Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11066

12 Kloter Debarkasi Batam Sudah Kembali ke Tanah Air

0

batampos.co.id – Kloter 12 Debarkasi Batam tiba di Batam dengan pesawat Saudi Arabian Airlines no penerbangan SV 5400 pada, Rabu (28/8) sekitar pukul 22.15 WIB. Kloter 12 merupakan jamaah haji asal Kalimantan Barat gabungan dari Kabupaten Ketapang, Bengkayang dan Kabupaten Kapuas Hulu.

Sementara itu, jamaah haji Kloter 11 Debarkasi Batam sudah dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing pada Rabu (28/8/2019) via Bandara Hang Nadim Batam dengan pesawat Sriwijaya Air dalam tiga penerbangan, pukul 05.30 WIB, 10.10 WIB, dan 14.00 WIB.

Diketahui, Kloter 11 dengan jamaah berjumlah 446 orang, tiba di Batam, pada, Selasa (27/8) pukul 19.58 WIB dengan pesawat Saudi Arabian.

Kloter 11 merupakan gabungan jamaah dari Kabupaten Landak 57 orang, Melawi 100 orang, Mempawah 174 orang, Kabupaten Sanggau 108 ditambah dengan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) 2 orang dan Petugas Kloter 5 orang. Kloter 11 merupakan kloter pertama jamaah haji asal Kalimantan Barat yang kembali ke tanah air pada musim haji 1440 H/2019 M ini.

Kloter ini diketuai oleh, H. Ropingi Ridluan Dahlan, Pembimbing Ibadah H.Yusdiansyah Yunus Nazam, dokter Kloter, dr.H.Mulia Ananda Rahmadani dan dibantu dengan 2 orang paramedis Hj. Emy Susanti Djamhur Rami dan H.Endang Maman Sudirman.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam, H. Afrizal, saat menyambut Kloter 11 di Asrama Haji Batam mengucapkan selamat kembali ke tanah air.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

“Selamat kembali ke tanah air, selamat kembali berkumpul dengan keluarga tercinta,” ucap H. Afrizal, kemarin.

Kedatangan jamaah haji Kloter 11, ucap H Afrizal, semoga membawa kebahagiaan pada seluruh keluarga dan masyarakat.

“Dan yang utama lagi, jamah haji yang sudah kembali dari tanah suci membawa haji mabrur,” tuturnya lagi.

Sementara itu, dr.H.Mulia Ananda Rahmadani, di tempat yang sama mengatakan, seluruh jamaah Kloter 11 berada dalam kondisi sehat.

“Alhamdulillah, semua dalam kondisi baik,” ucap dr.H. Mulia

Sementara itu, kabar duka kembali datang dari tanah suci. Tiga lagi jamaah haji Debarkasi Batam wafat di Arab Saudi. Media Center Haji (MCH) Debarkasi Batam, pada Rabu (28/8) menyampaikan, jamaah yang wafat tersebut, yakni, atas nama Sapar Bin H. Dulah, asal Tanjung Jabung Barat, Jambi Kloter 23. Ia wafat pada, Selasa (27/8) di Darul Qurais.

Lalu, atas nama H. Umar Ali Syafii (78) dari Kloter 27 asal Sarolangun, Jambi. Beliau wafat pada, Rabu (28/8) di RS King Fhaisal Makkah, sekitar pukul 02.00 waktu setempat.Kemudian atas nama H. Hamzah Yunus Endai (79) dari Kloter 20 asal Pekanbaru. Beliau wafat sekitar pukul 18.56 waktu setempat pada, Selasa (27/8) di RS King Fhaisal Makkah.

Dengan demikian, sampai hari ini, Rabu (28/8/2019) sudah 33 orang jamaah Embarkasi/Debarkasi Batam yang wafat di Arab Saudi.

“Jamaah yang wafat tersebut berasal dari Kepri 4 jamaah, Jambi 13 jamaah, Riau 9 jamaah, dan Kalimantan Barat 7 jamaah,” ujar Kepala Humas dan Informasi PPIH Embarkasi Batam, Syahbudi. (rng)

Wartawan Batam Pos Juara pada Anugerah Jurnalistik Kementerian Kominfo 2019

0
TIGA wartawan Batam Pos, dari kiri: Dalil Harahap, Suparman, Messa Harris menerima penghargaan pada Anugerah Jurnalistik Kominfo 2019 di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

batampos.co.id – Wartawan Batam Pos, Suparman, menyabet juara 2 dalam ajang Anugerah Jurnalistik Kominfo (AJK) 2019 yang ditaja Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Jakarta, Kamis (29/8).

Dengan karya tulis berjudul, “Melawan Keterasingan Membangun Perbatasan” yang tayang di laman batampos.co.id.

Suparman menggambarkan makin mudahnya masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri mengakses internet setelah hadirnya proyek Palapa Ring Barat.

“Alhamdulillah, bisa meneruskan tradisi juara Batam Pos. Semoga akan semakin banyak karya jurnalistik yang lebih baik dan berkualitas dari teman-teman yang lain,” ujar Suparman usai penyerahan penghargaan, kemarin, di Jakarta.

Menurut Arman, panggilan akrabnya, tulisannya itu mengulas tentang upaya pemerataan sinyal telekomunikasi di Anambas oleh Kementerian Kominfo melalui program Palapa Ring Barat. Sejak diresmikan pada awal 2018 lalu, dampaknya cukup signifikan bagi ketersediaan jaringan telekomunikasi dan internet di Anam­bas, khususnya di Tarempa.

“Bahkan, sebagian wilayah Tarempa saat ini sudah bisa dijangkau layanan data dengan kualitas generasi keempat atau 4G,” ungkapnya.

Di ajang ini, karya dari Suparman tersebut bersaing dengan 346 karya lain yang juga masuk ke meja panitia dari seluruh media lain di Indonesia.

Selain Suparman, wartawan Batam Pos yang karyanya juga masuk sebagai nominasi AJK 2019 adalah Messa Haris, dengan tulisan berjudul “Di Natuna, Dulu Warga Mendamba Sinyal, Kini Sinyal Mencari Pengguna” yang tayang di batampos.co.id.

Selain itu, fotografer Batam Pos, Dalil Harahap dengan karya berjudul “Dimana-mana Sinyal” juga jadi nominasi di ajang tersebut. (*)

BISMA Perkenalkan Produk Pelaku Ekonomi Kreatif di Kota Batam

0

batampos.co.id – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggelar kegiatan BISMA Goes To Get Member (BIGGER) 2019 yang dihadiri ratusan pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) di Aston Batam Hotel, Kota Batam, Kamis (29/8/2019). Event ini digelar guna mengintergrasikan pelaku ekraf kedalam satu database terpantau yakni Bisma.

Bekraf Information System in Mobile Apllication (Bisma) merupakan platform bagi pelaku ekraf untuk mendaftarkan diri ke dalam database resmi Bekraf.

Aplikasi ini bertujuan memudahkan pemerintah dalam menangkap permasalahan, memonitor perkembangan usaha.

Serta menciptakan ekosistem ekraf yang kondusif. Ekraf juga bisa mendapatkan data lebih mudah seputar kegiatan ekonomi kreatif yang difasilitasi oleh Bekraf.

Serta menjadi etalase untuk memperkenalkan produk-produk ekonomi kreatif. Aplikasi ini dapat diunduh melalui android maupun ios atau  melalui website BISMA https://bisma.bekraf.go.id/.

Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf, Wawan Rusiawan, mengatakan, dalam tahun ini sudah digelar beberapa kali BIGGER.

Batam merupakan kota ketujuh setelah Bogor, Malang, Palembang, Padang, Banyuwangi dan Mataram.

“Tujuan Bisma mendukung kepentingan pemerintah memperoleh data mikro ekraf dan menunjang perkembangan ekraf nasional,” katanya.

Wawan Rusiawan, Direktur Riset dan Pengembangan Bekraf (pegang mik) didampingi Kadispar Batam, Ardi Winata (dua dari kanan). Foto: Yashinta/batampos.co.id

“Sehingga kedepannya data ini dapat kami jadikan acuan untuk menyusun berbagai program maupun kebijakan yang tepat bagi para pelaku ekraf di masing-masing daerah” ujarnya lagi.

Dilanjutkannya, BISMA juga jadi Be Support bagi ekraf yang terdaftar untuk memperoleh dukungan dan bantuan investasi bagi ekraf, sekaligus terhubung dengan jejaring investor usaha kreatif di Indonesia.

Bahkan Ekraf juga dapat terlibat langsung memberikan masukan melalui kuesioner online di BISMA, untuk menyusun kebijakan yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif nasional.

“Banyak Keuntungan yang diperoleh ekraf jika terdaftar, diantaranya be update, be maketed, be support, be integraded, be engaged, dan keuntungan lainnya,” jelas Wawan.

Menurut dia, saat ini tercatat lebih dari 48.593 pelaku ekraf di Indonesia yang sudah terdaftar di platform BISMA.

Namun angka ini masih jauh lebih kecil dibandingkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2016) yang mencacat terdapat 8,2 juta jumlah usaha ekraf yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di Kepri terdapat 34.562 pelaku usaha, namun baru 540 jumlah usaha kreatif yang mendaftar melalui platform BISMA (Bekraf, BPS 2017). Khusus Batam jumlahnya sekitar 400an ekraf. Karena itu adanya data secara rinci pelaku ekonomi kreatif dan usaha yang digeluti, melalui sebuah platform khusus sehingga pelaku ekraf nasional bisa dipetakan secara mikro.

Apalagi, pertumbuhan ekonomi Batam banyak disokong oleh sektor ekonomi kreatif.

“Batam jadi lokasi diselenggarakannya rangkaian BIGGER 2019 karena merupakan pintu gerbang pariwisata utama ketiga di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta,” paparnya.

“2,25 juta orang atau sekitar 25% dari jumlah wisatawan asing di Indonesia masuk melalui Batam. Kami menilai ekonomi Batam banyak disokong dari sektor ekraf,” jelas Wawan.

Sementara, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardi Winata, menyambut baik penyelenggaran BIGGER di Kota Batam.

Ia menilai Bekraf selalu melaksanakan kegiatan yang memang sangat dibutuhkan di Batam.

“Kegiatan ini jelas sangat bermanfaat dan dibutuhkan,” ujarnya.

“Tak hanya bagi ekraf Kota Batam, namun juga kota Batam menjadi kota kreatif. Apalagi Batam memiliki banyak pelaku ekraf,” jelas Ardi lagi.

Bahkan menurut Ardi, tahun 2020 mendatang, Batam ditunjuk sebagai kota pelaksaan Festival Bekraf.

Hal itu menambah bukti jika Kota Batam memiliki potensi yang sangat besar.

Bahkan, saat ini sudah ada 16 sub sektor yang tergabung dalam Bekraf, diantaranya bidang vidio, perfilman, fotografi, desain, periklanan dan lainnya.

“Kami mendukung semua asosiasi anak bangsa yang kreatif. Karena itu, saat ini sudah ada asosiasi Asyik yang tergabung dalam Bekraf,” pungkas Ardi.(she)

Air Dam Seiharapan dan Seiladi Surut

0

batampos.co.id – Musim kemarau panjang mengakibatkan air di Dam Sungai Harapan dan Sungai Ladi mengalami penyusutan cukup drastis. Hujan yang sudah tidak turun berbulan-bulan membuat debit air tidak bertambah sama sekali.

Menyusutnya volume air ini berdampak pada pengaliran air bersih ke rumah warga yang ada di Kecamatan Sekupang dan Tanjunguncang.

Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus mengatakan hujan yang tidak turun memang mempengaruhi debit air di semua waduk yang ada di Batam. Tidak saja debit air baku, kualitas air baku juga tidak maksimal karena musim kemarau berkepanjangan ini. Sehingga mengganggu proses pengolahan air bersih.

“Kita hanya tergantung dari hujan. Selain itu untuk Dam Sungai Harapan kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan karena sedimen yang cukup tebal,” terangnya, Kamis (29/8).

Menyusutnya debit air di dam mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat. Hal ini tidak terhindarkan karena untuk mensiasati agar cadangan air tetap terjaga.

“Untuk melancarkan produksi air bersih saat ini kami sudah menggunakan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition),” Bebernya.

Dam Sei Ladi

Menurut Maria, menjaga ketersediaan air di Batam butuh komitmen bersama. Batam tak memiliki sumber air baku alami. Selama ini, kota industri ini menampung air hujan di waduk-waduk untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya.

Mengingat Batam sangat tergantung pada air tampungan hujan, maka komitmen menjaga lingkungan di area tangkapan air menjadi sangat strategis. Tak hanya ATB, masyarakat dan pemerintah juga harus terus menerus berperan aktif dalam menjaga daerah tangkapan air.

“Waduk dan daerah tangkapan air merupakan milik pemerintah. ATB tidak punya kewenangan untuk melakukan langkah-langkah strategis di dalam waduk dan Daerah Tangkapan Air,” jelasnya.

Hutan di sejumlah waduk sudah mengkhawatirkan. Aktifitas ilegal, seperti tambang pasir, perumahan liar, perkebunan dan sebagainya. Perusakan hutan di Daerah Tangkapan Air akan mempengaruhi curah hujan. Hutan yang semakin menipis akan menyebabkan proses kondensasi terganggu, sehingga curah hujan juga akan semakin tipis.

Data bagian Produksi ATB menunjukan bahwa curah Hujan di Daerah Tangkapan Air turun setiap tahunnya. Selain itu, hutan yang menipis akan menyebabkan sedimentasi semakin cepat, sehingga daya tampung waduk menurun.

“Mudah-mudah dengan turunnya hujan beberapa waktu ini bisa membuat debit air waduk bertambah,” tutupnya. (yui)

Warga Batam, Air Dam Surut

0

batampos.co.id – Meski sempat mengalami peningkatan, kemarau panjang membuat level elevasi dam-dam di Batam kembali menurun. Namun, level elevasi saat ini masih masuk dalam kategori aman sehingga tidak perlu dilakukan rationing.

“Untuk bulan Agustus, level elevasi lima dam di Batam dari spillway (lubang air,red) memang mengalami penurunan. Tapi masih aman,” kata Kabid Pengelolaan Air BP Batam, Tutu Witular, Kamis (29/8/2019) di Gedung BP Batam.

Berdasarkan data yang dihimpun BP Batam, level elevasi untuk Dam Duriangkang turun dari minus 174 cm pada Juli menjadi minus 206 cm pada Agustus. Kemudian, Dam Sei Ladi turun dari minus 176 cm menjadi minus 224 cm.

Selanjutnya, Dam Sei Harapan turun dari minus 52 cm menjadi minus 114 cm. Lalu Dam Mukakuning turun dari minus 150 cm menjadi minus 180 cm. Dan terakhir, Dam Nongsa turun dari minus 20 cm menjadi minus 38 cm.

Waduk Sei Harapan
foto: batampos.co.id / dalil harahap

“Karena Batam memang memasuki musim kemarau. Meski turun, tidak akan ada rationing. Rationing itu bisa dilakukan kalau minusnya sekitar 250 cm kebawah.

Tutu juga mengungkapkan pengolahan air per detik di Batam saat ini mencapai sekitar 3.200 liter per detik hingga 3.300 liter per detik. Sedangkan kebutuhan air di Batam, perhitungannya juga mencapai angka itu. Sehingga dengan kata lain, kondisi air di Batam itu sangat impas. Sehingga masih ada daerah lain yang mengalami kesulitan air bersih seperti di Tanjuncang, Batuaji dan Sekupang.

Sedangkan Dam Tembesi yang diharapkan dapat menjadi penopang sumber air baku bagi masyarakat Batam masih belum beroperasi. Dam Tembesi mampu mengalirkan debit air sebanyak 600 liter per detik dan memiliki kapasitas tampung sebanyak 59 juta meter kubik. “Nantinya secara geografis dan hidrolis, dam ini akan menyuplai kebutuhan air bagi warga Tanjunguncang dan Batuaji,” jelasnya.

Sedangkan mengenai lelang pengelolaan Dam Tembesi sendiri, Tutu mengungkapkan BP masih menunggu kajian dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengenai penetapan status penggunaan dam tersebut.

“Kalau Dam Tembesi mau dikerjasamakan harus ada penetapan aset negara,” jelasnya. (leo)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Usulkan Perbaikan Jalan Rawan Banjir

0

batampos.co.id – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam akan mengusulkan perbaikan beberapa titik jalan yang rawan banjir 2020 mendatang.

Kepala DBMSDA Batam, Yumasnur mengatakan beberapa tiik ruas jalan menjadi langganan banjir ketika hujan mengguyur Batam. Untuk itu, diperlukan peningkatan infrastruktur di ruas jalan tersebut.

“Iya tahun depan akan kami usulkan. setelah mengecek ke lokasi ternyata bangunan pelintas di dekat Panbil karena bangunan pelintasnya kecil dan perlu diperbesar,” jelas Yumasnur.

Untuk sementara pihaknya menurunkan petugas untuk menata rute aliran air. Sehingga ketika hujan kembali tidak terjadi genangan seperti beberapa waktu lalu.

Selain mengecek jalan, ia juga turun ke drainase Villa Muka Kuning. Karena warga mengeluhkan kawasan mereka juga tergenang air karena hujan.

“Sudah kami cek juga ternyata paritnya kecil sehingga tidak bisa menampung debut air yang meningkat,” sebutnya.

Persoalan lain yaitu, warga menutup aliran air dengan bangunan permanen. Hal ini membuat petugas kesulitan untuk membersihkan aliran air.

“Tadi juga sudah dibersihkan dan banyak sampah plastik yang ditemukan di drainase. Inilah penyebab permukiman mereka terendam saat hujan,” terangnya.

Yumasnur menambahkan, saat ini tengah mengecek aliran air secara keseluruhan. Memasuki musim hujan pekerja lebih difokuskan untuk membersihkan dan mengangkat sedimen dari drainase, sehingga aliran lancar hingga ke laut.

“Sekaran kami lagi turun ke titik-titik banjir. Sebelum hujan turun kami harus bergerak cepat. Sampai saat ini sebagian besar drainase sudah selesai di normalisasi. Kami tinggal mengejar yang belum tersentuh terutama titik banjir,” ungkapnya. (yui)

Dari Rusun, BP Peroleh PNBP Sebanyak Rp 7,3 Miliar

0

batampos.co.id – Dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP), Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memaksimalkan aset yang dimilikinya. Salah satunya adalah rumah susun (rusun yang dikelola oleh lembaga ini.

“BP memiliki lima rusun yang tersebar di beberapa wilayah di Batam, yakni Tanjunguncang, Kabil, Mukakuning, Batuampar dan Sekupang. Fasiltasnya sudah ada kasur, kamar mandi di dalam, bantal, lemari pakaian, kursi meja, wastafel dan dapur,” kata Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pemanfaatan Hunian BP Batam, Chandra Syamsir di Gedung BP Batam, Rabu (28/8) pagi.

Sedangkan sarana prasarana penunjang yang tersedia terdiri dari air bersih, kios, sarana ibadah, sarana parkir, sarana olahraga, jemuran pakaian, ATM dan pengamanan 24 jam. “Jadi rusun ini cocok bagi yang sudah berkeluarga,” imbuhnya.

Selain rusun Tanjunguncang yang diperuntukkan bagi dua orang, rusun-rusun lainnya bisa menampung hingga empat orang. Harganya cukup terjangkau, mulai dari Rp 127 ribu per orang per bulan.

Untuk menambah animo dari masyarakat, BP memberikan bonus khusus kepada penyewa rusun. Bonusnya yakni pemberian kamar cuma-cuma selama tiga hari kepada pihak keluarga penyewa yang berkunjung ke Batam di Guest House, Sekupang.

Chandra mengatakan bonus tersebut berupa apresiasi kepada para penyewa rusun BP Batam. “Jadi mereka bisa dapat bonus kamar gratis maksimal selama tiga hari. Tapi harus menunjukkan bukti bahwa yang berkunjung tersebut benar-benar keluarga si penyewa,” paparnya.

Dari pengelolaan lima rusun ini, PNBP yang dikumpulkan BP Batam pada tahun 2018 capai Rp 7,3 miliar. Sedangkan target tahun ini capai Rp 9,4 miliar dan sudah terealisasi hingga Juni Rp 4,7 miliar. “Kita optimis bisa capai Rp 11 miliar,” ungkapnya.

Ke depan lanjutnya, sistem sewa rusun milik BP Batam akan diubah.
Jika awalnya sistem sewa dilakukan dengan pola per orang, nantinya akan menjadi per kamar.“Kita juga akan menyediakan kamar ultimate (Luxury), lengkap dengan fasiltas berkualitas,” paparnya.

Selain itu lanjutnya, rusun BP Batam akan menerapkan sistem kendali berbasis teknologi, agar dapat mengendalikan penggunaan kamar.“Sehingga dapat mendukung kebutuhan penghuni dari kalangan menengah atas,” kata dia lagi.

Drainase Dipenuhi Sampah Plastik

0

batampos.co.id – Selang beberapa minggu setelah di normalisasi oleh Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Batam,. Drainase didepan sekolah Putera Batam, di Jalan R Suprapto kembali dipenuhi sampah plastik, Rabu (28/8/2019).

Kondisi ini tentu bisa membuat saluran air drainase menjadi terhambat dan meluap ketika hujan deras turun di lokasi tersebut. Tampaknya, kesardaran masyarakat akan membuang sampah pada tempatnya sangatlah minim.

Sampah plastik dan styrofoam di drainase tersebut menimbulkan aroma tak sedap.

“Sudah berungkali sampah selalu menumpuk di parit itu, meskipun sering dikeruk tapi tetap saja banyak warga tak bertanggung jawab buang sampah sembarangan,” kata Yongki, Warga Perumahan Genta II, Batuaji.

foto: batampos.co.id / azis maulana

Kesekian kalinya, belum ada tindakan tegas ataupun pengawasan dari Dinas terkait perihal membuang sampah di drainase ini. Padahal dampak nya jelas menimbulkan genangan air dan banjir sebab air dari drainase akan meluap.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup, Faisal Novrico akan menurunkan petugas untuk meninjau lokasi.

“Kalau memang lokasinya bisa dijangkau petugas langsung bersihkan. Tapi untuk ukuran drainasenya lebar nanti kita koordinasi dengan Dinas Bina Marga karena pembersihannya menggunakan alat berat,” terangnya.

DLH pun ada satuan tugas yang khusus menangani drainase, namun hanya ditugaskan untuk saluran maksimal kedalaman dan luas 2 meter.

“Satgas kita menangani untuk ukuran parit di jalan protokok, serupa ada juga di DBM SDA, yang bersihkan parit dan gorong-gorong besar pakai alat berat, tapi pihaknya juga siap menurunkan anggota membantu pengangkutan sampah,”Pungkasnya.

Sementara itu Kepala dinas BMSDA , Yumasnur berharap kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran drainase.
Pihaknya juga terus melakukan normalisasi agar drainase bisa menampung debit air.

“Anggota akan turun mengecek, kami coba selesaikan. Saat ini kita juga terus melakukan normalisasi agar drainase bisa menampung debit air yang meningkat saat hujan turun,”tutupnya. (ziz)

Penerbangan Batam ke Beijing Tunggu Izin

0

batampos.co.id – Hingga kini, penerbangan dari Batam ke Beijing masih menunggu izin terkait jenis pesawat yang diterbangkan. Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso menuturkan apabila izin diberikan. Penerbangan ini bisa dapat dilaksanakan.

Terkait slot time yang diberikan untuk penerbangan ini, Suwarso mengaku sudah mengeluarkan jadwalnya.

“Karena ini penerbangan dari Jakarta-Batam-Beijing. Jadi slot time yang kami berikan itu pukul 22.00,” katanya.

Apa penyebab tidak jadinya penerbangan reguler ke Beijing ini? Suwarso mengatakan Maskapai Garuda yang akan menjalani rute tersebut, berencana menggunakan pesawat jenis Boeing 737. Namun, dalam perjalanannya, ada perubahan dilakukan Garuda.

“Saat ini menggunakan pesawat jenis Boieng 737,” ungkap Suwarso.

Karena perubahan pesawat inilah, makanya izin penerbangan dari Batam ke Beijing ditunda. Sampai kapannya, Suwarso mengaku masih belum mengetahuinya. “Mudah-mudahan awal bulan depan, sudah ada perubahan,” tuturnya.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Suwarso mengatakan izin penerbangan menggunakan pesawat Airbus A320, akan habis 5 September depan. Ia menyebutkan akan menunggu pihak Garuda, akan merubah jenis pesawat atau mempertahankan yang lama.

“Kalau masih tetap yang lama. Maka penerbangannya itu langsung dari Jakarta ke Beijing. Bila berubah, maka bisa jadi Jakarta-Batam-Beijing terlaksana. Kami menunggu saja,” tuturnya.

Namun, Suwarso mengaku besar harapannya penerbangan ini dapat terwujud. Karena penerbangan langsung ini dapat meningkatkan pariwisata Batam.

“Pariwisata naik, dapat menggerak sektor ekonomi lainnya,” pungkasnya. (ska)

PT TGI Ajak Warga di Pulau Buluh Budidayakan Mangrove

0

PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) bekerjasama dengan Komunitas Masyarakat Peduli Mangrove KBR-Karya Bersinar mengadakan pelatihan dan pemanfaatan mangrove kepada masyarakat Pulau Buluh. Kegiatan ini berlangsung dua hari, yakni Rabu (28/8/2019) hingga Kamis hari ini.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program CSR PT TGI, bertempat di gedung serbaguna Vihara Samudra Bhakti.

Dalam kegiatan itu, turut diundang Abdul Latief. Di desanya, Karang Song Indramayu, ia dikenal sebagai pahlawan mangrove. Sejak 2002 dia memulihkan ekosistem mangrove di kampungnya yang terancam abrasi. Dari tangan dinginnya lahir Rumah Berdikari. Tempat inspiratif yang melahirkan beragam olahan mangrove.

“Kami mengundang beliau untuk memberikan pelatihan sekaligus mengajak warga untuk membudidayakan mangrove di sini. Ini sebagai wujud nyata kepedulian PT TGI terhadap masyarakat di sekitar jalur pipa gas,” ujar Manajer Regional Office PT TGI RO 4,Batam Oddi Jakka Rinaldi di sela-sela acara berlangsung.

Oddi menyebutkan, kegiatan ini merupakan program berkelanjutan penanaman mangrove di Pantai Ketapang, Teluk Sepaku bersama masyarakat peduli mangrove KBR – Karya Bersinar sejak Februari lalu.

Program pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal merupakan program kerja CSR TGI yang bertujuan meningkatkan taraf hidup warga di sekitar jalur pipa gas. “Program ini tidak hanya dilakukan di Batam tapi juga wilayah kerja TGI regional office lainnya, seperti di Jambi, Belilas, dan Pekanbaru,” ungkap Oddi.

“Salah satu program pelatihan CSR kami yang telah berhasil adalah kerajinan daur ulang sampah di Kuala Tungkal”, kisah Oddy.

Menurutnya, kemampuan mendaur ulang sampah plastik menjadi tas tidak hanya memberikan nilai ekonomis tapi juga memberikankesempatan berbgai ilmu.
“TGI hanya sebagai trigger dengan memberikan pelatihan tapi untuk keberhasilan program tergantung dari kemauan Ibu-Ibu”, ujar Abdul Latief memotivasi warga Pulau Buluh.

Dari kegiatan di Pulau Buluh ini, diharapkan mangrove memberikan manfaat lebih yang berkelanjutan. Jangan hanya kayunya saja, yang sekali tebang karena harus menunggu 10-15 tahun lagi, melainkan memanfaatkan mangrove sebagai produk olahan. Hal itu tidak akan merusak karena yang diambil hanya buah dan daunnya saja. “ Sebagai contoh pohon api-api (avicennia spp) semakin sering daunnya diambil maka tunasnya akan semakin banyak. Berlaku juga untuk mangrove,” ungkap Abdul Latief.

Beberapa peserta pelatihan terlihat antusias dan bertanya. “Pak Selain makanan dan minuman, adakah manfaat lain daritumbuhan mangrove?” Tanya mereka.

Tidak banyak yang tahu ternyata beberapa tumbuhan mangrove dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan herbal. Akar dan batang jenis tumbuhan mangrove juga dapat dijadikan pewarna alami untuk membatik.

Dalam pelatihan ini, para peserta juga diajak menyusuri hutan mangrove di Pantai Ketapang, Pulau Buluh.

“Ini bentuk tanggung jawab sosial kami dari perusahaan. Selain memberdayakan, kami juga mengajak masyarakat supaya lebih kreatif lagi menjaga keberlangsung mangrove, mengolahnya tanpa merusak, menjadi lahan bisnis baru bagi mereka tanpa merusak alam. Karena mangrove itu berfungsi sebagai tumbuhan penghalang abrasi.Pondasi bagi warga pulau,” tutup Oddi. (cha)