Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 10715

Ada 40 Ribu Kepala Keluarga di Batam yang Tinggal di Rumah Liar

0

batampos.co.id – Sebanyak 323 twin block rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dibutuhkan di Batam untuk mencukupi kebutuhan hunian bagi warga Batam, khususnya penduduk di rumah liar (ruli).

“Data per 2017 kemarin, ada 40 ribu kepala keluarga (KK) yang tinggal di ruli,” kata Direktur Promosi dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dendi Gustinandar, Selasa (19/11) di Gedung BP Batam.

Untuk membangun 323 twin block membutuhkan lahan seluas 161,5 hektar. Sedangkan estimasi untuk membangun satu twin block itu sekitar Rp 25,5 miliar.

“BP punya lahan, tapi tak punya dana untuk membangunnya,” tambah Dendi.

Di Batam, BP belum memiliki data terbaru jumlah ruli. Data yang ada sekarang masih berpatokan pada data tahun 2016.

Rumah liar tampak padat di Baloi Kolam, Seipanas, Batamcentre yang berdekatan dengan apartemen pencakar langit. di kota Batam saat ini diperkirakan ada 40 ribu Kepala Keluarga (KK) yang menetap di rumah liar. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Adapun 323 twin block itu terdiri dari 269 twin block tipe 21 dan 54 twin block tipe 27. Tapi jumlah kebutuhan ini bisa bertambah sesuai dengan estimasi jumlah tenaga kerja hingga tahun ini.

Tiga tahun lalu, jumlah ruli di Batam diperkirakan mencapai 85.950 unit. Dengan rincian di Baloi Kebun 2.150 unit, Baloi Kolam 8 ribu unit, Batu Batam 200 unit, Kampung Nanas 5 ribu unit, Kampung Air 5 ribu unit dan Seraya Pelita 450 unit.

Kemudian Tangki 1000 3 ribu unit, Tanjunguma 6.500 unit, Batuampar 5 ribu unit, Tanjungsengkuang 1.000 unit, Bengkong 6.500 unit, Simpang Dam 3 ribu unit, Depan Rusun 750 unit, BCK Muka Kuning 200 unit, Piayu 3.500 unit dan Bandara 3 ribu unit,

Serta di Punggur 1.500 unit, Nongsa 2.500 unit, Tanjunguncang 7.500 unit, Tanjungriau 1.000 unit, Kawasan Industri Sekupang 1.800 unit, Kampung Becek 1.200 unit, Lembah Biawak 700 unit, Kampung Karyawan 4.500 unit, Batamcentre 3 ribu unit, Tembesi Batuaji 7 ribu unit dan Kampung Aceh 2 ribu unit.(leo)

Ternyata Ini Penyebab Langkanya Gas 3 Kilogram di Pulau Bulang

0

batampos.co.id – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Pulau Bulang, Kota Batam, disebabkan tidak adanya pangkalan di kawasan tersebut.

Hal ini disampaikan Kabid Perindustrian dan SDM Disperindag Kota Batam, Januar Arif Kurniawan.

“Persoalan selama ini di sana, belum ada pangkalan. Kami minta supaya ada pangkalan di sana biar mempermudah penyaluran gas,” ujarnya kepada batampos.co.id di Batuaji, Rabu (20/11/2019).

Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Pulau Bulan, Kota Batam ternyata disebabkan tidak adanya pangkalan di area tersebut. Terlihat salah seorang masyarakat membawa gas 3 kilogram dengan menggunakan boat pancung atau pompong. Foto: Dalil Harahap/batampso.co.id

Kata dia, pendistribusian gas 3 kilogram untuk masyarakat Bulang difokuskan di pelabuhan Sagulung dan Pulau Buluh.

Dalam arti masyarakat Pulau Bulang harus menyebrang untuk mendapatkan gas 3 kilogram.

“Ini yang lagi kami usahakan supaya ada pangkalan di sana,” katanya lagi.

Sebelumnya masyarakat Pulau Bulang mengeluhkan kelangkaan gas elpiji tiga kilogram. Mereka menyatakan untuk dapatkan gas, harus nyebrang dan keliling di beberapa area di Kota Batam.

Hal itu dinilai sangat merepotkan karena memakan waktu dan biaya yang cukup besar disebabkan harus membayar sewa pancung.(eja)

Sambangi Batam Pos, Ini yang Disampaikan Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi

0

batampos.co.id – Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) berkunjung ke redaksi Batam Pos, Selasa (19/11/2019).

Kedatangan Stranas PK bertujuan untuk bersilaturahmi dan juga memaparkan mengenai programnya dalam ikut mencegah praktik korupsi.

Tenaga Ahli Stranas PK, Audy Wuisang, mengatakan, secara garis besar, Stranas PK adalah arah kebijakan nasional yang membuat kebijakan yang fokus dalam melaksanakan aksi pencegahan korupsi di Indonesia.

Tiga fokus Stranas PK adalah perizinan dan tata niaga, keuangan negara dan penegakan hukum, dan reformasi birokrasi.

Dalam pelaksanaannya, Stranas PK berkoordinasi dengan tim nasional yang terdiri dari KPK, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian PAN/RB, serta Kantor Staf Presiden.

Tim Stranas dibantu Sekretariat Nasional Pencegahan Korupsi (Setnas PK) yang berkedudukan di KPK.

Audy mengatakan, banyaknya kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan aparat penegak hukum selama ini dinilai tidak efektif dalam memberantas korupsi.

Tenaga ahli Strategi Nasional Pencegahan Pencegahan Korupsi, Audy Wuisang, bersama Tim Stranas PK berdialog dengan Pemimpin Redaksi Batam Pos, Muhammad Iqbal, saat kunjungan ke Kantor Batam Pos, Selasa (19/11/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Karena itu jadi bukti bahwa upaya pencegahan tak berhasil,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Tim Teknis Stranas PK, Bimo Wijayanto, mengatakan, saat ini pemerintah tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) yang akan memperkuat Stranas PK.

“Presiden inginkan selesaikan masalah korupsi sejak awal. Caranya dimulai dari Stranas perbaiki sistem pengadaan barang dan jasa,” jelasnya.

Pengadaan barang dan jasa di pemerintah daerah dan lelang-lelangnya memang rawan tindak pidana korupsi.

Stranas sudah membenahi sistem pengadaan barang dan jasa di lima provinsi dengan menerapkan sistem e-katalog sektoral.

“Jadi, e-katalog ini semacam marketplace. Di sini masyarakat sipil dan UMKM bisa jual barang dan jasanya sehingga bisa dilihat pemerintah daerah,” katanya.

Melalui e-katalog, proses pengadaan menjadi lebih cepat, transparan dan lebih aman dari potensi terjadinya kecurangan.

Barang-barang yang dibutuhkan bisa dipenuhi secara tepat waktu dan tepat mutu.

“Fokus 2020 ini menutup semua celah korupsi. Perizinan semakin mudah, tidak ada lagi jual beli jabatan, dan clear pengadaan barang dan jasa,” tegasnya.

Kedatangan rombongan Tim Stranas PK kemarin disambut Pemimpin Redaksi (Pemred) Batam Pos, Muhammad Iqbal.

Selain untuk sosialisasi, kunjungan kemarin juga menjadi ajang diskusi santai antara Pemred Batam Pos dengan Tim Stranas PK.(leo)

DPR Pantau Rekrutmen CPNS

0

batampos.co.id – Rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) mulai bergulir. DPR siap melakukan pengawasan agar proses tersebut berjalan sesuai prosedur.

Fungsi pengawasan parlemen akan diterapkan dengan membentuk panitia kerja (panja).
Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia, mengatakan, pihaknya sepakat membentuk Panja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Itu sesuai dengan permintaan anggota saat menggelar rapat bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo, Senin (18/11/2019).

Panja ASN tersebut akan mengawasi jalannya proses seleksi CPNS dan membenahi persoalan pegawai honorer.

“Masalah ini dari dulu tidak selesai-selesai. Itulah mengapa DPR berinisiatif membentuk Panja ASN,” kata Ahmad Doli Kurnia kepada Jawa Pos (grup Batam Pos), Selasa (19/11/2019).

Menurutnya, ada beberapa hal yang urgen untuk diawasi dalam proses penerimaan CPNS. Salah satu yang menjadi sorotan adalah ASN yang tidak sesuai dengan kompetensi lulusan.

Disampaikan, lebih dari 37 persen ASN saat ini tidak memiliki kualifikasi yang sesuai dengan bidang tugasnya. Itu berdampak pada profesionalitas kinerja birokrasi.

“Pegawai yang tidak sesuai kompetensi ini berawal dari proses rekrutmen yang baik dan transparan,” papar Doli.

Para peserta tes CPNS saat melakukan daftar ulang jelang Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di kantor UPT BKN Kepri di kantor Bersama Pemko Batam, akhir tahun lalu. DPR membentuk Panja perekrutan CPNS 2019. Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

Wakil Ketua Komisi II Arif Wibowo menambahkan Panja ASN mulai akan terbentuk pekan depan. Panja terdiri dari sekitar 20-25 anggota komisi II.

Itu merepresentasikan semua fraksi di komisi tersebut. Arif menyampaikan, dalam lingkup kerjanya nanti, panja tidak hanya fokus mempelototi proses rekrutmen CPNS.

Namun juga akan membahas persoalan tenaga honorer. Sebab berdasar Undang-Undang Nomor 5/2014 tentang ASN, tenaga honorer tidak masuk dalam kategori ASN.

Namun pegawai hanya terdiri dari PNS dan pegawai kategori dua (K2). Yaitu mereka yang memulai pengabdian setelah tahun 2005.

“Lalu kalau bukan pegawai, honorer ini masuk kategori apa ,” cetus Arif.

Politisi PDIP itu mengatakan hal itu terbilang janggal. Sebab tenaga honorer juga digaji dari APBN dan APBD.

Padahal jumlah tenaga honorer saat ini lebih dari 400 ribu orang di berbagai tempat. Baik di pemerintah pusat maupun di daerah.

“Persoalan ini harus diselesaikan. Agar tidak terjadi kerancuan,” tegasnya.

Menanggapi soal pembentukan panja ASN, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana tidak ambil pusing.

Pihaknya mempersilahkan parlemen untuk membentuk panja.

“Itu kan kewenangan DPR RI,” terang Bima.

Karena, itu wewenang mereka sebagai lembaga legislatif untuk mengawasi. Di bagian lain, MenPAN-RB, Tjahjo Kumolo dipanggil Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (19/11/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Tjahjo mengaku mendengarkan sejumlah instruksi, termasuk terkait rekruitmen CPNS yang prosesnya tengah berjalan.

“Intinya, perbaikan rekrutmen CPNS, sekarang dalam proses,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menuturkan, sejumlah upaya untuk memperbaiki sistem CPNS sudah dilakukan tahun ini.

Misalnya dengan melibatkan berbagai lembaga dalam proses rekruitmen.(mar/han/far/jpg)

Disperindag: Gas Elpiji 3 Kilogram Aman Hingga Akhir Tahun

0
Disperindag dan Pertamina melakukan operasi pasar gas elpiji 3 Kilogram di Batuaji. Disperindag menyatakan stok gas 3 kilogram aman hingga akhir tahun. Foto: Eja/batampos.co.id

batampos.co.id – Isu kelangkaan gas elpiji tiga kilogram kembali ditepis oleh Pertamina, Agen dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam. Bahkan Disperindag menyatakan jika stok gas elpiji 3 kilogram aman hingga natal dan tahun baru.

Saat menyalurkan gas bersubsidi tersebut melalui kegiatan operasi pasar gas melon di Batuaji, Rabu (20/11/2019), Pertamina dan Disperindag sama-sama mengklaim penyaluran gas sepanjang tahun sesuai dengan kuota yang ada.

“Kuota tahun ini lebih banyak dari tahun lalu,” ujar Kabid Perindustrian dan SDM Disperindag Batam Januar Arif Kurniawan di lokasi operasi pasar gas elpiji di Batuaji.

Lebihnya katad ia, sekitar 400 ribu tabung dan sampai Oktober sudah sekitar 9,9 juta tabung yang tersalurkan dari total kuota sepanjang tahun 11,6 juta tabung.

Kata dia, kuota sepanjang tahun ini merupakan jumlah yang sesuai dengan data jumlah penduduk yang ada.

 

Jika ada isu kelangkaan, persoalan bisa saja terjadi pada pangkalan ke bawah yang mana penyaluran tidak tepat sasaran. Seperti lebih fokus suplai ke pedagang eceran ataupun indikasi permainan lainnya.

“Kalau kuota tetap sesuai dengan verifikasi data kependudukan yang ada,” jelasnya.

“Serta adanya panic buying sehingga warga yang biasa beli satu jadi nyetok dua sampai tiga tabung sehingga pasokan gas di pangkalan cepat habis dan terkesan langka,” ujar Januar.

Melalui operasi pasar yang melibatkan pihak agen, Disperindag ataupun Pertamina menyakinkan warga bahwa pasokan gas masih aman hingga akhir tahun nanti.

“Untuk Natal dan Tahun Baru juga sudah tersedia dengan baik jadi tak perlu panik lagi,” imbaunya.

Jika masyarakat menemui kendala di lapangan, seperti ada indikasi permainan dari pihak pangkalan agar melapor ke Pertamina, Agen ataupun Disperindag langsung dengan bukti yang kuat.

“Tim pengawasan juga masih terus mengawasi, tapi jika masyarakat melihat atau mengetahui adanya kesalahan dalam penyaluran boleh melapor dengan bukti yang kuat. Kami akan tindak tegas bagi pangkalan tersebut,” tegasnya.(eja)

Lihat, Ini Kamar Pasien Mewah di Rumah Sakit Gleneagles Medini di Malaysia

0

batampos.co.id – Rumah Sakit Swasta Gleneagles Medini di Johor Bahru meluncurkan ruang rawat inap untuk pasien dengan fasilitas super mewah.

Peluncuran ini bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke empat rumah sakit tersebut, Rabu (20/11/2019) sekitar puku 10.00 waktu setempat.

Ada tiga tipe kamar pasien yang diluncurkan tersebut. Yakni single deluxe, junior suite, dan president suites.

“Harga ruangan mulai 250 ringgit hingga 990 ringgit per hari,” ujar CEO Gleneagles Medini Iskandar, Jean Francois Naa, kepada Batam Pos di sela-sela acara berlangsung.

Kamar pasien mewah di RS Gleneagles Medini di Johor Bahru, Malaysia. Foto: Chahaya/batampos.co.id

Masing-masing kamar pasien lanjutnya, dilengkapi aneka furniture mewah, kitchen set, sofa untuk keluarga, meja santai dengan view langsung kota terpadu Iskandar Puteri. Ruangan mewah ini seluruhnya berada di lantai 6 rumah sakit.

“Mengenai pelayanan, kami selalu meningkatkannya dengan maksimal. Urusan pasien, servis ruangan, dokter, dan semua,” katanya.

“Kami di ulang tahun ke-4 ini much bigger and better. Ini menjadi komitmen kami untuk menghadirkan yang terbaik sebagai leading rumah sakit swasta di kawasan Johor Bahru dan sekitarnya,” jelas Francois lagi.

Kitchen set di kamar mewah yang di sediakan di Gleneagles Medini di Johor Bahru, Malaysia. Foto: Chahaya/batampos.co.id

Peluncuran ini dihadiri langsung CEO Iskandar Regional Development Authoriry (IRDA), Datuk Ismail bin Ibrahim, dokter Mhd Roslan dari Onkologi, dan dokter Devaraj dari konsultan neuro and spine surgery serta para tamu undangan.

“Rumah sakit Gleneages ini menjadi satu dari 12 rumah sakit swasta yang menjadi penopang pemerintah untuk mendapatkan devisa bagi negara dan juga sokongan yang serius bagi pengembangan medical tourism,” ujar Ismail.(cha)

SMAN 15 Batam Lahirkan Wirausahawan Muda Kreatif 

0

batampos.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan kepercayaan kepada SMAN 15 Batam sebagai sekolah kewirausahaan di Kota Batam.

Siswa/i SMAN 15 Batam dibimbing langsung oleh Al-Ahmadi Enterpreneurship Center (AEC), Selasa (19/11/2019).

AEC merupakan pusat pelatihan dan jaringan bisnis terutama dalam pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan bidang konsultan pemasaran atau marketing.

Kepala SMAN 15 Batam, Syarifah Silvia Andriani, sangat bangga kepada siswa/i yang telah menuangkan ide-ide kreatifnya dalam berwirausaha.

“SMAN 15 Batam merupakan satu-satunya sekolah di Kota Batam yang ditunjuk untuk menjalani program kewirausahaan ini dan untuk tingkat Provinsi Kepri hanya ada dua sekolah saja,” ujarnya.

Ia berharap, program kewirausahaan ini dapat membantu para siswa/i yang terkendala melanjutkan ke perguruan tinggi.

Siswa-siswi SMKN 15 Batam berfoto bersama Direktur Eksekutif AEC, Lisya Anggraini. (duduk pakai batik). Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

“Dengan adanya program ini, semoga mereka punya bekal berwirausaha setelah lulus sekolah, karena tidak semua mendapatkan kesempatan untuk kuliah,” ujarnya.

Ketua Pengelola Program, Novia Sri Yanti, mengungkapkan, sebelumnya hasil produk siswa/i masih sebatas ide saja, lalu AEC yang membantu membimbing mereka.

“SMAN 15 Batam bekerja sama dengan AEC untuk membimbing anak-anak dalam mewujudkan produk dalam bentuk nyata,” ujarnya.

Akhirnya Novia membentuk beberapa kelompok yang terdiri dari siswa/i yang ingin belajar bisnis dari nol.

Berbagai jenis bisnis pun diciptakan dengan sejumlah kategori industri, seperti kuliner, jasa dan craft.

“Produk yang dihasilkan umumnya kuliner, tapi juga ada kelompok dalam bidang jasa,” jelasnya.

“Misalnya layanan jasa tambal ban berbasis online dan layanan jasa tukang bangunan berbasis online,” paparnya lagi.

Kelompok layanan jasa tambal ban berbasis online ini diberi nama Inform Go yang terdiri dari 5 orang siswa kelas XII jurusan IPA.

Aplikasi Yo Kang dan Inform Go kreasi siswa/siswi SMAN 15 Kota Batam.

Yaitu Julian Dwi Putra sebagai ketua, Ahsani Taqwim sebagai sekretaris, Akbar Maulana sebagai marketing, Derryl Reflando sebagai bendahara, dan Laredo Boy Ginting sebagai humas

Julian Dwi Putra, ketua kelompok layanan jasa tambal ban, mengatakan, alasan membuat layanan jasa ini karena melihat banyaknya ban motor atau mobil pengendara yang bocor di jalan dan mereka sulit menemukan tukang tambal ban terdekat.

“Kami ingin membantu dan menyelamatkan para pengendara yang sedang bocor ban di jalan,” ujarnya.

“Kami juga melayani jasa ganti ban, tambah angin ban, dan isi bensin,” sambungnya.

Sedangkan kelompok layanan jasa tukang bangunan berbasis online diberi nama Yo’ Kang. Aplikasi itu dibuat oleh 5 orang siswa/i kelas XII jurusan IPS.

Yaitu Muhammad Laden Ritonga sebagai ketua, Purnama Ardian sebagai humas, Alyssa Rebecca sebagai sekretaris, Ronaldi Thomas sebagai bendahara, dan Amelia Ribka sebagai marketing.

“Ide kami muncul ketika kami melihat banyaknya orang yang sulit mencari tukang bangunan yang amanah dan berpengalaman,” katanya.

“Sehingga kami menawarkan jasa pelayanan tukang bangunan yang terbaik, termudah, dan terpercaya,” ujar Laden lagi.

Direktur Eksekutif AEC, Lisya Anggraini, mengatakan, produk yang dibuat para siswa SMAN 15 Batam sama sekali tidak meniru karya orang lain dan murni ide mereka sendiri.

Lisya berharap agar mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan produk yang mereka buat dapat bermanfaat untuk masyarakat luas.(nto)

DPRD Batam Minta Konflik Taksi Online Berakhir

0

batampos.co.id – Kisruh antara taksi online dan konvensional acap kali berujung ricuh. Kisruh ini tak hanya membuat Batam menjadi tidak kondusif, melainkan juga menjegal Batam sebagai kota pariwisata.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam, Rohaizat, mengatakan, sebenarnya Pemerintah Kota Batam sudah jelas menetapkan titik-titik yang diperbolehkan untuk transportasi online.

Seharusnya semua pihak bisa komitmen menjalankan sesuai aturan, sehingga ke depan tidak ada lagi benturan dan kisruh di lapangan.

”Titiknya kan sudah jelas. Kenapa masih ada kisruh, tentu masih ada pihak yang tidak atau melanggar komitmen yang sama-sama telah disepakati,” katanya, Selasa (19/11).

Kalau pun terjadi pelanggaran di lapangan, Rohaizat berharap semua pihak jangan terpancing sehingga menimbulkan polemik.

”Tentu ini sangat merugikan kita semua. Bila Batam tak kondusif, lama-lama orang akan takut datang ke Batam. Kota ini milik kita bersama yang harus kita jaga bersama,” tuturnya.

Terkait masih seringnya kisruh dan bentrok di lapangan, Rohaizat menilai masih kurangnya sosialisasi dari dinas terkait. ”Titiknya kan sudah jelas, Dinas Perhubungan harus gencar sosialisasi. Kalau perlu gandeng pihak kepolisian,” bebernya.

Begitu juga dengan pihak pengelola baik itu tranpostasi online maupun pangkalan harus sama-sama membantu sosialisasi aturan tersebut kepada anggotanya. ”Bantu Pemerintah demi Batam yang aman dan kondusif,” pungkasnya.

foto: cecep mulyana / batampos

Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri segera mengeluarkan izin dan legalitas operasional transportasi online. Kadishub Batam, Rustam Efendi, menegaskan, izin serta legalitas ini sangat penting, khususnya dalam menyelesaikan gesekan-gesekan yang kerap terjadi di lapangan.

”Karena dampaknya ada di Kota Batam. Kalau lah ini tak cepat diatasi, izin tak juga dikeluarkan kita khawatir hal ini berdampak pada keamanan di Batam,” kata Rustam.

Diakuinya, terkait izin dan regulasi taksi online ini sepenuhnya menjadi wewenang Pemprov. Sementara di daerah sifatnya hanya membantu, karena berada lang-sung di wilayah mereka. ”Makanya saya minta ke pemprov dan Plt gubernur selesaikanlah secepatnya karena aturan serta kewenangan itu sepenuhnya ada di gubernur bukan di kita (Dishub Batam),” ungkap Rustam.

Ia menegaskan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 tentang angkutan barang dan orang menggunakan angkutan umum tidak dalam trayek kemudian diubah ke Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 kemudian diubah Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 dan terakhir Permenhub Nomor 118 Tahun 2018 tentang sewa khusus menegaskan kewenangan taksi online berada di gubernur atau pemerintah provinsi.

”Dari tahun 2016 sampai sekarang kewenangannya semuanya berada di gubernur tidak berada di wilayah daerah. Ini yang sama-sama perlu kita pahami,” tegas Rustam.

Sebab banyak sekali, tambah dia, orang yang menganggap jika kewenangan tersebut berada di daerah atau kota Batam.

”Bukan kita tak mau tanggung jawab. Tapi kewenangan dari regulasi itu bukan berada di kita. Hari ini saya perintahkan anggota saya turun ke lapangan untuk menindak (taksi online). Padahal itu tidak sesuai aturan,” beber dia.

Hanya saja karena wilayahnya ada di Batam, sehingga disbub membantu menjaga agar tidak terjadi benturan dan gesekan di lapangan. Berbagai pertemuan dan rapat kordinasi telah dilakukan bahkan sejak tahun 2016 namun aturan dan regulasi tak pernah dikeluarkan.

”Terakhir dua bulan yang lalu ditetapkan namanya kearifan lokal supaya Batam tetap aman diatur lah red zone bagi taksi online. Sementara gesejan-gesekan itu tetap terjadi,” sesalnya.

Rustam mengakui, gesekan dan gejolak antara taksi pangkalan dan taksi online ini hampir setiap hari terjadi di lapangan. Gesekan ini terjadi karena belum adanya aturan yang jelas mengenai keberadaan taksi online.

”Ada taksi online operasi gak sesuai kesepakatan red zone tadi. Sementara disisi lain tidak ada juga aturan dan hak taksi pangkalan menangkap atau menahan taksi online. Artinya izin dan legalitas dari provinsi ini sangat penting di dalam menyelesaikan masalah ini,” timpalnya.(rng)

Ada Festival Kopi, Kuliner dan Produk Kreatif di HUT ke-190 Kota Batam

0

batampos.co.id – Kota Batam segera berulang tahun yang ke-190, Desember mendatang. Banyak acara yang tengah dipersiapkan, salah satunya pameran International Batam Expo 2019 yang akan digelar di Dataran Engku Putri Batam Center, 11-15 Desember nanti.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, International Batam Expo 2019 menjadi momentum spesial dimana banyak potensi pariwisata unggulan yang akan hadir di sana.

“Komposisinya lengkap tentang pariwisata Batam, mulai dari budaya, produk kreatif, kuliner, hingga aktivitas bisnis yang menjanjikan,” ujar Ardi, Selasa (19/11/2019).

Ia menjelaskan, berbagai pameran maupun kegiatan atraktif yang digelar, merupakan salah satu upaya untuk memajukan iklim pariwisata di Kota Batam.

Diharapkan imbasnya, dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di kota ini. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Batam berada di angka 4,72 persen.

Naik 0,22 persen dari 2018 yang berada di angka 4,5 persen. Sementara, di 2017 perekonomian Batam sempat terpuruk di kisaran 2,19 persen.

“Membaiknya kinerja ekonomi seiring pertumbuhan signifikan sektor pariwisata yang diikuti arus investasi,” katanya.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menuangkan kopi didampingi Danrem 033 Wira Pratama Brigjen Gabriel Lema dan Surya Makmur Nasution saat meresmikan Begawan Kupie di Ruko Royal Sincom Batam Centre, Sabtu (12/10/2019) lalu. Pada HUT 190 Kota Batam akan diadakan festival kopi di Alun-alun Engku Putri, Batam Centre pada 11 hingga 15 Desember 2019 mendatang. Foto: Istimewa

“Silahkan berinvestasi di Batam, karena pariwisata tumbuh pesat di sini,” ucapnya lagi.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar menambahkan, Batam memiliki potensi untuk menjadi destinasi terbaik berlibur dan berinvestasi.

“Momentum tersebut nantinya terbuka lebar di International Batam Expo 2019,” sebut Buralimar.

Menurutnya, International Batam Expo selalu menarik. Siapapun bisa berlibur sekaligus menjalin relasi bisnis.

“Posisi Batam sekarang dan ke depannya sangat menjanjikan,” tuturnya.

Pergerakan wisatawannya kata dia, sangat kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.

“Pertumbuhan wisatawan yang kompetitif memberikan dampak positif yang besar,” paparnya lagi.

Lebih lanjut ia memaparkan, sepanjang 2019, pergerakan wisatawan mancanegara (wisman) sangat positif di Batam.

Dari rentang Januari-Juli 2019, pergerakan wisman tumbuh 4,06 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah riil arus wisman sekitar 1,086 Juta orang.

“Denyut bisnis menjanjikan dimiliki Batam saat ini,” sambung Buralimar.

Sebagai gambaran, kegiatan berkonsep spot lobi bisnis dan liburan yakni International Batam Expo 2019, memiliki konten Festival Coffee & Food juga pameran produk UKM yang menarik.

Ada banyak varian kopi yang bisa dinikmati, hampir dari seluruh produk kopi nusantara. Begitu halnya kulinernya yang khas.

Seperti, Mi Lendir, Mi Sagu, Gonggong, Sop Ikan Batam, Luti Gendang, juga Bingka Bakar akan hadir meramaikan.

Untuk dijadikan buah tangan, di antaranya ada produk UKM dari Coklat Rocklate, Kek Pisang Villa, Layers Batam Lamoist, Kue Batang Buruk Q-Ko Snack, Brownis Lava, hingga Teh Bunga Rosella. Ada juga Keripik Kari Fartiana hingga Kaus T-Obenk.(nji)

Perusahaan Anda Tidak Bayarkan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Begini Cara Melaporkannnya

0

batampos.co.id – Perusahaan yang tidak membayarkan BPJS Kesehatan dan Ketenakerjaan para karyawannya akan mendapatkan sanksi.

Tidak hanya itu perusahaan tersebut juga akan mendapatkan pengawasan ekstra dari Dinas Tenaga Kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti, menjelaskan, setiap perusahaan wajib membayarkan iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan karyawannya.

Perusahaan kata dia, bisa kena sanksi jika mengabaikan dua hal wajib tersebut.

”Perusahaan wajib membayar, tak ada alasan apapun, karena itu memang kewajiban mereka,” jelas Rudi.

Kata Rudi, cara melapor permasalahan tersebut dengan membawa bukti slip gaji dan membuat aduan ke pengawas.

Ilustrasi BPJS Ketenagakerjaan. Foto: JawaPos.com

Permasalahan itu lanjutnya akan ditindaklanjuti pengawas dengan memanggil perusahaan bersangkutan.

”Perusahaan itu disuruh membayar kewajiban. Kalau sanksi kemungkinan ada, tergantung dari penilaian pengawas,” papar Rudi.

Sementara itu, Humas BPJS Ketenagakerjaan Batam-Nagoya, Ade, mengatakan,  pihaknya memang tidak bisa melakukan pengaktifan untuk tenaga kerja tersebut.

Dikarenakan, masih ada kewajiban dari hak tenaga kerja yang harus dibayarkan oleh perusahaan yang sebagiannya telah dilakukan pemotongan iuran dari upah tenaga kerja.

”Perusahaan ini menunggak pembayaran sudah sejak beberapa bulan lalu, dan kami terus melakukan upaya agar perusahaan segera membayarkan hak-hak tenaga kerjanya ke BPJS Ketenagkerjaan,” ujarnya.(she)