Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10543

RSA dr Lie Obati 200 Warga Kabupaten Lingga

0

batampos.co.id – Rumah Sakit Apung (RSA) dr Lie Dharmawan melakukan pengobatan kepada 200 warga Lingga yang menderita berbagi jenis penyakit.

Kapal ini merapat di Senayang Kabupaten Lingga. Dari jumlah tersebut, satu warga berumur 14 tahun menjalani operasi di atas RSA karena membutuhkan tindakan cepat mengatasi penyakitnya.

“Ini masalah emergensi sehingga harus cepat diatasi,” kata Lie Dharmawan saat  mengikuti kegiatan pembukaan pengobatan RSA di Senayang, Selasa (10/3/2020).

Lie mengaku sangat bangga dengan sambutan yang diberikan masyarakat setempat,  terlebih sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Lingga.

Dirinya mengaku mendapat motivasi baru untuk berbuat lebih lagi kepada warga agar selalu sehat dan mendapat kesembuhan.

RSA dr Lie melakukan pengobatan kepada 200 warga di kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Foto: doctorshare.org

Lie juga memberikan contoh kepada masyarakat Indonesia, terutama warga Senayang agar berbuat tanpa pamrih sesuai dengan Pancasila sila kelima.

Dengan semangat itu, dirinya bersama 28 tim medis dan lima awak kapal mau bersandar
di pulau Senayang.

Sementara itu, Bupati Lingga, Alias Wello, mengaku terharu, bahkan sempat meneteskan air mata melihat kondisi yang terjadi di wilayah dimana dia bertugas.

Pria yang akrab disapa Awe ini juga mengaku telah melakukan sejumlah tindakan agar Kabupaten Lingga memiliki RSA seperti milik dr Lie.

“Sudah barang tentu kerja besar seperti ini memerlukan orang-orang berjiwa besar, berpikir besar dan semangat yang tangguh, sehingga dapat mewujudkan harapan masyarakat yang besar pula,” ujar Alias Wello.

Alias Wello menceritakan segala upaya yang dilakukan sampai harus pulang pergi ke  Jakarta, untuk ketemu Menkes Siti Fadillah dengan membawa proposal meminta bantuan untuk RSA seperti dr Lie.

Upaya itu juga dibantu mantan menteri dan DPR RI Lukman Edi dan Asman Abnur, namun hingga saat ini belum mendapat persetujuan.

Upaya ini dilakukan mengingat kebutuhan masyarakat wilayah kepulauan akan jaminan kesehatan yang sama dengan masyarakat daratan.

Namun dengan kondisi APBD Kabupaten Lingga yang terbatas sehingga mimpi tersebut belum juga dapat terwujud.(wsa)

BMKG: Akhir Maret Potensi Hujan Meningkat

0

batampos.co.id – Dalam beberapa hari ke depan, cuaca di Batam diperkirakan masih cerah dengan intensitas hujan yang masih cukup minim.

Bahkan, karena kelembapan udara yang rendah di langit Batam, juga belum dapat memicu hujan dengan intensitas tinggi.

Stasiun Meteorologi (Stamet) Hang Nadim Batam, memperkirakan di akhir Maret, potensi hujan akan meningkat.

Hujan yang turun bersifat lokal, namun dengan intensitas rendah hingga sedang. Potensi hujan juga akan terus meningkat di April, Mei dan Juni.

Dari data yang dimiliki Stamet Hang Nadim, frekuensi hujan tertinggi selain di Desember, juga terjadi di Mei.

”Namun, intensitasnya tidak setinggi Desember,” kata Forecaster Stamet Hang Nadim, Aprilia Susilowati, Rabu (11/3/2020).

Di akhir Maret, kata April, hujan turun walaupun bersifat lokal, namun intensitasnya akan semakin sering.

Dalam seminggu ke depan, Aprilia mengatakan, potensi hujan tetap ada. Namun, potensi tersebut kecil.

”Apabila ada hujan, sifatnya lokal dengan intensitas rendah,” ungkapnya.

Penyebab rendahnya intensitas hujan ini, karena kelembapan udara lapisan atas yang cenderung rendah.

Ditambah lagi, kecepatan angin yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan potensi pembentukan awan-awan hujan di wilayah Kepulauan Riau berkurang.

”Secara umum, kondisi cuaca esok hari diprakirakan cerah berawan dan terdapat potensi terjadi hujan lokal dengan intensitas ringan di beberapa wilayah,” tuturnya.

Aprilia berharap, masyarakat dapat menghemat penggunaan air. Karena, dari pemberitaan akhir-akhir ini, waduk-waduk di beberapa wilayah Batam mengalami
penyusutan.

Intensitas hujan yang turun cukup rendah, tentunya tidak dapat meningkatkan debit air di waduk-waduk tersebut.

”Hemat air saja,” pungkasnya.(ska)

Ombudsman: Pengaduan di Kepri Ini Tetap Pada Masalah Pertanahan

0

batampos.co.id – Kepala Perwakilan Ombudsman Kepulauan Riau, Lagat Parroha Patar Siadari menyebutkan, lahan atau agraria menjadi masalah yang paling banyak dilaporkan kepada lembaga pengawasan pelayanan publik itu.

”Paling banyak pengaduan di Kepri ini tetap pada masalah pertanahan. Pengaduan agraria itu mayoritas ada di Batam,” ujarnya, Rabu (11/3/2020).

Ia mengatakan, di Batam sendiri untuk urusan tanah ditangani oleh Badan Pertahanan Nasional (BPN) dan BP Batam.

Dimana, permasalahan yang terjadi yakni banyak tumpang tindih seritifikat tanah dan permasalahan administrasi yang tidak dilayani dengan baik oleh pihak yang berwenang.

”Atau permasalahannya itu dia punya kaveling asli, tapi terbit sertifikatnya atas nama orang lain. Setelah kita periksa, hasilnya dibatalkan sertifikat itu,” jelasnya.

“Karena pemilik kaveling itu bukan dia. Sudah ada beberapa yang kita suruh batalkan kepada BPN untuk sertifikatnya,” katanya lagi.

Ia mengungkapkan, ke depannya untuk mewujudkan zero komplain tentunya akan sulit, namun bukan berarti tidak bisa.

Sebab, tidak semua komplain tersebut berarti buruk dan sedikit komplain juga belum tentu baik pelayanan yang diberikan instansi kepada masyarakat.

”Yang kita harapkan dari komplain itu dijadikan untuk evaluasi perubahan. Sehingga, yang sudah baik dan semakin baik lagi ke depan sehingga nanti dia nanti jadi ideal,” tuturnya.

Dalam perayaan itu, Ombudsman sengaja menggagas acara dengan mengundang
beberapa instansi pelayanan publik yang sudah mencanangkan zona integritas dalam  meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Me-
layani (WBBM).

”Ulang tahun Ombudsman ini sebagai pendorong bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan publik yang ada di Kepri,” ucapnya.

Tidak hanya itu, dengan usia yang sudah 20 tahun ini, Ombudsman juga melakukan  evaluasi agar bisa menjalankan tugas dan fungsi yang tidak hanya mendorong instansi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik atau hanya menerima laporan dan
memeriksa.

Akan tetapi, juga ikut berperan dalam melakukan pencegahan korupsi.

”Ada puluhan instansi yang sudah mencanangkan zona integritas, ini hal yang positif. Ini yang kita harapkan idealnya pelayanan publik itu bebas dari KKN,” katanya.

Adapun, instansi yang sudah mencanangkan zona integritas sudah puluhan, namun yang sudah menyandang predikat WBK baru Imigrasi Batam, Satlantas Polresta Barelang dan Rutan Tanjungpinang.

Ke depannya, Ombudsman akan terus mendorong instansi lainnya agar mendapatkan predikat WBK.

”Jadi Ombudsman sebenarnya terlibat WBK ini sebagai penilai eksternal bersama dengan Kemendagri,” jelasnya.

Karean itu, pihaknya turun dan menilai dengan indikator yang ada, termasuk penilaian masyarakat.

“Masyarakat puas atau tidak, apa kata masyarakat dari pelayanan yang diberikan. Kalau nilainya buruk maka jelek penilaiannya,” imbuhnya.(gie)

Kini Virus Korona juga Bisa Menular melalui Feses

0

batampos.co.id – Selama ini, orang mengira, virus korona (Covid-19) hanya menular melalui percikan cairan tubuh. Namun, ada fakta baru yang terungkap. Peneliti mikrobiologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sugiyono Saputra mengatakan bahwa selain lewat percikan cairan tubuh yang terkontaminasi virus korona, virus itu juga berpotensi menular melalui feses. Wah, harus semakin waspada, ya.

“Sebetulnya hal ini tidak mengherankan karena pada kasus SARS kontaminasi feses juga merupakan salah satu rute penyebaran yang terjadi pada sebuah apartemen di Hong Kong,” kata Sugiyono seperti dilansir dari Antara, Kamis (12/3).

Di samping itu, menurut dia, dalam proses transmisi dari kelelawar ke hewan perantara musang atau trenggiling virus korona diduga juga ditularkan melalui feses.

Sugiyono menuturkan, beberapa studi menunjukkan virus korona baru SARS-CoV-2, penyebab Covid-19 terdeteksi pada sampel yang diambil dari area anus beberapa pasien di Tiongkok. “Bahkan persentase hasil positifnya lebih besar dibandingkan dengan deteksi pada sampel yang diambil di area mulut pasien,” katanya.

Kemudian, ia melanjutkan, hasil satu studi di satu rumah sakit di Singapura menyebutkan SARS-CoV-2 juga terdeteksi pada area toilet, wastafel, lantai, dan gagang pintu.

Pada sampel udara SARS-CoV-2 tidak terdeteksi, tapi terdeteksi pada lubang ventilasi dan kipas angin. Namun, sampel pada benda mati tersebut sebetulnya diambil sebelum dilakukan proses disinfeksi rutin.

Setelah proses disinfeksi, sampel juga diambil dari beberapa permukaan benda mati dan ternyata hasilnya negatif SARS-CoV-2, menunjukkan bahwa penyebaran virus dapat dicegah dengan disinfeksi.

Sugiyono menuturkan penyebaran virus melalui feses sebetulnya bukan hal baru. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus seperti Hepatitis A, polio, dan diare yang disebabkan oleh rotavirus juga menular melalui rute feses.

Oleh karena itu, menjaga kebersihan tangan dan sanitasi lingkungan mutlak harus dilakukan untuk mencegah penularan berbagai penyakit, tidak hanya korona.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, penularan Covid-19 dari satu orang ke orang lain terjadi melalui kontak dekat dengan penderita, kontak dengan respiratory droplets atau percikan cairan dari saluran pernapasan orang yang terkontaminasi virus korona baru.

Namun ada beberapa potensi rute penularan lain seperti melalui benda mati yang sudah terkontaminasi virus. Dalam hal ini ada studi yang menunjukkan ketahanan beberapa jenis virus corona selain SARS-CoV-2 pada benda mati berkisar antara dua jam hingga sembilan hari.

Penularan dapat dimulai ketika tangan bersentuhan dengan benda yang sudah terkontaminasi virus kemudian tangan menyentuh area mulut, hidung, atau mata sehingga memungkinkan virus masuk ke dalam tubuh.

Namun, kata Sugiyono, studi terbaru membuktikan kontaminasi pada benda mati tidak hanya berasal dari respiratory droplet, tetapi juga sangat potensial melalui feses penderita Covid-19.

Menurut dia, variasi rute penyebaran itu merupakan salah satu hal yang dapat menjelaskan mengapa Covid-19 begitu masif cepat menular ke banyak orang. (antara)

Warga Batam, Telepon 081356371110 Jika Anda Melihat Angkutan Umum Kebut-kebutan

0

batampos.co.id – Warga Batam Anda dapat menelpon 081356371110 dan 110 jika melihat atau sedang menaiki angkotan umum yang kebut-kebutan di jalan raya.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam bersama Sat Lantas Polresta Barelang membuka layanan call center untuk pengaduan masyarakat dan pemasangan stiker informasi call center di setiap angkutan umum Bimbar, Rabu (11/3/2020).

Layanan call center dengan nomor 081356371110 dan 110 ini diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin melaporkan/memberikan informasi atau keluhan maupun pengaduan angkot.

Kepala Dinas Perhubungan Batam, Rustam Efendi, mengatakan, layanan call center ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap angkutan umum Bimbar di
lapangan.

”Jika masyarakat Batam menemukan angkutan umum Bimbar melanggar aturan dan tidak tertib dalam berlalu lintas. Segera laporkan,” katanya.

Dishub, lanjut Rustam, bersama pihak lain terkait lalu lintas, juga badan usaha angkutan Kota Batam berkomitmen dalam hal menyediakan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat Batam.

Salah satunya, angkot yang melebihi usia operasional akan langsung dikandang-
kan.

Sementara bagi angkutan yang masih memenuhi usia operasional namun tidak laik
jalan karena masalah KIR, akan dibawa ke Dishub Batam.

”Kita juga minta pemilik kendaraan untuk memperbaiki kendaraannya hingga laik jalan,” tambah Rustam.

Rustam menyatakan jika masyarakat Batam menemukan angkutan umum Bimbar tersebut melanggar aturan dan tidak tertib dalam berlalu lintas.

“Segera laporkan,” katanya.

Dishub, lanjut Rustam, bersama pihak lain terkait lalu lintas, juga badan usaha angkutan Kota Batam berkomitmen dalam hal menyediakan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat Batam.

Salah satunya, angkot yang melebihi usia operasional akan langsung dikandangkan. Sementara bagi angkutan yang masih memenuhi usia operasional namun tidak laik
jalan karena masalah KIR, akan dibawa ke Dishub Batam.

”Kita juga minta pemilik kendaraan untuk memperbaiki kendaraannya hingga laik jalan,” tambah Rustam.

Rustam menyatakan bahwa data sopir sudah dikantongi. Sopir yang bertugas dileng-
kapi seragam dan kartu identitas yang berisi nama dan identitas lainnya.

”Proses pemasangan stiker aduan masih berjalan. Kita harapkan semua Bimbar memasang stiker ini,” bebernya.

Layanan call center dan layanan pengaduan masyarakat masih difokuskan di angkutan Bimbar. Namun, tidak menutup kemungkinan ke depan dipasang di semua angkutan umum yang ada di Batam.

”Saat ini fokus ke Bimbar sesuai permintaan masyarakat,” pungkasnya.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Tumbur Hutasoit, menyambut baik pemasangan
layanan call center dan stiker informasi ini.

Menurutnya dengan layanan ini masyarakat bisa melaporkan jika sopir atau angkutan Bimbar itu tak tertib dan melanggar aturan.

”Kita sambut baik layanan ini, sehingga ke depan angkutan umum di Batam bisa lebih taat aturan dan tertib berlalu lintas,” harapnya.(rng)

Kongres Demokrat Mendadak Dimajukan

0

batampos.co.id – Kongres V Partai Demokrat terkesan sangat mendadak. Dari seharusnya bulan Mei dimajukan Maret ini. Persisnya digelar Sabtu hingga Senin depan (14-16/3) di Jakarta Convention Center (JCC).

Pelaksanaan pilkada 2020 menjadi alasan utama partai tersebut memajukan jadwal kongres. Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan mengatakan Kongres V Demokrat sudah sesuai jadwal. Yaitu tahun 2020. ”Karena ada pilkada serentak memang dimajukan sedikit dari siklus semestinya bulan Mei,” kata Syarief Hasan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3).

Disampaikan, pihaknya harus bergerak cepat menyikapi pilkada di 270 daerah. Terutama untuk memberikan rekomendasi calon kepala daerah yang akan diusung. Sehingga pengurus definitif periode 2020-2025 harus segera dibentuk. ”Keputusan harus cepat,” ujarnya.

Kini undangan kongres sudah beredar ke DPD dan DPC. Panitia pelaksana pun sudah disusun. Kongres yang terkesan mendadak itu dibenarkan sejum- lah pengurus. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok mengatakan dirinya justru baru mendapat informasi pelaksanaan kongres pada Selasa (10/4) lalu. ”Saya baru tahu kemarin (Selasa, red) melalui WhatsApp,” aku Mubarok.

Selain karena alasan pilkada, dia menduga ada motif politis dari dimajukannya waktu kongres. Salah satunya adalah mempersempit manuver dan ruang gerak kader yang ingin maju sebagai calon ketua umum (caketum). Sehingga jalan aklamasi dalam menetapkan ketua umum Partai Demokrat periode 2020-2025 semakin mulus.

”Memang ada kesan itu. Pro kontra pasti ada lah,” ujar Mubarok.

Achmad Mubarok sendiri adalah anggota tim sembilan yang mendeklarasikan berdirinya Partai Demokrat pada 2001 silam. Dia pernah menjabat wakil ketua umum periode 2003-2007. Guru besar UIN Jakarta itu juga dikenal sebagai pendukung Anas Urbaningrum pada kongres ke-2 Demokrat tahun 2010 di Bandung.

Sejauh ini, caketum potensial yang muncul baru Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Jika tidak ada calon lain yang muncul, putra sulung SBY itu berpotensi menjadi calon tunggal dalam kongres. Sejak Januari 2020, AHY memang rajin road show ke sejumlah daerah.(mar/jpg)

WHO Akhirnya Nyatakan Virus Korona Sebagai Pandemi Global

0

batampos.co.id – Setelah menginfeksi lebih dari 121 ribu orang di dunia dan melumpuhkan aktivitas sejumlah negara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya menyatakan virus Korona jenis baru atau COVID-19 sebagai pandemi global pada Rabu (11/3). Virus yang baru muncul selama 3 bulan terakhir itu telah dengan cepat menyebar ke seluruh benua.

“Dalam dua minggu terakhir jumlah kasus di luar Tiongkok telah meningkat 13 kali lipat dan jumlah negara yang terkena dampak telah meningkat tiga kali lipat,” kata Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dilansir dari CNBC.

Dia mengatakan hal itu pada konferensi pers di kantor pusat organisasi di Jenewa. Dalam beberapa hari dan minggu ke depan, pihaknya melihat jumlah kasus dan jumlah kematian dan jumlah negara yang terkena dampak bisa naik lebih tinggi.

Tedros mengatakan beberapa negara telah menunjukkan kemampuan untuk menekan dan mengendalikan wabah. Namun beberapa pemimpin dunia dinilai gagal bertindak cukup cepat atau cukup drastis untuk menahan penyebaran.

“Kami sangat prihatin dengan tingkat penyebaran dan keparahan yang mengkhawatirkan, dan dengan tingkat kelambanan yang mengkhawatirkan,” katanya.

“Kami telah membunyikan bel alarm dengan keras dan jelas,” kata Tedros.

Kasus-kasus di Tiongkok dan Korea Selatan telah menurun secara signifikan. Dia menambahkan bahwa 81 negara tidak memiliki kasus yang dikonfirmasi dan 57 negara memiliki hanya 10 kasus atau kurang.

“Semua negara masih dapat mengubah arah pandemi ini. Beberapa negara sedang berjuang dengan kekurangan kapasitas. Beberapa negara sedang berjuang dengan kekurangan sumber daya. Beberapa negara sedang berjuang keras,” tukasnya.

Jumlah kasus dan kematian berubah setiap jam, melampaui 121.564 dengan setidaknya 4.373 kematian di seluruh dunia pada Rabu pagi (11/3) menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins. Di luar Tiongkok, dengan 32.778 kasus di setidaknya 109 negara telah dikonfirmasi.

Tedros berdalih bahwa WHO sebelumnya tidak menyatakan pandemi, karena sebagian besar kasus Coronavirus masih ditelusuri kontaknya dan belum ada bukti apa pun bahwa virus tersebut menyebar bebas di masyarakat.

Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Dr. Mike Ryan juga memperingatkan warga dunia. “Bangun. Bersiaplah. Virus ini mungkin sedang dalam perjalanan dan Anda harus siap,” tegasnya.(jpg)

Pembongkaran Pasar Induk Jodoh Kembali Ricuh

0

batampos.co.id – Pembongkaran dan pemagaran kios di area Pasar Induk Jodoh, kembali ricuh, Rabu (11/3) sore. Alat berat yang mengangkut beton untuk pemagaran dibakar warga yang mengklaim sudahlama menempati aset milik Pemerintah Kota (Pemko) Batam itu. Tepatnya di depan pintu masuk pasar.

Pada aksi kali ini, polisi mengamankan dua orang yang diduga sebagai provokator dan pembakar alat berat. Sehari sebelumnya, juga terjadi adu pukul antara warga/pedagang dengan petugas Tim Terpadu Kota Batam dari Satpol PP dan Ditpam BP Batam. Dalam penertiban lanjutan tersebut, beberapa orang mengalami luka baik dari warga maupun petugas Tim Terpadu.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, mengatakan pemasangan pagar tersebut merupakan lanjutan kegiatan penertiban sebelumnya. Alat berat dikerahkan untuk bongkar muat beton untuk pagar. “Kita tetap lanjutkan dari pagi untuk bongkar muat dan pemasangan pagar,” jelasnya.

Ia membenarkan, ada dua warga yang diamankan. Warga tersebut tertangkap tangan saat menyiramkan bensin dan melakukan pembakaran ke arah alat berat. “Alat berat dibakar dan kami cepat memadamkan pakai debu,” ujarnya.

Imam mengimbau masyarakat yang mengklaim memiliki lapak dan sudah lama beraktivitas di pasar induk itu tidak menolak pembangunan pasar tersebut. Selain itu, ia meminta warga tidak terprovokasi dengan oknum yang memanfaatkan keributan ini.

“Marilah kita sama-sama membangun Batam ini. Saya prihatin, karena ada yang dimanfaatkan. Kenapa ada warga yang mau dan ada yang tidak. Ingat, pasar itu aset pemerintah kota,” tegas Imam.

Harnita, salah seorang warga yang melakukan protes membantah ada dari pihak mereka membakar alat berat. “Tidak ada yang dibakar, tadi api itu dihidupkan untuk menghalangi mereka (petugas) masang pagarnya,” ungkapnya.

Seluruh Area Dipagar Beton

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan pemagaran Pasar Induk Jodoh merupakan langkah untuk mencegah kembalinya pedagang yang berjualan. “Iya, kita masih lakukan pemagaran di hari kedua pasca penertiban. Langkah ini untuk menjaga aset pemerintah,” katanya, Selasa (11/3).

Dia menuturkan, pemagaran dan pengosongan lahan area Pasar Induk Jodoh ini untuk mensterilkan lokasi. Artinya, seluruh area pasar akan ditutup semua, walau diketahui terdapat beberapa pedagang yang masih berjualan di area pasar yang belum terpagar beton.

“Supaya ini lebih steril, makanya kita pagari. Nantinya pedagang akan direlokasi ke pasar yang baru. Jadi, ini pemagaran dan pengosongan lahan secara keseluruhan,” tegasnya.(opi/cr1)

Polisi Gadungan Ditangkap Karena Diduga Lakukan Pemerasan dan Pemerkosaan

0

batampos.co.id – Aksi pemerasan dengan cara menyamar sebagai anggota polisi kembali terjadi. Dalam kasus ini polisi mengamankan MYA, 25. Dia kedapatan melakukan pemerasan kepada seorang perempuan.

Kapolsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kompol Rosiana Nurwidajati mengatakan, peristiwa bermula saat pelaku dan korban berkenalan di sebuah aplikasi chatting. Setelah menjalin komunikasi secara intens, keduanya memutuskan menjalin tali kasih.

Pelaku kemudian mengajak korban menginap di salah satu hotel di kawasan Pesanggrahan. Saat memasuki kamar hotel, pelaku langsung mengaku sebagai polisi sambil menunjukkan lencana palsu yang dibeli secara online.

“Ngaku sebagai seorang polisi yang melakukan penyamaran untuk menangkap korban. Pelaku menuduh korban wanita panggilan,” ucap Rosiana saat dikonfirmasi, Kamis (12/3).

Pelaku kemudian meminta uang Rp 1,8 juta jika korban tak mau diamankan ke kantor polisi. Namun, korban menolak, dengan alasan tak memiliki uang.

Pelaku terus memaksa korban untuk mengeluarkan uang. Hingga akhirnya korban memberikan uang Rp 500 ribu. Tak puas sampai disitu, pelaku pun langsung mencabuli korban di dalam kamar hotel tersebut.

Korban yang tak berdaya hanya bisa pasrah melayani nafsu bejad pelaku. Usai pelaku pergi, korban langsung membuat laporan polisi. Setelah dilakukan pengejaran pelaku diamankan di kawasan Pesanggarahan.

“Setelah korban melakukan hubungan seks, pelaku pergi dengan membawa uang langsung meninggalkan hotel,” jelas Rosiana.

Kepada polisi pelaku melakukan pemerasan dan pemerkosaan karena butuh uang untuk menikah. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan pengancaman Juncto Pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(jpg)

KPK Selidiki Dugaan Imam Nahrawi Bawa Ponsel Masuk Sel

0

batampos.co.id – Mantan Menteri Pemuda dan Olah raga (Menpora) Imam Nahrawi harus berurusan dengan otoritas pengamanan rumah tahanan negara (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terdakwa kasus suap terkait hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan penerimaan gratifikasi itu juga terancam sanksi disiplin tahanan.

Persoalan disiplin di luar pokok perkara itu merupakan buntut dari inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah kamar rutan cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur pekan lalu. Petugas rutan menemukan sebuah ponsel di kamar sel Imam. Dalam ruang tahanan itu, Imam mendekam bersama beberapa tahanan KPK lain. ”Para tahanan ini kan ada aturannya, (membawa ponsel) itu dilarang dan ada sanksinya berupa hukuman disiplin,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (11/3).

Sampai saat ini KPK masih mendalami apakah ponsel itu benar milik Imam. Bila terbukti, Imam terancam sanksi disiplin. Dugaan bahwa Imam adalah pemilik ponsel itu mencuat seiring adanya laporan terkait unggahan status di story WhatsApp Imam pada 5 Maret lalu.

Postingan itu lah yang menjadi acuan KPK melakukan sidak di sejumlah kamar di rutan KPK di Pomdam Jaya Guntur sehari setelah unggahan itu dilaporkan. Saat dikonfirmasi, Imam yang kemarin menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta mengaku tidak mengetahui siapa si empu ponsel itu. Dia memilih menunggu hasil forensik yang tengah dilakukan KPK. ”Yang pasti (ponsel di rutan) bukan milik saya,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut saat dikonfirmasi.

Imam menyebut hasil forensik atau pendalaman yang dilakukan KPK akan membuat polemik kepemilikan ponsel itu menjadi proporsional. ”Orang kayak saya ini kan rentan juga dituduh-tuduh, sudah disidang, sudah lah kita tunggu (hasil pendalaman KPK). Yang pasti itu (ponsel) bukan milik saya,” tuturnya.

Ditanya soal postingan yang ada di story WA, Imam belum mau memberikan pernyataan sebelum ada hasil pendalaman dari KPK. ”Saya belum memberikan statement apa pun (soal postingan di story WA). Kita tunggu hasil (pendalaman) dari KPK,” paparnya.

Imam menegaskan tidak pernah menggunakan ponsel selama ditahan di rutan KPK.Sementara itu, dalam lanjutan sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, jaksa menghadirkan bekas Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Alfitra Salam sebagai saksi perkara suap dan gratifikasi Imam.

Di persidangan Alfitra mengaku mendapat informasi terkait perilaku Miftahul Ulum (asisten pribadi Imam) yang kerap meminta uang ke pejabat Kemenpora. Namun, Imam menilai pengakuan Alfitra itu hanya berdasar persepsi. Bukan berasal dari sumber atau fakta yang akurat. ”Tidak ada satu fakta pun, hanya persepsi. Tidak ada dari saksi yang mengatakan memberikan kepada saya. Semua katanya, kan ini susah,” ujar Imam. (tyo)