Senin, 25 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11126

Pengerakan Orang Asing Diawasi di Perairan Batam

0

batampos.co.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam menggandeng jajaran instansi terkait yang tergabung dalam tim pengawasan orang asing (Timpora) untuk menggelar razia gabungan mencegah kejahatan transnasional, Kamis (5/9/2019).

Razia dimulai dengan apel di Pelabuhan Batuampar. Apel yang dipimpin Inspektur Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Ronny Franky Sompie itu diikuti jajaran TNI-Polri dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Batam.

Ronny mengatakan, operasi gabungan tersebut dibentuk dan melibatkan berbagai pihak secara bersama-sama.

Sehingga menjadi kekuatan bersama untuk menanggulangi terjadinya kasus-kasus transnasional.

”Kasus-kasus tersebut kemungkinan sebagai dampak negatif perlintasan orang, dan juga dampak negatif terhadap kita,” ujarnya.

Inspektur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Ronny Franky Sompie berfoto bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam, kemarin. Bersama instansi terkait, pihak Imigrasi Batam akan meningkatkan pengawasan orang asing di perairan Batam. Foto: Fiska Juanda/batampos.co.id

Kegiatan ini melibatkan 300 peserta apel dan 50 personel inti yang akan mengawasi di laut.

Enam kapal milik negara (Beacukai, Polda Kepri, TNI AL, dan Imigrasi ) dikerahkan.

”Semoga kerja sama ini bisa meningkatkan pengawasan orang asing dan menjadi perwujudan kedaulatan NKRI,” ujarnya.

Kepala Imigrasi Kelas I Kota Batam, Lucky Agung Binarto, mengatakan, saat ini ada sekitar 9 ribu warga negara asing (WNA) di Batam pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas).

”Sehari-harinya sebagai pelancong sekitar 5-6 ribu orang keluar masuk Batam,” kata Lucky.

Kakanwil Kememhumham RI Kepri, Zaeroji, menuturkan, operasi gabungan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Laut Bhumi Pura digelar setiap tahun.

Hanya saja, terakhir dilakukan untuk darat dan laut tahun 2017 lalu.(ska)

Media, Wartawan, dan Distorsi Informasi

0

KAMIS (5/9), saya berdiskusi di sela-sela sarapan bersama Wakil Ketua Dewan Pers (DP), Hendri CH Bangun. Bang Hendri ini, begitu dia biasa disapa, sebelumnya adalah Sekjend PWI di era Margiono. Kelak, katanya, setiap media yang telah terverifikasi, akan diberi semacam QR Code (barcode), terhubung ke website Dewan Pers, dengan kode khusus individual.

Tanda khusus dengan nomor khusus untuk masing-masing media terverifikasi ini dianggap sangat penting, mengingat di era kebebasan pers ini, masih banyak “media” yang belum verified, namun sudah menjalankan aktivitas yang biasa dilakukan media. Ini sedikitnya menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat, pemerintah, dan instansi swasta.

Persoalan akan muncul ketika dalam praktiknya terjadi sengketa antara media dengan narasumber atau antara media dengan instansi tertentu (pemda dan swasta), siapa yang akan menengahi?

Ketika menjadi ketua tim verifikasi media, yang direkomendasi SPS (Serikat Perusahaan Pers) Kepri ke DP, kemudian DP mengeluarkan SK penunjukkan/pengangkatan, saya dan dua teman lain pernah melakukan verifikasi media di Kepri hingga 2018. Sedikitnya, 10 media pernah kami verifikasi secara faktual, meskipun sudah lolos verifikasi administrasi. Syukurnya, ke-10 media yang kami verifikasi itu dinyatakan verified oleh DP. Nah, media-media inilah kemudian menampilkan logo DP di laman utama masing-masing.

Beberapa hari yang lalu, saya diingatkan oleh seorang staf sekretariat DP tentang larangan pemasangan logo DP tersebut di media. Dia mengirim link berita dari situs DP ke WA saya.

Intinya, melalui surat edaran DP Nomor: 01/SE-DP/I/2019, tanggal 17 Agustus 2019 yang ditandatangani oleh Ketua DP (saat itu) Yosep Adi Prasetyo, pemasangan atau pemuatan logo DP dalam halaman dan laman semua platform media tidak diizinkan. Media yang sudah verified hanya boleh memasang logo DP di boks redaksi saja. Alasan DP, pihaknya mendapat banyak laporan yang dapat menimbulkan salah interpretasi dan salah persepsi di masyarakat tentang hubungan institusi media tersebut dengan DP.

Hal itulah yang kemarin saya diskusikan dengan Bang Hendri, Wakil Ketua DP. Saya mengatakan bahwa pemuatan logo dimaksud di laman utama media, hanya ingin mengapresiasi DP. Bahwa DP sudah meloloskan dan memberi kode verified kepada media-media tersebut, adalah suatu hal yang layak dihargai. Selain itu, justru pemuatan logo tersebut di media, dapat memberikan sinyal kepada para pihak untuk tidak ragu membangun kerja sama, misalnya terkait pemasangan iklan atau kerja sama bentuk lainnya.

Saya juga menjelaskan bahwa sebagai mantan ketua tim verifikasi media di Kepri, saya sebagai merasa bangga ketika media-media yang telah kami verifikasi itu mengapresiasi hasil kerja kami yang dilakukan secara ikhlas dan tanpa biaya dari DP maupun SPS itu. Syukurlah, dalam pertemuan kemarin, Bang Hendri memahaminya. Memang, awalnya Ketua DP lama (Yosep alias Stanley) mengaku kesal akibat banyaknya media abal-abal yang memasang logo DP di laman mereka. Padahal, dalam praktiknya, tak jarang “media-media” itu melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh UU Pers (UU Nomor 40 tahun 1999).

“Sementara gak apa-apa bagi media yang sudah terverfikasi dan sudah terlanjur me­masang logo DP di halaman depannya. Nanti kami di De­wan Pers akan menerbitkan ko­de khu­sus semacam QR Code de­ngan nomor khusus yang berbeda antara satu me­dia de­ngan media lainnya,” jelas mantan Pemred Warta Kota itu.

Saat ini, tim verifikasi media di Kepri langsung dipimpin Ketua SPS Kepri Marganas Nainggolan, dibantu Hariyanto dan Novianto. Dua nama terakhir adalah Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Kepri dan Sekretaris PWI Kepri. Tim yang lama, di mana saya sebagai ketuanya, dibantu Saibansyah dan Deden Rosanda, sudah mengembalikan SK dan mandat kepada SPS Kepri, yang diteruskan ke DP. Alasan kami sederhana, karena kesibukan di perusahaan masing-masing. Biarlah hasil kerja kami yang sudah memverifikasi 10 media “mainstream” yang sudah dinyatakan lolos oleh DP, menjadi amal jariah. Hehe…

Pentingkah verifikasi media? Sangat penting. Media yang baik dan sehat haruslah diawali oleh persyaratan minimum yang baik pula. Misalnya, harus ada badan hukumnya, jelas jenis usaha pendiriannya, harus ada perlindungan untuk karyawannya, didaftarkan ke BPJS, ada gajinya, ada bonusnya (jika mampu), jelas alamatnya, ada kantornya, ada alat kerjanya, jelas pemegang sahamnya, dan kompeten wartawannya, terutama pemrednya haruslah sudah bersertifikasi sebagai Wartawan Utama (WU). Syarat-syarat itu haruslah dipenuhi oleh sebuah media untuk diajukan ke Dewan Pers agar diverifikasi. Syarat lain untuk diverifikasi, media tersebut minimal sudah berusia enam bulan.

Itu baru syarat untuk verifikasi medianya. Wartawannya sendiri, haruslah lolos uji kompetensi. Di PWI, namanya UKW (uji kompetensi wartawan). Untuk UKW ini, PWI mengubah aturan mainnya di tahun 2019. Sebelumnya, karena masa transisi, dari wartawan hanya diharuskan memiliki kartu biru milik PWI, kemudian ditambah harus ada kartu kompetensi milik DP, bagi anggota PWI biasa dapat langsung ikut UKW tingkat utama (WU). Namun sejak Januari 2019, untuk ikut UKW, diharuskan berjenjang. Harus melalui level muda, kemudian madya, lalu utama. Nah, pemegang kartu Wartawan Utama versi Dewan Pers inilah, berhak menjadi pemimpin redaksi sekaligus penanggung jawab redaksi di medianya. Media yang pemrednya belum WU, tidak akan lolos verifikasi DP.

Kalau begitu, ribet ya mendirikan media dan menjadi wartawan kompeten? Tidak juga. Hanya saja, memang harus berproses. Sebab, sesuai UU Pers tahun 1999, ada tanggung jawab insan pers dalam melakukan pekerjaannya. Oleh karena media merupakan salah satu pilar demokrasi, mengawasi jalannya pemerintahan dan pembangunan, dapat memengaruhi opini publik, maka dia haruslah diisi oleh orang-orang yang kompeten dan mengerti dengan UU Pers itu sendiri. Jadi, itu semua dilakukan untuk mengupayakan agar hak-hak publik untuk mendapatkan informasi tidak disalahgunakan. Juga agar hak-hak para pihak, pemerintah, swasta, dan lain sebagainya, dapat tersampaikan tanpa distorsi. (*)

Limbah Beracun Masuk Lagi ke Batam

0

batampos.co.id – Petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah memeriksa 359 dari 400-an kontainer material plastik impor di Pelabuhan Batuampar, Batam.

Hasilnya, sebanyak delapan kontainer dinyatakan mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Sementara sebanyak 97 kontainer dinyatakan terkontaminasi sampah. Sisanya, sebanyak 254 kontainer dinyatakan bersih.

KLHK memastikan, 8 kontainer yang terkontaminasi limbah B3 dan 97 kontainer yang mengandung sampah akan diekspor ulang ke negara asalnya.

Terkait temuan limbah B3 pada material plastik impor ini, KLHK akan mengadakan gelar perkara di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Jumat (5/9/2019) hari ini.

“Untuk saat ini, dilakukan pengumpulan bahan keterangan atau penyelidikan. Rencana kami gelar perkara Jumat,” ucap Kepala Biro Hu­bungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehu­tanan (KLHK), Djati Wicaksono Ha­di, kepada Batam Pos, Kamis (5/9/2019).

Proses reekspos limbah plastik yang masuk ke Kota Batam, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep  Mulyana/batampos.co.id

Belum lama ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam meng­ung­kapkan ada sekitar 400 kontainer material plastik impor yang ma­suk ke Batam.

Baca Juga: Antisipasi BP Batam Terhadap Bahan Baku Limbah Plastik

Namun soal data ini, KLHK tidak bisa memastikan. Djati menyebutkan terkait izin impor dapat dikonfirmasi ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI.

“KLHK tidak menerbitkan izin memasukkan barang tersebut ke Indonesia. Silakan cek ke Kementerian Perdagangan terkait ekspor dan impor barang,” kata dia.

Namun, ia menegaskan barang yang masuk ke Batam dan terkontaminasi sampah maupun limbah B3 akan dikembalikan ke negara asal atau direekspor.

“Kalau memasukkan barang yang tidak sesuai dokumen maka harus dikembalikan kepada negara pengirim,” imbuhnya.

Baca Juga: Pemko Batam Catat 400 Kontainer Limbah Plastik Masuk Batam

Informasi yang dirangkum Batam Pos, 400-an kontainer material plastik tersebut diimpor oleh empat perusahaan pengolahan limbah plastik di Batam.

Seperti diketahui, sebelum mencuatnya ratusan kontainer material plastik baru ke Batam, ada 65 kontainer material plastik yang lebih dulu diperiksa tim dari KLHK, Bea Cukai, maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam.

Dari hasil pemeriksaan, dipastikan 38 kontainer mengandung limbah B3, 11 kontainer bercampur dengan sampah, dan hanya 16 kontainer dinyatakan bersih.

“Pokoknya setelah 65 kontainer itu, kan ada datang lagi dan dilakukan pemeriksaan oleh KLHK. 400-an kontainer lebih kalau tak salah,” ucap Kepala DLH Batam Her­man Rozie, Rabu (28/8/2019) lalu.

Sementara Wali Kota Batam Muhammad Rudi menegaskan bahwa pihaknya menolak Batam dijadikan daerah tujuan material plastik impor, apalagi yang terkontaminasi limbah B3.

Sejak awal, kata Rudi, Pemko Batam tidak ingin berkompromi dengan impor limbah, terutama limbah B3. Termasuk yang me-ngontaminasi sisa plastik yang dibawa ke Batam.

“Yang pasti limbah B3 kami tolak dari dulu,” ucap Rudi, belum lama ini.(iza)

ACT Ajak Publik Ringankan Korban Terdampak Banjir Bandang di Sudan

0

Hampir dua bulan Sudan dilanda hujan lebat dan banjir, kondisi ini mengakibatkan banyaknya daerah-daerah di Sudan terendam banjir hingga puluhan ribu rumah hancur diterjang banjir. Kematian sudah mencapai diangka 62 jiwa yang tewas akibat banjir, 98 orang menderita luka-luka dan dirawat di RS, dan diperkirakan 245.700 orang telah terdampak akibat dampak banjir ini. Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak masyarakat untuk menggalang kepedulian untuk menolong korban banjir Sudan.

“Banjir bandang yang menerjang semakin membuat rakyat Sudan kian menderita. Kami mengajak masyarakat secara luas untuk meringankan derita korban banjir di Sudan. Sebagai bangsa yang dermawan, tentunya kita tidak ingin absen dari kegiatan kemanusiaan,” ujar Lukman Azis, Direktur Komunikasi ACT (5/9).

Berdasarkan laporan mitra ACT di Sudan, hujan juga menyebabkan Sungai Nil meluap. Sejumlah lahan pertanian di wilayah Wadi Ramli, Khortoum pun terendam. Sebagian besar kerusakan berdampak pada lingkungan, seperti hancurnya infrastruktur drainase, terputusnya aliran listrik dan air bersih.

“Warga yang terdampak membutuhkan tempat tinggal darurat, makanan, layanan kesehatan, air bersih, dan keperluan sanitasi. Daerah terdampak banjir juga sangat membutuhkan pengendalian vektor untuk mengendalikan penyebaran penyakit dari serangga yang ada di kubangan banjir,” kata juru bicara badan PBB untuk pengungsi (OCHA) Jens Laerke, dilansir dari Al Jazeera.

Anas Omer, salah satu warga Khortoum, kini tidak lagi memiliki harta benda. Rumah dan kios tempatnya berdagang habis diterjang banjir bandang, air juga menghanyutkan harta bendanya.

“Toko ini adalah satu-satunya sumber pemasukan yang saya punya untuk menghidupi keluarga. Rumah ini adalah satu-satunya tempat tinggal kami. Semuanya itu kini tidak ada. Tidak ada yang bisa saya lakukan, ini semua sudah takdir Tuhan,” ungkap Omer kepada Al Jazeera.

Menurut catatan Komite Penanggulangan Bencana Sudan, setidaknya 700 rumah di Khortoum mengalami kerusakan. Loal Ali, Komite Manajemen Bencana mengatakan

“Sekitar 1.200 jiwa di kamp ini, namun disini tak ada listrik yang cukup, akses air bersih yang sulit dan kurangnya keamanan. Saat ini pemerintah Sudan sedang dalam mobilisasi mencari korban terdampak banjir, kondisi ini semakin memburuk karena selain masalah banjir, masalah poilitik pemerintahan Sudan juga belum membaik,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat hidup para warga di sana terasa lebih sulit. Tidak ada listrik, aliran air bersih pun terdampak, tidak ada pertokoan yang buka, tidak ada toko roti. Maria Jafaar, salah satu warga Khortoum juga menambahkan, “Kami tinggal di kamp-kamp pengungsian, kami tidak memiliki apapun, kami tinggal dengan anak kami, kami tak dapat melanjutkan terus hidup kami di kamp dengan kondisi seperti ini.”

Diperkirakan situasi hujan deras ini sampai dengan akhir Oktober. Bisa dipastikan akan sangat berdampak sekali terhadap beberapa wilayah yang mudah terkena banjir. Saat ini mereka membutuhkan beberapa kebutuhan emergensi, baik dari tempat tinggal, makanan bantuan kesehatan, air bersih, dan sanitasi. [*]

Hadeuh,,,,Oknum Guru Ini Ngaku Pakai Sabu Untuk Semangat Mengajar

0

batampos.co.id – IN salah satu dari dua oknum guru yang dituntut 4 atahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pengganti, Samuel Pangaribuan, karena mengkonsumsi narkoba jenis sabu mengaku, hal itu dilakukannya untuk menambah semangat mengajar.

IN dan KA ditangkap aparat kepolisian pada Februari 2019 lalu saat mengkonsumsi di mes sekolahnya di Batuaji.

IN mengaku sudah 4 tahun mengonsumsi barang haram tersebut.

Dua oknum guru IN dan KA yang dituntut jaksa karena penyalahgunaan narkoba. Foto: Yulianti/batampos.co.id

“Nyabunya pakai bong, biar semangat mengajar,” katanya.

Keduanya mengaku mendapatkan sabu dari seorang bandar langganannya di Kampung Aceh, Mukakuning.

Dua minggu sekali mereka berkunjung ke sana untuk membeli sabu dengan harga Rp 250 ribu.

Kedua terdakwa yang tidak memiliki atau mempunyai izin dari pihak berwenang menawarkan untuk menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli narkotika itu pun dijerat dan diancam pidana dalam pasal 112 ayat (1) UU RI, Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.(une)

Cukup di Batam, Tak Perlu ke Singapura

0

betampos.co.id – Sederhana dengan teknologi. Itulah yang membedakan Uniqlo dengan brand fesyen lainnya. Dengan pembeda dan kelebihannya itu, Uniqlo diterima di penjuru dunia.

Saat ini Uniqlo sudah berada di 22 negara dengan toko yang berjumlah ratusan unit. Bahkan di Indonesia sendiri sudah ada di sembilan kota dengan jumlah 27 toko.

Kini, Uniqlo melebarkan sayapnya. Hadir di Batam sebagai toko yang ke 27. Kehadiran Injili di Grand Mall Batam tentu saja kabar gembira bagi penggemar Uniqlo.

Meski baru hadir di Batam, Uniqlo sudah dikenal, terutama para traveler. Selama ini mereka mendapatkan produk-produk Inilah di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Atau di kota lainnya di Indonesia.

“Wah sudah ada di Batam. Gak perlu lagi pergi ke Vivo (Singapura),” kata Muhamad Gozali melalui Facebook.

Pengunjung saat pembukaan uniqlo Batam
foto: batampos.co.id /angga

Ya, Uniqlo memang memenuhi kebutuhan orang-orang yang senang tampil gaya tanpa mengabaikan kenyamanan pemakaiannya. Selain pakaian yang banyak pilihan, bahan kainnya pun sangat nyaman karena dibuat dengan teknologi yang tinggi.

Pakaian dalam maupun output sama-sama nyamannya ketika digunakan di tempat yang bersuhu panas dan bersuhu dingin. Khusus pakaian musim dingin, bahannya tipis namun mampu menghangatkan.

“Saya punya beberapa koleksi Uniqlo. Saya suka karena nyaman,” kata Lina Sasmita yang gemar traveling dan mendaki gunung.

Uniqlo adalah perusahaan ritel pakaian global asal Jepang. Unuqlo membuka secara resmi toko pertamanya di Batam hari ini, 6 September 2019.

Uniqlo dengan tagline LifeWear menyediakan pakaian berkualitas tinggi yang mendasari setiap gaya individu, baik pria, wanita, bahkan bayi, yang terinspirasi dari nilai-nilai Jepang akan minimalis, kualitas, dan ketahanan.

Toko baru ini hadir di Gtand Batam Mall, Penuin, Batam. Lokasinya di lamtai dasar dan lantai 1 mall demgan luas sekitar 2 ribu meter persegi. Pembukaan toko partama di Batam ini diharapkan memenuhi kebutuhan akan pilihan pakaian kasual, inovatif, dan berkualitas tinggi.

“Kehadiran Uniqlo di Batam semakin memperluas eksposur produk dan layanan kami di semua wilayah di Indonesia, terutama di Kepri. Merek Uniqlo pada dasarnya telah lama dikenal masyarakat Batam, meskipun mereka sebelumnya mungkin membeli di luar negeri,” kata Naoki Kamogawa, Presiden Direktur PT Fast Retail Indonesia (Uniqlo Indonesia).

“Kehadiran toko kami di Batam akan membawa produk Uniqlo LifeWear kami lebih dekat dengan masyarakat setempat,” tambahnya.

“Dari Tokyo hingga Batam, Uniqlo menawarkan masyarakat produk-produk yang membuat mereka terlihat dan merasa menarik namun tetap nyaman dikenakan dengan gaya Uniqlo mereka sendiri. Pakaian kami didesain dengan cermat yang mempresentasiikan kesederhanaan, keindahan, dan kualitas,” imbuhnya. (uma)

Gerak Cepat Polisi Antisipasi Penculikan Anak di Batuaji

0

batampos.co.id – Polsek Batuaji meningkatkan pengawasan di seluruh sekolah dasar untuk mengantisipasi penculikan anak yang ramai diperbincangkan masyarakat beberapa hari terakhir ini.

Hampir seluruh personel Polsek Batuaji diterjunkan ke sekolah-sekolah untuk mengawasi sekaligus mencari informasi.

”Walaupun hasil penyelidikan di lapangan belum mengarah ke kasus penculikan, tapi tetap kami tanggapi secara serius,” kata Kapolsek Batuaji Kompol Syaf-ruddin Dalimunthe, Kamis (5/9/2019).

“Semua sekolah kami datangi untuk upaya pencegahan,” ujarnya lagi.

Baca Juga: SD di Kota Batam Keluarkan Surat Peringatan Penculikan

Kata dia, kejadian yang sempat heboh dari mulut ke mulut ataupun media sosial tersebut sudah ditelusuri.

Murid SDN 002 Batuaji pulang dari sekolah, Rabu (4/9/2019) kemarin.  Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Hasilnya, tidak ada penculikan, sebab kejadian yang dialami oleh seorang murid SDN 02 masih sebatas menawarkan permen oleh seorang pria pengendara sepeda motor.

”Memang ada informasi yang itu, tapi baru sebatas menawarkan permen dan anaknya lari,” jelas dia.

Pihaknya saat ini terus mencari siapa pria misterius tersebut untuk memastikan motifnya menawarkan permen kepada siswa SDN 02 Batuaji, Ky.

Baca Juga: Reaksi Orangtua Saat Mengetahui Ada Percobaan Penculikan Terhadap Siswa SDN 02 Batuaji

Meski demikian, Dalimunthe sangat menghargai upaya pihak sekolah yang memperingati para orangtua melalui surat peringatan.

Dia menganggap itu upaya yang baik agar para orangtua terlibat aktif dengan kegiatan anak di dalam ataupun di luar jam sekolah.

”Bagus juga, biar perhatian orangtua lebih baik lagi. Saya pribadi juga mengimbau seperti itu. Anak-anak harus diawasi serius oleh orangtua,” kata Dalimunthe.(eja)

Dua Oknum Guru SD di Batuaji Dituntut 4 Tahun Penjara

0

batampos.co.id – Dua oknum guru salah satu sekolah dasar di Batuaji yang terjerat kasus narkoba dituntut penjara 4 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pengganti, Samuel Pangaribuan.

Tak hanya hukuman pidana, keduanya juga diganjar denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara.

Dua oknum guru IN dan KA yang dituntut jaksa karena penyalahgunaan narkoba. Foto: Yulianti/batampos.co.id

“Terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I,” ujar JPU, saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (5/9/2019).

Menanggapi hukuman itu, kedua terdakwa IN dan KA, sama-sama meminta keringanan secara tertulis dan akan dibacakan pada sidang yang dijadwalkan dua pekan ke depan.(une)

Warga Baloi Centre Tolak Fasum Beralih Fungsi

0

batampos.co.id – Warga Perumahan Baloi Center menolak memberikan fasilitas umum (fasum) di permukiman mereka untuk keperluan lain.

Sebab, fasum tersebut sudah menjadi pusat aktivitas warga Perumahan Baloi Center dan dikelola warga sejak puluhan tahun lalu.

“Fasum Baloi Center ini tadinya tanah rawa atau lembah yang sudah dikerjakan sekian lama oleh warga,” ujar Ketua RW 03 Baloi Center, Salman Achmad, Kamis (5/9/2019).

“Maka oleh warga menyatakan bahwa inilah fasum mereka untuk kegiatan mereka atau menjadi pusat kegiatan yang ada di Baloi Center ini,” katanya lagi.

Ia menjelaskan, lahan yang dijadikan fasum tersebut dulunya merupakan rawa dan kemudian ditimbun tanah hingga padat.

Saat lahan itu dikelola oleh warga Baloi Center, tidak ada satu pihak dari manapun yang menyatakan bahwa lahan tersebut merupakan milik dari seseorang dan sebagainya.

“Lahan ini sudah bagus setelah kami timbun dengan ratusan lori (truk tanah),” paparnya.

“Baru (setelah itu ada perusahaan) mengklaim bahwa ini milik mereka,” kata dia.

Menurutnya, tidak hanya satu perusahaan, tapi dua yang klaim fasum yang mereka gunakan merupakan milik perusahaan tersebut.

Perwakilan dari Polresta Barelang memberikan pengarahan saat pertemuan dengan warga Baloi Center dengan perangkat RW, Kelurahan, dan Kepolisian, Kamis (5/9/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“PT B yang pertama terus dipindahtangankan, apakah dijual atau gimana kita tidak tahu, baru ada PT P ini sampai sekarang,” jelasnya.

Ketika lahan yang menjadi fasum itu secara pengakuan sudah milik masyarakat Baloi Center, kemudian PT P datang untuk mengukur lahan itu kembali sebelum kegiatan 17 Agustus lalu.

Warga Baloi Center tentunya menolak untuk pengambilan lahan fasum tersebut.

“Kita warga Baloi Center menolak dengan sangat, tidak dibenarkan untuk mengukur,” ucapnya.

“Karena warga Baloi Center sudah menyatakan bahwa ini adalah milik warga Baloi Center, fasum RW 03,” tuturnya.

Kemudian, tanggal 25 Agustus lalu, perwakilan dari pihak PT P kembali melakukan pengukuran lahan dengan membawa dokumen kepemilikan lahan dari BP Batam.

Namun, pengukuran itu urung terlaksana karena ada penolakan dari warga. Tidak sampai di situ, pihak perusahaan kembali menghubungi perangkat RT untuk kembali melakukan pengukuran, Kamis (5/9/2019) kemarin.

Akan tetapi pihak perusahaan tidak jadi datang.

“Atas dasar kepedulian masyarakat, kita ajak (pihak perusahaan) hadir di sini, bukan mau apa-apa ingin tahu semuanya,” imbuhnya.

“Tapi kenyataannya mereka tidak jadi untuk mengukur dengan alasan macam-macam,” jelasnya lagi.

Sementara itu, salah seorang perwakilan dari PT P yang dihubungi Batam Pos, enggan memberikan penjelasan terkait dengan lahan tersebut.

Sebab, untuk menyampaikan status lahan tersebut adalah wewenang dari pimpinan perusahaan.

“Kalau konfirmasi tidak ada sangkut paut sama saya pak, langsung ke perusahaannya aja pak,” ujar pria berinisial D tersebut.

“Saya tidak ada wewenang memberikan penjelasan dan kebetulan bos lagi tak di Batam,” kata dia lagi.(gie)

Antisipasi Risiko Resesi Global

0

batampos.co.id – Pemerintah mewaspadai risiko resesi ekonomi global yang dikhawatirkan terjadi pada 2021. Kondisi ekonomi global memang menuju perlambatan sejak tahun lalu. Hal itu terlihat sejak arus investasi dan perdagangan global yang melambat akibat perang dagang. Ditambah kebijakan moneter The Fed yang lebih longgar demi mendorong ruang pertumbuhan lebih tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, resesi ekonomi akan terjadi ketika kontraksi pertumbuhan terjadi selama dua kuartal secara berturut-turut.

’’Beberapa negara yang cukup penting di dunia sudah masuk (era) kontraksi. Jerman, Singapura, negara di latin Amerika seperti Argentina yang sedang masa krisis, Meksiko, dan Brasil juga berada dalam situasi yang cukup sulit,’’ katanya di Gedung DPR-MPR, Rabu (21/8).

Eropa dan Tiongkok, sambung perempuan yang kerap disapa Ani itu, juga tengah mengalami perlambatan ekonomi. Bahkan, India yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak emerging markets sedang mengalami pelemahan.

’’Kondisi eksternal yang dinamis baik dari sisi ekonomi, security, maupun politik harus menjadi suatu yang kita waspadai karena semuanya menjurus pada downside risk,’’ ucapnya.

Di dalam negeri ada risiko internal yang patut diwaspadai. Di antaranya, faktor temporer seperti terjadinya musim kering, faktor fundamental yang menyangkut kualitas SDM, infrastruktur, dan kemampuan pembiayaan usaha.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menambahkan, pihaknya menyusun kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi makroekonomi terkini. Beberapa kelonggaran pajak telah diberikan pemerintah.

Suasana bongkar muat di Pelabuhan Batuampar, Batam, beberapa waktu lalu. Wapres Jusuf Kalla meminta pelabuhan ini terus dikembangkan agar bisa bersaing dengan Singapura. Foto:. Cecep Mulyana/batampos.co.id

Misalnya, percepatan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN), pemberian tax holiday, dan pembebasan PPN sewa pesawat. Belum lagi, pemerintah berencana menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) badan dari 25 persen menjadi 20 persen. Suahasil mengungkapkan, dirinya menerima beragam komentar mengenai risiko shortfall penerimaan pajak yang besar karena belanja perpajakan (tax expenditure) dan insentif-insentif yang diberikan pemerintah itu.

Pendapatan negara pada 2020 akan ditopang kenaikan penerimaan perpajakan yang ditargetkan Rp 1.861,8 triliun atau naik 13,8 persen dari target 2019 sebanyak Rp 1.786,4 triliun. Defisit anggaran tahun depan diperkirakan 1,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau lebih rendah daripada outlook defisit anggaran 2019 sebanyak 1,93 persen terhadap PDB.

“Kalau kita enggak suka ngutang dan ingin belanja tinggi, pendapatan harus tinggi. Oleh karena itu, kita harus fleksibel kalau perekonomian dunia tiba-tiba gawat betul. Penerimaan pajak (ditargetkan) naik 13 persen. Kalau itu diturunkan, berarti implikasinya defisit naik. Kalau belanja (negara) boleh turun, defisit bisa tetap,” urainya.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik Raden Pardede menuturkan, pihaknya menunggu penurunan tarif PPh badan yang dijanjikan pemerintah. Target pajak dalam RAPBN 2020, tampaknya, belum mengakomodasi hal tersebut.

Menurut dia, postur APBN 2020 sebenarnya sudah cukup rasional. Namun, pengusaha tetap berharap pemerintah memberikan kebijakan yang tepat agar pertumbuhan ekonomi dapat terakselerasi. (rin/c5/oki)