Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 11189

Demo di Bawaslu Ricuh, Polisi Kejar Pendemo

0
SUASANA aksi demonstrasi di depan gedung Bawaslu, Selasa malam. (Foto: ist)

batampos.co.id – Kericuhan terjadi di depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, jelang tengah malam setelah massa aksi demo bubar, Selasa (21/5/2019) sekira pukul 22.00 WIB.

Awalnya polisi sudah mengimbau kepada massa agar kembali ke rumah masing-masing. Saat itu, sebagian besar massa pulang, tetapi sebagian lainnya bertahan.

Massa yang bertahan terus berdiri di depan pagar kawat berduri yang dipasang polisi. Mereka meneriakkan yel-yel kepada aparat kepolisian.

“Pak polisi, pak polisi, pak polisi jangan berkompetisi. Pak polisi, pak polisi harusnya mengayomi,” teriak massa menyoraki anggota polisi.

Kemudian massa mendorong-dorong kawat berduri yang memagari pintu gerbang Bawaslu.

Tak lama, polisi kemudian mengejar sejumlah orang. Tapi belum jelas pemicunya.

“Bubar, bubar, bubar. Kalau tidak bubar saya hajar,” kata seorang polisi bertubuh tegap sembari membawa tongkat panjang.

Polisi pun mengamankan sejumlah orang yang diduga provokator kericuhan. Namun karena desakan dari massa, akhirnya polisi membebaskan salah seorang peserta aksi. Sementara, satu lagi kabarnya masih diamankan.

Massa pun akhirnya mundur hingga Sabang. Hingga berita ini ditulis, sebagian kecil massa masih bertahan. (tan/jpnn/gun)

NK Wanita yang Melahirkan Sendiri di Kos-kosannya Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

0

batampos.co.id – Penyidik Polsek Batuaji telah menerima hasil visum dan otopsi jenazah bayi kembar yang ditemukan di kamar kos-kosan perumahan Permata Puri I, Batuaji, Selasa (14/5/2019) lalu.

Hasil pemeriksaan medis menunjukan pasangan bayi berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu lahir dalam kondisi hidup, meski usia kandungan sang bayi masih tujuh bulan.

Sebelum melahirkan kedua bayinya, NK ternyata diketahui mengkonsumsi obat untuk menggugurkan kandungan. NK pun terancam hukuman 15 tahun penjara karena perbuatannya tersebut. “Ternyata meleset, setelah telan obat itu dia malah lahiran,” ujar Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, Selasa (21/5/2019).

NK, ibu bayi kembar yang melahirkan sendiri di kamar kos-kosannya saat dirawat di RSUD Embung Fatimah, Batuaji.

Syafruddin mengatakan, penyebab kematian dua bayi itu masih ada kaitan dengan upaya NK untuk menggugurkan kandunganya. NK lanjutnya semakin panik dan hal itu diduga menjadi penyebab utama kematian kedua bayi malang tersebut. Baca Juga: Melahirkan di Kamar Kos Sendiri Bayi Kembar Nk Tewas

“Untuk penyebab kematian ini agak sedikit sadis, makanya belum bisa kita beberkan ke publik. Mungkin nanti ke pengadilan saja,” ujarnya. NK diduga segaja menghilangkan nyawa kedua bayinya karena tidak ingin aibnya ketahuan orang lain.

Ini dibuktikan dengan keterangan saksi teman sekontrakan NK yang mengaku tak mendengar suara tangisan bayi di saat NK melahirkan.

“Hasil pemeriksaan medis menyatakan bayi hidup saat melahirkan tapi tak ada suara tangisan berarti ada unsur kesengajaan (menghabisi bayi kembar),” tutur Dalimunthe. Baca Juga: Sang Pacar Kabur Sejak Tujuh Bulan Lalu, NK Lahirkan Jabang Bayi Sendiri di Kamar Kos

Guna melengkapi berkas perkara penelantaran dan upaya pembunuhan bayi itu, penyidik masih terus memeriksa NK untuk mendapatkan pengakuan yang pasti. “Dia belum terbuka semuanya jadi masih diperiksa terus sama penyidik,” kata Dalimunthe.

Salah satu bayi kembar yang ditemukan meninggal dunia usai dilahirkan NK di kos-kosannya. NK diduga malu karena melahirkan anak di luar nikah. Foto: istimewa

Untuk sementara atas tuduhan perbuatannya itu NK dijerat undang-undang perlindungan anak nomor 35 tahun 2014 pasal 80 ayat 3 dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.(eja)

2,7 Juta Penduduk Belum Rekam e-KTP

0

batampos.co.id – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus berupaya mengejar program single identity number (SIN) atau nomor identitas kependudukan tunggal. Mereka kini mengejar penduduk yang belum merekam e-KTP sekitar 1,7 juta jiwa.

Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data dan Dokumen Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri Gunawan menuturkan program single identity number itu adalah satu penduduk dengan satu nomor induk kependudukan (NIK). Menurut saat ini penerbitan NIK sudah lebih tertib.

Sebelumnya dia mengakui bahwa setiap orang bisa memiliki NIK lebih dari satu. Diantaranya adalah setiap ada orang yang mengurus KTP untuk alamat baru, ditetapkan NIK baru juga. Sehingga jika ada orang yang berpindah domisili sampai tiga kali, maka dia bisa mendapatkan NIK tiga kali.

’’Padahal NIK itu adalah nomor unik. Yang didapat sejak seseorang itu lahir,’’ katanya usai melakukan penandatangan kerja sama dengan Universitas Terbuka (UT) di Tangerang Selatan, Banten, kemarin. NIK tersebut juga tetap sama sampai seseorang meninggal dunia.

Gunawan menuturkan saat ini jumlah penduduk di Indonesia berdasarkan jumlah NIK mencapai 265.185.520 orang. Data tersebut merupakan rekapitulasi akhir Desember 2018. Kemendagri terus memperbaharui data tersebut secara berkala.

Petugas merapihkan KTP warga yang sudah jadi.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Menurut Gunawan dari seluruh penduduk yang mencapai 265 juta lebih itu, 192 juta diantaranya wajib memiliki KTP elektronik (e-KTP). Angka persisnya adalah 192.676.863 orang. Namun, sampai saat ini jumlah penduduk yang wajib memiliki e-KTP tersebut belum seluruhnya melakukan perekaman. ’’Yang belum merekam e-KTP ada 2.736.811 orang,’’ katanya.

Angka tersebut setara dengan 1,42 persen. Menurut Gunawan populasi penduduk yang belum melakukan perekaman e-KTP diantaranya banyak berada di Papua dan Papua Barat.
Gunawan mengatakan tempat para penduduk yang belum mereka e-KTP tersebut tergolong susah medannya.

’’Mereka berada di gunung-gunung,’’ katanya. Selain itu perekaman e-KTP tersebut juga mengalami kendala budaya. Sebab masih banyak orang yang menilai bahwa e-KTP tidak terlalu penting dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun begitu Gunawan mengatakan Kemendagri bersama dinas Dukcapil setempat akan terus melakukan jemput bola. Yakni mendatangi kantong-kantong penduduk untuk melakukan perekaman e-KTP.

Dia berharap jumlah penduduk yang belum melakukan perekaman e-KTP terus berkurang.

Gunawan juga mengatakan kampus memiliki peran penting untuk sosialisasi perekaman e-KTP. Sebab mahasiswa baru biasanya belum melakukan perekaman e-KTP. Kampus diharapkan lebih aktif untuk sosialisasi kepada mahasiswanya untuk melakukan perekaman e-KTP. (wan)

Bandara masih Sepi Penumpang

0

batampos.co.id – Memasuki pekan ke tiga Ramadan, jumlah pemudik melalui Bandara Hang Nadim Batam masih sepi. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelum­nya, jumlahnya turun hingga 2.000 penumpang lebih.

Direktur Badan Usaha Bandara Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, menyebutkan pada Jumat (17/5) lalu tercatat ada 6.031 penumpang yang meninggalkan Batam melalui Hang Nadim. Lalu pada Sabtu (18/5) sebanyak 5.287 penumpang, dan Minggu (19/5) tercatat ada 5.440 penumpang.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, memang turun. Tahun lalu itu, di periode ini jumlah penumpang sudah merangkak naik ke angka 8 ribu orang,” kata Suwarso, Senin (20/5).
Sepanjang satu pekan ke depan, menurut Suwarso, tetap belum ada lonjakan penumpang.

Jumlahnya diperkirakan sekitar 6.000-an penumpang per hari. Lonjakan arus mudik diprediksi baru akan terjadi pada H-7 Lebaran. Itupun diperkirakan jumlahnya hanya sekitar 7.000-an penumpang.

“Puncak arus mudik saja, kami prediksi angkanya tidak seperti tahun lalu. Tahun lalu itu bisa mencapai 10 ribuan orang saat puncak arus mudik. Tahun ini hanya di kisaran 8 ribuan orang,” ucap Suwarso.

Kondisi ini sesuai dengan jumlah pesawat yang berangkat. Suwarso mengatakan, walaupun sudah memasuki awal minggu ketiga, masih banyak maskapai tidak memaksimalkan jadwal penerbangan yang dimiliki.

“Masih banyak yang urung memaksimalkan jadwal penerbangannya. Lihat saja, masih ada pembatalan 14 hingga 15 penerbangan seharinya,” ujar Suwarso.

Pengurangan jadwal penerbangan ini disebabkan kurangnya animo masyarakat menggunakan transportasi udara.

Apabila animo masyarakat tinggi, pastinya maskapai akan memaksimalkan jadwal penerbangan dimilikinya.

“Penumpangkan sepi. Sehingga maskapai mengurangi frekuensi penerbangan mereka ke beberapa rute-rute tertentu,” tuturnya.

Suwarso mengaku belum bisa memprediksi, kapan frekuensi penerbangan dari Hang Nadim akan normal sesuai jadwal yang ada.

“Kami masih melakukan pemantauan,” ungkapnya.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Masih minimnya pemudik melalui bandara ini disebabkan tingginya harga tiket pesawat. Sehingga, sebagian warga Batam yang akan mudik Lebaran memilih bebe-rapa alternatif. Salah satunya dengan kapal Pelni. Sayangnya, pelayanan dan kondisi pelabuhan kapal Pelni di Batuampar, Batam, dinilai masih kurang memadai.

“Saya turun ke sana dengan beberapa orang anggota Komisi III DPRD Kepri. Kondisinya miris dan buat kami sedih,” kata anggota Komisi III DPRD Kepri Irwansyah, Senin (20/5).

Politikus PPP itu menyebut, gedung terminal keberangkatan dan kedatangan di pelabuhan Pelni tersebut sangat tidak nyaman. Selain kondisinya panas dan pengap, tidak tersedia kursi yang cukup untuk duduk calon penumpang.

“Gedung kecil, panas. Apalagi gedung ini dijejali ratusan orang, pastinya bikin sesak,” ujarnya.

Pelabuhan ini, menurutnya, tidak layak menjadi pelabuhan penumpang. Namun, kondisi ini terkesan diabaikan oleh pemerintah. Ia menilai tak banyak perhatian pemerintah tercurah untuk mencarikan solusi atas permasalahan di pelabuhan Pelni tersebut.

“Pemerintah daerah selaku yang memiliki rakyat harus memperhatikan detail ini. Tapi ini terbaikan,” tuturnya.

Atas permasalahan ini, Irwansyah mengaku akan mengadukankannya ke Kementerian Perhubuangan. “Ini kami sesalkan. Tidak pernah diantisipasi. Lagian pelabuhan tetap untuk penumpang kapal Pelni hingga sekarang tidak jelas,” pungkasnya.

Roro Lebih Terjangkau

Selain kapal Pelni, warga Batam yang ingin mudik ke kampung halaman juga memiliki alternatif moda transportasi laut berupa kapal roll on roll off (Roro). Sebab harga tiket kapal Roro jauh lebih terjangkau, apalagi jika dibandingkan dengan harga tiket pesawat.

Seperti yang dilakukan Ade, warga Batam yang hendak pulang ke Padang, Sumatera Barat. Ia memilih menggunakan jasa kapal Roro karena alasan tiket yang murah.

“Tiket Roro hanya Rp 98 ribu per orang, sementara pesawat Rp 3 juta,” ujar Ade, warga Perumahan Odessa, Batam Center, Senin (20/5).

Ade juga mengaku rela menghabiskan waktu lebih lama untuk perjalanan jalur laut demi bisa Lebaran bersama keluarga di kampung halaman. Menurut dia, perjalanan dari Batam ke Buton dengan kapal Roro akan memakan waktu 18 jam. Lalu ia akan melanjutkan perjalanan darat menuju Padang yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 8 jam lagi.
Namun, bagi Ade hal itu tak masalah. Sebab jika menggunakan pesawat, meskipun jauh lebih cepat, biayanya bekali-kali lipat lebih mahal.

“Yang pulang kampung ada lima orang. Kalau pakai pesawat nggak cukup dananya,” ucapnya.

Warga lainnya, Ellin, juga harus beralih menggunakan jalur laut agar bisa pulang ke Medan.

“Tiket pesawat ke Medan mahal. Lebaran biasa dapat Rp 1 juta, sekarang naik dua kali lipat,” katanya. (ska/une)

Endgame

0

Pesta demokrasi terbesar di negeri ini sudah memasuki masa akhir. Saat ini, masuk injury time.

Berbulan-bulan lamanya bangsa Indonesia “terbelah”. Beda dukungan. Masing-masing punya pilihan. Ada yang pro sini dan situ.

Babak pertama sudah dilalui. Meskipun diselimuti banyak sorotan, babak ini berjalan dinamis. Yakni pencoblosan. Tanggal 14 April 2019 lalu. Kalau mengacu film Avengers, babak pertama ini diistilahkan “Infinity War”.

Biar tidak terkesan jiplak, babak pertama pesta demokrasi ini saya beri nama “Democracy War”.

Babak ini meliputi masa kampanye hingga pencoblosan. Berbagai drama selama proses penentuan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres), serta calon anggota legislatif (caleg) dari berbagai tingkatan, terjadi pada babak ini.

Saling serang terjadi. Dari urat syaraf hingga “fisik”. Namun, fisik yang saya maksud bukan berantem atau tawuran. Lebih pada personal. Entah siapa yang memulai, semua hal yang berkaitan dengan capres jadi bahan bully. Dari keterlibatan dengan organisasi terlarang, rasis, hingga terkait pelanggaran HAM.

Ini semua lebih kepada perang sebenarnya. Pertempuran awal. Puncak dari babak ini adalah pencoblosan. Masa dimana semua menggunakan hak suaranya di balik bilik suara.

Dari sini, masih belum jelas siapa pemenangnya.

Awalnya, banyak yang beranggapan bahwa di “Democracy War” ini akan berimbas besar. Misalnya keributan massal atau hal-hal yang tidak kita inginkan. Bayangkan saja, kedua kubu mengge-lorakan perang.

Yang satu menyebut “Perang Total”. Kubu sebelah menyebut “Perang Badar”. Saya sendiri menilai, kedua kubu tidak dewasa. Sama-sama pakai emosi. Meninggalkan akal sehat. Makanya saya memilih golput.

Namun, kita semua beruntung. Beragam pesta demokrasi sudah pernah digelar di tanah air. Mulai dari level desa, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional sudah pernah digelar.
Berkat kedewasaan masya-rakat Indonesia, berbagai potensi perpecahan berhasil dihindari. Kedua kubu yang menggelorakan “perang” dianggap angin lalu. Masyarakat Indonesia datang ke TPS dengan tertib. Tak ada “perang”.

Kita juga patut mengapresiasi semua pihak yang telah berupaya semaksimal mungkin menyukseskan kenduri demokrasi ini. Mulai dari penyenggara, pengawas, aparat, hingga kontestan. Khususnya bagi ratusan petugas yang meninggal saat mengawal jalannya pemilu.

Kita telah berhasil melewati babak pertama. Babak berikutnya sudah menanti. “Endgame” alias pertandingan terakhir.

Boleh dibilang, babak inilah yang paling seru. Klaim kecurangan hingga pelaksanaan pesta demokrasi yang amburadul menyeruak. Tudingan kriminalisasi menghiasi sebagian besar media tanah air.

Nah, Rabu 22 Mei 2019 adalah puncak dari pesta demokrasi ini. Semua persaingan, adu gagasan, “barter perang”, hingga duel Cebong vs Kampret akan berakhir. KPU akan mengesahkan siapa pemenangnya. Inilah yang saya namakan “Endgame”.

Harapan kita semua, “Endgame” berjalan aman. Mampu menghasilkan keputusan yang tepat untuk kemajuan bangsa dan negara. Tidak ada lagi perpecehan.

“Endgame” bukan akhir dari negara ini. Namun adalah akhir dari pemilu 2019. Sudah sepatutnya harus berakhir happy ending. Yang kalah harus berjiwa kesatria. Sementara yang menang jangan membusungkan dada.

Memang, tersiar kabar akan ada mobilisasi massa. Entah apapun namanya, yang penting tidak menimbulkan kegaduhan. Jika ingin menyampaikan pendapat, silakan sesuai ketentuan. Tidak boleh berakhir anarkis. Apalagi tragis.

Pilpres dan pileg adalah masalah kecil. Digelar tiap lima tahun. Namun, masa depan bangsa dan negara jauh lebih penting. Mari kita jadikan “Endgame” ini sebagai momentum untuk bersatu padu.

Mumpung Ramadan. Tidak ada salahnya sembari bersilaturahmi. (*)

Tiga Pengamen di Lampu Merah Batamindo Diamankan Polisi

0

batampos.co.id – Petugas kepolisian dan Satpol PP Kecamatan Sungai Beduk mengamankan tiga penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Ketiga PMKS tersebut diamankan ketika tengah mengamen di kawasan lampu merah di kawasan Industri Batamindo, Selasa (21/5/2019) sekitar pukul 11.00 WIB.

Kapolsek Sungai Beduk, AKP Joko Purwanto menjelaskan, tim dari Polsek dan Satpol PP Kecamatan Sungai Beduk terus melakukan pengawasan aktivitas PMKS yang berada di wilayah hukumnya.

Khususnya di kawasan-kawasan yang tidak diperbolehkan ada aktivitas dari PMKS seperti di kawasan lampu merah, kawasan taman kota, dan tempat-tempat lainnya.

Guna mewujudkan Kota Batam sebagai kota wisata, Dinsos mengelar razia dan mengamankan 35 PMKS dari beberapa lokasi di Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

“Mereka yang kedapatan tetap beraktivitas, langsung kita diamankan dan diserahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan tindakan selanjutnya,” katanya.

Ketiga pengamen tersebut lanjutnya, dibawa dengan menggunakan mobil Satpol PP dan dibawa ke Dinas Sosial untuk di data.

Para PMKS yang diamankan, akan dibawa ke shelter di Kecamatan Sekupang. Setelah itu baru diserahkan ke UPT Nilam Suri di Kecamatan Nongsa untuk proses identifikasi masalah yang mereka hadapi.

Sebelumnya, Dinsos bersama satu pleton Satpol PP telah melakukan penjangkauan PMKS pada Kamis (16/5/2019) lalu. Dari penjangkauan itu, diamankan 35 PMKS yang langsung dilakukan pembinaan.

Pengawasan yang terus dilakukan, hingga kembali diamankannya tiga PMKS ini, sejalan dengan upaya Dinsos yang terus akan melakukan pengawasan. Terlebih pada momen bulan puasa ini.(bbi)

Empat Hari Tak Masuk Kerja, Pekerja Galangan Kapal Ditemukan Meninggal di Kontrakannya

0

batampos.co.id – Warga perumahan Central Raya, Tanjunguncang Batuaji geger, Senin (20/5/2019). Pasalnya Agung Riyana, penghuni kontrakan di Blok JJ ditemukan meninggal sekitar pukul 22.00 WIB.

Pria kelahiran tahun 1983 ini diduga meninggal karena penyakit yang dideritanya. Jenazah pekerja galangan kapal di Tanjunguncang itu pertama kali ditemukan oleh Eko Siswanto, seorang rekan kerjanya.

Saat itu Eko mendatangi kontrakan korban karena sudah empat hari tidak masuk kerja. “Mau jenguk dia (korban) katanya dia sakit,” ujar Eko.

Agung Riyana (terbaring) ditemukan meninggal dunia di kontrakannya. Korban meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Foto: Istimewa

Namun, kata Eko, saat tiba di lokasi kontrakan korban tampak sepi dan terkunci dari luar. Eko lantas memanggil-manggil nama korban, tapi tak kunjung mendapatkan jawaban.

Penasaran, Eko lantas mengintip dari pintu belakang rumah. “Pintu belakang tidak terkunci dan saat saya masuk korban tergeletak di dalam kamar tidurnya,” ujarnya.

Meliha itu, Eko lantas melapor ke RT setempat kemudian dilanjutkan ke Polsek Batuaji. Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Melky Sihombing, membenarkan temuan mayat pekerja galangan itu.

Jenazah korban sudah dievakuasi dan dibawa RS Bhayangkara Polda Kepri. “Keterangan saksi koraban sakit. Saat olah TKP juga kita temukan obat-obatan untuk penyakitnya,” pungkasnya.(eja)

Petugas Panggilan Darurat Minim

0

batampos.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong daerah meningkatkan layanan panggilan gawat darurat. Hal ini merupakan upaya untuk menampung keluhan masyarakat via layanan tersebut. Hanya saja, Pemerintah Kota (Pemko) Batam masih kekurangan tenaga atau sumber daya manusia (SDM) untuk menjadi petugas panggilan darurat.

Kepala Dinas Kominfo Batam, Salim mengatakan operator layanan panggilan darurat di Batam melalui layanan 112 hanya 4 orang dan akan bekerja sif. Itu artinya, dalam satu sif hanya 1 orang.

“Kita sesuaikan dengan anggaran,” kata Salim, Senin (20/5/2019).

Menurutnya kini, pembiayaan sudah diserahkan ke daerah, termasuk masalah gaji operator. Ia mengaku, dulu waktu dibiayai pusat, operator cukup banyak yakni 9 orang.

Artinya, satu shif terdiri dari 3 orang.

Salim melanjutkan, Pemko Batam juga memiliki operator kamera pengintai (CCTv). Jika dibanding dengan operator 112, petugas CCTv lebih banyak yakni 11 orang. Dalam satu sif, operator CCTv yang bertugas yakni dua orang.

“Rencananya, yang dari operator CCTv ini akan kami latih menjadi operator 112 juga. Kerja sama-sama,” imbuhnya.

ilustrasi

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M. Ramli menyebutkan, hal utama yang harus diperbaiki oleh daerah ini adalah respons cepat. Menurutnya, layanan gawat darurat haruslah cepat. Walau pihaknya tidak menentukan batas kecepatan karena pertimbangan kemampuan daerah yang beragam.

“Ini tergantung kesiapan Pemda, kalau hanya punya nomor tapi respons kurang cepat, agak susah juga kan,” katanya.

Dalam penyelenggaraan layanan ini, ia memberi contoh Surabaya dan Palembang. Ia memaparkan, Surabaya kini telah menetapkan 7 menit aduan masyarakat sudah direspons. Sementara Palembang, sejak Asian Games sudah menerapkan layanan multibahasa.

“Kabupaten kota lain belum begini, silakan mencontoh Surabaya dan Palembang. Surabaya kenapa 7 menit, orang stroke itu punya waktu 7 menit untuk segera ditangani secara medis. Palembang sudah pakai Bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang,” papar dia.

Ia mengatakan, kesiapan petugas adalah hal yang penting pada sebuah layanan, terlebih layanan gawat darurat. Menurutnya, hal inilah yang diterapkan di negara-negara maju. Batam sebagai daerah yang berdekatan dengan negara tetangga, harusnya lebih baik dalam hal ini.

“Dari jumlah penduduk 1,3 juta jiwa, Batam ini kategori besar. Minimal petugasnya 3 kali 3 sif, artinya harus 9 orang,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, beberapa waktu lalu tepatnya dalam kurun waktu pergantian April ke Mei, ada warga Seibeduk yang menelepon 112 guna melaporkan lubang pada jalan yang membahayakan pengendara. Apalagi, jalan tersebut belum ada penerangan. Namun, tidak ada respons dari operator. Pengakuan Kominfo, petugas merespons panggilan tersebut, hanya saja tidak ada suara.

“Kami akan cek dulu, apakah ada gangguan atau apa,” imbuh Salim. (*)

Benahi Infrastruktur Kawasan Industri, Pengusaha Optimistis Ekonomi Batam Membaik

0

batampos.co.id – Sejumlah calon investor asing menuntut perbaikan infrastruktur di Batam. Sarana dan prasarana yang baik dinilai menjadi bagian terpenting dalam mendukung kegiatan investasi para penanam modal.

Caterpillar, misalnya. Perusahaan yang akan memindahkan usahanya dari Asia Pasifik ke Batam itu meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam memperlebar jalan, khususnya di kawasan industri di Tanjunguncang.

“Caterpillar itu mau pindah ke Batam dalam waktu dekat. Mereka bawa eskavator 36 meter kubik. Sehingga mereka perlu jalan yang besar,” kata Kasubdit Pembangunan Jalan, Jembatan, dan Transportasi Massal BP Batam Boy Zasmita, Senin (20/5) di Gedung Marketing BP Batam.

Jalan tersebut akan ditingkatkan dari lebar enam meter menjadi 14 meter tanpa median dengan nilai pagu anggaran Rp 4,1 miliar. “Banyak kawasan industri dibangun jalan dan habiskan Rp 200 miliar. Baik itu di Kabil, Tanjunguncang, dan Batam Center,” ucapnya lagi.

Perlu diketahui, PT Caterpillar Indonesia merupakan investor terbesar di Batam selama lima tahun terakhir. Nilai investasinya mencapai 216,390 juta dolar Amerika. Caterpillar merupakan produsen peralatan konstruksi dan pertambangan, alat berat, engine diesel, dan gas alam, turbin gas industri, serta lokomotif diesel-listrik terbesar di dunia.

Selain peningkatan jalan di kawasan industri Tanjunguncang yang rencananya akan dikerjakan selama empat bulan nanti, selanjutnya adalah pelebaran jalan kolektor Hang Kesturi di Kabil dan kawasan industri Sekupang.

Kawasan Industri di Kota Batam. Foto: Dokuemntasi Batam Pos.

“Khusus untuk di Sekupang, masih dalam penyusunan dokumen. Nilai pagunya Rp 10,7 miliar, tapi kami belum dapat pemenang,” ucapnya. Sedangkan di Kabil, nilainya sekitar Rp 9,5 miliar dan dikerjakan Barelang Konstruksi. Setelah itu pembangunan jalan tahap kedua di kawasan industri Batam Center dan di depan Perumahan PLN, Batam Centre.

Nilai pagu anggarannya sekitar Rp 6 miliar dan akan dikerjakan Cipta Cakrawala Teknis. Boy menyebut bahwa proyek-proyek ini membutuh-kan waktu enam bulan untuk menyelesaikannya. Baca Juga: Pengusaha Kawasan Industri Merugi Besar

“Pagi siang sore macet, kami selesaikan tahun ini. Akhir bulan mulai kontrak setelah proses lelang selesai,” katanya. Berikutnya adalah pengem-bangan Jalan Industri Tanjunguncang Tahap II yang akan dikerjakan Muktisindo Internasional dengan nilai anggaran Rp 3,4 miliar.

“Lalu peningkatan industri Sagulung Tanjungucang-Sei Lekop Tahap II sepanjang 2,3 kilometer dengan anggaran Rp 582 miliar,” katanya. Kondisi jalanan di kawasan industri yang buruk memang dikeluhkan pengelola kawasan industri. Contohnya pengelola Kawasan Industri Kabil.

Direktur Kabil Citra Nusa yang mengelola Kawasan Industri Terpadu Kabil (KITK) Peter Vincent pernah mengatakan, kondisi Jalan Hang Kesturi yang buruk sudah lama meng-hantui industri di Kabil.

Karena hal tersebut, banyak perusahaan minyak dan gas (migas) yang tidak melirik investasi di Batam karena jalanannya dianggap berbahaya sehingga tidak aman.
”Kendala utama kita adalah jalan yang tidak layak karena sering rusak berat ketika banjir,” ucapnya.

Peter mengatakan, saat kondisi puncak, yakni ketika banyak perusahaan yang memberlakukan over time (OT), maka jumlah orang yang ada di KITK bisa mencapai 25 ribu. Baik itu pekerja pabrik, karyawan kantor, pedagang, dan lainnya. ”Sehingga saat ramai sering terjadi kecelakaan,” ucapnya.

Karena realita ini, banyak perusahaan migas internasional yang menganggap KITK gagal memenuhi standar keamanan bagi para pekerja. ”Ketika perusahaan migas dunia mau kasih pekerjaan, kami gagal penuhi karena jalannya yang tidak aman. Makanya kami sangat mendukung jika pemerintah mau membangun jalan yang layak agar perusahaan di Kabil bisa dapat pekerjaan lebih mudah,” paparnya. Baca Juga: Industri Batam Menggeliat, Siap Melesat

Sementara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam optimistis ekonomi Batam akan terus membaik sepanjang tahun ini. Setelah pemilu usai, Apindo memprediksi akan banyak investor yang masuk ke Batam.

“Selama ini mereka wait and see,” kata Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid, Senin (20/5).
Menurut Rafki, kondisi politik biasanya menjadi salah satu pertimbangan utama investor dalam merealisasikan investasinya. Namun, setelah pemilu usai, para calon investor mulai merealisasikan rencana investasinya.

Apalagi setelah diketahui siapa pemenang pemilu. Namun, Rafki memprediksi, kondisi ekonomi akan mulai stabil dan investasi akan banyak berdatangan setelah bulan Oktober tahun ini. Efeknya terhadap perekonomian secara makro baru akan terasa awal tahun 2020 nanti.

“Tapi kondisi sekarang boleh dikatakan investasi Batam terus membaik, apalagi dibandingkan dua tahun lalu,” tutur Rafki. Menurut dia, akhir tahun lalu sudah ada beberapa investor yang masuk ke Batam. Namun hal itu belum bisa mengerakan perekonomian secara signifikan.

“Karena ternyata belanja pemerintah belum terealisasi optimal di awal tahun 2018 ini. Jadi, ekonomi Batam masih bergerak lambat sejak awal tahun ini,” ungkapnya.
Di lain hal, Rafki menilai bisnis properti di Batam jadi primadona baru. Penilaian itu ia simpulkan setelah menilah sektor manufaktur tumbuh tak begitu pesat.

Bahkan Batam pernah mencatat sebagai kota dengan pertumbuhan harga properti tertinggi di Indonesia. “Kontribusi sektor properti ini untuk perekonomian Batam terus meningkat signifikan setiap tahunnya. Hal ini lumrah terjadi di kota kota yang ekonominya sedang membaik,” katanya. (leo,she,une)

Curi Handphone di Pasar Fanindo Batuaji, Pemuda Diamuk Massa

0

batampos.co.id – Kosentrasi petugas dan nasabah bank di deretan ruko pasar Fanindo, Batuaji, buyar. Tariakan maling yang diikuti aksi kejar-kejaran dari dalam pasar mengagetkan mereka.

Seorang pemuda berjaket biru tampak lari tunggang langgang karena dikejar oleh puluhan pedagang dan pengunjung pasar. Pemuda itu akhirnya tertangkap karena dikepung puluhan masyarakat yang berada di pasar Fanindo.

Pemuda yang belakangan diketahui berinisial F itu pun akhirnya menjadi bulan-bulanan warga dan pengunjung pasar.

Hendro sekuriti bank dan beberapa rekannya yang menyaksikan kejadian itu langsung mengamankan situasi. F diamankan ke dalam pegadaian untuk menghindari amukan massa yang lebih buruk lagi.

F (jaket biru) yang kedapatan mencuri handphone salah satu pengunjung pasar Fanindo, Batuaji. Foto: Eja/batampos.co.id

Dari dalam kantong celana F, petugas mendapati satu unit smartphone yang dicurinya di parkiran pasar Fanindo. Dia tak bisa berkutik sebab aksi pencuriannya disaksikan oleh banyak pengunjung pasar.

“Kalau sempat tak kami amankan habis dia tadi. Orang-orang yang sering kemalingan di sini pada keluar semua dan menuduh dia yang mencuri,” ujar Hendro. Tidak ingin kemarahan warga memuncak, F langsung diserahkan ke Mapolsek Batuaji.

Okta, pemilik ponsel yang dicuri F, mengaku baru sebentar saja parkir sepeda motornya di depan pasar untuk berbelanja. Dia lupa mengambil ponsel di dasbord sepeda motornya sehingga diambil pelaku.

“Baru lima meter masuk ke dalam pasar, orang tariak maling. Ternyata hape saya yang kemalingan. Saya lupa ambil dari motor,” kata Okta di Mapolsek Batuaji.(eja)