Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 10945

Lurah Kelola Anggaran Rp 1,6 Miliar

0

batampos.co.id – Mulai tahun ini, dana pengem­bangan kelurahan dipegang langsung tingkat kelurahan. Nilainya mencapai Rp 1,6 miliar lebih. Anggaran tersebut bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Batam untuk Dana Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK) senilai Rp 1,3 miliar. Lalu, Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan dari APBN sebesar Rp 350 juta.

”Dua program ini namanya pembangunan sarana dan prasarana kelurahan dan pemberdayaan masyarakat kelurahan. Sekarang KPA (kuasa pengguna anggaran)-nya langsung di kelurahan,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Batam Eryudhi Apriadi, Rabu (24/7).

Dia menerangkan, pada 2018 lalu tidak ada KPA, adanya hanya Pengguna Anggaran (PA) yakni di kecamatan. Kini kecamatan masih bertindak sebagai PA, dan hanya saja ditambah kelurahan sebagai KPA.

”Untuk pengawasan, ada kelompok masyarakat,” imbuhnya.

Menurut Eryudhi, sejatinya semua kelurahan mendapat bantuan. Hanya saja dalam praktiknya di lapangan ada dua kelurahan yang tidak mendapat, khusus PIK. Itu karena kelurahan tersebut dinilai infrastruktur sudah mumpuni dan dialihkan ke kelurahan lain dalam kecamatan yang sama yang masih membutuhkan.

ilustrasi

”Memang begitu, rata-rata memang dapat. Tapi lihat lagi keadannya. Makanya ada juga dapat Rp 500 juta,” sebutnya.

Sebelumnya disebutkan bahwa sejak dilaksanakan pada 2016 lalu hingga tahun 2019 ini, sepanjang 273,083 kilometer (km) jalan lingkungan yang dibangun dan ditingkatkan melalui program PIK ini. Serta pembangunan drainase permukiman sepanjang 72,520 km.

”Itu data dari 2016 sampai dengan yang akan kita lakukan di 2019 ini,” kata Eryudhi.

PM-PIK ini dijalankan sejak 2016 dengan anggaran Rp 750 juta per kelurahan. Kemudian angkanya meningkat menjadi Rp1 miliar per kelurahan pada 2017, dan Rp 1,1 miliar pada 2018 lalu. Sedangkan pada 2019 ini, nilai yang diterima tiap kelurahan sebesar Rp1,3 miliar.

”Dana ini digunakan khu-susnya untuk pembangunan jalan lingkungan dan drainase. Untuk di hinterland (pulau penyangga), ada juga digunakan untuk pembangunan jerambah dan batu miring. Sesuai tujuannya yakni meningkatkan aksesibilitas serta kualitas lingkungan hidup warga,” ujarnya. (iza)

Antisipasi Penyelundupan Narkotika, Lapas Barelang Bentuk Satgas Bersama Kecamatan dan Polsek Sagulung

0

batampos.co.id Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Barelang, Kota Batam membentuk tim satuan tugas (Satgas) khusus untuk mengawasi peredaran narkoba dan barang terlarang lainnya di dalam Lapas.

Kepala Lapas Kelas II A Barelang, Surianto, mengatakan, Satgas tersebut diberinama LCP. yaitu singkatan dari Lapas, Kecamatan dan Polsek Sagulung.

“Satgas LCP ini terdiri dari Sipir Lapas, anggota Polsek Sagulung dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kecamatan Sagulung,” katanya, Kamis (25/7/2019).

Surianto menjelaskan, Satgas tersebut nantinya akan bekerjasama mengawasi masuknya narkoba atau barang terlarang lainnya ke dalam lingkungan Lapas.

Baca Juga: Pemuda Anti Narkoba Provinsi Kepri, Bertekad Bangkrutkan Bandar Narkoba

Sipir lapas kata dia, mengawasi bagian dalam lingkungan Lapas, sementara polisi dan Satpol PP kecamatan, secara bergantian akan mengawasi lingkungan luar Lapas.

“Kenapa demikian? Hasil evaluasi kami sepanjang tahun ini, upaya penyelundupan narkoba atau barang terlarang lainnya (ke dalam Lapas) dengan cara melempar dari luar Lapas, beberapa kali kami temukan itu,” ujarnya.

Kepala Lapas Barelang Kelas II A Kota Batam, Surianto (kiri) menandatangani MoU kerjasama pembentukan satgas LCP bersama Kecamatan dan Polsek Sagulung untuk menekan peredaran narkoba didalam Lapas. Foto: Eja/batampos.co.id

“Makanya kami minta kerja sama ini supaya kedepannya lebih bagus lagi dan Lapas harus benar-benar bebas dari Narkoba atau barang yang dilarang lainnya,” ujar Surianto.

Kata dia, lingkungan Lapas yang lebih rendah dari dataran sekitarnya sangat rawan dengan aksi penyelundupan narkoba dengan modus melempar dari luar Lapas.

Baca Juga: Polresta Barelang Usut Peredaran Narkoba di Lingkungan Sekolah

Guna meminimalisir modus pihaknya memerlukan dukungan dari pihak luar yakni kepolisian dan Satpol PP kecamatan Sagulung.

“Ya beginilah situasinya, berbagai upaya pencegahan sudah dilakukan tapi orang-orang yang berniat tak baik ini ada saja caranya,” jelasnya.

“Kalau ada satgas LCP ini tentu akan lebih maksimal lagi pengawasan kedepannya,” ujar Surianto lagi.

Camat Sagulung, Reza Khadafi, menyambut baik pembentukan Satgas LCP tersebut. Pihak kecamatan lanjutnya, mendukung penuh kerjasama tersebut.

Sebab kata dia, masyarakat Lapas Batam merupakan masyarakat Sagulung.

Baca Juga: Keren, Lapas Barelang Miliki Sistem Informasi Warga Binaan Mandiri

“Secara teritorial ini masuk masyarakat saya (Sagulung), saya harus dukung dan Satpol PP akan bantu-bantu patroli pengawasan ke sini,” ujar Reza.

Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto, mengatakan, untuk menjalankan tugas satgas tersebut, tim patroli dan intelejen Polsek Sagulung akan turun secara bergantian mengawasi lingkungan luar Lapas.

“Setiap hari akan ke sini dengan waktu yang berbeda-beda,” ujarnya.

“Kita semua sudah sepakat Narkoba itu musuh bersama, di manapun termasuk di Lapas ini tidak diperbolehkan,” kata dia lagi.

Melalui Satgas itu lanjutnya, Polsek Segulung akan terlibat aktif untuk mengawasi lingkungan Lapas.(eja)

Halo BP Batam, Tanah Timbun Bekas IPAL Ambles

0

batampos.co.id – Warga yang berada di kawasan Pasir Putih Ocarina, Kota Batam, mengeluhkan amblesnya tanah timbun bekas pemasangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Warga yang melintas di kawasan tersebut juga was-was saat melintasi ruas jalan tersebut.

“Tanahnya retak-retak gitu, ngeri juga kalau lewat di sana,” ujar salah seoarng warga Iwan.

Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana, mengatakan, proses pemasangan pipa masih baru dilakukan di daerah tersebut.

Ruas jalan yang tanahnya turun setelah dilakukan penggalian untuk IPAL. Foto: Dalil Harahap/batmapos.co.id

”Sehingga karena baru timbun, makanya terjadi penurunan, pasti kita akan perbaiki,” katanya.

Ditambah lagi, beberapa hari belakangan ini turun hujan yang akibatkan kondisi tanah menjadi lebih lunak.

Sehingga kata dia, air hujan mengisi celah-celah tanah bagian bawah yang kurang padat.

”Atau ada tanah yang masuk ke dalam pipa, jika pipa bagian ujung kurang menutup,” jelasnya.

Kata dia, secara teknis tanah di daerah itu akan dipadatkan kembali agar tidak terjadi penurunan.

”Di tempat lain seperti itu juga. Kita pasti akan perbaiki,” tegasnya.(leo)

Investor Malaysia Lirik Investasi di Bidang LRT Bandara Internasional Hang Nadim 

0

batampos.co.id – Investor asal Malaysia tertarik untuk berinvestasi dibidang Light Rail Transit (LRT) di Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam.

Staff Ahli Perdagangan Kedutaan Besar Malaysia MATRADE Jakarta, Har Man Ahmad, mengatakan, kunjungannya ke BP Batam sebagai bahan pertimbangan akselerasi dalam hal perdagangan dan pembangunan di Malaysia dan Indonesia, khususnya di Kota Batam, Provinsi Kepri.

“Kami senang informasi yang diperoleh akan disampaikan kepada asosiasi pelaku usaha di Malaysia seperti asosiasi bidang railway tentang proyek Batam kedepan,” ujarnya, Rabu (24/7/2019).

“Tentunya juga kepada Duta Besar Malaysia untuk Indonesia yang baru fokus terhadap  pembangunan dan mudah-mudahan akan berlanjut,” kata dia lagi.

Baca Juga: Pemerintah Carikan Investor Baru untuk Menampung Karyawan PT Unisem

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar, yakin kerjasama ekonomi antara Malaysia dengan Indonesia khususnya Batam dapat terus ditingkatkan.

“Selain perkenalan sekaligus ingin mengetahui perkembangan peluang investasi di Batam untuk selanjutnya penjajakan bisnis,” kata Dendi.

Staff Ahli Perdagangan Kedutaan Besar Malaysia MATRADE Jakarta, Har Man Ahmad (kiri) memberikan cenderamata kepada Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar. Foto: Dokumentasi Humas BP Batam

Lebih lanjut ia menjelaskan, pada pertemuan itu pihaknya menyampaikan peluang investasi bagi para pelaku bisnis dan pemerintahan Malaysia di Kota Batam.

Pada kesempatan itu, BP Batam juga memberikan informasi terbaru tentang produk, jasa dan teknologi terkini yang dapat dikembangkan dengan segala potensi yang ditawarkan Batam.

Baca Juga: Investor Eropa-Rusia Lirik Kota Batam

Seperti transportasi massal, pelabuhan, bandara, infrastruktur hingga kawasan ekonomi khusus.

“Pelaku usahanya tertarik dalam sektor railway seperti LRT Bandara, namun kita juga membuka diri untuk proyek pengembangan lainnya,” kata dia.

“Seperti medical service, digital park, bandara dan pelabuhan sebagai hub logistic,” ujarnya lagi.

Baca Juga: BP Batam Optimis Sejumlah Investor Baru Akan Hadir Gantikan PT Unisem dan Foster

Pihaknya berharap hubungan bilateral antara Malaysia dan Indonesia dapat memberikan nilai tambah.

Terutama dalam mengangkat peran Batam terhadap kemajuan ekonomi di kawasan perbatasan strategis nasional.(*/esa)

Warga Marina Kepincut Bus Trans Batam

0

batampos.co.id – Masyarakat yang menetap di kawasan Marina, Batuaji kepincut dengan bus Trans Batam. Bahkan mereka rela untuk menunggu lama agar dapat naik ke dalam bus yang di dominasi warna biru tersebut.

Namun sayangnya, jadwal bus Trans Batam yang melintasi ruas Jalan Marina City dinilai cukup lama.

Rina, salah seorang warga Marina berharap Pemko Batam dapat menambah armada Trans Batam yang melayani rute Batuaji-Sekupang.

“Naik bus itu enak, lebih santai, apalagi bus Trans Batam sekarang sangat nyaman,” katanya, Rabu (24/7/2019).

Petugas bus Trans Batam memeriksa tiket penumpang yang naik dari Halte Batam Center, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Trans Batam Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Faizal, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengajuan unit bus tambahan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Baca Juga: Aneh, Bus Trans Batam Rute Tanjungpiayu-Batam Centre Tak Mau Angkut Penumpang

Bus itu lanjutnya terdiri dari 25 unit bus sekolah dan 50 unit untuk transportasi.

“Guna memenuhi permintaan masyarakat, Dinas Perhubungan mengajukan tambahan 75 unit bus ke Kementerian Perhubungan,” katanya.

Sementara untuk bus sekolah, kata dia, akan digunakan untuk layanan bagi anak-anak sekolah, baik itu di hinterland maupun mainland.

Baca Juga: Tiga Rute Trans Batam Belum Dibuka

Saat ini lanjutnya, ada 10 unit bus sekolah di Kota Batam.

”Sampai saat ini kita masih menunggu jawaban dari Kemenhub dan berharap usulan tersebut dapat terealisasi,” terangnya.

Dia juga mengatakan untuk bus Trans Batam yang melaya-ni jalur koridor empat, adalah bus bertipe kecil.(cr1)

Kasus DBD Marak di Bunguran

0

batampos.co.id – Kasus demam berdarah dengue (DBD), hingga kini belum berakhir di Kabupaten Natuna. Bahkan Juli ini, tercatat 19 kasus warga di Kecamatan Bunguran Timur dan Bunguran Tengah terserang DBD.

Kasi P4M Dinas Kesehatan Pem-kab Natuna Ruminah mengatakan, kasus DBD ini tahun ini mulai ditemukan di Kecamatan Serasan, Kecamatan Midai, dan Kelurahan Sedanau. Kemudian meluas hingga di Kecamatan Bunguran Timur, dan Kecamatan Bunguran Tengah.

”Sekarang peningkatan kasus hanya terjadi di Kecamatan Bungu-ran Timur, dan Bunguran Tengah. Di Serasan, Midai, dan Sedanau sudah tidak ditemukan lagi,” ujarnya, Rabu (24/7).

Dikatakan Ruminah, dari pasien yang dirawat di rumah sakit maupun di puskesmas, sudah dilakukan penanganan. Baik penanganan untuk membasmi nyamuk dewasa di kawasan permukiman maupun penanganan medis.

”Hampir dari semua kasus setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi ditemukan jentik di rumah pasien dan lingkungan sekitarnya,” paparnya.

Pemkab Natuna sudah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dari genangan air yang digunakan sebagai tempat berkembang biaknya jentik nyamuk DBD.

”Spanduk-spanduk imbauan kepada masyarakat untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat sudah dipasang di beberapa tempat. Untuk mengingatkan adanya ancaman demam berdarah saat ini,” jelasnya.(arn)

Natuna Tagih Janji Kapal Angkut BBM Satu Harga

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, pemerintah daerah menagih janji pemerintah pusat untuk menyediakan kapal pengangkut BBM satu harga di Natuna.

Hal ini disampaikan Ngesti saat mengikuti rapat koordinasi percepatan pembangunan kemaritiman daerah-daerah terdepan dan terluar di Provinsi Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Ngesti mengatakan, beberapa waktu lalu Kemenko Maritim sudah menjanjikan akan memberikan kapal pengangkut BBM satu harga kepada Natuna, pada rapat koordinasi sebelumnya pada bulan April lalu di Batam.

“Janji Kemenko maritim ini perlu direalisasi, karena Natuna adalah daerah kepulauan. BBM satu harga perlu disalurkan dengan kapal pengangkut yang lebih aman,” ujarnya kepada Deputi Bidang Koordinasi SDA dan Jasa Agung Kuswandono.

Pada rakor tersebut jelas Ngesti, juga dibahas penentuan lokasi untuk penambahan SPBU BBM satu harga di Natuna dan Anambas. Sekaligus penyediaan kapal pe-ngangkut BBM yang sesuai standar pelayanan.

“Faktor transportasi di Natuna sangat tepat digunakan kapal yang standar. Beberapa kecelakaan kapal pengangkut BBM di Natuna menjadi alasan pentingnya realisasi dari pemerintah,” sebutnya.

Seperti diketahui, kecelakaan kapal pengangkut BBM satu harga di Natuna sudah lebih dari satu kali dan menyebabkan kerugian bahkan menelan korban jiwa. Seperti kecelakaan di pelabuhan Selat Lampa, beberapa bulan lalu. (arn)

Kantor SAR Natuna Masih Minim Fasilitas

0

batampos.co.id – Kepala kantor SAR Natuna Mexi Bekabel mengatakan, kantor SAR Natuna masih kekurangan fasilitas penyelamatan. Padahal, wilayah Natuna memiliki rentang laut yang cukup luas.

”Kekurangan kami seperti alat utama penyelamatan laut maupun darat, SDM, dan juga dari jumlah personel yang ada juga kurang,” kata Mexi saat menerima kunju-ngan pejabat Deputi Navigasi Keselamatan, dan Kedaulatan Maritim dari Kemenko Maritim, Rabu (24/7).

Mexi mengakui, SAR Natuna memiliki wilayah tugas yang cukup luas, yakni meliputi Natuna hingga Kepulauan Anambas. Dengan ada­nya kunjungan dari Deputi Navigasi Keselamatan, dan Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim di Natuna, dapat menjadi alat perpanjang tangan untuk dapat disampaikan kepada Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.

ilustrasi

”Kepada Pak Luhut, mohon kami di Natuna diperhatikan. Kami butuh dukungan dari alat utama penyelamatan untuk membackup wilayah berbatasan dengan beberapa negara. Bahkan kami kekurangan SDM untuk melakukan operasi SAR laut,” harapnya.

Dijelaskan Mexi, alat utama penyelamatan darat yang paling dibutuhkan saat ini adalah mobil akses ke lokasi, tenda, radio, dan posko. Untuk alat utama penyelamatan laut yang dibutuhkan seperti kapal dan penambahan perahu karet.

”Sementara alut (alat utama) penyelamatan udara, seperti helikopter rescue sudah didukung oleh Basarnas Provinsi Kepri di Tanjungpinang. Meskipun dukungan alut belum maksimal, SAR Natuna tetap bekerja maksimal membantu ma-s­yarakat yang membutuhkan,” jelasnya. (arn)

BP Batam Harapkan Kerjasama Teknologi Pembuatan Kapal Dengan Rusia

0

batampos.co.idBadan Pengusahaan (BP) Batam mengharapkan kerjasama dibidang teknologi pembuatan kapal dengan Rusia.

Hal ini diketahui saat Kementerian Industri dan Perdagangan Rusia melakukan kunjungan ke BP Batam, Selasa (23/7/2019).

Director of the Shipbuilding and Marine Technique Department Rusia, Mr. Boris Kabakov, menyampaikan, para delegasi Rusia ingin mencari tahu perkembangan industry shipyard di Kota Batam.

“Kenapa Batam, karena Batam adalah primadona industry shipyard Indonesia,” kata dia.

“Kami ingin tahu perkembangan industri ini (shipyard) dan berdiskusi untuk melihat kerjasama baru bersama,” jelasnya lagi.

Boriz Kabakov datang ke Batam bersama 10 kolega dari Rusia. Mulai dari delegasi Kedutaan Besar Rusia, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Asosiasi United Shipbuilder Corporation Rusia hingga Wakil Rektor the Maritime State University.

Boriz mengatakan bahwa industri maritim dan pembuatan kapal saat ini tengah menjadi industri prioritas dan perspektif masa depan Rusia.

Pekerja galangan kapal di Sagulung mengelas untuk pembangunan kapal beberapa waktu lalu. BP Batam berharap nantinya pemerintah Rusia mau bekerjasama di bidang pembuatan kapal di Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Rusia lanjutnya konsen mengembangkan teknologi hight tech untuk industri shipbuilder. Sesuai dengan perkembangan teknologi terbarukan.

Baca Juga: BP Batam Gesa Kawasan Ekonomi Khusus Hang Nadim

Secara keilmuan kata dia, Rusia unggul dengan memiliki pusat laboratorium ilmiah, pusat pengembangan teknik dan pusat pembuatan kapal untuk mendukung skill SDM.

Kenggulan teknologi yang mumpuni dan dimiliki oleh Rusia ini juga menjadi ketertarikan tersendiri bagi Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, Dwianto Eko Winaryo.

Dwi mengharapkan Kota Batam mampu mengambil kesempatan besar untuk menjalin kerjasama kemitraan dengan Rusia dalam sisi teknologi pembuatan kapal.

“Dua hal penting yang harus ditangkap, pertama kita tawarkan mereka untuk pesanan kapal dari Timur Tengah dan Afrika bisa dibuat di Batam dengan memadukan teknologi advance yang mereka miliki,” jelasnya.

Baca Juga: Kepala BP Batam: Semua Elemen Harus Mendukung Kenyamanan Proses Industri di Kota Batam

Kedua kata Dwi, transfer teknologi yang bisa diaplikasikan dalam mengembangkan kembali industri shipyard di Batam.

BP Batam kata dia, menawarkan bentuk kerjasama pembuatan kapal pesanan Timur Tengah dan Afrika yang secara jalur transportasi lebih efisien dikirim dari Batam dibandingkan dari Rusia.

Karena lanjutnya, jika dibuat di Kota Batam dengan memanfaatkan SDM lokal dan showroom yang sudah ada, akan dikolaborasikan pembuatannya dengan menggunakan teknologi mutakhir yang dimiliki oleh Rusia.

Selanjutnya, teknologi tersebut ia harapkan dapat dipelajari, dilihat dan diaplikasikan oleh shipbuilder Batam untuk mengembangkan industri marine and shipyard Batam.

“Membawa teknologi Advance milik Rusia ke Batam, dapat menjadi momentum untuk mengembangkan industri marine and shipyard Batam” jelasnya.(*/esa)

Mencari Jejak Jaminah Linda di Malaysia

0

batampos.co.id – Keberangkatan kedua orang tersebut atas bantuan Bupati Karimun Aunur Rafiq yang datang langsung ke rumah keluarga di Parit Sukur, Desa Tanjungberlian Barat, Kecamatan Kundur Utara, Selasa ( 23/7) lalu.