Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11057

Mau Buat SIM, Syaratnya Cuma Ini Aja Lho

0

batampos.co.id – Bagi Anda yang ingin mengajukan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) tidak perlu banyak mempersiapkan dokumen.

Anda cukup membawa KTP elektronik beserta fotokopi dan surat keterangan sehat dari klinik yang ditunjuk Satuan Lalu Lintas (Satlantas Polresta Barelang).

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol I Putu Bayu Pati, mengatakan dalam proses pembuatan SIM baru dilaksanakan di Satlantas Polresta Barelang. Sementara perpanjangan SIM bisa dilakukan di beberapa gerai SIM.

”Untuk waktu pelayanan SIM kepada masyarakat masih normal seperti biasanya, mengikuti jam kerja. Kita membuka jam pelayanan pada pagi hari sampai sore hari,” ujarnya.

kata dia, untuk masyarakat yang hendak membuat SIM baru, hanya perlu memenuhi beberapa syarat.

Warga antre menunggu giliran perekaman data pembuatan SIM di Mapolresta Barelang, Selasa (3/9/2019) lalu. Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

Jika persyaratan itu sudah dilengkapi, pengurusan SIM akan lebih mudah.

“Syarat-syarat yang perlu dibawa e-KTP asli beserta fotokopinya, dan surat kesehatan,” jelasnya.

”Setelah itu dapat mengisi formulir, membayar PNBP SIM sesuai dengan aturan yang ada di loket BRI yang sudah kami sediakan di Mapolresta Barelang,” kata dia lagi.

Untuk SIM C lanjutnya tarifnya Rp 100 ribu dan untuk SIM A Rp 120 ribu

Setelah mengisi formulir, masyarakat akan menjalani proses pengambilan foto dan sidik jari.

”Lalu mengikuti ujian teori dan praktik. Jika sudah lulus ujian teori dan praktik, SIM sudah bisa langsung diambil,” tuturnya.

Sementara untuk perpanjangan SIM, syaratnya sama dengan pengurusan baru. Namun, saat perpanjangan, pemohon harus membawa SIM asli.

Dan untuk loket perpanjangannya ada di beberapa tempat seperti BCS Mall, Mal Pelayanan Publik, dan beberapa tempat lainnya.(*)

Polisi Ringkus Sindikat Curanmor

0

batampos.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri mengamankan empat orang pelaku sindikat pencuri kendaraan bermotor (curanmor) di Batam. Keempatnya adalah Bsm, An, Es, dan Ts.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri AKBP Ari Darmanto menga-takan, dari keempatnya, yang melakukan pencurian hanya satu orang, yakni Es. Sedang-kan tiga orang lainnya hanya sebagai penadah.

”Tapi mereka kelompok curanmor yang kerjanya cukup rapi,” katanya, Senin (9/9).
Es, tutur Ari, selaku pemetik beraksi setelah ada pesanan dari beberapa orang. ”Dapat pesanan dari luar, baru mere-ka lakukan (pencurian). By order,” tutur Ari.

Pesanan pasti dilakukan orang-orang yang ingin mencari motor murah, tanpa surat-surat namun memiliki kualitas yang baik. Dari hasil penyelidikan polisi, sebaran motor curian ini ditemukan mulai dari Kampung Aceh, Rusun Mukakuning hingga Jembatan 3 Barelang.

”Ada juga bengkel yang khusus menampung ini semua,” tuturnya.

Anggota Ditkrimum Polda Kepri membawa empat tersangka pencuri kendaraan bermotor serta menunjukkan kendaraan hasil kejahatan pelaku saat ekspos di Mapolda Kepri, Senin (9/9).
F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Modus Es dalam mencuri, berbeda dari modus-modus biasanya. Es selalu membuntuti dan menunggu korbannya lalai. Hampir sebagian besar korban dari Es adalah perempuan.

”Jadi dia buntuti, pantau terus. Biasanya korban yang merasa hanya sebentar masuk toko, meninggalkan kunci begitu saja. Saat itulah pelaku ini beraksi,” ungkapnya.

Dari 10 kendaraan yang diamankan, kebanyakan berasal dari Laporan Polisi (LP) Polsek Sekupang. ”Kami melakukan pencocokan LP dengan barang bukti diamankan. Sebagian besar dari Sekupang, lalu beberapa wilayah lainnya di Batam,” tuturnya.

Es diduga telah lama beraksi. Oleh karena itu, polisi masih terus melakukan pengembangan atas kasus ini.

”Kami jerat mereka dengan pasal 362 dan 480 KUHP. Tidak menutup kemungkinan kami jerat dengan pasal 365 juga, karena ada dugaan tindak kekerasan saat tersangka ini melakukan pencurian kenda-raan bermotor,” ungkapnya.(ska)

Kader PKS Mrotol Tengah Jalan

0

batampos.co.id – Setelah sekian lama menjadi kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Rahman, mantan Ketua DPW PKS Kepri 2 periode, memutuskan keluar dari partai berlambang bulan sabit kembar tersebut. Keputusan itu bukan tanpa alasan, Abdul Rahman menganggap banyak kebijakan DPP yang kontroversial.

”Pergulatan perbedaan ini sudah lama, bahkan banyak fitnah-fitnah kepada perseorangan yang massif disebar, dan selaku anggota Majelis Syuro’, saya langsung tanyakan pada sumbernya, tetapi tidak ada yang bisa membuktikan,” ungkap dia.

Abdul Rahman mengaku miris terhadap konflik yang terjadi di PKS yang notabene merupakan partai dakwah. Puncak terbukanya konflik adalah kasus Fahri Hamzah yang pemecatannya dibatalkan pengadilan. Terbukti Fahri Hamzah tak bersalah, tetapi justru partai bersikap keras terhadap yang dianggap membelanya.

”Banyak yang dikucilkan dan diberhentikan dari kepengurusan tanpa sebab yang jelas. Maka terhitung hari ini, bersamaan dengan berakhirnya tugas di DPRD Kepri, kami sepakat mundur secara resmi,” papar Abdul Rahman.

Keputusannya ke luar dari PKS ini diikuti ratusan kader inti dan kader pendukung PKS di Kepri. Bahkan, sebagian di antaranya merupakan mantan pengurus partai hingga mantan anggota dewan.

Di antaranya nama-nama yang ikut mundur terdapat

  • Raja Miskal, Ketua PKS Bintan dan mantan anggota DPRD Bintan,
  • Riky Indrakari yang juga mantan anggota DPRD Batam dan mantan Ketua DPD PKS Batam,
  • Mukriyadi mantan anggota DPRD Batam,
  • Ispiraini Lc, Ketua Dewan Syariah DPD PKS Batam.

Kesemuanya adalah orang-orang lama yang membesarkan PKS di Kepri.

”Saya sendiri bersama pengurus DPD PKS Bintan, secara formal telah menyerahkan surat pengunduran diri dua minggu lalu. Kami memang sejak awal bersepakat menuntaskan Pemilu 2019, karena hal itu merupakan amanah dakwah. Ini juga untuk menepis anggapan, bahwa kami dianggap gila jabatan. Toh yang terbukti, kami justru mundur setelah PKS di Kepri mendapatkan suara lebih besar dari tahun 2014 lalu,” urai Raja Miskal.

Disinggung soal langkah selanjutnya setelah keluar dari PKS, Abdul Rahman menyebut bahwa sebagian besar akan tetap berada di jalur politik dan sebagiannya membersama umat dalam berbagai wadah ormas seperti Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI).

Terkait partai baru, salah satu isu yang sudah banyak beredar di tengah masyarakat, Fahri Hamzah dan kawan-kawannya memang sedang mempersiapkan partai baru sebagai sarana perjuangan selanjutnya. Bahkan disebut-sebut partai itu bernama Gelombang Rakyat atau disingkat GELORA, dengan visinya mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan lima besar dunia.

”Memang ada pembahasan tentang parpol baru, dan itu masih dalam tahap diskusi. Tunggu saja kalau nanti sudah pasti. Tetapi pada intinya, bahwa perjuangan untuk membangun kesejahteraan bangsa Indonesia tidak boleh berhenti,” pungkas Abdul Rahman. (ash)

Pemprov Kepri Tambal Ruas Jalan Ahmad Dahlan

0

batampos.co.id – Jalan Ahmad Dahlan, Seitemiang dalam kondisi rusak parah. Lubang berukuran besar berjubel di sepanjang jalan menuju Tanjungriau, Sekupang.

Kerusakan ini menjadi keluhan serius warga pengguna jalan. Sebab kerap menyebabkan kecelakaan dan kerusakan kendaraan.

Keluhan warga yang sudah berlangsung lama ini akhirnya ditanggapi Pemerintah Provinsi Kepri.

Pemprov melalui Dinas Bina Marga Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPR) Provinsi Kepri, mulai memperbaiki kerusakan jalan tersebut mulai dari depan TPU Seitemiang.

Pantuan di lapangan, proses penambalan dimulai dengan penggalian lokasi jalan yang berlubang, kemudian disemenisasi dan lapisi aspal agar merata dan serasi dengan aspal jalan lain yang masih utuh.

Pengerjan sudah berjalan separuh dan rencananya akan dilakukan merata hingga ke Tanjungriau.

“Tambal aja ini. Karena masih bagus pengaspalan jalan ini. Cuman yang lubang-lubang ini saja ditambal,” kata seorang pekerja di lapangan.

Ruas Jalan Ahmd Dahlan yang diperbaiki Pemporv Kepri. Ruas jalan ini dulunya “dihiasi” lubang-lubang besar. Foto: Eja/batampos.co.id

Lurah Tanjungriau Agus Sofyan, membenarkan perbaikan akses jalan di kelurahan Tanjungriau tersebut.

Proyek peningkatan jalan ini dari Pemprov selaku penanggung jawab atas ruas jalan tersebut.

“Iya sudah saya lihat ke lapangan, sudah mulai ada pengerjaan. Kami menyambut baik karena memang kondisi jalan itu sudah rusak parah,” ujar Agus.

Kata dia, kerusakan jalan Ahmada Dahlan ini tidak saja karena usia jalan yang sudah termakan usia, tapi juga padatnya aktivitas kendaraan proyek.

Truk-truk beroda sepuluh yang melakukan aktivitas pematangan lahan setiap saat melintasi lokasi jalan tersebut.

Muatan truk yang terlampu banyak menyebabkan aspal jalan jebol dan lama kelamaan menjadi lubang.

“Banyak juga kendaraan proyek jadi cepat rusak. Semoga penambalan ini bisa mengembalikan kondisi jalan seperti semula,” ujar Agus.(eja)

Karate-do Tako Indonesia Dojo Batuaji Bawa Pulang Dua Medali Emas

0

batampos.co.id – Atlet Karate-do tako Indonesia dojo Polsek Batuaji berhasil membawa pulang dua medali emas, dua perak dan lima perunggu dalam kejuaraan Pengurus Daerah Provinsi (Pengdaprov) Forki Kepri tingkat pelajar yang digelar di Tanjungpinang sejak Jumat (6/9) hingga Minggu (8/9) lalu.

Meskipun meleset dari target sebagai juara umum, namun prestasi yang diraih atlet-atlet muda ini cukup membanggakan jajaran Polsek Batuaji.

“Target memang empat emas tapi yang capai hanya dua (medali emas),” Manajer sekaligus pelatih Karate-do tako Indonesia dojo Polsek Batuaji, Bripka Marulam Siahaan, Senin (9/9/2019).

“Tak apa-apa ini sudah cukup lumayan sebab pesaing juga cukup banyak dan semuanya profesional,” kata dia lagi.

Pada ajang terbuka tingkat pelajar tersebut, 21 atlet dari dojo Batuaji sebut Marulang sudah tampil dengan sangat baik.

Semua kemampuan sudah dikerahkan. Namun ketatnya persaingan membuat mereka hanya bisa meraih dua medali emas, dua perak dan lima perunggu.

Atlet Karate-do tako Indonesia dojo Polsek Batuaji saat bertanding di Pengdaprov) Forki Kepri tingkat pelajar yang digelar di Tanjungpinang. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

“Hasil yang tidak begitu buruk, ini tetap jadi motivasi kami kedepannya untuk terus berlatih yang lebih lagi,” tuturnya.

“Kejuaraan-kejuaraan lain kedepan tetap akan kami ikuti dengan semangat optimisme yang tinggi,” ujar Marulam.

Sementara itu, Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, cukup bangga dengan prestasi yang diraih tim dojo Polsek Batuaji.

Dia mendorong pelatih, manajer dan segenap atlet yang ada untuk lebih giat berlatih lagi kedepan dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan harkat bangsa.

“Apalagi ini binaan Polsek Batuaji jadi tetap semangat kedepannya,” jelasnya.

“Tujuan utama bukan untuk kejuaraan tapi nilai kedisplinan dan kepatuhan terhadap bangsa dan negara,” paparnya lagi.(eja)

Angkot Tak Layak Jalan, Rajai Jalanan Kota Batam

0

batampos.co.id – Pengawasan dan penertiban angkot di Kota Batam belum berjalan maksimal. Masih banyak angkot yang tak laik operasi bebas berkeliaran di beberapa ruas jalan di Kota Batam.

Masyarakat semakin resah sebab angkot yang tak terawasi itu kerap berulah dan mengancam keselamatan penumpang atau pengguna jalan lainnya.

Pantauan di lapangan, angkot yang beroperasi di Batuaji dan Sagulung misalnya. Aksesoris pendukung kendaraan banyak yang copot atau tidak berfungsi.

Seperti lampu rem atau lampu sign, mengularkan asap yang berlebihan hingga bolongnya sebagian bodi angkot.

“Bahkan ada yang tak ada pintu. Celakanya, kalau terjadi yang tak diinginkan penumpang pasti keluar dan terjatuh,” ungkap Rendi warga Batuaji, Minggu (8/9/2019).

Angkot ngetem di sekitar Simpang Dam. Foto: Dokumentasi batampos.co.id.

Kendati banyak ditemukan bermasalah, namun angkot-angkot ini masih merajai jalanan. Aksi kebut-kebutan hingga ngetem di tengah jalan menjadi hal yang biasa bagi para sopirnya.

Ini yang paling dikeluhkan masyarakat sebab kerap menyebabkan kecelakaan lalulintas dan kemacetan.

“Banyak tak tak beres angkot di sini. Bemper bercopotan, lampu rem tak ada sampai pintu mobil yang diikat pakai karetpun ada,” kata Musnih.

“Sudah kayak gerobak jadinya tapi enteng saja sopirnya. Nambang terus walau tak pernah uji KIR,” kata dia lagi.

Bebas beroperasinya angkot yang tak laik operasi ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat umum lainnya.

Masyarakat menilai kinerja kerja dari Dinas Perhubungan Kota Batam dan Satlantas Polresta Barelang belum maksimal.

“Kecelakaan angkot paling sering, nyungseplah, nabrak oranglah. Sudah banyak korban. Tunggu sampai kapan lagi baru ditertibkan,” kesalnya.(une)

Kabut Asap Tak Pengaruhi Pelayaran di Pelabuhan Domestik Sekupang

0

batampos.co.id – Meskipun kabut asap kibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera beberapa hari terakhir sempat meluas, namun tidak mempengaruhi arus keberangkatan dari Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) ke beberapa daerah tujuan.

Kepala Syahbandar PDS, Parsaoran Samosir, mengatakan, seluruh kapal berlayar sesuai dengan jadwal.

“Sejauh ini tidak ada kendala kapal tujuan antar pulau masih berlayar seusai dengan jadwal dan jarak pandang masih normal,” kata Senin (9/8/2019).

Ia menambahkan belum ada laporan terkini perihal kabut asap yang terjadi di daerah Riau. Akan tetapi harus tetap menjaga koordinasi dengan operator kapal.

“Mudah-mudahan cuaca baik kedepan. Jadi kalau kapal sudah penuh dan penumpang sudah masuk ke kapal semua, kapal langsung jalan,” ujarnya.

Aktivitas di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) masih normal meski kabut asap dari Sumatera akibat kebakaran hutan dan lahan sempat meluas ke wilayah Kota Batam. Foto; Dalil Harahap/batampos.co.id

Guna antisipasi cuaca yang kurang baik, pihaknya sudah menyiapkan alat keselamatan untuk penumpang serta berrkoordinasi dengan nakhoda kapal.

“Semuanya sudah siap, kami berharap tidak ada kendala yang menyebabkan kapal tertunda keberangkatannya. Mudah-mudahan aman dan lancar,” Imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan, Ketua Bidang Penumpang, DPC INSA Batam, Asmadi. Ia mengatakan berdasarkan laporan dari BMKG cuaca di PDS masih bagus untuk pelayaran.

“Arus pelayaran berjalan lancar, pagi cuaca cukup bagus,” ujarnya.

“Jadi kapal bisa diberangkatkan, mungkin di daerah Selat panjang sedikit terganggu, terutama tujuan pelayaran jauh seperti Dumai, Buton dan Bengkalis,” Paparnya

Ia menambahkan di wilayah perairan Batam dan Tanjung Balai jarak pandang masih normal yakni 200 meter dan tergolong masih aman untuk berlayar.(cr1)

Terjaring Razia, Puluhan Pengendara Diberikan Siraman Rohani

0

batampos.co.id – Puluhan pengendara yang terjaring razia operasi patuh di Jalan Duyung, Batuampar, Kota Batam mendapatkan pencerahan dari para pemuka agama, Senin (9/9/2019).

Wakil Kepala Satuan Lalulintas (Wakasatlantas) Polresta Barelang, AKP Kartijo, mengatakan, razia digelar tepat di depan Pasar Pagi, Jodoh.

“Di razia kali ini kita menggandeng Dispenda Provinsi Kepri dan pemuka agama Islam dan Kristen untuk memberikan siraman rohani kepada pelanggar,” jelasnya.

Pemuka agama islam sedang memberikan siraman rohani kepada para pelanggar yang terjaring razia di Jalan Duyung, Batuampar, Kota Batam. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Kata dia, tujuan diberikannya siraman rohani bagi pelanggar lalu lintas agar masyarakat tersentuh dan sadar bahwa atas kesalahan yang dilakukannya.

“Hari ini ada 143 kendaraan yang terjaring. Rinciannya 122 sepeda motor dan 21 kendaraan roda 4,” tuturnya.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol I Putu Bayu Pati, menyampaikan pihaknya sengaja menggandeng pemuka agama untuk memberikan pencerahan kepada para pelanggar.

“Ini sebagai bentuk inovasi untuk menyentuh hati pelanggar lalu lintas, agar bisa menyadari bentuk kesalahan dari pelanggaran yang dilakukan,” jelasnya.

“Dan juga agar kedepannya diharapkan lebih patuh dan taat lagi terhadap peraturan lalu lintas,” jelasnya.(Ali)

Ibu dan Anak Antusias Ikuti Dancow Iya Boleh Camp di Top 100

0

batampos.co.id – Ratusan ibu dan anak terlihat antusias mengikuti rangkaian event, seperti lomba mewarnai, lomba fashion show, dan lomba aksi cilik yang diadakan Nestle DANCOW.

Nestle DANCOW mengadakan event seru dan edukatif dengan mengangkat tema DANCOW Iya Boleh Camp di TOP 100, Minggu (8/9/2019).

Area Sales Manager PT Nestle Indonesia,  Rusijo, mengatakan, selain kompetisi, event ini juga menyediakan berbagai booth permainan edukatif.

Seperti puzzle, origami dan menghias medali. Agar semakin edukatif, DANCOW juga mengadakan booth konsultasi gizi dan psikologi anak. Dimana para orang tua bisa konsultasi gratis tentang tumbuh kembang anak.

“Nestlé DANCOW percaya adanya tiga elemen yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang optimal anak yaitu nutrisi, stimulasi serta cinta Bunda dan Ayah,” jelasnya.

Para orang tua dan anak-anak antusias mengikuti kegiatan DANCOW Iya Boleh Camp di TOP 100, Minggu (8/9/2019). Foto; Angga/batampos.co.id

Oleh karena itu, kata dia, sebagai mitra terpercaya orang tua, pihaknya ingin mendukung para orang tua agar si buah hati dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal dan menjadikan mereka Anak Unggul Indonesia.

“Saat ini, banyak kita jumpai Bunda yang seringkali berkata “Tidak Boleh” kepada anaknya ketika ia meminta izin untuk melakukan suatu hal yang baru,” ujarnya.

“Padahal, dengan berkata “Tidak Boleh” bisa menutup potensi maksimal Si Buah Hati untuk berkembang dan belajar banyak hal baru,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, Nestlé DANCOW Advanced Excelnutri+ ingin mendukung para Bunda dan Ayah untuk lebih sering berkata ‘Iya Boleh’.

Agar buah hati bisa bebas bereksplorasi dan mengembangkan lima potensi karakter penting, yaitu Berani, Cerdas, Kreatif, Peduli, dan Pemimpin.

“Sebagai bentuk komitmen DANCOW, kami menghadirkan DANCOW Iya Boleh Camp, sebuah wahana eksplorasi edukatif untuk si Buah Hati bereksplorasi dan belajar banyak hal baru,” paparnya.

Pihaknya berharap upaya ini dapat terus membantu meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia dan memberikan kontribusi untuk masa depan anak-anak kita Anak Unggul Indonesia.(gga)

Lahirkan SDM Unggul, Jawab Tantangan Era 4.0

0

batampos.co.id – Anas Aditya sedang memainkan tetikus komputernya di co-working space di lantai dua, Nongsa Digital Park (NDP), Nongsa, Batam, Rabu (4/9) lalu. Panah tetikus itu ia arahkan ke gambar di layar komputernya. Ia tengah menyelesaikan gambar dirinya sendiri dalam bentuk kartun, sebagai bagian dari tugas yang akan ia presentasikan dalam rapat mingguan di perusahaan tempat ia bekerja, Neu Entity, sebuah perusahaan start-up asal Singapura.

Anas berasal dari Bekasi. Ia lulusan dari SMA Negeri 1 Banjar, Ciamis. Namun, sejak SMA, ia sudah menunjukkan ketertarikannya dengan dunia teknologi informasi (IT). Lulus tahun 2014, ia mengikuti kursus yang berkaitan dengan IT dan sambil bekerja membantu orang tua.

“Dibilang otodidak, nggak juga. Karena teknologi ini selalu berkembang. Makanya saya terus belajar untuk itu, meski pun bukan lewat sektor formal seperti kuliah,” ujar Anas.

NDP dibuka pada Maret 2018 lalu, Anas pun mendaftarkan diri. Pelatihan di NDP gratis. Ia hanya perlu memikirkan biaya hidup selama tinggal di Batam.

“Saya terbang dari Bekasi ke Batam. Saya nggak mau sia-siain kesempatan ini, belajar di Nongsa Digital Park,” ujarnya.

Anas pun belajar selama tiga bulan di sana. Enaknya belajar di sana, selama 10 minggu dibekali materi teknologi. Materi ini diajarkan sesuai kebutuhan klien, perusahaan-perusahaan dari negara tetangga, seperti Singapura. Dua minggu terakhir, Anas beserta teman-temannya, akan membuat tugas akhir, mempresentasikannya langsung di hadapan penguji dan juga audience yang kebanyakan bos- bos perusahaan.

“Ketika kami presentasi, perusahaan klik dengan apa yang kita presentasikan, saat itu mereka langsung menerima kita. ‘We want you‘. Begitu. Nah inilah yang saya rasakan. Usai presentasi, tiba-tiba perusahaan datang menawarkan pekerjaan. Di sinilah saya sekarang, bekerja di perusahaan start-up Singapura. Bekerja sebagai web developer,” jelas Anas.

Sudah delapan bulan Anas bergabung di NDP. Sehari-hari, ia mengerjakan berbagai platform digital dan teknologi komputer sesuai pesanan dari perusahaan induk di kawasan Changi Road, Singapura.

“Perusahaannya asal Singapura, tapi berkantornya di Batam, dan pekerjanya asal Indonesia,” jelasnya sambil tersenyum.

Jadwal kerja Anas bersama tiga rekannya, dimulai pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 17.00 WIB. Namun, itu kadang tak tentu, tergantung orderan dari Singapura.

“Setiap minggu kami juga meeting bersama karyawan yang ada di Singapura. Membahas strategi, merancang dan membangun merek atau situs web. Pokoknya yang berhubungan dengan desain, dengan klien dari multinegara. Meeting-nya melalui layar komputer. Virtual meeting. Kita cukup duduk manis di sini,” jelasnya.

Mentri Luar Negeri RI Retno Marsudi bersama Menlu Singapura, Gubenur Kepri, Kepala BP Batam, Walikota Batam, Komisaris Utama Citra Mas Group Kris Wiluan dan undangan berswafoto usai peresmian Nongsa Digital Park di Nongsa , Selasa (20/3/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Demikian halnya dengan Rangga Yudhistira Pratama. Pria kelahiran Pekanbaru, 9 Juni 1996 ini mengungkapkan banyak anak-anak muda Indonesia yang unggul bekerja di perusahaan luar negeri.

“Sebenarnya, kita tak kalah saing, bahkan lebih maju dari para pekerja-pekerja dari negara lain kok. Saya sudah buktikan di Nongsa Digital Park ini,” ujar Rangga, demikian ia dipanggil.

Rangga saat ini bekerja sebagai Mobile Developer di perusahaan start-up asal Singapura, Chendol. Di perusahaan ini, Rangga bertugas dan bertanggung jawab mengerjakan berbagai aplikasi untuk smartphone.

”Saat ini, saya sedang fokus mengerjakan aplikasi asuransi smartphone,” ungkapnya.

Saat ditemui wartawan koran ini, Rangga tengah mengerjakan java script untuk aplikasi yang ia sebutkan tersebut.

Rangga lahir dan besar di Pekanbaru. Ia anak pertama dari empat bersaudara. Merantau pertama kali sejak memutuskan kuliah di Politeknik Negeri Batam dengan mengambil jurusan multimedia. Sejak kuliah, ia sudah mandiri. Bekerja sendiri untuk membiayai kuliahnya. Awalnya sebagai teknisi internet. Lulus, ia pun melanjutkan pelatihan kerja di LPK Infinite Learning di Nongsa Digital Park, Batam.

Selama pelatihan di Nongsa ini, waktu luangnya ia isi dengan latihan dan memperkaya pengetahuannya tentang teknologi dan bahasa pemograman. Tak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di Batam, putra dari pasangan Ruswindra dan Ernita ini juga bekerja sebagai tukang cuci piring di salah satu cafe di Nongsa.

”Selagi halal, saya kerja. Ini menjadi tantangan sekaligus komitmen saya. Memperbaiki taraf hidup menjadi pekerja yang unggul, yang nggak kalah saing dengan para pekerja-pekerja dari negara lain. Di NDP ini, telah lahir ratusan anak-anak bangsa yang unggul yang mampu bersaing global. Sebenarnya tantangan revolusi industri 4.0 ini kita sudah sangat siap banget. Kita sudah menjalaninya sekarang,” tegasnya.

Baik Anas dan Rangga kini menjadi dua dari 270 SDM yang bekerja di Nongsa Digital Park (NDP), Batam. Kalau Anas berkantor di co-working space, Rangga di Incubator, karena pekerjaannya termasuk rahasia dan membutuhkan keakuratan.

NDP sendiri merupakan realisasi dari pernyataan Presiden Jokowi dalam pidatonya saat Peringatan 50 tahun hubungan bilateral Indonesia-Singapura yang dilaksanakan di Marina Cruise Centre, Kamis (7/9), dua tahun lalu. Kala itu, dalam Singapore-Investment Forum, Jokowi di hadapan Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan sejumlah menteri kabinet kerja yang hadir menyebutkan Batam akan dijadikan digital hub antara Singapura dan Indonesia.

Dalam pengembangan kerja sama bisnis kedua negara, Jokowi menekankan, Batam menjadi pintu gerbang utama Indonesia dalam memajukan berbagai sektor, dan menekankan kerja sama dua negara yang berbasis digital, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

“Kalau dulu Batam sebagai kota industri, sekarang harus mampu bersinergi dengan Singapura, menjadi jembatan industri teknologi, manufaktur, dan pariwisata berbasis digital,” jelasnya.

Mengukuhkan pentingnya posisi Batam, pihak Citramas Group pun membangun Nongsa Digital Park menjadi penyedia dan pemberi layanan melahirkan SDM unggul, sebagai bagian dari menjawab tantangan era 4.0. Adalah Kris Taenar Wiluan, Komisaris Utama Citramas Group, sosok yang berada di balik NDP ini.

Kala Batam Pos berbincang singkat dengannya di Singapura beberapa waktu lalu, ia menyebutkan, NDP merupakan jawaban dari pengembangan SDM Indonesia dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 ini.

”Untuk memiliki SDM yang berkualitas, diperlukan pendidikan mumpuni sebagai bekal utama. Itu faktor pentingnya yang pertama. Kalau sudah ada itu, maka SDM Indonesia sudah mampu bersaing secara global. Tak perlu minder lagi,” ujarnya.

Dunia digital dan industri 4.0 sebuah keniscayaan yang tak dapat dielakkan Indonesia dan dunia. Salah satu upaya ditempuh untuk menyokong ini semua, sehingga Indonesia dapat mempersiapkan diri dan melaju di Industri 4.0 ini, NDP hadir menjawabnya.

Di kawasan NDP ini, telah dirintis sebuah lembaga pelatihan keterampilan yang menyiapkan para pemuda Indonesia untuk bisa menghadapi arus digitalisasi dan industri 4.0. Lembaga ini telah beroperasi sejak Maret 2018 lalu. Meski pun baru beroperasi tahun lalu, tapi persiapannya telah dimulai dari awal millenium, tahun 2000 lalu. Dan kini, telah tumbuh menjadi kawasan terpadu di bidang industri digital.

NDP sendiri berada di Jalan Hang Lekiu, Nongsa. Selain Infinite Learning Centre, di sini juga tersedia kawasan perkantoran yang dibagi menjadi tiga bagian. Yakni office block, incubator, dan co-working space. Terbaru, hadir Apple Academy.

Nongsa Digital Park ini merupakan bagian dari kawasan industri, properti, resort dan lapangan golf dengan omzet triliunan rupiah di bawah naungan Citramas Group yang luasnya mencapai 166 hektare. Menuju ke sini dari Pelabuhan Batam Center, jaraknya 20 Km, dan dibutuhkan berkendara sekitar 30 menit. Ada dua bangunan yang sudah beroperasi. Bagi pengunjung, tulisan warna-warni NONGSA digITalpark yang menempel di dinding putih dan tamannya menjadi penanda.

Kawasan NDP ini mengingatkan akan Silicon Valley di Palo Alto, California, Amerika Serikat (AS). Silicon Valley di AS kini menjadi pusat teknologi karena di sana berkumpul berbagai perusahaan-perusahaan raksasa teknologi yang menguasai pasar dunia. Sebut saja Google, Hewlet-Packard, eBay, Apple Inc, Intel, Yahoo, dan puluhan perusahaan lainnya.

Demikian halnya dengan Nongsa Digital Park. Kawasan ini menjadi perintis tempat berkumpulnya berbagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi sejak Maret 2018 lalu.

”Kami sudah merencanakan ini sejak lama. Tekadnya Indonesia harus bisa dan menguasai. Kalau tidak bisa, (kita) semuanya bisa dikuasai luar negeri,” ujar Kris Taenar Wiluan, Senin (2/9) lalu.

Indonesia, kata Kris, telah memasuki era digital. Sehingga anak-anak Indonesia harus menguasai dunia digital dan industri 4.0.

Kris mengatakan, demi memperlihatkan itu semua ke pemuda Indonesia, ia telah membangun sebuah tempat pelatihan. LPK Infinite namanya. Tapi yang dibangunnya bukan hanya tempat pelatihan semata.

”Ibarat main bola, kalau training saja tanpa memberikan kesempatan bermain di pertandingan aslinya, yah gak ada hasilnya,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Kris menuturkan telah mengajak para pegiat digital internasional masuk ke Kawasan Digital Terpadu Nongsa yang lebih dikenal dengan nama NDP (Nongsa Digital Park). Sejak dibangun, NDP telah berhasil menggaet sebanyak 50 perusahaan start-up yang memiliki nama mentereng di kancah internasional. Sebut saja CPR Vision, Webimp, Stendard, Vouch, Glints, Neu infinity dari Singapura, Oursky dan Clare.ai dari Hongkong, dan Maple dari Korea.

”Saat ini ada sekitar 50 perusahaan internasional yang bergerak di dunia digital itu telah hadir disini. Dan yang bekerja di dalamnya adalah anak-anak kita, putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” ujarnya.

Kenapa harus membawa perusahaan asing? Ia menilai hal ini sangat penting demi membuka wawasan anak-anak muda. Karena perusahaan asing yang telah memiliki jaringan di mana-mana, tentu bisa menjadi referensi pemuda Indonesia bagaimana arus digital internasional berjalan.

”Kami buat training dan ciptakan lapangan kerja yang kelasnya internasional. Dengan begitu, mereka tidak takut bersaing lagi,” katanya.

Semua ini dinilai Kris sangat penting. Karena pemuda Indonesia yang menguasai digital dan bekerja di perusahaan internasional. Menjadi bukti nyata, anak muda indonesia itu bisa dan mampu bersaing di kancah di dunia digital global. ”Saya mau Indonesia menjadi leading. Harapan ini harus disokong dengan SDM yang mumpuni. Dan kami akan berusaha mencipatkan kawasan yang dapat mendukung perkembangan anak muda di bidang digital,” tuturnya.

Proyek LPK Infinite ini telah dimulai sejak tahun lalu. Hingga kini sudah menghasilkan ratusan lulusan yang bekerja di perusahaan internasional.

***

Direktur LPK Infinite, Nara Dewa, mengatakan Nongsa Digital Park dan LPK Infinite ini merupakan program lanjutan dari pengembangan Kinema Studio Nongsa di bawah PT Kinema Systrans Multimedia, pusat industri kreatif yang telah menghasilkan ratusan film dan kartun yang telah tayang di berbagai negara.

Sekda Kota Batam Jefridin (tiga dari kiri) besama Presiden Direktur PT Citra Tubindo Kris Wiluan, (empat dari kanan) CEO Infinite Studios PT Kinema Sysrrans Multimedia, Mike Wiluan (dua dari kanan) dan tamu undangan melakukan groundbreaking ceremoni Nongsa Digital Park di Nongsa, Kamis (8/6/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Kinema ini lahir dari sebuh mimpi Mike Wiluan, yang ingin menjadikan Batam menjadi pusat industri kreatif berkelas dunia. Hadir menjadi studio animasi terbesar di Asia Tenggara sejak 2005, Kinema terus berkembang. Beberapa karyanya yang telah masuk ke pasar mancangera, salah satu di antaranya Garfield Show. Di sini juga berbagai spesial effect dapat dikerjakan. Dan paling penting, semuanya dikerjakan oleh anak-anak Indonesia.

Setelah kinema lahir dan eksis, Kris Wiluan tak lantas puas. Proses mewujudkan Kawasan Terpadu Digital mulai bergulir. Pemikiran ini sudah dimulai dari 2013 lalu. Apalagi meningkatnya pesanan kebutuhan industri, SDM yang tersedia pun harus ditingkatkan. Membaca potensi bisnis yang luar biasa, dimana hasil produksi berkualitas harus lahir dari SDM yang berkualitas dan menguasai bidang, maka Kinema awalnya membuka pelatihan animasi bagi para anak muda Indonesia khususnya Batam.

Tepat pada September 2017, di hadapan Jokowi, Kris menyampaikan ia tengah membangun kawasan Nongsa Digital Park, untuk pemenuhan SDM berkualitas dan unggul dalam mengembangkan Kinema Studio, serta mengajak perusahaan-perusahaan internasional berinvestasi di Batam. Enam bulan setelahnya, tepatnya Maret 2018, NDP pun resmi beroperasi. Diresmikan langsung Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan.

Dalam peresmian itu, Retno Marsudi menyebutkan, NDP ini menjadi salah satu bagian dari rencana Indonesia dalam membangun seribu perusahaan rintisan digital baru bernilai USD 10 miliar hingga 2020 mendatang.

Kini, NDP menjadi sebuah ekosistem untuk perusahaan luar dan dalam negeri di bidang digital. Tapi, untuk menggerakkan ekosistem ini, butuh SDM yang ahli.

Tak mudah mencari orang-orang tersebut di dalam negeri. Tapi mudah mencari SDM berasal dari luar negeri.

”Namun Pak Kris maunya NDP ini digerakkan anak-anak bangsa. Untuk itu didirikanlah Infinite Learning Centre (LPK Infinite). Hadirnya LPK ini dapat mendukung NDP, melatih langsung kerja,” tuturnya.

LPK Infinite merupakan sebuah konsep pelatihan tanpa memungut bayaran, untuk dapat menghasilkan pekerja-pekerja muda yang paham dan mumpuni di bidang digital. ”LPK Infinite kemudian lahir di 2018, dan telah menghasilkan 270 tenaga terampil di bidang teknologi dan digital,” ucapnya.

Sejak 2018 hingga 2019 berjalan ini, LPK Infinite telah menyelenggarakan sebanyak lima kali pelatihan. ”Kami menyebutnya batch. Sudah ada 5 batch, dan kini ada juga yang sedang berlangsung,” tuturnya.

Namun, tak semua orang dapat masuk dan belajar di LPK Infinite. Ada proses yang harus dilalui. ”Apabila lulus tes, bisa dapat mengikuti seluruh program belajar di LPK Infinite,” ungkap Nara Dewa.

Para pelatihnya, lanjut Nara Dewa, memiliki keahlian skala internasional. Ada sekitar 4 hingga 6 pelatih, yang memberikan pelajaran di setiap batch. Pelatihan dilaksanakan 10 minggu plus 2 minggu. ”Gratis, cuman mereka nanti harus mengikuti ikatan dinas,” ucapnya.

Penyebaran informasi LPK Infinite ini, melalui website dan juga road show yang dilaksanakan NDP di berbagai daerah lainnya di Indonesia.

LPK Infinite memberikan dampak signifikan bagi negara. Tak hanya dari segi pendapatan. Tapi juga memberikan peluang sebesar-besarnya bagi anak muda Indonesia belajar dan bekerja di perusahaan luar negeri. ”Kami memanfaatkan bonus demografi,” ucapnya.

Di LPK infinite, anak-anak muda belajar mengenai IT, software, coding, design, web developer dan berbagai pemograman lainnya. ”Intinya kami mempersiapkan diri menerima tantangan untuk masa depan. Techno Park beserta SDM unggul yang diinstruksikan presiden, sekarang sudah ada di Batam,” ungkapnya.

Saat ini, NDP telah mempekerjakan 270 anak-anak muda Indonesia di 50 perusahaan internasional. ”Target kami di 2020, mempekerjakan 1.000 talent muda. Meski ini baru berjalan satu setengah tahun, tapi kami tetap fokus. Persiapan untuk menerima perkembangan teknologi di masa depan. Pembangunan kawasan masih tetap berlangsung sembari menjawab tantangan global,” ujarnya.

Sementara Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edy Putra Irawadi, mengatakan investor baik itu dari lokal maupun asing mulai menjejakkan kaki di Batam. Dari lokal, mulai dari Ilthabi, Sarinah dan PPI akan masuk ke Batam. Sementara dari asing, Apple membangun Akademi Apple di Nongsa Digital Park.

”Sekarang memang konsentrasi industri digital 4.0. Batam sudah ada baik itu industri maupun pendidikan. Contohnya ada Akademi Apple,” ujar Edy.

Alasan Apple membangun akademi di Batam, karena untuk memenuhi peraturan TKDN di Indonesia. Peraturan tersebut menyebabkan eksportir smartphone asing harus membangun pabrik yang bermitra dengan perusahaan lokal, atau membangun fasilitas pendidikan. Dengan begitu, maka Apple bisa memasarkan produknya dengan mudah di Indonesia.

Apple telah membuka kelas baru yang pendaftarannya dimulai sejak Juli lalu. Produsen smartphone premium ini merekrut 100 siswa terpilih yang akan dididik kurang lebih sembilan bulan untuk menjadi developer program smartphone.

”Selain itu, ada juga pen­didikan penerbangan di Pol­tek. Dengan begitu, Batam ini sebenarnya sudah punya nilai tambah yang tinggi. SDM yang unggul sudah sangat siap menghadapi era 4.0,” katanya. (cha/ska/leo)

Play sound