Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 11182

Kondisi Ekonomi Batam Belum Pulih, PAD Belum Sesuai Target

0

batampos.co.id – Realisasi pendapatan sejumlah objek kena pajak di Kota Batam pada pertengahan tahun 2019 ini belum mencapai target.

Kebanyakan dari objek kena pajak ini baru mencapai angka realisasi sebesar sekitar 40 persen.

Beberapa objek kena pajak yang menjadi penyumbang utama pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batam berasal dari pajak hotel, baru berada diangka 40,5 persen, restoran 45 persen, dan pajak parkir 31,5 persen.

ilustrasi

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah, menjelaskan, kondisi itu lebih baik dibanding periode yang sama pada 2018.

Akan tetapi memang belum memenuhi target sebesar 50 persen seperti yang diharapkan.

“Sebenarnya sudah ada peningkatan, tapi memang belum sesuai target kita,” ujarnya, Selasa (18/6/2019).

Menurutnya beberapa retribusi pajak sudah berjalan bagus termasuk Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Kata dia, belum tercapainya target dari beberapa sektor tersebut disebabkan kondisi ekonomi Kota Batam yang belum pulih.(bbi)

Hingga Juni 2019, Baru 20 Tapping Box yang Terpasang

0

batampos.co.id – Hingga Juni 2019 pemasangan tapping box atau alat perekam di sejumlah tempat usaha wajib pajak di Kota Batam baru terpasang 20 unit.

Padahal tahun 2019 ini, Pemko Batam bekerja sama dengan Bank Riau Kepri berecana memasang sebanyak 100 unit tapping box.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah, mengakui jika pemasangan tapping box tahun ini belum sesuai harapan.

Menurutnya, capaian pemasangan masih berada di angka 20 persen.

Tapping box yang dipasangkan dinas BP2RD Pemko Batam di tempat usaha yang menjadi objek pajak. Foto: Cecep Mulyana/ batampos.co.id

“Tapi kita optimist target 100 alat perekam transaksi di akhir tahun politik ini bisa diselesaikan,” ujarnya, Selasa (18/6/2019).

Azmansyah mengatakan, kendala yang dihadapi saat ini adalah objek wajib pajak belum mampu menyediakan perangkat pendukung terpasangnya tapping box.

Karena itu pihaknya terus mendorong agar objek pajak bisa segera memasang kelengkapan yang dibutuhkan. Sehingga optimalisasi tapping box bisa lebih cepat dirasakan.

“Tantangan kita saat ini ya itu (objek pajak belum bisa menyediakan perangakt pendukung-red) dan itu memang bagian dari dinamika yang kita temui di lapangan, tapi kita tetap jalan terus,” katanya.

Kata dia, penggunaan tapping box memang memberikan dampak signifikan pada PAD Kota Batam.

Sejak dipasang pada akhir 2018 lalu, 400 alat perekam transaksi objek pajak ini telah memberikan dukungan pada peningkatan pendapatan daerah hingga dua kali lipat.

Dari sektor hiburan, restauran, dan hotel yang sudah terpasang tapping box di Batam, memperlihatkan adanya perbedaan pendapatan pajak dibanding sebelumnya.

“Pada tahun sebelumnya peningkatannya tidak besar, setelah terpasang tapping box bisa naik sampai dua kali lipat. Kita bisa lihat juga di sektor pariwisata dari Rp 20 miliar sudah naik jadi Rp 40 miliar,” paparnya.(bbi)

PT Volex Ungkap Rencana Ekpansi di Batam

0

batampos.co.id – PT Volex Indonesia melakukan kunjungan ke BP Batam Selasa, (18/6/2019).

PT Volex Indonesia merupakan perusahaan pemasok perakitan kabel mulai dari komponen elektronik, telekomunikasi, data center, peralatan media hingga Industri otomotif yang berada di Kawasan Industri Sekupang.

Senior HR & GA Manager Batam Rima Melati Hutagalung, dalam kunjungan tersebut mengatakan dirinya hadir bersama Group HR Director PT Volex Inggris Alan Taylor yang hadir untuk pertama kali ke Batam untuk melihat peluang ekpansi perusahaan atau perluasan investasi di Batam.

Alan Taylor mengatakan Batam punya lokasi yang sangat strategis dengan infrastruktur yang sangat baik. Bahkan setelah berkeliling ke berbagai factories (Pabrikan) di berbagai daerah di dunia, ia meyakini Batam adalah daerah yang sangat kompetitif di pasar Asia.

“Saya telah berkeliling keseluruh factories di dunia dan saya melihat Batam luar biasa. Kami melihat kesempatan (berusaha) akan terus tumbuh meningkat, ditambah lagi situasi perang dagang AS-China yang semakin tidak terduga, Batam menjadi potensi menguntungkan” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut PT Volex Indonesia mengungkapan keinginannya untuk melakukan perluasan investasi atau ekpansi. Perusahaan yang telah berkiprah di Batam selama 27 tahun itu telah berkontribusi dalam hal ekspor software elektronik yang dibutuhkan oleh brand internasional seperti Phillips, Epson, Universal, Siemens, Emmvee, Panasonic hingga Yamaha. Hampir seluruh produk software ini diekspor keluar Indonesia dan hanya sebagian kecil saja untuk pasar domestik.

Alan Taylor menyebutkan ada kekhawatiran yang terus meningkat mengenai dampak ketegangan perdagangan yang terus bergulir (Perang bea impor antara Amerika Serikat (AS) dan China). Pt Volex yang memiliki factories (pabrikan) terbesar di China kemudian ada di Eropa dan Amerika (Mexico) mengaku hal tersebut tentu menjadi pertimbangan yang luar biasa untuk melakukan ekpansi perusahaan di Batam Indonesia.

Alan Taylor saat berbincang dengan Edy Putra Irawady

“Kami ada juga factory di Vietnam, tapi kami konsen ingin melihat peluang ekpansi di Batam, untuk itu kami datang hari ini” ungkapnya.

Dalam waktu dekat ini PT Volex akan melakukan ekspansi dengan memindahkan pabrik mereka dari Suzhou, Cina ke Batam, dengan membutuhkan karyawan sekitar 1000 orang.

Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi yang menerima kunjungan tersebut menyambut dengan sangat baik dan antusias. Ia siap memberikan pelayanan terbaik bagi perusahaan berkredibel yang berniat melakukan investasi atau perluasannya di Batam.

Sejumlah insentif dan fasilitas menarik di Batam seperti pembebasan Pajak Bea Masuk Impor dan Ekspor, Pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (Value Added Tax), fasilitas GSP (Generalized System of Prefrences), Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda dengan 57 Negara, Biaya Investasi yang Terjangkau, Keamanan dan Kenyamanan menyimpan data di DRC (Data Recovery Center) BP Batam serta lokasi yang begitu strategis menjadi kehandalan Batam.

Senior HR & GA Manager Batam Rima Melati Hutagalung menambahkan bahwa pasokan air untuk kebutuhan industrinya selama ini juga berjalan dengan sangat baik, namun dirinya mengatakan bahwa pasokan listrik bagi industrinya mengalami kendala saat PLN sedang terus melakukan maintenance dihari kerja. Ia juga mengharapkan dukungan BP Batam perihal pengamanan bagi para pekerja dan keamanan pelaksanaan kegiatan pabrik mereka di Sekupang.

Menanggapi hal itu Edy meyakinkan BP Batam siap memberikan pelayanan terbaik untuk kenyamanan dan kepastian mereka berusaha di Batam. Termasuk pasokan air dan listrik untuk kebutuhan industri. Untuk itu ia akan segera berkonsolidasi dengan stakeholders terkait baik di daerah maupun pusat kaitannya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pelaku industri di Batam. (*)

Tanam Ganja di Halaman Rumah, Ditangkap Polisi

0

batampos.co.id – Bermula dari kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Jpp, 50, akhirnya dijerat sebagai tersangka kasus narkoba setelah terbukti melalui dari hasil tes urine mengandung narkoba jenis sabu. Selain itu, dirinya merupakan pemilik tiga batang ganja yang ditanam.

Polisi juga mengamankan SZ, 31, yang diungkapkan Jpp sebagai pemasok benih ganja yang ditanam di halaman rumah Jpp.

Awal mula pengungkapan kasus tersebut setelah Jpp melakukan kekerasan terhadap adik istrinya di rumahnya, Desa Panggak Darat Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Selasa (28/6) sekitar pukul 23.00 WIB.

Selanjutnya, warga melaporkan kalau Jpp juga sering mengkonsumsi dan melakukan transaksi jual beli narkoba.

“Setelah kami cek urine tersangka, memang terbukti mengandung methamfetamina jenis sabu,” ujar Kasat Narkoba Polres Lingga AKP Felix, Senin (17/6) pagi.

Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan. Dari pengakuan Jpp, dia mendapat pasokan barang haram yang tumbuh di pekarangan rumahnya itu dari SZ. Polisipun mengamankan SZ.

Polisi juga melakukan pengecekan urine terhadap, SZ. Dari hasil tes itu, SZ terbukti mengkonsumsi barang terlarang metamfetamin dan THC (ganja).

“Dari kasus ini kami turut mengamankan alat hisap narkotika jenis sabu dan tiga batang ganja kurang lebih berumur 1 bulan,” kata Felix.

Tersangka dikenakan pasal 114 ayat 1 dan pasal 111 ayat 1 juncto Pasal 132 ayat 1 juncto Pasal 127 ayat 1 butir a undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (wsa)

Masyarakat Resah, Angkot Berkaca Gelap Kembali Menjamur di Batuaji dan Sagulung

0

batampos.co.id -Masyarakat pengguna jasa transportasi massal di wilayah Batuaji dan Sagulung kembali menyoroti angkutan kota (angkot) yang beroperasi di sana.

Pasalnya angkot-angkot di kawasan tersebut umumnya berkaca gelap dan tidak terpantau dari luar.

Heni, pengguna angkot di Batuaji mengatakan, hal itu dikhawatirkan bisa memicu terjadi tindak kriminal kepada penumpang.

Terlebih kata dia, penumpang angkot didominasi kaum perempuan.

“Itulah kenapa kami protes dengan kaca gelap, karena banyak oknum sopir yang bertindak semaunya,” ujarnya, Selasa (18/6/2019).

Ilustrasi. Dinas Perhubungan mencopot angkutan kota yang menggunakan kaca hitam. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Pantauan di lapangan, umumnya angkot di Batuaji berkaca gelap di atas 40 persen sehingga tidak terlihat dari luar.

Baca Juga: Ide Pak Kadishub, Angkot Tak Layak Operasi Tak Boleh Beroperasi di Jalan Raya

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Rustam Effendi, saat dikonfirmasi, mengaku, akan menindak tegas angkot berkaca gelap yang masih beroperasi.

Tindakan keras ini berupa tidak melayani uji KIR jika sewaktu-waktu mereka kedapatan razia ataupun datang mengurus KIR ke kantor Dishub Batam.

“Itu (angkot berkaca gelap) jadi syarat KIR. Tak dilayani kalau kedapatan di jalan ataupun saat mereka datang ke kantor untuk uji KIR,” ujar Rustam, Senin (17/6/2019).

Pihaknya akan melakukan razia untuk semua jenis kelengkapan dan kelayakan angkot termasuk kecerahan kaca angkot. “Nanti kami razia lagi, khusus di Batuaji dan Sagulung ini,” ujar Rustam.

Baca Juga: Polisi Bidik Angkot Tak Layak

Kekhawatiran penumpang angkot di kawasan Batuaji, bukan tanpa sebab. Karena sudah banyak penumpang yang diperlakukan tidak senonoh oleh oknum sopir angkot.

Beberapa waktu lalu sempat heboh dengan kasus pemerkosaan di daerah Sukajadi oleh oknum sopir angkot, karena berkaca gelap dan tidak terpantau oleh pengguna jalan lain dari luar.(eja)

Tumbuhkan Ekonomi Lewat Pariwisata

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun yakin pembenahan sektor wisata akan semakin meningkatkan kunjungan para pelancong ke Kepri. Karena itu, perhatian terhadap daerah wisata, seperti di Natuna harus lebih besar lagi.

“Ekonomi akan tumbuh dan berkembang dengan memanfaatkan dan mengelola kawasan wisata,” kata Nurdin saat silaturahmi dengan tenaga pendamping profesional se-Kabupaten Natuna Program P3MD sekaligus penyerahan dana operasional kegiatan tim pelaksana inovasi desa, kecamatan di Pantai Batu Kasah, Desa Cemaga Tengah, Kecamatan Bunguran Selatan, Natuna, Senin (17/6) pagi.

Menurut Nurdin, banyak lokasi indah dan penuh pesona di Natuna. Karena itu peran semua pemangku kepentingan dan masyarakat sangat penting untuk kemajuan sektor ini.

Tentang program desa, Nurdin ingin dilakukan secara rutin. Karena program ini ikut membantu menggerakkan ekonomi masyarakat. Nurdin yang didampingi Sekdaprov TS Arif Fadillah, juga minta bantuan tersebut terus dimonitor. Jangan dibiarkan.

“Jangan dibantu tapi tak didampingi. Jangan tak ada keberhasilan-keberhasilan karena tak dimonitor,” kata Nurdin.

Sebelum bersama perangkat desa, Nurdin terlebih dahulu melaksanakan Safari Subuh di Masjid Besar Ismaatul Infaq, Cemaga, Natuna. Sesaat sebelum kembali ke Tanjungpinang, Nurdin meninjau pasar Natuna.

Dalam peninjauan itu, Nurdin ingin mengecek harga-harga pasca lebaran. Juga ketersediaan pasokan kebutuhan masyarakat.

Di pasar, Nurdin juga berbelanja sayuran untuk diberikan kepada pengunjung. Nurdin juga berbelanja cabai merah, nenas dan pisang. Barang-barang yang dibeli kemudian diberikan kepada pengunjung. Nurdin juga berdialog dengan pedagang dan pengunjung pasar. Mereka tampak senang dengan kunjungan Nurdin.

Rani, seorang pedagang sayur tampak sumringah ketika Nurdin datang. Kata Rani, beginilah seharusnya pemimpin, selalu berbaur dengan masyarakat. Juga mencari tahu apa yang terjadi di lapangan seperti pasar. (arn)

Asah Bakat Modeling di Modelista

0

batampos.co.id – Memperluas kesempatan menjajal dunia modeling di Batam, Modelista modeling school & management kini hadir di tengah masyarakat Batam.

Sekolah model yang beralamat di jalan Jenderal Sudirman Ruko Imperium Blok A22 (belakang Gedung PLN) Batam Kota itu, menyediakan berbagai kebutuhan ilmu untuk mengasah kemampuan di dunia model.

Salah satu pendiri Modelista, Alfino Fernando, mengatakan secara resmi Modelista akan dibuka 7 Juli mendatang. Namun saat ini pihaknya sudah menerima pendaftaran hingga membuka kelas.

”Mengingat di Batam cukup banyak orang-orang yang berbakat di dunia modeling namun wadah untuk mengembangkan bakat tersebut masih sangat terbatas, sehingga menggerakkan kami (tiga pendiri) untuk menghadirkan Modelista di Batam,” ujar Alfino yang akrab disapa Fino, Senin (17/6/2019).

Fino (tujuh kiri) foto bersama sejumlah talent Modelista seusai latihan, beberapa waktu lalu. Foto: Dokumentasi Modelista untuk batam pos

Pria asal Cupak, Solok, Sumatera Barat itu menambahkan Modelista akan konsen dalam pengembangan bakat dunia modeling yang dispesifikasi dalam tiga kelas. Ada basic, advance, dan expert.

”Hal ini untuk mengetahui kemampuan yang sudah dimiliki talent dan akan disesuaikan dengan materi yang harus mereka dapatkan,” terangnya.

Selain itu, dalam Modelista juga tersedia pilihan private, reguler, management model & influencer, serta kelas acting.

”Untuk management model & influencer serta acting juga kami sediakan sebagai wadah bagi mereka yang juga punya kesempatan merambah bagian tersebut. Karena menjadi model yang multi talenta akan banyak memiliki peluang dalam berkarir,” papar Fino yang juga seorang model multi talenta, sekaligus coaching Modelista.

Saat ini, lanjutnya, Modelista memiliki 32 talent yang umumnya masih baru dalam hal model.

”Rata-rata mereka baru dan benar-benar mau belajar dasar modeling itu seperti apa. Itu sangat mendukung peran Modelista untuk menghasilkan para modeling bertalenta,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, akan banyak ilmu yang bisa didapatkan yang tidak hanya urusan berlenggak-lenggok di catwalk, tetapi juga bagaimana melatih mental (percaya diri), cara berdandan (make up class), hingga attitude.

”Sudah bisa mendaftar dari sekarang di Modelista, serta melihat informasi terbarunya di Instagram Modelista,” ajak Fino.(nji)

Anggota DPRD Batam Pertanyakan Kebutuhan Mesin Fotokopi

0

batampos.co.id – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Komisi 2 DPRD Kota Batam, Selasa (18/6/2019), sempat muncul pertanyaan mengenai mesin fotokopi di DPRD Kota Batam.

Pertanyaan ini dilontarkan oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Mesrawati Tampubolon kepada Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah.

Mesrawati, menjelaskan, hanya ingin mengetahui mana yang lebih efektif antara membeli mesin fotokopi sendiri atau menggunakan pihak ketiga sebagai penyedia jasa untuk memperbanyak dokumen.

Ilustrasi mesin fotokopi

Meskipun telah dijawab sepintas oleh Azmansyah, dimana menggunakan pihak ketiga lebih efektif. Jawaban yang tidak disertai dengan data tersebut diakuinya belum memuaskan.

“Sudah dijawab tadi, katanya lebih efektif pakai pihak ketiga,” kata politisi Partai Demokrat itu ketika ditemui di ruangannya.

Mesrawati melanjutkan, ia akan memperdalam dan mencari tahu besaran biaya yang dikeluarkan APDB untuk menanggung kebutuhan fotokopi.

Hal itu untuk memastikan kebenaran atas informasi yang baru saja didapatnya itu. Sementara itu, Azmansyah memilih enggan membahas perihal mesin fotokopi ini.

“Kalau soal itu, coba tanyakan dengan Sekwan (Sekertaris Dewan),” kata Azmansyah singkat kepada batampos.co.id sebelum meninggalkan gedung DPRD Kota Batam.(bbi)

Jembatan Bukit Leman-Trans Batubi, Natuna, Diresmikan

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun meresmikan sejumlah proyek strategis di Kabupaten Natuna saat melakukan kunjungan kerja selama empat hari. Menurutnya, pembangunan tak akan pernah berhenti. Apalagi untuk Natuna dan kabupaten kota lainnya.

”Masih banyak lagi yang harus dibangun. Dengan bersilaturahmi, kita jadikan komunikasi untuk menata dan membangun negeri yang kita cintai ini,” kata Nurdin, Minggu (17/6/2019).

Nurdin yang didampingi Sekdaprov TS Arif Fadillah, begitu menjejakkan kaki di negeri paling utara NKRI ini, Nurdin langsung melakukan safari Jumat di Masjid Agung Ranai. Usai salat, Nurdin bersilaturahmi dengan ratusan jamaah. Dari Masjid Agung, Nurdin bergerak ke RSUD Natuna.

Setelah melakukan peninjauan, Nurdin langsung bergerak ke Sedanau. Setelah melakukan perjalanan darat dan laut, aktivitas di Sedanau langsung dilakukan. Di antaranya bersilaturahmi dan menjemput aspirasi masyarakat.

“Terima kasih kami sudah merasakan peningkatan infrastruktur dan hasil pembangunan yang lainnya walaupun belum sempurna,” kata Ketua LAM Sedanau.

Di Sedanau, Nurdin meninjau pembangunan jalan provinsi. Nurdin juga meninjau tol laut yang sedang bersandar dan siap mengangkut orang dan barang dari Natuna. Sejumlah anak-anak PAUD juga dimotivasi Nurdin di sela-sela meninjau tol laut.

Aktivitas safari Subuh dilaksanakan di Masjid An Nur Ranai Natuna, Masjid Jami Ranai Kota. Demikian juga aktivitas Zuhur, Asar, Magrib dan Isya di berbagai masjid sekaligus menjemput aspirasi dan mencarikan solusi.

Di antara masjid-masjid itu adalah Masjid Al Manar Sepempang, Masjid Ibnu Salim Ranai Darat.

Nurdin juga meresmikan Gedung SLB Natuna dan gedung serbaguna SMA Negeri 2 Natuna. Sektor olah raga juga mendapat perhatian Nurdin dalam kunjungan itu. Di antaranya pada pertandingan futsal Ranai Natuna dan bola voly di malam hari.

Menurut Nurdin, perhatian pembangunan di Natuna sangat istimewa. Tak hanya sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten, pemerintah pusat juga memberi perhatian serius.
Banyak potensi Natuna yang terus dikembangkan. Sinergi antara pemerintah akan membuat pembangunan itu semakin tepat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri TS Arif Fadilah mengatakan kegiatan halalbihalal Pemprov Kepri disejalankan dengan peresmian proyek strategis serta penyerahan bantuan dan penyerahan Surat Keputusan (SK) guru tidak tetap atau non ASN di Kabupaten Natuna.

Proyek strategis ini, lanjut Arif merupakan pembangunan yang sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan. Pemerintah provinsi sangat berkomitmen melakukan percepatan pembangunan disegala bidang, apalagi pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang ada wilayah Kepulauan Riau.

”Kegiatan ini selesai pada tahun 2018 kemarin, jadi pada hari ini akan diresmikan langsung oleh Gubernur sebanyak lima proyek secara simbolis. Maka proyek-proyek strategis yang lainnya dinyatakan dapat dioperasikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat langsung,” tambah Arif.

Adapun proyek strategis yang diresmikan diantaranya tiga jembatan di ruas jalan Bukit Leman-Trans Batubi dengan total anggaran Rp 16,5 miliar.

Rinciannya:

  • Jembatan Sungai Curing panjang 35 meter dan lebar 9 meter,
  • Jembatan Sungai Tengah I panjang 35 meter dan lebar 9 meter,
  • Jembatan Sungai Tengah II panjang 20 meter dan lebar 9 meter.

Pembangunan gedung serba guna SMAN 2 Bunguran Timur dengan pagu anggaran Rp 925 juta yang berukuran 12 x 18 meter persegi terdiri dari ruang kamar mandi, WC 2 unit dan ruang ganti pakaian 1 unit. Pembangunan kantor pengawasan SDKP yang total anggaran Rp 1,95 miliar yang bersumbet Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 dengan luas bangun 20 x 28 meter.

Sekretaris Daerah (Sekda) Natuna, Wan Siswandi mengapresiasikan Pemerintah Provinsi yang tidak membedakan dengan masyarakat yang jauh. Di mana Natuna daerah wilayah Kepri yang terjauh paling ujung utara Indonesia

Pemerintah Natuna, lanjut Wan Siswandi sangat berharap bantuan kegiatan yang sangat besar. Karena untuk pembangunan di Natuna sangat tinggi pembiayaannya.

”Kami sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah Provinsi, yang sangat besar anggaran yang untuk membangun Natuna,” katanya. (arn)

Pemikiran Candra Ibrahim Dibutuhkan untuk Bangun Natuna

0

batampos.co.id – Dukungan kepada Direktur Utama Batam Pos, Candra Ibrahim, terus mengalir menjelang pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Natuna tahun 2020 mendatang. Dukungan tersebut muncul dari sejumlah paguyuban di Natuna, di antaranya Ikatan Warga Kampar Natuna (IWKN).

Dukungan kepada Candra Ibrahim ini muncul setelah sosok mantan Ketua GP Ansor Batam periode 2012-2016 semakin viral dibicarakan di media sosial dan media massa.

Ketua IWKN Ramlis mengatakan, sosok Candra Ibrahim yang sudah dikenal sebagai tokoh pers di Kepri, adalah figur muda yang sangat tepat meneruskan regenerasi kepemimpinan Natuna ke depan.

Selain sukses dalam memimpin perusahaan pers. Figur muda seperti Candra Ibrahim, kata Ramlis, sangat familiar dalam memunculkan pemikiran yang cemerlang. Apalagi masyarakat juga menghendaki pemimpin yang bersih dan selama ini tidak terlibat dalam pengelolaan APBD Natuna. Dan pemikirannya sangat dibutuhkan untuk bangun Natuna.


Direktur Utama Batam Pos Candra Ibrahim menggunakan pompong bersama warga saat beberapa hari berkunjung di Natuna.
foto: batampos.co.id / aulia rahman

”Natuna sudah saatnya menentukan pemimpin yang bersih, dan selama ini tidak terikat dalam pengelolaan ABPD. Kami selaku paguyuban menilai, sosok Candra tinggal lebih mengenalkan diri kepada masyarakat dan bersosialisasi,” kata Ramlis optimis.

Dukungan kepada Candra Ibrahim juga muncul dari kalangan tokoh agama dan ulama di Natuna. Harapan sejumlah tokoh terkemuka di Natuna menghendaki Candra Ibrahim dapat lebih fokus memberikan peran penting dalam roda pemerintahan di Natuna.

Menurut tokoh ulama yang tidak mau namanya disebutkan tersebut, munculnya Candra Ibrahim dalam peta politik Natuna, dapat memberikan pencerahan untuk Natuna ke depan.

”Candra Ibrahim ini harus pulang ke kampung halaman, mengabdilah di daerah kelahiran. Sudah saatnya ilmu dan wawasan yang dimiliki digunakan untuk kemaslahatan di Natuna,” ungkapnya.

Dukungan yang sama juga muncul dari kalangan pemerhati sosial kemasyarakatan sekaligus anggota DPRD Natuna, Harken. Menurutnya, Candra harus membulatkan tekad untuk ikut dalam kandidat Pilkada Natuna 2020. Menurutnya, dalam tataran elit politik, Candra Ibrahim sudah mulai dilirik dan dipertimbangkan.

”Figur muda dengan pengalaman berorganisasi dan sukses memimpin perusahaan pers di Kepri, serta wawasan lebih luas adalah sosok pemimpin yang menjadi pilihan di Natuna,” ungkap Harken. (arn)