Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11179

Pencuri Ponsel Dihajar Massa di Nagoya Hill

0

batampos.co.id – Uju Junaedi dihajar massa saat menjambret di kompleks pusat perbelanjaan Nagoya Hill atau tepatnya di depan Inul Vista Nagoya Hill, Sabtu (29/6/2019) malam lalu.

Pria 37 tahun itu nekat mengambil ponsel milik Ayani yang disimpan di dalam laci depan sepeda motornya.

Mengetahui hal itu, Junaedi langsung mendapat bogem mentah dari para pengunjung mal.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Yunita Stevani, mengatakan, setelah mendapatkan indormasi tersebut tinya langsung datang ke lokasi.

“Saat aksinya ketahuan, tersangka sempat lari ke pintu keluar menuju Jalan Imam Bonjol, tapi akhirnya tertangkap massa,” ujarnya.

Kata dia, Junaedi beraksi sendirian dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio.

ilustrasi

”Sesampainya di lokasi kejadian, kami langsung mengamankan pelaku bersama barang bukti yang kemudian dibawa ke Polsek Lubukbaja,” ujar Yunita lagi.

Pihaknya lantas melakukan pemeriksaan terhadap korban maupun pelaku. Dari keterangan korban, kejadian bermula ketika dirinya baru saja masuk ke dalam kawasan Nagoya Hill dan hendak mencari parkiran.

Namun tiba-tiba saat berada depan Inul Vista, pelaku datang dari sebelah kanan dan langsung merampas ponsel milik korban.

”Setelah handphone-nya diambil, pelaku langsung kabur,” ujarnya.

“Korban langsung berteriak pencuri tiga kali. Mendengar korbannya teriak, beberapa orang langsung mengejar pelaku dan mengamankan pelaku,” tuturnya lagi.

Menurut keterangan korban kepada polisi, atas kejadian ini ia mengalami kerugian sebesar Rp 2,7 juta. Sementara dari tangan pelaku, turut diamankan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Mio yang digunakan dalam beraksi.

Tidka hanya itu dari tangan pelaku juga didapati satu bilah pisau dapur dengan panjang sekitar 30 sentimeter.

”Saat ini pelaku sudah kami amankan untuk dimintai keterangannya dan sedang kita mendalami atas temuan barang bukti pisau yang saat itu diselipkan di bagian pinggangn pelaku,” imbuh Yunita.(gie)

Beli Sabu, Pasangan Suami Istri Dicokok Badan Narkotika Nasional

0

batampos.co.id – Pasangan suami istri, Oey Bing Ling alias Yang dan Nurul Kusumawati, warga Kota Mojokerto, ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto yang baru saja membeli sabu-sabu dari Surabaya.

Saat dilakukan pengeledahan di sepeda motor pelaku, tim BNN menemukan barang haram yang dibungkus dengan kantong plastik putih.

Saat dibuka, kantong plastik tersebut terdapat 2 bungkus sabu-sabu.

“Petugas melanjutkan pengembanganya dengan melakukan penggeledahan di rumah kedua tersangka di Jalan Kyai Haji Nawawi, Kota Mojokerto,” ujar Kepala BNNK AKBP Suharsi.

Anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri melakukan pengetesan barang bukti yang akan dimusnahkan di Kantor BNNP Kepri. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Dalam penggeledahan tersebut, lanjutnya, petugas hanya menemukan beberapa klip plastik dan timbangan elektrik.

AKBP Suharsi, mengatakan, petugas telah melakukan pemantauan terhadap pasangan suami istri itu selama tiga bulan terakhir.

Selain dua tersangka yang ditangkap, pihaknya juga sudah mendapatkan beberapa nama lain yang menjadi target operasi.

“Sabu seberat 2,5 ons setengah tersebut berasal dari Surabaya,” kata AKBP Suharsi.

Dia mengatakan, tersangka Oey Bing Ling adalah resedivis kasus penyalagunaan narkoba dan pernah mendekam di Lapas Madiun.

Kini anggota BNNK Mojokerto masih melakukan pemburuan terhadap sejumlah bandar yang diduga sebagai pemesan sabu-sabu tersebut.(pul/jpnn)

Peduli Pendidikan, Great Season Salurkan Rp 118 Juta di SDN 001 Kota Batam

0

batampos.co.id – Agen travel terbesar di Batam, Great Season Travel memberikan bantuan kepada siswa prestasi, siswa kurang mampu dan donasi buku kepada Sekolah Dasar (SD) Negeri 001 Batam Kota, Sabtu (29/6/2019).

Fani, Branch Manager Great Season, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program peduli pendidikan perusahaannya.

“Setiap penjualan tiket Citilink di Great Season kita sisihkan untuk pendidikan,” kata Fani, Branch Manager Great Season.

“Alhamdulilah selama dua bulan kita menyisihkan terkumpul Rp 118 juta yang kita salurkan dalam bentuk uang, komputer, buku paket dan alat tulis,” ujarnya lagi.

Penyerahan bantuan tersebut diberikan bertepatan penerimaan rapor siswa.

“Kita berharap dengan bantuan ini bisa membantu anak-anak yang kurang mampu dan sekaligus memotivasi siswa berprestasi untuk lebih giat lagi belajar,” tutur dia.

Pemilik Great Season Travel, Rusli Tan (tengah) memberikan bantuan uang, komputer, buku paket dan alat tulis kepada SDN 001 Batam Kota. Foto: Rengga/batampos.co.id

Kata dia, selain memberi bantuan dana pendidikan, sebelumnya Great Season juga memberikan bantuan kepada panti asuhan.

Fany juga mengucapkan terima kasih kepada pelanggan setia Great Season yang telah mempercayakan tiket pesawat terbang Citilink di Great Season.

“Berkat pelanggan kami bisa berbagi untuk kemajuan pendidikan, mudah-mudahan ini akan terus berlanjut,” tambahnya.

Wakil Kepala Sekolah SDN 001 Batam Kota, Suryanti, pihaknya sangat berterima kasih terhadap bantuan pendidikan yang diberikan Great Season.

Ia berharap program dari Great Season terus berlanjut sehingga dapat memotivasi murid untuk lebih giat lagi dalam berlajar.

“Biasanya hanya terima piagam, sekarang siswa prestasi dapat uang,” ujarnya.

“Semoga ke depan Great Season lebih maju dan bisa menyalurkan bantuan pendidikan lainnya,” kata Suryanti lagi.

SDN 001 sendiri lanjutnya, merupakan salah satu sekolah favorit di kota Batam yang mengutamakan mutu pendidikan anak.

“Alhamdulilah hasil rapor murid-murid kita juga sangat baik. Karena dalam pemajuan pendidikan kita selalu berkomunuikasi dengan orang tua,” tutupnya.

Penyerahan bantuan ke sekolah dihadiri langsung oleh pemilik Great Season Travel, Rusli Tan, dan Kepala Sekolah SDN 001 Batam Kota.(rng)

BP Batam Optimis Sejumlah Investor Baru Akan Hadir Gantikan PT Unisem dan Foster

0

batampos.co.id – Meski sudah kehilangan dua perusahaan besar yang menutup pabriknya di Batam, Badan Pengusahaan (BP) tetap optimis akan ada sejumlah investor baru yang datang menggantikannya.

Contohnya Volex yang akan segera ekspansi dan menyerap tenaga kerja hingga ribuan.

“Soal Unisem memang disayangkan, tapi mereka memang sudah lama menghadapi masalah penyesuaian persaingan bisnis global yang sangat dinamis,” kata Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady, Sabtu (29/6/2019).

Jika ada perusahaan yang juga pergi karena mencari upah murah, BP juga taqk akan menghalangi karena itu merupakan keputusan bisnis.

“Kita akan berusaha terus memanjakan dan menjaga investasi yang ada dan menggoda investasi baru,” katanya lagi.

Ilustrasi pekerja di Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Kota Batam. Foto: Dalil Harahap

BP juga siap memberikan pelayanan terbaik bagi perusahaan yang berniat ekspansi di Batam.

Kata dia, sejumlah insentif dan fasilitas menarik di Batam yang diminati para investor antara lain seperti pembebasan pajak Bea Masuk Impor dan Ekspor dan pembebasan pajak pertambahan nilai (Value Added Tax).

Kemudian fasilitas GSP (Generalized System ofPrefrences), perjanjian penghindaran pajak berganda dengan 57 negara, biaya investasi yang terjangkau, keamanan dan kenyamanan menyimpan data di DRC (Data Recovery Center) BP Batam serta lokasi yang begitu strategis menjadi kehandalan Batam.

“BP akan berkonsolidasi dengan stakeholders terkait baik di daerah maupun pusat dalam kaitannya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pelaku industri di Batam,” paparnya.(leo)

Bandara Hang Nadim Mulai Bangun Taxiway dan Kargo Baru

0

batampos.co.id – Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Internasional Hang Nadim Batam mulai melakukan pembangunan jalan penghubung antara landasan pacu dengan pelataran pesawat, atau Taxiway dan kargo.

Taxiway direncanakan akan selesai diakhir tahun ini, sedangkan bangunan kargo, baru akan selesai tahun depan.

Direktur BUBU Hang Nadim, Suwarso, mengatakan pengerjaan taxiway dan kargo yang baru itu sudah berjalan sejakn 5 minggu yang lalu.

“Taxiway itu jalan penghubung antara landas pacu dengan pelataran pesawat (apron), kandang pesawat (hangar), terminal, atau fasilitas lainnya di sebuah bandar udara,” katanya, sabtu (29/6/2019).

“Taxiway yang dibangun kali ini terletak di sebelah kanan terminal kedatangan Hang Nadim,” ujarnya lagi.

Suasana Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Tahun ini BUBU Hang Nadim mulai membangun taxiway dan kargo baru. Foto: Putut Ariyotejo/batampos.co.id

Menurutnya, adanya taxiway akan mempercepat pesawat yang mendarat memasuki ke area apron atau daerah lainnya.

Sementara itu kargo, kata Suwarso, tahun ini fokus untuk pematangan lahan. Ada seluas 7,5 hektar lahan yang disiapkan untuk pembangunan kargo baru tersebut.

“Tahun depan, sambung dengan pembangunan fisik kargo,” ungkapnya.

Kata dia, apabila kargo baru telah selesai dan siap beroperasi. Maka kargo Hang Nadim yang biasanya terletak di sisi kiri terminal keberangkatan, dipindahkan ke sisi kanan terminal kedatangan.

Persiapan ini dilakukan untuk berbagai rencana besar Hang Nadim ke depannya, salah satunya pembangunan terminal II.

Suwarso menjelaskan tidak hanya memiliki bangunan baru. Kargo Hang Nadim juga menerapkan sistem yang lebih canggih dan mutakhir.

“Sistem elektronik, memiliki jalur khusus. Sehingga pengawasan lebih detail lagi, dan tentunya mempercepat laju pengiriman barang,” paparnya.

Terkait bangunan kargo, Suwarso mengaku lebih besar dibandingkan bangunan kargo yang lama.

Ia mengatakan kargo Bandara Hang Nadim, dipersiapkan untuk menopang industri yang ada di Batam.

“Semuanya kami persiapkan untuk arah yang lebih baik ke depannya.” pungkasnya.(ska)

3 Hal yang Harus Diperhatikan Pengusaha Pemula

0

batampos.co.id – Bagi Anda yang ingin menjadi seorang entrepreneur, harus benar-benar mempersiapkan diri. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memulai usaha.

CEO Dusdusan.com Christian Kustedi, membagikan 3 hal yang perlu diperhatikan oleh pengusaha pemula. Meskipun krusial, ketiga hal ini pada kenyataannya masih sering dilakukan berulang kali oleh mereka yang baru saja memulai bisnis.

Para pelaku UMKM di Kota Batam saat mengikuti pameran di gedung Imperium Superblock beberapa waktu lalu. Foto: Immanuel Sebayang/batampos.co.id

Berikut tipsnya: 

1. Pahami hukum pareto bisnis.

Prioritaskan hal yang benar-benar penting dan dapat memberikan hasil kepada bisnis kita. Contohnya, ketika baru memulai bisnis, seringkali pengusaha pemula menghabiskan banyak resource dan waktu untuk menggarap logo yang paling ideal, renovasi kantor kekinian, cetak kartu nama fancy dan berbagai kebutuhan lainnya yang sebenarnya bukan prioritas.

“Stop menghabiskan sumber daya untuk memoles bisnis terlihat dan terasa real. Pada tahap awal, yang lebih penting adalah merencanakan dan mempersiapkan produk dan customer service,” ujar Christian, di Jakarta, Minggu (30/6/2019).

2. Perhatikan produk.

Baik produk fisik maupun digital, pengusaha pemula kadang memiliki kecenderungan untuk terus menunggu hinga produknya sempurna. Mempunyai ide tetapi membutuhkan waktu lama untuk eksekusi karena founder terus menunda peluncurannya. Pada kenyataannya, produk apapun yang sedang Anda garap tidak akan pernah sempurna.

“Jangan takut untuk gagal, launching dulu dan dapatkan feedback dari user atau customer. Dari feedback itulah, kita dapat terus menerus meningkatkan kualitas dan pengembangan produk agar semakin relevan dengan kebutuhan pasar. Ingat, tidak ada hal yang sempurna,” tambah Christian.

3. Nafas dari bisnis itu sendiri yaitu uang.

Dalam berbisnis, uang didapatkan dari penjualan. Semakin cepat Anda merilis produk, semakin cepat Anda dapat menghasilkan penjualan dan semakin besar peluang untuk berkembang.

Menjalankan usaha membutuhkan proses yang panjang. Menjadi pengusaha bukanlah hal yang mudah. Banyak faktor dan fase yang harus dilalui. Namun dengan pengalaman, jiwa entrepreneurship seseorang secara perlahan akan terbentuk.(mg8/jpnn)

Satu Titik di Batam yang Aku Suka; Batu Merah

0
Salah satu sudut Batu Merah. Ayu (inzet).
foto: batampos.co.id / bobi bani

batampos.co.id – Batu Merah. Pernah main-main ke sana? Tempat ini ialah titik paling favorit Ayu.

“Semuanya ada di sini,” ucap Ayu R Mulia.

Ayu berkisah Batu Merah ialah pusat kuliner. Ada lotek/pecal Mak Uwo, mpek-mpek Kak Tika, cendol Mak Uwo, Lakse Pelantar, roti prata, air tahu Mamak Ajon, rendang Mak Aji, lontong mak ilen, nasi goreng Kondang Raya, Bakso Mas Eko, sate ajo.

“Dan banyaaaak lagiiii yang bikin kangeen kalau lagi gak di Batam,” aku lulusan SMA Indo Global-Asia ini. Kini Ayu bersama suami tinggal di Jakarta.

Selain kuliner yang mewakili beragam suku di Indonesia, Batu Merah itu juga kampung yang dekat dengan pantai.

Rumah di atas bukit lautnya di bawah, banyak juga rumah-rumah yang dibangun di pinggiran pantai yang disebut pelantar.

Hasil laut segar yang beragam tak jarang dijual langsung dengan dijaja keliling oleh istri atau sanak sodara nelayan.

Kenangan masa kecil anak-anak yang tumbuh di Batu Merah yang pastinya pernah merasakan dinginnya laut kalau lagi mandi di ujung-ujung pelantar.

“Jangan heran anak-anak khususnya laki-laki Batu Merah mayoritas tumbuh menjulang tinggi karena suka mandi laut,” tutur Ayu. “Hehe. Kecuali Ayu karena memang tak pandai berenang.”

“Di atas bukit dari depan rumah Ayu,” imbuhnya. “Kita bisa lihat dengan jelas siluet pemandangan tempat pariwisata yangg terkenal di Singapura.

“Gedung yang diatasnya kayak ada kapal itu loh…” kisahnya. “Yang deketan sma Merlion Park, sebelah-sebelahanan dengan bianglala.”

“Dulu kalau malam tahun baru jadi hiburan seru buat kami warga Batu Merah. Ramai-ramai naik ke bukit yang lebih tinggi biar bisa lihat dengan jelas kembang api yang sangaaat cantik dari seberang (Singapura, red).” (ptt)

Sah, KPU Tetapkan Pasangan Jokowi – Maruf sebagai Pemenang Pilpres

0

batampos.co.id – Bertempat di Gedung KPU RI saat rapat pleno penetapan hasil Pilpres 2019, Ketua KPU Arief Budiman mengumumkan penetapan pemenang Pilpres. Pasangan 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

Pada kesempatan itu Pasangan 01 hadir lengkap. Adapun pasangan 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno tidak nampak hadir.

Jokowi dan Maruf yang kompak mengenakan baju warna putih melangkah bersama saat memasuki gedung KPU dengan pengawalan ketat pasukan pengamanan presiden (Paspampres). (ptt/rmol)

Resep Panjang Umur Dari Penyintas Kanker Otak, Stop Makan di Luar, Tetap Rajin ke Fitnes

0

HERRY Gunawan meniti sepeda motornya. Melaju di tengah keramaian kendaraan pagi itu. Dia berhenti di area parkir kompleks olahraga POR Surya Naga, Bubutan, Surabaya.

Herry lantas berganti pakaian. Kemudian masuk ke ruangan berukuran kurang lebih 5 x 10 meter. Ada banyak alat olahraga seperti treadmill, smith machine, cable machine, dan squat rack.

Pria 44 tahun tersebut mendekati smith machine. Duduk di kursi di tengah alat itu. Punggungnya bersandar. Dia mulai menggenggam besi panjang di atasnya.

Gerakan tangannya vertikal, meletakkan besi panjang yang sudah dibebani dengan barbel itu menuju tatakan di atasnya.

Beberapa waktu Herry berlatih dengan alat tersebut. Sebelum berpindah ke alat lainnya.
Hampir setiap hari Herry mendatangi tempat kebugaran itu.

Lelaki tersebut pernah hampir mendekati ajalnya. Gara-gara penyakit yang menyerang tubuhnya.

Pada Oktober 2015 dia merasa pusing berkepanjangan. Jalan saja sudah tak seimbang. Dokter mengatakan bahwa Herry menderita penyakit kronis.

Namun, dokter tak memberi tahu secara pasti apa penyakitnya. Istri Herry, Efie Yuliana, yang diberi tahu bahwa sakitnya itu adalah kanker otak stadium IV.

Biasa disebut GBM. Bahkan, Herry tidak diberi tahu divonis hanya memiliki sisa umur 6 bulan.

Karena merasakan tubuhnya yang semakin tidak beres, saat di rumah Herry menggeledah lemari dan membuka semua berkas dari rumah sakit secara sembunyi-sembunyi. Dia mencari tahu semua keterangan yang tertulis dalam berkas melalui internet.

”Saya syok dan sempat stres juga,” paparnya.

Herry Gunawan, 44, saat melatih kebugaran di POR Suryanaga, Surabaya, Jumat (21/6) lalu. Herry merupakan survivor kanker otak yang bertahan setelah divonis hanya memiliki peluang hidup selama 6 bulan. Namun, 4 tahun ini ia masih bisa bertahan dengan gaya hidup sehat. Foto: Ahmad Khusaini/Jawa Pos/jpg

Namun, Herry menyadari bahwa kebiasaan buruknya yang lain yang mungkin menjadi pemicu GBM. Yakni makan makanan tidak sehat, begadang, dan merokok.

Untuk membantu kesembuhannya, dia menjalani operasi pertama pada November 2015. Pada pemeriksaan MRI, di otaknya masih tersisa sedikit sel kanker.

Dia harus dioperasi lagi pada 2017. Selanjutnya, dia menjalani serangkaian pengobatan kemoterapi dan radiasi.

Sejak menjalani proses pengobatan, hari-harinya dilalui dengan mencoba memperbaiki gaya hidup. Herry berhenti total merokok.

Makan dan tidur lebih diatur. Dia tak lagi sering makan di luar rumah. Makan makanan masakan istrinya di rumah dirasa yang paling aman.

Selain itu, Herry lebih sering fitnes. Dia yakin sebenarnya bukan penyakitnya itu yang membatasi umurnya. Sang Penciptalah yang mengatur umur setiap orang. Keluarga selalu mendukung kesembuhannya. Terutama istrinya.

”Tak henti-hentinya istri saya memberi semangat saat saya sedang down,” kenang Herry.

Pemantik semangatnya yang lain adalah saat mengetahui saudaranya yang lebih muda meninggal. Hingga hampir empat tahun berselang, keadaannya jauh lebih baik.

Herry tetap menjalani pekerjaan sebagai tenaga pemasaran perusahaan besi. Bedanya, dia lebih berhati-hati terhadap kesehatan. Setiap sakit kepala sedikit, dia waswas penyakit GBM itu datang lagi.

”Saya konsultasikan dengan dokter langsung bila kepala pusing,” ucap ayah dua anak tersebut.

Saat ini, Herry sudah sehat. Bahkan, tak terlihat sebelumnya dia pernah sakit kronis. Yang menangani Herry adalah Dr dr Asra Al Fauzi SE MM SpBS (K) FICS IFAANS.

Dokter yang tergabung dalam tim dokter Brain and Spine Center RS Mitra Keluarga Surabaya itu menyatakan tidak menyangka Herry dapat bertahan hingga hampir 4 tahun. (*/c9/ayi/jpnn)

Mengintai Jodipan, Kampung Warna-Warni di Malang Jawa Timur

0

TAK selamanya perkampungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) selalu terkesan kumuh dan tidak terawat. Anggapan ini, dipatahkan Kampung Warna-warni dan Tridi yang terletak berseberangan di bantaran Sungai Brantas, Jodipan, Malang, Jawa Timur.

Beberapa tahun berbenah, kampung itu kini semakin kinclong. Tak hanya kaya warna, tapi juga kawasannya semakin bersih, setelah ada program pengecatan ulang oleh warga.

Salah satunya dilakukan Sony Parin yang mengecat genteng rumahnya dengan warna biru.

Dia menyebutkan, pengecatan ulang dilakukan jika memang sudah dirasa warnanya sudah memudar.

”Tidak semua rumah. Cuma beberapa rumah yang memang dirasa catnya memudar,” ungkapnya, Kamis (20/6/2019) lalu.

Kampung Warna Warni dan Kampung Tridi dipisahkan sungai. Foto: Ahmad Nurhidayat/Radar Malang

Dia menjelaskan, untuk pengecatannya, warga menggunakan uang kas. Uang itu dibelikan cat dan digunakan secara bersama-sama.

”Tentunya, itu dari hasil iuran warga juga. Jadi, tidak memberatkan,” terang bapak dua anak tersebut.

Sony menambahkan, untuk pengecatan ulangnya juga tidak selalu menunggu pudar. Namun, dalam momen tertentu ada juga warga yang mengecat ulang rumahnya.

”Misalnya, seperti Piala Dunia tahun lalu kami cat ulang dan disesuaikan dengan tema sepak bola,” imbuh pria yang juga ketua RW 02 itu.

Di sisi lain, dengan adanya pengecatan ulang itu selain untuk peremajaan juga untuk menjaga warnanya. Jadi, saat dilihat tetap enak dipandang.

”Kalau ada satu saja yang hilang atau warnanya sudah pudar, kan tidak enak dilihat. Karena itu, kami terus perbarui cat dan kreasi-kreasi gambarnya agar selalu tampak baru,” ungkapnya.

Pintu masuk Kampung Wisata Jodipan Malang. Foto: Hanung Prabowo/Blogger

Kampung yang dulunya kumuh kini tampil cantik dengan warna mencolok dan mural yang menghiasi dinding rumah warga Jodipan.

Sehingga tak dinyana, kampung yang dulu dihindari ini, kini menjadi kampung wajib kunjung bagi para pejalan yang berkunjung ke Malang.

Selain warna dan mural yang unik, kampung ini juga menjadi lahan selfie bagi anak muda.

Dengan dijadikannya Kampung Warna-Warni dan Tridi sebagai destinasi wisata telah banyak mengangkat perekonomian warga melalui berjualan makanan dan minuman.

Serta mengubah perilaku warga yang sering membuang sampah di sungai. Nah, untuk berwisata di Kampung Warna-Warni ini, cukup membayar sebesar Rp 2.000 per orangnya.

Tiket masuknya berupa stiker yang bisa dijadikan kenang-kenangan. Untuk biaya parkir kendaraan bermotor sebesar Rp 2.000 per sepeda motor, Rp 5.000 per mobil, dan untuk bus pariwisata berkisar dari Rp15.000 sampai Rp 25.000.(AHMAD NUR HIDAYAT/Radar Malang)