Anda harus berhati-hati saat berolahraga, jika melakukan kesalahan saat berolahraga justru bisa membuat Anda cepat tua.
Lalu apa saja kesalahan saat berolahraga yang selama ini tidak kita sadari?
Olahraga sudah terbukti merupakan kegiatan yang bisa membawa segudang manfaat bagi tubuh.
Bahkan, olahraga yang dilakukan sesekali saja sudah dapat memberikan efek jangka pendek yang baik bagi tubuh, apalagi jika dilakukan secara rutin.
Ilustrasi orang berolahraga. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Apa saja kesalahan saat berolahraga yang bisa membuat Anda cepat tua? Berikut beberapa di antaranya:
1. Berolahraga tanpa memperhatikan berat badan
Sebagian besar olahraga melibatkan banyak gerakan tubuh dan memberikan beban terhadap sendi-sendi. Contohnya saat Anda melakukan olahraga lari, bola basket, futsal, dan sepak bola sendi-sendi akan mendapatkan beban dari berat badan.
2. Nutrisi setelah olahraga
Selain memperhatikan berat badan tetap ideal, nutrisi yang Anda peroleh setelah berolahraga sangatlah penting. Tidak jarang setelah berolahraga, karena lelah dan lapar, Anda lebih memilih untuk mengonsumsi makanan dan minuman cepat saji.
3. Postur yang kurang tepat saat berolahraga
Tak hanya saat berolahraga sebenarnya, postur yang tepat adalah keharusan dalam setiap aktivitas Anda.
Postur yang buruk dapat mengganggu tulang belakang Anda. Jika dilakukan terus-menerus, punggung bungkuk dapat terjadi. Tampilan tubuh bungkuk tentu akan membuat Anda lebih tua dari usia sesungguhnya.(jpnn)
batampos.co.id – Polsek Sekupang bersama rohaniwan se-Kecamatan Sekupang saling bersinergi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan guna menyambut Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Batam.
Pendeta Gereja GBIS Tiban , Mikael Napitupulu, mengatakan, pertemuan itu merupakan langkah maju dalam menjalin hubungan antara rohaniwan dengan pihak kepolisian di wilayah hukum Polsek Sekupang.
“Ini suatu langkah maju dalam hubungan rohaniwan, khususnya Sekupang,” ujar Mikael di sela pertemuan di New Sunbread Cafe, Sei Harapan Sekupang, Senin (9/12/2019).
Personel Polsek Sekupang berfoto bersama rohaniwan se Kecamatan Sekupang. Foto: Polsek sekupang untuk batampos.co.id
Sebelumnya kata dia, ia pernah menyampaikan agar pertemuan tersebut bisa diadakan demi menjali sinergitas yang kokoh antara polisi dan rohaniawan khususnya di Sekupang.
Kanit Intel Poksek Sekupang, Iptu Melki Sihombing, mewakili Kapolsek Sekupang, AKP Ulil Rahim, mengatakan, dengan pertemuan tersebut diharapkan menjadi wadah dan langkah awal kebersamaan antara polisi dan rohaniwan gereja yang ada di Sekupang.
“Jadi ini kita membuat wadah dan group komunitas pendeta wilayah Sekupang. Tujuannya untuk saling bersinergi terkait keamanan dan ketertiban di gereja,” jelasnya.
“Di tambah lagi natal dan tahun baru akan datang sehingga kami berdiskusi sambil sharing untuk pelaksaan hari raya besar keagamaan ini nantinya,” katanya lagi.(zis)
batampos.co.id – Upaya PT Adhya Tirta Batam (ATB) untuk menjaga kualitas air di waduk melalui pembersihan eceng gondok telah lama diinisiasi.
Tidak hanya itu, melalui program Bongkar Eceng Gondok (Bonceng) Kuy, ATB turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu yang mendapat manfaat secara langsung adalah Isna. Seorang pengrajin Eceng Gondok di Batam.
Program Bonceng Kuy ATB membuat dia bisa mendapatkan bahan baku berkualitas untuk produk-produk kerajinannya.
Selama ini, Isna mengaku kesulitan mengakses bahan baku Eceng Gondok yang ada di waduk.
Padahal, untuk pengrajin sepertinya, Eceng Gondok yang ada di Waduk adalah bahan baku premium. Karena secara kualitas dan kuantitas, sangat memenuhi syarat.
Untuk memenuhi kebutuhannya, Isna dan rekan-rekannya harus keliling Batam. Berburu Eceng Gondok yang tumbuh di selokan-selokan atau waduk kecil. Tidak banyak yang bisa memenuhi standar bahan baku yang diinginkan.
“Kalaupun ada yang benar-benar layak untuk digunakan, jumlahnya tak banyak,” jelas Isna.
Bahan baku yang terbatas, membuatnya kesulitan memenuhi permintaan pelanggan. Akhirnya usaha Isna sulit berkembang. Karena kapasitas produksinya tak kunjung naik.
Cara lain yang dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku adalah dengan mendatangkan dari pulau Jawa.
Karena itu, Isna harus merogoh kocek lebih dalam. Karena selain harus membayar harga bahan baku, dia juga menanggung ongkos kirim yang tak murah.
Tim Program Bongkar Eceng Gondok (Bonceng) Kuy ATB tengah membersihkan Eceng Gondok di Dam Duriangkang. Foto: ATB untuk batampos.co.id
Namun situasi berubah ketika tim Bonceng Kuy yang diprakarsai oleh Departemen IT and System ATB menawarinya untuk turut berpartisipasi dalam program pembersihan Eceng Gondok di Dam Duriangkang.
Bagai mendapat durian runtuh, Isna mendadak mendapat akses yang luas terhadap bahan baku yang memadai.
Jika selama ini dia kesulitan, kini pintu terbuka lebar. Isna tak bisa lagi kekurangan bahan baku.
Mendapat bahan baku yang berkualitas membuat usaha Isna mulai berkembang. Kini produknya telah dilirik oleh hotel-hotel yang ada di Batam.
Isna harus menambah sejumlah tenaga kerja untuk memenuhi pesanan yang masuk.
Setelah kualitas produknya diakui di pasar lokal, kini Isna dan para ibu rumah tangga yang dibinanya berencana melebarkan sayap dengan menjajaki pasar ekspor.
“Terimakasih kepada ATB karena telah membantu ibu-ibu dan masyarakat. Sekarang kami sudah berani ekspor,” ujarnya.
Ketua Tim Program Bonceng Kuy ATB, Ali Imron mengatakan, program ini lahir dari keprihatinan ATB terhadap semakin banyaknya Eceng Gondok di waduk-waduk yang ada di Batam.
Seperti diketahui, Eceng Gondok sangat mempengaruhi kualitas air baku di waduk. Namun di sisi lain, di tangan pengrajin yang kreatif, Eceng Gondok bisa disulap menjadi barang bernilai ekonomis tinggi.
Isna (kanan) bersama rekannya memperlihatkan hasil kerajinan tangan berbahan dasar eceng gondok. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id
Berangkat dari pemikiran tersebut, tim Program Bonceng Kuy mulai menjalin kerjasama dengan pengrajin Eceng Gondok.
Pertama kali mencoba, ada 2 orang pengrajin yang mengambil bahan baku. Semakin hari, program ini semakin berkembang.
“Sekarang masih terus disempurnakan. Sekarang Disperindag Kota Batam juga turut membantu,” paparnya.
Pemerintah Kotak Batam dan BP Batam sepakat untuk bekerjasama membersihkan tumbuhan enceng gondok yang mulai mengkhawatirkan di Waduk Duriangkang.
Sekitar 180 hektare eceng gondok yang hidup di Waduk Duriangkang, akan dibersihkan bersama-sama.
Sebagai bagian dari program tersebut, BP Batam akan mendatangkan profesor pakar Eceng Gondok dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pakar LIPI ini akan memberikan kajian penanganan Eceng Gondok yang efektif.
Termasuk penanganan pasca pembersihan Eceng Gondok di Waduk.
“Mungkin bisa dijadikan kerajinan atau penanganan lainnya,” ujar Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad.
Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, mengatakan, ATB berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam hal penanganan sedimentasi waduk.
Sejauh ini, ATB aktif menjalankan program-program pencegahan hingga penanganan Eceng Gondok di waduk.
Program Bonceng Kuy adalah salah satu yang telah diinisiasi oleh Departmen IT and System.
Bonceng Kuy ini merupakan bagian dari program Core Values ATB yang merepresentasikan nilai Peduli.
“Nilai peduli adalah bagian yang melekat pada budaya perusahaan, dan secara konsisten diimplementasikan ATB kepada lingkungan dan masyarakat,” jelasnya.(*)
batampos.co.id – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, mengatakan perekonomian Batam tahun 2020 masih menghadapi tantangan yang tak ringan.
“Untuk tahun 2020, kita melihat masih ada awan mendung yang akan dihadapi perekonomian Batam. ya karena masih adanya ancaman pelemahan ekonomi global,” katanya.
Ditambah lagi dengan beban dunia usaha yang akan mulai menanggung kenaikan upah minimum kerja (UMK) mulai Januari 2020.
“Kita berharap pemerintah, baik dari pusat maupun daerah, bisa menyikapinya dengan melakukan belanja lebih banyak untuk pembangunan,” terangnya.
Pemerintah harus lebih cepat merealisasikan belanja di anggaran pendapatan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) untuk 2020.
“Dengan begitu melambatnya penjualan sektor swasta bisa diimbangi dengan belanja pemerintah,” jelasnya.
“Sehingga perlambatan perekonomian bisa dikurangi dampaknya kepada pelaku ekonomi secara keseluruhan,” ucapnya lagi.
Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk, menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Batam pada 2020 mendatang bisa berjalan mulus apabila pemerintah menjalankan semua program-programnya dalam memuluskan capaian investasi.
“2020 nanti Kadin Batam akan melanjutkan program Tahun Investasi, meskipun 2020 tahun politik pemilihan kepala daerah,” kata dia.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui belanja politik dan pemerintah segera menjalankan program-programnya itu,” ujar Jadi lagi.
Ilustrasi kawasan industri di Kabil, Kota Batam. Foto: Istimewa untuk Batam Pos
Sekilas mengenai perkembangan pertumbuhan ekonomi Batam dari tahun ke tahun. Sejak 2013, ekonomi Batam mengalami pertumbuhan 7,18 persen.
Tahun 2014 ekonomi Batam turun menjadi 7,16 persen. Lalu 2015 turun lagi menjadi 6,87 persen dan 2016 menurun lagi menjadi 5,43 persen, dan 2017 turun lebih parah menjadi 2,19 persen.
“Di 2018, ekonomi Batam menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Naik menjadi 4,5 persen. Pertumbuhan itu didorong kenaikan nilai investasi karena kemudahan perizinan yang menyebabkan masuknya investasi baru ke Batam,” jelasnya.
“Sedangkan capaian di 2019 berjalan ini, kami melihat tak jauh berbeda dengan tahun 2018. Tidak menurun dan tidak meningkat,” kata Jadi lagi.
Ia mengatakan, perang dagang Tiongkok dan AS serta situasi politik di Hongkong harusnya menjadi peluang bagi Batam untuk menjadi alternatif tempat relokasi investasi.
“Tahun Investasi 2020, Kadin Batam fokus pada industri manufaktur, pariwisata, perdagangan, properti dan jasa IT,” paparnya.
“Kami juga berencana ke Tiongkok untuk menarik ribuan industri furniture supaya bisa direlokasi ke Batam,” tuturnya lagi.
Dia berharap, 2020 nanti menjadi momentum bagi pembangunan ekonomi dan masa depan Batam. Apalagi, tahun itu juga Batam menjalani pesta demokrasi, pemilihan wali kota Batam.
“Harapan saya, suasana kondusif supaya tidak mempengaruhi kondisi ekonomi ke level rendah,” katanya.
Ia juga berharap pada Pilkada 2020 mampu menghasilkan wali kota Batam yang bukan hanya memahami kebutuhan masyarakat, tapi juga harus memiliki visi misi yang jelas, kreatif dan inovatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Serta memiliki jaringan dalam dan luar negeri, dan mampu berkomunikasi yang baik dengan seluruh stakeholders,” ujarnya.
Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, juga berharap Batam jadi tempat baru bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok.
“Investor dari Tiongkok berencana relokasi pabriknya ke Asia Tenggara karena imbas dari perang dagang antara Amerika dan Tiongkok.” tuturnya.
“Tapi saya heran, dari sekian banyak investor, justru hanya sedikit yang melirik Batam. Padahal kita punya posisi strategis di Selat Melaka. Harusnya dengan kondisi global sekarang, kita bisa menangkap peluang Tiongkok,” ujarnya Tjaw Hoeing lagi.
Berdasarkan data Forum Ekonomi Dunia dan Bank Dunia tahun ini, Indonesia memang berada di bawah Vietnam soal kemudahan berbisnis, urutan 73 banding 69. Tapi soal indeks daya saing, Indonesia lebih baik, urutan 45 banding 77.(leo/cha)
batampos.co.id – Komplotan copet kembali beraksi di sekitar pasar Jodoh, Minggu (8/12/2019) malam.
Kejadian tersebut menimpa pasangan suami istri yang baru selesai belanja di kawasan tersebut sekitar pukul 19.20 WIB.
Korban, Agung, menceritakan, dirinya sempat baku hantam dengan salah seorang pelaku.
Bahkan, pelaku sempat hendak melukainya dengan pena yang diubah menjadi senjata tajam.
“Tadi saya lagi jalan sama istri abis belanja, tiba-tiba ada dua orang laki-laki nabrak saya, satu dari samping, dan satu dari belakang,” katanya.
“Setelah saya cek dompet di kantong belakang udah gak ada, makanya saya langsung pegang tangan laki-laki yang tepat berada di belakang saya” ujarnya lagi.
Saat itu pelaku langsung memukulnya dan langsung lari.
“Abis mukul wajah saya dia langsung lari, ya saya langsung curiga ke dia, jadi langsung saya kejar,” paparnya.
Ilustrasi. Jawa Pos
Saat kejar-kejaran itu, korban kembali ditendang oleh pelaku. Tidak ingin pelaku kabur, Agung lantas berteriak.
Dengan harapan orang-orang sekitar bisa membantu mengamankan sang copet. Namun, lanjutnya dari puluhan orang yang berada di lokasi hanya beberapa saja yang berniat membantu.
“Saya teriak, tapi cuma beberapa orang aja yang bantu, yang lain cuma nonton aja,” ungkap Agung.
Saat kejar-kejaran itu, pelaku sempat mengeluarkan pena yang sudah dimodifikasi menjadi senjata tajam ke perut korban.
“Alhamdulillah saya bisa menghindar,” kata Agung.
Meskipun sempat melarikan diri lagi, pelaku akhirnya tak berkutik setelah beberapa warga mengepungnya.
Warga langsung mengamankan dan memabwanya ke pos siskamling setempat.
Tak berselang lama, pihak kepolisian dari Polsek Lubukbaja datang dan mengamankan pelaku.
Saat di kantor polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Pria yang diketahui bernama Membang itu juga menjelaskan dirinya menjalankan aksi pencopetan bersama dua rekannya.
“Saya cuma pegang dompet itu, tapi yang ambil temen saya, Ucok sama satu lagi saya lupa namanya,” kata Agung menirukan ucapan pelaku.
Saat ini polisi masih terus melakukan pengembangan untuk menciduk komplotan copet lainnya yang beraksi di Jodoh.(gga)
batampos.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate yakin bahwa menggantikan kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan artificial intelligence (AI) atau robot dengan kecerdasan buatan memungkinkan untuk diterapkan pada kinerja birokrasi di Indonesia.
Menurut Johnny, kecepatan internet di kota-kota besar di Indonesia, serta infrastruktur pendukung yang saat ini dimiliki sudah cukup untuk beralih ke era pekerja robot.
“Itu sangat makes sense, pekerjaan manusia bisa lebih sedikit. Hal-hal teknis bisa dilakukan oleh perangkat mesin robotik dengan AI,” kata Johnny di Kominfo, akhir pekan lalu.
Hanya saja, menurut Jhonny, penggunaan AI di kementerian dan lembaga (KL) harus menyesuaikan ritme kerja masing-masing.
Ada yang bisa langsung mengadaptasi kerja robot dengan AI, ada yang harus menyesuaikan.
“Di Kementerian PAN-RB sudah, BUMN sudah, PUPR juga sudah mulai dilakukan, Kominfo pun sudah lama menggantikan peran teknis dengan sistem,” katanya.
Ilustrasi PNS di lingkungan Pemko Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Johnny mengungkapkan, saat ini Kominfo tengah menyusul secara internal untuk mengatur agar para pejabat eselon 3 dan 4 bekerja secara sungsional.
Sisanya dikerjakan oleh sistem. Hal ini, kata Jhonny, salah satunya sudah terwujud dengan kinerja Online Single Subsimission (OSS).
“Jadi tidak ada lagi orang yang catat dokumen, bikin memo, disposisi, ngetik. Sudah tidak perlu. Di kominfo sudah satu hari masuk. Tekan pencet. Keluar izinnnya hari itu juga,” jelasnya.
Meski demikian, kata Johnny, untuk beralih dari era fisik ke era robot, maka yang perlu ditata pertama adalah regulasi.
Terutama menyangkut pengaturan spektrum frekuensi internet di Indonesia. Mulai frekuensi tinggi, menegah hingga frekuensi rendah.
“Selain itu butuh banyak sekali talent digital, ahli telekomunikasi. Juga dipastikan infrastrukturnya sampai ke masyrakat di daerah terpencil,” katanya.
Terpisah, Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Prof Djohermansyah Djohan mewanti-wanti agar rencana penggunaan AI tidak mengganggu program prioritas presiden.
Sebab, untuk menyinkronkan antara SDM dan teknologi tentunya membutuhkan waktu. Sementara, presiden sedang bergerak cepat untuk mengerjakan program yang telah direncanakan.
“Karena birokrasi ini kan yang akan menjalankan. Begitu mereka dipotong atau dipangkas lalu kita gunakan macam-macam alat bantu lain, itu bisa mengganggu komposisi jalannya pelayanan publik dan pengambilan keputusan,” jelasnya.
Menurut dia, pemanfaatan AI sebaiknya diterapkan terlebih dahulu di daerah-daerah yang benar-benar memiliki kesiapan infrastruktur dan SDM. Baru setelahnya, diberlakukan secara bertahap ke daerah lain.
batampos.co.id – Pertamina mengapresiasi kepolisian yang menangkap pelansir solar. Manager Communication and CSR MOR I Pertamina, Roby Hervindo, mengatakan, penyalahgunaan surat rekomendasi harus ditindak tegas.
”Seperti juga kami menindak tegas jika SPBU melakukan pelanggaran,” ujar Roby.
Sementara disinggung surat rekomendasi yang sarat akan penyalahgunaan, Robby mengaku Pertamina hanya sebagai penyedia energi, tidak sampai ke pengawasan penggunaannya.
Mobil yang diamankan personel POlsek Batuaji karena membawa puluhan jerigen BBM jenis solar. Foto: Eja/batampos.co.id
”Surat rekomendasi dijadikan prasyarat, karena DKP yang paling paham kebutuhan nelayan dan data-data terkait nelayan,” katanya.
Sementara saat ditanya berapa kuota untuk nelayan dan moda transportasi antarpulau di Batam atau Kepri, Robby menyebutkan dalam kuota yang diamanahkan pemerintah, tidak dibagi khusus untuk nelayan.
”Tidak ada kekhususan sekian kiloliter (KL) buat nelayan,” ujarnya mengakhiri.(une)
batampos.co.id – Ratusan peserta mengikuti zumba party di Kepri Coral, Sabtu (7/12). Dihadiri enam Zumba Instructor (Zin) Melaka dan Batam, acara zumba battle ini sukses digelar.
Ditaja Brevet Melaka dan Kepri Coral serta didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam dan Batam Tourism and Promotion Board, acara berlabel zumba party ini dihelat melibatkan lebih dari seratus zumba lovers dari masing-masing negara tersebut.
”Temanya zumba on the island,” ujar GM Kepri Coral, Eddy C Lumawie, kemarin.
Menurutnya, selama ini event zumba biasa digelar di mainland, tapi untuk kali ini pihaknya sengaja menaja di pulau.
”Kita bawa mereka ke pulau agar dapat atmosfer yang berbeda. Sehingga, tamu kita di sini dapat dua hal, bisa berzumba, dapat pula suasana pantai dan aura alam terbuka. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui,” katanya.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, mengapresiasi gelaran tersebut. Ia menyebut, wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia sebagai dua besar penyumbang kedatangan turis di Batam, harus mendapat atensi lebih agar dari tahun ke tahun jumlah yang berkunjung ke Batam meningkat.
Acara Zumba Battle diikuti ratusan peserta dari Zin Melaka dan Batam di Kepri Coral, Sabtu (7/12/2019). Foto: Levina/Batam Pos
”Sejak tahun 2011, Malaysia berkontribusi signifikan dalam kunjungan wisman kita, rata-rata 150 ribu hingga 200 ribu kunjungan per tahun,” jelasnya.
“Tapi sejak tahun 2017, angkanya naik di atas itu. Tahun 2018 bahkan sampai menyentuh angka 301 ribu,” sebut Ardi lagi.
Mantan Kabag Humas Pemko Batam itu mengajak pemain industri pariwisata untuk makin bergiat menggelar berbagai kegiatan yang ditujukan untuk menyasar para wisman Malaysia.
Sementara itu, Ketua Batam Tourism and Promotional Board, Rahman Usman, mengatakan, di satu sisi wisman Malaysia pada faktanya adalah penyumbang kunjungan nomor satu di Indonesia.
Tahun lalu, negeri jiran itu berkontribusi menyumbang 2,5 juta orang.
”Nah, Batam justru hanya mampu menangguk 300 ribuan saja. Maka ini, jadi PR (Pekerjaan Rumah), agar di masa depan, Batam harus bekerja lebih keras. Tugas kita bersama lah ini,” sebutnya.
Ada ceruk besar, sambungnya, yang bisa dibidik dari para wisman Malaysia ini. Hanya belakangan ini, Batam dinilai belum maksimal menggarapnya.
”Selain table top, sales mission, menaja event semacam ini harus kerap dilakukan. Handicap mereka ke sini, kan salah satunya karena mereka kurang teredukasi destinasi Batam,” jelasnya.
“Mereka banyak tidak tahu, kalau kita punya island resort, macam Labun, Ranoh Island, atau Kepri Coral,” tutupnya lagi.(yui)
batampos.co.id – Batam Internasional Culture Carnival (BICC) 2019 berlangsung semarak di kawasan Nuvasa Bay, Nongsa, Minggu (8/12).
Gelaran karnaval ini juga diikuti oleh sejumlah negara yang turut menjadi peserta.
Antusiasme warga yang ingin menyaksikan gelaran karnaval ini sangat luar biasa.
Meski berada jauh dari pusat bisnis Kota Batam, ternyata tak mengurangi minat masyarakat untuk hadir. Ribuan warga sudah memadati kawasan Nusava Bay sebelum karnaval dimulai.
Ketua Asosiasi Karnaval Indonesia (Akari) DPD Kepri, Silvia Hilda Kusumaningtyas, mengatakan, BICC 2019 adalah yang ketiga kalinya digelar di Batam.
Kegiatan yang sudah masuk ke dalam 100 event Wonderfull Indonesia ini bekerjasama dengan sejumlah pihak, di antaranya Kementerian Pariwisata.
Lokasi sengaja dipilih berbeda, karena Nuvasa Bay berada tak jauh dari terminal feri internasional sehingga diyakini mampu menarik wisatawan asing lebih banyak lagi.
“Yang membedakan karnaval tahun ini dengan sebelumnya adalah tema,” katanya.
Untuk tahun ini kata dia, mengusung tema, Landmark of Kepri, Flora and Fauna, Keberagaman Budaya, Ocean.
“Kurang lebih diikuti 1.000 peserta. Namun semuanya bermuatan lokal. Antusiasme masyarakat luar biasa,” ujar Silvia di tengah acara.
Para model mengenakan kostum karnaval pada event Batam International Culture Carnival 2019 di Nuvasa Bay, Nongsa, Minggu (8/12/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Silvia menyebutkan, ada enam negara yang berpartisipasi dalam kegiatan kali ini, seperti Malaysia, India, Filipina, Singapura, Tiongkok, dan Indonesia.
Kenapa disebut Indonesia? Karena peserta tak hanya dari Kepri, namun juga dari daerah lain di Indonesia.
“Harapannya ke depan, event ini dapat menunjang pariwisata Kepri. Apalagi Batam merupakan etalase yang berdekatan dengan negara tetangga,” tutur Silvi.
Plt Gubernur Kepri, Isdianto, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan positif seperti ini harus terus ada.
Bahkan, lanjutnya, kegiatan ini dapat memancing adanya event-event lainnya sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisman ke Kepri.
Peserta BICC 2019 membawa serta buah hatinya saat menyapa para penonton. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
“Event ini luar biasa, dan ini wajib diapresiasi. Saya berharap, ada event-event serupa terus tumbuh memajukan pariwisata Kepri,” kata Isdianto.
Di tempat yang sama, Kepala Disparbud Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, kegiatan ini harus menjadi agenda tahunan.
Karena peminatnya sangat luar biasa, meski digelar jauh dari kawasan bisnis Batam. Tak hanya dipadati warga lokal, gelaran juga diminati warga asing.
“Hampir setiap kegiatan ini, warga dari negara lain turut berpartisipasi menjadi peserta,” jelas Ardi.(she)
batampos.co.id – Belum usai penyelundupan Harley-Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda Indonesia, kini maskapai pelat merah itu dipusingkan dengan kabar terkait tuduhan penyelundupan mobil Ferrari.
Hal itu menyusul beredarnya informasi dan video di media sosial yang memperlihatkan adanya mobil Ferrari berwarna merah yang diangkut di pesawat Garuda.
Menanggapi hal itu, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan menjelaskan bahwa mobil Ferrari tersebut bukanlah barang selundupan seperti yang beredar di media sosial.
Ikhsan menuturkan, mobil tersebut merupakan barang kargo yang secara legal diangkut dari Jakarta tujuan London Heathrow dengan pesawat Garuda Indonesia GA086 jenis B-777-300ER pada tanggal 9 Oktober 2018 lalu.
“Mobil Ferrari tersebut adalah milik seseorang yang menggunakan jasa kargo Garuda Indonesia untuk pengiriman dari Jakarta ke London. Mobil tersebut juga telah melalui prosedur kepabeanan resmi,” ujar Ikhsan di Jakarta, akhir pekan.
Menurut dia, lokasi pengambilan gambar adalah di Bandara Heathrow London ketika cargo berupa mobil Ferrari tersebut diturunkan dari pesawat.
Ikhsan menjelaskan, tak hanya pernah mengangkut mobil, namun Garuda juga tentu pernah membawa sejumlah bawaan lain.
“Garuda Indonesia juga pernah mengangkut Panda dengan penanganan khusus dari Chengdu, Tiongkok ke Jakarta pada September 2017 lalu,” katanya.
Sejalan dengan hal itu, permasalahan penyelundupan Harley-Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda Indonesia tentu membawa dampak pada kinerja maskapai pelat merah tersebut.
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) melihat barang bukti motor Harley Davidson saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019) lalu. Foto: Haritsah Almudasir /Jawa Pos
Selama sepekan kemarin, harga saham emiten dengan kode perdagangan GIAA itu turun cukup dalam seiring dengan mengemukanya kasus yang melibatkan jajaran direksi Garuda.
Harga saham GIAA tercatat anjlok 56 poin atau 10,37 persen dari level Rp 540 pada Senin (2/12) menjadi Rp 484 per saham pada penutupan perdagangan akhir pekan (5/12).
GIAA tercatat melemah secara berturut-turut sebesar 2,78 persen, 4,76 persen, 0,80 persen, dan 2,42 persen. Meski sepanjang tahun berjalan, saham GIAA memberireturn positif 62,42 persen.
Analis pasar modal Hans Kwee menuturkam, persoalan penyelundupan tentu memukul pergerakan saham GIAA. Terlebih, pasar langsung merespons hal itu dan terefleksi pada kinerja perdagangan GIAA di pasar saham.
Namun, lanjut Hans, setiap keputusan yang diambil oleh Kementerian BUMN selaku pemegang saham tentu harus diikuti, termasuk memecat orang-orang yang terlibat penyelundupan itu.
“Kalau kita lihat kan pemegang saham juga kan pemerintah, pemegang otoritas tertinggi tetap Kementerian BUMN. Dan kalau didepak mundur ya dia harus terima aturan. RUPS pun akan memecat dia,” ujar Hans kepada Jawa Pos (grup Batam Pos), kemarin (8/12).
Tetapi, Hans memandang bahwa tekanan yang dihadapi saham GIAA tak akan berlangsung lama.
Sebab, hal itu murni persoalan korporasi yang biasanya tak berlangsung dalam jangka waktu terlampau lama.
Investor pun disebutnya masih akan optimis pada kinerja keuangan GIAA. Terlebih, Kementerian BUMN selaku pemegang saham telah memberikan sinyal kuat bersih-bersih di tubuh maskapai itu.
Pasar juga tentu merespons positif pencopotan direksi-direksi yang terlibat praktik kotor itu.
Hans menilai pundi-pundi keuntungan Garuda juga diprediksi akan tetap mencatat untung. Hal itu seiring dengan harga tiket maskapai full service itu yang masih dalam kisaran tinggi.
“Jadi pasar akan lebih optimis melihat prospek Garuda seiring dengan adanya pergantian direksi. Efek (tekanan saham) tidak long term kalau dikaitkan dengan permasalahan ini,” katanya
“Memang kita sendiri berpikir bahwa direksi adalah kepanjangan tangan pemegang saham. Jadi ketika Pak Erick Thohir sudah tidak mau lagi memakai nama-nama direksi yang lama, ya keputusan itu harus diikuti,” jelasnya lagi.
Pemecatan Ari Ashkara dari posisi orang nomor satu di Garuda juga disambut baik oleh kalangan pengusaha.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sekaligus Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, mengaku, senang atas terkuaknya skandal penyelundupan yang berujung pada pemecatan itu.
“Terus terang kami dengan adanya pergantian direksi Garuda ini, saya sebagai Ketua PHRI di sektor pariwisata, gembira banget,’’ ujarnya ditemui di Kemenko Perekonomian, Jumat (6/12).
Kegembiraan Hariyadi bukannya tanpa alasan. Menurut dia, selama Ari menjabat sebagai dirut Garuda disebutnya sering menghambat perusahaan swasta untuk mendistribusikan minyak jenis avtur karena dianggap sebagai kompetitor.
Selain itu, harga tiket pesawat yang melambung tinggi juga disebut sebagai permasalahan yang paling utama.
“Kami sesalkan saja kok ada upaya yang membuat kompetitif dipersulit. Dia (Ari Askhara) mendikte pasar, sampai Traveloka dipencet sama dia, itu enggak fair lah,’’ lanjutnya.
Haryadi mengatakan, kebijakan yang ditempuh Ari semasa menjabat di maskapai pelat merah itu justru membuat persaingan tak kompetitif.
Ujung-ujungnya, masyarakat yang dirugikan. Tak hanya harga jual tiket yang jadi melonjak, harga pengiriman barang melalui jasa kargo jadi mahal.
Seperti diketahui harga tiket pesawat sempat meningkat sangat tinggi pada awal tahun. Hal tersebut berdampak kepada tingkat hunian hotel yang juga ikut anjlok.
“Mudah-mudahan ini titik kita membenahi semuanyalah. Karena ini bicaranya tidak hanya pariwisata, tapi berbicara pertumbuhan ekonomi kita juga. Bayangkan bukan hanya penumpang saja kena masalah, kargo pun kena,’’ katanya.
Upaya bersih-bersih Garuda Indonesia oleh Menteri BUMN juga mendapat dukungan penuh dari mitranya di komisi V DPR RI.
Menurut Ketua Komisi V Lasarus, tindakan tegas memang harus diambil kepada siapa saha yang terlibat dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson tersebut.
Kendati demikian, Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu meminta agar pemerintah turut mengantisipasi imbas dari keputusan pemecatan seluruh direksi yang diambil.
Jangan sampai menyebabkan angkutan natal dan tahun (nataru) terganggu. Mengingat, Garuda jadi salah satu maskapai yang cukup diandalkan.
”Kita berharap pemerintah mengantisipasi apapun efek dari pergantian itu,” katanya.
Seharusnya, kata dia, operasional Garuda tidak terdampak dengan pergantian yang terjadi.
Sebab, sistem di Garuda terkait oprasional sudah baku sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.
Namun keberadaan pimpinan atau key person juga sangat penting guna memastikan semua berjalan.(dee/mia/lyn/jpg)