Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11180

Pengelola Pelabuhan Pelni Berjanji Akan Tingkatkan Pelayanan

0

batampos.co.id – Pengelola Pelabuhan Indonesia (Pelni) di Batuampar, Kota Batam berjanji akan meningkatkan pelayanan sehingga memberikan kenyamanan kepada para penumpang.

General Manager (GM) Komersil dan Pengembangan Usaha Kantor Pelabuhan BP Batam, Johan Effendi, mengatakan, pihaknya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang kapal Pelni terutama saat mudik lebaran Idulfitri 1440 Hijriah.

”Kami tidak akan diam saja dan akan mengupayakan beberapa hal untuk meningkatkan pelayanan,” jelasnya.

Calon penumpang kapal Pelni antre di pintu keberangkatan Pelabuhan Batuampar, Kamis (23/5) lalu. Penumpang kapal Pelni mengeluhkan kondisi Pelabuhan Batuampar yang dinilai kurang layak dan perlu peningkatan layanan. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Johan menegaskan, BP Batam tidak akan pernah mengabaikan pengguna jasa. Tapi lanjutnya memang membutuh waktu untuk memberikan pelayanan optimal.

Ia juga mengatakan bahwa Pelabuhan Pelni akan kembali ke Sekupang, minimal saat Lebaran berikutnya.

”Cuma sekarang untuk renovasi terminal, kami masih harus siapkan anggaran. Memang masih banyak kekurangan, makanya kami minta pengertiannya,” tuturnya.(leo)

2 Timbangan Bagasi di Bandara Hang Nadim Batam Masih Disegel

0

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam masih menyegel dua timbangan bagasi penumpang di Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (27/6). Sementara tiga lainnya sudah dilepas segelnya.

Selain itu, Disperindag juga telah melakukan tera ulang terhadap 22 timbangan lainnya. Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso mengatakan, sejak perbaikan timbangan dilakukan, lalu berlanjut dengan adanya sidak Disperindag, hingga kini konter-konter yang timbangannya disegel memang sengaja tidak dioperasikan.

“Sejak awal perbaikan sampai sekarang, konter yang timbangannya disegel (Disprindag) memang tidak ada kegiatan,” katanya.

Ia mengatakan, proses perbaikan timbangan dilakukan oleh PT Metrical yang sudah memiliki lisensi. Hanya saja, kesalahan terjadi.

Menurut Suwarso, kurang terjalinnya komunikasi yang baik antara pihak bandara, pihak ketiga, dengan Disperindag Kota Batam. “Miskomunikasi saja,” tuturnya.

Petugas Disperindag Kota Batam melakukan tera dan kalibrasi timbangan bagasi penumpang di Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (27/6/2019). Saat ini masih ada dua timbangan di konter pemeriksaan Bandara Internasional Hang nadim Batam yang disegel tim Disperindag. Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

Terkait timbangan yang dimiliki Hang Nadim, kata Suwarso, semuanya masih baru dan baru dipasang tahun ini.

Ia mengatakan hanya ada satu timbangan yang dipasang tahun lalu. “Hampir semuanya 2019, satu ada aja 2018,” ucapnya.

Suwarso menjelaskan soal segel timbangan yang terbuka, hal itu terjadi karena ada perbaikan timbangan. Sehingga segelnya sengaja dibuka.

“Bukan terputus, tapi memang sengaja diputuskan supaya bisa diperbaiki.”

Meski begitu, Suwarso menjamin tidak ada pengurangan atau penambahan timbangan. “Kami tidak main-main dalam hal ini,” katanya.

Sementara Disperindag Kota Batam memastikan tera ulang alat timbangan bagasi penumpang di Bandara Hang Nadim tidak membuat pemeriksaan terhenti.

“Tera ulang tidak pengaruhi pemeriksaan,” kata Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau.

Kini, lanjut dia, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sedang mengkaji lebih lanjut langkah pemeriksaan termasuk penyiapan berkas pemeriksaan.

Dalam hal ini ia memastikan yang diperiksa adalah pihak pengelola bandara.

“Kami tidak bicara pihak ketiga. Dengan pihak ketiga adalah urusan internal mereka pengelola dan pihak ke tiga,” imbuhnya.(iza)

PGN dan Pelindo III Sinergi Bangun Terminal LNG di Tanjung Perak

0

batampos.co.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan sinergi BUMN dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III, melalui anak perusahaan masing-masing, untuk membangun terminal LNG (liquified natural gas) di Terminal Teluk Lamong, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Acara penandatanganan perjanjian tentang sinergi pembangunan, pengoperasian, dan pengelolaan fasilitas tersebut disaksikan oleh Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Edwin Hidayat Abdullah, mengatakan, bahwa sinergi antara Pelindo III dan PGN tersebut merupakan bentuk nyata dari kesepakatan sebelumnya antara Pelindo III Group dan Pertamina Group (sebagai induk perusahaan PGN) yang gencar mengeksplorasi kerja sama di sektor logistik energi.

“Ini merupakan breakthrough (terobosan). Dengan sinergi ini diharapkan adanya pasokan availabilitas dan reliabilitas atas pasokan energi (yang ke depannya) hingga ke timur Indonesia, ” katanya.

“Sehingga nantinya menuju kondisi pasokan gas yang sustain (memadai). Kerja sama ini tidak hanya baik untuk BUMN, tetapi juga untuk semua, karena lebih ramah lingkungan,” katanya lagi.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso, menambahkan, anak usaha PGN, yakni PT PGN LNG Indonesia (PLI) bekerjasama dengan PT Pelindo Energi Logistik (PEL) selaku lini usaha Pelindo III di bisnis logistik energi, akan menggarap tiga fase pembangunan.

“Dalam skema distribusi dan transmisi gas, pasokan LNG dapat dikapalkan dari sumur di Bontang/Tangguh bahkan LNG impor, apabila pasokan LNG domestik tidak mampu lagi memasok kebutuhan LNG untuk domestik,” ujarnya.

Gigih Prakoso melanjutkan, kemudian LNG ditampung di terminal LNG yang mempunyai fasilitas storage sementara dan dan di-breakbulk dengan filling unit untuk penjualan ritel. Dengan begitu, LNG bisa langsung mengalir ke konsumen melalui jaringan pipa.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso (kiri) bersama Dirut Pelindo III Doso Agung (kanan) bersama Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN, Edwin Hidayat Abdullah (tengah) seusai penandatangan kerja sama di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (26/6/2019). (Dok.Humas PGN)

Selain itu, LNG juga dimungkinkan untuk dilakukan pendistribusian melalui truk kepada konsumen ritel (LNG trucking).

Pada fase pertama, pembangunan akan fokus kepada fasilitas regasifikasi di kawasan lepas pantai dan menggunakan storage sementara, dengan utilisasi kapal LNG ukuran sedang yang sesuai ukuran jetty(dermaga) eksisting di Terminal Teluk Lamong.

“Perpipaan dari jetty menuju onshore regasification unitakan sangat efisien karena bisa ditempatkan di atas pilecap conveyor yang sudah ada untuk melayani bongkar curah kering di Terminal Teluk Lamong. Sedangkan luasan area yang disiapkan Pelindo III untuk fasilitas regasifikasi mencapai 2,5 hektar, sehingga sangat memadai,” katanya.

Fase kedua yaitu pembangunan terminal pengisian LNG skala kecil (Iso Tank 20 feet – 40 feet container) untuk distribusi LNG di luar sistem pipa PGN dan ship to truck LNG bunkering.

Fase paling akhir mencakup pembangunan tangki LNG permanen. Dimulai dengan dengan ukuran 50.000 cbm, sebagai pengganti floating storage untuk memenuhi kebutuhan suplai gas sistem pipa PGN di Jawa Timur.

Fasilitas tersebut dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan sampai dengan 180 MMSCFD. Pengoperasian penuh pada 2023, dan dapat berkembang untuk pemenuhan semua kebutuhan gas di Jawa Timur sebesar 600 MMSCFD dalam jangka panjang.

Gigih Prakoso mengungkapkan pembangunan permanen yang bertahap ini akan mengurangi biaya Capex dan Opex secara signifikan bila dibandingkan dengan fase-fase awal sebagai solusi sementara.

“Karena adanya pengurangan Opex dari hilangnya pembiayaan sewa harian FSU dan berkurangnya biaya marine operation,” jelasnya.

“Untuk Capex sendiri akan berkurang dengan signifikan karena menggunakan terminal eksisting. Salah satu biaya terbesar dalam pembangunan small scale LNG terminal adalah pembangunan jetty dan fasilitas pelabuhan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Doso Agung, Direktur Utama Pelindo III mengatakan terminal LNG ini menjadi langkah sinergi BUMN untuk menopang kebutuhan gas di Jawa Timur, karena bisa memasok hingga 30 MMSCFD.

“Adanya fasilitas ini akan meningkatkan reliability (kehandalan) dan sustainability (keberlanjutan) pasokan gas ke para pelanggan seperti industri, ritel, dan kelistrikan,” kata Doso Agung, pada acara tersebut.

Doso Agung menjelaskan, berdasarkan proyeksi kebutuhan pasokan gas yang tinggi di Jawa Timur.

Pelindo III sebagai pengelola Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menyiapkan Terminal Teluk Lamong dan lini bisnis logistik energinya, PT PE Logistik, untuk membangun fasilitas terminal LNG. Sehingga dapat menjadi gerbang masuk distribusi gas PGN untuk pasar Jawa Timur mengingat lokasi Pelabuhan Tanjung Perak yang strategis.

“Pasokan LNG akan semakin lancar sehingga biaya logistik dapat ditekan,” jelasnya.

“Selain itu diharapkan juga ada dampak ikutan berupa peningkatan daya saing industri di Jawa Timur, karena kepastian pasokan yang membuat penghematan biaya belanja energi dan peningkatan produksi,” ungkapnya.

Doso Agung mengungkapkan, kehandalan penyediaan bahan bakar gas oleh Pemerintah melalui BUMN-nya akan meningkatkan kepercayaan para pelanggan.

Sehingga juga akan mengakselerasi program konversi bahan bakar domestik dari minyak bumi ke gas bumi yang relatif lebih ramah lingkungan dan efisien.(*)

Tingkatkan Layanan Pengaduan, BP Batam Gelar Bimtek Sistem SP4N-LAPOR Versi 3.0

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP Batam) mengelar bimbingan teknis (Bimtek) sistem Pengaduan Pelayanan Publik Nasional – Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR), Kamis (27/6/2019) di Conference Hall IT Centre BP Batam.

dari rilis yang diterima batampos.co.id, Kepala Biro Pengembangan Manajemen Kinerja (PMK) BP Batam Memet E Rachmat, mengatakan, tujuan bimtek untuk mereaktualisasi terhadap aplikasi LAPOR dalam upaya integrasi dan koordinasi pengelolaan pengaduan pelayanan publik.

“BP Batam saat ini telah terintegrasi secara nasional dalam sistem laporan pengaduan yang dikelola oleh Kementerian PANRB,” ujarnya

Kata dia, selain sistem terintegrasi secara nasional, pihaknya juga mengelola baik itu kotak saran, situs web, maupun laporan langsung.

“Namun saat ini terus dikembangkan pengaduan sistem online dan sistem ini telah diupgrade dari Kementerian PANRB,” jelasnya.

“Untuk itu kami BP Batam selayaknya memahami dan mengundang pakar para narasumber yang ahli untuk bersama mendengarkan belajar menerapkan versi terbaru ini,” ucapnya lagi.

Asisten Deputi Bidang Perumusan Kebijakan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Muhammad Imanuddin, menyampaikan materi “Pelayanan Publik yang Lebih Baik” dalam kegiatan Bimtek Sistem SP4N-LAPOR Versi 3.0. Foto: Dokumentasi humas BP Batam.

Menurutnya, penyelenggara pelayanan publik wajib memberikan pelayanan yang berkualitas. Agar mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi standar pelayanan serta pengaduan pelayanan publik.

“BP Batam memiliki Perka Nomor 12 Tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan pelayanan publik,” katanya.

“Ini sebagai bentuk respon BP Batam dalam mengelola pelayanan publik dan BP Batam juga mengeluarkan SK tim koordinasi pengelolaan pengaduan Nomor 25 Tahun 2016 dan direvisi menjadi Nomor 94 Tahun 2018,” jelasnya.

Ia berharap aplikasi tersebut bisa menjawab perkembangan dan kebutuhan berbagai stakeholder, terutama memberikan kepuasan yang optimal kepada masyarakat.

“Satu sisi masyarakat juga punya hak untuk mendapatkan pelayanan,” paparnya.

Dia mengatakan, di dalam Undang-Undang 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik diwajibkan setiap instansi untuk menyiapkan sarana penyampaian pengaduan dan pengelolaan pengaduan.

“UU tersebut dijabarkan dalam Perpres 76 Tahun 2013 tentang pengelolaan pengaduan pelayanan publik,” ucapnya.

“Dengan demikian kewajiban pengelolaan pengaduan bukan semata niat baik atau sekedar mendekatkan kepada masyarakat, namun memang sudah mejadi kewajiban BP Batam melaksanakan peraturan perundangan,” tambahnya.

Asisten Deputi Bidang Perumusan Kebijakan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Muhammad Imanuddin, menjelaskan, pengaduan adalah bentuk tanggung jawab masyarakat untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Tanpa pengaduan kita tidak pernah tahu apakah pekerjaan kita diterima atau tidak, benar atau tidak di masyarakat,” jelasnya.

Karena itu kata dia, pengaduan benar-benar diperlukan dari masyarakat. Serta menjadi kewajiban masyarakat untuk mengadu kalau memang ada hal kurang berkenan.

“Sehingga pemerintah bisa meningkatkan kualitas pelayanan lebih baik lagi,” ucapnya.

Menurutnya, 0penerapan versi terbaru ini lebih terbarukan untuk memudahkan pengelolalaan pengaduan layanan publik.

“Versi 3.0 lebih milenial dan fitur lebih jelas dan lebih lengkap,” katanya.

“Misalnya dashboard kepada pimpinan bisa otomatis diambil. Kalau dulu masih ada bekerja secara manual,” jelasnya.

Kemudian lanjutnya, data statistik lebih mudah dibaca sehingga bisa menjadi acuan pimpinan terhadap pengaduan apa yang paling banyak diadukan.

“Trendingnya seperti apa, itu ada dalam versi ini.” jelasnya.(*)

Saat Peresmian Masjid Agung Batam II, Ada Lomba Masak Berhadiah Umroh 

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menjamin kalau peresmian Masjid Sultan Mahmud Riayatsyah pada 20 September 2019 mendatang akan berlangsung meriah.

Pihaknya memprediksi akan ada 50 ribu masyarakat Kota Batam akan hadir dalam peresmian tersebut.

Masyarakat yang hadir juga akan menikmati sejumlah agenda pada peresmian masjid yang diberinama Sultan Mahmud Riayat Syah itu.

Salah satunya adalah lomba memasak yang akan diikuti oleh ibu-ibu dari kelompok penganjian dari berbagai kecamatan yang ada di Kota Batam.

Para pekerja menyusun rangka kubah Masjid Sultan Mahmud Riayadsyah. Peresmian Masjid Agung Batam II ini akan dihadiri Ustad Abdul Somad dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Panitia lomba ini juga akan memberi hadiah umroh kepada pemenang lomba memasak tersebut.

Baca Juga: 20 September 2019 Masjid Agung Batam 2 Diresmikan, Wakil Presiden dan Ustaz Abdul Somad Dipastikan Hadir

Agenda lomba memasak berhadiah umroh itu, disampaikan langsung oleh Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, ketika berada di Kampung Tua Tanjung Uma, Kamis (27/6/2019) malam.

“Saya akan kasih hadiah umroh untuk para pemenang, makannya harus ramai datang ke acara peresmian nanti,” kata Rudi.

Para peserta, lanjut Rudi, akan diminta membuat kreasi masakan dari daging sapi yang disiapkan oleh pihak panitia.

Baca Juga: Cerita Dibalik Dibangunnya Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Kota Batam

Di mana dalam peresmian itu nantinya akan ada 24 ekor sapi yang dakan dipotong. Para peserta akan mulai memasak pada malam sebelum hari H peresmian. Pengumuman pememnang akan dibacakan di sela-sela acara peresmian.(bbi)

Ngopi ICMI dan Edutown ala Asman

0

Rabu yang lalu (26/6/2019), Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Batam mengundang saya sebagai Ketua Persatuan Wartawan In­donesia (PWI) Kepri dalam sebuah diskusi santai sambil ngopi sore.

Mereka meminta pandangan saya terkait pem­bangunan ekonomi Batam ke depan. Ketua ICMI Orda Batam, Dendi Gustinandar, menyebutkan, acara itu sengaja dikemas dalam bentuk Ngopi Bareng Cendikiawan Batam.

Sebuah acara sore, dengan format minum kopi dan mencicipi jajanan khas Indonesia sembari bertukar pikiran dalam konteks kebangsaan dan keilmuan.

Dalam diskusi yang dikemas secara santai itu, saya memaparkan salah satu konsen yang perlu lebih diperhatikan oleh para stakeholders Batam untuk ke depan adalah memberikan perhatian lebih serius kepada potensi kaum milenial (kaum muda) Kota Batam.

Potensi ini sesungguhnya dahsyat. Diperkirakan, jumlah kaum muda di Batam antara 26 sampai 30 persen.

Jika mereka diberdayakan, dirangkul, dan disentuh dengan bimbingan yang tepat, maka mereka bisa lebih berkontribusi.

Dari catatan, baru 1 persen sumbangan kelompok usaha digital dan kreatif untuk ekonomi Batam. “Itu pun karena ada Nongsa Digital Park,” tambah Dedi membenarkan.

Pada diskusi yang dipandu oleh Sekretaris ICMI Batam, Raden Dwi Wahyu Wijoyo, dan diikuti beberapa pengurus ICMI Batam itu, saya menjelaskan bahwa konsentrasi pembangunan di Batam memang sudah benar, yakni mengejar perbaikan infrastruktur jalan, jembatan, dan penataan akses transportasi.

Dengan infrastruktur yang semakin baik, jalanan yang semakin lebar, orang-orang akan senang ke Batam. Ini menunjang sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan ekonomi Batam di tengah kelesuan sektor lainnya.

Namun demikian, potensi sektor wisata dan ekonomi kreatif sebetulnya bisa lebih ditingkatkan. Syaratnya, fokus dan melibatkan semua pihak berkaitan dengan sektor tersebut.

Dalam industri wisata, misalnya, sebetulnya ada dua pendekatan yang harus difokuskan, yakni how to package dan how to sale.

Sebaik apapun potensi wisata kita, jika tak pandai mengemas (how to package), orang tak akan tertarik. Di sisi lain, secerdik apapun kita mengemas, jika tak pandai menjual (how to sale), ya hampir tak ada arti.

Jadi, semua stakeholders harus satu visi untuk wisata ini. Antara pemerintah dengan dewan, dan pelaku wisata, asosiasi, PHRI, Asita, travel, mesti duduk bersama. Juga soal anggaran.

Bagaimana mau menjual jika anggaran promosinya kurang? Untuk itu, Pemko Batam juga harus memperkuat tim lobi yang piawai melobi dewan dan pimpinan untuk urusan anggaran promosi wisata ini. Harus yang lentur.

Bukan yang kaku. Kalau kaku berhadapan dengan dewan, atau pimpinan, ya sulit menggolkan anggaran promosi wisata.

Demikian juga pengem-bangan destinasi dan event-event wisata. Juga terkait suvenir dan pusat-pusat suvenir produksi UMKM yang harus digalakkan di kampung-kampung tua, hotel, restoran, dan berbagai venue lainnya.

Ini harus melibatkan PHRI, Asita, pemda, dan DPRD sebagai regulator serta masya-rakat dimana wisatawan akan diarahkan. Alhamdulillah, saya pernah belajar soal wisata dan hospitality ini ke tujuh negara bagian di Amerika atas undangan Kemenlu AS tahun 2009. Hehe…

Edutown ala Asman

Di sisi lain, saya teringat diskusi yang lain dengan salah satu “begawan” ekonomi Batam, Asman Abnur.

Pria berdarah Minang yang insya Allah akan duduk untuk periode ketiga di DPR RI itu, saat ini sedang giat mem­bangun sebuah kompleks pendidikan dan bisnis yang dia sebut “edutown”, kota pendidikan.

Letaknya di kawasan Tiban, persisnya Tiban Ayu. Nah, ternyata, di kompleks seluas 26 hektare itu, mantan menteri PAN RB dan mantan wakil wali kota Batam itu juga mempersiapkan destinasi wisata.

Ya, wisata pendidikan. Hampir tiap hari ada saja kunjungan anak-anak sekolah, tamu dari dalam dan luar Batam datang berkunjung. Dia juga sudah melengkapi semua fasilitas praktikum bagi mahasiswa politeknik pariwisata (BTP) dan Iteba.

Di sisi halaman depan kampusnya, sudah ditanami aneka bunga dan buah-buahan. Salah satunya durian jenis unggul, musang king. Kelak, durian itu dibungkus khusus agar pengunjung dan mahasiswa tidak terganggu.

Di sisi lain, di sebuah lahan kontur berbukit, Asman akan membangun function hall yang dapat digunakan untuk aneka acara. Bisa untuk wisuda, pertemuan, workshop, serta acara pertemuan lainnya.

Ini juga potensi wisata MICE (meeting, incentive, conference, dan exhibition). Dari sini, mata pengunjung dapat melihat ke laut lepas di atas Tiban menghadap ke Singapura. Saat itu, saya diajak berkeliling bersama sahabat saya, Socrates.

Sementara itu, kembali ke acara ICMI di atas, pembicaraan terus berkembang ke hal-hal yang lebih substantif. Para pengurus ICMI Batam yang banyak juga dari kalangan pelaku bisnis itu, terlihat antusias mendengarkan penjelasan saya yang kebetulan sudah mengabdi di dunia media selama 26 tahun.

Kami yang bekerja di media ini memang bukan manusia unggul. Namun kami “mengerti sedikit tentang banyak hal”. Kami bukan ahli seperti spesialis yang “mengerti banyak tentang hal-hal sedikit”.(*)

Woww, Beli Susu Gratis Beras 5 Kilogram

0

batampos.co.id – Pusat perbelanjaan terbesar dan terlengkap, Hypermart Mega Mall Batam Center, menawarkan promo setiap pembelian dua produk susu Pedia Sure,  konsumen mendapatkan hadiah langsung beras 5 kilogram.

Manager Area Hypermart Mega Mall Batam Center, Endi Girsang, mengatakan, promo ini berlaku hingga 10 Juli mendatang.

Untuk hadiahnya tersedia produk Gold Rice 5 kg atau Topi Koki Setra Ramos 5 kg.

”Jadi, promo ini waktunya terbatas, dan konsumen bisa memilih salah satu produk beras saja,” ujar Endi, Kamis (27/6/2019).

Kasir Hypermart Mega Mall Batam Center, Wulan menunjukkan produk susu yang promo. Foto: Yogi untuk Batam Pos

Selain produk Pedia Sure, konsumen juga bisa mendapatkan promo untuk produk susu lainnya.

Seperti Bebelac 4 beli 2 gratis 1, Bebelac Gold 3 beli 1 gratis 1, Chil School Platinum beli 2 gratis 1, Enafgorwa A=3 beli 1 gratis 1, Frisian Flag beli 1 gratis 1, dan Frisian Flag 800 gram spesial harga Rp 72.900.

”Masih banyak lagi produk lainnya. seperti Hilo, Zee. Tentunya harga yang kami tawarkan paling murah,” kata Endi.

Endi menambahkan, hingga akhir pekan ini pihaknya juga menawarkan promo pembelian aneka daging.

Seperti daging giling premium Rp 12.590 per 100 gram, daging rendang spesial Rp 11.690 per 100 gram, serta dada tanpa kulit dan tulang Rp 6.590 per 100 gram.

”Untuk ikan, ada patin, dendeng cabut duri, dan gurita potong. Kemudian pembelian Kraft dengan diskon 10 persen, seragam sekolah diskon 20 persen,” katanya.

Untuk informasi dan pembelian produk Hypermart ini bisa mengunjungi toko Hypermat di Nagoya Hill, Mega Mall, dan Mall Botania 2.(opi)

4 Tantangan Pada Proses Sertifikasi Kampung Tua di Kota Batam

0

batampos.co.id – Pemko Batam menargetkan proses sertifikasi 37 titik kampung tua rampung paling lama pada awal Oktober 2019 mendatang.

Target tersebut diharapkan bisa terlaksana meskipun tim di lapangan akan berhadapan dengan sejumlah tantangan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi merinci ada beberapa kendala yang nantinya akan ditemui tim teknis dari Pemko Batam yang dikepalai Asisten I bidang Pemerintahan dan tim dari Rumpun Khasanah Warisan Budaya (RKWB) Kota Batam, ketika melakukan pendataan.

Tugu Kampung Tua Tanjung Buntung, Bengkong. Foto. Cecep Mulyana/batampos.co.id

Berikut beberapa kendala ang diprediksi akan ditemui tim di lapangan:

1. Warga Tidak Tinggal di Lahan Miliknya Sendiri

Meskipun jumlah pastinya tidak diketahui, Rudi mengatakan jika warga yang berada di kampung tua masih ada yang tinggal dengan cara menumpang di lahan milik warga lain. Kondisi ini tidak diperbolehkan dalam proses sertifikasi yang tengah disiapkan.

Untuk itu Rudi mengingatkan kepada masyarakat yang tidak tinggal di lahan miliknya sendiri untuk bisa secepatnya berkoordinasi dengan pemilik lahan agar proses sertifikasi bisa dilakukan.

2. Ukuran Lahan Tidak Beraturan

Tidak bisa dipungkiri, kebanyakan masyarakat di kampung tua membuat rumah tanpa perhitungan yang matang. Akhirnya luasan lahan rumah yang dihuni sulit untuk ditentukan.

Untuk mempercepat prosesnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengingatkan agar tim di lapangan bisa terus berkomunikasi denga pemilik lahan. Dengan begitu akan terjadi kesepakatan di mana batas-batas toleransi terhadap pengukuran bisa digunakan.

Dan untuk menjamin kesepakatan tersebut, dikeluarkan dengan aturan yang mengikat, sehingga tidak menghadirkan persoalan di belakang hari.

“Kalau sudah sepakat tidak bisa diganggu gugat lagi, sehingga bisa langsung dikeluarkan SK. Itu (Hasil pengukuran) jadi dasar untuk dikeluarkan SK,” kata Rudi.

3. Pengukuran Rumah di Sempadan Laut

Warga yang tinggal di sempadan laut tidak akan mendapatkan hak milik atas lokasi yang mereka tempati. Pemerintah hanya akan megeluarkan status hak guna bangunan (HGB) dan hak pakai selama 20 tahun.

Mereka yang tinggal di sempadan laut yang ketika surut tidak lagi tersentuh air akan mendapatkan HGB atau hak pakai ini. Sementara warga yang tinggal di laut yang ketika surut masih tetap ada air di bawah kediamannya, tidak akanmendapatkan fasilitas ini.

4. Kemungkinan adanya oknum bermain

Kemungkinan adanya oknum yang bermain ini, menjadi salah satu perhatian Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Dalam pertemuan dengan masyarakat di Kampung Tua Tanjung Uma, Kamis (27/6/2019) malam, Rudi mengingatkan agar masyarakat tidak tertipu oleh orang yang mengaku menjadi bagian dari tim teknis di lapangan.

Ia mengingatkan bahwa tim di lapangan itu hanya terdiri atas unsur di Pemko Batam dan RKWB saja.

“Kalau ada yang mengaku dari tim sukses ini dan itu, jangan percaya, jangan tergoda untuk ikut arahan oknum-oknum itu, saya ingin pastikan tidak ada oknum yang bermain,” kata Rudi.(bbi)

Gunakan Jalur Reguler dan Prestasi, SMK Negeri 1 Batam Terima 348 Siswa Baru

0

batampos.co.id – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK Negeri 1 Kota Batam akan dibuka pada Senin (1/7/2019). Tahun ini, SMK tidak menggunakan sistim zonasi seperti di SMA.

Dalam PPDB tahun ini, SMK Negeri masih menggunakan sistim regular, prestasi dan perpindahan orang tua.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Kota Batam, Muhammad Hudawi, menuturkan, pada PPDB 2019 pihaknya akan melakukan menerima sebanyak 348 siswa baru.

Kata dia, untuk jalur prestasi sesuai surat edaran Kementrian Pendidikan kuotanya dinaikkan dari 5 persen menjadi 15 persen.

“Kita masih sistim regular dan prestasi. Di mana nantinya setiap calon siswa boleh memilih 3 jurusan yang berbeda,” ujarnya, Kamis (27/6/2019).

Pihak SMK Negeri 1 Kota Batam memasang pengumuman tata cara pendaftaran PPDB di pintu gerbang sekolah. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

Kata dia, untuk tes penerimaan nantinya tetap berdasarkan bakat dan minat calon peserta didik.

Tahapannya adalah tes online, wawancara, harapan dan impian siswa kedepannya.

“Nanti juga ada pengenalan dasar jurusan, pengetahuan tata tertib sekolah, tes bahasa inggris dan juga pengecekan rapor semester ganjil (semeter 1,3 dan 5),” terangnya.

Baca Juga: Gubernur Kepri Ultimatum Panitia PPDB Tingkat SMA/SMK 2019

Perihal pemeriksaan rapor semester ganjil, ia menjelaskan, nilai pada semester itu merupakan nilai rill yang cukup berbeda dengan nilai pada semester genap.

Hal ini merupakan kriteria khusus dan tersendiri yang dimiliki oleh SMK Negeri 1 Batam.

“Serta menyerahkan bukti fisik, seperti kertas yang berdasarkan nomor antrian tes verifikasi yang didownload di website sekolah yang telah di print out,” jelasnya.

Ia menambahkan, SMK Negeri 1 Kota Batam membuka penerimaan untuk 6 jurusan dengan kriteria dan syarat pemerimaan.

Baca Juga: KPK, Tim Saber Pungli dan Ombudsman RI Awasi PPDB Tingkat SMA/SMK 

Pihaknya berharap masyarakat memahami ketentuan PPDB yang sudah sudah didesain oleh pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Jadi masyarakat tidak ada yang memaksakan dirinya apabila anaknya tidak lolos, karena itu sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah,” paparnya.(cr1)

24 Ekor Sapi Dipotong Saat Peresmian Masjid Agung Batam II

0

batampos.co.id – Sebanyak 24 ekor sapi akan dipotong saat peresmian Masjd Agung Batam II pada 20 September 2019 mendatang.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, saat peresmian masjid yang diberinama Sultan Mahmud Riayat Syah itu dapat dihadiri lebih dari 50 ribu orang.

“Saat peletakan batu pertama dihadiri 25 ribu orang dan saat peresmian kami berharap bisa dihadiri minimal 50 ribu orang,” katanya, Kamis (26/6/2019) malam.

Para pekerja menyusun rangka kubah Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Peresmian Masjid Agung Batam II ini akan dihadiri Ustad Abdul Somad dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Rudi menjelaskan, apa yang dilakukan Pemko Batam tidak hanya sekedar menghadirkan tempat ibadah untuk umat.

Baca Juga: Cerita Dibalik Dibangunnya Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Kota Batam

Masjid yang berada di Tanjunguncang, Batuaji, itu diharapkan dapat menjadi ikon wisata religi di Kota Batam dan wilayah Provinsi Kepri.

“Wisata yang ada sekarang sifatnya umum, maka sengaja kita gaungkan wisata religi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Rudi.(bbi)