batampos.co.id – Pemerintah terus melakukan monitoring harga dan pasokan bahan pangan di dalam negeri. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka antisipasi ketersediaan pasokan bahan pokok pangan untuk menghadapi Bencana Nasional COVID-19.
“Kita akan monitor terus. Pangan tidak boleh kurang, itu arahan Presiden,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (17/3).
Posisi stok, pasokan, serta harga dari 11 komoditas bahan pangan pokok, terutama beras, jagung, daging sapi/kerbau, gula, dan bawang putih dijamin cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Stok beras, jagung, daging sapi atau kerbau, gula dan bawang putih dijamin cukup untuk memenuhi kebutuhan,” terangnya.
Untuk stok beras, terdapat 3,5 juta ton yang kini tersebar di Perum Bulog, penggilingan, hingga pedagang. Diperkirakan panen raya pada Maret hingga Mei 2020 akan menambah stok beras sebesar 7,7 juta ton. Sedangkan stok jagung pada akhir Februari 2020 sebesar 661.000 ton dan panen bulan Maret diperkirakan mencapai 6,2 juta ton.
Gula yang harganya melambung pun akan distabilkan oleh pemerintah dengan dilaksanakannya pendistribusian gula sejumlah 20.000 ton oleh Perum Bulog dengan harga Rp 10.500 per kilogram. “Selain itu, akan segera direalisasikan penyediaan gula konsumsi sejumlah 150.000 ton oleh BUMN yang ditugaskan,” katanya.
Terkait ketersediaan bawang putih, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto juga telah melaporkan bahwa pihaknya telah menerbitkan tambahan Persetujuan Impor (PI) sebesar 70.000 ton. Sedangkan untuk stabilisasi harga daging, dia juga akan segera merealisasikan rencana impor daging kerbau sebesar 170.000 ton dan daging sapi sejumlah 120.000 ton.(jpc)
Meningkatnya penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia menjadi salah satu fokus perhatian PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).
Terkait hal ini, sebagai pionir pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi, PGN tetap berkomitmen untuk terus memberikan layanan pelanggan sesuai standar kualitas yang telah berjalan.
PGN juga memastikan prosedur keselamatan operasi dipatuhi di seluruh lini bisnis perusahaan.
“Kami sangat prihatin dengan situasi saat ini dimana sebaran virus Corona terus meluas. Meski demikian, sebagai sub-holding gas bumi, PGN memiliki protokol kerja yang dapat menjamin layanan kepada pelanggan tetap berjalan normal,” jelas Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin (16/3/2020).
Rachmat menuturkan, PGN saat ini melayani lebih dari 359 ribu pelanggan dari berbagai segmen.
Seperti kelistrikan, pupuk, industri, UMKM, transportasi hingga rumah tangga. Dengan pengalaman pengelolaan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi lebih dari setengah abad, PGN telah menyiapkan prosedur tetap apabila terjadi hambatan dalam proses operasi perusahaan.
Seperti yang pernah terjadi, ketika jaringan gas bumi kepada pelanggan di Jakarta Timur mengalami kerusakan pada akhir tahun lalu.
Dalam waktu singkat, tidak lebih dari 48 jam, pasokan gas dapat segera teratasi. Ketika itu PGN menyalurkan Compress Natural Gas (CNG) kepada 6.896 pelanggan RT di lima lokasi di wilayah Jakarta Timur.
Di antaranya Metering Regulating Station (MRS) Rusun Klender, Perumnas Klender, Rawamangun, Pulomas dan Pulogadung.
“Kami telah siapkan mekanisme untuk mengatasi setiap hambatan dalam penyaluran gas kepada pelanggan,” katanya.
Antisipasi Wabah Covid-19, PGN Pastikan Layanan Pelanggan dan Pembangunan Infrastruktur Tetap Berjalan. Foto: PGN untuk batampos.co.id
“Kami berharap pelanggan PGN tetap tenang dalam situasi apapun, termasuk dalam mengantisipasi merebaknya wabah virus Corona ini,” tutur Rachmat lagi.
PGN juga memastikan bahwa proyek pembangunan infrastruktur yang sudah direncanakan perusahaan akan tetap berjalan.
Rencananya tahun ini, PGN menambah jaringan pipa gas untuk membangun jaringan gas rumah tangga sebanyak 316.000 di 49 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Sementara untuk mendukung bertumbuhnya sektor industri di daerah, PGN juga sedang membangun proyek infrastruktur gas di Jawa Tengah, Jawa Timur dan beberapa daerah di Sumatera.
Rachmat mengungkapkan, proyek infrastruktur gas bumi tahun ini ditargetkan bertambah sepanjang 453 km.
Mayoritas pembangunan infrastruktur tersebut dialokasikan untuk mendukung pertumbuhan industri di daerah melalui pemanfaatan gas bumi.
Sebagai energi baik, gas bumi terbukti lebih efisien, ramah lingkungan dan banyak diproduksi di dalam negeri.
“Tahun 2020 PGN akan membangun infrastruktur gas untuk industri dan rumah tangga sepanjang 453 km. Kami berharap penguatan infrastruktur ini akan semakin meningkatkan ketahanan energi Indonesia,” ujarnya.
Sosialisasi Covid-19 di PGN
Sebagai antisipasi sebaran Covid-19, PGN telah mengedarkan sosialisasi penanganan Covid-19 kepada saluruh pekerja.
Termasuk himbauan untuk meningkatkan kewaspadaan personal terhadap penularan Covid-19 seperti menghindari keramaian (public area) kecuali keperluan penting dan meningkatkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).
“Kami menghimbau seluruh pekerja untuk wajib saling mengingatkan kepada pekerja yang lain bila ada pekerja yang demam, batuk, atau gangguan pernapasan lainnya untuk segera berobat di klinik perusahaan atau rumah sakit serta menggunakan masker,” kata Direktur Sumber Daya dan Umum PGN, Desima E. Siahaan.
Desima juga mengharapkan agar setiap pekerja tetap tenang, tidak mudah terpancing kepanikan, dan mengikuti perkembangan kasus Covid-19 melalui sumber yang valid dan terpercaya.
PGN akan meningkatkan edukasi tentang pencegahan dan penanggulangan Covid- 19 dengan tetap mempertimbangkan berjalannya bisnis dan operasional perusahaan.
“Kami telah mengeluarkan surat, terkait himbauan work from home bagi pekerja PGN meski tidak untuk semua pekerja,” jelasnya.
Kata dia, seluruh anak perusahaan dan afiliasi telah menyiapkan dan mengatur kemungkinan dijalankannya Satellite Office dan Corporate’s Work From Home (WFH) yang disesuaikan dengan karakteristik dan proses bisnis masing-masing, dengan tetap mempertimbangkan standar operasional perusahaan dan keamanan pelayanan kepada pelangan dan masyarakat.
Pelaksanaan WFH di lingkungan kerja PGN berlaku di antarnya bagi pekerja yang baru kembali dari luar negeri, pekerja yang wajib melaksanakan karantina (Self Quarantine), dan pekerja yang memiliki rekomendasi medis yang mana terdapat indikasi gejala seperti demam, baruk, pilek, dan sesak napas.
PGN juga memastikan penyediaan logistik dalam menghadapi situasi dan kondisi saat ini untuk memastikan tersedianya sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam mendukung kelangsungan bisnis Perusahaaan.
Seperti penyediaan konsumsi, obat-obatan, alat pelindung diri, transportasi, akomodasi, dan komunikasi.
“Penyediaan logistik pada keadaan darurat seperti sekarang adalah bagian yang kritikal dalam menghadapi ancaman pandemik Covid-19,” katanya.
“Kebutuhan pekerja yang bertugas di lokasi kerja yang ditentukan diadakan dengan tepat agar pekerja dapat fokus dalam menjalankan tugasnya,” jelasnya lagi.(*)
batampos.co.id – Ketidakterbukaan pemerintah soal informasi lokasi di mana pasien positif corona pertama kali terinfeksi, tak hanya meresahkan masyarakat awam, para dokter pun mendesak pemerintah memberi penjelasan.
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI), dr Aman B Pulungan SpA, menyatakan perlunya transparansi hasil tes dan cluster. “Kami ingin tahu kalau ada pasien dirawat maka data harus disampaikan,” ucapnya, Senin (16/3).
Data ini, menurutnya, harus real time. Selain itu, juga cluster (orang-orang yang terlibat kontak dengan pasien sebelum dinyatakan positif) dan episentrumnya (lokasi tempat pasien terinfeksi) patut disampaikan.
Dengan diketahui klaster dan episentrum, menurut Aman, dokter bisa memberi tahu pasiennya. Selain itu, sebagai upaya untuk mencegah agar tidak menular.
Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng Mohammad Faqih, menyatakan membuka rahasia kedokteran dalam kondisi saat ini tidak bertentangan dengan hukum maupun perundang-undangan. ”Kami sudah pertimbangkan demi kepentingan masyarakat yang mengancam kesehatan. Dan statusnya sudah pandemic (global), maka boleh dibuka,” kata Faqih di kantornya, kemarin.
Dengan dibukanya rahasia kedokteran, lanjut dia, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 lebih efektif dalam melakukan contact tracing. ”Siapa nama pasien, di mana tempat tinggalnya itu sangat penting untuk melakukan contact tracing,” ujarnya.
Dewan Pakar PB IDI, M. Nasser, menuturkan kerahasiaan medis telah diatur dalam Undang-undang (UU) Lex Spesialis. Yakni, pasal 48 UU Nomor 29/2004 tentang Praktik Kedokteran, pasal 57 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan, pasal 38 UU Nomor 44/2009 tentang Rumah Sakit, dan pasal 73 UU Nomor 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan.
Artinya, rahasia medis seseorang dapat dibuka ketika berhadapan dengan kepentingan kesehatan publik. ”Dengan demikian tidak ada alasan melanggar pasal 322 KUHP ayat 1 sehingga yang sengaja membocorkan rahasia medis dihukum penjara paling lama 9 bulan,” jelasnya.
Nasser mengatakan, rahasia medis adalah rangkaian informasi yang meliputi keluhan penyakit pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, perkiraan dan risiko kesehatan pasien nantinya. Kemudian ditambah identitas pasien jika penyakit yang diderita menimbulkan risiko diskriminasi.
Menurut dia, penyakit akibat terinfeksi Covid-19 tidak seperti layaknya AIDS, kusta, dan penyakit seksual atau menular lainnya yang sukar diobati. ”Banyak yang memandang keliru infeksi Covid-19 seperti penyakitpenyakit tersebut. Tidak seperti itu,” tegas Nasser.
Model penularan virus corona melalui droplet infection. Artinya, mereka yang tertular hanya apes. Ketika virus melintas dan masuk ke tubuh ketika daya tahan tidak optimal maka akan muncul penyakitnya. Jadi, tidak menimbulkan rasa malu dan diskriminasi. Nasser menegaskan, menyembunyikan identitas pasien terinfeksi Covid-19 hanya akan menambah rasa takut dan cemas di masyarakat.(jpg)
batampos.co.id – Angkutan Kota (Angkot) paling banyak terjaring razia yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam dan Satlantas Polresta Barelang di depan Mall Top 100, Tembesi, Sagulung, Senin (16/3/2020).
Pelanggaran yang didapati beragam. Mulai dari mati KIR, mati pajak hingga dokumen
kendaraan yang tak lengkap.
Tidak itu saja, banyak juga sopir angkot yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). Angkot-angkot bermasalah ini ditilang dan dibawa ke Dishub Batam.
Selain angkot, ada juga truk angkutan barang yang bermasalah dengan dokumen
dan kelengkapan kendaraan.
Sanksi yang diberikan sama, ditilang dan dibawa ke Dishub Batam jika sopir atau pemilik kendaraan tidak bisa menunjukan kelengkapan dokumen kendaraan.
Kabid Angkutan dan Lalu Lintas Jalan Dishub Batam, Edward Purba, menuturkan, masih banyak angkutan penumpang dan barang yang dijumpai bermasalah di lapangan,
Sehingga operasi serupa akan terus berlanjut ke depannya.
”Inilah seperti yang kawan-kawan lihat. Masih banyak (angkot) yang bermasalah. KIR mati terutama angkot,” jelasnya.
Selain itu ada juga didapati angkot yang suda tak laik beroperasi.
“Semuanya akan ditindak tegas. Yang dokumen seperti STNK atau SIM tak ada ditangani
Satlantas,” ujar Edward.
Kasubnit Turjawali Polresta Barelang, Ipda Sofrinal di lokasi yang sama menyampaikan hal yang sama.
Penertiban ini guna meningkatkan kesadaran pengendara khususnya angkutan umum penumpang dan barang untuk tertib berlalu lintas.
”Tadi pagi (kemarin) ada kejadian lagi di Bukit Daeng (kecelakaan angkot Bimbar) itu karena sopir tak tertib berlalu lintas, makanya ini kita tertibkan biar kedepannya lebih sadar lagi untuk patuhi tata tertib berlalu lintas,” ujar Sofrinal.(eja)
batampos.co.id – Tindakan pencegahan penyebaran wabah Covid-19 juga dilakukan di angkutan umum. Di antaranya, dengan menyemprot bus Trans Batam dengan disinfektan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Rustam Efendi, mengatakan, pembersihan bus Trans Batam sudah dilakukan sejak Sabtu (14/3/2020) lalu.
Mulai bagian dalam bus, khususnya yang banyak tersentuh tangan, disemprotkan cairan pembersih. Seperti kursi, jendela, tiang pintu serta handle gantungan bagi penumpang yang berdiri dalam bus.
“Setaip naik turun penumpang, kami bersihkan. Ini dalam rangka pencegahan sesuai arahan Wali Kota,” jelasnya.
Menurutnya, di halte-halte pihaknya juga menyediakan pencuci tangan bagi para penumpang sebelum naik bus Trans Batam.
Selain itu, petugas secara rutin juga akan dites suhu tubuhnya oleh petugas dari Dinas Kesehatan Batam.
Guna mengantisipasi penyebaran virus corona bus Trans Batam disterilkan dengan disinfektan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Selain Trans Batam, ia juga mengimbau angkutan massal yang disediakan swasta juga melakukan hal yang sama.
“Jadi bukan Trans Batam saja, kita imbau tapi seluruh angkutan umum seperti Bimbar dan Carry,” jelas Rustam.
Rustam menuturkan, bahwa pembersihan sarana transportasi massal ini dilakukan secara mandiri oleh petugas bus Trans Batam.
Menurut Rustam, pembersihan dilakukan tidak hanya satu kali sehari. Tapi sebanyak trip yang dijalankan oleh tiap bus.
“Berapa trip sehari, sebanyak itu selalu kita bersihkan. Setiap penumpang mau naik
dan turun kita bersihkan,” terang Ketua PGRI Kepri tersebut.
Rustam berharap, ke depannya dari satuan gugus tugas yang dibentuk pemerintah atau dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam bisa membantu pengecekan suhu tubuh penumpang.
Sehingga, proses cegah tangkal bisa berjalan lebih komprehensif. Upaya pencegahan penularan virus sudah dianjurkan pemerintah.
“Iya, kalau bisa ada alat deteksi suhu tubuh itu di koridorkoridor bus kita. Dan untuk sopir atau petugas kita, nanti, dimana pos terdekat bisa dibantu deteksi suhunya dulu sebelum bekerja. Nanti kita akan minta ke tim yang terbentuk,” kata dia.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyatakan, penanganan Covid-19 dilakukan dengan tindakkan untuk melakukan pembersihan di beberapa titik vital atau yang bersentuhan banyak orang.
“Surat edaran sudah kita kirimkan masing-masing pengelola agar menjaga kebersihan tempatnya. Seperti pelabuhan, bandara, mall, pantai dan tempat keramaian lainnya,” imbau Rudi.(iza)
batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam diminta unutk tidak melakukan pembelian bahan pokok secara berlebihan karena Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam menjamin ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan lainnya terpenuhi hingga be-
berapa bulan ke depan.
Kepala DKPP Batam, Mardanis, mengatakan, penyediaan stok kebutuhan pangan ini karena ada dua momen besar yang akan datang dan diperkirakan kebutuhan permintaan dari pasaran akan meningkat.
“Bulan depan sudah masuk bulan puasa dan setelahnya Lebaran. Pasokan kebutuhan
komoditas sudah dipenuhi masing-masing distributor yang ada di Batam ini,” kata Mardanis, Senin (16/3/2020).
Ia menjelaskan, selain dua momen tersebut, memang ada kekhawatiran terhadap pasokan bahan pangan pasca meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di Indonesia.
Kendati demikian, Batam hingga kini masih aman. Karena itu, belum ada permasalahan
terkait stok kebutuhan bahan pokok untuk masyarakat.
Pedagang sembako dan sayuran yang berada di Pasar Grand Niaga Mas. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
“Informasi dari distributor, mereka sudah memesan persediaan kebutuhan masyarakat melebihi kebutuhan atau persediaan cadangan,” jelasnya.
“Jadi, masyarakat tidak usah khawatir terkait hal itu (ketersedian bahan pokok, red),” jelasnya.
Ia memprediksi beberapa kebutuhan yang akan meningkat permintaanya di antaranya, cabai merah, bawang merah, bawang putih, ayam, daging, dan beberapa keperluan bumbu dapur lainnya.
Karena itu, warga diimbau tidak memborong bahan makanan.
“Tidak ada yang langka apalagi kosong. Tentu kami bersama distributor berusaha agar semua kebutuhan pokok ini ada di pasaran. Sehingga masyarakat tidak kesulitan,”
terangnya.
Mardanis menambahkan, sekarang pihaknya bersama tim lainnya tengah berupaya
agar harga tidak melambung naik.
Banyaknya permintaan pasar biasanya dibarengi dengan kenaikan harga kebutuhan pokok ini.
“Kalau saat ini masih stabil. Namun biasanya mendekati puasa harga naik. Ini yang
kamu upayakan agar tetap stabil. Meskipun kadang sulit dikendalikan karena permainan harga itu di pasar,” paparnya.
Menurutnya, saat ini hasil pertanian Batam mulai membaik. Diharapkan ini bisa membantu jika pasokan kurang.
“Mungkin belum bisa mengakomodir semua. Namun, seperti cabai hijau dan merah
cukup banyak,” tutupnya.(yui)
batampos.co.id – Direktur Pengelolaan Dana Haji Kemenag Maman Saepullah mengatakan telah diterbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 121/2020 tentang Penetapan Kuota Haji Tahun 1441H/2020M. Kuota haji Indonesia berjumlah 221.000 orang.
Jumlah ini terdiri dari 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus. Kuota haji reguler terbagi menjadi tiga. Perinciannya sebanyak 199.518 untuk jemaah haji reguler tahun berjalan, 2.040 prioritas kuota jemaah haji lanjut usia, dan 1.512 untuk kuota petugas haji daerah.
Sedangkan kuota haji khusus, terdiri atas 15.951 kuota jemaah haji khusus tahun berjalan, 1.375 kuota petugas haji khusus, dan 354 prioritas kuota jemaah haji lanjut usia. “Sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona, kami menyarankan jemaah untuk memaksimalkan pelunasan secara non teller,” tutur Maman.
Jemaah yang melakukan pelunasan di bank supaya menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Jaga jarak, hindari kontak langsung, dan bagi yang batuk dan flu selalu gunakan masker.
Sementara itu Kementerian Agama (Kemenag) kemarin merilis ketentuan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 2020. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pelunasan biaya haji tahap pertama dimulai 19 Maret sampai 17 April. Jika masih ada sisa kuota, dibuka pelunasan tahap kedua pada 30 April sampai 15 Mei.
Direktur Pengelolaan Dana Haji Kemenag Maman Saepullah mengatakan, pelunasan menggunakan uang rupiah. Tahun ini rata-rata biaya haji dipatok Rp 35,2 juta/jamaah. Pelunasan dilakukan setiap hari kerja dengan waktu pembayaran untuk Indonesia Bagian Barat pukul 08.00 – 15.00 WIB, Indonesia Bagian Tengah pukul 09.00 – 16.00 WITA, dan Indonesia Bagian Timur pukul 10.00 – 17.00 WIT.
“Mulai tahun ini, selain datang langsung ke Bank Penerima Setoran awal (BPS, red), pelunasan juga bisa dilakukan secara non teller melalui internet dan mobile banking,” jelasnya kemarin.
Maman mengimbau sebelum melakukan pelunasan, jemaah melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan surat keterangan istitaah secara kesehatan. Kemenag menegaskan surat keterangan istitaah secara kesehatan, menjadi salah satu syarat melakukan pelunasan biaya haji.(wan/jpg)
batampos.co.id – Kecelakaan yang melibatkan angkutan umum kembali terjadi di Jalan Letjen Suprapto, Senin (16/3/2020) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.
Mobil mikro bus, yang dikendarai Sudirman, hilang kendali hingga keluar dari row jalan.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Yunita Stevany, mengatakan, kecelakaan tunggal tersebut diakibatkan mobil angkutan melaju kencang dan mencoba menghindari kendaraan di depannya.
Saat itu, mobil melaju dari arah Mukakuning menuju Batuaji.
“Sopir lepas kendali dan masuk ke pulau jalan sebelah kiri,” kata Yunita.
Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini. Angkutan tersebut hanya membawa seorang penumpang.
“Sopir dan penumpangnya tak mengalami luka. Hanya kerusakan mobil saja,” kata
Yunita.
Kasat Lantas menegaskan, selain melaju kencang saat turunan Bukit Daeng, sopir beserta penumpang yang duduk di depan tak mengenakan sabuk keselamatan.
“Sopir masih kita proses,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Batam, Safrul Bahri, mengatakan, angkutan yang mengalami kecelakaan tunggal tersebut tergolong laik pakai dan baru saja melakukan uji KIR.
“Agustus nanti KIR-nya habis. Berarti bulan lalu baru melakukan pengujian,” katanya.
Safrul menambahkan, Dishub Kota Batam bersama Satlantas Polresta Barelang dan dan Jasa Raharja akan memasang rambu rawan kecelakaan berukuran besar di lokasi tersebut.
Sehingga, pengendara yang melintas lebih hati-hati dan mengurangi kecepatan.
“Rambu itu nantinya bergambar tengkorak dengan silang merah. Dengan artian, di lokasi itu sudah banyak nyawa yang hilang,” katanya.
Safrul menambahkan, selain memasang rambu tersebut, pihaknya juga sudah melaku-
kan sosialisasi kepada para sopir angkutan tentang aturan dan keselamatan di jalanan.(eja)
batampos.co.id – Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa peserta didik yang sekolahnya diliburkan, tetap harus belajar dari rumah, bukan malah bermain ke tengah kerumunan atau bermain di warung internet (Warnet).
“Tapi jangan sampai pelajar diliburkan, tapi justru malah bermain ke warnet, bermain ke tempat-tempat yang banyak kerumunan orang,” ujar Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3).
Dia menekankan bahwa sosialisasi belajar dari rumah tetap harus dilakukan oleh sekolah.
Jokowi mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengkoordinasikan ke sekolah-sekolah untuk meliburkan peserta didik serta mengimbau mereka belajar di rumah. Kemendikbud juga telah menggandeng aplikasi belajar daring (online) seperti Ruangguru, Zenius, Google, Microsoft, dan Sekolahmu untuk memudahkan proses pembelajaran di rumah.
“Artinya, sudah berjalan pada hari ini. Kita ingin mengajak guru agar mengarahkan ke sana dalam dua pekan ke depan sehingga betul-betul belajar di rumah ini bisa efektif,” ujar dia.
Kepala Negara akan mengevaluasi secara berkala program belajar di rumah ini. “Ada yang memang sudah mampu dengan online, ada yang belum sehingga keaktifan setiap sekolah, setiap guru, menjadi hal yang penting kalau itu tidak bisa online,” ujarnya.
Jokowi meyakini apabila program belajar di rumah ini efektif dilakukan, maka dampak penyebaran virus korona (Covid-19) dapat diminimalisasi.
“Kita mengajak agar guru mengarahkan ke sana dalam dua pekan ke depan, sehingga betul-betul belajar dari rumah bisa efektif. Kalau ini bisa efektif, saya yakin akan mengurangi banyak sekali mobilitas para pelajar mahasiswa dan mengurangi penyebaran COVID-19,” papar mantan Wali Kota Solo itu. (antara)
batampos.co.id – Pemerintah Indonesia akan memulangkan 57 WNI Anak Buah Kapal (ABK) kapal pesiar Grand Princess dari Amerika Serikat. Selanjutnya mereka akan dibawa ke Pulau Natuna, Kepulauan Riau, untuk menjalani proses observasi sebelum dikembalikan kepada keluarga.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan, hari ini dia sudah tiba di Ranai, Kepulauan Riau untuk mengecek kesiapan lokasi karantina. Sejumlah personel pun sudah diboyong untuk menyambut kedatangan 57 WNI ini.
“Saya baru mendarat Ranai, Natuna untuk meninjau kesiapan tempat observasi bagi mereka, sekaligus mobilisasi personel pendukung,” kata Yudo saat dikonfirmasi, Senin (16/3).
Yudo mengatakan, mereka akan diobservasi di Lanud Raden Sadjad. Tempat yang sama digunakan untuk observasi WNI dari Wuhan, Tiongkok beberapa waktu lalu.
Untuk tim yang dikerahkan, memiliki komposisi yang sama dengan personel obervasi di Pulau Sebaru dan WNI dari Wuhan. Dengan rincian, tim pendamping dari Yonkesh Marinir dan Kostrad serta Kemenkes.
Tim dapur lapangan dari Bekangdam Jaya, tim Dekon dari Zeni TNI AD dengan 2 mobil dekon, tim pengamanan dari Marinir, Paskhas, Brimob Polda Kepulauan Riau dan pasukan dari Lanud, Lanal, Kodim serta Polres.
Kendati demikian, Yudo mengatakan pemulangan WNI dari Grand Princess batal dilakukan hari ini. Dia pun tak mengetahui pasti kapan pemerintah menjemput mereka.
“Itu ranahnya Kemenlu, kita di Natuna sudah siap semua, termasuk KRI Suharso dan Hely panter TNI AL untuk stand by emergency,” pungkas Yudo.
Diketahui, kapal Grand Princess berlayar dari Hawaii ke San Fransisco pada (4/3). Di dalam kapal tersebut ada 21 orang yang dinyatakan positif korona (COVID-19). Di dalam kapal tersebut tercatat 57 orang ABK berasal dari Indonesia.(jpg)