Rabu, 15 April 2026
Beranda blog Halaman 10907

2 Karyawan Philips Batam Mencuri di Perusahaan Sendiri

0

batampos.co.id – Pelaku kejahatan pencurian semakin nekat dan tak kenal tempat. Asal ada kesempatan, mereka beraksi.

Seperti yang dilakukan dua orang karyawan PT Philips Industries Batam, Sigit Dwi Permana dan Irfan Maulana (DPO).

Keduanya diketahui mencuri satu bundel aluminium di perusahaan tempat mereka bekerja.

Tak hanya mereka, seorang karyawan PT Accord Mandiri Batam juga terseret karena turut mengantarkan barang hasil curian itu ke pembeli (penadah).

Aksi mereka pun akhirnya terbongkar. Dua dari tiga pelaku itu kini menjadi terdakwa dan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Batam.

Saat persidangan beragendakan keterangan terdakwa dan saksi pada Selasa (4/9/2019). Keduanya mengaku mencuri satu bundel aluminium seberat 959,50 kg yang terletak di Receiving Store Philips Industries Batam ke dalam peti kayu dan memindahkannya dari Area Store B1 ke Area Scrap B1 dengan menggunakan forklift.

ilustrasi

Aksi itu mereka lakukan dini hari yakni sekitar pukul 2.00 WIB, saat kondisi perusahaan tengah sepi.

“Saya dengan Maulana yang ambil, sementara yang antar ke penjual dilakukan Sardi,” kata Sigit di depan majelis hakim dan JPU.

Barang itu berhasil mereka bawa dan dijual kepada Kancil (DPO) dengan harga Rp 11 juta.

Hasil penjualan itu dibagi tiga. Sardi mendapatkan Rp 2 juta, Sigit Rp 3 juta dan sisanya diambil oleh Irfan Maulana yang kini tengah buron.

“Padahal kalian digaji Rp 3,8 juta tapi masih saja mencuri,” kesal Hakim Ketua Renni Pitua Ambarita, sesaat setelah mengetahui terdakwa digaji sesuai Upah Minimum Kota (UMK).

Sementara aksi pencurian itu sebenarnya dipergoki oleh salah seorang karyawan yang tengah bertugas pada pagi itu.

Namun entah apa alasanya, aksi pencurian itu baru dilaporkan ke pimpinan perusahaan tujuh hari kemudian.

“Mereka sempat kerja sehari setelah pencurian itu,” ujar seorang saksi dari perusahaan Philips.

Akibat perbuatan mereka, pihak perusahaan pun rugi Rp 24 juta. Sementara perbuatan para terdakwa sebagai mana diatur dan diancam pidana Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHPidana.(une)

Kunjungan Wisman Bertambah, Dinas Pariwisata Diminta Melobi Anggaran ke Pusat

0

batampos.co.id – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Batam untuk periode Januari-Juli 2019 mencapai 1.086.796 orang.

Jumlah ini bertambah 42.447 orang dari angka kunjungan wisman pada periode yang sama di 2018 lalu, yang jumlahnya sebanyak 1.044.349 orang.

”Memang (kunjungan wisman, red) bertambah di periode Januari hingga Juli cukup signifikan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kota Batam Ardiwinata di kantornya, Rabu (4/9/2019).

“Kalau persentasenya sekitar 4,06 persen atau lebih dari 42 ribu orang,” ujarnya lagi.

Ardi mengatakan, Batam masih menjadi pintu masuk favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Kepri.

Menurut Ardi, wisman yang masuk ke Batam masih didominasi dari negara tetangga Singapura.

Kemudian dari beberapa negara Asia seperti Tiongkok, Malaysia, India, Filipina, Korea Selatan, dan Jepang.

Sementara dari belahan benua lainnya masih tetap didominasi wisman asal Inggris, Australia, dan Amerika Serikat.

”Jadi, sebenarnya pengunjung sudah beragam yang masuk ke Batam dan memang ini menjadi momen yang bagus bagi Batam untuk terus berbenah dan menata sektor pariwisata,” tuturnya.

Mayoritas wisatawan tersebut kata dia, berkunjung ke Batam pada akhir pekan. Rata-rata lama tinggal mereka sekitar satu sampai tiga hari.

Sejumlah wisatawan mancanegara asal Tiongkok saat menikmati suasana dan berfoto di sekitar Astaka di kawasan Dataran Engku Putri Batam Center, Jumat (30/8/2019) lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Tetapi ada juga yang lebih lama. Biasanya dari negara yang lebih jauh,” tambahnya.

Baca Juga: Menggoda Wisatawan Dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah

Mantan Kabag Humas Pemko Batam itu menambahkan, saat ini sudah banyak fasilitas pendukung untuk wisatawan.

Ada ratusan hotel dan restoran dengan berbagai klasifikasi. Mulai dari bintang lima maupun non bintang.

”Bioskop, spa, dan pusat perbelanjaan di Batam juga sudah memadai. Jadi, sangat membantu untuk promosi pariwisata,” jelasnya.

Selain itu, infrastruktur jalan yang sudah bagus juga sangat menunjang perkembangan pariwisata di Batam. Sudah jarang terjadi kemacetan di jalan raya.

”Kalau infrastruktur kita sudah dipuji banyak pihak, ini memang sangat besar pengaruhnya untuk pariwisata Batam,” jelasnya.

Baca Juga: Pemko Batam Ajak Insan Pariwisata Unggulkan Budaya Melayu sebagai Identitas

“Yang menjadi tugas kita sekarang adalah untuk bisa terus menata objek wisata,” ujarnya lagi.

Karenanya, menggelar berbagai pertunjukan atau event juga sangat berpengaruh untuk menarik pengunjung.

Kata dia, banyak pengunjung datang ke Batam yang naik sepeda sambil menikmati keindahan alam.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Batam, Mulia Rindo Purba, mengatakan, pariwisata harus bisa menopang pertumbuhan ekonomi.

Tetapi saat ini banyak destinasi yang masih harus ditata.

”Batam ini sangat beruntung karena sudah memiliki alam yang indah, jadi tidak perlu sulit untuk menata,” jelasnya.

“Tinggal bagaimana kemauan dan keseriusan pemerintah,” katanya lagi.

Terkait anggaran, Disbudpar Kota Batam tidak boleh hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Tetapi harus punya lobi-lobi yang kuat ke pusat.

”Di pusat banyak uang itu. Bagaimana mendatangkan itu ke Batam, ini yang harus dipikirkan Pemko,” imbuhnya.(ian)

TPU Sei Temiang Terhimpit Jalan Raya dan Bukit

0

batampos.co.id – Batam tak hanya krisis lahan untuk rumah tapak, tapi juga krisis lahan untuk pemakaman.

Sementara, setiap hari ada saja warga Batam yang meninggal dunia. Baik karena kecelakaan lalu lintas, sakit, faktor usia, maupun penyebab lainnya.

Tempat Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang contohnya. Sejak 2015 TPU ini sudah mengalami krisis lahan makam.

Bahkan kini sisa lahan tersedia tak sampai satu hektare. Diperkirakan akhir tahun ini habis tak tersisa lagi, sehingga butuh lahan tambahan.

Yayasan Khairul Umma selaku pengelola pemakaman muslim mengusulkan dua lokasi baru.

Yakni pulau terdekat atau di Barelang. Sebab, di lokasi yang ada saat ini tidak bisa dikembangkan lagi.

Sejumlah warga berziarah di TPU Seitemiang, Sekupang, beberapa waktu lalu. Ketersediaan lahan makam di TPU tersebut kian menipis. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Sudah terhimpit jalan raya dan bukit. Pengembangan tak bisa lagi,” ujar Sekretaris Yayasan Khairul Ummah Zailani, Rabu (4/9/2019).

“Solusinya mungkin cari lahan baru. Bisa di pulau kosong terdekat atau di Barelang,” jelasnya lagi.

Baca Juga: 3 Alasan Pemko Batam Ingin Ambil Alih Pengelolaan TPU Dari Yayasan

Usulan ini belum disuarakan sebab status lahan TPU Seitemiang saat ini memang sedang dibahas antara Pemko dan BP Batam.

Lahan TPU Seitemiang kata dia, masih milik BP Batam dan baru diwacanakan untuk dihibahkan ke Pemko Batam.

”Kalau itu kami tak ikut campur, siapapun yang berwenang intinya lahan di sini sudah krisis,” tuturnya.

“Mau Pemko atau BP Batam yang berwenang yang penting ada solusi. Kalau habis orang meninggal mau dikubur di mana?” ujar Zailani.

Baca Juga: 10 Tahun Mengabdi di TPU Sei Temiang, Zulkifli Trauma Saksikan Pembongkaran Makam

Dijelaskan Zailani, lahan pemakaman umat Islam yang tersedia tak lebih dari satu hektare.

Itupun lokasinya di rawa-rawa yang ditimbun 2017 lalu di bagian ujung TPU. Separuh lahan tambahan ini juga sudah terisi.

”Setelah penuh yang di rawa itu tak tahu lagi mau dimakamkan di mana. Sistem sisip tak bisa lagi karena sudah sangat padat,” jelasnya.

TPU Seitemiang yang dikelola Yayasan Khairul Ummah kini terisi 15 ribu lebih makam. Makam-makam ini ada yang terurus oleh ahli waris, ada juga yang diterlantarkan.

Pengelola tak bisa mengambil tindakan apapun terhadap makam yang tak terawat. Sebab belum ada peraturan daerah (Perda) seperti daerah lain yang mengatur sistem pemakaman.

Baca Juga: 20 Ribu Kuburan Hasil Karya Pak Eko di TPU Taman Langgeng Kota Batam

Baik itu penimpahan ataupun penggabungan makam untuk keluarga terdekat.

”Susahnya kita di sini, belum ada perda yang mengatur itu,” ucapnya.

“Lahan punya BP, kami hanya pengelola jadi Pemko sepertinya tidak terlibat dengan lahan pemakaman ini,” kata Zailani lagi.

Yayasan Khairul Umma sendiri, kata Zailani, sudah mengajukan penambahan lahan baru ke Badan Pengusahaan (BP) Batam sejak 2014 lalu.

Namun ditolak dengan alasan tak ada lahan pada 2015. Hingga saat ini belum ada solusi apapun terkait krisis lahan pemakaman tersebut.

”Kamipun tak bisa berbuat banyak karena peran kami hanya sebagai pengelola. Kepemilikan lahan bukan wewenang kami,” ujarnya.(eja)

Dewan Pers Beri Barcode Kepada Media yang Lulus Verifikasi 

0

batampos.co.id – Media-media yang saat ini telah terverifikasi faktual Dewan Pers segera diberi barcode khusus.

Barcode ini akan langsung tersambung ke situs Dewan Pers yang menampilkan identitas dari media tersebut.

“Saat ini program dan perapian data sedang kami dilakukan di Dewan Pers, target Desember sudah selesai,” ujar Wakil Ketua Dewan Pers, Hendri CH Bangun, Kamis (5/9/2019).

Dijelaskan mantan Sekjen PWI Pusat ini, langkah tersebut diambil Dewan Pers mengingat saat ini banyak sekali media-media yang belum terverifikasi, namun mencantumkan logo Dewan Pers, seolah-olah mereka telah terverifikasi.

“Kalau untuk media yang telah terverifikasi faktual, tak jadi masalah. Tapi kalau logo tersebut tayang atau terbit di media yang belum terverifikasi, ini yang tidak dibenarkan,” sebutnya.

Batam Pos salah satu media yang telah terverifikasi oleh dewan pers sejak 2017 lalu. Tidak hanya versi cetak, website batampos.co.id juga telah terverifkasi secara administrasi dan faktual oleh dewan pers. Foto: haris/batampos.co.id

Saat ini, menurut Mantan Pemred Warta Kota itu ada kurang lebih 300-an media yang telah lulus verifikasi administrasi dan menunggu untuk diverifikasi faktual.

“Se Indonesia itu, makanya tim verifikator kita terus melakukan verifikasi ke daerah-daerah,” jelasnya.

“Sebagian daerah memang kita terbantu dengan Serikat Perusahaan Pers (SPS) yang memang konsiten Dewan Pers yang diberi mandat untuk memverifikasi perusahaan pers, tapi di daerah-daerah lain yang SPS-nya kurang aktif, Dewan Pers harus langsung turun tangan,” paparnya.

Di Kepri sendiri, SPS telah menunjuk tim verifikasi media dan telah mendapat SK dari SPS Pusat.

Tim ini terdiri dari tiga orang. Yakni Marganas Nainggolan yang merupakan Ketua SPS Kepri, Haryanto Wakil Ketua SPS Kepri dan Novianto, Wakil Sekretaris SPS Kepri.

“Media-media yang sudah terverifikasi administrasi boleh mengajukan permohonan verifikasi faktual ke SPS Kepri,” jelas Marganas Nainggolan.

Hasil verivfikasi yang dilakukan oleh tim verifikator SPS nantinya akan diserahkan pada Dewan Pers agar dikeluarkan status terverifikasi faktual terhadap media tersebut.

“Tapi tentunya sesuai dengan aturan Dewan Pers, semua persyaratan media harus lengkap,” paparnya.

“Termasuk kantor, peraturan perusahaan, akte notaris berkategori khusus perusahaan pers, BPJS ketenaga kerjaan dan lain-lain,” rinci dia.(*)

Reaksi Orangtua Saat Mengetahui Ada Percobaan Penculikan Terhadap Siswa SDN 02 Batuaji

0

batampos.co.id – Salah seorang orangtua siswa SDN 02 Batuaji, Kota Batam, Rini, merespon positif edaran yang dikeluarkan pihak sekolah terkait adanya percobaan penculikan salah satu siswa.

Rini mengaku akan lebih waspada untuk mengawasi buah hatinya.

“Saya akan menjemput dan mengantar anak saya tepat waktu,” jelasnya, Rabu (4/9/2019).

Murid SDN 002 Batuaji pulang dari sekolah, Rabu (4/9). Insert: Surat edaran dari pihak sekolah kepada orangtua dan wali murid. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Pihak sekolah juga berpendapat yang sama. Peringatan ini bukan untuk menciptakan suasan tak nyaman.

Baca Juga: SD di Kota Batam Keluarkan Surat Peringatan Penculikan

Tapi untuk mengantisipasi agar hal-hal yang tak diinginkan bisa dihindari.

“Sifatnya mencegah, kami peduli dengan keselamatan anak didik kami makanya kami sampaikan surat ini,” ujar Ali Bastoni, seorang guru SDN 02 Batuaji.(eja)

Peringati HPN, Direksi bright PLN Batam Sapa dan Dengarkan Keluhan Pelanggan

0

batampos.co.id  Memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2019 yang jatuh setiap 4 September, bright PLN Batam kembali menyapa pelanggan dan pemangku kepentingan yang tersebar di wilayah Batam.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan dan menjalin hubungan yang baik, sekaligus mengapresiasi para pelanggan yang selama ini menggunakan layanan bright PLN Batam.

Mengusung tema ”Senyum Pelanggan Indonesia Benderang”, kegiatan HPN tahun ini dilakukan dengan mendengar langsung suara pelanggan dan mengunjungi kantor pelayanan yang tersebar pada wilayah Batam.

Seperti Batam Center, Nagoya, Tiban dan Batu Aji. Bukan hanya di Batam, kegiatan HPN ini juga dilaksanan di seluruh Unit PT PLN Persero yang ada di seluruh Indonesia.

Dengan tujuan yang sama yaitu sebagai peran serta PLN dalam event Hari Pelanggan Nasional, mendekatkan PLN dengan pelanggan dan masyarakat serta meningkatkan kepercayaan konsumen kepala PLN.

Dalam acara pelepasan rombongan yang akan melakukan kunjungan, Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha bright PLN Batam, Buyung Abdul Zalal, mengatakan momen HPN merupakan momen tepat bagi bright PLN Batam untuk terus meningkatkan hubungan dengan pelanggan.

“Dengan mendengarkan langsung suara pelanggan, bright PLN Batam diharapkan dapat lebih memahami kebutuhan pelanggan dan terus meningkatkan pelayanannya,” ujanrya.

“Masukan dari para pelanggan kepada bright PLN Batam akan menjadi program kerja untuk perbaikan sekaligus mengapresiasi para pelanggan yang selama ini menggunakan layanan bright PLN Batam,” papar Buyung lagi.

Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha bright PLN Batam Buyung Abdul Zalal (empat kanan) memberikan cendera mata kepada salah seorang pelanggan, Rabu (4/92019). Foto: Humas bright pln untuk batampos.co.id

Selain diikuti Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha, Direktur Operasi bright PLN Batam, Awaluddin Hafid, juga mengikuti rombongan yang turun langsung ke pelanggan.

Dalam kunjungannya ke Kantor Pelayanan wilayah Batu Aji, Awaluddin mendengar langsung keluhan dari masyarakat terkait pelayanan bright PLN Batam yang menurun belakangan ini.

“Mewakili segenap manajemen bright PLN Batam, kami mohon maaf atas terjadinya gangguan pelayanan bright PLN Batam kepada pelanggan semua,” ujarnya.

“Hal tersebut terjadi semata-mata karena gangguan mesin pembangkit yang juga tidak kami inginkan,” imbuh pria yang akrab disapa Awal ini.

Awal menjelaskan, komponen mesin pembangkit yang mengalami kerusakan sedang dalam proses pengiriman dari luar negeri dan dalam waktu dekat pembangkit tersebut dapat beroperasi kembali.

”Kami dari bright PLN Batam tetap berkomitmen untuk selalu berupaya untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut,” jelasnya.

“Sehingga dapat kembali memberikan pelayanan pasokan listrik yang andal kepada masyarakat di Batam,” janjinya.

Dalam peringatan HPN tahun ini, bright PLN Batam juga memberikan apresiasi kepada pelanggan yang melakukan pembayaran listrik, sambung baru, ubah daya dan lainnya yang sedang berada di kantor pelayanan.

Apresiasi tersebut berupa souvenir dan cendera mata dari bright PLN Batam. Selain mengunjungi kantor area pelayanan, Direksi bright PLN Batam juga mengunjungi sejumlah pelanggan TM (tegangan menengah) atau industri.

Di antaranya PT Samator Indonesia, PT Batam Technic/Hanggar Lion Air, Hotel dan Apartemen Aston, PT Satnusa Persada, PT Cipta Adil, PT Pertama Pacific Shipyard, PT Duta Surya Sukses dan PT Nusa Rizqi.

Awal menyampikan jika bright PLN Batam menyambut baik kritik dan testimoni serta saran dari beberapa pelanggan, baik pelanggan tegangan menengah maupun pelanggan tegangan rendah.

”Semoga dengan kritik dan saran dari pelanggan akan menambah semangat kerja semua insan bright PLN Batam dalam memberikan pelayanan yang lebih memuaskan kepada masyarakat dimasa yang akan datang,” ungkapnya.(*)

Anggota DPRD Lingga Dilantik

0

batampos.co.id – Sebanyak 20 anggota DPRD Kabupaten Lingga dilantik dan diambil sumpah jabatan untuk menjalankan tugas dan fungsi mereka selama lima tahun ke depan, yakni periode 2019-2024. Pe-lantikan dilakukan di ruang Sidang Paripurna kantor DPRD Kabupaten Lingga, Daik Lingga, Rabu (4/9) siang. Dari 20 anggota dewan yang dilantik delapan di antaranya sebagai anggota dewan baru. Sedang-kan keterwakilan perempuan di DPRD Lingga hanya satu orang.

Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang Admiral hadir untuk melantik seluruh anggota dewan tersebut. Terlihat juga, Plt Gubernur Kepri Isdianto; Bupati Lingga Alias Wello; Wabup Lingga M Nizar; Sekda Lingga Juramadi Esram; FKPD; OPD; tokoh masyarakat; tokoh agama; dan tamu undangan lainnya.

Awalnya, pelantikan direncanakan dilakukan pada pukul 10.00 WIB, namun karena masih menunggu sejumlah pejabat yang belum hadir, maka diputuskan kegiatan pelantikan dilakukan dua jam lebih lama yakni pukul 12.00 WIB.

Plt. Gubernur Kepulauan Riau Isdianto menyerahkan surat keputusan (SK) secara simbolis serta menyematkan pin kepada 20 anggota DPRD.

Sama seperti saat mengha-diri pelantikan anggota DPRD di kabupaten dan kota sebelumnya, untuk di Lingga Plt Gubernur juga berpesan agar hubungan antara eksekutif dan legislatif tetap terjaga.

F. HUMAS PEMPROV KEPRI UNTUK BATAM POS
Plt Gubernur Kepri Isdianto menyematkan pin emas kepada perwakilan anggota DPRD Lingga yang baru saja dilantik, Rabu (4/9).

Bisa saling bersinergi guna mewujudkan pembangunan di Kabupaten Lingga yang terarah dan terstruktur. Sehingga kesejahteraan yang diimpikan bisa terwujud de-ngan merata.
Masyarakat Lingga, kata Isdianto, sangat berharap kepada para anggota dewan yang baru dilantik. Yakni agar tidak hanya memiliki legitimasi yang kuat saja. Namun, harus menjadi aktor utama dalam mewujudkan pembangunan di Kabupaten Lingga.

”Mari wujudkan pemerintahan yang baik dan jangan kecewakan masyarakat yang sudah memilih saudara-saudara sekalian,” kata Isdianto.

Sebagai daerah maritim de-ngan berbagai potensi SDA nya harus digarap optimal untuk kepentingan masyarakat. Dalam kesempatan ini Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Isdianto mengajak masyarakat

Kabupaten Lingga, baik eksekutif, legislatif, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk bersinergi guna mengembangkan sektor pariwisata, minerba, perikanan, pertanian, dan sebagainya.

”Dengan pembangunan yang didukung penuh oleh eksekutif dan legislatif, maka dampaknya jelas akan dirasakan oleh masyarakat. Mari kita bangun Kepri dengan cara bermitra dan bersinergi. Kesampingkan semua hal yang bisa mengganggu stabilitas keamanan dan kondusifitas daerah,” tegas Isdianto.

Mengingat belum ditunjuknya Ketua DPRD Lingga periode 2019-2024. Maka dalam kesempatan ini telah ditunjuk ketua dan wakil ketua DPRD sementara yang masing-masing dari partai dengan perolehan suara terbanyak I dan II, yakni dari partai NasDem dan Golkar.

Dari NasDem yang ditunjuk sebagai ketua sementara adalah Riono, sedangkan dari Golkar, Seni. (wsa)

Museum Batam Resmi Terdaftar di Pusat

0

batampos.co.id – Museum Batam resmi terdaftar atau teregistrasi di Kemente-rian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Artinya, museum yang akan menggunakan bangunan eks Astaka MTQ Nasional 2014 di Dataran Engku Putri ini, telah masuk basis data museum se-Indonesia milik Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud.

”Agustus lalu surat kami dibalas oleh Kemendikbud. Kami mulai mikirkan nama museum, koleksi, visi misi dan juga petugas. Yang menyita pikiran adalah kajian akademis, dan ini sudah dsietujui dan museum kita laik tercatat jadi museum,” papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata, kemarin.

Surat balasan berkop Direktorat Jenderal Kebudayaan ini ditandatangani Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Fitra Arda. Pada surat bertanggal 30 Agustus 2019 tersebut dinya-takan bahwa setelah melalui verifikasi terhadap dokumen profil yang diberikan Disbudpar Batam, Museum Batam telah memenuhi syarat pendirian.

Adapun syarat pendirian museum merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum, pasal 3 ayat (2) yaitu memiliki visi dan misi, koleksi, lokasi dan/atau bangunan, sumber daya manusia, sumber pendanaan tetap, dan nama museum.

”Museum kita didaftarkan dengan nomor 21.71.U.05.200. Meski sudah terdaftar, masih ada beberapa berkas yang harus kita lengkapi. Dan akan segera kita kirimkan sesuai yang diminta melalui surat balasan tersebut,” ujarnya.

Setelah terdaftar, pihaknya akan segera melakukan berbagai pembenahan. Dengan terdaftarnya Museum Batam di basis data kementerian, maka dimungkinkan bagi museum untuk mendapat bantuan revitalisasi dari pusat.

Khairil, penjaga gedung Astaka menunjukkan ruangan yang akan jadi lokasi untuk pajangan aneka benda bersejarah saat jadi museum di dalam Gedung Astaka, Rabu (4/9/2019).
foto: batampos.co.id / Cecep Mulyana

Harapannya, museum ini kelak akan menjadi pilihan destinasi wisata, utamanya bagi wisatawan mancanegara (wisman). Karena, berdasarkan survei Bank Indonesia beberapa waktu lalu, wisman yang datang ke Batam di antaranya ingin melihat museum.

”Sementara di Batam belum ada. Karena itulah kita mengejar pembentukan museum ini,” kata dia.

Isi museum ini nantinya adalah perjalanan Kota Batam sejak masa Kesultanan Riau Lingga, sampai menjadi kota modern seperti sekarang. Selain itu, juga akan dipamerkan produk kebudayaan masyarakat Melayu setempat.

”Juga ada ratusan keping keramik yang ditemukan di laut Sembulang Galang yang merupakan serahan dari Kejaksaan dan TNI AL. Keramik ini dike-tahui dari zaman Dinasti Ming, berdasarkan hasil kurasi tim Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat,” kata Ardi.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan, kelak museum ini tidak lagi bernama Museum Batam. Ia meminta Disbudpar untuk membicarakan lebih lanjut nama museum ini.

”Bisa pahlawan-pahlawan yang dulu berjasa bagi Kepri atau Batam. Tidak ada salahnya nama mereka kita abadikan,” imbuhnya.

Perihal anggaran revitali-sasi, Rudi menyampaikan akan disiapkan baik dari daerah maupun meminta keterlibatan pemerintah pusat. Akan tetapi dana dari daerah sendiri tidak bisa dikucurkan tahun ini karena APBD perubahan sudah lewat, artinya dipastikan hanya bisa dianggarkan tahun selanjutnya.

”Tapi kalau ada dari pusat bisa langsung,” katanya.

Ia melanjutkan, sumber anggaran lain yakni dengan melibatkan Corporate Sosial Responbility (CSR) badan usaha.

”Kenapa saya harap andil CSR, karena kalau ekonomi bagus juga akan berimbas pada perusahaan juga. Saya ingin ada sirkulasi atau perputaran ekonomi yang sempurna,” ujarnya. (iza)

Ratusan Murid Tuncen Meriahkan Pawai Muharam

0

batampos.co.id – Sekolah Islam Terpadu Tunas Cendekia (SIT Tuncen) merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 Hijriah dengan menggelar pawai taaruf, awal pekan ini.

Pesertanya terdiri dari ratusan murid sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK).
Tema yang diambil dalam kegiatan itu adalah, ”Dengan Semangat Tahun Baru Hijriah Mari Kita Perkuat Ukhuwah Islamiyah agar Hidup Semakin Berkah”.

Para murid begitu antusias mengikuti pawai tersebut. Mereka mulai bergerak pukul 07.30 WIB di sekolah di Jalan Raja H Fisabilillah, Batam Center.

Selanjutnya, mereka menggelar pawai dengan rute SIT Tunas Cendekia menuju lampu lalu lintas Masjid Raya.

Kemeriahan pawai 1 Muharam murid-murid SIT Tuncen di Batam Centre.
foto: batampos.co.id / F. Guntur Marchista Sunan

Kemudian, peserta pawai berbelok menuju bundaran BP Batam dan menuju Jalan Engku Putri Utara.

Lalu, peserta kembali ke sekolah melalui lampu lalu lintas Ikan Daun, dan kembali ke Jalan Raja H Fisabilillah.

Kemeriahan pawai 1 Muharam murid-murid SIT Tuncen saat berada di bundaran BP Batam, Batam Centre. Foto: Guntur/batampos.co.id

Jumlah peserta pawai terdiri dari 230 murid SD dan 70 murid TK-PAUD. Yang menarik, murid-murid dapat berkreasi menciptakan busana yang mencontoh tokoh seperti ustaz, pejuang Islam hingga berbusana adat dari beberapa provinsi di Indonesia.

”Tujuan dari kegiatan ini untuk mensyiarkan agama Islam, sebagai edukasi kepada peserta didik tentang tahun baru Islam dan menumbuhkan rasa ukhuwah islamiyah sejak dini,” kata Kepala SDIT Tunas Cendekia, Sutanto. (nji)

Hari Ini, Store UNIQLO Batam Dibuka, Dapatkan Produk Unggulan Kualitas Dunia

0

batampos.co.id – Masyarakat Batam ataupun wisatawan nusantara, bahkan mancanegara kini tak perlu pusing mencari pakaian kasual merek ternama. Sebab, UNIQLO, salah satu brand besar duni kini hadir di lantai GF dan lantai 1 Grand Batam Mall, Penuin.

Toko di Grand Mall Penuin Batam itu merupakan toko ke-27 di Indonesia. Merek pakaian kasual ternama asal Jepang ini benar-benar menghadirkan produk unggulan kualitas dunia yang tak diragukan lagi.

”Ini store kami yang pertama di Batam. Batam adalah kota ke sembilan store kami di Indonesia,” kata Marketing Director UNIQLO Indonesia, Daniel Pieter Gustaafs Sumual, Selasa (3/9/2019).

Dijelaskan Daniel, UNIQLO dengan tagline-nya LifeWear diartikan sebagai wujud komitmen untuk membuat kehidupan pelanggannya lebih baik melalui pakaian sehari-hari.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Pihaknya tidak hanya memperhatikan keindahan dari desain saja, tetapi juga fungsi, dan inovasi yang berkelanjutan.

”Semua produk yang kami sediakan pakaian sehari-hari yang merepresentasikan kesederhanaan, keindahan, dan kualitas,” terangnya.

UNIQLO membuat keputusan tepat memilih Batam sebagai salah satu store-nya. Sebab, Batam menjadi salah satu kota tujuan utama Memilih Batam wisatawan nusantara (Wisnus). Bahkan, salah satu pintu utama masuknya wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura dan Malaysia yang jaraknya sangat dekat dari Batam.

”Kami hadir lebih lebih dekat dengan masyarakata Batam untuk memenuhi pilihan kebutuhan pakaian kasual yang unik dan berkualitas tinggi,” ungkap Daniel.

Store Manager UNIQLO Grand Batam Mall Moehammad Rafli Ragendra menambahkan, UNIQLO LifeWear Batam yang akan resmi dibuka pada Jumat (6/9). Store terdiri dari 16 bagian pakaian dengan keunikan dan style-nya masing-masing.

”Modelnya mendasari setiap gaya individu baik pria, wanita, anak-anak bahkan bayi, terinspirasi dari nilai-nilai Jepang yang minimalis dan memiliki kualitas ketahanan,” papar Rafli.

Selain itu, Batam yang bukan daerah empat musim, menjadi perhatian pihak UNIQLO untuk menyediakan produk yang sesuai cuaca. Sehingga membuat penggunanya tetap terlihat dan merasa menarik, namun tetap nyaman dikenakan dengan gaya UNIQLO sendiri.

”Jadi meskipun itu jenisnya sweater (tebal), tapi bahannya tetap aman dan nyaman dikenakan meski di cuaca panas,” ucapnya.

UNIQLO LifeWear juga menawarkan berbagai aksesori untuk membantu pelanggan di Batam tampil sebaik-baiknya dan mampu mengekspresikan diri melalui pakaian yang mereka kenakan.

”Kami ingin meningkatkan gaya hidup sehari-hari masyarakat Batam melalui evolusi teknologi yang dapat mengubah kehidupan manusia melalui pakaian,” tutur Rafli.

Ia kembali mengingatkan, selama periode pembukaan nanti terdapat bonus tumbler eksklusif dalam jumlah terbatas untuk pelanggan dengan minimum pembelanjaan Rp 500 ribu (berlaku kelipatan), hingga persediaan masih ada.

”Dan untuk 300 pengunjung pertama akan mendapatkan segelas kopi, sebagai welcome drink dari kami,” tutupnya. (nji)