjut.

Pemulangan Vanessa Angel dan CL disebut Audie lantaran tidak ada alasan kuat untuk menehan keduanya. Sebab hasil pemeriksaan menunjukkan kalau keduanya tidak terkait dengan kasus penyalahgunaan narkoba.

Seperti diketahui, Vanessa Angel, Febri Adriansyah dan seorang asisten berinisial CL diamankan petugas kepolisian bidang narkoba dari Polres Metro Jakarta Barat pada Senin (16/3) malam di rumahnya di bilangan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan petugas kepolisian di rumah Vanessa, ditemukan barang bukti berupa psikotripika jenis Xanax sebanyak 20 butir. Mereka pun langsung dibawa ke kantor Polres Metro Jakarta Barat untuk menjalani periksaan lebih lanjut.(jpg)

Transportasi Massal Masuk Area Rawan Penyebaran Virus Corona

0

batampos.co.id – Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang menyemprot disinfektan di sejumlah halte dan pangkalan taksi di wilayah Batam Kota, Selasa (17/3/2020) siang.

Dalam kegiatan ini, polisi turut membersihkan bus Trans Batam dan angkutan umum lainnya.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Yunita Stevany, mengatakan, kegiatan ini untuk menekan penyebaran Covid-19.

Menurut dia, transportasi massal sangat rawan menjadi tempat penyebaran virus tersebut.

“Maka dari itu kita bersihkan titik-titik yang kerap disentuh oleh penumpang. Seperti gagang pintu masuk, tangga halte, serta bangku penumpang,” kata Yunita.

Anggota Sat Lantas Polresta Barelang menyemprot disinfektan di halte bus, kemarin. Foto: batampos.co.id/Dalil Harahap

Yunita menjelaskan, selain menyemprotkan disinfektan ke halte dan angkutan, pihaknya turut menyosialisasikan penggunaan hand sanitizer.

Menurut dia, dengan rutin membersihkan tangan, bisa mencegah penularan virus tersebut.

“Kita sosialisasikan hingga ke sopir juga. Jadi mari sama-sama menjaga kebersihan,” katanya.

Yunita juga mengimbau kepada pengelola untuk rutin melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Rustam Efendi, mengatakan, selain rutin membersihkan bus, nantinya petugas secara juga akan dites suhu tubuhnya oleh petugas dari Dinas Kesehatan Batam.

“Kita imbau seluruh angkutan umum seperti Bimbar dan Carry untuk melakukan hal
yang sama,” katanya.

Rustam berharap, ke depannya dari satuan gugus tugas yang dibentuk pemerintah atau dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, bisa membantu pengecekan suhu tubuh penumpang.(opi)

Disperindag Ultimatum Distributor Bahan Pangan, Masker hingga Ritel Modern

0

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mengumpulkan distributor pangan, distributor masker hingga pengusaha ritel modern di Batam, Selasa (17/3/2020).

Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapati informasi mulai adanya belanja karena panik (panic buying) pada salah satu ritel modern di Batam.

Ia mengimbau masyarakat tidak perlu panik, karena stok bahan pokok aman.

”Kami imbau, kondisi stok cukup, tidak perlu panik dan membeli dalam partai besar,” ujar dia.

Ia mengatakan, distributor dan pelaku usaha tidak memberi kesempatan kepada masyarakat yang membeli dalam partai besar dengan maksud untuk ditimbun.

Bahkan, ia mengancam pelaku usaha yang membolehkan masyarakat untuk menimbun, akan dicabut izinnya.

”Harus ditolak, kalau kami dapati, akan kami cabut izinnya. Yang dilayani hanya cukup yang membeli untuk kebutuhan sehari-hari, tidak boleh diborong,” kata dia.

Ia juga menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam bagi distributor yang memanfaatkan momen dengan menumpuk stok, termasuk jika memainkan harga di luar batas kewajaran sehingga merugikan masyarakat.

”Tidak ada lagi memainkan harga dan menumpuk barang, kalau tidak diindahkan imbauan ini, kami akan cabut izinnya juga,” kata dia.

Selain stok, ia mengklaim harga pangan kini terpantau aman. Agar rasa aman ini berlanjut, ia mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan
(Kemendag).

Selain pangan, ia juga telah berkoordinasi dengan produsen masker di Jakarta. Menurut dia, masker juga merupakan salah satu barang yang kini dibutuhkan warga dan perlu dijamin ketersediaanya.

”Kami menyurati produsen masker di Jakarta, agar Batam dimudahkan pembelian di
sana. Ini antispasi kami untuk warga, bagaimana pun masker ini diperlukan,” ujarnya.(iza)

Warga Kesulitan Cari Masker, Indonesia malah Ekspor ke Tiongkok

0

batampos.co.id – Saat sebagian besar warga kesulitan mendapatkan masker untuk melindungi diri di tengah wabah corona dua bulan terakhir, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan fakta mencengangkan, Indonesia mengekspor masker dalam jumlah besar ke Tiongkok selama Januari-Februari 2020.

Bahkan, dibanding ekspor periode yang sama tahun sebelumnya nilai ekspor tahun ini melonjak 1,3 juta kali lipat.

BPS menyebutkan, nilai ekspor masker Indonesia ke Tiongkok pada Januari-Februari 2019 hanya 20 dolar AS. Sementara pada Januari-Februari 2020 mencapai 26,43 juta dolar AS, atau naik 1,32 juta kali lipat.

Secara total, nilai ekspor masker dengan kode HS 63079040 mencapai 73,90 juta dolar AS di Februari 2020. Selain ke Tiongkok, ekspor juga dilakukan ke Singapura dan Hong Kong.

Meroketnya ekspor masker ini berbanding terbalik dengan kebutuhan masyarakat di dalam negeri. Sejak virus corona merebak pada Januari lalu dan makin meninggi pada Februari 2020, masker menjadi barang langka. Keberadaannya susah dicari dan harganya mahal.

Di Batam, misalnya, harga masker kini naik enam kali lipat sejak merebaknya virus corona. Masker yang biasanya dijual puluhan ribu per kotak saat ini menjadi ratusan ribu.

Seperti yang diutarakan Wilis Rere, yang harus berkeliling Batam untuk bisa mendapatkan masker. Berdasarkan informasi dari temannya, ia berhasil mendapatkan masker yang diinginkan. Mirisnya, masker itu dijual dengan harga fantastis untuk jenis biasa.

”Harganya gila banget, 10 pieces (lembar) itu Rp 95 ribu. Biasanya cuma Rp 6-8 ribuan 5 pieces. Luar biasa mahalnya,” ungkap Rere.

Hal senada juga diutarakan Ucik, warga Batam Center. Ibu dua anak ini menduga banyak pihak yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk mendapat untung jauh lebih besar. Besar kemungkinan masker diborong untuk dijual dengan harga yang tinggi. “Karena naiknya signifikan dan tidak normal,” tuturnya.

Rahayu, warga Nongsa, juga mengalami hal yang sama. Ia sudah berkeliling wilayah Nongsa hingga Batam Center untuk mencari masker. Namun hasilnya nihil, setelah menanyakan di belasan apotek dan swalayan.

“Sudah keliling cari masker, namun tetap tak ketemu. Bingung carinya kemana,” ujar wanita berusia 27 tahun ini.

Menurutnya, saat ini, ia hanya menggunakan masker dari sapu tangan untuk antisipasi sementara. Di sisi lain, ada informasi yang menjelaskan penggunaan masker seperti itu sia-sia karena tak dapat menangkal virus corona.

Selain pasrah dengan situasi, Rahayu berharap pemerintah bisa segera turun tangan.

“Berharap pemerintah dan pihak terkait bisa segera turun tangan. Masker itu susah di dapat, gimana masyarakat bisa menjaga kesehatan. Harus segera ada tindakan tegas,” katanya.

Hal senada diungkapkan Albert, warga lainnya. Ia hanya bisa pasrah ketika mengetahui harga masker yang melambung dan susah didapat. “Harga masker gila banget, di mana-mana per kotak itu lebih dari Rp 200-300 ribu, itu pun susah dijumpai,” terangnya.

Menurutnya, beberapa waktu lalu, ia pernah membeli dua kotak masker untuk jaga-jaga. Namun, seiring waktu masker tersebut habis karena hampir dipakai setiap hari. “Sehari itu saya gunakan dua, tambah istri dan anak. Jadi, rata-rata sehari pakai 10 buah, dan akhirnya habis,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah bisa cepat tanggap terhadap keluhan warga. “Masker hilang, antiseptik juga mulai langka. Semoga pemerintah cepat tanggap,” pungkas Albert. (she/jpg)

Batam Belum Siap untuk Observasi Para Pendatang

0

batampos.co.id – Rencana Batam meniru langkah Singapura yang mengkarantina 14 hari setiap pendatang dari negara atau wilayah terinfeksi virus corona, sesuai dengan protokol WHO, ternyata sulit dilakukan.

Terutama untuk mengobservasi pendatang dari daerah-daerah lain di Indonesia yang sudah terjangkit virus tersebut karena jumlah pendatangnya cukup banyak, sementara sarana dan anggaran terbatas.

“Kita memang ingin memastikan semua penanganan dan pencegahan virus corona ini
sesuai standar protokol WHO. Memang itu yang didistribusikan BNPB untuk jadi rujukan kami,” ujar Ketua Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Batam, Amsakar Achmad, Selasa (17/3).

Namun, untuk mengkaratina semua pendatang dari negara terinveksi dan daerah lain di Indonesia yang terinfeksi selama 14 hari, protokol WHO memang menganjurkan demikian.

Para penupang yang melintasi ruang kedatangan domestik di Bandara Internasional Hang Nadim Batam dipindai dengan menggunakan alat pemindai suhu tubuh. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Sebab, pendatang tersebut berpotensi membawa virus. Namun, untuk memberlakukannya di Batam, Amsakar, mengatakan, masih harus dibahas lebih lanjut.

“Protapnya memang begitu. Jika ternyata ada kecenderungan terpapar virus ini, maka yang bersangkutan harus diobservasi 14 hari. Masuk kategori ODP (orang dalam pengawasan),” ujarnya.

Observasi dimaksudkan Amsakar, bisa dilakukan secara mandiri, jika pendatang dari negara atau daerah terinfeksi tidak menunjukkan gejala terpapar corona.

“Tapi akan kami bicarakan lebih lanjut dalam rapat tim,” katanya.

Ia menerangkan, kini seseorang dengan gejala mengarah ke Covid-19 akan ditangani sesuai dengan protap yang berlaku.

“KKP sudah sangat patuh pada protokoler WHO. Protapnya memang begitu,” ujarnya.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Batam, Achmad Farchanny, mengatakan, meski protokol WHO memang mengharuskan observasi pendatang dari negara dan wilayah terinfeksi virus corona, namun menerapkan di Batam masih belum bisa 100 persen.

“Jadi, semua orang dari Jakarta maupun daerah terjangkit lainnya, hanya dilakukan
pemeriksaan suhu melalui thermal scanner,” ujarnya, kemarin.

Jika pengecekan suhu tubuh ternyata sehat, tetap dapat melanjutkan aktivitasnya.
Namun bila terdeteksi demam, maka harus diobservasi secara mandiri selama 14 hari dan dipantau petugas kesehatan.

“Terdeteksi demam dan gejala lain yang lebih berat akan dirujuk ke rumah sakit,” ucapnya.(iza)