Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 11190

Akibat Ditabrak Kapal Eastern Glory, Biaya Perbaikan Jembatan Dua Barelang Mencapai Rp 9,3 Miliar

0

batampos.co.id – Proses investigasi terhadap kerusakan Jembatan 2 Barelang, Batam setelah ditabrak kapal tanker pada 23 Januari 2019 lalu, akhirnya rampung. Investigasi yang melibatkan tim ahli dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini, mendapati sejumlah kerusakan yang dialami jembatan ini.

Beberapa diantaranya yakni bagian dari fondasi tiang jembatan dan box gearder badan jembatan yang diberi nama jembatan Raja Ali Haji ini. Dari hasil kajian tersebut, didapati biaya perbaikan jembatan itu menelan biaya Rp 9,3 miliar.

Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal BP Batam, Boy Zasmita, mengatakan biaya perbaikan dibebankan kepada pihak kapal yang menabrak jembatan tersebut.

Jembatan dua Barelang ditabrak kapal Eastern Glory. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Kapal yang menabrak itu Eastern Glory, di bawah Ocean Glory, kantor perwakilannya ada di Singapura. Hasil komunikasi kita mereka menyanggupi untuk proses perbaikan tersebut,” kata saat memberikan keterangan pers di Gedung Marketing BP Batam, Senin (20/5/2019).

Menurutnya, saat ini sudah di dilakukan penandatanganan kontrak dengan PT PSL sebagai pihak yang melakukan pengerjaan perbaikan ini. “Besok (Selasa (21/5/2019) kita mulai kick off meeting, baru selanjutnya akan dilaksanakan perbaikan selama empat bulan,” ujarnya.

Pada prosesnya, perbaikan ini sedikit banyak akan mempengaruhi arus transportasi di sekitar jembatan dua. Meski demikian, selama perbaikan tidak akan dilakukan penutupan ruas jalan secara total.

“Pengerjaan ini maksimal akan menggunakan separuh dari ruas jalan. Separuh ruas jalan untuk lalu lintas masyarakat,” jelasnya. Baca Juga: Kala MT Eastern Glory Menubruk Jembatan 2 Barelang, Angin Berhembus 30 Kilometer per Jam

Kata dia, untuk pengerjaannya akan diawasi langsung oleh KKJTJ dan BP Batam. Sehingga jembatan yang sejatinya mampu bertahan hingga usia 100 tahun ini, bisa bertahan sebagaimana diharapkan.

Lebih jauh, Boy menjelaskan pihaknya sudah melakukan sejumlah upaya untuk mencegah terjadinya hal serupa. Salah satunya standar operasional prosedur (SOP) untuk kapal yang akan melintasi atau bersandar di sekitar jembatan. Baca Juga: Pak Habibie Ungkap Tujuan Membangun Enam Jembatan ke Arah Galang

Selain itu BP Batam juga berencana untuk membangun penanda dan pengaman bagi jembatan-jembatan yang rawan berbenturan dengan kapal.

“Di Jembatan 6 yang ditabrak pada 2012 dulu sudah dipasang pengaman oleh Kementerian PUPR. Nah kita juga akan upayakan hal itu di jembatan dua, tapi masih harus kita siapkan anggaran terlebih dahulu,” pungkasnya.(bbi)

NK yang Melahirkan Sendiri di Kamar Kosnya Ditetapkan Sebagai Tersangka

0

batampos.co.id – NK perempuan yang melahirkan sendiri bayi kembarnya di kamar kos-kosan, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Kini polisi terus mendalami kasus tersebut dan dari keterangan NK kepada polisi, dirinya mau hamil di luar nikah.

Kanit reskrim Polsek Batuaji Iptu Melky Sihombing, mengatakan, hasil pemeriksaam medis di RS Bhayangkara Polda Kepri diketahui pasangan bayi kembar itu lahir dalam kondisi hidup atau normal.

“Intinya, dia malu dan menutupi masa kehamilan sampai melahirkan,” katanya kepada batampos.co.id, Senin (20/5/2019). Namun lanjutnya, untuk mengetahui penyebab meninggalnya kedua bayi tersebut varu diketahui setelah hasil visum dan otopsi keluar. Baca Juga: Melahirkan di Kamar Kos Sendiri Bayi Kembar Nk Tewas

Salah satu bayi kembar yang ditemukan meninggal dunia usai dilahirkan NK di kos-kosannya. NK diduga malu karena melahirkan anak di luar nikah. Foto: istimewa

“Kami masih kumpulkan bukti-bukti lain juga,” ujarnya. Menurutnya, sejauh ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi termasuk NK. “NK sudah kita tetapkan sebagai tersangka tapi dia belum memberikan keterangan apapun tentang penyeban kematian kedua bayinya,” paparnya. Baca Juga: Kesehatan Membaik, Polisi Periksa Ibu Bayi Kembar di Batuaji

Keterangan yang diperoleh penyidik dari NK lanjutnya, hanya sebatas malu karena hamil sebelum nikah. “Kekasihnya sudah meninggalkan dia sejak September 2018 lalu,” ujarnya.(eja)

Meresahkan Lapak Judi Dadu dan Sabung Ayam di Batuaji Dibongkar

0

batampos.co.id – Tim gabungan Polda Kepri, Polsek Batuaji dan Pomal membongkar lapak judi dadu dan sabung ayam di wilayah hukum Polsek Batuaji, Minggu (19/5/2019) malam.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, mengatakan operasi dengan sasaran tempat perjudian itu, membongkar paksa dua lapak perjudian yang dikeluhkan warga.

“Dua lapak perjudian tersebut adalah lapak judi dadu di ruko Waheng Center, Kelurahan Bukit Tempayang dan lapak sabung ayam di Tembesi Buton, Kelurahan Kibbing,” ujarnya.

Menurutnya, saat pembongkaran tidak ada aktivitas perjudian. Dia menduga para pelaku perjudian sudah mengetahui operasi tersebut.

“Ini (lapak judi) dikeluhkan masyarakat, meski tidak ada aktivitas perjudian, tempat-tempat yang dikeluhkan masyarakat ini tetap kami bongkar,” katanya.

Lapak judi di wilayah hukum Batuaji dibongkar tim gabungan. Lapak judi tersebut sangat meresahkan karena berada di sekitar pemukiman warga. Foto: Eja/batampos.id

 

Dia menjelaskan, setelah dibongkar, pihaknya akan terus mengawasi aktvitas perjudian tersebut. Harfis, masyarakat sekitar mengatakan, lapak judi yang dibongkar masih beroperasi sampai akhir pekan kemarin.

Meski aktivitas lapak judi tidak setiap malam, namun hal itu tetap meresahkan karena

jaraknya berdekatan dengan pemukiman warga. “Ini masalahnya siapa saja bisa main, anak-anak jadi terpengaruh. Selama Ramadan ini tetap buka lagi,” katanya.

Harfis berharap setelah dilakukan penindakan oleh aparat gabungan, aktivitas perjudian di loaksi tersebut tidak lagi berjalan.(eja)

Jembatan Satu Barelang Kota Batam Dipagar

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) berencana memasangkan pagar di jembatan satu Barelang yang merupakan ikon pariwisata Kota Batam. Hal ini dilakukan guna menghindari kerusakan jembatan dari tangan-tangan jahil.

“Jembatan satu itu kalau masih banyak fandalisme kita akan pagar, itu hasil rapat terbaru kita dengan Kementerian terkait,” kata Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal BP Batam, Boy Zasmita, di gedung Marketing BP Batam, Batam Centre, Senin (20/5/2019).

Boy melanjutkan, sebenarnya akan sangat disayangkan jika akhirnya jembatan yang sudah menjadi destinasi pariwisata ini akan dipasangi pagar. Selain masyarakat tidak diperbolehkan lagi berada di jembatan Fisabilillah itu. Serta akan merusak estetika jembatan yang sebelumnya terlihat ramah ini.

Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan dan Transportasi Massal BP Batam, Boy Zasmita, (dua dari kiri) menjelaskan mengenai rencana pemagaran jambatan satu Barelang. Foto: Bobi/batampos.co.id

“Kami berharap masyarakat agar bisa bersama-sama dengan pemerintah menjaga keelokan jembatan penghubung Pulau Batam dengan Pulau Tonton ini,” jelasnya. Menurutnya, perbaikan yang terus dilakukan harus dijaga bersama-sama.

“Kita juga sudah pernah perbaiki penutup kabel di jembatan itu, tapi malah dibakar dan dirusak. Kalau terus begitu, maka kita juga tidak bisa biarkan. Kita tidak ingin seperti jembatan Suramadu yang dipagar,” kata Zasmita lagi.

Sejauh ini, Jembatan Barelang ini memang selalu ramai setiap akhir pekan dan pada hari libur nasional. Ramainya pengunjung jembatan ini memang berdampak pada kelancaran lalu lintas pengendara di sana. Belum lagi sampah yang selalu berserakan akibat ramainya pengunjung.(bbi)

Nelayan Kampung Monggak Lintasi Lumpur untuk Sampai Darat

0

batampos.co.id – Kampung Monggak Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, adalah kampung di pesisir Kota Batam yang dihuni oleh masyarakat dengan pekerjaan mayoritas nelayan.

Meski begitu, Kampung Monggak tidak memiliki pelabuhan seperti kampung nelayan lainnya. Padahal pelabuhan menjadi salah satu kebutuhan bagi nelayan, terlebih untuk daerah dengan jarak antara tubir dan pemukiman yang cukup jauh seperti Kampung Monggak ini.

Para nelayan pun mau tidak mau harus mengarungi lumpur untuk sampai ke sampan  yang berada jauh dari kediaman mereka ketika air surut. Ironisnya, terkadang mereka tidak bisa melaut karena sampan para nelayan tersebut berada di darat, sementara air sudah jauh surut.

“Kita pikir air masih dalam, padahal sudah surut jauh, mana kuat kalau dorong sendiri,” kata Zubair, 41, salah satu nelayan di Kampung Monggak kepada batampos.co.id, Senin (20/5/2019).

Indra,salah seorang nelayan di Kampung Monggak terpaksa melintasi lumpur karena tidak ada pelabuhan di kampung mereka. Di Kampung Monggak mayoritas masyarakat beraktivitas sebagai nelayan. Foto: Bobi/batampos.co.id

Hal lain yang sering dikeluhkan, adalah ketika mereka kembali pada malam hari sehabis melaut. Mereka harus mengarungi lumpur dan meninggalkan sampan mereka jauh ke laut.

Padahal kata Zubari, jika ada pelabuhan kondisi itu tidak perlu dialami warga. Warga tinggal singgah ke ujung pelabuhan dan menambatkan sampan mereka di sana, lalu berjalan tanpa perlu mengarungi lumpur yang cukup menguras tenaga.

Mereka bukannya tidak berupaya untuk meminta bantuan pelabuhan, hanya saja sampai saat ini belum ada realisasi dari permohonan tersebut. “Pelabuhan menjadi salah satu kebutuhan bagi para nelayan,” jelasnya.

Zubair melanjutkan, sebelumnya di kampung tersebut sudah memiliki pelabuhan yang terbuat dari kayu. Namun pelabuhan tersebut sudah lama roboh.

Menurutnya, ketika masih ada pelabuhan tersebut, tidak hanya masyarakat Kampung Monggak saja yang terbantu, warga lain yang datang melalui jalur laut juga dimudahkan karena ada tempat mereka menambatkan kapal mereka.

“Kadang kita malu juga, orang dari kampung lain bingung mau singgah di mana karena tak ada pelabuhan. Di kampung-kampung lain rata-rata sudah ada pelabuhan, bagus-bagus lagi,” tutur Zubair.(bbi)

Umat Buddha di Batam Rayakan Waisak

0

batampos.co.id – Ribuan umat Buddha merayakan Hari Raya Waisak 2563 di Maha Vihara Duta Maitreya, Seipanas, Minggu (19/5/2019). Perayaan dilakukan dengan ritual sembahyang dan juga memandikan patung Buddha.

Ritual yang dilakukan dimulai dengan membakar dupa, kemudian sujud dan doa dihadapan patung Buddha. Setelah itu, diikuti ritual persembahan lilin dan bunga. Ditutup dengan ritual pemandian patung Buddha Sakyamuni, yang artinya membersihkan diri. Terlihat antrean puluhan umat Buddha sebelum melakukan ritual memandikan patung Buddha.

Fendy, warga Batam Center, datang bersama keluarga untuk bersembahyang dan meminta ampun kepada para Buddha. Usai sembahyang, ia pun memandikan patung Buddha dengan air suci sebagai bentuk mensucikan hati.

”Setiap Waisak saya selalu sembahyang ke sini (Vihara Duta Maitreya, red). Suka saja ke sini, karena Viharanya luas,” ujarnya.

Pandita menyalakan lilin bagi umat yang akan melakukan persembahan lilin pada perayaan Hari Raya Waisak di Vihara Duta Maitreya Seipanas, Minggu (19/5). Selain upacara penyalaan lilin, ada juga upacara memandikan patung Buddha.
Foto: batampos.co.id / Cecep Mulyana

Sementara, Aktivis Vihara Duta Maitreya, Aman mengatakan pada perayaan Waisak tahun ini jumlah pengunjung diyakini meningkat. Hingga sore hari, diperkirakan sudah lebih dari 5.000 orang yang datang untuk bersembahyang. ”Sudah sejak pagi ramai, diperkirakan lebih dari 5.000 orang yang sudah datang,” ujar Aman yang juga sebagai Pandita Pembantu di Vihara Duta Maitreya.

Menurut dia, Waisak menjadi momen sakral bagi seluruh umat Buddha di seluruh dunia. Hari raya ini sebagai bentuk memperingati lahirnya Sidharta Gautama, penemu dan pencetus agama Buddha.

Selain ritual ibadah, kegiatan di Vihara juga diisi dengan bazar vegetarian yang diakhiri pertujukan kesenian, di antaranya drama oleh aktivis Vihara. ”Untuk sembahyang bisa dilakukan sampai malam. Biasanya, hingga malam masih banyak yang datang,” imbuh Aman. (she)

Baksos Ramadan PT Alfa Yamaha Scorpii

0
Anggota klub motor Yamaha R15 foto bersama sebelum acara bakti sosial Ramadan di Dealer PT Alfa Yamaha Scorpii Batam Center.
foto: batampos.co.id / Yofi Yuhendri

batampos.co.id – PT Alfa Yamaha Scorpii bersama komunitas motor Yamaha R15 menggelar acara bakti sosial Ramadan, Minggu (19/5). Acara ini diisi dengan kegiatan touring, berbagi takjil, dan santunan anak yatim Panti Asuhan Arrahman di Bengkong.

“Ini event tahunan kita. Selain berbagi, kami ingin jalin silaturahmi antara anggota klub motor,” ujar Area Promotion Development Area Kepri, Restiawan.

Acara ini dimulai dari Dealer PT Alfa Yamaha Scorpii Batam Center, kemudian touring menuju Panti Asuhan Arrahman Bengkong, berbagi takjil di Simpang Gelael, dan diakhiri dengan acara buka bersama di Tre Cipolle Batam Center.

“Acara seperti tidak hanya berlangsung di Batam, tetapi juga di wilayah Kepri lainnya, hingga Riau Daratan. Jadi lebih kompak,” kata pria yang biasa disapa Wawan ini.

Wawan menambahkan dengan kegiatan ini, pihaknya ingin mengubah pemikiran negatif masyarakat tentang klub atau komunitas motor.

“Kami ingin menjadi contoh bagi komunitas motor lainnya dengan melakukan hal positif bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Wawan berharap ke depannya seluruh komunitas motor PT Alfa Yamaha Scorpi bisa bersama atau serentak menggelar acara bakti sosial Ramadan.

“Nanti akan digabungkan semua anggota klub motor ini. Pastinya lebih terasa kekompakannya,” katanya. (opi)

Banyak Tanaman di Tepi Jalan Layang Mati

0

Tanaman di sejumlah pot bunga yang berada di bawah Flyover Laluan Madani tampak mati, Minggu (19/5).
Foto: batampos.co.id / Cecep Mulyana

batampos.co.id – Tanaman di pot di tepi jalan layang Laluan Madani banyak yang mati.

Pantauan Batam Pos, bahkan ada yang hanya tersisa pot tanpa tanaman.

Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam Irwan mengatakan, tanaman yang ada dalam pot tersebut akan segera diganti. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Satker Jalan Nasional (Janas).

”Kami koordinasi karena itu (jalan layang) masih wewenang Satker Jalan Nasional, belum ada serah terima,” kata Irwan, Minggu (19/5/2019).

Menurutnya, Satker akan mengatasi perihal ini dalam waktu dekat. Dengan demikian, salah satu jalan layang tercantik di Indonesia ini akan tetap bagus, karena dilengkapi tanaman yang estetik.

”Mereka akan ganti tanaman dan disiram rutin. Kami ikut serta karena bentuk tanggung jawab moral daerah,” imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan, pihaknya telah memberikan masukan pada satker agar tidak lagi memakai pot yang kecil dan mengganti dengan pot yang lebih besar.

”Kalau pot semacam itu susah peliharanya. Volumenya kecil, kalau terpapar matahari akan kering, maka penyiraman harus rutin,” terangnya.

Info dari BP Batam, pihak Kementerian PUPR akan segera mengganti tanaman yang mati.

Tidak hanya tanaman pada pot, pohon-pohon pada area kosong di antara jalur lambat dan jalur utama, baik dari Simpang Kabil ke Simpang Jam juga sebaliknya, juga banyak yang mati.

”Kami tetap kerjakan itu juga, kalau ada yang mati akan kami ganti,” pungkasnya. (iza)

Instalasi Pengolahan Air Sei Harapan belum Bisa Berproduksi Maksimal

0
Dam Sungai Harapan saat di foto dari udara, IPA Harapan saat ini belum bisa berproduksi maksimal

Curah hujan yang turun jadi pertanda baik bagi ketersediaan air baku dalam Dam. Sejak rationing 20 April 2019 hingga saat ini, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Harapan belum bisa berproduksi maksimal. Level air baku di Dam Harapan belum dalam batas aman produksi.

“Kita berharap curah hujan bisa turun lebih banyak di wilayah Dam, agar bisa kembali terisi. Meski level air baku ada kenaikan, namun rationing masih dilakukan karena belum sepenuhnya pulih,” ujar Head of Corporate Seceretary ATB, Maria Jacobus, Senin (20/5).

Meski Dam Harapan sudah mulai terisi namun jumlahnya tidak mencukupi. Dam Harapan saat ini masih berada di level -140 (minus 140) centimeter dari permukaan spillway dan belum bisa dilakukan produksi secara normal. Selain tergantung dengan curah hujan, sedimentasi Dam Harapan belum teratasi oleh pemerintah.

Kebijakan penggiliran suplai air, merupakan upaya ATB guna mempertahankan keberlangsungan produksi air bersih bagi pelanggan di wilayah Sekupang dan sekitarnya.

Program penggiliran air bersih masih tetap berlangsung setiap pekannya yakni Sabtu dan Rabu. Selama penggiliran berlangsung IPA Harapan tidak berproduksi selama 24 jam mulai pukul 00.00-24.00 WIB.

Dam Sungai Harapan saat di foto dari udara, IPA Harapan saat ini belum bisa berproduksi maksimal

“Dihentikannya rationing tentu harus dicermati dengan matang, pelayanan ke pelanggan tetap jadi prioritas. Bila kondisi Dam Harapan sudah dalam kondisi pulih, tentunya rationing bisa dihentikan,” harap Maria.

Selama penggiliran, pelanggan dihimbau untuk berhemat dan bertoleransi menggunakan air, agar pelanggan lain juga dapat menikmati suplai air.

Kondisi ini perlu disadari bagi semua pelanggan terutama yang tinggal di lokasi ujung pipa dan berada di elevasi tinggi. Pelanggan di hilir (ujung pipa) akan bisa menikmati suplai air saat pelanggan di hulu bisa bertoleransi dan berhemat menggunakan air.

Suplai air tidak mengalir merata dalam waktu bersamaan, pemulihan air akan butuh waktu. Hal ini menyebabkan suplai air terkadang tidak sesuai jadwal ke pelanggan. Pelanggan yang jauh dan berada di daerah ujung pipa tentunya akan membutuhkan waktu

“Pelanggan di lokasi tinggi dan jauh dari Instalasi akan membutuhkan waktu usai IPA berproduksi kembali. Untuk itu, toleransi dan berhemat menggunakan air khususnya pelanggan terdekat dari IPA juga diperlukan, agar pelanggan ujung bisa mendapatkan air,” jelas Maria. (*)

Polisi Dalami Kasus Penodongan Begal terhadap Veronica dan Suaminya

0
Foto mendiang Veronica saat disemayamkan di Rumah Duka Batu Batam, Baloi, Kamis (16/5/2019).
F. mimi theboxlite untuk Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Polsek Lubukbaja masih mendalami kasus penodongan terhadap Veronica Ira Trisusanti dan suaminya, Tai Peng di dekat Hotel Vista, Rabu (15/5) lalu.

Hingga kemarin, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan ke petugas keamanan di sekitar lokasi kejadian.

“Kemarin kita mau panggil sekuriti yang dekat sana belum bisa, karena sekuritinya masuk malam. Sekarang ini baru kita panggil dan mintai keterangan,” ujar Kapolsek Lubukbaja Kompol Yunita Stevani.

Selain mendalami keterangan dari sekuriti di kawasan tersebut, pihaknya juga tengah mengumpulkan bukti-bukti dari lokasi kejadian seperti rekaman CCTv dan lainnya. Ia juga mengimbau bagi masyarakat yang mengetahui kejadian ini bisa memberikan informasi ke Polsek Lubukbaja.

“Sementara kalau untuk suaminya dan keluarga belum bisa kita periksa, karena masih dalam kondisi berduka. Yang pasti, kami masih melakukan penyelidikan,” tuturnya.

Dalam berita sebelumnya, Veronica Ira Trisusanti dan Tai Peng berangkat dari rumahnya di Orchid Garden untuk olahraga pagi. Saat berjalan, tiba-tiba mereka diadang oleh dua orang yang tak dikenal sambil menodongkan pisau kepada Ira dan suaminya. Pelaku mengancam akan melukai keduanya jika tidak memberikan harta bendanya.

Akibat penodongan itu, Ira dan suami mengalami ketakutan hingga mereka berjalan mundur. Saat jalan mundur itu, tiba-tiba kaki Ira tersandung hingga kepalanya membentur aspal. Usai melihat istrinya jatuh, Tai Peng langsung berteriak meminta tolong dan pelaku yang menodongkan pisau langsung kabur.

Ira sempat dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bross Batam dan dinyatakan mengalami pendarahan bagian otak dan harus dioperasi. Ia baru selesai menjalani tindakan operasi pada pukul 16.00 WIB dan masuk ke ruangan perawatan. Saat di ruang perawatan itu, kondisi Ira semakin memburuk hingga akhirnya meninggal dunia, Kamis (16/6) pukul 04.00 WIB. (gie)