Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11065

Air Dam Seiharapan dan Seiladi Surut

0

batampos.co.id – Musim kemarau panjang mengakibatkan air di Dam Sungai Harapan dan Sungai Ladi mengalami penyusutan cukup drastis. Hujan yang sudah tidak turun berbulan-bulan membuat debit air tidak bertambah sama sekali.

Menyusutnya volume air ini berdampak pada pengaliran air bersih ke rumah warga yang ada di Kecamatan Sekupang dan Tanjunguncang.

Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus mengatakan hujan yang tidak turun memang mempengaruhi debit air di semua waduk yang ada di Batam. Tidak saja debit air baku, kualitas air baku juga tidak maksimal karena musim kemarau berkepanjangan ini. Sehingga mengganggu proses pengolahan air bersih.

“Kita hanya tergantung dari hujan. Selain itu untuk Dam Sungai Harapan kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan karena sedimen yang cukup tebal,” terangnya, Kamis (29/8).

Menyusutnya debit air di dam mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat. Hal ini tidak terhindarkan karena untuk mensiasati agar cadangan air tetap terjaga.

“Untuk melancarkan produksi air bersih saat ini kami sudah menggunakan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition),” Bebernya.

Dam Sei Ladi

Menurut Maria, menjaga ketersediaan air di Batam butuh komitmen bersama. Batam tak memiliki sumber air baku alami. Selama ini, kota industri ini menampung air hujan di waduk-waduk untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya.

Mengingat Batam sangat tergantung pada air tampungan hujan, maka komitmen menjaga lingkungan di area tangkapan air menjadi sangat strategis. Tak hanya ATB, masyarakat dan pemerintah juga harus terus menerus berperan aktif dalam menjaga daerah tangkapan air.

“Waduk dan daerah tangkapan air merupakan milik pemerintah. ATB tidak punya kewenangan untuk melakukan langkah-langkah strategis di dalam waduk dan Daerah Tangkapan Air,” jelasnya.

Hutan di sejumlah waduk sudah mengkhawatirkan. Aktifitas ilegal, seperti tambang pasir, perumahan liar, perkebunan dan sebagainya. Perusakan hutan di Daerah Tangkapan Air akan mempengaruhi curah hujan. Hutan yang semakin menipis akan menyebabkan proses kondensasi terganggu, sehingga curah hujan juga akan semakin tipis.

Data bagian Produksi ATB menunjukan bahwa curah Hujan di Daerah Tangkapan Air turun setiap tahunnya. Selain itu, hutan yang menipis akan menyebabkan sedimentasi semakin cepat, sehingga daya tampung waduk menurun.

“Mudah-mudah dengan turunnya hujan beberapa waktu ini bisa membuat debit air waduk bertambah,” tutupnya. (yui)

Warga Batam, Air Dam Surut

0

batampos.co.id – Meski sempat mengalami peningkatan, kemarau panjang membuat level elevasi dam-dam di Batam kembali menurun. Namun, level elevasi saat ini masih masuk dalam kategori aman sehingga tidak perlu dilakukan rationing.

“Untuk bulan Agustus, level elevasi lima dam di Batam dari spillway (lubang air,red) memang mengalami penurunan. Tapi masih aman,” kata Kabid Pengelolaan Air BP Batam, Tutu Witular, Kamis (29/8/2019) di Gedung BP Batam.

Berdasarkan data yang dihimpun BP Batam, level elevasi untuk Dam Duriangkang turun dari minus 174 cm pada Juli menjadi minus 206 cm pada Agustus. Kemudian, Dam Sei Ladi turun dari minus 176 cm menjadi minus 224 cm.

Selanjutnya, Dam Sei Harapan turun dari minus 52 cm menjadi minus 114 cm. Lalu Dam Mukakuning turun dari minus 150 cm menjadi minus 180 cm. Dan terakhir, Dam Nongsa turun dari minus 20 cm menjadi minus 38 cm.

Waduk Sei Harapan
foto: batampos.co.id / dalil harahap

“Karena Batam memang memasuki musim kemarau. Meski turun, tidak akan ada rationing. Rationing itu bisa dilakukan kalau minusnya sekitar 250 cm kebawah.

Tutu juga mengungkapkan pengolahan air per detik di Batam saat ini mencapai sekitar 3.200 liter per detik hingga 3.300 liter per detik. Sedangkan kebutuhan air di Batam, perhitungannya juga mencapai angka itu. Sehingga dengan kata lain, kondisi air di Batam itu sangat impas. Sehingga masih ada daerah lain yang mengalami kesulitan air bersih seperti di Tanjuncang, Batuaji dan Sekupang.

Sedangkan Dam Tembesi yang diharapkan dapat menjadi penopang sumber air baku bagi masyarakat Batam masih belum beroperasi. Dam Tembesi mampu mengalirkan debit air sebanyak 600 liter per detik dan memiliki kapasitas tampung sebanyak 59 juta meter kubik. “Nantinya secara geografis dan hidrolis, dam ini akan menyuplai kebutuhan air bagi warga Tanjunguncang dan Batuaji,” jelasnya.

Sedangkan mengenai lelang pengelolaan Dam Tembesi sendiri, Tutu mengungkapkan BP masih menunggu kajian dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengenai penetapan status penggunaan dam tersebut.

“Kalau Dam Tembesi mau dikerjasamakan harus ada penetapan aset negara,” jelasnya. (leo)

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Usulkan Perbaikan Jalan Rawan Banjir

0

batampos.co.id – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam akan mengusulkan perbaikan beberapa titik jalan yang rawan banjir 2020 mendatang.

Kepala DBMSDA Batam, Yumasnur mengatakan beberapa tiik ruas jalan menjadi langganan banjir ketika hujan mengguyur Batam. Untuk itu, diperlukan peningkatan infrastruktur di ruas jalan tersebut.

“Iya tahun depan akan kami usulkan. setelah mengecek ke lokasi ternyata bangunan pelintas di dekat Panbil karena bangunan pelintasnya kecil dan perlu diperbesar,” jelas Yumasnur.

Untuk sementara pihaknya menurunkan petugas untuk menata rute aliran air. Sehingga ketika hujan kembali tidak terjadi genangan seperti beberapa waktu lalu.

Selain mengecek jalan, ia juga turun ke drainase Villa Muka Kuning. Karena warga mengeluhkan kawasan mereka juga tergenang air karena hujan.

“Sudah kami cek juga ternyata paritnya kecil sehingga tidak bisa menampung debut air yang meningkat,” sebutnya.

Persoalan lain yaitu, warga menutup aliran air dengan bangunan permanen. Hal ini membuat petugas kesulitan untuk membersihkan aliran air.

“Tadi juga sudah dibersihkan dan banyak sampah plastik yang ditemukan di drainase. Inilah penyebab permukiman mereka terendam saat hujan,” terangnya.

Yumasnur menambahkan, saat ini tengah mengecek aliran air secara keseluruhan. Memasuki musim hujan pekerja lebih difokuskan untuk membersihkan dan mengangkat sedimen dari drainase, sehingga aliran lancar hingga ke laut.

“Sekaran kami lagi turun ke titik-titik banjir. Sebelum hujan turun kami harus bergerak cepat. Sampai saat ini sebagian besar drainase sudah selesai di normalisasi. Kami tinggal mengejar yang belum tersentuh terutama titik banjir,” ungkapnya. (yui)

Dari Rusun, BP Peroleh PNBP Sebanyak Rp 7,3 Miliar

0

batampos.co.id – Dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP), Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memaksimalkan aset yang dimilikinya. Salah satunya adalah rumah susun (rusun yang dikelola oleh lembaga ini.

“BP memiliki lima rusun yang tersebar di beberapa wilayah di Batam, yakni Tanjunguncang, Kabil, Mukakuning, Batuampar dan Sekupang. Fasiltasnya sudah ada kasur, kamar mandi di dalam, bantal, lemari pakaian, kursi meja, wastafel dan dapur,” kata Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pemanfaatan Hunian BP Batam, Chandra Syamsir di Gedung BP Batam, Rabu (28/8) pagi.

Sedangkan sarana prasarana penunjang yang tersedia terdiri dari air bersih, kios, sarana ibadah, sarana parkir, sarana olahraga, jemuran pakaian, ATM dan pengamanan 24 jam. “Jadi rusun ini cocok bagi yang sudah berkeluarga,” imbuhnya.

Selain rusun Tanjunguncang yang diperuntukkan bagi dua orang, rusun-rusun lainnya bisa menampung hingga empat orang. Harganya cukup terjangkau, mulai dari Rp 127 ribu per orang per bulan.

Untuk menambah animo dari masyarakat, BP memberikan bonus khusus kepada penyewa rusun. Bonusnya yakni pemberian kamar cuma-cuma selama tiga hari kepada pihak keluarga penyewa yang berkunjung ke Batam di Guest House, Sekupang.

Chandra mengatakan bonus tersebut berupa apresiasi kepada para penyewa rusun BP Batam. “Jadi mereka bisa dapat bonus kamar gratis maksimal selama tiga hari. Tapi harus menunjukkan bukti bahwa yang berkunjung tersebut benar-benar keluarga si penyewa,” paparnya.

Dari pengelolaan lima rusun ini, PNBP yang dikumpulkan BP Batam pada tahun 2018 capai Rp 7,3 miliar. Sedangkan target tahun ini capai Rp 9,4 miliar dan sudah terealisasi hingga Juni Rp 4,7 miliar. “Kita optimis bisa capai Rp 11 miliar,” ungkapnya.

Ke depan lanjutnya, sistem sewa rusun milik BP Batam akan diubah.
Jika awalnya sistem sewa dilakukan dengan pola per orang, nantinya akan menjadi per kamar.“Kita juga akan menyediakan kamar ultimate (Luxury), lengkap dengan fasiltas berkualitas,” paparnya.

Selain itu lanjutnya, rusun BP Batam akan menerapkan sistem kendali berbasis teknologi, agar dapat mengendalikan penggunaan kamar.“Sehingga dapat mendukung kebutuhan penghuni dari kalangan menengah atas,” kata dia lagi.

Drainase Dipenuhi Sampah Plastik

0

batampos.co.id – Selang beberapa minggu setelah di normalisasi oleh Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Batam,. Drainase didepan sekolah Putera Batam, di Jalan R Suprapto kembali dipenuhi sampah plastik, Rabu (28/8/2019).

Kondisi ini tentu bisa membuat saluran air drainase menjadi terhambat dan meluap ketika hujan deras turun di lokasi tersebut. Tampaknya, kesardaran masyarakat akan membuang sampah pada tempatnya sangatlah minim.

Sampah plastik dan styrofoam di drainase tersebut menimbulkan aroma tak sedap.

“Sudah berungkali sampah selalu menumpuk di parit itu, meskipun sering dikeruk tapi tetap saja banyak warga tak bertanggung jawab buang sampah sembarangan,” kata Yongki, Warga Perumahan Genta II, Batuaji.

foto: batampos.co.id / azis maulana

Kesekian kalinya, belum ada tindakan tegas ataupun pengawasan dari Dinas terkait perihal membuang sampah di drainase ini. Padahal dampak nya jelas menimbulkan genangan air dan banjir sebab air dari drainase akan meluap.

Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup, Faisal Novrico akan menurunkan petugas untuk meninjau lokasi.

“Kalau memang lokasinya bisa dijangkau petugas langsung bersihkan. Tapi untuk ukuran drainasenya lebar nanti kita koordinasi dengan Dinas Bina Marga karena pembersihannya menggunakan alat berat,” terangnya.

DLH pun ada satuan tugas yang khusus menangani drainase, namun hanya ditugaskan untuk saluran maksimal kedalaman dan luas 2 meter.

“Satgas kita menangani untuk ukuran parit di jalan protokok, serupa ada juga di DBM SDA, yang bersihkan parit dan gorong-gorong besar pakai alat berat, tapi pihaknya juga siap menurunkan anggota membantu pengangkutan sampah,”Pungkasnya.

Sementara itu Kepala dinas BMSDA , Yumasnur berharap kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran drainase.
Pihaknya juga terus melakukan normalisasi agar drainase bisa menampung debit air.

“Anggota akan turun mengecek, kami coba selesaikan. Saat ini kita juga terus melakukan normalisasi agar drainase bisa menampung debit air yang meningkat saat hujan turun,”tutupnya. (ziz)

Penerbangan Batam ke Beijing Tunggu Izin

0

batampos.co.id – Hingga kini, penerbangan dari Batam ke Beijing masih menunggu izin terkait jenis pesawat yang diterbangkan. Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso menuturkan apabila izin diberikan. Penerbangan ini bisa dapat dilaksanakan.

Terkait slot time yang diberikan untuk penerbangan ini, Suwarso mengaku sudah mengeluarkan jadwalnya.

“Karena ini penerbangan dari Jakarta-Batam-Beijing. Jadi slot time yang kami berikan itu pukul 22.00,” katanya.

Apa penyebab tidak jadinya penerbangan reguler ke Beijing ini? Suwarso mengatakan Maskapai Garuda yang akan menjalani rute tersebut, berencana menggunakan pesawat jenis Boeing 737. Namun, dalam perjalanannya, ada perubahan dilakukan Garuda.

“Saat ini menggunakan pesawat jenis Boieng 737,” ungkap Suwarso.

Karena perubahan pesawat inilah, makanya izin penerbangan dari Batam ke Beijing ditunda. Sampai kapannya, Suwarso mengaku masih belum mengetahuinya. “Mudah-mudahan awal bulan depan, sudah ada perubahan,” tuturnya.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Suwarso mengatakan izin penerbangan menggunakan pesawat Airbus A320, akan habis 5 September depan. Ia menyebutkan akan menunggu pihak Garuda, akan merubah jenis pesawat atau mempertahankan yang lama.

“Kalau masih tetap yang lama. Maka penerbangannya itu langsung dari Jakarta ke Beijing. Bila berubah, maka bisa jadi Jakarta-Batam-Beijing terlaksana. Kami menunggu saja,” tuturnya.

Namun, Suwarso mengaku besar harapannya penerbangan ini dapat terwujud. Karena penerbangan langsung ini dapat meningkatkan pariwisata Batam.

“Pariwisata naik, dapat menggerak sektor ekonomi lainnya,” pungkasnya. (ska)

PT TGI Ajak Warga di Pulau Buluh Budidayakan Mangrove

0

PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) bekerjasama dengan Komunitas Masyarakat Peduli Mangrove KBR-Karya Bersinar mengadakan pelatihan dan pemanfaatan mangrove kepada masyarakat Pulau Buluh. Kegiatan ini berlangsung dua hari, yakni Rabu (28/8/2019) hingga Kamis hari ini.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program CSR PT TGI, bertempat di gedung serbaguna Vihara Samudra Bhakti.

Dalam kegiatan itu, turut diundang Abdul Latief. Di desanya, Karang Song Indramayu, ia dikenal sebagai pahlawan mangrove. Sejak 2002 dia memulihkan ekosistem mangrove di kampungnya yang terancam abrasi. Dari tangan dinginnya lahir Rumah Berdikari. Tempat inspiratif yang melahirkan beragam olahan mangrove.

“Kami mengundang beliau untuk memberikan pelatihan sekaligus mengajak warga untuk membudidayakan mangrove di sini. Ini sebagai wujud nyata kepedulian PT TGI terhadap masyarakat di sekitar jalur pipa gas,” ujar Manajer Regional Office PT TGI RO 4,Batam Oddi Jakka Rinaldi di sela-sela acara berlangsung.

Oddi menyebutkan, kegiatan ini merupakan program berkelanjutan penanaman mangrove di Pantai Ketapang, Teluk Sepaku bersama masyarakat peduli mangrove KBR – Karya Bersinar sejak Februari lalu.

Program pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal merupakan program kerja CSR TGI yang bertujuan meningkatkan taraf hidup warga di sekitar jalur pipa gas. “Program ini tidak hanya dilakukan di Batam tapi juga wilayah kerja TGI regional office lainnya, seperti di Jambi, Belilas, dan Pekanbaru,” ungkap Oddi.

“Salah satu program pelatihan CSR kami yang telah berhasil adalah kerajinan daur ulang sampah di Kuala Tungkal”, kisah Oddy.

Menurutnya, kemampuan mendaur ulang sampah plastik menjadi tas tidak hanya memberikan nilai ekonomis tapi juga memberikankesempatan berbgai ilmu.
“TGI hanya sebagai trigger dengan memberikan pelatihan tapi untuk keberhasilan program tergantung dari kemauan Ibu-Ibu”, ujar Abdul Latief memotivasi warga Pulau Buluh.

Dari kegiatan di Pulau Buluh ini, diharapkan mangrove memberikan manfaat lebih yang berkelanjutan. Jangan hanya kayunya saja, yang sekali tebang karena harus menunggu 10-15 tahun lagi, melainkan memanfaatkan mangrove sebagai produk olahan. Hal itu tidak akan merusak karena yang diambil hanya buah dan daunnya saja. “ Sebagai contoh pohon api-api (avicennia spp) semakin sering daunnya diambil maka tunasnya akan semakin banyak. Berlaku juga untuk mangrove,” ungkap Abdul Latief.

Beberapa peserta pelatihan terlihat antusias dan bertanya. “Pak Selain makanan dan minuman, adakah manfaat lain daritumbuhan mangrove?” Tanya mereka.

Tidak banyak yang tahu ternyata beberapa tumbuhan mangrove dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan herbal. Akar dan batang jenis tumbuhan mangrove juga dapat dijadikan pewarna alami untuk membatik.

Dalam pelatihan ini, para peserta juga diajak menyusuri hutan mangrove di Pantai Ketapang, Pulau Buluh.

“Ini bentuk tanggung jawab sosial kami dari perusahaan. Selain memberdayakan, kami juga mengajak masyarakat supaya lebih kreatif lagi menjaga keberlangsung mangrove, mengolahnya tanpa merusak, menjadi lahan bisnis baru bagi mereka tanpa merusak alam. Karena mangrove itu berfungsi sebagai tumbuhan penghalang abrasi.Pondasi bagi warga pulau,” tutup Oddi. (cha)

Dinas Perikanan Pemko Batam Terbitkan 600 Rekomendasi

0

batampos.co.id – Kepala Diskan Batam Husnaini mengakui bahwa pihaknya memang menerbitkan surat rekomendasi untuk memudahkan nelayan mendapat pasokan BBM. Berdasarkan data Diskan, hingga saat ini sudah ada 600 rekomendasi yang dikeluarkan kepada kelompok nelayan di Batam. Untuk mendapatkan surat rekomendasi, mereka harus terdaftar sebagai anggota nelayan dan membentuk kelompok minimal 10 orang nelayan.

“Ada kelompoknya. Jadi, usulan rekomendasi yang diakomodir benar-benar harus terdaftar baru bisa diproses,” sebutnya.

Surat rekomendasi yang dikeluarkan memiliki masa berlaku hingga dua bulan. Setelah itu wajib diperpanjang kembali ke dinas. Mengenai jumlah BBM yang didapatkan, tergantung mesin kapal yang digunakan nelayan. Masing-masing nelayan dibatasi 8 hingga 10 liter setiap harinya.

“Jadi, semua sudah diatur. Tidak sembarangan juga,” katanya.

Selain Diskan, rekomendasi serupa juga dikeluarkan oleh sejumlah dinas lain. Hanya saja, peruntukannya berbeda. Dinas Koperasi dan Usaha Menengah (DKUM) Batam, misalnya. Dinas ini mengeluarkan lima surat rekomendasi untuk para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Mereka butuh untuk memutar mesin. Jadi, mereka mengusulkan rekomendasi ke kami,” kata Kepala DKUM Batam Suleman Nababan.

foto: batampos.co.id / azis maulana

Masing-masing pelaku usaha membutuhkan BBM berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan. Suleman menyebutkan secara keseluruhan setiap bulannya kelima pelaku usaha tersebut mendapatkan 3.340 liter per bulan.

“Ada yang 90 liter hingga 1.000 liter per bulannya,” sebut mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Batam ini.

Untuk surat rekomendasi ini memiliki masa berlaku hingga tiga bulan. Setelah itu wajib diperpanjang. Ia menjelaskan, masing-masing pelaku usaha menggunakan surat rekomendasi sesuai dengan kebutuhan mereka.

Hal senada juga diutarakan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Batam Hasyimah. Surat rekomendasi yang dikeluarkan diperuntukkan bagi masyarakat yang tinggal di pulau.

Mereka mendapatkan BBM bersubsidi untuk menghidupkan mesin genset untuk penerangan. Karena di pulau belum teraliri listrik PLN. Selain itu surat rekomendasi juga dikeluarkan untuk panti asuhan yang sudah terdaftar di Dinsos PM. (yui)

 

PGN Perluas Infrastruktur Gas Bumi di Daerah untuk Dorong Sentra Ekonomi Baru

0

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas yang mengelola dan mengoperasikan gas bumi, mulai dari midstream, down stream sampai ke konsumen akhir, terus fokus mengembangkan infrastruktur gas bumi ke seluruh wilayah Indonesia.

Saat ini, PGN sedang menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur baru untuk memperluas penggunaan gas bumi untuk mendorong sentra-sentra ekonomi baru di seluruh wilayah di Indonesia. Diantaranya, PGN sedang menyelesaikan proyek Duri-Dumai tahap II sepanjang 67 km dan diharapkan kehadiran jaringan pipa gas berukuran 24 inchi ini akan dapat menyalurkan gas untuk memenuhi kebutuhan Refinery Unit (RU II) Dumai dan rencana pengembangan pipa distribusi Dumai sepanjang 56 km untuk melayani kebutuhan industri, komersial dan rumah tangga di wilayah Dumai, Pekanbaru dan sekitarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan gas bumi di Jawa Tengah, PGN sedang membangun proyek pipa gas Gresik-Semarang sejauh 267 kilometer yang akan mengalirkan gas dari blok migas Jambaran Tiung Biru. Selain mengalirkan gas, ke PLTGU Tambak Lorok milik PLN, kehadiran jaringan pipa gas berukuran 28 inchi ini juga akan dapat menyalurkan gas untuk industri di wilayah Jawa Tengah.

Selanjutnya, PGN akan membangun pipa distribusi jalur Semarang – Kendal – Ungaran sepanjang 96 km dengan pipa berukuran 4” – 16” sampai tahun 2021 mendatang untuk memenuhi pemanfaatan kebutuhan energi baik gas bumi.

Seorang ibu rumah tangga memasak dengan menggunakan jaringan gas dari PGN Batam. Saat ini PT PGN) Area Batam telah mengalirkan gas bumi ke 4.809 pelanggan. Foto: PT PGN Batam untuk batampos.co.id

“Jaringan pipa gas ini akan menjamin wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya mendapatkan pasokan gas secara berkelanjutan. Infrastruktur ini juga dapat mendukung berkembangnya sentra industri baru di Jawa tengah sejalan dengan pembangunan tol Trans Jawa,” jelas Rachmat.

Rachmat juga menyatakan bahwa ke depan koneksi infrastruktur gas bumi trans Jawa diharapkan akan tersambung sampai Jawa Barat dan Sumatera sehingga akan meningkatkan kehandalan pasokan serta perluasan pasar gas bumi untuk utilisasi gas bumi domestik.

Sementara di Jawa Timur, saat ini PGN tengah membangun fasilitas LNG Terminal dengan kapasitas 40 BBTUD untuk meningkatkan realibility dan sustainability pasokan gas bumi yang mengalami kendala karena kondisi sumur gas yang ada. Hal ini untuk mengakomodir kebutuhan kelistrikan, industri dan retail di Jawa Timur yang meningkat.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama mengatakan bahwa pembangunan berbagai infrastruktur pembangunan gas itu menjadi prioritas utama PGN, mengingat semakin besarnya kebutuhan energi yang lebih efisien di berbagai wilayah di Indonesia, terutama untuk daerah-daerah yang selama ini belum terjamah gas bumi dan memiliki potensi ekonomi yang sangat baik untuk pengembangan sektor kelistrikan, industri, transportasi, dan rumah tangga.

Sebagai subholding gas bumi, PGN telah berhasil membangun lebih dari 10 ribu kilometer jaringan pipa yang melayani lebih dari 300 ribu konsumen berbagai segmen pasar dan mengelola jaringan gas milik pemerintah (jargas) sepanjang 3.800 kilometer di berbagai daerah.

Berbagai infrastruktur yang dibangun PGN, termasuk infrastruktur beyond pipeline, baik berbasis Compressed Natural Gas (CNG) maupun Liquified Natural Gas (LNG) di berbagai wilayah di Indonesia.
“Infrastruktur gas adalah kunci bagi optimalisasi pemanfaatan gas bumi yang berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak wilayah dan pasar. Selama lebih setengah abad, PGN telah membuktikan bahwa gas bumi lebih efisien, ramah lingkungan, dan ini adalah energi yang diproduksi di dalam negeri,” jelas Rachmat di Jakarta, Selasa (27/08).

Sesuai rencana kerja PGN sampai tahun 2024, perusahaan akan membangun sejumlah infrastruktur baru diantaranya; membangun jaringan pipa distribusi sepanjang 500 km, pipa transmisi 528 km, 7 LNG filling station untuk truk/kapal, 5 FSRU, 3,59 juta sambungan rumah tangga dan 17 fasilitas LNG untuk mensuplai kebutuhan kelistrikan dan menjangkau wilayah geografis dengan karakteristik kepulauan di seluruh wilayah Indonesia. (*)

Gundala Menyapa Bioskop Mulai Hari Ini

0

batampos.co.id – Gundala sosok komik yang melegenda pada tahun 1980-an.

Sutradara Joko Anwar mengengkatnay dalam sebuah film. Lewat film ‘Gundala’, banyak pesan moral yang disampaikan oleh Joko Anwar.

Dimulai dari kisah Sancaka kecil yang diperankan oleh Muzakki Ramdhan yang berjuang sejak kecil setelah ditinggalkan orang tuanya. Nilai keluarga di mana Sancaka sayang dengan kedua orang tuanya juga menjadi pesan bagi publik.

Joko Anwar mengakui selalu menyelipkan kisah keluarga di dalam setiap filmnya. Dia ingin memberi pesan pentingnya keluarga untuk membentuk karakter dan moral seseorang.

“Memang film-film saya banyak bercerita tentang keluarga. Sancaka tumbuh seperti itu karena sosok ayah meninggal dan ibunya meninggalkannya,” ujar Joko Anwar dalam konferensi pers Gala Premiere Film Gundala di Epicentrum, Jakarta, Rabu (28/8)..

Begitu juga ada cerita tentang kesenjangan para elit dan masyarakat kecil seperti pedagang pasar yang diceritakan dalam film tersebut. Joko Anwar membuat jalan ceritanya sangat relevan dengan apa yang terjadi dewasa ini di negara Indonesia.

“Memang sengaja dibuat sedih, jangan sampai nangis ya. Jadi memang semua jalan ceritanya harus personal, kami buat karakter relevan dengan Indonesia sekarang. Pumya tokoh Gundala yang besar banget, dikenal semua orang,” paparnya.

Sutradara film ‘Pengabdi Setan’ itu berusaha menyuarakan isu-isu kekinian yang dihadapi masyarakat. Terutama sindiran bagi kesenjangan elit dan rakyatnya.

“Salah satu di Indonesia, menyuarakan isu yang memang riil. Kami enggak bisa seperti Marvel yang melawan Alien dan lain-lain. Kami bikin yang sesuai di Indonesia saat ini,” ujarnya.

Tahun ini merupakan ulang tahun ke-50 karakter ciptaan Harya Suraminata (Hasmi) tersebut. Gundala pertama kali muncul dalam komik Gundala Putra Petir (Penerbit: Kentjana Agung, tahun rilis 1969). Gundala lahir di saat maraknya komik silat di pasaran, Hasmi bersama beberapa rekannya malah tampil dengan gaya berbeda, mengadaptasi komik asing namun diserap dengan kearifan lokal.

“Pak Hasmi yang dulu bikin komik atau para penulis komik, barangkali di zaman itu mereka ingin sekali bersuara tapi tidak punya kebebasan. Makanya mereka buat satir. Nah di saat ini kami punya kebebasan, saya manfaatkan itu,” tutur Joko Anwar.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan sosok patriot di mana era saat ini membentuk seseorang menjadi lebih egois. Banyak orang acuh tak acuh saat melihat orang lain sulit atau mengalami kejahatan.

“Orang Indonesia itu dari top sampai bottom, mementingkan diri sendiri. Orang kaya bisa lepas dari hukum karena punya uang. Yang bawah juga merasa boleh langgar hukum karena demi punya uang. Jiwa patriot sangat jarang di Indonesia. Banyak orang enggak peduli. Seperti Sancaka yang awalnya mendiamkan ketidakadilan. Maka film ini sangat relevan untuk dikenalkan saat ini di tahun ini,” tegasnya. (JPC)