Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10877

Tangga Ngehit Joker

0

SALAH satu adegan paling memorable dalam film Joker adalah ketika Arthur Fleck (Joaquin Phoenix) menari sambil menuru­ni tangga dengan diiringi lagu Rock and Roll Part 2 milik Gary Glitter. Sebelumnya, tangga ikonik tersebut adalah spot yang di­­hin­dari masyarakat di Bronx, New York City.

’’Ketika aku tumbuh dewasa, semua orang mengatakan kepada kami untuk men­jauhi tangga itu atau ka­lau ke sana bawa teman,’’ ka­ta Alexandria Ocasio-Cortez, anggota Kongres AS asal New York, sebagaimana dilansir dari TMZ.

Berkat Joker, nasib tangga yang menghubungkan Shakespeare dengan Anderson Avenue di West 167th Street itu berubah total. Tempat ter­sebut kini menjadi spot fa­vorit baru para turis.

Banyak turis, termasuk YouTuber dan influencer, yang mengabadikan foto atau video di tangga tersebut lengkap dengan kostum Joker. (adn)

Pelabuhan Pulau Laut Uji Sandar

0

batampos.co.id – Ditjen Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan uji sandar pelabuhan Pulau Laut, Sabtu (26/10) lalu. Selain pulau Laut, pelabuhan Subi juga dilakukan uji sandar kapal perintis.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Pemkab Natuna, Iskandar DJ mengatakan, kedua pelabuhan tersebut merupakan pelabuhan perintis maka uji cobanya dilakukan menggunakan kapal perintis KM Sabuk Nusantara.

“Uji coba sandar menggunakan kapal Sabuk Nusantara 30. Dan kapal tol laut jenis ini yang akan melayani rute-rute pulau ini ke depan,” jelasnya.

Namun untuk jadwalnya kapal sambungnya, pelayaran perintis belum bisa dilaksanakan secara tetap karena pemerintah masih melakukan uji coba sandar pelabuhan yang sudah selesai dibangun.

”Pemerintah juga masih memproses regulasi dan perangkat pendukung lainnya,” ujarnya.

Target katanya, pelayaran dua pulau ini dimulai awal tahun depan. Saat ini masih proses izin, SDM, dan lainnya.

Pelabuhan perintis Pulau Laut yang dibangun 2018 lalu menelan anggaran sekitar Rp 53 miliar.
foto: batampos.co.id / aulia rahman

Dirinya menegaskan, setelah izin dan persyaratannya rampung, semua jenis kapal bisa berlabuh di kedua pelabuhan itu sesuai dengan bobot dan kapasitasnya. Mengenai tol laut dirinya menjelaskan, kapal-kapal tol laut yang melayani rute perintis bisa mengakomodir penumpang orang dan barang, sehingga gerakan barang dan orang antarpulau dan daerah dapat berjalan lebih lancar.

“Nanti keduanya akan sama sibuknya dengan pelabuhan di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat. Semua kapal bisa masuk untuk melayani angkutan barang dan orang. Semua kapal tol laut bisa mengangkut orang dan barang kecuali kapal jenis Sandaga 40, Kapal Cakra Niaga 3 dan 4,” paparnya.

Camat Pulau Laut, Sudirman mengapresiasi program yang diterapkan pemerintah. Keberadaan tol laut diyakini akan meningkatkan laju pembangun dan perekonomian masyarakat. “Tentu kami bersyukur dan senang sekali. Sudah lama kami berharap kapal besar seperti ini bisa merapat pelabuhan,” ujarnya.(arn)

Pastikan Jembatan Batam-Bintan Dibangun

0

batampos.co.id – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto, memastikan proyek infrastruktur pem­bangunan Jembatan Batam-Bintan masih masuk rencana pemerintah pusat. Kepastian itu didapat Isdianto setelah bertemu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kabinet Indonesia Maju, Suharso Monoarfa.

“Alhamdulillah. Dari pembicaraan tadi, Menteri menyebutkan proyek infrastruktur Presiden Jokowi untuk Kepri yakni pembangunan jembatan Babin tetap berlanjut dan masuk dalam agenda pembangunan infrastruktur pemerintah pusat. Saat ini menunggu selesainya tahapan studi yang telah memasuki proses Detail Engineering Design (DED) atau proyek perencanaan fisik. Tahun 2019 ini kita harapkan selesai,” ungkap Isdianto usai bertemu Menteri Suharso di Restoran Sri Rejeki, Batam, Minggu (27/10/2019).

Isdianto bersilaturahmi dengan menteri usai Suharso menghadiri Mukerwil DPW PPP Kepri. Pertemuan untuk memastikan dan mengingatkan kembali rencana pembangunan jembatan Batam-Bintan pada kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Dalam kesempatan itu, Isdianto kembali mengingatkan Menteri Suharso akan satu janji Jokowi saat kampanye di Batam, awal April lalu, yakni segera merealisasikan pembangunan jembatan tersebut.

Dalam hitungan kasarnya, lanjut Isdianto, proyek ini bakal menelan biaya sekitar Rp 3-4 triliun. Dananya akan dialokasikan pada anggaran 2020 dan 2021 saat proyek sudah berjalan.

Selain jembatan Batam-Bintan, Isdianto berharap dukungan pembangunan dari Menteri BPN/Bapennas Suharso. Untuk itu Isdianto meminta waktu khusus untuk bertemu dengan mengajak para wali kota/bupati dan beberapa kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) se Kepri.

Isdianto berharap perhatian pemerintahan Jokowi-Ma’ruf semakin banyak ke Kepri. Apalagi Kepri berbatasan dengan banyak negara tetangga. Kemajuan Kepri adalah juga kebanggaan nasional.

Pembangunan-pembangunan infrastruktur di Kepri, lanjut Isdianto, tak hanya untuk menggerakkan ekonomi lokal, tetapi juga nasional. Apalagi Kepri atau Batam khususnya sedang berjuang merealisasikan pencapaian 7 persen pertumbuhan ekonomi.

“Saya mohon doa masyarakat Kepri, agar rencana-rencana ini terealisasi dengan cepat tanpa hambatan sehingga geliat ekonomi Kepri semakin bagus dan dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Barenlitbang Kepri Naharuddin MTP memaparkan tahapan rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan. Pemaparan itu disampaikan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Kabinet Indonesia Maju Suharso Monoarfa.

Blue print sudah sampai ke Bappenas. Oktober lalu, Menteri PUPR sudah mengkomunikasikam DED terbaru untuk estetika dan efisiensi pemban­gunan jembatan. Saat pertemuan dengan Bapak Presiden, beliau juga sudah menyetujuinya,” kata Nahar kepada Suharso di VIP Bandara Hang Nadim, Batam, Minggu (27/10).

Nahar memaparkan ada tiga fase pembangunan Jembatan Batam-Bintan ini. Namun. Saat itu hasil kajian dan hitungan dibutuhkan dana hingga Rp 7,2 triliun.

Dengan jumlah sebesar itu, kata Nahar, Pemprov Kepri tidak kuat. Karena itu Kepri membutuhkan kucuran dana pembangunan infrastruktur Pemerintah Pusat.

Kepri sangat berharap pembangunan itu terlaksana dalam waktu dekat. Karena, pemban­gunan ini akan memberi banyak keuntungan bagi Kepri.

Maket dari jembatan Batam-Bintan.

Termasuk sebaran industri yang selama ini juga banyak di Batam. “Bintan ini masih banyak tanahnya, Pak,” kata Nahar.

Dalam kesempatan itu, Menteri Suharso mengatakan pihaknya akan memantau terus perkembangan pembangunan Jembatan Batam Bintan ini. Termasuk mengkomunikasikannya dengan kementerian terkait. Selain melaporkan pembangunan Jembatan Batam-Bintan, Nahar juga menyampaikan beberapa proyek strategis pembangunan di Kepri. Seperti Bandara Letung dan Tambelan.

“Kami sangat berharap kucuran pembangunan infrastruktur untuk Kepri,” kata Nahar.
Pembangunan Jembatan Batam-Bintan merupakan salah satu janji yang diucapkan Presiden Jokowi di depan ribuan masyarakat Kepri di Stadion Temenggung Abdul Jamal pada 6 April lalu. Malah setelah itu Jokowi langsung mengirim tim untuk merampungkan desain teknis rinci pengerjaannya.

“Ada permintaan jembatan dari Batam ke Bintan. Pekan depan akan saya kirim tim untuk cek secepat-cepatnya. Sehingga DED bisa dilakukan secepatnya. Siapa yang setuju jembatan Batam-Bintan? Tunjuk jari,” kata Jokowi saat itu yang disambut gemuruh warga Kepri.(jpg)

Sebelum Diserahkan ke Polri, KPK Duplikasi Buku Merah

0

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak akan berhenti mengusut dugaan suap terkait impor sapi oleh Direktur CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman. Bukti-bukti masih dikantongi penyidik. Termasuk buku catatan keuangan perusahaan Basuki alias buku merah.Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif menegaskan bahwa penanganan kasus yang berkaitan dengan buku merah tidak terganggu meski Polri menghentikan perkara obstruction of justice dalam perkara yang sama.

”Sebelum kami menyerahkan buku merah ke Polri, kami bikin duplikasinya dan ditandatangani semua oleh para pihak yang mengambil itu,” ujarnya, Minggu (27/10/2019).

Buku catatan keuangan perusahaan Basuki diperoleh KPK saat mengusut perkara suap uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan yang melibatkan mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar. Dalam buku bersampul merah itu diduga terdapat catatan aliran “uang keamanan” impor sapi ke sejumlah pejabat dan aparat.

Perusahaan Basuki diketahui bergerak di bidang impor daging sapi. Secara umum, kata La Ode, kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan suap uji materi itu sudah selesai. Para pelakunya sudah dijatuhi hukuman oleh majelis hakim pengadilan tipikor.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak akan berhenti mengusut dugaan suap terkait impor sapi oleh Direktur CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman. Tampak Basuki Hariman menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Kamis malam (26/1) lalu.
foto. ANTARA

 

Sementara itu, terkait indikasi praktik korup dalam bisnis impor sapi akan ditindaklanjuti sepanjang ada perkembangan.

”Kalau ada perkembangan kasus yang berhubungan dengan itu (buku merah, red), masih ada (bukti-buktinya) insya Allah di KPK,” tegasnya.

Laode menambahkan, sejatinya permainan impor sapi sudah selesai. Sudah tidak ada lagi pemain-pemain besar. Karena itu, saat ini KPK fokus pada pencegahan agar impor komoditi sapi dapat dilakukan secara transparan.

”Oleh karena itu, kami berharap juga kepada presiden yang sekarang agar kuota impor komoditi itu harus dibuat jelas jangan diberikan dan dikuasai oleh orang-orang tertentu,” tandasnya. (tyo/fal)

4.000 Warga Batam Antre Pasang Gas Rumah Tangga

0

batampos.co.id – Efisiensi yang ditawarkan energi baik gas bumi kian memikat warga Batam. Saat ini setidaknya ada 4.600 warga yang antre untuk mendapatkan sambungan gas rumah tangga (jargas) melalui program Kementerian ESDM yang ditugaskan kepada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Novita Eny, misalnya. Saat petugas dari anak usaha PT PGN melakukan pendataan dan menawarkan program jargas tersebut pada Agustus lalu, ia langsung memutuskan untuk ikut program tersebut. Sebab ia mengaku sudah lama mengetahui jika penggunaan gas bumi jauh lebih murah dibandingkan dengan gas LPG, termasuk LPG subsidi.

”Kakak saya di Batuaji sudah lama pakai gas dari PGN. Tagihan bulanannya jauh lebih murah dibandingkan dengan gas LPG,” kata Novita, Minggu (27/10/2019).

Selain lebih efisien, kata Novita, memakai gas bumi juga lebih praktis. Sebab tidak perlu mengganti tabung saat isinya habis. Sehingga saat petugas datang menawarkan program jargas ini, tanpa pikir panjang Novita langung ikut mendaftar.

Sales Area Head PT PGN Batam, Wendi Purnomo, membenarkan saat ini sudah ada 4.000 rumah tangga di Batam yang telah didata untuk mendapatkan sambungan gas rumah tangga (jargas). Wendi mengatakan, program jargas ini gratis dari Kementerian ESDM, sehingga warga tidak dipungut biaya sama sekali.

PETUGAS dari PT PGN Area Batam, Yudo Ramadhan melakukan pendataan warga Perumahan Cendana, Batam Centre yang akan melakukan pemasangan jaringan gas bumi untuk rumah tangga, Sabtu (10/8).
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

”Semuanya gratis. Termasuk pipa gas sampai dapur,” kata Wendi, Minggu (27/10).

Wendi mengatakan, pemasangan sambungan jarga untuk 4.000 warga ini kemungkinan akan dilakukan pada 2020 mendatang. Semua tergantung keputusan dari Kementerian ESDM.

Ia menambahkan, sebanyak 4.000 rumah tangga calon penerima program jargas ini tersebar di wilayah Batam Kota dan sekitarnya. Menurut dia, sebenarnya minat warga Batam untuk mendapatkan sambungan jargas sangat tinggi. Terbukti sangat banyak warga yang mengajukan sambungan jargas yang dikoordinir RT/RW setempat.

Namun PT PGN tidak bisa memutuskan, karena sejauh ini program jargas masih menjadi kewenangan dari Kementerian ESDM.

”Sifatnya penugasan. Selain pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM, juga bisa melalui Pemda,” katanya.

Wendi menyebut, saat ini sudah ada 4.600 rumah tangga di Batam yang telah tersambung oleh jargas. Jumlah tersebut tersebar di Batam Centre dan Batuaji, Batam.
Sementara hingga September 2019, jumlah total pelanggan gas bumi di Batam mencapai 4.800 pelanggan yang terdiri dari berbagai sektor. Mulai sektor rumah tangga, komersial, industri, hingga pembangkit listrik.

“Kebanyakan merupakan pelanggan gas rumah tangga. Saat ini jumlahnya sekitar 4.600 pelanggan,” kata Wendi.

Melihat tingginya minat warga Batam terhadap gas bumi, PGN terus berupaya memperluas pemanfaatan gas bumi dengan membangun jaringan pipa gas di seluruh wilayah Batam.
Hingga saat ini, pipa gas bumi yang dimiliki dan dioperasikan PGN di Batam sepanjang 141,3 km yang tersebar di wilayah Batam Center, Batuaji, Tanjunguncang, Nagoya, Batuampar, dan Kabil.

“Tahun depan kami berencana membangun jaringan pipa gas bumi di Seipanas. Targetnya untuk memasok kebutuhan gas bumi untuk sektor komersial di wilayah itu,” terang Wendi. (arm)

Walikota / Kepala BP Batam Bertekad Bikin Batam “Menari” Lagi

0
Walikota / Kepala BP Batam, Rudi saat menyampaikan sambutan singkat.

batampos.co.id – Walikota / Kepala BP Batam, Rudi, mengatakan sebagai walikota tugasnya ialah menyejahterakan warga Batam.

“Adapun sebagai Kepala BP Batam, tugas saya membangun ekonomi Kota Batam melalui investasi,” ujar Rudi.

Pernyataan ini ia kemukakan saat syukuran terhadap keamanan yang ada di Kota Batam selama ini. Peringatan dilakukan di Masjid Agung, Batam Center.

Rudi bertekad membuat ekonomi Batam “menari” lagi. Saat ini pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 4,5 persen.

Pertumbuhan ekonomi Batam pernah mencapai 7 persen. Pada 2015 mulai nampak kemunduran, hanya menembus 6,9 persen. Pada tahun 2016, 4,6 persen dan pada 2017 pada titik 1,7 persen.

Kondisi mulai membaik pada 2018 bisa berada di titik 4,4 persen an.

“Target kita harus diatas 6, bahkan diatas pertumbuhan nasional,” tegas Rudi.

Untuk mencapai target itu Rudi mengajak semua warga sama-sama bekerja sama. Keamanan kota pun menjadi kunci penting bagi pertumbuhan ekonomi. Tasyakuran  Minggu malam itu pun untuk mengucapkan rasa syukr atas keamanan yang tercipta di Batam. Meski suhu politik memanas tetapi Batam tetap aman.

(ptt)

 

Kecepatan dan Ketepatan Jurus Jitu Jadi Pemenang

0
Kecepatan adalah inti dari sebuah perang (Sun Tzu)

Siapa yang tak kenal Sony di era tahun 1990 sampai awal 2000. Perusahaan ini rajanya produk elektronik. Produk-produk ikonik Sony semacam Walkman atau televisi Trinitron menguasai pasar. Tak cuma Asia, bahkan sampai Amerika.

Saat itu memang era emas bagi produk elektronik Jepang. Semua orang ingin punya produk elektronik dari negeri Sakura itu. Kalau bukan merk Jepang, sepertinya tak bonafit. Begitu kira-kira persepsi yang terbangun saat itu.

Tapi setelah memasuki era tahun 2000an, situasi berubah. Produk elektronik Jepang pelan-pelang tergeser oleh produk negeri Gingseng. Salah satu produk yang kemudian muncul adalah Samsung. Brand asal Korea Selatan ini bahkan mampu meng-KO Sony.

Apa iya?

Ini salah satu buktinya. Tahun 2015, majalah Fortune merilis daftar 500 perusahaan terbesar dunia. Samsung menduduki peringkat ke-13 dengan pendapatan USD 195 miliar dan untung USD 21 miliar.

Dimana Sony?

Duduk di peringkat ke-116 dengan pendapatan USD 74 miliar dan rugi USD 1 miliar. Jelas sekali bagaimana sekarang Sony kalah telak dengan perusahaan elektronik kemaren sore.
Mengapa perusahaan yang sarat pengalaman justru bertekuk lutut dengan perusahaan bau kencur di sektor Elektronik?

Sony kalah cepat. Tradisi orang Jepang yang hati-hati dan detil sepertinya telah mendarah daging dalam perusahaan ini. Sayangnya, kehati-hatian ini tak didukung oleh kecepatan. Sony lebih memilih Alon-alon Waton Kelakon.

Apa dampaknya?

Sony lambat mengeluarkan varian produk baru. Setahun mungkin sekali. Atau bahkan belum tentu ada varian produk baru dalam setahun.

Sebaliknya Samsung sukses karena kecepatannya. Tradisi serba cepat ini pula yang mendorong Samsung jadi perusahaan yang kompetitif.

Samsung bisa mengeluarkan dua sampai tiga varian produk elektronik setiap tahunnya. Bahkan lebih. Setiap varian selalu dilengkapi dengan inovasi baru.

Inovasi serba cepat yang dilakukan Samsung akhirnya membuat penyempurnaan produk jadi jauh lebih cepat. Hanya dalam waktu beberapa tahun saja, kita bisa menyaksikan perkembangan yang luar biasa. Dari TV Plasma, jadi LED TV. Kemudian masuk era

Quantum LED, sampai yang terbaru Nano LED.

Dulu?

Wah! Lambat sekali. Perubahan dari TV Tabung menjadi TV Plasma saja butuh waktu lebih dari 10 tahun.

Anda harus menyadari, kecepatan adalah segalanya saat ini. Terutama menghadapi dinamika yang berubah demikian cepat. Perkembangan yang melaju luar biasa. Anda lambat, siap-siap tergilas.

Perusahaan Anda harus cepat dalam segala hal. Terutama dalam mengambil keputusan. Segala sesuatu harus diputuskan dengan cepat. Tentu saja tak cuma cepat, tapi harus mempertimbangkan resiko. Harus matang.

Bagaimana caranya membuat keputusan yang matang dengan cepat?

Tentu saja harus berdasarkan masukan informasi yang tepat, akurat dan terverifikasi. Juga dari sumber-sumber valid yang bisa diandalkan.

Itulah mengapa ATB berjuang keras dan berinvestasi besar dalam hal pengembangan teknologi. Langkah ini kami ambil bukan hanya untuk wah wah-an atau menambah marketing tools perusahaan saja. Sama sekali tidak.

Pembangunan sistem teknologi informasi ini semata-mata untuk memberikan management suport. Agar manajemen bisa mengambil keputusan dengan cepat dalam segala hal.
Contoh yang telah jelas terbukti adalah kesukesan ATB menekan angka kebocoran hingga rata-rata 16.6 persen tahun 2018. Bahkan September 2019 lalu, suudah menyentuh angka 12,9 persen.

Kenapa ATB bisa menekan kebocoran begitu rendah?

Karena ATB mendapatkan informasi yang akurat, valid, dengann cepat. Sehingga setiap titik kebocoran bisa diatasi secepat mungkin.

Teknologi ATB memungkinkan untuk menangkap informasi lokasi kebocoran dan mengapa kebocoran itu terjadi. Dengan data yang lengkap dan akurat itu, petugas bisa melakukan penanganan dengan cara yang tepat pula.

Sistem juga mencatat kapan waktu perbaikan dimulai dan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Dengan data-data tersebut, ATB bisa mencegah terjadinya kebocoran di masa mendatang. Ini semata-mata sebuah kecepatan.

Bahkan teknologi ATB ini sudah ditingkatkan menjadi Bisnis Intelegence. Sehingga setiap informasi yang dikumpulkan oleh sistem, bisa dimonitor melalui telepon genggam. Tak lagi terikat oleh ruang. Fleksibel. Mobile. Bisa buka dimana saja.

Selain itu, kami juga punya Dashboard Integrated Operation System. Dashboard ini didesain agar bisa segera memberikan informasi jika terjadi gangguan. Lengkap dengan peta lokasi dan informasi yang sangat rinci. Dengan demikian, ATB bisa cepat membeirkan tindakan.

Bisa anda bayangkan, bagaimana bila ada perusahaan air minum tanpa Dashboard seperti ATB?

Saya jamin mereka tak bisa mengambil keputusan dengan cepat. Karena masih harus meraba-raba dan menduga-duga. Jika Anda tak mendapat informasi yang tepat, maka Anda tidak bisa membuat keputusan.

Itulah yang membantu ATB bisa membuat keputusan dengan cepat dan tepat. Itu pula yang membuat ATB memiliki daya saing tinggi. Ketika orang lain belum tahu, ATB sudah melihat segalanya. Bahkan sudah memprediksi masa depan. Itu yang tidak dimiliki oleh perusahaan yang lain.

Perusahaan yang berorientasi pelanggan, atau menjalankan uang masyarakat, atau bertanggungjawab menyediakan kebutuhan masyarakat, sudah seharusnya memiliki sistem yang bisa membantu untuk membuat keputusan dengan cepat dan tepat.

Tapi mengapa sampai sekarang banyak yang enggan bergerak cepat? Masih berfikir-fikir untuk melengkapi diri agar mampu mengambil keputusan dengan cepat dan akurat dan lebih memilih meraba-raba dan menduga-duga. Mari kita pikirkan.

Salam Kopi Benny. (*)

Tingkat Pelayanan ke Masyarakat BP Batam Lakukan Ini

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menandatangani Maklumat Komitmen Pelayanan Publik Sabtu, (26/10/2019) di Balairungsari gedung BP Batam.

Dari rilis yang diterima batampos.co.id, penandatangan tersebut dilakukan oleh pejabat eselon 2 dari 11 unit kerja.

Penandatangan tersebut disaksikan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Wakil Kepala BP Batam Purwiyanto, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Diah Natalisa, Kepala ANRI, Muhammad Taufiq dan pejabat utama BP Batam lainnya.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, mengatakan, bahwa maklumat pelayanan merupakan janji dan kesiapan penerima sanksi apabila memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar pelayanan.

“Kami mengharapkan BP Batam terus meningkatkan kinerja, khususnya di bidang pelayanan sesuai dengan harapan masyarakat, sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan,” kata Diah Natalisa.

Penandatanganan maklumat pelayanan diikuti oleh 11 unit layanan BP Batam. Yaitu Biro Umum dan Sekretariat, Kantor Perwakilan BP Batam Jakarta, Kepala Kantor Pengelolaan Lahan, Direktorat Pembangunan Sarana dan Prasarana.

11 unit layanan BP Batam menandatangani Maklumat Komitmen Pelayanan Publik Sabtu, (26/10/2019). Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

Kemudian Direktorat Lalu Lintas Barang, BUBU Hang Nadim, Badan Pengelola Pelabuhan Batam, Rumah Sakit BP Batam, Kantor Pengelolaan Air dan Limbah, Direktorat Pemanfaatan Aset, Pusat Pengolahan Data dan Sistem Informasi (PDSI).

Terkait dengan reformasi di bidang pelayanan publik, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, BP Batam terus berupaya melakukan penyederhanaan regulasi berusaha.

Serta transformasi ekonomi, dan penyederhanaan birokrasi demi menjamin tercapainya program pembangunan yang juga menjadi fokus dari kinerja tahun ini.

Rudi menambahkan, untuk mencapai itu semua, tentunya tidak luput dari peran serta pemerintah pusat, pemerintah daerah, stakeholder, dan instansi terkait.

“Saya mengajak kita semua untuk meneguhkan komitmen guna meningkatkan kinerja masing-masing dan melaksanakan tugas yang diberikan dengan ikhlas, bersemangat dan menghindari apapun bentuk pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang,” ucap Rudi.

Proses untuk terwujudnya janji pelayanan sebagaimana dituangkan dalam Maklumat Pelayanan, telah terlebih dahulu dilakukan kegiatan penyusunan Standar Pelayanan Publik untuk masing-masing layanan di BP Batam.

Selanjutnya dilakukan kegiatan uji publik terhadap seluruh layanan yang di standar kan tersebut.

Biro Perencanaan PUPP sebagai unit yang ditugasi untuk menyusun standar tersebut, di mana dalam penyusunannya Biro Perencanaan PUPP melibatkan pihak-pihak terkait seperti akademisi, pengguna jasa dan Kemenpan-RB sebagaimana diamanatkan dalam UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

BP Batam akan terus membenahi dan menstandarkan layanannya, karena masih banyak layanan di BP Batam yang masih dalam proses penstandaran, guna menciptakan layanan yang mudah, cepat, transparan dan berkualitas.(*)

PTGMI Gelar Bakti Sosial dan Edukasi Kesehatan Gigi di Panti Asuhan Qurrota A’yun

0

batampos.co.id – Pengurus Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI) Kota Batam dan PTGMI Provinsi Kepri, melakukan bakti sosial pemeriksaan gigi gratis terhadap 37 anak Panti Asuhan Qurrota A’yun Legenda Malaka, Batamcentre, Minggu (27/10/2019).

Ketua PTGMI Kepri, Syamsurijal, mengatakan, selain pemeriksaan kesehatan gigi, pihaknya juga memberikan edukasi perawatan gigi dan sikat gigi massal kepada anak-anak panti asuhan tersebut.

“Kegiatan ini kita lakukan sebagai wujud kepedulian, pengabdian dan tanggungjawab PTGMI kepada Masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan baksos itu menjadi agenda rutin PTGMI Batam dan Kepri.

Kata dia, PTGMI bersama pemerintah ingin meningkatkan taraf kesehatan gigi dan mulut masyarakat.

Panitia acara, Rara, mengatakan, baksos dilakukan dalam rangka memperingati hari ulang tahun PTGMI yang ke-23.

PTGMI Kota Batam dan Provinsi Kepri, melakukan bakti sosial pemeriksaan gigi gratis terhadap 37 anak Panti Asuhan Qurrota A’yun Legenda Malaka, Batamcentre. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id

Pihaknya berharap dari kegiatan itu, ilmu dan wawasan anak-anak panti asuhan dapat bertambah.

Serta bisa belajar sekaligus menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Tadi kita ajarin sikat gigi yang baik dan benar,” jelasnya.

“Kita juga memberi contoh makanan yang sehat dan tak sehat untuk gigiserta cara mencuci tangan yang bersih,” kata Rara lagi.

Rara menyampaikan, permasalahan umum pada kesehatan gigi dan mulut yang ditemui adalah gigi rapuh dan berlubang.

Penyebab paling utama lanjutnya adalah faktor malas menggosok gigi ataupun cara menggososk gigi yang salah.

Anak-anak Panti Asuhan Qurrota A’yun diberikan edukasi mengenai cara sikat gigi yang benar oleh anggota PTGMI. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id

“Untuk anak-anak, paling banyak mengalami karies gigi. Hampir semuanya, terutama gigi atas dan belakang,” katanya.

Selain pemberian edukasi kepada anak-anak untuk menyikat gigi secara teratur, kegiatan yang bertema ‘Kita Tingkatkan Pelayanan Profesi Terapis Gigi dan Mulut Demi Negeri’ ini juga memberikan pelayanan gigi dan mulut seperti pencabutan gigi, dan memberikan hadiah berupa sikat gigi dan pasta gigi gratis.

Pengurus Panti Asuhan Qurrota A’yun, Ekam, mengatakan, sangat bersukur dengan kegiatan itu.

Ia berharap dari kegiatan itu anak asuhnya dapat bertambah ilmu dan wawasannya.

“Semoga anak-anak dapat belajar tentang hidup sehat dalam kehidupan mereka sehari hari. Dapat menjaga kesehatan gigi dari awal dengan menyikat gigi yang benar,” kata Ekam.(iwa)

Pie ala Halloween

0

batampos.co.id – Muka mereka dicoret moreng sedemikian rupa. Mereka tidak sedang hendak karnaval. Mereka sedang membikin kue pie dengan tema Halloween. Jadi… ya gitu deh… muka mereka pun di-set gaya khas halloween.

Adalah Young Chef Academy Batam yang membesut acara ini. Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta yang berusia 3 tahun sampai 12 tahun. Anak-anak tampak sangat antusias dan bersemangat dalam membuat kue Pumpkin Mini Monster Whoppie Pies, Sabtu (26/10/2019).

Proses pembuatan kue ini memakan waktu selama 45 menit.

30 menit untuk membuat adonan dan 15 menit untuk proses dalam oven hingga kue tersebut selesai dibuat.

“Kue yang saya buat akan dibawa pulang ke Rumah,” ungkap Gwen Lorrecia, salah satu peserta yang berusia 7 tahun. Hal serupa sama dengan Kyle Fransisco Antoline akan memberikan kue yang ia buat kepada ibunya.

Foto berasma.
foto: batampos.co.id / dhianto

Memasak bersama ‎Young Chef Academy (YCA) Batam menjadi kegiatan yang menyenangkan.

“Ini menjadi ‎kegiatan memasak yang dapat meningkatkan keterampilan anak-anak. Selain itu, di YCA Batam anak-anak juga diajarkan bagaimana mengembangkan sebuah kerjasama di tim kecil bersama rekannya,” ujar Rily Jasinta, General Manager YCA Batam.

Semua menu makanan sudah ditentukan dari pusat YCA di Amerika Serikat.

Kali ini kegiatan mengambil tema tentang Halloween Special dengan membuat Pumpkin Mini Monster Whoppie Pies.

Selain kegiatan memasak, terdapat pengetahuan yang disampaikan, seperti mengenal apa itu Halloween dan makanan apa saja yang sesuai dengan tema hallowen.

Untuk peralatan yang digunakan, para orangtua tidak perlu khawatir. Mengingat semua peralatan yang ada sudah disesuaikan dengan standar internasional dan selalu diawasi oleh pengajar yang telah bersertifikasi.

“Untuk pisaunya, contohnya. Kita tidak memberikan pisau yang pada umumnya, namun khusus dan terbuat dari plastik. Selain itu, untuk alat memasaknya kita tidak menggunakan api ataupun kompor. Tapi peralatan khusus, yang tidak berbahaya untuk anak,” jelas Rily. (nto)