batampos.co.id – Wartawan Batam Pos kembali mengukir prestasi. Kali ini prestasi diraih Dalil Harahap yang menjadi juara pertama dalam Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP) Marketing Operation Region (MOR) 1 tahun 2019 untuk kategori Foto Esai.
Dalam karyanya yang bertajuk Menyebarkan Energi Murah ke Warga Pulau, fotografer yang akrab disapa Ali ini menyajikan esai foto yang menggambarkan upaya Pertamina dalam mendistribusikan gas subsidi ukuran 3 kilogram hingga ke salah satu pulau terpencil di Batam, yakni Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam.
Dalam 10 foto yang ditampilkan, Ali menampilkan perjalanan gas elpiji 3 kilogram dari Batam hingga ke Pulau Buluh. Diawali dengan foto truk Pertamina yang mengangkut ratusan tabung gasi elpiji 3 kilogram, proses pembongkaran di pelabuhan, hingga proses memindahkan tabung-tabung tersebut ke sebuah kapal kayu.
Kemudian, Ali juga menyajikan foto saat tabung gas elpiji itu diangkut oleh kapal kayu menuju Pulau Buluh. Foto Ali kemudian diakhiri dengan gambaran bagaimana gas elpiji itu tiba di Pulau Buluh hingga digunakan untuk memasak oleh warga Pulau Buluh.
“Kelihatannya simpel. Tapi perjuangan saya mendapatkan foto itu butuh waktu hingga sehari penuh,” kata Ali saat diwawancarai, tadi malam.
Ali mengaku bangga dengan predikat juara itu. Ia mengaku lebih semangat lagi untuk membuat karya foto jurnalistik yang lebih berkualitas.
“Saya juga berterima kasih kepada Batam Pos atas bimbingan dan ilmu yang diberikan selama ini,” ujar pria dua anak itu.
Manager Communication & CSR MOR I, M Roby Hervindo, mengatakan AJP MOR I 2019 diikuti sejumlah jurnalis di wilayah Pertamina MOR I, yakni Kepri, Sumbar, Sumut, Riau, dan Aceh. Sementara dewan juri berasal dari kalangan profesional, di antaranya dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) hingga akademisi atau dosen.
“Tidak ada juri internal dari Pertamina,” kata Roby dalam sambutannya pada malam penganugerahan AJP MOR I di Padang, Sumatera Barat, Kamis (31/10) malam.
Roby mengatakan, AJP rutin digelar sebagai salah satu sarana edukasi kepada masyarakat. Selain itu, melalui lomba ini pihaknya berharap akan terus tercipta karya-karya jurnalistik yang bebas berita bohong alias hoax.
“Jadi, masyarakat akan tahu, mana yang hoax mana yang enggak,” katanya.
Adapun tema besar yang diambil dalam AJP MOR I kali ini adalah Move On. Ini merupakan gerakan Pertamina untuk mendorong transformasi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) subsidi ke nonsubsidi, dan migrasi dari BBM nonramah lingkungan ke BBM yang ramah lingkungan.
Mengakhiri sambutannya, Roby mengingatkan masih ada AJP tingkat nasional. Dengan tema yang sama, AJP nasional akan ditutup pada 15 November mendatang. (une)
batampos.co.id – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) cabang Batam masih menjadi angkutan alternatif untuk angkutan natal dan tahun baru.
Hal ini disampaikan Kepala Operasional PT Pelni cabang Batam, Dicky Dermawandi, Kamis (31/10/2019).
Menurutnya, meskipun jadwal angkutan natal dan tahun baru belum dikeluarkan, antusias calon penumpang sudah mulai terlihat.
Saat ini lanjutnya sudah banyak masyarakat yang bertanya mengenai tiket dan jadwal KM Kelud dari Batam menuju Belawan.
“Kami masih menunggu dari pusat soal jadwal. Jadi belum ada yang bisa diposting. Termasuk soal tiket dan jadwal maupun ektra kapal,” jelasnya.
Calon penumpang Kapal Pelni, KM Kelud tujuan Batam-Belawan menaiki kapal di Pelabuhan Batuampar, beberapa waktu lalu. Hingga saat ini PT Pelni belum melakukan penjualan tiket unutk mudik natal dan tahun baru. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Saat ini KM Kelud kata dia, masih dalam tahap docking di Lampung.
Kapal dijadwalkan akan kembali menyinggahi Batam, 8 November 2019 mendatang.
Perawatan kapal ini bertujuan untuk menghadapi arus mudik natal dan tahun baru Desember nanti.
“Teknis angkutan natal masih menunggu. Apakah ada penambahan jadwal hingga kapal. Tunggu KM Kelud selesai menjalani perawatan dulu,” sebutnya.
Dicky menambahkan, hingga kini belum ada perubahan harga tiket dari sebelumnya.
Begitu juga dengan pelabuhan yang akan digunakan untuk mengangkut calon penumpang.
“Masih di Batuampar. Kemarin memang ada yang bilang mau dipindah kembali ke Sekupang. Itu terserah BP Batam. Kalau kami operator terserah saja,” tambahnya.
Menurutnya, kondisi pelabuhan Sekupang juga belum memadai untuk dijadikan pelabuhan penumpang.
Selain alur yang dangkal, kondisi pelabuhan juga masih jauh dari kata layak.
“Kasihan juga penumpangnya, ruang tunggunya seperti itu. Kalau alur tidak dikeruk juga kapal bisa kandas,” imbuh Dicky.
Ia mengungkapkan jadwal kapal serta harga tiket akan diinformasikan paling lambat satu bulan jelang mudik natal dan tahun baru.
“Booking belum bisa sekarang. Karena kapal juga belum ada,” jelasnya.
Nantilah mendekati mudik calon penumpang baru bisa memesan,” ucapnya.(yui)
batampos.co.id – Istri wali kota Batam, Marlin, mengambil formulir pendaftaran ke DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) sebagai bakal calon (Balon) wali kota Batam pada Pilkada 2020 mendatang, Jumat (1/11/2019).
Tidak hanya Marlin, tim suaminya yang merupakan petahana, Muhammad Rudi juga akan menyambangi DPW Nasdem untuk mengambil dua formulir pendaftaran sekaligus.
Yaitu sebagai bakal Calon Gubernur Kepri dan Wali Kota Batam. Hal itu dibenarkan Ketua penjaringan Pilkada Kepri dan Batam DPW Partai Nasdem Kepri, Wan El Kenz.
Kata dia, tim istri wali kota Batam terlebih dahulu akan datang
mengambil formulir usai jumatan.
Bendera Partai NasDem. Foto: Jawa Pos
Sementara Wali Kota Batam, Rudi melalui akan datang pada sore hari mengambil formulir pendaftaran bakal calon Gubernur Kepri sekaligus bakal calon wali kota Batam.
“Benar Pak Walikota Batam, M Rudi melalui timnya akan mengambil formulir pendaftaran pada sore hari. Sedangkan Hj Marlin, istri Pak Rudi juga mengambil formulir pendaftaran yang diwakili timnya,” ujar Kenz, Jumat (1/11/2019).
Kenz menyatakan, informasi yang didapatkannya Marlin akan mendaftar sebagai bakal calon wali kota Batam.
“Itu kabar yang kami dapat sementara. Untuk pastinya baru bisa kami ketahui siang ini,” ujarnya.
Di waktu yang sama kandidat lain juga akan mengambil formulir pendaftaran melalui DPW Nasdem Kepri, yaitu mantan anggota DPRD Batam periode 2009-2014, Riki Syolihin serta Johanes Tarigan.
DPW Partai NasDem melakukan penjaringan bakal calon wali kota Batam maupun bakal calon Gubernur Kepri 2020, dimulai
pada Senin (21/10/2019) lalu hingga Rabu (6/11/2019) mendatang.(gas)
batampos.co.id – Tahun 2020 mendatang, Dishub Batam merencanakan pembangunan jalur sepeda di sekitar Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batuaji.
Bahkan anggaran pembangunannya sudah masuk dalam RAPBD 2020 sebesar Rp 237.500.000. Nantinya jalur sepeda ini bisa digunakan warga untuk pilihan tempat bersepeda.
“Kita masih baru merencanakan dan memang sudah kita masukkan di anggaran. Tapi kita masih akan ke lapangan untuk mensurveinya,” kata kepala bidang sarana dan prasarana Dishub Batam, Sutikno, Kamis (31/10/2019).
Sutikno mengatakan, panjang dari lintasan sepeda ini belum diketahui. Apakah nantinya akan mengelilingi masjid atau ada jalur lain di sekitar masjid.
Pengunjung berfoto dengan latar Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Tanjunguncang, Batuaji, beberapa waktu lalu. Pemko Batam berencana akan membangun lintasan sepeda di sekitar area tersebut. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
“Jadi apakah nanti akan sampai ke rusun atau tidak, masih belum tahu. Kita masih akan kaji terkait ini,” tambahnya.
Menurutnya lintasan sepeda ini penting di sekitar masjid karena memang masjid tersebut juga dijadikan sebagai objek wisata religi bagi warga.
Di mana dengan adanya lintasan itu akan semakin banyak warga yang datang ke sana.
“Ini juga untuk memperindah masjid. Jadi di sekitar masjid bisa berolah raga. Ya kita lihat sajalah, ini kan belum ada kepastiannya,” ujarnya.
Sementara ketua komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean mengatakan, lintasan sepeda di Batuaji memang perlu.
Termasuk taman di ruang terbuka hijau juga. Ia berharap nantinya lintasan sepeda ini bisa menjadi salah satu pilihan warga untuk menajdi tempat berolahraga.
“Jadi bagi saudara yang beragama muslim selain berwisata religi di masjid juga bisa bersepeda,” jelasnya.
“Atau bisa bersepeda dan sekalian sholat di sana. Dan menutur saya, sarana-sarana seperti ini perlu diperbanyak di Batam,” katanya lagi.(ian)
batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam menggelar razia pengangkutan umum dan barang (pengumbar), Kamis (31/10/2019).
Hasilnya, sebanyak 50 angkutan umum yang dinilai tidak layak beroperasi berhasil diamankan.
Kendaraan tersebut dibawa ke kantor Dishub untuk dilakukan pengecekan dan kelengkapan.
“Setelah kita kroscek ternyata kendaraan mereka hampir semuanya tidak melaksanakan kir lagi,” katanya kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Batam, Edward Purba.
“Ada yang setahun dan ada juga sudah mati bertahun-tahun,” jelasnya.
Selain itu katanya, kendaraan ini sebagian besarnya juga sudah tidak layak lagi mengangkut orang.
Seperti angkutan rute Jodoh-Nongsa atau lebih dikenal dengan angkutan Jono.
“Fungsi kita razia untuk melaksanakan pengawasan. Pertama pengawasan kendaraan dan pengawasan untuk supir yang membawa kendaraan. Layak dan nyaman tidak kendaraan atau drivernya,” ungkap Edward.
Angkutan umum dengan badan kendaraan terlihat rusak melintas di Jalan R Suprapto, Sagulung, beberapa waktu lalu. Dishub Batam menertibkan 50 angkutan umum mati KIR dan tak laik jalan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Disatu sisi ada kendaraan yang layak jalan namun drivernya tidak layak juga ikut terkena razia. Ada juga kendaraan tidak layak, supirnya juga tak layak ikut diangkut petugas.
“Seperti contoh kejadian di Tanjunguncang, Batuaji dan Simpang Kepri Mall,” ujarnya.
“Setelah kita cek semua kendaraan tidak melakaksanakan kir dan drivernya juga tak layak,” tuturnya.
Razia dan pengawasan ini juga berfungsi untuk mengingatkan pemilik kendaraan atau koperasi untuk melengkapi syarat kendaraan sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau supir kan taunya bawa mobil. Makanya setelah kendaraan kita amankan, pemilik kendaraan atau koperasi akan kita surati,” tegasnya.
Bagi kendaraan yang masih layak diminta agar melakukan pemeliharaan seperti kir secara layak.
Sementara bagi kendaraan yang tidak layak lagi atau lewat masa berlaku angkutan akan diberikan surat perubahan sifat angkutan dari pelat kuning ke pelat hitam.
“Otomatis jika mereka tak ganti ke pelat hitam kendaraannya akan tetap kita tahan sampai mereka mengubahnya ke samsat,” tegasnya.
Pantauan Batam Pos di Disbub Batam, sejumlah angkutan umum masih terparkir di parkiran samsat. Sebagian besar kendaraan umum rute Jodoh Nongsa, Bimbar serta angkot Carry.
“Kita sudah laksanakan prosedur. Dan kami minta persyaratan ini dilengkapi. Mana yang masih layak tapi mati kir, segera lengkapi kir,” jelasnya.
“Tapi yang tak layak jalan segera ganti ke pelat hitam. Selama itu belum dilakukan, kendaraan akan kita tahan,” tegas Edward.
Saat ini lanjutnya baru taksi yang sudah melakukan perubahan sifat kendaraan dari awalnya pelat kuning menjadi pelat hitam.
Sementara itu, untuk angkutan umum sendiri masih banyak yang tidak melakukan perubahan sifat kendaraan.
“Artinya mau tidak mau. Suka tidak suka, kendaraan akan tetap kita tahan. Sampai ada surat dari samsat terkait perubahan sifat kendaraan,” tutupnya.(rng)
batampos.co.id – Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kepulauan Riau diserah terimakan dari Mizu Istiato kepada Sugeng Widodo, Rabu (30/10/2019).
Dari rilis yang diberikan kepada batampos.co.id, pada acara serah terima tersebut, Mizu menyampaikan terima kasih atas kerjasama semua pegawai dan mitra kerja baik dari pemerintah maupun swasta serta kelompok tani dan petani di Provinsi Kepri.
Menurutnya, tanpa dukungan semua pihak BPTP Kepri tidak bisa bekerja.
Sementara itu Sugeng, menyampaikan agenda pertamanya setelah menjabat sebagai Kepala BPTP Provinsi Kepri akan memperkenalkan diri terlebih dahulu ke mitra kerja BPTP Kepri.
Seperti di Bintan, Tanjungpinang, Batam, dan Karimun. Selanjutnya akan melanjutkan silaturrahim dan perkenalan ke beberapa mitra kerja yang ada di Kabupaten Lingga, Anambas, dan Natuna.
Sugeng juga memohon dukungan semua stakeholder yang ada di Kepri untuk bisa bekerjasama.
Karena tugas BPTP merakit teknologi inovasi pertanian dan mitra kerja yang ada di Kepri bisa membantu mendiseminasikan teknologi kepada petani.
Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kepri yang lama Mizu Istiato dan Kepala BPTP Kepri yang baru, Sugeng Widodo berfoto bersama setelah acara serahterima jabatan. Foto: Istimewa unyuk batampos.co.id
Di Kepri kata dia, tantangannya adalah geografis. Karena wilayah kepulauan sehingga sangat membutuhkan kerjasama yang baik dari stakeholder yang ada di Kepri.
Kepala Puslitbangtan Tanaman Pangan, Haris menyampaikan bahwa lepas sambut bertujuan memberikan estafet kepemimpinan agar keberlanjutan lebih terarah.
“Ini budaya tapi memiliki manfaat yang sangat berarti,” katanya.
Kata dia, tantangan pembangunan pertanian saat ini yaitu bagaimana teknologi inovasi dapat dimanfatkan petani.
Hal ini sesuai dengan arahan presiden untuk menjadikan inovasi sebagai budaya.
“BPTP dekat dengan tagline tersebut yaitu science, innovation, dan networks,” jelasnya.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, kata dia, saat ini konsentrasi membangun pertanian dari bawah.
Yaitu Kecamatan atau BPP sebagai centre pembangunan pertanian.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepulaua Riau, M Basri, menyampaikan kepada terima kasih kepada Kepala BPTB yang sama dan mengucapkan selamat datang kepada Kepala BPTP Kepri yang baru.
Semoga kata dia, kerjasama dalam membangun pertanian di Kepri terus lebih maju dan dapat mensejahterakan rakyat.
Setelah serah terima jabatan, dilanjutkan penandatanganan MoU Kerjasama antara BPTP Kepri dengan RRI Tanjung Pinang, dan antara BPTP dengan SMKN 4 Kota Tanjung Pinang.
Serta dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis dua ribu Bibit cabai kepada Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Tanjungpinang; benih kedelai Kepada Gempita Kepri.
Serta penyerahan 600 paket Teknologi Badan Litbang Pertanian -Kementerian Pertanian ke Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian Kesehatan Hewan Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Bintan, dan Kota Tanjung Pinang.(*)
Gemar membaca komik sampai punya persewaan di masa kecil, Andy Wijaya telah menaikkan level hobinya. Dia turut berperan mengangkat superhero lokal dalam Bumilangit. Sebuah perusahaan yang menjadi wadah seniman untuk membangkitkan lagi komik Indonesia.
JAGAT Sinema Bumilangit membuka mata banyak orang bahwa Indonesia juga punya sederet jagoan. Banyak tangan yang berjibaku di balik kesuksesan film pembukanya, Gundala, dan instalasi film selanjutnya yang disiapkan tentang kisah Sri Asih.
Salah satunya Andy Wijaya, commercial entertainment manager Bumilangit Entertainment Corpora.
Berbicara soal Gundala dan kawan-kawan, Andy tidak cuma membicarakan dari segi promosi pasar.
Lebih dari itu, dia adalah penggemar superhero yang tersambar petir tersebut sejak kanak-kanak.
“Tapi, pertama kali baca Gundala, saya nggak langsung suka,” ungkap dia saat ditemui di kantornya, Bumilangit Corpora, di Jakarta Selatan.
Judul pertama yang dia baca adalah Gundala Sampai Ajal. Dalam cerita itu, Gundala mati. Andy mengernyit heran karena jagoan kok mati dulu. Apa serunya?
“Ternyata, begitu di akhir cerita, itu cuma dalam komik yang dibaca anak-anak. Jadi, seperti komik dalam komik,” lanjut Andy.
Dia baru benar-benar kepincut Gundala setelah membaca komik Gundala lain yang dipinjam kakaknya dari persewaan komik.
Andy bisa dibilang sebagai salah satu kolektor komik Indonesia yang cukup terkenal. Kantornya di bilangan Kebayoran Lama adalah tempat dia menyimpan kurang lebih 24 ribu komik kesayangan.
Belum termasuk sisa komik koleksi lainnya yang disimpan di rumah. Kalau ditotal, seluruhnya bisa mencapai 50 ribu komik.
Puluhan ribu komik itu dia koleksi sejak 2004. Tapi, kebiasaan membeli komik sebenarnya dia lakukan sejak SD.
Begitu dia menggemari Gundala, langsung terpikir olehnya untuk membeli banyak komik. Andy minta uang kepada orangtuanya.
“Saya minta 5 ribu rupiah waktu itu. Tapi, pasti ibu saya bilang, ’Buat apa minta duit banyak banget?’ Akhirnya, saya bilang, saya mau buka persewaan komik,” tuturnya.
Andy Wijaya Sang Kolektor Komik di Balik Bumilangit. Foto: Debora Danisa Sitanggang/Jawa Pos
Gara-gara alasan itu, ibunya setuju untuk memberinya uang. Senang karena anaknya mulai punya ide untuk berbisnis.
Uang Rp 5 ribu itu langsung Andy belikan komik semua. Perburuan komik pertama Andy dimulai.
Dia membeli komik ke Supermarket Gloria di Tamansari, Jakarta Barat. Harga per komik saat itu Rp 200.
Andy dapat 25 jilid. Kumpulan komik yang pertama dia sewakan berkisar komik-komik satuan. Sebagian besar karya Hans Christian Andersen.
Seiring perjalanan, dia menemukan tempat lain untuk berbelanja komik yang lebih murah.
Di Jembatan Lima, ada pedagang buku gerobakan yang menjual per komik Rp 150. Wah, lebih murah, pikir Andy.
Selama beberapa bulan Andy berlangganan di situ. Apalagi, si abang penjual buku cukup baik dan punya komik seri yang lumayan lengkap.
Koleksi persewaan Andy pun mulai didominasi komik-komik Indonesia seperti Gundala.
Perburuannya terus berlanjut.
Andy mencari tahu alamat penerbit komik-komik itu dari tulisan di sampul belakang. Alamatnya Pasar Baru.
Mainlah dia ke sana. Ternyata, Andy mendapati surga yang selama ini dicari-cari.
“Hampir semua penerbit di situ. Ibarat hobi, terus lihat ada di situ semua, satu paket, seneng banget,” ucap dia.
Harga komik pun lebih murah, hanya Rp 125 per jilid karena langsung dari penerbit. Sejak itu, dia tidak pernah lagi beli komik ke abang pedagang kaki lima.
Banyak tempat yang Andy jelajahi untuk mengumpulkan komik-komiknya. Selain mendapatkan komik dari penerbit di Pasar Baru, dia menjajaki Taman Bacaan Doyok, Senen, hingga Prinsen Park Lokasari.
Untuk komik-komik bekas di taman bacaan, Andy bahkan bisa membelinya Rp 75–Rp 100 saja per jilid.
Usaha persewaan Andy berlanjut hingga dirinya duduk di STM (sekolah teknik mene-ngah).
Harga sewanya Rp 25 per jilid. Selama buka persewaan, Andy sering kehilangan komik karena tidak dikembalikan oleh teman-temannya yang menyewa.
Beberapa komik bekas yang dia beli juga sudah agak rusak. Karena itu, ketika akhirnya dia berhenti membuka persewaan, sebagian komik tersebut dijual lagi kepada tukang loak.
Hanya sebagian yang masih dia simpan. Sekitar 200 jilid karya-karya komikus Indonesia. Sebagian pun akhirnya rusak karena kena banjir atau ketumpahan air saat dibaca sampai ketiduran.
“Tapi, memang waktu kecil saya cuma bikin persewaan. Nggak mengoleksi,” jelas Andy.
Keinginan mengoleksi baru muncul ketika komik-komik itu bisa dibilang sudah sangat langka.
Sebagai penggemar komik Indonesia, Andy mengikuti perkembangan komik dari zaman ke zaman.
Menurut dia, 1980-an awal adalah masa jaya-jayanya komik. Meski tidak banyak cerita baru yang muncul.
Lalu, mendekati 1980-an akhir, penerbit hanya mencetak ulang cerita-cerita lama. Hasmi, pencipta Gundala, kali terakhir menulis kisah superhero itu pada 1982.
Tahun 1990-an bisa dibilang sebagai masa akhir komik Indonesia. Setelah krisis moneter 1998, penerbit tidak lagi mengeluarkan komik Indonesia.
Selain pasar lesu, memang sudah tidak ada lagi cerita baru. Tapi, justru di saat seperti itulah nilai komik-komik lama Indonesia naik. Bahkan meroket.
Andy memulai lagi perburuan komiknya setelah pulang dari Singapura pada 2004. Kali ini benar-benar untuk mengoleksi.
Andy pergi ke Pasar Baru, mencoba peruntungan berburu komik lagi setelah sekian lama. Masih ada yang menjual.
Tapi, harganya sudah tinggi. Satu jilid Rp 25 ribu. Andy berniat membeli 20 jilid. Tipis-tipis semua.
Istrinya kebetulan ikut dan langsung mengomel waktu tahu harga totalnya sampai Rp 500 ribu.
“Hah, mahal amat? Buku bekas gini doang,” kata Andy, menirukan ucapan istrinya waktu itu.
Mereka bergeser ke Senen dan menemukan komik-komik bekas seharga Rp 1.500 per jilid.
“Istri saya langsung senang. Dia bantuin saya cari. Ada sampai 300 komik waktu itu saya beli,” kenangnya.
Di tahun yang sama, dia bergabung dengan Bumilangit, perusahaan yang menjadi wadah para seniman untuk membangkitkan lagi komik-komik Indonesia.
Awalnya, Bumilangit hanya mewadahi Gundala. Namun, Andy mengusulkan agar karakter jagoan lain juga masuk jagat itu.
“Karya-karya R.A. Kosasih, Mandala, Si Buta dari Gua Hantu. Tahun 2012 itu kami paling gencar akuisisi karakter,” ungkap dia.
Saat ini mereka juga merambah platform yang lebih modern seperti Webtoon untuk mengenalkan karakter jagoan asli Indonesia.
Andy melihat dunia komik lokal mulai bangkit dengan hadirnya +komikus muda. Di antaranya, Garudayana dan Nusantaranger.
“Banyak talenta kita yang bekerja di luar. Tapi, mereka sangat senang diajak project komik lokal karena bangga,” tutur Andy.(*/c11/ayi/ Debora Danisa Sitanggang/jpg)
batampos.co.id – Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kembali melakukan penertiban di Pasar Induk, Jodoh. Penertiban dilakukan mulai pukul 08.00 WIB.
Personel Satpol PP, Ismar, mengatakan, pada penertiban kali ini dilakukan sekitar 100 orang.
“Hari ini kami saja yang bertugas,” jelasnya kepada batampos.co.id, Kamis (31/10/2019).
Menurutnya, mereka diminta untuk menjaga alat berat yang merobohkan bangunan-bangunan ilegal di sekitar Pasar Induk, Jodoh.
Personel Satpol PP melihat para pedagang yang membersihkan puing-puing kiosnya yang dirobohkan tim terpadu pada Rabu (30/10/2019). Foto: Azis Maulana/batampos.co.id
Kasi Trantib Satpol PP Batam, Imam Tohari, menyebutkan seluruh petugas yang dikerahkan untuk melanjutkan penertiban sekitar 100 personel.
Tujuannya, membersihkan dan membantu para lapak pedagang sekitaran pasar induk. Pihaknya juga berencana akan memagari sekitar area agar para pedagang tidak kembali berjualan di area tersebut.
“Iya tugas kami hari ini membersihkan dan mengawasi setiap pedagang, untuk lanjutan dari penertiban kemarin,” jelasnya.
“Kedepan lokasi pasar induk akan dipagari agar para pedagang tidak kembali menggunakan area tersebut,” pungkasnya.(nto/zis)
Jebolan Master Public Administration di Lee Kuan Yew School of Public Policy, Singapura itu, menegaskan dirinya memiliki ikhtiar untuk maju di Pilkada Kota Batam.
Rian Ernest Tanudjaja (kanan) saat berbincang dengan Direktur Batam Pos, Guntur Marchista Sunan. Rian akan maju dalam Pilkada Kota Batam 2020. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
“Saya akan melakukan safari di Batam sampai Sabtu siang nanti,” jelasnya.
Juru bicara tim kampanye Jokowi-Ma’ruf pada Pemilihan Presiden (Pilpres) itu menegaskan dirinya bukan untuk meramaikan bursa Pilkada Kota Batam.
“Saya maju untuk meraih hasil, bukan meramaikan,” jelasnya.
Menurutnya faktor utama dirinya maju pada Pilkada Kota Batam adalah ibunya.
“Ibu saya asli Tarempa dan saya S2 di Singapura,” paparnya.
Menurutnya dengan menimba ilmu di Singapura memberikan keuntungan tidak hanya baginya. Tapi juga bagi Kota Batam jika nantinya terpilih menjadi Wali Kota Batam.
“Saya yakin bisa mendatangkan investor-investor Singapura ke Batam dan saya akan total untuk maju (Pilkada Kota Batam),” jelasnya.
Rian juga yakin Kota Batam ke depannya akan lebih berkembang.
“Batam ini ‘seksi’ sekali dan saya yakin dengan perkembangan ekonomi ke depan Batam akan take off,” ujarnya.
Mantan staf ahli hukum Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, itu menegaskan akan maju Pilkada Kota Batam melalui jalur independen.(nto/esa)
batampos.co.id – Meski bangunan tempat berjualan sudah rata dengan tanah, tidak membuat para pedagang Pasar Induk, Jodoh, berhenti beraktivitas.
Beberapa di antara mereka melakukan aktivitas jual beli di atas puing-puing kiosnya. Sementara beberapa pedagang lainnya memilah-milah puing kios yang masih dapat mereka gunakan.
Pedagang Pasar Induk, Atik, mengatakan, dirinya memilih untuk memidahkan barang-barang miliknya yang masih dapat digunakan.
“Saya masih berjaga di sini dari semalam, takut dicuri,” jelasnya, Kamis (31/10/2019).
Meski sudah digusur, beberapa pedagang di pasr Induk Jodoh, masih tetap menjalankan aktivitasnya. Sempat terjadi kericuhan saatn tim terpadu melakukan penertiban pedagang Pasar Induk Jodoh, Rabu (30/10/2019) kemarin. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
Sementara, Nur Haliza, penjual ayam kampung di Pasar Induk Jodoh, mengaku masih enggan untuk pindah dari pasar tersebut.