Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 11183

8 Tokoh yang Dijagokan untuk Mendampingi Muhammad Rudi di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam 2020

0

batampos.co.id – Beberapa tokoh masyarakat mendesak agar Muhammad Rudi maju kembali di pemilihan wali kota (Pilwako) Batam 2020. Rudi dinilai cukup berhasil membangun Kota Batam selama masa kepemimpinannya bersama Amsakar Achmad. Namun, siapa figur yang tepat untuk dijadikan wakilnya?

Dari pantauan Batam Pos, beberapa hari ini sudah beredar beberapa nama yang dijagokan sebagai bakal calon wakil wali kota Batam yang akan mendampingi Rudi di Pilwako Batam 2020. Dari beberapa nama tersebut, kabarnya sudah ada yang masuk dalam pertimbangan Rudi.

Dari unsur birokrat ada Amsakar Achmad, yang tak lain wakil wali kota Batam saat ini. Ada juga Jefridin yang saat ini menjabat Sekretaris Daerah Kota Batam.
Sejumlah nama dari kalangan politikus juga bermunculan.

Di antaranya politisi Partai Ge­rin­dra Iman Sutiawan, politisi Golkar Ruslan Ali Wasyim, dan Zainal Abidin. Dari kalangan pengusaha muncul nama Kamsa Bakri dan M Al Ichsan.

Sedangkan wajah baru dari unsur profesional adalah Candra Ibrahim, ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri.

Para calon wakil wali kota Batam yang dijagokan untuk mendampingi petahana, Muhammad Rudi.

Siapakah nanti yang akan dipilih Rudi? Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari Rudi. Namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, Rudi selalu memilih kandidat yang banyak didukung masyarakat.

 

Masyarakat memang menentukan. Sebab, sejatinya baik wali kota dan wakilnya adalah ‘pelayan’ masyarakat. Syarat kedua, tentu yang bisa diajak kerja sama.

Menyambung tentang siapa figur yang cocok mendampingi Rudi, Batam Pos mencoba mewawancara beberapa tokoh untuk diminta pendapatnya.

Salah satunya Ketua Rumpun Khasanah Warisan Batam (RKWB), Machmur Ismail.
“Kami melihat dalam hal ini profesional saja. Siapapun yang mendampinginya asal tak bermasalah secara hukum, semua layak. Sebab, Rudi sudah banyak berbuat untuk Batam. Beliau sudah teruji di Batam,” ujarnya.

Machmur menilai, Batam sangat memerlukan Rudi karena ada rangkap jabatan ex officio yang memerlukan kerja kerasnya. Senada dengan Machmur, bagi Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Kepri Gani Lasya, salah satu figur yang pas mendampingi Rudi haruslah tokoh muda.

“Ya, kira-kira seimbanglah semangat anak muda. Meskipun masih ada segi yang harus dilihat lagi yaitu pendukung, kapabilitas, dan kecocokan,” ujarnya.

Sebangun dengan narasumber sebelumnya, Ketua Perhimpunan Zuriat Raja Riau Lingga di Kota Batam, Raja Abdul Gani, menjelaskan sosok Rudi cukup kuat dan mengakar di Batam. Maka itu harus dipertahankan satu periode lagi.

Sementara itu, Rudi sendiri mengaku mengikuti isu-isu politik menjelang Pilwako Batam 2020. Termasuk perbincangan seputar bakal calon wakil wali kota Batam yang akan mendampinginya. Namun dia enggan menanggapi.

“Pilkada kan masih lama, tahun depan. Kita fokus kerja dulu, menyelesaikan persoalan Batam,” kata Rudi, pada wartawan, Rabu (12/6/2019).

Rudi juga enggan berkomentar banyak saat disinggung apakah akan kembali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Batam atau Gubernur Kepri. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat.

Jika hasil kerjanya selama lima tahun dinilai berhasil dan sesuai harapan masyarakat, tentu dengan sendirinya akan dipercaya lagi oleh masyarakat untuk memimpin Batam.
Yang jadi fokusnya saat ini, katanya, adalah membangun Batam sebagai kota yang maju dan madani.

Itu sebabnya, di akhir masa jabatannya ini pihaknya ingin menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sebagaimana yang dijanjikannya saat kampanye terdahulu.
“Kalau dipercaya lagi oleh masyarakat kenapa tidak, pasti akan saya lanjutkan,” katanya. (*)

Hingga Juni Ada 30 Penyelundupan Sabu di Bandara Hang Nadim

0

batampos.co.id – Selama kurun waktu tahun 2019, petugas Aviation Security (Avsec) dan Bea Cukai (BC) menggagalkan 30 kasus usaha penyelundupan narkotika jenis sabu dan ekstasi di Bandara Internasional Hang Nadim.

”29 kali usaha penyelundupan sabu dan sekali penye­lundupan ekstasi. Total barang bukti yang didapat mencapai 14.092 gram sabu dan ekstasi 677 butir,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso, Kamis (13/6/2019).

Catatan terakhir Suwarso, penangkapan terjadi pada Rabu (12/6/2019) lalu. ”Ada tangkapan kurang lebih 59 gram sabu yang disimpan di selangkangan. Dan akan diterbangkan ke Lampung menggunakan Lion Air JT173,” sebutnya.

Anggota Badan Narkotika Nasional Probinsi (BNNP) Kepri melakukan pengetesan barang bukti yang akan dimusnahkan di Kantor BNNP Kepri, Kamis (19/10). Pemusnahan barang bukti tersebut hasil tangkapan dari beberapa kasus dengan belasan tersangka. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Namun, jumlah tersebut masih kecil jika dibandingkan tangkapan sehari sebelumnya. Dalam dua hari berturut-turut, Avsec dan BC memang mendapatkan tangkapan narkotika di Hang Nadim. Baca Juga: Batam Daerah Favorit Transit Narkotika

Seakan-akan para pelaku tidak jera dan berkaca dari penangkapan pada kasus sebelumnya. Kepala Bidang Bimbingan Kepatutan dan Layanan Informasi (BKLI) BC Batam, Sumarna, mengatakan pada Selasa (11/6/2019), BC dan Avsec menangkap dua wanita berinisial M dan F berusia 33 dan 34 tahun.

Keduanya ditangkap di lokasi berbeda. Satu orang di Security Check Point 2 di Gate A9 Bandara Hang Nadim dan satunya lagi di konter check in. Keduanya kedapatan membawa empat bungkus plastik berlapis kertas alumunium berisi Methamphetamine atau sabu. Baca Juga: Kisah para Mantan Pecandu Narkotika

Total sabu yang dibawa sebesar 1.032 gram dan rencananya akan dibawa ke Surabaya.
”Mereka ditangkap pada pukul 17.30 WIB ketika petugas mencurigai orang pertama yang tertangkap di Gate A9. Dari dia, baru didapat informasi bahwa temannya ada di counter check in,” paparnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, maka petugas mendapati satu bungkus plastik di sepatu bagian kanan dan satu bungkus plastik di sepatu bagian kiri, baik di sepatu M maupun sepatu F.(leo)

Dermaga Pelabuhan Batuampar Kota Batam Ambles

0

batampos.co.id – Dermaga peti kemas Pelabuhan Batuampar, Kota Batam, ambles Rabu (12/6/2019) sore. Proses bongkar muat kontainer di bagian yang ambles terpaksa digeser ke bagian lain yang masih utuh dan dianggap aman.

Kepala Badan Pelabuhan Laut Badan Pengusahaan (BP) Batam, Nasrul Amri Latif, mengatakan, BP Batam akan segera memperbaiki.

“Lokasi amblesnya dermaga peti kemas itu termasuk dalam lokasi yang merupakan bagian dari rencana revitalisasi Pelabuhan Batuampar,” katanya, Kamis (13/6/2019).

Menurut dia, awalnya BP Batam akan melakukan lelang proyek tersebut. Tetapi dengan kondisi seperti itu, pihaknya akan bergerak cepat.

Dermaga peti kemas Batuampar, Kota Batam ambles. Lokasi amblesnya dermaga peti kemas itu termasuk dalam lokasi yang merupakan bagian dari rencana revitalisasi Pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Proses perbaikan kata dia, akan dilakukan secepat mungkin dengan penunjukan langsung, tanpa proses lelang karena mendesak.

Meskipun BP Batam berencana untuk menunjuk langsung kontraktor, tapi mereka akan membawanya terlebih dahulu ke Dewan Kawasan (DK) untuk meminta persetujuan.

Secara garis besar, proses revitalisasi Pelabuhan Batuampar merupakan proyek jangka panjang. Dalam hal ini, pemerintah mengucurkan dana hingga Rp 1,4 triliun.

Namun, dana yang sudah terkonfirmasi akan turun saat ini baru Rp 300 miliar. “Anggaran dan persiapan sudah dilakukan. Salah satunya dokumen yang masuk ke unit layanan pengadaan (ULP) dan tinggal menunggu pengumuman saja,” jelasnya.

Dengan kejadian itu, maka ULP dihentikan. “Kalau ULP dilanjutkan maka prosesnya akan lebih lama lagi. Bisa Oktober atau September baru mulai,” jelasnya lagi.

Sehingga dengan kondisi darurat seperti ini, ULP tak diperlukan. Sehingga opsi penunjukan langsung bisa dilaksanakan.

“Dengan harapan, Juli sudah langsung dikerjakan. Tapi tentu saja, kita bawa ke pimpinan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Meski dermaganya ambles, tapi aktivitas kegiatan bongkar muat di pelabuhan tidak terganggu. Kegiatan tetap berjalan seperti biasa.(leo)

Batamindo Kembangkan Kawasan Industri Halal di Batam

0

batampos.co.id – Pembangunan kawasan industri halal di dalam negeri terus diakselerasi. Kawasan industri halal merupakan sebagian atau seluruh bagian kawasan yang dirancang dengan sistem dan fasilitas untuk menghasilkan produk-produk halal.

”Terdapat empat kawasan industri yang masuk rencana pengembangan kawasan industri halal di Indonesia,” ujar Direktur Perwilayahan Industri Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII), Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito, Kamis (13/6).

Empat kawasan industri tersebut adalah Batamindo Industrial Estate di Batam, Bintan Industrial Park di Bintan, Jakarta Industrial Estate Pulogadung, dan Modern Cikande Industrial Estate.

Pengembangan area itu menjadi salah satu upaya mendukung pemberlakuan sertifikasi produk halal pada 17 Oktober 2019.

”Keempatnya telah mengajukan diri ke Kemenperin untuk mengembangkan kawasan industri halal. Dari mereka, baru Modern Cikande yang telah launching,” ujar Warsito.

Kawasan industri Batamindo. Foto: dalil harahap/batampos.co.id

Kemenperin mencatat,

  • Batamindo Industrial Park berencana mengembangkan zona halal seluas 17 hektare (ha) dari total area seluas 320 ha.
  • Bintan Industrial Estate seluas 100 ha dari 320 ha secara total, dan Modern Cikande seluas 500 ha.
  • Jakarta Industrial Estate Pulogadung berencana mengembangkan zona halal untuk produk mode, farmasi dan kosmetik, pusat makanan, laboratorium halal, serta halal center.

Warsito menambahkan, dalam pengembangan kawasan industri halal, Kemenperin memiliki tugas untuk menetapkan standardisasi, memberikan insentif, serta memfasilitasi promosi dan kerja sama teknis. Nanti, aspek-aspek tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian.

Aspek insentif juga diusulkan dalam pelayanan satu atap untuk mendapatkan sertifikat halal.

Kriteria kawasan industri halal, antara lain, memiliki manajemen kawasan industri halal, memiliki atau bekerja sama dengan laboratorium untuk pemeriksaan dan pengujian halal, sistem pengelolaan air bersih sesuai dengan persyaratan halal, memiliki sejumlah tenaga kerja yang terlatih dalam jaminan produk halal, serta memiliki pembatas kawasan industri halal. (agf/c25/oki)

Limbah Impor dari Singapura Kedapatan Mengandung Limbah Beracun

0

batampos.co.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam serta Bea Cukai Batam melakukan kunjungan untuk melakukan pengecekan limbah impor dari Singapura di Pelabuhan Batuampar.

“Ini bukan inspeksi mendadak (sidak), tapi kunjungan. KLHK bersama instansi lain melakukan pengecekan kontainer-kontainer berisi limbah dari Singapura,” kata Kepala Bidang (Kabid) Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) BC Batam, Sumarna, Kamis (13/6) malam.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap kontainer-kontainer tersebut, KLHK menyatakan bahwa sebagian besar berisi limbah beracun dan berbahaya.

Mengenai statusnya kelak, apakah akan dikirim kembali ke negara asal atau ada opsi lain, KLHK masih melakukan pengujian di laboratorium milik KLHK dan BC.

Ada sekitar 57 kontainer yang diperiksa oleh KLHK dan BC. Tapi hingga berita ini diturunkan, baru tujuh yang diperiksa.

Tiga diantaranya terindikasi ada limbah berbahaya sehingga akan diuji lebih lanjut di laboratorium dan empat dinyatakan bersih sehingga impornya disetujui karena tak ada limbah berbahaya didalamnya. Sedangkan sisanya masih menunggu pengecekan berikutnya.

“Pada awalnya ada pengajuan impor plastik bekas. BC kemudian melakukan nota hasil intelijen (NHI) untuk pemeriksaan fisik. Sampel diambil dan diuji, dan ternyata positif mengandung limbah beracun dan berbahaya,” paparnya. (leo/gas)

Jaga Hutan, Jaga Sumber Air Kita 

0

Fungsi hutan sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Selain menjaga persediaan air dalam tanah, hutan juga merupakan salah satu pendukung keseimbangan alam untuk mencegah berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor dan pencemaran udara.

Hutan memiliki keanekaragaman hayati yang apabila dikelola dengan benar mampu memberikan nilai ekonomi sebagai mata pencaharian.

Indonesia masuk dalam sepuluh besar negara dengan wilayah hutan terluas di dunia. Namun hutan di Indonesia jumlahnya semakin berkurang dari tahun ke tahun.

Data Greenpeace menyebutkan, dalam periode tahun 2000-2009 saja, luas hutan Indonesia yang mengalami deforestasi mencapai 15,16 juta hektare.

Lingkungan kita berada pada satu bumi dan tidak ada duplikatnya. Untuk itu, kita harus menjaga sebaik mungkin isi bumi kita. Salah satu komponen dari lingkungan kita yang mampu memberikan kelangsungan hidup adalah menjaga kelangsungan air bersih.

Menjaga hutan sebagai “paru-paru bumi” memerlukan penanganan khusus, berkesinambungan, terintegrasi dan sinergi dari berbagai pihak.

Kontribusi ATB Festival Hijau mengembalikan fungsi hutan sebagai daerah resapan air dengan penanaman bibit pohon secara reguler. Foto: Dokumentasi PT ATB untuk batampos.co.id

PT Adhya Tirta Batam (ATB) telah melakukan aksi nyata untuk mengembalikan kondisi hutan menjadi hijau kembali melalui kegiatan ATB Festival Hijau.

Sejak tahun 2011 hingga 2018, ATB Festival Hijau berkontribusi menanam 10.700 bibit pohon di kawasan hutan dan daerah resapan air sekitar waduk-waduk yang ada di Batam.

Tahun ini, ATB Festival Hijau akan menggandeng 20 komunitas pencinta alam untuk penanaman dan perawatan pasca tanam (nursery) bibit pohon. Hal ini untuk memastikan bahwa reboisasi hutan berlangsung efektif dan tepat sasaran.

ATB sangat menyadari pentingnya melakukan rehabilitasi hutan dalam rangka memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan sehingga optimal dalam mendukung ekosistem kehidupan serta kelestarian air bersih.

Kebakaran hutan yang terjadi dalam rentang beberapa bulan terakhir, berdampak pada berkurangnya daerah resapan air. Hal ini secara tidak langsung akan berimbas pada ketahanan air baku di Pulau Batam.

Masyarakat yang tinggal di Pulau Batam harus menyadari bahwa tindakan yang berpotensi merusak lingkungan bisa mengakibatkan kondisi air waduk menjadi tidak ideal.

Sebagai contoh, kondisi Waduk Sei Harapan yang sempat mengering akibat sedimentasi lumpur, sampah dari aktivitas manusia dan daerah resapan air yang berkurang karena terdesak pemukiman serta kebakaran hutan, harus mengalami penggiliran air bersih (Water Rationing) untuk menjaga ketahanan air baku.

Kita memahami, bahwa kebutuhan air bersih sebagai air layak konsumsi akan semakin tinggi seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.

Sementara Batam masih mengalami keterbatasan sumber daya air. Solusi terbaik adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghemat penggunaan air.

Alam semesta mengajarkan bahwa ekosistem adalah keseimbangan yang menghubungkan jagad raya dan menggerakkan kehidupan.

Ketika sumber air tercemar, hutan akan hancur, ekosistem akan lumpuh, satwa akan mati dan spesies manusia bisa terancam punah. Saatnya melestarikan ekosistem hutan dan menjaga sumber daya air untuk menyelamatkan kehidupan.(*)

Satu Titik di Batam yang Aku Suka; Santai di Pantai Sekitar Ocarina, Dulu

0

batampos.co.id – Bagi Sarah, 27, warga Bengkong Sarmen ada satu titik yang ia sukai di sudut Batam, sebuah pantai tak jauh dri lokasi Ocarina, saat ini.

“Dulu pantainya bagus, pasirnya halus dan putih, jadi tempat berkumpul anak-anak,” kata Sarah.

Ia, dulu, menjadikan kawasan pantai berpasir putih yang telah hilang tersebut tempat nongkrong bersama kawan-kawannya.

Di kawasan pantai ini, ia yang sekitar tahun 2006 lalu masih duduk di bangku SMP sudah sering bermain di kawasan ini sepulang sekolah. Pada saat akhir pekan, pantai tersebut juga ramai didatangi pengunjung, khususnya masyarakat dari wilayah Bengkong Sadai yang memang dekat dengan kawasan ini.

Mereka bermain di pantainya, memancing, atau hanya sekedar duduk-duduk di bawah pohon menikmati suasana pantai.

Bagi Sarah, pantai ini memiliki kesan tersendiri. Kawasan yang selalu ia datangi hingga ia SMA. Ia dan teman-temannya biasanya menghabiskan waktu untuk sekadar bermain, melepas kebosanan setelah sejak pagi berada di sekolah.

“Pokoknya kalau mau nongkrong ya di sana, macam-macam kegiatan dibuat, namanya juga anak sekolah. Orang pacaranlah, berenanglah, balap liar juga ada. Masa-masa bandel dulu,” kata Sarah.

Sarah dan teman-temannya, hanya beberapa tahun saja menikmati kawasan alam di bibir Batam ini karena pembangunan. Salah satunya pembangunan kawasan mega wisata yang berada persis di dekat lokasi mereka bermain itu, selain aktivitas reklamasi yang langsung menutup kawasan pantai ini.

Meskipun telah tertimbun, Sarah mengaku masih mengingat secara pasti dimana letak pantai tersebut. Kawasan ini berada diantara kawasan wisata Ocarina dan Pelabuhan Internasional Batam Centre, tepatnya di belakang gedung Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) BP Batam. Untuk sampai ke sana harus melalui jalan tanah yang agak becek sekitar 500 meter dari jalan raya kawasan Pasir Putih.

Lokasi tersebut, saat ini hanya sesekali dilewati oleh warga yang ingin memancing di bagian ujung kawasan. Mereka biasanya akan berteduh di bawah pepohon yang ada di sepanjang akhir timbunan tanah tersebut.(bbi)

 

Catatan: Punya kenangan tentang titik / tempat yang Anda suka? Silakan kirim ke email: [email protected]

 

Perbandingan Jumlah Penumpang di Bandara Internasional Hang Nadim Pada Momen Mudik Lebaran 2018 dan 2019

0

batampos.co.id – Momen peak season pada libur lebaran 2019 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam tidak terlalu bergairah. Hal itu terlihat dari jumlah massa yang tidak banyak memanfaatkan jalur udara sebagai jalur mereka mudik.

Direktur Badan Usaha Bandara Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso, menuturkan, selama periode arus mudik dan arus balik di lebaran 2019 ini, tidak ada yang melebihi periode sebelumnya.

Sebaliknya penurunan signifikan justru terlihat di beberapa hari pada momen yang sama dibandingkan periode arus mudik lebaran 2018 lalu.

Petugas Avition Security Bandara Internasional Hang Nadim Batam memeriksa tiket para penumpang saat akan masuk ke dalam ruang check in. Foto: Cecep Mulyanan/batampos.co.id

“Kalau dibanding tahun lalu, kita jauh mengalami penurunan, arus mudik dan arus balik tidak ada yang meningkat,” kata Suwarso ketika dihubungi pada Kamis (13/6).

Berikut perbandingan kondisi mudik Lebaran pada 2018 dan 2019

H-1 lebaran

Penumpang yang keluar Batam sendiri, pada H-1 lebaran 2019 tepatnya pada Selasa (4/6) lalu, sebanyak 8.717 orang, sementara pada 2918 ada 10.378 orang yang keluar Batam. Terjadi penurunan sebanyak 19,05 persen dibanding tahun 2018 lalu.

Sedangkan jumlah penumpang yang datang ke Batam pada H-1 lebaran 2019 lalu sebanyak 4.426 orang. Sementara pada momen yang sama di 2018 lalu ada 7.726 orang yang datang ke Batam melalui jalur udara. Ada penurunan sebesar 74,5 persen pada tahun 2019 ini dibanding tahun sebelumnya.

Hari H lebaran

Penumpang yang datang keluar Batam pada Hari H lebaran atau Rabu (5/6/2019), sebanyak 7.602 orang. Sementara pada hari H lebaran 2018 lalu ada 9.451 orang penumpang pesawat yang keluar Batam.

Terjadi penurunan sebesar 24,32 persen dibanding tahun 2018. Untuk penumpang yang datang sendiri, mengalami penurunan hingga 116, 3 persen, dari 6.970 orang pada 2018 lalu, hanya tinggal 3.221 penumpang saja di 2019 ini.

H+1 lebaran

Pada H+1 lebaran 2019 atau Kamis (6/6/2019), terjadi penurunan jumlah penumpang yang keluar Batam sebesar 61,75 persen. Dari 9.278 orang yang berangkat pada 2018 lalu, pada momen yang sama di 2019 ini hanya ada sebanyak 5.736 orang saja yang keluar Batam. Baca Juga: Hari H Lebaran, Hang Nadim Sepi

Untuk penumpang yang masuk ke Batam sendiri, terjadi penurunan signifikan, dari sebanyak 7.493 penumpang pada 2018, menjadi 3.809 penumpang saja di 2019 ini, turun sebanyak 96,7 persen.

Terminal keberangkatan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Terlihat sepi saat momen mudik lebaran 2019. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

H+2 lebaran

Penurunan jumlah pemudik di H+2 Jumat (7/6/2019) ini juga masih terbilang tinggi, sebesar 45,78 persen masyarakat yang keluar Batam dibanding tahun 2018 lalu. Dari 9.886 orang penumpang pada 2018, turun menjadi 6.781 orang penumpang di 2019 ini. Sementara untuk penumpang yang datang ke Batam, turun sebesar 28,44 persen. Hanya ada sebanyak 6.099 penumpang saja, dibanding tahun 2018 lalu sebanyak 7.834 orang.

H+3 lebaran

Memasuki momen arus balik, jumlah penumpang yang datang ke Batam pada Sabtu (8/6/2019) atau H+3 lebaran 2019 ini, terjadi penurunan jumlah penumpang sebesar 30,82 persen.

Dari 8.199 penumpang yang datang pada 2018 lalu, turun menjadi 6.267 penumpang pada 2019 ini. Tidak berbeda jauh, penumpang yang keluar Batam juga mengalami penurunan di angka 30 persen, tepatnya 30,66 persen. Dari sebelumnya 9.088 penumpang di 2018, menjadi 6.955 penumpang di 2019 ini. Baca Juga: Akhir Ramadan Penumpang di Bandara Hang Nadim Melonjak

H+4 lebaran

Pada H+4 lebaran 2019 bertepatan dengan Minggu (9/6/2019) ini, penurunan jumlah penumpang yang masuk ke Batam dibanding tahun sebelumnya tidak terlalu signifikan, hanya sebesar 1,01 persen saja.

Dari 8.972 penumpang pada 2018, turun sedikit menjadi 8.883 orang di 2019 ini. Sedangkan penumpang yang keluar Batam sendiri ada sebanyak 9.375 penumpang di 2019 ini, turun sebesar 4,67 persen dibanding tahun sebelumnya dengan jumlah penumpang 9.812 orang.

H+5 lebaran

Pada Senin (10/6/2019) atau H+5 lebaran 2019 ini, terjadi penurunan jumlah penumpang yang datang ke Batam sebesar 2,70 persen. Dari 9.215 penumpang pada 2018 lalu, turun sedikit menjadi 8.972 penumpang di 2019 ini.

Calon penumpang maskpai penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam mengantre di pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Sementara itu, untuk penumpang yang keluar Batam sendiri, ada penurunan sebesar 7,54 persen. Dari 9.720 penumpang yang keluar Batam pada 2018 lalu, turun menjadi 9.038 orang di 2019 ini.

Suwarso menjelaskan, pada pertengahan Juni 2019 ini, kepadatan di bandara yang berada di Kecamatan Nongsa ini mulai terlihat. Penumpang yang keluar masuk Batam sudah berada di angka di atas 7.000 penumpang.

Kondisi ini sudah lebih baik dibanding masa-masa di awal 2019 lalu. Dimana saat itu jumlah penumpang di bandara ini hanya berada di angka sekitar 5.000 penumpang saja.(bbi)

Akhirnya, Lion Air Berangkatkan Penumpang yang Sempat Tertahan di Jakarta

0

batampos.co.id – Beberapa penumpang Lion Air yang gagal terbang dari Jakarta ke Batam, Kamis (13/6/2019) akhirnya diberangkatkan.

Mereka berangkat menggunakan pesawat Lion Air JT-374, Jumat (14/6) pagi.

Para penumpang dijemput oleh pihak Lion Air sekira pukul 04.00 pagi. Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, para penumpang langsung diantar menuju gate B4. Mereka berangkat bersama para penumpang lainnya dengan tujuan sama.

Pesawat baru terbang sekira pukul 06.10 dan tiba di Bandara Hang Nadim Batam sekira pukul 07.55.

“Alhamdulillah akhirnya berangkat,” kata salah seorang penumpang.

Kendati demikian, masih ada kekecewaan yang membekas. Meskipun akomodasi ditanggung oleh pihak Lion Air, namun makan harus merogoh kocek sendiri.

PENUMPANG jurusan Batam yang gagal terbang, menunggu pengurusan administrasi oleh pihak Lion Air. (Foto: Gun)

“Mohon maaf, kami hanya menyediakan akomodasi. Untuk makan ditanggung hanya sarapan,” kata petugas Customer Service Lion Air di Terminal B1 Bandara Soekarno-Hatta.

Namun karena penjemputan dilakukan pagi sekali, sehingga pihak hotel hanya menyiapkan kotakan berisi beberapa potong roti dan air mineral.

Sebelumnya, beberapa penumpang pesawat Lion Air jurusan Batam, yang transit melalui Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, gagal terbang, Kamis siang.

Para penumpang terpaksa diinapkan di sebuah hotel di Jakarta, dan baru diberangkatkan, Jumat pagi. Mereka berasal dari penerbangan Balikpapan dan Jogjakarta.

“Karena sudah tidak ada pesawat, sehingga bapak sekeluarga kami berangkatkan besok pagi. Semua akomodasi selama di Jakarta akan ditanggung Lion Air,” kata seorang petugas di bagian Customer Service Lion Air, di Terminal B1.

Kejadian gagal berangkat itu lantaran Lion Air delay cukup lama di tempat awal. Di Balikpapan, Lion Air yang seharusnya berangkat pukul 09.45 Wita, baru mengudara sekira pukul 11.20 Wita.

Sehingga, pesawat dengan nomor penerbangan JT-761 itu lambat. Sementara, pesawat dari Jakarta menuju Batam sudah terbang.

Hal sama juga berlaku untuk penumpang jurusan Jogjakarta-Batam yang transit via Jakarta. Namun tidak semua penumpang terlantar.

“Pesawat delay lebih dua jam. Pas sampai di sini (Jakarta, Red.) ada bus menjemput dan membawa beberapa penumpang. Saya termasuk yang tidak sempat berangkat,” kata salah seorang penumpang yang beralamatkan di kawasan Penuin.

Para penumpang diinapkan di Golden Tulip Essential Tangerang. Hingga berita ini diturunkan, Lion Air belum memberikan keterangan resmi. (gun)

Hari Ini MK Sidangkan Sengketa Pilpres 2019

0

batampos.co.id – Pagi ini, Jumat (14/6), pertarungan Pilpres 2019 akan kembali dimulai. Bukan pemungutan suara, melainkan sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK). Bukan lagi paslon 01 vs 02, melainkan paslon 02 vs KPU. Paslon 02 menyengketakan hasil pilpres yang menunjukkan bahwa pihaknya kalah dengan selisih hampir 17 juta suara atau 11 persen dari paslon 01.

Sidang akan dimulai pukul 9 pagi di ruang sidang utama MK. Hanya ada satu agenda, yakni mendengarkan permohonan dari pemohon. Dalam hal ini paslon 02. KPU selaku termohon, serta Bawaslu selaku pemberi keterangan dan paslon 01 selaku pihak terkait diperbolehkan untuk hadir di ruang sidang.

Kemarin MK mulai menata ruang sidang utama mereka. Beberapa petugas tampak membersihkan meja kursi dan mengatur tata letaknya. Kursi pemohon di sisi selatan, termohon di sisi utara, dan pihak terkait di sisi timur ruangan. Di sudut timur laut dan tenggara ruangan, tempat untuk awak media disiapkan pula. Sejumlah televisi nasional diprediksi menayangkannya secara langsung.

Hakim Konstitusi I Dewa Gede Palguna juga terlihat hadir di ruang sidang. Dia mengecek langsung hasil penataan ruang sidang.

Memastikan ruangan tersebut benar-benar siap, karena akan menjadi sorotan masyarakat Indonesia.

Palguna menyatakan sidang hari ini akan berlangsung terbuka sebagaimana sidang-sidang MK pada umumnya. Meskipun demikian, tentu tidak semua orang bisa masuk ke ruang sidang karena kapasitasnya terbatas.

Bahkan, tidak semua kuasa hukum dari para pihak bisa masuk dalam ruang sidang bila jumlahnya banyak.

MK memberikan kompensasi berupa perluasan akses terhadap sidang. Masyarakat dipersilakan memantau sidang melalui saluran yang mereka miliki. Sejumlah televisi akan menyiarkan secara langsung.

’’Juga bisa disaksikan secara live lewat channel Mahkamah Konstitusi RI di YouTube,’’ terangnya di sela peninjauan kemarin.

Masyarakat yang ingin mendapatkan risalah sidang juga bisa dengan mudah mengunduhnya di website MK di mkri.go.id. Biasanya MK akan mengunggahnya dalam waktu 24 jam atau kurang setelah sidang berakhir. Publik bisa mengetahui apa saja yang disampaikan sepanjang sidang.

Palguna menuturkan, MK tidak pernah terganggu dengan adanya potensi tekanan dari luar ruang sidang.

’’Tekanan itu kami artikan sebagai keadaan yang menuntut kami untuk lebih bersifat cermat dan hati-hati,’’ lanjutnya. Penataan ruang sidang contohnya, merupakan salah satu bentuk kehati-hatian MK dalam bekerja.

Tidak lama setelah Palguna kembali ke ruangannya, para pengacara pihak terkait, dalam hal ini Paslon 01, hadir ke MK. Mereka menyerahkan setumpuk dokumen keterangan sebagai pihak terkait. Ada 33 pengacara yang tampak hadir menemui panitera MK..(byu/bin/syn)