Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10881

Pemko Batam Dideadline Kementerian ATR, Karena Masalah Ini

0

batampos.co.id – Pemko Batam harus secepatnya menyelesaikan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Pasalnya, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) memberi waktu, jelang akhir tahun perda tersebut harus disahkan.

”Maksimal 31 Desember Pemko dan DPRD sudah harus mengesahkan. Jika tidak, maka kita akan kembali lagi ke awal (pembahasan),” kata Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD kota Batam, Muhammad Jefri Simanjuntak.

Diakuinya, saat ini pembahasan Ranperda RTRW masih dalam pembahasan di Bapemperda DPRD Batam. Sejumlah agenda pembahasan pun sudah dijadwalkan.

”Kita berharap Pemko bersama tim Ranperda RTRW, termasuk BP Batam bisa fokus bersama-sama menyelesaikan perda ini. Sehingga apa yang diminta kementerian bisa kita selesaikan,” kata Jefri.

Ilustrasi Peta Batam. Kementerian ATR mendesak Pemko Batam untuk segera menuntaskan Perda RTRW paling lambat akhir Desember 2019. Foto: google

Jefri juga berharap, Pemko Batam bisa memberikan data secara detail terkait perubahan RTRW, peta terbaru serta permasalahan terbaru yang belum dimasukkan di dokumen naskah akademis.

”Kita ingin mensinkronisasikan dulu. Memang tak mudah, apalagi dengan berbagai macam perubahan yang ada. Termasuk terbitnya Permenhub 272 ini,” paparnya.

”Seperti apa nanti? Makanya kita ingin dipaparkan terlebih dahulu,” tambahnya.

Jefri mengakui, Ranperda RTRW berisikan 127 pasal dari 10 bab. Artinya butuh keseri-usan pemerintah daerah baik Pemko Batam, DPRD Batam maupun BP Batam untuk menyelesaikan sebelum waktu yang ditetapkan.

”Perlu juga diketahui jika roh PP (Peraturan Pemerintah) 63 terhadap ex officio Wali Kota Batam berdasarkan Perda RTRW. Bukan Keppres lagi. Artinya ini penting dan harus menjadi prioritas bersama,” pungkas politikus PKB itu.(rng)

Kubah Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Ada Rembesan Air, Ternyata…..

0

batampos.co.id – Pemko Batam memastikan kondisi kubah Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Batam baik-baik saja.

Hal ini menyusul adanya masukan dari warga yang menyebut seolah ada rembesan air sehingga membuat gambar awan pada kubah kurang menarik.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Batam, Suhar, menegaskan, kubah masjid terlihat seolah lembab karena memakai kalsiboard per lembar.

Sehingga, saat dicat ada perbedaan ketebalan antara sambungan dan bukan sambungan.

”Intinya bayangannya tetap masih kelihatan. Kalau bocor enggak mungkin itu penutup atap enamel dilapisi lagi dengan underlayer zincalum,” tegas Suhar, Minggu (10/11/2019).

Bahkan, pihaknya secara rutin mengecek masjid yang kini jadi salah satu ikon dan kebanggan warga Batam tersebut.

Warga Kota Batam yang berkunjung ke Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah menyebut seolah ada rembesan air sehingga membuat gambar awan pada kubah di bagian dalam masjid kurang menarik. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Saya setiap hari di sana saat hujan lebat dan bisa dipastikan tak ada satupun yang bocor di ruang utama kubah/dome itu. Ada gradasi warna juga maka yang paling atas birunya lebih gelap,” papar dia.

Menurut dia, penyempurnaan kubah masjid akan terus dilakukan alias tidak berhenti dengan kondisi sekarang.

Hal ini dilakukan seiring penyempurnaan masjid, termasuk dilakukan tahun 2020 mendatang.

”Pada kubah contohnya, masih banyak mau digambar. Semua akan kita full-kan. Masih banyak kaligrafi dari atas sampai ke bawah,” terangnya.

Tidak hanya itu, sepanjang mihrab juga akan dibubuhi kaligrafi asmaul husna. Juga dipercantik layar LED.

Ruang utama salat akan menjadi ruangan tertutup dilengkapi AC, juga kaca patri warna-warni.

”Begitu selesai pengesahan APBD 2020 kita akan segera lelangkan,” ucap dia.(iza)

Asyik, Kebun Raya Batam Segera Miliki Menara Pandang

0

batampos.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam mendapat kucuran dana dari pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di 2020 mendatang Rp 3,1 miliar.

Sebagian besar akan digunakan untuk penataan Kebun Raya Batam (KRB) di Nongsa.

”Tahun depan sudah direncanakan, kita mendapatkan sekitar Rp 3,1 miliar. Ini akan kita gunakan untuk berbagai kegiatan,” kata Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, Jumat (8/11/2019).

“Penataan kebun raya akan terus kita lakukan agar lebih indah dan nyaman,” ujarnya lagi.

Ardiwinata mengatakan, ada beberapa pembangunan baru di kebun raya seperti pembangunan kamar mandi, musala, menara pandang, pedestrian jalan, gazebo, dan lampu taman.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam mendapat kucuran dana dari pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) di 2020 mendatang Rp 3,1 miliar. Sebagian dana tersebut digunakan untuk mempercantik Kebun Raya Batam. Foto: Rifki Setiawan/batampos.co.id

”Ini akan membuat kebun raya bertambah indah dan kita berharap kebun raya ini akan semakin banyak dikunjungi wisatawan,” katanya.

Selain itu, DAK ini juga akan digunakan untuk berbagai pelatihan. Ada beberapa jenis pelatihan terkait kepariwisataan yang akan digelar di Batam.

”Kita berharap pelaku pariwisata dan pemerintah akan terus bekerja sama untuk memajukan dunia pariwisata di Batam,” katanya.

Terkait total anggaran 2020, Ardiwinata tidak mau berkomentar banyak. Ia mengatakan, beberapa anggaran yang akan dikelola akan dimaksimalkan untuk perkembangan pariwisata.

”Intinya, anggaran yang sedikit atau pun banyak, kita akan tetap maksimal untuk kemajuan pariwisata,” katanya.(ian)

Terjawab, Gas 3 Kilogram Langka Karena Ini

0

batampos.co.id – Terjawab sudah penyebab kelangkaan gas melon atau elpiji kemasan 3 kilogram (kg) selama ini, khususnya untuk dua wilayah yakni Sagulung dan Batuaji.

Tim dari Pertamina Kepri yang dipimpin langsung oleh Sales Branch Manager Pertamina Kepri, William, turun langsung dan mengecek sejumlah pangkalan elpiji 3 kg yang berada dua kawasan ini, Jumat (8/11/2019).

Hasilnya, seperti yang banyak diduga selama ini, banyak gas melon yang diborong oleh para pengecer maupun peda-gang nakal sehingga menyebabkan kelangkaan.

Saat sidak, tim mendapati ada warga yang membeli gas melon melebihi batas ketentuan perorangan, yakni maksimal dua tabung.

Kala itu, warga yang kedapatan membeli lebih dari dua tabung itu mengaku untuk keperluan rumah tangga, bukan untuk dijual eceran demi mengambil untung.

”Saya beli empat tabung, karena di rumah saya sering masak. Sumpah, saya bukan penjual elpiji eceran. Rumah saya juga tak jauh dari sini (Tembesi) kok,” kilah salah satu pembeli, yang dalam sekali beli membawa hingga empat tabung elpiji 3 kg.

Begitu tahu yang menanyainya tim dari Pertamina Kepri, si pembeli yang mengaku tinggal di rumah liar kawasan Tembesi tersebut, langsung pergi meninggalkan tim dan hanya membeli satu tabung saja karena ketakutan.

Ada juga pembeli yang sengaja memodifikasi sepeda motornya agar bisa muat gas melon lebih dari tiga tabung.

Begitu tahu ada sidak dari Pertamina Kepri, pembeli yang tinggal di Simpang Barelang itu mengaku sengaja membeli enam tabung karena untuk usaha warung makannya.

Marketing Branch Manager Pertamina Kepri, William, mengatakan, pihaknya mewaspadai pembelian gas melon dalam jumlah banyak.

Pasalnya, setelah dicek ke lapangan, ternyata memang banyak orang yang membeli dua tabung lebih dari satu pangkalan.

”Ini yang susah kami deteksi. Mereka mengakunya pemilik usaha warung makan,” ujarnya.

“Ada juga yang mengaku untuk masak di rumah tapi sekali beli tiga tabung. Begitu ketahuan tim, hanya satu tabung diambil, yang dua dibawa balik sambil nunggu di kejauhan, menunggu kami pergi,” ujar William, Minggu (10/11/2019) sore.

Tim dari Pertamina Cabang Kepri saat melakukan sidak pangkalan dan mendapati pembeli gas melon dalam jumlah banyak di wilayah Sagulung dan Batuaji, Jumat (8/11/2019) lalu. Foto: Galih Adi Saputro/batampos.co.id

Hasil sidak, didapati masih banyak pangkalan di kawasan Batuaji-Sagulung yang kurang bahkan tak selektif memilah mana pembeli yang memang benar-benar untuk kebutuhan rumah tangga dan mana yang dijual kembali (pengecer) dengan maksud mengambil keuntungan.

”Mayoritas pangkalan saya dapati, banyak justru yang takut atau yang penting barangnya cepat habis,” katanya.

“Tanpa memperdulikan seharusnya gas melon dijual untuk mencukupi kebutuhan masyarakat rumah tangga yang tinggal di sekitar pangkalan,” terangnya lagi.

Atas temuan itu, William akan mengevaluasi kembali dan mendata mana pangkalan yang bandel dan nakal untuk dijatuhi sanksi.

Sanksi lanjutnya berupa pengurangan kuota atau pasokan, hingga pencabutan kontrak atau izin pendirian pangkalan.

Ia mencontohkan, untuk satu pangkalan yang mendapat suplai 60 tabung gas melon dalam sekali kirim, lanjutnya, jumlah tersebut itu sudah melalui kajian dan survei matang dari tim Pertamina terhadap jumlah warga perumahan yang tinggal di kawasan pangkalan.

”Kami terus evaluasi pangkalan-pangkalan tabung melon di Batam,” tuturnya.

“Misalnya ada permintaan yang meningkat, pasti akan kami tambah, asalkan dalam buku laporan penjualan hariannya jelas, tabung melon itu sudah didistribusikan ke masyarakat rumah tangga atau seperti apa,” ujarnya lagi.

Saat ini, setiap hari Pertamina Kepri memberikan kuota untuk didistribusikan ke seluruh pangkalan tabung melon di Batam sebanyak 36.760 tabung.

Sedangkan untuk dua kecamatan yakni Sagulung dan Batuaji, dari 490 pangkalan yang ada, per harinya dipasok 10 ribu tabung.

”Kalau di pangkalan masih saja langka, ini yang harus kami awasi dan curigai, didistribusikan kemana saja tabung melon itu,” paparnya.

Ia mencontohkan apabila satu pangkalan dipasok 150 tabung dan habis tak sampai 24 jam, dapat dipastikan gas 3 kilogram itu dijual atau diborong terlebih dahulu oleh pengecer yang sudah bekerja sama dengan pangkalan nakal.

“Ini yang akan kami bersihkan,” tegas William.

Sementara untuk kondisi normal, seharusnya sekali dipasok, minimal pangkalan itu paling cepat menghabiskan stok pengiriman selama 2 hari.

Karena itu, jika masyarakat mendapati pangkalan yang kedapatan menjual dalam partai besar ke pengecer tabung melon atau gas elpiji 3 kg, diminta melaporkan langsung ke Pertamina melalui contact center di 135 yang pasti akan kami tindaklanjuti saat itu juga di lapangan.

”Laporan kecurangan itu seperti misalnya, pangkalan menjual elpiji 3 kg tak boleh melebihi HET (harga eceran tertinggi) yakni Rp 18 ribu. Selain itu, pembelian setiap orang itu maksimal hanya diperbolehkan dua tabung saja,” terangnya.

Saat ini, Pertamina sudah menjatuhkan sanksi ke sejumlah pangkalan elpiji 3 kg yang kedapatan menjual di atas HET ke masyarakat.

Serta kedapatan menjual tabungnya ke pengecer dalam jumlah besar, mencapai puluhan tabung sekali beli.

”Ada sekitar lima pangkalan elpiji di Batuaji dan Sagulung yang sudah kami sanksi,” ujarnya.

Sanksi lajutnya, berupa pengurangan jumlah kuota pasokan ke pangkalan dan dialihkan ke pangkalan terdekat yang tepat sasaran pendistribusiannya ke masyarakat.

“Hingga yang baru ini kami cabut izin penjualan elpiji 3 kg produk Pertamina,” jelasnya.

Pihaknya menerapkan sanksi tegas untuk mengurai akar masalah kelangkaan gas 3 kilogram di Batam.

Sebab, lanjut William, Pertamina tak pernah sekalipun mengurangi kuota elpiji 3 kg ke masyarakat, justru kuota terus ditambah.

”Logikanya, kalau kuota tetap seperti sebelum ada kelangkaan tabung melon, harusnya kan tak ada kelangkaan,” jelasnya.

“Ini kuota sudah ditambah tak pernah dikurangi, masih saja masyarakat sulit mendapatkan tabung melon di sejumlah pangkalan. Inilah penyakitnya, ini ulah pengecer dan pangkalan nakal,’’ ujar William.

Karena banyaknya persoalan terkait kelangkaan tabung melon di Batuaji dan Sagulung beberapa hari belakangan, Pertamina Kepri langsung membentuk tim satgas pengawasan tabung melon.

Satgas ini dibentuk 1 November 2019 lalu. Timnya terdiri dari internal Pertamina, para agen serta pangkalan tabung gas elpiji 3 kg khusus untuk mengawasi 490 pangkalan di Batuaji dan Sagulung.

”Kami minta ke semua agen di Sagulung dan Batujai serta pangkalan tabung melon, agar setiap hari selalu memberikan laporan terbaru tentang ketersediaan stoknya dan penjua-lannya,” ujarnya.

Sehingga, pihaknya bisa memonitor apakah stok pangkalan habis atau masih ada, berapa hari stok atau pasokan itu habis.

”Dari laporan itulah, kami jadikan bahan evaluasi untuk memaksimalkan penyaluran gas elpiji 3 kg tepat sasaran ke masyarakat,” tegasnya.

Agen dan tiap pangkalan nantinya oleh Pertamina diwajibkan rutin melaporkan penjualannya, jumlah stoknya serta wajib melampirkan bukti visual berupa foto stok tabung melon.

”Ini sudah kami jalankan beberapa hari di dua kecamatan, Batuaji dan Sagulung,” ucapnya.

Hasilnya pihaknya mengetahui mana pangkalan yang nakal dan harus dijatuhi sanksi. Ke depannya, tim satgas pengawasan agen dan pangkalan penjualan elpiji 3 kg akan disebar dan diperluas lagi ke semua wilayah di Batam.(gas,eja,she,une, rng)

Cak Nardi Kembali Pimpin Arema Batam

0

batampos.co.id – Sunardi kembali terpilih sebagai Ketua Paguyuban Keluarga Besar Arema Batam (PKBAB) periode 2019-2022. Pentolan arek Malang (Arema) ini terpilih secara aklamasi dari 198 peserta yang ikut dalam Musyawarah Besar (MUBES) PKBAB V di gedung Dispora Batam, Minggu (10/11).

Ketua panitia Mubes V PKBAB, Fadil Al Islami mengatakan, warga Malang yang tergabung dalam PKBAB sepakat memilih Cak Nardi (panggilan akrab Sunardi) memimpin Arema Batam untuk periode 2019-2022.

“Seluruh peserta Mubes sepakat menunjuk Cak Nardi sebagai ketua PKBAB untuk periode 3 tahun mendatang,” kata Fadil.

Dia menjelaskan, kegiatan Mubes V PKBAB berjalan lancar dan tertib. Selain pemilihan ketua, Mubes juga untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan yang akan dimisioner dan juga membahas Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Ketua terpilih Cak Nardi mengucapkan terima kasih kepada warga PKBAB yang kembali mempercayakan dirinya memimpin Arema Batam. Dirinya berjanji bersama kepengurusan PKBAB yang baru bekerja semaksimal mungkin demi kemajuan bersama.

“Kita akan lanjutkan program-program yang belum sempat terlaksana, intinya harus lebih baik kedepanya,” katanya.

Mubes dengan tema pererat soliditas dan solidaritas dibuka sesepuh Arema (Arek Malang) Bapak Bambang Sudiono. Dalam arahannya, Bambang meminta seluruh warga Malang di Batam untuk menjaga silahturahmi dan soliditas. Selain itu juga meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan turut serta dalam pembangunan Kota Batam. “Saling bahu membahu dan tingkatkan kepedulian sosial terhadap sesama tanpa pandang suku, ras dan golongan. Serta turut menjaga keamanan dan ketentraman Kota Batam,” pesan Bambang.

Sementara mantan kepala BP Batam Mustofa Widjaja dalam sambutannya mengaku bangga dengan kekompakan Arema Batam. Mustofa meminta seluruh anggota PKBAB bisa menggali potensi diri, khususnya dalam berorganisasi.

“PKBAB adalah salah satu wadah untuk meningkatkan kemampuan dalam berorganisasi. Saya berharap muncul kader-kader berkualitas yang bisa memberikan sumbangsih kepada kemajuan Kota Batam,” kata bakal calon Walikota Batam ini. (*)

Tujuh Rumah dan Pondok Dihantam Puting Beliung

0

batampos.co.id – Setidaknya tujuh unit rumah dan pondok milik warga Desa Resang, porak poranda setelah dihantam hujan deras disertai puting beliung. Musibah ini terjadi Jumat (8/11/2019) sekitar pukul 15.30 WIB. Selain rumah, puting beliung juga membuat pohon tumbang.

Kepala Desa Resang, Hanafi, mengatakan ada tujuh orang yang rumah dan pondoknya rusak, yakni Zailani alias Asoi, Zaid, Zaidah, Pahimbu, Maisum, alib Tabo, Kasni/Zakaria. Kerusakannya di bagian atap rumah.

“Setelah menerima kabar, kami bersama pihak kecamatan, Bhabinkamtibmas Resang dan pihak lainnya langsung turun ke lapangan dan memberikan bantuan,” ujar Hanafi, Minggu (10/11).

Hanafi menambahkan, petugas kantor Desa Resang juga melakukan pendataan terhadap korban sebagai bahan data yang akan diperlukan selanjutnya. Dan mere-ka juga telah memberitahukan dan menyampaikan data korban kepada Pemkab Lingga.

Salah satu rumah korban warga yang terkena puting beliung, Jumat (8/11/2019).

Di tempat terpisah, Camat Singkep Selatan, Sabirin, mengatakan wilayah Singkep Selatan dalam tahun ini telah dilanda hujan disertai angin kencang dan memakan kor-ban material sebanyak dua kali kejadian.

Mantan Kabag Humas Pemkab Lingga ini juga berpesan agar warga tetap waspada, terlebih kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini.

“Kami bersama petugas kantor desa telah mengunjungi korban dan memberikan bantuan. Tapi kami akan terus melakukan kunjungan untuk memantau kondisi korban,” kata Sabirin.

Salah satu korban bencana angin puting beliung, Zailani, mengaku tidak menyangka angin menerpa rumahnya dengan begitu kencang, bahkan membawa dan meroboh kan sejumlah atap rumah yang mereka tempati.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerin-tahan kecamatan dan Desa Resang yang bergerak dengan cepat dan tanggap kepada warganya yang mengalami kesusahan,” kata Zailani. (*)

Catat, Kata Polisi 3 Kawasan Ini Rawan Pencurian

0

batampos.co.id – Kasat Sabhara Polresta Barelang Kompol Firdaus, menyebutkan beberapa wilayah di Kota Batam menjadi antensi jajaran Polresta Barelang dalam kasus pencurian sepeda motor dan lainnya.

Tiga wilayah itu yakni Batuaji, Sagulung serta di kawasan mata kucing.

“Untuk daerah yang rawan atas aksi pencurian sepeda motor menjadi atensi kita dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Wilayah itu termasuk red line,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam menciptakan rasa aman dan nyamanan kepada masyarakat di beberapa wilayah itu, pihaknya melaksanakan patroli bersama dengan polsek-polsek.

Dimana patroli itu akan dilakukan setiap malam menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

“Untuk wilayah yang menjadi atensi kita itu, ada patroli Batara Biru 422 dan Patroli Batara Biru 425,” jelasnya.

Ilustrasi. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Patroli itu kita lakukan setiap malam yang dianggap rawan dengan kejahatan jalanan,” tuturnya lagi.

Dijelaskannya, patroli itu tidak hanya melakukan keliling saja, personel yang melaksanakan patroli juga meninggalkan nomor telepon anggotanya.

Bila sewatu-waktu masyarakat membutuhkan kehadiran polisi bisa dengan segera menghubungi anggota yang bersangkutan.

“Kita tidak ingin lagi terjadinya aksi main hakim sendiri. Untuk itu, jika menemukan adanya pelaku kejahatan yang tertangkap, jangan main hakim sendiri. Serahkan kepada kita agar bisa diproses,” bebernya.

Ia menambahkan, kepada masyarakat juga selalu diminta untuk mengawasi kendaraannya dengan menggunakan kunci tambahan.

Termasuk kendaraan roda empat untuk tidak meninggalkan barang berharga karena rawan dengan aksi pencurian pecah kaca.

“Selain tugas pokoknya polisi dalam memberikan rasa aman, pemerintah daerah juga harus memberikan pelayanan terhadap masyarakat terkait parkir yang resmi. Ada rasa tanggungjawabnya juga,” imbuhnya.(gie)

Kementerian Keuangan Buka Pendaftaran 13 November

0

batampos.co.id – Pendaftaran rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) mulai dibuka hari ini, Senin (11/11). Pemerintah membuka tiga jalur, yakni CPNS, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan kedinasan. Meski begitu, masih ada beberapa instansi yang belum membuka pendaftaran pada hari ini.

“Sebagian kecil belum diumumkan,” kata Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana, Minggu (10/11/2019).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) termasuk instansi yang belum membuka pendaftaran hari ini.

Menurut Bima, Kemendikbud masih belum selesai proses merger dengan pendidikan tinggi. Sedangkan, Kemenkeu meminta untuk diumumkan 13 November mendatang.

“Karena akan dipresentasikan ke pim­pinan dahulu,” ucap pria 58 tahun itu.

Hingga pukul 18.35 kemarin, sudah ada 385 instansi yang sudah mengisi formasi rekrutmen CPNS.

“Diharapkan bisa selesai validasi malam ini dan diumumkan besok (hari ini, red). Yang belum selesai karena revisi formasi, pengumumannya akan menyusul,” jelas Bima.

Mengenai kesiapan server, alumnus teknik mesin Institut Teknologi Surabaya itu mengaku siap. Didukung dengan sistem Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Berkaca dari tahun lalu, sebanyak 4,5 juta pendaftar mengakses web sistem seleksi calon ASN (SSCASN) di hari pertama pendaftaran.

Bima memperkirakan, mayoritas pendaftar akan melihat-lihat lowongan dan menghitung potensi kompetisinya. Mengantisipasi pendaftaran di hari-hari terakhir.

“Antisipasinya di angka itu (4,5 juta orang). Biasanya pendaftar window shopping dulu. Mereka sudah banyak belajar dari pengalaman tahun lalu,” ujar bapak tiga anak itu.

Dia berharap sistem tidak kacau seperti tahun lalu. Apalagi, waktu pendaftaran dibuka selama 14 hari, yakni mulai 11 hingga 24 November mendatang. Bima juga mengingatkan agar pendaftar membaca dengan teliti formasi dan syarat pendaftaran yang dipilih. Terutama lokasi dan kualifikasi pendidikan.

“Sebab, tahun lalu banyak sekali yang gagal di seleksi administrasi karena tidak teliti membaca,” terangnya.

Meski begitu, pemerintah tetap membuka layanan komplain bila dalam seleksi nanti masih ada yang protes jika tidak lolos tes administrasi. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kemen PAN-RB Setiawan Wangsaatmaja menuturkan, pemerintah memberikan kesempatan kepada peserta tes CPNS protes, bertanya maupun menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil seleksi administrasi. Masa sanggahan diberikan selama tiga hari. Mulai dari 16 sampai 19 Desember mendatang. Nantinya, keputusan apakah sanggahan tersebut diterima atau ditolak akan diumumkan pada 26 Desember.

”Kami ingin meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penerimaan CPNS. BKN akan membuka pos pengaduannya online maupun hotline dari BKN. Dan administrasi itu yang menyeleksi instansi tujuan pelamar,” tutur Setiawan.

Dalam percakapan di pesan singkat, Bima menunjukkan surat pengumuman formasi CPNS Kabupaten Pulau Morotai. Yang lucu, surat tersebut ditujukan kepada ‘para pencari kerja di mana saja berada’. “Saking takutnya tidak ada pendaftar di daerah terpencil,” selorohnya.

Meski terlihat konyol, namun hal tersebut menunjukkan tidak meratanya persebaran PNS di Indonesia. Bima mengakui itu sulitnya mencari pendaftar untuk menjadi PNS untuk dokter, teknisi, dan guru untuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Yang lebih jadi masalah, lanjut Bima, ada pemerintah daerah yang sering memilih putra daerahnya sendiri karena tekanan pencari kerja tinggi. Sayangnya, tidak ada koordinasi dengan pemerintah pusat. Misalnya daerah di Papua dan Papua Barat.

“Akibatnya selalu antara kebutuhan dan ketersediaan tidak nyambung,” keluhnya. Belum lagi ditambah masalah kualitas sumber daya manusia di Indonesia yang belum merata. (han)

Anggaran BP Tahun 2020 Rp 2,2 Triliun

0

batampos.co.id – Anggaran BP Batam pada 2020, sudah disahkan melalui Surat Menteri Keuangan (Menkeu) Nomor S-704/MK.02/2019. Jumlah Rp 2,2 triliun dan disahkan pada 26 September 2019 lalu.

Anggaran tahun depan jauh lebih besar dari anggaran tahun 2019 yang sebesar Rp 1,8 triliun.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan dengan anggaran tersebut, BP akan merancang sejumlah program kerja prioritas dalam kurun waktu dua tahun mendatang.

“Pertama, penyederhanaan perizinan lahan dan lalu lintas barang. Kedua, revisi Perpres tentang tata ruang. Ketiga, Pengembangan Batam sebagai Logistik Base. Keempat, Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus. Kelima, Penyiapan pemenuhan kebutuhan Air. Keenam, Pengembangan transportasi massal,” kata Rudi baru-baru ini.

Kantor BP Batam. Foto: Putut Ariyotejo/ batampos.co.id

Anggaran tersebut juga akan digunakan unutk sejumlah kegiatan pengembangan infrastruktur.

“Rencana pengembangan Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Laut sebagai hub distribusi dan logistik, serta dana pendamping proyek bantuan luar negeri, the Development ofSewerage System in Batam Island, Pembangunan Sistem Pengolahan Limbah Domestik Batam, belanja operasional, serta peningkatan infrastruktur yang ada,” jelasnya.

Selain pengembangan infrastruktur, BP juga memiliki empat roadmap untuk tahun 2020 hingga 2004.

Roadmap pertama yakni mengembangkan industri manufaktur yang memiliki nilai tambah tinggi seperti industri smartphone dan teknologi informasi.

Kedua, Industri Jasa, seperti maintenance and overhaul (MRO) pesawat dan kapal, shipyard dan shipbuilding, pengembangan jasa kesehatan dan pendidikan internasional serta financial services.

Ketiga, LogisticHub, seperti transshipment, e commerce, warehouse dan infrastructurelink dan.

Keempat. Pariwisata yang berfokus pada penciptaan objek wisata dan pengembangan industri kreatif.(leo)

Kemajuan Tanpa Keandalan Melahirkan Bencana

0

Yang tidak memiliki keandalan, sama sekali tak berguna (Confucius)

Akhirnya Boeing mengaku bersalah dan menyampaikan permintaan maaf. Persis setahun setelah jatuhnya Lion Air JT 610 di Laut Jawa. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh sang CEO, Dennis Muilenburg.

Butuh waktu setahun. Sampai akhirnya Boeing berbesar hati mengaku bersalah atas kegagalan teknologi Boeing 737 MAX 8 yang mengorbankan ratusan nyawa di Indonesia dan Ethiopia.

Anda tentu ingat kejadiannya. Ketika pesawat Lion Air jatuh di Laut Jawa pada 29 Oktober pagi. Hanya beberapa menit setelah lepas landas dari bandara di Jakarta. Ada 189 nyawa yang melayang saat tragedi itu terjadi. Tak sampai lima bulan, kejadian yang sama terulang lagi. Ethiopians Airlines penerbangan 302 jatuh hanya 6 menit setelah lepas landas. Nyawa 157 orang penumpang, termasuk kru kabin dan pilot melayang.

Kedua maskapai tersebut menggunakan Boeing 737 Max 8. Pesawat terlaris dalam sejarah. Awalnya pesawat ini dibuat untuk menyaingi pesawat besutan Airbus yang hemat bahan bakar dan hemat biaya.

Karena itu, Boeing melakukan beberapa pembaharuan dan inovasi terhadap produk barunya ini. Beberapa sistem dan teknologi baru diaplikasikan. Termasuk diantaranya fitur Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS).

Fitur otomatis ini memproteksi pesawat dari manuver yang berbahaya. Seperti mengangkat hidung pesawat terlalu tinggi, sehingga mengakibatkan Stall. Sederhananya Stall itu adalah kondisi saat sayap pesawat mengalami peningkatan hambatan udara dan penurunan daya angkat.

Biasanya Stall terjadi karena kemiringan pesawat terlalu tinggi saat take off. Nah, MCAS akan otomatis menurunkan hidung pesawat jika kemiringinnya dinilai berbahaya dan bisa menyebabkan pesawat jatuh. Jadi, selain hemat bahan bakar harusnya Boeing 737 Max 8 juga lebih aman.

Tapi apa yang terjadi?

Menurut investigasi sejumlah lembaga kredibel – termasuk Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), justru teknologi baru inilah yang menjadi salah satu pemicu jatuhnya kedua pesawat tersebut. Kok bisa?

Pilot sempat kaget saat hidung pesawat turun tiba-tiba sesaat setelah lepas landas. Pilot mencoba menaikan kembali agar pesawat kembali ke posisi normal. Namun, sistem MCAS melawan kendali pilot dan kembali menurunkan hidung pesawat. Berkali-kali ini terjadi, sampai akhirnya pesawat jatuh.

Sebuah simulasi yang dibuat oleh tim Ahli sempat dipublikasikan dan menggambarkan dengan jelas bagaimana kondisi di udara saat itu. Pesawat berkali-kali naik turun, naik turun, hingga akhirnya jatuh.

Lalu, mengapa sistem termutakhir Boeing ini justru jadi sumber masalah?

Ternyata terjadi kesalahan setting pada sensor yang dipasang di pesawat. Kalibrasi sensor tersebut deviasi 21 derajat dari seharusnya. Dengan demikian, data yang dikirim ke MCAS juga tidak akurat. Sehingga memicu MCAS aktif pada waktu yang tidak seharusnya.
Ketidakandalan sistem teknologi ini mengakibatkan masalah besar. Yang paling buruk, korbannya lebih dari 300 nyawa manusia. Itulah gambaran nyata betapa berbahayanya sebuah pengembangan teknologi yang tak Andal.

Kita semua sadar, inovasi teknologi memang menjadi kebutuhan bagi perusahaan yang ingin maju. Karena inovasi teknologi bisa mendorong terjadinya efisiensi. Tapi bukan sembarangan inovasi yang bisa Anda implementasikan. Harus yang andal. Konsisten. Dan Persisten. Tidak boleh tidak.

Bagaimana jika inovasi teknologi yang Anda terapkan tidak andal?

Anda bisa belajar dari kasus Boeing 737 MAX 8. Inovasi Teknologi yang tak andal berpotensi menimbulkan masalah besar. Alih-alih mendorong efisiensi, Anda justru mempertaruhkan reputasi perusahaan Anda.

Kami di ATB juga melakukan inovasi di berbagai lini. Tapi, sebelum inovasi teknologi itu benar-benar diimplementasikan, ada serangkaian tes dan uji coba panjang yang harus dilalui. Berbagai parameter kami ukur dengan teliti. Bersama banyak tenaga ahli.

Untuk apa?

Agar kami benar-benar memastikan, bahwa pengembangan apapun yang kami buat, benar-benar andal. Bisa mendorong efisiensi. Bukan malah menimbulkan masalah.
Saat ini ATB memiliki sebuah Dashboard yang biasanya digunakan untuk memonitor dan mengontrol pelayanan air di seluruh Batam. Melalui dashboard tersebut, ATB bisa melihat berapa jumlah aliran yang dibutuhkan ke suatu daerah. Berapa tekanan air ke suatu daerah. Secara real time.

Kami tidak hanya bisa monitor, lebih dari itu bahkan juga bisa melakukan kontrol operasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) secara remote. Dikendalikan dari jarak jauh. Bahkan melalui perangkat telepon genggam. Life is in your hand. Pada saat yang sama bisa jadi masalah ada dalam genggaman.

Kenapa begitu?

Sekarang pertanyaannya, apa yang terjadi jika ternyata teknologi yang kami gunakan ini tidak andal?

Apa yang terjadi bila sensor yang kami pasang di lapangan mengirimkan data yang salah, sehingga Dashboard menunjukan hal yang berbeda dari kondisi sebenarnya? Atau informasinya datang terlambat, tidak real time?

Tentu akan jadi masalah besar. Karena respon dan reaksi yang diberikan oleh petugas kami jadi tidak sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya. Alih-alih menyelesaikan masalah, justru malah bikin masalah baru.

Itulah mengapa teknologi yang kami kembangkan harus lebih dulu diuji secara presisi. Sehingga terbukti keandalannya. Bukan hanya andal sekali dua kali. Tapi andal di segara kondisi. Di semua medan. Dan berbagai macam parameter. Sehingga Anda tidak perlu ragu.

Karena keandalannya yang telah teruji, kamipun berani mematenkan teknologi ini. ATB menjadi satu-satunya perusahaan air yang mematenkan teknologi tersebut. Bukan hanya di Indonesia, bahkan dunia. Keren kan! Teknologi inilah yang nantinya akan diduplikasi untuk perusahaan air lain di Indonesia. Supaya pelayanan air di daerah lain juga semakin baik. Tidak hanya di Batam saja yang baik.

Itu misi besar ATB.

Kebocoran yang masih di atas 30 persen bisa diturunkan. Cakupan pelayanan yang masih di bawah 70 persen, bisa dinaikan mendekati 90 persen. Belum lagi efisiensi pemakaian listrik dan bahan kimia bisa ditingkatkan. Efisiensi penanganan kebocoran, kemudahan melakukan pengelolaan air yang menjangkau seluruh kota tanpa harus beranjak dari tempat duduk.

Dituntut sebuah keandalan untuk mencapai itu. Dan kami menyediakan teknologi yang andal untuk mencapai tujuan tersebut.

Namun sayangnya, tak banyak perusahaan yang mau berinovasi. Apalagi memiliki teknologi yang andal. Kebanyakan tak mau ambil resiko, karena takut gagal. Padahal inovasi teknologi yang andal akan meningkatkan efisiensi perusahaan.

Akhirnya mereka terjebak dengan cara-cara tradisional. Perusahaan seperti ini akan berakhir dengan tidak efisien, karena mereka tidak andal.

Jadi apa pilihan anda? Maju dengan konsekuensi harus andal? Atau menggunakan cara konvensional, mungkin aman, tapi mengorbankan efisiensi?

Mari Kita Pikirkan.

Salam Kopi Benny. (*)