Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 11181

Kebakaran di Baloi Persero, Wali Kota Batam: Jangan Ada Pihak yang Memanfaatkan Keadaan

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi meminta kepada semua pihak untuk tidak memanfaatkan keadaan atas terbakarnya rumah liar (Ruli) di Baloi Persero, Lubukbaja.

Kata dia, sumbangan darimana saja dapat disalurkan kepada para korban kebakaran.

Barang-barnag dapur milik korban kebakaran di Baloi Persero, Lubukbaja, Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Namun harus disampaikan secara transparan jumlah atau bantuan yang diberikan. Serta harus tepat sasaran.

“Jangan sampai terjadi fitnah atau tuduhan. Jangan ada yang bermain, lakukan secara transparan,” pinta Rudi.(she)

Korban Kebakaran Baloi Persero Diminta Mengungsi di Kantor Camat

0

batampos.co.id – Para korban kebakaran di Rumah Liar (Ruli) Baloi Persero bawah, Kota Batam, diminta untuk mengungsi ke kantor Camat Lubukbaja.

Hal ini disampaikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, saat meninjau langsung lokasi kebakaran, Sabtu (22/6/2019) siang.

“Silahkan untuk sementara tinggal di Kantor Camat, nanti kami siapkan,” ujarnya.

“Nanti juga akan dibentuk posko yang diawasi Dinas Sosial,” katanya lagi.

Seorang warga korban kebakaran di Baloi Persero berjalan direruntuhan dan puing-puing rumah mereka yang rata dengan tanah. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Menurutnya, Pemko Batam akan memberikan bantuan berupa alat mandi dan lainnya untuk para korban kebakaran.

Baca Juga: Ruli Baloi Persero Terbakar

Wali Kota juga menyampaikan proses pengurusan dokumen seperti KTP dan KK lebih akan dipermudah.

“Segera lapor, nanti didata oleh RT, nanti kami bantu prosesnya,” janji Rudi.(she)

Polresta Barelang Berikan Kemudahan Korban Kebakaran Baloi Persero untuk Mengurus Dokumen Kendaraan dan SIM

0

batampos.co.id – Polresta Barelang memberikan kemudahan kepada para korban kebakaran Ruli Baloi Persero bawah tepatnya di belakang dealer Indomobil, Lubukbaja, Kota Batam untuk mengurus kembali dokumen-dokumen penting yang berkaitan dengan kepolisian.

“Kita siap membantu korban kebakaran dalam pengurusan surat menyurat. Seperti SIM, STNK dan BPKB,” kata Kapolresta Barelang, Kombes Hengki, Sabtu (22/6/2019).

“Proses akan lebih mudah,” janji Kapolresta.

Namun kata dia, pengurusan dokumen penting itu akan lebih mudah apabila para korban memiliki bukti dan datanya tercatat di kepolisian.

Puluhan rumah liar di Baloi Persero, Lubukbaja terbakar. HIngga saat ini polisi belum diketahui apa yang menyebabkan ruli yang dihuni 154 KK itu dilahap si jago merah. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Silahkan lapor, nanti kami bantu untuk mempermudah proses,” imbuh Hengki.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan tenda pengungsian yang dilengkapi dokter kesehatan.

Baca Juga: Ruli Baloi Persero Terbakar

Kata dia, dokter yang berjaga siap melayani masyarakat yang memerlukan bantuan.

Namun lanjutnya, hingga saat ini, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran.

“Untuk penyebab pastinya masih didalami, kami masih mencari data dan keterangan saksi lainnya,” jelasnya.(she)

5 Jejak Perjuangan Masyarakat Kampung Tua Sejak 2004 Hingga Sekarang

0

batampos.co.id – Tahun 2019 ini nampaknya menjadi tahun di mana masyarakat kampung tua di Kota Batam akan menuai hasil perjuangan mereka.

Ya pemerintah pusat melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan mengeluarkan sertifikat lahan untuk warga di 37 titik kampung tua.

Kabar baik tersebut disambut antusias.

Terutamanya dari Ketua Rumpun Khazanah Warisan Batam (RKWB) Mazmur Ismail, yang mengaku telah menunggu cukup lama.

Lelaki berumur 70 tahun tersebut bahkan sempat berujar akan mengadakan syukuran jika nantinya proses penyerahan hak untuk warga kampung tua ini telah ditunaikan.

Pada prosesnya, perjuangan untuk mendapatkan legalitas dari lahan yang telah ditempati turun temurun oleh masyarakat, bahkan sebelum Batam menjadi kota sejak puluhan tahun lalu ini, diakui Mazmur tidaklah mudah.

Memang angin segar selalu menerpa mereka pada setiap agenda yang diadakan.

Hanya saja hembusan tersebut selalu segera hilang sesaat setelah kegiatan menyoal kampung tua ini diadakan.

“Kita banyak mengalami stagnansi, rencana-rencana untuk proses legalitas kampung tua selalu tertunda, sejak 2004 kita telah mulai berjuang,” kata generasi keempat yang mendiami Kampung Tua Tanjung Uma ini.

Tugu Kampung Tua Tanjung Buntung yang merupak akses jalan masuk ke pamung tua Tanjung Buntung Bengkong. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Berikut 5 jejak perjuangan masyarakat mendapatkan legalitas kampung tua.

1. Dimulai pada 2004

Jejak perjuangan RKWB atas legalitas kampung tua dimulai pada 2004 lalu.

Saat itu perjuangan mereka membuahkan hasil dalam bentuk surat keputusan (SK) yang dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam.

Mazmur tidak menjelaskan detail SK tersebut, akan tetapi terbitnya SK kala itu menjadi kabar baik yang diharapkan bisa terus disusul oleh gerak positif lainnya.

2. Piagam Kampung Tua di 2008

Meneruskan perjuangannya, RKWB pada 2008 lalu mengadakan rapat akbar yang pada intinya meminta Pemkot Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk sepakat segera mengupayakan legalitas kampung tua ini.

Rapat akbar tersebut dinamai dengan piagam kampung tua, karena saat itu ditandatangi kesepakatan untuk percepatan legalitas kampung tua itu sendiri.

3. Tugu Kampung Tua

Rencana percepatan legalitas kampung tua tak berjalan mulus. Dari niat untuk mendapatkan sertifikasi lahan setelah piagam kampung tua itu, nyatanya hanya ada pembangunan tugu kampung tua.

Sebagai penanda ke-37 titik kampung tua yang tersebar di berbagai sudut di Batam.

4. Stagnan

Pembangunan tugu kampung tua, manjadi akhir dari progres yang didapat masyarakat, sebelum kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Batam membawa kabar gembira pada awal April 2019 lalu.

Meskipun tidak ada progres, pihaknya, kata Mazmur, tetap berupaya menjaga semangat masyarakat. Salah satunya tetap menjaga wilayah kampung tua ini, menjaga cagar budaya yang ada di setiap titik kampung tua yang ada.

5. Instruksi Presiden untuk percepatan sertifikasi kampung tua

Percepatan sertifikasi kampung tua, manjadi janji Presiden Jokowi ketika datang ke Batam pada awal April 2019 lalu.

Janji itu ia tunaikan dengan hadirnya Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil beberapa waktu kemudian.

Kedatangan Sofyan Djalil saat itu untuk bertemu dan berdiskusi langsung dengan masyarakat di kampung tua.

Kedatangan berikutnya Sofyan ke Batam pada Jumat (21/6/2019), membawa berita baik. Bahwa proses legalitas kampung tua ini tinggal menunggu hasil tim dari Pemkot Batam yang akan melakukan pendataan, siapa saja yang berhak menerima sertifikat.

Sofyan dalam kunjungannya itu mengatakan tinggal beberapa bulan lagi, bergantung pada gerak tim di lapangan.(bbi)

Sarinah Buka Bisnis Pakaian Di Welcome To Batam

0

batampos.co.id – Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Sarinah Persero akan berinvestasi di Batam. Sarinah berencana membuka Factory Outlet (FO) di depan landmark Welcome to Batam di Bukit Clara, Batamcentre.

FO adalah sebuah bisnis industri pakaian dengan konsep dasarnya yaitu menjual sisa barang dari pabrik kualitas ekspor yang dijual dengan harga terjangkau.

Pada awalnya FO merupakan solusi bagi pengusaha yang dilanda krisis himpitan ekonomi. Tapi saat ini, menjadi bisnis yang memproduksi barang yang akan dijual serta mendistribusikannya.

Khusus untuk Sarinah, FO yang akan dikembangkan diperkirakan akan berkiblat kepada trend atau gaya yang sedang berkembang di negara-negara maju dari Amerika dan Eropa.

Sehingga ditambahkan embel-embel “World” atau dunia sehingga menjadi Factory Wold Outlet.

Director Of Trading & Property PT Sarinah Property , Indyruwani Asikin Natanegara mengatakan Sarina memang berencana membuka FO untuk barang-barang bermerk dari luar negeri dan juga lokal.

Sejumlah turis Singapura berkunjung ke area kuliner yang berlatar belakang landmark Welcome To Batam di Batamcentre. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Kami tengah mencari informasi dan sangat bersyukur bisa diberikan kesempatan. Rencananya kami akan bangun FO di atas lahan seluas 3 hektar yang kami yakin semua orang kesana nanti,” tegasnya, Sabtu (22/6/2019).

Mengenai nilai investasi belum bisa dipaparkan karena baru bisa dipastikan setelah adanya penandatanganan fakta kerja sama antara BP Batam dan Sarinah.

Dari pemberitaan sebelumnya, diperkirakan barang-barang bermerk lokal didatangkan dari Nganjuk, Jawa Timur hingga Nagoya, Batam.

Sedangkan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Edi Putra Irawadi mengatakan BP Batam sangat yakin dengan potensi Batam dalam menggaet investasi baru.

Ia mengatakan BP Batam sudah mengantongi komitmen penanaman modal asing (PMA) seebsar Rp 12,7 triliun pada tahun 2020 mendatang.

“Rencana invesasi tersebut sebagai penanaman yang sudah siap atau sudah masuk pipeline. Kita tinggal eksekusi saja,” jelasnya.

“Saya perkirakan 10 ribu tenaga kerja bisa terserap dari investasi tersebut. Kami sudah punya komitmennya dan sudah punya detailnya,” ujarnya lagi.

Nilai komitmen investasi ini memang berangsur-angsur naik hingga saat ini.

Pada tahun, komitmen investasi yang sudah dikantongi BP Batam sebesar Rp 5,2 triliun, dimana Rp 1,1 triliun sudah terealisasi hingga April lalu.

“Ini belum maksimal. Kami harus manfaatkan peluang dari perang dagang dengan mendapatkan industri sunset dari Tiongkok atau dapatkan peluang investasi dari negara yang tak punya perjanjian perdagngan bebas dengan Indonesia,” katanya.

Mengenai industri sunset merupakan industri yang sedang mengalami masa kemunduran atau telah melewati masa puncaknya.

Akibat perang dagang dan digitalisasi industri menuju era 4.0, memang banyak industri dari negara maju yang tergeser perannya, contohnya industri tekstil.

Selain Tiongkok, India juga potensial untuk berinvestasi di Batam.

Konsul Jenderal India di Medan untuk Sumatera, Indonesia, Raghu Gururaj mengatakan bahwa India ingin mengekspolirasi potensi perdagangan antara India dan Batam.

“Saya tertarik dengan bagaimana Batam dikenal oleh dunia industri. Lokasi sangat strategis, jadi saya ingin tahu apa saja fasilitas yang ditawarkan Batam tentang pajak bea masuk impor dan ekspor barang komponen”, kata Raghu Gururaj.

Raghu mengatakan bahwa sejumlah perusahaan besar India yang bekerja sama secara patungan atau joint ventures dengan Afrika dan Eropa telah membuka substation di Indonesia juga menyampaikan niatnya untuk melihat kemungkinan ekspansi ke Batam.

“Industri india saat ini berkembang dengan pesat dan beberapa diantaranya sangat cocok dikalaborasikan dengan industri Batam seperti mulai dari industri manufaktur, telekomunikasi, infrastruktur, kesehantan dan pariwisata serta yang tak kalah menarik, ” pungkasnya.(leo)

Lantamal IV Ringkus Kurir Sabu di Kota Batam

0

batampos.co.id – Tim F1QR Unit 1 Jatanrasla Lantamal IV menangkap seorang kurir sabu, Rh, Kamis (20/6/2019) lalu di Pantai Kampung Bakau Serip, Sambau, Nongsa.

Dari Rh, petugas Lantamal IV mengamankan sebanyak 204 gram sabu.

“Modus penyelundupan dilakukan oleh Rh ini, memasukan sabu ke bagian dalam sendal miliknya,” kata Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjung Pinang, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Arsyad Abdullah, Sabtu (22/6/2019).

Dari penuturan Rh ke pihak Lantamal IV, dirinya mendapatkan upah Rp 10 juta untuk sekali pengiriman.
Barang haram itu rencananya akan dibawa menuju ke Jawa Timur.

Anggota TNI AL, Lanal Batam menggiring tersangka penyelundup sabu-sabu saat ekspos di Mako Lanal Batam saat ekspos, Sabtu (22/6/2019). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Rh juga mengaku bahwa yang memberikan sabu tersebut, berinisial T di Malaysia.

“Barang ini dibawanya dari Malaysia, masuknya lewat jalur ilegal ke Batam,” ujar Arsyad.

Ia mengatakan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat, yang menyebutkan speedboat TKI akan mendarat di Pantai Bakau Serip, Nongsa.

Berbekal informasi ini, jajaran TNI AL langsung menyambangi lokasi yang ditunjukan masyarakat.

“Kami melakukan pengintaian di kawasan tersebut. Cukup lama juga kita melakukan pengawasan,” jelasnya.

Namun tidak lama kemudian, jajaran TNI melihat rombongan TKI ilegal, terdiri dari 26 orang laki-laki dan 5 orang perempuan di Pantai Bakau Serip.

Laksamana Pertama (Laksma) TNI Arsyad Abdullah (kiri berdiri pegang baru bukti sabu) dan Danlanal Batam Kolonel Laut Alan Dahlan menunjukkan sabu-sabu yang ditangkap TNI AL saat ekspos, Sabtu (22/6/2019). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

“Kami datangi, dan melakukan pengeledahan satu persatu terhadap para TKI ini. Dari pengeledahan itulah kami berhasil menangkap Rh beserta dengan 204 gram sabu yang dibawanya,” ujarnya.

Sedangkan TKI ilegal lainnya, tidak diamankan karena alasan kemanusian.

Ke semuanya diizinkan melanjutkan perjalanan kekampung halaman masing-masing.

“Kami hanya mengamankan Rh, dibawa untuk penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Ia mengatakan akan menyerahkan tersangka dan barang bukti ke BNN Provinsi Kepri, guna pemeriksaan dan diproses secara hukum yang berlaku.

“Ke depan kami akan terus melakukan pengawasan. Agar dapat mencegah masuknya narkoba ke Indonesia,” paparnya.(ska)

BP Batam Gunakan Blockchain Dalam Tata Kelola Pemerintahan

0

batampos.co.id – Teknologi integrasi jaringan terpadu seperti Blockchain akan digunakan Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam tata kelola pemerintahan.

Blockchain yang fungsinya mirip dengan sistem perizinan terpadu, Online Single Submission (OSS), maka proses submit dokumen antar divisi di Batam akan berlangsung cepat, praktis dan efisien.

“Apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman yang merancang Blockchain ini adalah inovasi. Bagi investor potensial, ini merupakan bahan promosi yang bagus,” kata Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady usai acara Deklarasi Batam Digital Economic Zone di Gedung IT Centre BP Batam, Sabtu (22/6/2019).

Dari pelabuhan, rumah sakit, bandara dan aset-aset lainnya milik BP Batam akan terhubung secara langsung.

Menurut Edy, penerapan Blockchain ini akan membuat investor tertarik berinvestasi di Batam. Pasalnya investor tertarik dengan sesuatu yang singkat, cepat, mudah dan efisien dalam segi waktu.

Kepala BP Batam, edy Putra Irawady, menyampaikan kegunaan blockchain dalam tata kelola pemerintahan. Foto: Humas BP Batam

“Dengan Blockchain, submit data bisa cepat. Makanya inovasi seperti ini tidak akan pernah mati, akan terus bertahan sesuai dengan perubahan zaman,” paparnya.

Untuk saat ini, Blockchain akan diterapkan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam. Unit-unit lain akan menyusul untuk menerapkannya.

Sedangkan Asisten Deputi Menteri Moneter dan Neraca Pembayaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edy Prio Pambudi, mengatakan, Blockchain bukan hanya potensial utnuk mengembangkan sektor teknologi finansial, tapi juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan bisnis digital di Batam.

“Batam ini betul-betul harus dikembangkan sebagai basis industri digital. Langkah pertama yani manfaatkan block chain di sektor pemerintahan,” katanya.

Menurut Edy, menerapkan Blockchain di bidang pemerintahan sangat menguntungkan, khususnya di bidang kependudukan.

Di bidang tersebut, kebutuhan terhadap data personal sangat tinggi, apalagi saat membuat kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga, akta lahir dan lainnya.

“Dengan blockchain, satu dokumen bisa dibuat dan divalidasi dalam jumlah banyak. Kita jadi tak perlu datang ke kantornya, karena infomasi sudah tersentralisasi. Blockchain ini teknologi untuk mencari informasi,” jelasnya.(leo)

BP Batam Juga Tolak Limbah Plastik

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam juga menolak keberadaan puluhan kontainer limbah plastik yang diduga mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) di Pelabuhan Batuampar.

Keberadaannya dianggap merusak lingkungan. Meskipun begitu, BP Batam mengklaim tidak terlibat atas masuknya puluhan kontainer limbah plastik tersebut ke Batam.

“Sampah limbah apalagi mengandung B3 kita tak setuju, apalagi jika masuk Batam. Seharusnya ada tempat pengolahan dan pembuangan,” kata Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady, Sabtu (23/6/2019).

Edi menjelaskan, pihaknya tidak menerbitkan izin usaha industri pengelolaan limbah plastik.

Selain itu, baik dalam hal pengaturan dan pemasukan serta pengeluaran limbah baik dari dan ke Batam ditentukan oleh ketentuan lingkungan hidupnya.

Kontainer yang berisi limbah plastik yang berada di Pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Kami bahkan tidak mau ada limbah B3 datang ke Batam. Intinya, BP Batam tidak pernah setuju. Itu kan tidak sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” ujarnya.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Batam: Limbah Plastik Harus Dikembalikan ke Negara Asal

Pemeriksaan dan pengawasan yang dilakukan Bea Cukai Batam juga sudah sesuai dengan prosedur.

Edy pun menolak jika BP Batam dianggap menerima kehadiran limbah plastik tersebut di pelabuhan yang dikelola oleh BP tersebut.

“Karena yang memasukkan barang tentu dicek dulu oleh surveyor atas perintah Kementerian Perdagangan,” imbuh Edy.

Dalam rapat soal penumpukan limbah B3 beberapa waktu yang lalu, sampah yang boleh masuk ke Batam yakni scrap atau sampah yang bisa didaur ulang untuk proses produksi industri manufaktur di Batam.

Baca Juga: Jika Masuk Ranah Pidana, Temuan Diduga Limbah B3 akan Diteruskan KLHK

Seandainya sampah plastik yang masuk ke Batam, maka seharusnya sampah tersebut harus berbentuk bijih plastik yang berguna bagi industri teksti.

“Jadi boleh masuk, asal jangan sampah yang berstatus limbah, apalagi B3,” timpalnya.

Sementara itu, Bea Cukai Batam dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyelesaikan pemeriksaan 65 kontainer limbah plastik di Pelabuhan Batuampar.

“Kami sudah menyelesaikan seluruh pemeriksaan. Sudah kami segel semua di Batuampar. Dan kirim laporan dan hasil lab ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK),” kata Kepala BC Batam, Susila Brata.

Setelah dikirim ke KLHK, maka BC tinggal menunggu rekomendasi apakah limbah tersebut diekspor kembali ke negara asal atau ada opsi lain.(leo)

30 Orang Terpanggang di Pabrik Korek Api, Ibu dan Anak Tewas Berpelukan

0

batampos.co.id – Satu unit rumah yang dijadikan pabrik pembuatan korek api di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat, Sumatera Utara, ludes dilahap si jago merah, Jumat (21/6/2019) siang.

Sebanyak 30 orang tewas terpanggang. Dari 30 korban yang tewas itu diketahui seluruhnya perempuan dan beberapa di antaranya memiliki hubungan sebagai ibu dan anak.

Seperti Yunita Sari dan dua anaknya Pinja serta Sasa. Lalu, Desi bersama dua anaknya Juna dan Bisma.

Dan terakhir Fitri dan putrinya, Sifa, yang ditemukan tewas dengan posisi berpelukan.
Sepupu Fitri, Irma, mengatakan, siang itu Sifa mengantarkan minuman untuk ibunya usai pulang sekolah.

Namun nahas, bocah kelas 4 SD itu ikut menjadi korban di pabrik tempat ibunya bekerja.
“Mereka berdua meninggal dengan posisi berpelukan di sudut itu. Saya mengenalinya dari cincin Sifa,” ujar Irma di lokasi kejadian.

Tim dokter dan forensik dari Polda Sumut mengevakuasi jenazah korban kebakaran dan ledakan di sebuah pabrik korek api di Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019). Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos/JPG

Kapolres Langkat AKBP Nugroho Tri Nuryanto menga-takan, hingga berita ini ditulis diketahui ada empat karyawan selamat. Mereka adalah Nur, Deni Novita Sari, Ariyani, dan Ayu.

Dari keterangan korban selamat, Nugroho menyebut pintu-pintu utama pabrik tersebut sengaja dikunci. Se­hingga saat terjadi kebakaran, sebagian karyawannya tidak bisa menyelamatkan diri.

“Pemilik pabrik sudah ditetapkan sebagai tersangka. Enggak tahu alasannya apa (kenapa dikunci),” katanya.

Salah satu korban selamat, Deni Novita Sari, menceritakan peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Saat kejadian, wanita yang karib disapa Pipit ini mengaku tengah makan siang.

“Saya bisa keluar dari pintu belakang,” kata Pipit.

Menurut Pipit, saat itu ia mendengar ada yang berteriak mengatakan ada kebakaran di pabrik.

Namun, dalam sekejap langsung terjadi ledakan dahsyat. Ledakan itu terjadi berkali-kali dan disusul dengan kobaran api yang melalap seluruh ruangan dan bangunan pabrik.

“Ledakannya banyak sekali, tak bisa dihitung,” kata Pipit yang mengaku sudah 8 tahun bekerja di pabrik tersebut.

Sekitar pukul 15.30 WIB Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto tiba di lokasi bersama rombongan.

Jenderal bintang dua tersebut sempat memasuki bangunan yang terbakar.
Agus mengatakan, korban te­was sebanyak 30 orang. Terdiri dari 24 dewasa dan sisanya anak-anak.

“Kami akan melakukan penelusuran terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Pemilik pabrik rumahan ini diduga mengabaikan keamanan dan keselamatan pekerjanya,” ujar Kapolda.(ted)

Ribka Jernih Tampubolon, Berani Tampil di Depan Umum Sejak Kecil

0

batampos.co.id – Ribka Jernih Tampubolon yang akrab dengan panggilan Ribka, punya hobi yang tak bisa ia tutupi sedari kecil.

Melalui sang ibu, Erpelina Purba, Ribka gemar menunjukkan bakatnya di depan umum.

”Dia senang menyanyi dan seni peran. Dari kecil itu sudah berani tampil di depan umum,” kata Lina, sapaan Erpelina.

Sebagai orangtua tunggal, Lina mengaku terlambat menyadari bakat putri pertamanya itu.

”Dari dulu sudah tahu dia (Ribka) senang nyanyi bahkan ikut main drama, tapi saya tidak menyadari itu adalah bakatnya,” ucap wanita 43 tahun tersebut.

Ribka Jernih Tampubolon. Foto: Dokumentasi Pribadi

Barulah pada saat Ribka duduk di kelas III SD ia masukkan ke sanggar untuk mengembangkan bakatnya.

Kini, di usia Ribka yang segera menginjak 13 tahun, bakatnya kian terasah dengan beberapa prestasi yang diperoleh.

”Banyak memenangi lomba nyanyi dan setelah bergabung di Batam Acting Class (BAC) bisa ikut main film,” sebutnya.

Lina menambahkan, Ribka yang segera masuk SMP ini tengah disibukkan dengan shooting untuk film yang akan diangkat ke layar lebar.

Selain itu, ia juga tengah berjuang di lomba nyanyi tingkat Batam yang membawanya masuk ke babak final.

”Saya akan mendukung penuh bakat Ribka selagi dia menginginkan bakatnya itu terus berkembang. Walaupun dulunya ia bercita-cita jadi polwan, tapi sekarang dia fokus ingin menjadi bintang di dunia hiburan,” ujar Lina.(gie)