Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11056

KPK setelah Punya Ketua Baru

0

batampos.co.id – Terlepas dari berbagai kekurangan yang dimilikinya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah lembaga penegak hukum yang masih punya kredibilitas tinggi di mata publik hingga saat ini. Kini, lembaga antirasuah itu lumpuh setelah para pimpinannya menyerahkan tanggung jawab dan pengelolaan ins-titusi kepada Presiden, Jumat (13/9).

Keputusan itu diambil para pimpinan sebagai reaksi atas rencana revisi Undang-Undang Pemberantasan Korupsi dan penetapan Irjen Firli Bahuri, mantan Deputi Penindakan KPK, sebagai ketua baru periode mendatang.

Menurut pimpinan KPK yang sekarang dan para pegawainya, Firli dianggap telah melakukan pelanggaran etika berat saat menjabat sebagai deputi penindakan. Ia bertemu dengan pihak yang sedang diperiksa KPK di luar gedung KPK.

”Kami menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Kami menunggu perintah, apakah kemudian kami masih akan dipercaya sampai bulan Desember,” ujar Ketua KPK Agus Rahardjo, Jumat (13/9).

Agus menyebut pernyataan itu merupakan keputusan pimpinan yang telah dipertimbangkan secara matang.

Lantas bagaimana kerja-kerja pemberantasan korupsi yang bergulir sekarang ini di KPK? Agus juga menye-rahkan hal itu kepada Presiden. Dia menunggu Presiden memberikan arahan.

”Mudah-mudahan kami diajak bicara Bapak Presiden untuk menjelaskan kegelisahan pegawai kami dan juga isu-isu yang sampai hari ini (kemarin, red) kami nggak bisa menjawab,” imbuh dia.

Keputusan pimpinan itu merupakan imbas dari situasi pemberantasan korupsi yang kian memprihatinkan beberapa hari belakangan. Agus menyebut situasi yang paling mencemaskan adalah pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) KPK di DPR saat ini. Sampai sekarang, KPK sama sekali belum dilibatkan dalam pembahasan RUU krusial itu.

”Rasanya pembahasannya (RUU KPK) seperti sembunyi-sembunyi,” ungkapnya.

SEJUMLAH massa dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan Cinta NKRI menggelar aksi yang berakhir ricuh di kantor KPK, Jakarta, Jumat (13/9). Dalam aksi yang mendukung revisi UU KPK itu, massa merusak karangan bunga, melempar batu dan kayu serta memaksa masuk ke halaman kantor KPK.
F. FEDRIK TARIGAN/JAWA POS

Agus menyebut pihaknya sejatinya sudah menghadap ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly, untuk meminta draf RUU KPK secara resmi. Namun, draf itu urung ditembuskan ke KPK hingga kemarin.

Sejurus dengan penyerahan mandat itu, formasi pimpinan KPK dipastikan tidak utuh lagi sampai masa akhir jabatan mereka Desember mendatang. Sebab, terhitung Senin (16/9) pekan depan, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang tidak lagi menjadi bagian dari KPK.

Saut memilih mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir.

Surat pengunduran diri Saut, kemarin, beredar di kalangan internal pegawai KPK. Dalam surat itu, Saut menyampaikan beberapa hal terkait pengunduran dirinya. Alasan pe-ngunduran diri Saut adalah perihal pemilihan pimpinan baru yang dianggap mengakomodir calon-calon bermasalah serta revisi UU KPK.

Di sisi lain, situasi di gedung KPK dari siang hingga sore kemarin sempat tegang. Itu lantaran aksi demonstrasi di depan gedung KPK yang dilakukan massa berbagai elemen berujung ricuh. Massa yang tidak jelas dari mana asalnya itu beberapa kali merangsek masuk ke pelataran lobi gedung untuk mencopot kain hitam yang menutupi logo KPK. Mereka juga melempari batu ke arah gedung.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo menanggapi santai keputusan pimpinan KPK Saut Situmorang yang mengundurkan diri dari jabatannya. Jokowi menilai langkah tersebut sebagai hak setiap orang. ”Ya, itu hak setiap orang. Untuk mundur dan tidak mundur adalah hak pribadi seseorang,” ujarnya singkat.

Firli Ketua KPK

Seperti sudah diprediksi, langkah Irjen Firli Bahuri melenggang mulus sebagai ketua KPK periode 2019-2023. Dia terpilih secara aklamasi oleh Komisi III DPR Jumat (13/9) dini hari pukul 01.30. DPR beralasan pemilihan Firli karena dalam proses voting yang bersangkutan mengantongi suara terbanyak, yaitu 56 suara.

Itu artinya, semua anggota Komisi III DPR yang total berjumlah 56 orang kompak memilih Firli Bahuri. Untuk mencapai aklamasi pun terbilang singkat. Hanya butuh waktu lima menit. ’’Tadi semua fraksi sepakat. Ini bentuk penghargaanlah karena suaranya terbanyak,” kata Ketua Komisi III DPR Azis Syamsuddin seusai rapat pemilihan pimpinan KPK di Ruang Rapat Komisi III DPR.

Azis menyampaikan, Firli dinilai sosok yang tepat memimpin KPK. Sebagai sosok yang berlatar belakang Polri, dia dinilai memahami anatomi penegakan hukum. Jenderal bintang dua itu juga dua kali menjabat kapolda. Yaitu Kapolda NTB dan Kapolda Sumatera Selatan.

’’Dengan pengalaman kepemimpinan ini dia akan mengendalikan situasi di internal KPK. Tidak seperti sekarang ini,” imbuh politisi Golkar itu.

Sebelumnya, Komisi III menggelar rapat pemilihan secara terbuka. Dari 10 calon pimpinan (capim) yang mengikuti fit and proper test dipilih lima orang dengan suara terbanyak. Proses itu berlangsung mulai pukul 00.00. Lima orang suara terbanyak adalah Firli Bahuri (56 suara), Alexander Marwata (53 suara), Nurul Ghufron (51 suara), Nawawi Pomolango (50 suara) dan Lili Pintauli Siregar (44 suara).

Lima capim lainnya gagal terpilih. Yaitu Sigit Danang Joyo dengan perolehan 19 suara dan Lutfi Jayadi Kurniawan sebanyak 7 suara.
Adapun tiga capim lainnya sama sekali tidak memperoleh suara. Yaitu I Nyoman Wara, Johanes Tanak, dan Robby Arya.

DPR mengklaim hasil pilihan pimpinan KPK periode 2019-2023 tersebut merupakan komposisi yang ideal. Sebab terdiri dari unsur kepolisian, hakim, mantan komisioner KPK, dan akademisi.

’’Saya kira ini adalah komposisi yang sangat ideal,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR Erma Suryani Ranik.

Diakuinya, hasil pemilihan pimpinan lembaga antirasuah itu tidak lepas dari realitas politik yang berkembang di Komisi III. Komisi III punya kesamaan pandang atas komposisi pimpinan KPK tersebut.

“Namun tidak berarti kami sudah berkompromi sebelumnya. Semua pilihan diserahkan ke masing-masing fraksi,” dalihnya.

Terkait dengan kontroversi yang berkembang di publik, Erma menyampaikan hal itu adalah sesuatu yang wajar. Apalagi, kata dia, banyak kepentingan yang berkelindan di tubuh KPK. Sehingga suara pro dan kontra masih terus.

Erma bilang, kontroversi yang berkembang di luar itu sudah tuntas di tingkat panitia seleksi (pansel) KPK. Nah, saat ini dia optimistis lima anggota KPK terpilih bisa menegakkan keadilan. Itu terlihat dari kekompakan dan kesamaan pandang atas pemberantasan tindak pidana korupsi.

’’Apalagi semua sepakat dengan revisi UU KPK. Jadi sudah kloplah,” tegas politisi Partai Demokrat itu.

Bagaimana terkait independensi KPK? Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil mengatakan, independensi KPK bukan dinilai dari lembaga. Namun dari tindakan dalam upaya pemberantasan korupsi.

Terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengomentari terpilihnya petinggi KPK yang baru.

’’Harapannya agar bekerja dengan baik dalam memberantas korupsi,’’ katanya di Jakarta, kemarin.

Merespons adanya gelombang penolakan terhadap pimpinan KPK yang terpilih, JK mengatakan, proses seleksi sudah dilakukan sesuai prosedur. (mar/wan)

Kabut Asap di Batam Karena Akumulasi Karhutla di Provinsi Kepri

0

batampos.co.id – Kabut asap kian hari makin terlihat jelas di Kota Batam. Jarak pandang di Landasan Bandara Hang Nadim, sempat turun menjadi 6 ribu meter yang sebelumnya di atas 10 ribu meter.

Meski begitu jarak pandang tersebut dinilai masih aman untuk penerbangan. Kasi Datin Stamet Hang Nadim, Suratman, menyebutkan, kabut asap disebabkan akumulasi Kebakaran hutan dan lahan Karhutla) di Provinsi Kepri.

“Kemungkinan ada beberapa kebakaran yang tidak terdeteksi satelit, kabut asap ini, merupakan kumpulan asap beberapa hari,” katanya, Jumat (13/9/2019).

Suratman tidak dapat mengetahui pasti kapan kabut asap akan mulai pudar di langit Batam. Hanya saja lanjutnya, salah satu faktor yang dapat meminimalisir asap adalah hujan.

Kebakaran di hutan sekitara Dam Mukakuning. Hingga pertengahan Sepetember 2019, BP Batam encatata ada 262 kali kebakaran di Kota Batam. Foto: dokumentasi batampos.co.id

“Kami berharap lintasan kabut asap (Dari Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan) tidak menuju ke Kepri,” ucapnya.

Kata dia, apabila asap menuju Kepri, bisa dipastikan kabut asap akan semakin tebal.

Suratman juga memastikankabut asap di Batam, bukanlah kiriman dari luar Provinsi Kepri.

Kabut asap lebih disebabkan adanya kejadian kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di wilayah Kepri akhir-akhir ini.

“Kami terus memantau trejektori asap melalui citra satelit himawari,” ungkapnya.

Kata Suratman hingga Jumat (13/9) siang, terpantau sebanyak 6 titik api di Kepri. Tersebar di Kabupaten Karimun, Lingga dan Natuna.(ska)

Foya-Foya Pakai Duit Salah Transfer

0
F. rare.us
ROBERT Williams bersama istrinya, Tiffany Williams.

PASANGAN suami istri Robert dan Tiffany Williams menjadi miliarder dadakan. Pada Mei lalu, warga Pennsylvania, AS, itu bangun tidur dan menyadari di rekening mereka ada uang USD 12 ribu atau setara dengan Rp 1,6 miliar. Tentu saja uang tersebut bukan milik mereka. Teller BB&T Bank salah memasukkan nomor rekening saat salah seorang nasabah menyetor uang.

Tapi, pasutri itu tak ambil pusing. Robert dan Tiffany memakai duit “siluman” tersebut untuk berfoya-foya.

Dalam waktu dua pekan, mereka menghabiskan sekitar Rp 1,4 miliar untuk membeli SUV, mobil khusus untuk kemah, dua mobil 4WD, dan barang lain. Mereka juga memberikan USD 15 ribu (Rp 210,7 juta) kepada beberapa teman yang membutuhkan uang.

Akhir kisah mereka bisa ditebak. Pihak bank ingin uangnya kembali. Mereka berkali-kali menghubungi Robert dan Tiffany. Pasangan itu tentu saja tak bisa melakukannya.

Imbasnya, mereka dilaporkan ke polisi dengan dakwaan pencurian. Proses hukum kini masih berlangsung. Robert dan Tiffany kini harus terbangun dari mimpinya sebagai miliarder dan kembali ke dunia nyata. Utang mereka kini menumpuk. (sha/c14/oni)

Anggota DPRD Bekerja Mulai Senin Hingga Minggu

0

batampos.co.id – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib (Tatib) DPRD kota Batam, Aman menyebutkan, perubahan petunjuk teknis penyusunan Tatib DPRD dari PP 16 tahun 2010 menjadi PP 12 tahun 2018 terdapat banyak hal mendasar yang berubah dan memiliki kepastian hukum dalam tata tertib sesuai juknis PP terbaru.

“Perubahan atau penambahan tidak hanya berdasarkan hasil kunjungan saja. Tetapi juga menyesuaikan atau mengadopsi PP Nomor 12 Tahun 2018,” kata Aman, Jumat (13/9/2019).

Aman menyebutkan, ada banyak hal yang harus disesuaikan dengan PP 12. Di antaranya kepastian jumlah anggota Bapemperda, penyusunan agenda sidang setelah terjadi skorsing.

Di Tatib juga mengatur tentang hari kerja DPRD, yakni Senin sampai Minggu mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB.

“Kemudian disini (Tatib) juga akan mengatur kegiatan di luar jam kerja. Untuk detailnya nanti akan kita tuangkan dalam bentuk perda tatib DPRD kota Batam,” terang Aman.

Pada PP 12 Tahun 2018 ini juga mengatur hak protokoler dewan. Dimana di PP sebelumnya tak ada mengatur tentang ini.

Suasana pelantikan anggota DPRD Batam 2019-2024. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Semisal hak protokoler selama DPRD melaksanakan kegiatan dan fungsinya sebagai anggota DPRD.

Ada juga terkait kearifan lokal, bahwa pada sidang istimewa hari jadi Batam, anggota DPRD dan instansi yang menghadiri wajib memakai baju melayu lengkap.

Selanjutnya diatur juga DPRD harus membuat rencana kerja tahunan.

Rencana kerja disahkan di rapat paripurna. Selanjutnya OPD Sekwan menuangkan renja ini dalam bentuk program kegiatan.

“Banyak perubahan di PP 12 ini. Yang mana di PP 16 sebelumnya tidak ada mengatur,” jelas Aman.

DPRD Batam sendiri memilih kota Bogor sebagai daerah kunjungan kerja. Kunjungan tersebut untuk mengetahui seperti apa Tatib yang digunakan oleh DPRD Bogor dalam melakukan kerja-kerjanya sebagai wakil rakyat.

Sementara alasannya, memilih DPRD Kota Bogor karena disana telah terlebih dahulu melakukan perubahan Tatib.

Sehingga bisa menjadi rujukan bagi DPRD Batam untuk menyusun Tatib.

“Teman-teman dewan di sini sudah terlebih dahulu merebah Tatib sesuai dengan PP Nomor 12 Tahun 2018,” jelasnya.(rng)

BP Batam Siapkan Lahan untuk Pabrik Pesawat Rancangan Habibie

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan akan mengalokasikan lahan seluas 63 hektare (Ha) untuk pembangunan pabrik pesawat R80, pesawat rancangan almarhum BJ Habibie. Lokasi lahan tersebut berada di kawasan Bandara Hang Nadim, Batam, dengan masa sewa selama 80 tahun.

Kepala BP Batam Edi Putra Irawadi mengatakan, pabrik pesawat tersebut nantinya akan dijalankan oleh Ilthabi Rekatama. Ilthabi merupakan akronim dari Ilham Thariq Habibie. Ilham dan Thariq merupakan kedua putra mendiang Habibie. Nama lengkapnya, Ilham Habibie dan Thariq Kemal Habibie.

Edi menjelaskan, kepastian alokasi lahan tersebut sudah tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara BP Batam dengan Ilthabi Rekatama. Selain menyebut luas lahan, dalam MoU itu juga dicantumkan masa sewanya, yakni selama 80 tahun.

“80 tahun itu rinciannya sewa 30 tahun pertama, perpanjangan pertama 20 tahun, dan perpanjangan kedua selama 30 tahun,” kata Edi, Jumat (13/9).

Edi menegaskan, BP Batam berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan pesawat komersil R80 di Batam. “Kemajuan di Hang Nadim dan melanjutkan R80 merupakan memorial kami bagi sang legenda. Ini merupakan hadiah dari beliau buat Batam,” paparnya.

Sementara Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso, yakin investasi ini akan terwujud. Pasalnya proses perjanjiannya mirip dengan MoU dengan Lion Air Group beberapa tahun lalu. Pada awalnya, Lion Air Group mengikat kontrak sewa lahan sementara selama setahun dengan BP Batam.

“Dulu Lion mengurus­ administrasi yang diperlukan. Baru setelah itu investasi terwujud, Lion dapat sewa lahan selama 25 tahun dan yang terbaru dapat perpanjangan sewa 50 tahun,” ungkapnya.

Ilthabi sudah berminat sejak lama untuk membuka pabrik pesawat di Batam, bahkan sebelum Lion Air membuka hanggar pesawat di Hang Nadim, delapan tahun yang lalu. Namun dalam perjalanannya, Garuda juga berminat pada lahan yang sama yang diinginkan Ilthabi. Garuda ingin membangun hanggar dan mengajukan permohonan lahan ke BP Batam

Tapi setelahnya, rencana investasi Garuda tersebut tidak terlaksana. Saat ini maskapai pelat merah ini bekerja sama dengan Lion Air Group untuk membangun hanggar yang baru di lahan milik Lion Air. Sehingga lahan yang diminati Garuda sekarang dialokasikan kepada Ilthabi Rekatama.

Sebelumnya, Ilham Habibie sudah menyatakan kepastiannya untuk membangun pabrik pesawat di Batam. Hal tersebut diungkapkan saat ikut meresmikan proyek properti Megablock Meisterstadt di Batam, Apri lalu.

“Kami baru liat tanahnya di Batam. Kira-kira nanti luasnya butuh 60 hektare lebih. Tapi, untuk sekarang masih terlalu dini. Kami belum ada gambaran, masih nol besar. Ini semua masih dimulai dengan perencanaan dan untuk buat pesawat masih lama, mesti bangun pabriknya dulu,” katanya saat itu.

Kumpulkan Donasi Rp 9 Miliar

sumber: regioaviasi

Sejak meninggalnya BJ Habibie pada Rabu (11/9) lalu, website kitabisa.com/campaign/pesawatr80 semakin ramai dikunjungi netizen.

Website tersebut sebagai bentuk dukungan dalam mengumpulkan donasi dari publik (crowdfunding) yang diperlukan untuk mengem­bangkan pesawat R80. Aksi penggalangan dana ini digawangi Regio Aviasi Industri (RAI).

Hingga Jumat (13/9) malam, jumlah donasi yang telah masuk mencapai Rp 9.332.252.869 yang disumbangkan oleh 25.248 donatur dari seluruh Indonesia. Donasi ini nantinya akan disumbangkan untuk pembuatan prototype pesawat R80 yang biaya keseluruhannya mencapai lebih dari Rp 200 miliar. Sedangkan keseluruhan biaya pengembangan usaha mencapai sekitar Rp 20 triliun.

Uang sebanyak itu sedang digalang baik secara langsung melalui investment bankers, maupun dicarikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Jadi tidak serta merta hanya bertumpu pada crowdfunding.

Setiap dukungan dari Masyarakat Indonesia akan me­naikkan kemungkinan PT RAI untuk mendapat investasi dan dukungan pemerintah. Dan tentunya setiap rupiah dari kontribusi publik juga akan dipakai oleh tim engineering untuk me­ngem­bangkan R80.

Melalui PT Ilthabi Rekatama, Ilham Habibie menanamkan modalnya di PT RAI, perusahaan pembuat pesawat terbang yang didirikan bersama sang ayah, B.J. Habibie. Bersama sang ayah pula, Ilham meng­eksekusi proyek pesawat penumpang bermesin turboprop R80, yang rencananya akan beroperasi pada tahun 2024.

Salah seorang warganet asal Batam, Yashinta, mengaku sangat antusias untuk ikut memberikan donasi di website ini. Hatinya tergugah de­ngan jasa-jasa BJ Habibie da­lam membangun Indonesia.

“Kalau bukan karena Pak Habibie, tak mungkin bisa menikmati fasilitas yang ada sekarang ini di Batam. Jadi, walaupun kecil, ini juga merupakan bentuk dukungan saya untuk R80,” katanya. (leo)

Udara Batam Diambang Tidak Sehat

0

batampos.co.id – Akhir-akhir ini kondisi udara Batam mengalami penurunan. Saat ini berdasarkan alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) saat ini menunjukkan angka 87 atau sedang.

“Memang ada peningkatan. Beberapa hari lalu masih baik saat ini sudah sedang atau diambang tidak sehat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (13/9/2019).

Didi menyebutkan, kondisi udara Batam ini selalu diinformasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam melalui website mereka.

Hari ini kondisi udara berada di angka 87. Angka ini lebih baik dari pada kemarin yaitu 91 atau mendekati kategori sedang.

“Mereka (DLH) selalu update. Jadi kalau ada peningkatan nanti ada penangangan yang akan dilakukan bersama seperti pemberian masker kepada masyarakat,” ujarnya.

Ilustrasi

Menurutnya, meskipun diambang batas menuju tidak sehat, kondisi ini masih aman. Namun demikian jika warga merasa sesak atau dalam kondisi tidak nyaman bisa menggunakan masker.

Jika berlanjut silahkan periksakan diri untuk mendapatkan penanganan. Lanjutnya, efek langsung yang ditimbulkan kabut asap berupa iritasi mata, selaput lendiri di hidung, mulut dan tenggorokan.

Selain itu juga dapat menyebabkan gangguan sauran pernapasan (ISPA).

“Banyak dampak yang ditimbulkan kalau sudah tidak sehat. Namun saat ini masih sedang dan aman,” imbuhnya.

Ke depan jika terjadi peningkatan status signifikan, langkah yang bisa dilakukan adalah meliburkan anak-anak sekolah.

Sejauh ini belum ada mengarah kesana. Tentu semua berharap udara Batam kembali ke posisi normal atau baik.

Didi menambahkan beberapa langkah yang bisa dilakukan saat kondisi udara seperti ini yaitu mengurangi kegiatan di luar rumah, menggunakan masker, mengkonsumsi air putih dua liter sehari, sayuran dan memeriksakan diri.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam, Herman Rozi, mengatakan, selalu memantau kondisi udara di Batam. Ada dua alat ISPU yang dipasang untuk menampilkan kondisi udara.

“Ada di dekat kantor Satpol PP Batuaji dan dekat Hotel the Hills, Nagoya,” sebutnya.

Ia menyebutkan jika kondisi kabut di Batam mengalami peningkatan atau semakin tebal, ISPU akan masuk kategori sedang atau 51-100.

Saat ini pihaknya masih terus memantau perkembangan kondisi udara. Sebelumnya kondisi masih dalam kategori baik. Lanjutnya alat yang terpasang saat ini akan menampilkan kondisi terkini selama 24 jam.(yui)

Memanfaatkan Teknologi 4.0 demi Menekan Kebocoran Air

0

Pada layar monitor nampak tekanan air tak merata. Di beberapa titik tekanan normal akan tetapi menyusut di titik lain bahkan menghilang.

Messa Haris, batampos.co.id

Hari itu, Selasa (20/8/2019) mulai pukul 20.00 WIB, PT. Adhya Tirta Batam (ATB), pengelola air bersih di Kota Batam memeliharaan Trafo 2.500 KVA di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang.

IPA Duriangkang merupakan tulang punggung suplai air bersih di Batam. IPA Duriangkang menyuplai sekitar 70 persen pelanggan ATB yang ada di Batam. Selain IPA Duriangkang ATB pun mengelola lima IPA lain yakni

  • IPA Mukakuning
  • IPA Sei Ladi
  • IPA Sei Harapan
  • IPA Tanjung Piayu
  • IPA Nongsa

Rabu (21/8/2019) sesuai jadwal sekira pukul 04.00 WIB pekerjaan rampung. Tidak itu saja, bersamaan perbaikan trafo ATB berhasil merelokasi pipa distribusi utama DN 600 mm. Tepat waktu.

“Sekira pukul 05.00 petugas ATB mendapati pressure air melemah. Ada pipa bocor nih,” kisah Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus.

Petugas lapangan PT ATB melakukan perbaikan kebocoran pipa DCIP 600 mm di Duriangkang. Foto: Humas PT ATB untuk batampos.co.id

Pipa ini ditanam 3 meter didalam tanah. Tak mudah menemukan titik mana yang bocor.

Namun normalisasi suplai kepada pelanggan mengalami keterlambatan akibat terjadinya kebocoran pipa di lokasi Duriangkang, tepatnya di depan perumahan Winner.

Alat berat didatangkan untuk menggali. Petugas teknis penyambungan pipa berjibaku menyambungulang.

Hari semakin siang. Air tak mengalir ke kawasan Batam Center, Tanjung Uncang dan sebagian wilayah Batuaji.

Di Batam, warga tidak memiliki sumur, sehingga warga tak memiliki cadangan untuk kebutuhan hari itu.

Maria menuturkan bagi ATB tak susah untuk mengetahui kebocoran besar yang terjadi kala itu.

Mereka telah melengkapi diri dengan SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition), sebuah aplikasi untuk memonitor kinerja produksi dan distribusi air.

“Ya nampaklah, level air tak naik-naik,” sahutnya saat ditanya apakah layar SCADA memantau kebocoran hebat tersebut.

Sejak tahun 2011, ATB menerapkan konsep Smart Water Company. Caranya, ya, melalui penerapan inovasi teknologi. Mereka menyebut, ATB Smart Water Management System. Layaknya sebuah aplikasi teknologi sistem ini senantiasa bertransformasi.

ATB melengkapi diri dengan teknologi

  • GIS (Geographic Information System),
  • MMR (Mobile Meter Reading),
  • LMS (Leakage Monitoring System),
  • PMS (Pressure Management System),
  • Mobile Apps,
  • AMR (Automatic Meter Reading),
  • AIRS (ATB Integrated System)
  • SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition)

Teknologi SCADA yang mereka miliki menjadi kebanggaan. Anda bila berkunjung ke ATB akan disuguhi layari lebar yang berisi indikator kinerja pelayanan air bersih oleh ATB Batam

Awalnya layar itu berupa sehelai kain lebar yang mendapat sorotan gambar kiriman dari komputer. Kini, mereka menggatinya dengan layar LED. Gambar pun lebih jernih.

Monitor dalam ukuran lebih kecil pun ditempatkan di beberapa titik dimana tim ATB membutuhkan.

Penerapan teknologi dan sistem terintegrasi dalam pengelolaan air menjadikan ATB mampu menekan tingkat kehilangan air secara signifikan. Foto: PT ATB untuk batampos.co.id

“ATB SCADA 4.0 terintegrasi tidak hanya di unit produksi tetapi juga ke semua unit sistem yang ada di ATB, termasuk sistem pelayanan pelanggan,” terang Maria.

Tak hanya itu, petugas di lapangan dapat dimonitor secara real-time setiap proses yang berkaitan dengan pengelolaan air hingga layanan yang diberikan ATB sehingga kualitas produk dan jasa terjaga sesuai dengan standarisasi yang telah ditetapkan.

“Sebuah kebanggaan karena sistem ini dibangun dan dikembangkan oleh sumber daya internal ATB dan saat ini sedang dalam proses hak paten,” lanjut perempuan berdarah Manado ini.

Salah satu manfaat besar dari penerapan teknologi terintegrasi ialah, ATB berhasil menekan kebocoran alias non reveue water (NRW).

Sebagai gambaran sempat ada kebocoran pipa di ruas jalan layang di Batam pada Juni 2019 lalu. Air merembes hingga ke permukaan jalan. ATB mengklaim rugi sekira Rp 70 juta per bulan.

ATB mengaku bahkan harus merogoh biaya berkisar Rp 1 miliar untuk penurunan satu persen kebocoran air.

Hasilnya, tingkat kehilangan air ATB berada di angka 16,6 persen. Bahkan, angka kehilangan air ATB pernah menyentuh angka 11,9 persen pada Mei 2016.

Adapun rata-rata kebocoran PDAM secara nasional masih diatas 35 persen.

ATB sentiasa mengontrol angka kebocoran secara terintegrasi melalui sistem 4.0 yang ia bangun.

“Tingkat kebocoran jadi ukuran kinerja perusahaan air,” tegas Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB. “Jadi pengelolaan air lebih efisien, produktif dan efektif sehingga layanan ke pelanggan lebih optimal.”

ATB Integrated System 4.0 ini memiliki kemampuan memasukkan Big Data Analytic dari seluruh komponen operasi yang dipadukan dengan sistem ERP (Enterprise Resource Planning). Hasilnya tidak hanya mampu membantu tim teknis dan operator lapangan saja, namun juga merambah ranah business intelligence untuk memberikan insight bagi manajemen dalam mengambil keputusan bisnis dengan cepat dan tepat.

Pemetaan tekanan air bersih dengan menggunakan sistem terintegrasi merupakan upaya optimalisasi jaringan dan efisiensi suplai air bersih untuk mengontrol nilai persentase kebocoran. Ini dilakukan melalui skema sistem yang terkoneksi ke seluruh unit terkait untuk memudahkan melakukan pemeriksaan dan perbaikan. Semakin cepat ditangani, air yang terselamatkan akan semakin banyak.

Contoh kasusnya ya sepenggal kisah diatas tadi. (*)

50 Persen Peserta BPJS Kesehatan Mandiri Kota Batam Menunggak

0

batampos.co.id – Sejumlah cabang BPJS Kesehatan di beberapa kota di Indonesia tengah melakukan uji coba penangihan tunggakan iuran peserta mandiri Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Penagihan itu dilakukan perangkat desa atau RT/RW setempat. Seperti baru-baru ini, BPJS Kesehatan Cabang Depok melakukan uji coba penagihan tunggakan iuran melalui bantuan RT/RW.

Hal itu dimaksud untuk mengatasi defisit yang tengah melanda BPJS Kesehatan dikarenakan banyak peserta mandiri yang menunggak.

BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam juga pernah menerapkan uji coba sistem penagihan tunggakan iuran melalui perangkat RT/RW.

Namun rencana itu terabaikan karena dinilai tak sesuai dengan regulasi yang telah dikonsep BPJS Kesehatan.

“Uji coba itu dilakukan awal tahun 2018, namun gagal,” ujar Kabid Keuangan BPJS Kesehatan Cabang Batam, Muryawan, kepada Batam Pos, Kamis (12/9/2019).

Petugas BPJS Kesehatan memberikan penjelasana kepada salah seorang warga saat melakukan pengurusan JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Menurut dia, uji coba itu bisa dibilang gagal karena penerapan di lapangan tidak sesuai dengan regulasi.

Sehingga rencana untuk bisa menagih tunggakan dari peserta mandiri atau masyarakat umum dari RT/RW batal.

“Belum kami aktifkan, karena banyak yang tidak sesuai dengan regulasi,” imbuhnya.

Dikatakannya, saat ini sekitar 50 persen peserta mandiri JKN-KIS BPJS Kesehatan Kota Batam menunggak pembayaran iuran.

Berbagai cara dilakukan untuk bisa menangih tunggakan tersebut.

“Lumayan banyak yang nunggak, sekitar 50 persen dari peserta. Untuk total peserta, saya sedang tak pegang data,” jelas Muryawan.

Salah satu cara yang rutin dan masih diterapkan sampai sekarang adalah telecollecting. Telecollecting adalah salah satu cara yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kolektabilitas iuran dengan cara menelpon langsung peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/mandiri yang telah menunggak.

Telecollecting bertujuan untuk mengingatkan peserta JKN-KIS tentang kewajibannya serta menginformasikan total tagihan iuran dari peserta tersebut.(she)

Begini Kondisi Makam BJ Habibie Setelah Sehari Dimakamkan

0

batampos.co.id – Tempat peristirahatan BJ Habibie hingga saat ini masih ramai dikunjungi peziarah.

pada Jumat (13/9/2019), ada sekitar ratusan peziarah mendatangi pusara sang maestro pesawat terbang itu.

Dari pantauan jpnn.com (grup batampos.co.id) di lokasi, peziarah terus bergantian datang pada siang ini.

Mereka berasal dari kerabat, kenalan, para pelajar, serta masyarakat untuk menengok makam BJ Habibie.

Suasana makam BJ Habibie di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019). Foto: Dedi Yondra/JPNN.Com

“Saya kehilangan bapak, saya kehilangan teman berdebat, dia bercerita dari A sampai Z,” kata Budi, salah satu anak angkat BJ Habibie di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (13/9/2019) siang.

“Saya selalu ingat pesan beliau, jadi lah mata air, tumbuhan di sekeliling kita bisa tumbuh,” sambungnya.

Peziarah yang datang melantunkan ayat suci Alquran di samping makam. Selain itu, mereka juga menabur bunga di atas makam BJ Habibie yang terletak di samping makam istri tercinta, Ainun.

BJ Habibie meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta pada Rabu (11/9) sekitar pukul 18.05 WIB.

Presiden Ketiga Republik Indonesia itu menghembuskan napas terakhir setelah dirawat intensif selama sepuluh hari sejak awal September 2019 lalu.(mg3/jpnn)

Asap Kian Tebal, Masyarakat Riau: Sesak

0

batampos.co.id – Kabut asap kian menebal di Provinsi Riau terutama di Kabupaten Siak. Jarak pandang di daerah tersebut juga sudah sangat terbatas terutama di pagi hari yaitu antara 500 meter hingga 1 km.

Warga disana mengeluhkan dengan kondisi asap yang membuat penglihatan mereka menjadi terganggu.

Seperti diberitakan Riau Pos (Jawa Pos Group), akibat kondisi kabut asap semakin tebal, pengendara roda dua harus menghidupkan lampu kendaraan dan menggunakan masker.

Menjelang siang hari, asap pekat masih terlihat menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Siak, seperti Kecamatan Tualang, Kecamatan Kandis, Minas dan Lubuk Dalam.

Kondisi kabut asap di Jembatan Maredan, Siak, Jumat (13/9/2019). Foto: Wiwik Widaningsih/ riaupos.co/JPG)

Di Kecamatan Kandis jarak pandang telah mencapai 500 meter terutama pada pagi hari. Masyarakat diimbau agar membatasi aktivitas di luar rumah.

“Kabut asap di Kecamatan Kandis lebih tebal. Jarak pandang terbatas. Pelayanan publik di Kandis berjalan lancar,” ujar Camat Kandis Irwan Kurniawan.

Di Kecamatan Tualang asap semakin tebal dibandingkan hari sebelumnya. Jarak pandang kini lebih kurang 1 km.

Anwar warga Perawang berharap kabut asap segera menghilang. Hal ini karena kabut asap telah sangat menganggu kesehatan warga.

“Mata saya telah perih, nafas dah mulai terasa sesak,” ungkapnya.(jpg)

Play sound