Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10769

Bripka Ralon Manurung Membangun SD Harapan di Pedalaman Riau

0

Berangkat ke sekolah, bagi anak Dusun Sialang Harapan, Kampar, Riau harus bertaruh nyawa. Hewan buas hingga medan yang sulit mengancam. Bripka Ralon membantu pembangunan SD Marjinal supaya siswa tak perlu menempuh perjalanan berbahaya sepanjang 6 km.

Bukan perkara mudah menuju Sekolah Dasar (SD) Marjinal, Dusun Sialang Harapan, Kampar Kiri Hilir, Kampar, Riau. Jalur ekstrem perbukitan dengan jalan tanah lumpur mengadang.

Akses menuju desa itu sebagian besar masih berupa tanah. Beberapa titik mulai dibangun dengan semen.

Namun, panjangnya hanya beberapa ratus meter. Kebun sawit terhampar sepanjang mata memandang.

Barulah terlihat hutan belantara ketika hampir sampai di Dusun Sialang Harapan. Tepat sebelum masuk ke dusun itulah SD Marjinal berada.

Jaraknya dari dusun sekitar 300 meter. Bangunannya belum selesai. Masih terlihat tembok bata tanpa polesan. Tak ada jendela. Begitu pula daun pintu.

Saat wartawan koran ini tiba di sekolah itu Selasa (17/12) siang, kegiatan belajar-mengajar hampir selesai.

Sebanyak 14 siswa belajar di sekolah itu. Mereka tampak bersemangat meski kondisi sekolah belum maksimal. Mengingat kondisi sebelumnya sekolah itu jauh lebih menye-dihkan.

Saat belum dibangun Bripka Ralon Manurung, sekolah itu hanya terbuat dari dinding kayu dan bambu beratap terpal.

Sawirman, kepala sekolah, menceritakan, sebelum 2006, anak di Dusun Sialang Harapan harus bersekolah ke SD 010 Batu Sasak.

Jaraknya sekitar enam kilometer dari dusun. Namun, dengan jalan tanah lumpur, kontur perbukitan sungguh tak aman bagi siswa.

“Apalagi, di sini banyak hewan buas,” tuturnya.

Bripka Ralon Manurung bersama murid-murid SD Marjinal di Dusun Sialang Harapan, Kampar, Riau. Foto: Ilham Dwi Wancoko/Jawa Pos

Para orangtua selalu dilanda kekhawatiran setiap anak mereka berangkat ke sekolah. Hingga pada 2006, mereka membangun sekolah darurat.

“Kekhawatiran itu wajar. Sering ada warga diserang hewan buas. Terakhir, warga bernama Anis diserang beruang. Kini dia memakai kursi roda,” ungkapnya.

Siswa SD 010 Batu Sasak, Yanda, 11, mengaku kerap melihat hewan buas saat berangkat dan pulang sekolah.

“Saya sering melihat ular. Besarnya segede tangan orang dewasa. Bahkan, ada yang sebesar paha,” ujarnya.

Yanda bersekolah di SD Marjinal mulai kelas I hingga kelas IV. Sekarang karena telah kelas V, dia bersekolah di SD 010 Batu Sasak.

Sebab, di SD Marjinal, hanya ada dua guru. Satu guru mengajar kelas I dan II. Seorang guru lagi mengajar kelas III dan IV.

Masuk kelas V, siswa dipindah ke Batu Sasak. Mereka dianggap sudah lumayan mampu menghadapi medan.

Untuk ke SD 010 Batu Sasak, siswa juga harus melewati Sungai Lipai yang saat musim hujan langganan banjir.

“Jembatan sedang proses pembangunan,” kata Sawirman.

Arosel, 37, guru SD 010 Batu Sasak, mengakui bahwa siswa dari Dusun Sialang Harapan beberapa kali tampak kelelahan dan lapar saat tiba di sekolah.

Mereka kehabisan tenaga setelah harus berjalan kaki sekitar satu jam.

“Coba saja jalan di sini, berat sekali,” ungkapnya.

Kami mencoba berjalan di sekeliling dusun. Memang payah. Kontur yang naik turun dengan permukaan tanah yang licin sungguh menyulitkan.

Peluh bercucuran walau hanya berjalan beberapa ratus meter. Sudut elevasi jalan bisa mencapai 70 derajat.

Arosel menyatakan, selain jalan yang belum dibangun, sinyal handphone dan listrik juga belum ada.

Berada di dusun itu bagaikan sedang terlempar dari peradaban. Seiring berjalannya waktu, kondisi SD Marjinal makin parah.

Bangunan sekolah harus segera diperbaiki. Kalau tidak, kasihan seluruh siswa jika harus kembali ke SD 010 Batu Sasak.

Bripka Ralon membangun asa baru untuk warga. Dia tidak tinggal di dusun tersebut. Bukan pula bhabinkamtibmas daerah itu.

Ralon adalah anggota Dirlantas Polda Riau. Menetap di Pekanbaru, sekitar 120 km dari wilayah yang warganya kini menganggapnya sebagai pahlawan.

Ralon bercerita, pada November 2017 saat dirinya bertugas di kantor Dirlantas Polda Riau, terdapat sekelompok orang yang meminta sumbangan untuk sekolah itu.

“Yang membuat saya tergerak itu, mereka membawa spanduk besar dengan foto gambar sekolah dan ada tulisan: “Pak Jokowi kami butuh ruang kelas,” jelasnya.

Ralon memberikan uangnya sebagai sumbangan. Keesokannya, dia bertemu lagi dengan orang yang meminta sumbangan itu di rumahnya.

“Ternyata, salah seorangnya teman kampus istri saya. Namanya Febri,” ujar suami Maria Farida Naibaho tersebut.

Saat itulah Ralon menyadari bahwa dirinya harus melakukan sesuatu yang lebih. Dia mendatangi sekolah beratap terpal tersebut.

Dia teringat sekolahnya saat SD 30 tahun lalu. Serupa. Berbagai cerita kesengsaraan warga membuat Ralon bersusah payah menahan air mata sedih.

“Saat itulah saya berjanji membantu sekuat tenaga membangun SD ini,” tutur ayah dua putri tersebut.

Ralon mengambil tabungannya belasan juta rupiah untuk perbaikan sekolah tersebut. Namun, belum cukup.

Dia dan istri juga menjual perhiasan untuk menutup kekurangan pembangunan. Ralon bilang dirinya bukan orang kaya. Tetapi, kesempatan membantu tidak datang dua kali.

“Pembangunan dimulai akhir 2017. Saya tetap sering ke dusun ini untuk memantau dan bahkan ikut mengajar,” paparnya.

Upaya Ralon didengar Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi. Kapolda pun turun membantu pembangunan sekolah tersebut.

Irjen Agung dan Bripka Ralon bersama meresmikan sekolah tersebut beberapa waktu lalu. Agung juga memiliki ide pengawasan untuk dana BOS bagi sekolah marginal di seluruh Riau.

Seluruh anggota Polres Riau dikerahkan untuk mendata jumlah sekolah marginal semacam itu dan memastikan dana BOS digunakan dengan tepat.

“Kebijakan itu, yang saya dengar, Kapolda ingin membantu agar sekolah marginal di seluruh Riau benar-benar mendapatkan haknya,” kata Ralon.

Berkat aksi Ralon itu, SD Marjinal kini juga dikenal sebagai SD Harapan. Selain karena memang terletak di Dusun Sialang Harapan, SD itu memberikan harapan bagi siswa untuk tak perlu bersekolah jauh-jauh.(*/c5/ayi/jpg)

Diprotes Ruko Pembuatan Alat Kapal Ditutup

0

batampos.co.id – Aktivitas pembuatan alat kapal khususnya untuk alat instalasi kelistrikan kapal di salah satu ruko di komplek pasar Fanindo dihentikan sementara waktu.

Penghentian ini menyusul adanya protes dari masyarakat sekitar sebab aktivitasnya mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Dari kelurahan suruh berhenti karena diprotes warga,” ujar pria paruh baya pemilik Ruko yang enggan namanya ditulis, Jumat (20/12/2019).

Sebelum diinstruksikan berhenti, masyarakat sekitar merasa sangat terganggu dengan aktifitas Ruko yang berada persis di samping pemukiman warga itu.

Ilsutrasi

Aktivitas pembuatan alat instalasi kelistrikan kapal dengan mesin, menyebabkan lingkungan udara di pemukiman warga tercemar. Selain itu, suara bising mesin produksi juga mengganggu kenyamanan warga.

Warga kemudian mendatangi kantor Kelurahan Tanjunguncang dan mendesak pihak kelurahan segera mengambil tindakan.

“Tadi warga datang ke kantor minta ditindaklanjuti. Sementara dihentikan karena permintaan warga,” ujar Lurah Tanjunguncang, Anwaruddin.

“Pemilik ruko disarankan untuk jumpai lagi dengan warga untuk solusi terbaiknya. Jika warga kembali mengizinkan ya boleh dibuka lagi. Kalau tak ya tak boleh,” ujarnya lagi.(eja)

Melintas di Jalan Berlubang, Pemotor Tewas 

0

batampos.co.id – Seorang pengendara becak motor (bentor) meninggal dunia karena terjatuh setelah ban kendaraannya terjerembab ke dalam lubang di Jalan Jenderal Sudirman, Batam Kota, tepat di depan Kongkow Golf Driving Range.

Kasatlantas Polresta Barelang, AKP Muchlis Nadjar, mengatakan, kejadian bermula pada pukul 23.00 WIB.

Saat itu korban mengendarai becak motor tanpa Nomor Polisi (Nopol) datang dari arah Perumahan Anggrek Mas menuju arah SPBU Plamo Garden, melewati jalan Jenderal Sudirman.

“Setibanya di depan Kongkow, akibat masuk lubang yang berada di jalan tersebut, becak motornya pun lepas kendali sehingga terbalik dan kepala korban terbentur ke aspal,” jelasnya.

Baca Juga: Melintas di Jalan Rusak, Ibu Hamil Keguguran

Saat itu kata dia, korban tidak mengenakan helm. Akibat kecelakaan tersebut, pengendara bentor tersebut mengalami cidera di kepala dan lecet di dahi kanan. Selain hidung dan teliga korban juga mengeluarkan darah.

Ilustrasi

“Korban dilarikan ke Rumah Sakit Elisabth Baloi, korban tewas di Rumah Sakit tersebut,” ujar Muchlis.

Sedangkan Becak Motor tersebut mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan kerugian materil, diperkirakan sampai jutaan rupiah.

Baca Juga: Ngeri, Ini Komentar Para Pengendara yang Melintas di Jalan Bukit Daeng

Muchlis mengimbau masyarakat Batam agar selalu mentaati tata tertib berlalu lintas, dan selalu memastikan kendaraan masing-masing juga memenuhi segala ketentuan yang ada, termasuk kelengkapan dokumen.

Ia menambahkan, pengendara motor harus selalu menggunakan helm SNI. Bahkan untuk tujuan jarak dekat sekalipun.

Demi keselamatan pribadi dan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan di jalan raya.(mib)

Dituntut 8 Tahun Penjara, Bandar Narkoba: Saya Meminta Keringanan Hukuman

0

batampos.co.id – Terdakwa perkara narkoba, HJ, mengaku menyesali segala perbuatannya yang telah menyalahgunakan narkoba.

Bandar narkoba ini meminta keringanan hukuman setelah dituntut penjara 8 tahun dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, kemarin.

Pria yang tinggal di kosan Ruko Kompleks Wijaya, Seiharapan, Sekupang ini, didakwa memiliki 21 bungkus sabu siap edar dengan total seberat 9,37 gram.

”Saya mengaku bersalah yang mulia, saya menyesal dan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, saya meminta keringanan hukuman,” ujarnya.

Usai mendengarkan nota pembelaan, nasib HJ akan ditentukan dalam sidang selanjutnya dengan agenda putusan atau vonis.

Apakah HJ akan mendekam di penjara 8 tahun atau tuntutan itu akan diturunkan oleh majelis hakim.

Terdakwa kasus sabu, HJ usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam, kemarin. Foto: Eggi Idriansyah/batampos.co.id

Sementara dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti, terdakwa diamankan petugas Ditresnarkoba Polda Kepri setelah memperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada seseorang yang mengedarkan narkotika jenis sabu yang bernama Acil di kosan Ruko Kompleks Wijaya, Seiharapan, Sekupang.

Dari informasi itu, anggota Ditresnarkoba Polda Kepri mendalami informasi tersebut dan diketahui HJ sedang berada di kosan dan kemudian dilakukan penangkapan.

Setelah diamankan, petugas melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti satu buah botol permen karet berisi 18 bungkus sabu seberat 7,70 gram dan 3 bungkus sabu seberat 1,67 gram.

Atas perbuatannya itu, terdakwa dituntut bersalah karena tidak memiliki izin dari Menteri Kesehatan atau pejabat yang berwenang sebagai orang yang berhak memiliki dan mengedarkan Narkotika Golongan I bukan tanaman jenis sabu.

”Menuntut terdak-wa bersalah dengan hukuman penjara 8 tahun dan membayar denda Rp 1 miliar,” ujar jaksa.(gie)

Terobos Lampu Merah, Angkot Tabrak Pemotor di Batuaji

0

batampos.co.id  – Seorang pemotor sekarat setelah ditabrak angkot jenis Bimbar yang menerobos lampu pengatur lalulintas di simpang Genta, Batuaji, Kamis (19/12/2019) malam.

Informasi yang didapat batampos.co.id. pemotor saat itu melaju dari dalam perumahan Genta sesuai instruksi lampu pengatur lalulintas.

Namun angkot tetap melaju dari arah Batuaji sekalipun lampu pengatur lalu lintas menyala merah.

Masyarakatpun mendesak aparat penegak hukum baik Dinas Perhubungan Kota Batam dan Satlantas Polresta Barelang segera menindak tegas sopir angkot yang tidak mengindahkan aturan lalulintas.

“Sudah sering kejadian seperti ini. Kita (pengendara lain) antre pun karena lampu merah, sama angkot diklakson terus dari belakang,” ujar Risnawati, pengendara sepeda motor di Batuaji.

Ilustrasi

“Mau sampai berapa puluh korban lagi ini dibiarkan. Rata-rata (angkot jenis) Bimbar seperti ini semua,” katanya lagi.

Menurut warga, para sopir angkot bertindak semaunya ini karena jarang ditindak petugas yang berwenang.

Angkot terkesan dilindungi sebab pelanggaran angkot di depan pos polisipun sepertinya dibiarkan.

“Di depan Panbil itu, angkot ngetem di tengah jalan bikin macet sama sekali tak ditindak. Coba kalau pemotor tak pakai helm atau spion pasti dikejar,” ujar Ana, pengguna jalan lain.

Warga berharap ini jadi perhatian serius pihak yang berkaitan sehingga misi untuk menekan angka kecelakaan lalulintas yang gencar dilaksanakan pihak kepolisian bisa berjalan dengan baik.(eja)

Segini Jumlah Dukungan Bagi Calon Wali Kota Batam Jalur Independen

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri mengatakan, calon Wali Kota Batam jalur independen wajib mengumpulkan 48.816 Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Jumlah minimal dukungan pasangan calon perseorangan ini disebar di tujuh kecamatan di Kota Batam.

”Pasangan calon perseorangan yang akan maju dalam pemilihan walikota dan wakil wali kota 2020 wajib dibuktikan dengan adanya dukungan dari masyarakat berupa fotokopi KTP elektronik,” ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri, Priyo Handoko.

Adapun penetapan jumlah dukungan syarat minimal pasangan calon itu sesuai dengan tahapan yang telah diamanatkan dalam PKPU No 15 Tahun 2019 tentang tahapan, program dan jadwal pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati Dan/Atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020.

Priyo menambahkan, penyerahan syarat dukungan bakal pasangan calon wali kota dan calon wakil kota kepada KPU kota dan kabupaten dilakukan pada 19 Februari sampai dengan 23 Februari 2020.

Ilustrasi Pemilu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Sementara itu masa pendaftaran pasangan calon kepala daerah dilakukan pada 16 -18 Juni 2020.

KPU juga menetapkan pada 11 Desember 2019-5 Maret 2020, partai politik dapat mulai menyerahkan syarat dukungan bagi pasangan calon bupati dan calon wakil bupati serta calon wali kota dan calon wakil walikota kepada KPU daerah. Penetapan pasangan calon 8 Juli 2020.

”Masa kampanye 11 Juli sampai 19 September 2020,” ungkap priyo.

Selain di Batam, pemilu serentak juga dihelat di sejumlah kabupaten di Kepri. Semisal di Kabupaten Karimun, dimana calon independen wajib mengumpulkan 17.051 KTP.

Begitu juga kabupaten Bintan sebanyak 10.352 dukungan, Kabupaten Lingga sebanyak 6.934 dukungan serta Natuna 5.260 dukungan (KTP).

Sedangkan Kabupaten Anambas 3.153 dukungan yang disebar di enam kecamatan.

”Untuk Provinsi Kepri, jumlah minimum dukungan 122.940 KTP yang disebar di empat kabupaten kota,” beber Priyo.(rng)

Harga Sayur Naik Tiga Kali Lipat

0

batampos.co.id – Harga sayur segar di pasaran melonjak drastis sejak tiga hari belakangan ini. Pedagang memperkirakan kenaikan harga sayur mencapai 125 persen atau tiga kali lipat dari biasanya.

Kenaikan mencapai tiga kali lipat sebab stok sayur segar dari petani atau grosir berkurang jauh.

Sayur Bayam semula Rp 12 ribu naik menjadi Rp 23 ribu, sawi dari Rp 12 ribu jadi Rp 18 ribu dan kangkung dari Rp 10 ribu jadi Rp 16 ribu perkilogram.

Kenaikan paling siginifikan terjadi pada sayur kacang panjang yang mana mencapai Rp 32 ribu perkilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp 7 ribu hingga Rp 10 ribu perkilogram.

Sejumlah pedagang sayur di pasar basah Fanindo menyebutkan, kenaikan ini karena pasokan sayur dari petani ataupun grosir berkurang drastis sejak sepekan yang lalu.

“Pasokan sedikit kali makanya mahal sekarang,” kata Irma, seorang pedagang, Jumat (20/12/2019).

Andi, petani sayur di Batam menuturkan, kenaikan harga dipicu karena gagal panen. Selama musim hujan ini sayur tak bisa tumbuh dengan baik termasuk kangkung.

“Air berlebihan makanya tak bagus buat perkembangan sayur,” jelasnya.

Seorang pembeli memilih sayuran di Pasar Mega Legenda Batam Center, Jumat (7/6/2019) lalu. Saat ini harga sayur di Kota Batam melonjak tiga kali lipat terutama sawi dan kacang panjang. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Akibat itu, banyak sayur kangkung yang rusak. Namun kata dia, yang berdampak besar adalah Sawi dan Bayam.

Hal yang sama juga dirasakan pedagang di pasar Center Park Batam Center. Pedagang di pasar tersebut, Rusdi, menjelaskan, hampir seluruh harga sayuran melonjak.

“Yang paling tinggi harganya sayur sawi dan kacang panjang. Harga sayur tersebut melonjak hingga Rp 32.000 perikat . Sedangkan kacang panjang melonjak hingga Rp 24.000 perikat,” ujarnya.

Ia menjelaskan normalnya sawi dijual Rp 12 ribu hingga Rp 18 ribu perikat. Namun saat ini dijual Rp 32 ribu.

“Kacang panjang normal Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu sekarang Rp 24 ribu,” jelasnya.

Sementara kangkung kata dia, masih normal yaitu Rp 8 ribu hingga Rp 12 ribu.

Rusdi mengatakan, kenaikan harga sayuran dikarenakan faktor cuaca.

Kata dia, harga sayuran dari luar Kota Batam, seperti kol, tomat, buncis, kentang dan wortel masih stabil.

“Tahun ini memang naiknya ngeri sampai 125 persen, hampir mau tiga kali lipat,” papar Rusdi.

Lonjakan harga sayur menjelang Natal dan Tahun Baru menjadi keluhan para ibu rumah tangga.

Mereka harus putar otak untuk tetap menjaga isi dompet. Jumlah sayuran segar yang dibelipun harus dibatasi.

“Padahal sebentar lagi Natal dan Tahun Baru, mau tak mau tetap beli karena pasti dibutuhkan. Semoga ada solusi dari pemerintah,” harap Erni, seorang warga.(eja/nto)

190 Tahun Kota Batam, Dulu dan Kini

0

batampos.co.id – Tahun ini, Kota Batam berusia 190 tahun. Bagi seorang Ruslan Ali Wasyim, putra kelahiran Batam, sangat bersyukur Batam telah mengalami kemajuan sedemikian rupa.

Ruslan, yang kini, tengah mengajukan diri sebagai calon Wakil Walikota Batam bersyukur ada pertemuan harmonis antara penduduk tempatan dengan para pendatang.

Kolaborasi keduanya menjadikan pembangunan Batam bergerak sinergis.

Ingatan Ruslan berputar ke tahun 1975, kala ia SD.

Ruslan ialah lahir dan tumbuh di Batu Besar. Untuk mengenyam pendidikan dasar ia harus sekolah di SD Harapan (kini bernama Kartini) di Sei Harapan, Sekupang. Ruslan harus berpisah dengan kedua orang tuanya. Ia tinggal di kawasan Sekupang.

Hari ini Sekupang – Batu Besar bisa ditempuh dalam tempo sejam atau bahkan kurang bila ngebut dan jalan lengang.

“Dulu, saya pulang ke Batu Besar setahun sekali,” mimik Ruslan serius.

Kebayang seperti apa infrastruktur kala itu.

Ruslan Ali Wasyim.

Jangan dibayangkan jalan raya kala itu sama seperti hari ini. Untuk pulang ke Batu Besar Ruslan harus menaiki kapal pompong yang membawa barang kebutuhan.

Kisah pendidikan Ruslan belum berhenti.

Lulus SD ia melanjutkan pendidikan ke SMP 1 di Uban Kabupaten Bintan.

Sekali lagi Ruslan harus kos.

Selanjutnya ia melenggang ke jenjang SMA 1 Tanjung Pinang. Namun tak lulus.

Sang Ayah meminta Ruslan pulang ke Batam, melanjutnya pendidikan di STM Kartini.
Saat itu STM Kartini baru berdiri. Ruslan angkatan pertama.

“Saya mengambil jurusan teknik listrik,” kenang Ruslan.

Ruslan sejatinya suka belajar di SMA. “Saya suka sejarah,” aku suami Ade Sulistyni ini.

Demi hormat dan patuhnya kepada Sang Ayah, Ruslan menurut saja saat diminta balik Batam.

Ruslan melihat Kota Batam Hari ini sudah sangat maju. Pantas lah sebagai putra kelahiran Batam, ia bersyukur sangat terhadap pembangunan di Pulau Batam. Dan, kini, ia ingin berkontribusi langsung terhadap pembangunan di Kota Batam dengan mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota Batam. (ptt)

Hangat, Begini Pertemuan PWI Pelalawan Dengan PWI Pokja Batam

0

batampos.co.id – Pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pelalawan, Riau, melakukan kunjungan kerja ke kantor Kelompok Kerja (Pokja) PWI Kota Batam di Batam Center, Jumat (20/12/2019).

Ketua PWI Kabupaten Pelalawan, Asnol Mubaraq, mengatakan, kunjungan mereka bertujuan untuk silahturahmi sekaligus bertukar informasi dan menjalin tali persaudaraan dengan PWI Pojka Kota Batam.

“Kita tahu PWI ini tidak kecil dan ada di seluruh Indonesia, karena itu kami ingin memperkuat silahturahmi dengan PWI Pokja Batam,” katanya.

Ketua PWI Kabupaten Pelalawan, Riau, Asnol Mubaraq memperkenalkan pengurus dan anggotanya saat bertandang ke kantor PWI Pokja Kota Batam. Foto: Haris/batampos.co.id

Asnol berharap ke depannya pengurus dan anggota PWI Pokja Batam dapat melakukan kunjungan balasan ke Kabupaten Pelalawan.

Menurutnya, pengurus dan anggota PWI Pelalawan akan berada di Kota Batam selama tiga hari.

Sementara itu, Ketua PWI Pokja Kota Batam, Noer Syahrullah, mengatakan, sangat terkesan dengan kunjungan para pengurus dan anggota PWI Pelalawan.

Pengurus dan anggota PWI Kabupaten Pelalawan, Riau berfoto bersama dengan Ketua, Sekretaris dan Bendahara PWI Pokja Kota Batam. Foto: Haris/batampsoc.o.id

Syahrul menjelaskan, PWI Pokja Batam baru saja terbentuk beberapa bulan lalu.

“Saat ini kami baru bertiga saja, Saya sebagai Ketua, Amir Yunus, Sekretaris dan Haris, Bendahara,” jelasnya.

Pimpinan Redaksi Posmetro Batam itu mengatakan, jika ada waktu luang pengurus PWI Pokja Batam akan melakukan kunjungan balasan ke Pelalawan.(esa)

Polda Kepri Jaga Keamanan di 1.920 Titik

0

batampos.co.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepri, Irjen Pol Andap Budhi Re­vianto, memastikan kondisi Kepri tetap kondusif jelang perayaan Natal dan Tahun Ba­ru (Nataru).

Namun, ia meminta seluruh ma­syarakat tetap menjaga keamanan dan ke­tertiban dalam pergantian tahun 2019 ke 2020.

“Persiapan ini penting. Mohon bantuan dan kerja samanya kepada seluruh masyarakat. Mari kita jaga dengan baik,” ujar Andap, usai menggelar Apel Persiapan Operasi Lilin Seligi 2019 di lapangan Kompleks Stadion Temenggung Abdul Jamal, Kamis (19/12/2019).

“Tanpa ada kerja sama yang baik, kita tidak akan bisa dan pernah mampu. Hingga akhirnya Kepri ini aman damai dan kondusif,” ujarnya lagi.

Dia menjelaskan, dalam pengamanan ini turut melibatkan personel TNI dan Polri, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Satpol PP, dan satuan lainnya.

Adapun titik yang diamankan terdiri 1.920 titik, terdiri 419 gereja, 379 Anjungan Tunai Mandiri (ATM), 116 lokasi money changer, 363 bank, 171 destinasi wisata, 77 lokasi pergantian malam tahun baru, tujuh bandara, tiga terminal, dan 32 mal.

Kapolda Kepri, Irjen Andap Budhi Revianto, bersama Danrem 033 Wira Pratama, Brigjen TNI Gabriel Lema dan muspida menyalami anggota TNI/Polri pada apel gelar pasukan Operasi Lilin Seligi 2109 di lapangan Kompleks Stadion Temenggung Abdul Jamal, Kamis (19/12/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Pada kegiatan ini mari kita satukan hati dan pikiran kita. Kita teguhkan komitmen untuk mengamankan Bunda Tanah Melayu Kepri yang kita cintai bersama ini,” katanya.

Andap menambahkan, selain mengamankan lokasi yang dianggap rawan, pihaknya turut mengantisipasi terjadinya konflik sosial.

Kemudian ia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mudik untuk memperhatikan keselamatan.

“Kita sudah antisipasi hal-hal yang menjadi teror di Kepri. Mari kita sama-sama menjadi polisi bagi diri kita sendiri,” terangnya.

Hal senada disampaikan Komandan Korem (Danrem) 033/Wira Pratama (WP), Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Gabriel Lema.

Ia mengatakan, pihaknya siap membantu jajaran kepolisian untuk mengamankan wilayah Kepri dalam perayaan Natal dan tahun baru.

“Kita sangat siap, termasuk mempersiapkan alat utama sistem senjata (alutsista),” tegasnya.

Terkait konflik sosial, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berpikir positif dan menciptakan suasana yang aman serta nyaman.

“Kita tidak melihat gambaran adanya konflik sosial di Kepri ini. Kita lebih dekat kepada masyarakat, dan ingin menghilangkan sekat-sekat yang ada di tengah masyarakat,” katanya.

Apel Persiapan Operasi Lilin Seligi 2019 di Stadion Temenggung Abdul Jamal ini diikuti ratusan personel polisi, TNI, dan instansi lainnya.

Kemudian turut dihadiri Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak, dan beberapa tamu undangan lainnya.(opi)