batampos.co.id – Jelang pulang sekolah, suasana di kelas IIb SDIT Tunas Cendekia mendadak heboh, Rabu (20/11). Pasalnya, dua siswi sekolah tersebut, Akeila Lanoverian Guntur Sunan dan Lutfia Nurul Aisya sama-sama merayakan ulang tahun.
Akeila Lanoverian Guntur Sunan (kanan) dan Lutfia Nurul Aisya didampingi orang tua saat memotong kue. (Iman Wachyudi/batampos.co.id)
Akeila lahir di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) pada 20 November 2011, sementara Aisya lahir di Batam juga pada tanggal, bulan, dan tahun yang sama. Meski berlangsung sederhana, acara tersebut berlangsung meriah. Ustaz dan ustazah juga hadir.
Acara makin heboh lantaran tim batampos.co.id photography & multimedia juga hadir untuk mengabadikan momen bahagia tersebut. Acara tersebut didokumentasikan di YouTube Batam Pos Channel, kanal photography Mata Lensa, serta seluruh media sosial (medsos) batampos.co.id.
Acara tersebut diakhiri dengan bagi-bagi kue, serta pemberian bingkisan berupa snack yang dikemas Siti House, serta menu ayam dari Waiki Chicken, kepada siswa-siswi kelas IIb. (gga)
batampos.co.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto berencana menjadi kerokan sebagai wisata kebugaran di Indoensia.
Ide untuk mempopulerkan kerokan disampaikan Menkes dalam acara peluncuran Health Tourism di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (19/11/2019).
Setidaknya, kata dia ada empat klaster yang akan didorong pengembangannya. Yakni, wisata medis, wisata kebugaran dan jamu, wisata olahraga yang mendukung kesehatan, serta wisata ilmiah kesehatan.
Menurut Terawan, wisata kebugaran dan jamu harus terus dimasyarakatkan. Sebab, wisata itu bakal menjadi pembeda Indonesia dengan negara lain.
Selain itu, wisata tersebut memiliki prospek kesehatan, budaya, dan ekonomi yang tinggi.
’’Kita punya industri jamu dan kebugaran hebat-hebat, tapi gak pernah dimunculkan. Banyak contohnya. Purwaceng, mau apa? Mak erot,’’ ujarnya.
Dia menekankan, harus ada ide-ide segar dalam pengembangan wisata kebugaran. Menciptakan inovasi baru yang tak dimiliki negara lain. Kalau pun sudah ada, wajib lebih hebat.
’’Kasih hal yang menggelitik. Jadi keingintahuan mereka besar,’’ ungkap mantan kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto tersebut.
Ilustrasi. Jawa Pos
’’Kalau yang lain jual bekam, kita jual kerokan,’’ tegasnya lagi.
Kerokan, kata dia, tak bisa disepelekan. Bisnis itu bisa sangat menjanjikan. Dia menggambarkan, dengan memiliki 10 bed saja dengan waktu pelayanan sekitar 20 menit, layanan tersebut akan laris manis. Belum lagi setelah itu disambung minum jamu atau pijat.
’’Tapi, kadang kita malu karena rasanya tidak elite,’’ ungkapnya.
Padahal, bagi orang asing, kerokan sangat menarik.
Dia bahkan sudah menyiapkan nama keren agar kerokan dilirik turis mancanegara. Namanya: pembuatan tato sehat.
Disinggung soal dampak negatif kerokan, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu menanggapi dengan santai.
Dia menduga, mereka yang beranggapan demikian belum membaca literatur tentang kerokan.
Wisata kebugaran dan jamu ini rencananya diluncurkan di tiga destinasi wisata. Yakni, wilayah Joglosemar (Jogjakarta, Solo, dan Semarang), Bali, serta Jakarta.
Sementara itu, ada kabar tak mengenakkan yang beredar. Media wisata asal Amerika Serikat, Fodor’s Travel, meluncurkan daftar destinasi wisata yang perlu dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi tahun depan (no list).
Dalam daftar tersebut, ada dua destinasi wisata andalan Indonesia yang masuk. Yakni, Bali dan Pulau Komodo.
Fodor menyebutkan alasannya. Bali disebut telah menderita efek pariwisata masal. Sampai akhirnya, pemerintah harus menarik pajak turis untuk membantu memerangi efek negatif lingkungan. Terlebih sampah plastik.(mia/c5/oni/jpg)
batampos.co.id – Polresta Barelang memantau pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Batam.
Kapolresta Barelang AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, mengatakan, pemantauan tersebut dilakukan terkait banyaknya keluhan masyarakat mengenai kelangkaan BBM bersubsidi.
“Dari informasi awal yang kita dapat untuk bahan bakar bersubsidi, dalam rangka untuk diversi ke bahan bakar yang non subsidi memang sedikit dikurangi untuk distribusinya ke beberapa SPBU,” ujarnya.
Meski adanya pengurangan pendistribusian tersebut, Prasetyo menegaskan pihaknya tetap akan mengawasi pendistribusian solar di sejumlah SPBU yang berada di Kota Batam.
Antrean kendaraan di SPBU. Polresta Barelang melakukan pemantaun di SPBU di Kota Batam untuk meminimalisir penyelewengan BBM bersubsidi. Foto: Dalil Harahap/ batampos.co.id
“Kita melaksanakan giat pengamanan di SPBU sehingga tidak terjadi tindak pidana lain, apakah karena antri atau perkelahian,” tuturnya.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus memantau pendistribusian BBM bersubsidi di sejumlah SPBU di Kota Batam.
Jika nantinya terdapat pihak yang menggunakan BBM bersubsidi untuk kepentingan lain, pihaknya akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Kita terus mengawasi distribusinya sehingga tidak terjadi penyelewengan terhadap distribusi yang harusnya ada di SPBU oleh kelompok orang tertentu digunakan untuk penggunaan kendaraan yang diizinkan di SPBU,” tuturnya.(gie)
Sebagai perusahaan pelayanan air bersih di Batam, PT Adhya Tirta Batam (ATB) tidak hanya fokus pada orientasi keuntungan semata. ATB memiliki bentuk tanggung jawab memberikan program edukasi terhadap siswa-siswa sekolah.
Beragam sekolah tertarik untuk berkunjung ke area Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dikelola ATB. Bahkan ATB jadi rujukan favorit dan masuk dalam kalender tujuan edukasi sejumlah sekolah di Batam. Tidak hanya sekolah reguler namun Sekolah Luar Biasa (SLB) cukup antusias dan bersemangat mengikuti program edukasi.
“Kami ingin memperkenalkan ke anak-anak bagaimana proses pengolahan air bersih yang dilakukan ATB sehingga air bisa dinikmati dirumah,” ujar Kepala Sekolah SLB Putera Kami Batam Hefrina, saat membawa 80 anak didiknya di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mukakuning, Selasa (19/11/2019)
Meski anak-anak berkebutuhan khusus, kunjungan edukasi berjalan lancar tanpa hambatan. Anak-anak bahkan menikmati field trip edukasi bersama ATB. Informasi yang diberikan jadi wawasan bagi setiap siswa.
“Pengetahuan dan wawasan harus kami berikan karena setiap anak juga memiliki kemampuan menyerap informasi sesuai dengan keterampilan dan kemampuan berfikir mereka. Kami sangat senang bisa berkunjung ke ATB, baik orang tua ataupun pihak ATB juga mendukung kami selama berkunjung,” tambah Hefrina
Siswa SLB Putra Kami Batam Centre saat melakukan kunjungan edukasi ke ATB di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mukakuning.
Program edukasi yang digelar ATB lebih memperkenalkan pentingnya hemat air bersih, mengingat sumber air di Kota Batam sangat terbatas. Air bersih yang digunakan sehari hari berasal dari curah hujan yang ditampung di dalam waduk/dam buatan.
“Ada yang tau air bersih di Batam berasal dari mana,” ujar Panji tim Edukasi ATB memberikan pengantar kepada siswa SLB.
Lebih dari itu, anak-anak juga diberikan informasi bagaimana ATB mengolah air baku hingga menjadi air bersih. Tidak hanya sebatas informasi secara tertulis, namun setiap sekolah yang berkunjung diajak langsung melihat proses produksi di lapangan.
Secara bergantian siswa sekolah mendapat penjelasan proses produksi yang dilakukan ATB, siswa terlihat bersemangat melihat proses produksi air bersih yang ada di IPA Mukakuning. Setiap siswa didampingi sejumlah Guru bersama tim teknis bagian produksi di lapangan.
“Daerah sedimentasi ini salah satu bagian dari proses produksi air setelah air baku diambil dari waduk/dam melalui aerator,” jelas Nana Juana, tim Produksi IPA Mukakuning
Program edukasi ATB diharapkan bisa menjadi wadah bagi siswa sekolah guna mendapatkan wawasan seputar air bersih maupun seputar ATB sebagai pengelola air bersih. Pembekalan wawasan sejak usia dini dalam menjaga sumber air dan lebih utama menanamkan budaya hemat air.
“Jadi kita di rumah harus lebih berhemat dalam menggunakan air ya, baik untuk mandi mencuci dan lainnya. Karena sumber air kita di Batam sangat terbatas,” tambah Panji (*)
batampos.co.id – Dalam 10 tahun terakhir lebih dari 150 investor institusi yang melakukan investasi di Exchange Traded Fund (ETF).
Direktur IndoPremier Investment Manajemen, Noviono Darmosusilo, mengatakan, produk ETF kian diminati oleh investor.
Kata dia, pertumbuhan ETF salah satunya didorong melalui pengembangan platform ETF yang memudahkan investor institusi maupun ritel bisa memantau pergerakan ETF, underlying saham secara transparan hingga kemampuan eksekusi real time dari sisi investor.
Kata dia, untuk ETF Family Equity dari IndoPremier, dari Maret 2008 hingga September 2019, tumbuh 160 kali.
“Ddari hanya Rp 40 miliar di akhir tahun 2008 menjadi Rp 7,04 triliun di tahun 2019,” ujarnya dalam acara ETF Conference 2019 di Hotel Ritz CarltonSCBD Jakarta, Rabu (20/11/2019).
Selama 10 tahun terakhir ada sekitar 150 investor yang bergabung institusi yang melakukan investasi di Exchange Traded Fund (ETF). Foto: Google
Ia mengatakan, PT Indo Premier Sekuritas sebagai Dealer Participant ETF terbesar di Indonesia berhasil mencatatkan dana kelolaan atas ETF saham lebih dari Rp 15,2 triliun.
IndoPremier lanjutnya menguasai 96 persen pangsa pasar ETF saham sebagai dealer participant.
Selama 12 tahun berkecimpung dalam teknologi ETF dan secara kontinyu melakukan improvement, membuat IndoPremier merajai pangsa pasar ETF saham.
Kemampuan eksekusi primary market ETF saham untuk unit creation maupun unit redemption secara masif hanya dalam hitungan kurang dari satu detik.
IndoPremier saat ini berperan sebagai dealer participant bagi enam manajer investasi (MI) partisipan. Yaitu IndoPremier Investment Management, BNI Asset Management, Pinnacle Persada Investama, Danareksa Investment Management, Batavia Prosperindo Aset Manajemen dan MNC Asset Management.
“Untuk ETF Family Premier Equity sampai dengan tahun ini, dari jumlah aset yang termanajemen, Premier ETF Family itu masih memimpin di marketshare, jumlahnya mencapai 70,25 persen. Sedangkan untuk ETF non IndoPremier itu 29,75 persen.” pungkasnya.(*/ipotnews)
batampos.co.id – Menyambut akhir tahun 2019, Starbucks kembali mengeluarkan minuman favorit akhir tahun yaitu Toffe Nut Cruch Latte dan Peppermint Mocha. Minuman tersebut dapat Anda nikmati dari 6 November 2019 hingga 6 Januari 2020.
Toffe Nut Cruch Late merupakan kombinasi aroma kacang panggang yang madis dipadukan dengan kopi espresso dan susu. Serta ditambahkan whipped cream dan taburan Toffe Nut renyah.
Sementara Peppermint Mocha merupakan kombinasi Peppermint Mocha dengan espresso dan susu yang dipermanis dengan cokelat dan peppermint. Serta ditambah saus mocha drizzle.
Manager PR and Comunications Starbucks, Kiki Mochmad Rizki, mengatakan, minuman tersebut dapat dinikmati di seluruh gerai Sturbucks di seluruh Indonesia.
Minuman tersebut lanjutnya disajikan dalam empat desain baru yaitu red cup dengan motif Polka Dot, Merry Coffe, Candy Cane Stripe dan Merry Coffee Stripe.
Manager PR and Comunications Sturbucks, Kiki Mochmad Rizki, (kiri) memperkenalkan produk minuman akhir tahun saat berkunjung ke kantor Batam Pos. Foto: Putut Ariyotejo/batampos.co.id
“Selain itu kita juga menmghadirkan cita rasa istimewa campuran terbaik termasuk Sturbucks Holiday Espresso dan Starbucks Holiday Blend,” katanya saat mengunjungi kantor Batam Pos di lantai II Gedung Graha Pena, Batam Centre, Rabu (20/11/2019).
Selain itu pada momen akhir tahun, pihaknya juga akan mengeluarkan koleksi merchandise terbaru dengan motif hewan hutan dengan elemen holiday.
Starbucks juga akan merilis merchandise ekslusif yang dirancang desainer ternama pada Desember 2019 mendatang.
“Pada akhir tahun ini kita juga mempunyai program drop of hope,” jelasnya.
Program tersebut lanjutnya mengajak para konsumen Sturbucks untuk berbagai dengan cara memberikan peralatan sekolah.
Manager PR and Comunications Sturbucks, Kiki Mochmad Rizki (dua dari kiri) berfoto bersama Pempred Batam Pos, Muhammad Iqbal (tiga dari kiri) dan awak redaksi Batam Pos. Foto: Haris/batampos.co.id
Mulai dari sepatu hingga seragam dan akan diberikan kepada anak-anak kurang beruntung.
“Program Drop of Hope ini kita bekerjasama dengan Indonesian Street Children Organization (ISCO),” jelasnya.
Kiki menambahkan, bagi konsumen yang membawa tempat minum Starbucks saat membeli minuman di gerai mereka akan diberikan diskon hingga 50 persen.
“Diskon itu kami berikan tanggal 22 setiap bulannya,” jelasnya. Kedatangan tim Sturbuck disambut Pempred Batam Pos, Muhammad Iqbal dan Pempred batampos.co.id, Putut Aryotejo.(esa)
batampos.co.id – MW, penjual mie divonis penjara 15 tahun karena kedapatan membawa sabu seberat 419 gram di kotak susu SGM.
Majelis hakim menilai terdakwa telah terbukti melawan hukum karena menyimpan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.
Sebagaimana yang didakwakan kepada terdakwa yaitu melanggar Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Menjatuhkan hukuman pidana penjara 15 tahun terhadap terdakwa,” ujar Hakim Ketua, Jasael membacakan amar putusan, Selasa (19/11/2019).
Tak hanya kurungan badan, terdakwa juga harus membayar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.
Sebelumnya, terdakwa dituntut JPU dengan hukuman penjara 16 tahun denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan.
Anggota Badan Narkotika Nasional Probinsi (BNNP) Kepri melakukan pengetesan barang bukti narkoba jenis sabu yang akan dimusnahkan di Kantor BNNP Kepri beberapa waktu lalu. MW seorang penjual mie aceh divonis hakim 15 tahun penjara karena kedapatan membawa sabu seberat 419 gram yang disembunyikan di kotak susu. F Cecep Mulyana/batampos.co.id
Terhadap vonis tersebut terdakwa menerima namun ditanggapi pikir-pikir oleh JPU Immanuel.
“Hukuman bapak sudah kami kurangi 1 tahun 6 bulan,” kata Jasael.
Diketahui, terdakwa ditangkap petugas Bea dan Cukai yang mencurigai gelagatnya ketika melewati x-Ray di pintu pemeriksaan Bandara Hang Nadim, Batam, pertengahan Juni lalu.
Dari kecurigaan tersebut, Petugas Bea dan cukai kemudian melakukan koordinasi dengan pihak maskapai untuk melakukan x-Ray ulang terhadap barang bawaan terdakwa yang sebelumnya sudah dimasukan ke dalam bagasi.
Benar saja, dalam kardus susu SGM itu berisi 419 gram sabu yang rencananya dibawa ke Jakarta dengan menumpang pesawat Lion Air.
Menurut pengakuan terdakwa, ia nekat mengambil barang haram ini di Batam untuk dibawa Jakarta karena mendapat upah sebesar Rp 7 juta dari pemilik barang bernama Erik yang hingga kini masih menjadi DPO dari pihak kepolisian.(une)
batampos.co.id – Sebanyak 323 twin block rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dibutuhkan di Batam untuk mencukupi kebutuhan hunian bagi warga Batam, khususnya penduduk di rumah liar (ruli).
“Data per 2017 kemarin, ada 40 ribu kepala keluarga (KK) yang tinggal di ruli,” kata Direktur Promosi dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dendi Gustinandar, Selasa (19/11) di Gedung BP Batam.
Untuk membangun 323 twin block membutuhkan lahan seluas 161,5 hektar. Sedangkan estimasi untuk membangun satu twin block itu sekitar Rp 25,5 miliar.
“BP punya lahan, tapi tak punya dana untuk membangunnya,” tambah Dendi.
Di Batam, BP belum memiliki data terbaru jumlah ruli. Data yang ada sekarang masih berpatokan pada data tahun 2016.
Rumah liar tampak padat di Baloi Kolam, Seipanas, Batamcentre yang berdekatan dengan apartemen pencakar langit. di kota Batam saat ini diperkirakan ada 40 ribu Kepala Keluarga (KK) yang menetap di rumah liar. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Adapun 323 twin block itu terdiri dari 269 twin block tipe 21 dan 54 twin block tipe 27. Tapi jumlah kebutuhan ini bisa bertambah sesuai dengan estimasi jumlah tenaga kerja hingga tahun ini.
Tiga tahun lalu, jumlah ruli di Batam diperkirakan mencapai 85.950 unit. Dengan rincian di Baloi Kebun 2.150 unit, Baloi Kolam 8 ribu unit, Batu Batam 200 unit, Kampung Nanas 5 ribu unit, Kampung Air 5 ribu unit dan Seraya Pelita 450 unit.
Kemudian Tangki 1000 3 ribu unit, Tanjunguma 6.500 unit, Batuampar 5 ribu unit, Tanjungsengkuang 1.000 unit, Bengkong 6.500 unit, Simpang Dam 3 ribu unit, Depan Rusun 750 unit, BCK Muka Kuning 200 unit, Piayu 3.500 unit dan Bandara 3 ribu unit,
Serta di Punggur 1.500 unit, Nongsa 2.500 unit, Tanjunguncang 7.500 unit, Tanjungriau 1.000 unit, Kawasan Industri Sekupang 1.800 unit, Kampung Becek 1.200 unit, Lembah Biawak 700 unit, Kampung Karyawan 4.500 unit, Batamcentre 3 ribu unit, Tembesi Batuaji 7 ribu unit dan Kampung Aceh 2 ribu unit.(leo)
batampos.co.id – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Pulau Bulang, Kota Batam, disebabkan tidak adanya pangkalan di kawasan tersebut.
Hal ini disampaikan Kabid Perindustrian dan SDM Disperindag Kota Batam, Januar Arif Kurniawan.
“Persoalan selama ini di sana, belum ada pangkalan. Kami minta supaya ada pangkalan di sana biar mempermudah penyaluran gas,” ujarnya kepada batampos.co.id di Batuaji, Rabu (20/11/2019).
Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Pulau Bulan, Kota Batam ternyata disebabkan tidak adanya pangkalan di area tersebut. Terlihat salah seorang masyarakat membawa gas 3 kilogram dengan menggunakan boat pancung atau pompong. Foto: Dalil Harahap/batampso.co.id
Kata dia, pendistribusian gas 3 kilogram untuk masyarakat Bulang difokuskan di pelabuhan Sagulung dan Pulau Buluh.
Dalam arti masyarakat Pulau Bulang harus menyebrang untuk mendapatkan gas 3 kilogram.
“Ini yang lagi kami usahakan supaya ada pangkalan di sana,” katanya lagi.
Sebelumnya masyarakat Pulau Bulang mengeluhkan kelangkaan gas elpiji tiga kilogram. Mereka menyatakan untuk dapatkan gas, harus nyebrang dan keliling di beberapa area di Kota Batam.
Hal itu dinilai sangat merepotkan karena memakan waktu dan biaya yang cukup besar disebabkan harus membayar sewa pancung.(eja)