Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 11195

Jemaat GPIB Zebulon, Tiban, Batam, Menggelar Jumat Agung

0
foto: batampos.co.id / william seipatiratu

batampos.co.id – Ratusan jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Zebulon Batam menggelar perayaan Jumat Agung sekaligus Perjamuan Kudus mulai pukul 09.00 WIB, tadi (19/4/2019) di GPIB Zebulon Tiban 5.

Perayaan Jumat Agung ini dipimpin oleh Ketua Majelis Jemaat Zebulon Pendeta Septi Marlin Souhoka-Apui yang merupakan ritual memperingati hari kematian Yesus Kristus.

Firman Tuhan yang menjadi pokok perenungan dan khotbah dalam ibadah ini yakni injil Markus 15: 20b – 32 yang menceriterakan tentang penyaliban Yesus. Pendeta Septi Marlin Souhoka-Apuy dalam khotbahnya meminta seluruh jemaat untuk mau berkorban seperti Simon, orang Kirene yang sebenarnya tidak mengenal Yesus tapi ia mau memikul salib Yesus hingga ke bukit Golgota atau bukit Tengkorak saat itu.

Ia juga mengingatkan para jemaat akan penderitaan Yesus melalui jalan sengsara atau vila delarosa. Dimana Yesus diolok-olok sepanjang perjalanan ke bukit Golgota saat itu.

“Prajurit-prajurit Romawi bahkan mengundi jubah-Nya menjadi empat bagian sekaligus melambangkan bahwa hak-hak serta kemuliaan-Nya dicabut dalam hal Yesus sendiri tidak ditemukan kesalahan Nya., ” Ujar pendeta Marlin.

Pendeta Marlin juga mengajak jemaat untuk meneladani Simon orang Kirene tadi. “Jangan sampai kita malah lari pontang-panting jika disuruh untuk memikul salib, ” Ujarnya mengingatkan.

Selain itu, jemaat juga diminta agar dengan memperingati hari kematian Yesus melalui Jumat Agung kali ini dengan menyalibkan seluruh ego masing-masing. “Salib kanlah ego kita jika ingin menjadi pengikut Yesus yang setia, ” tegasnya.

Dalam ibadah Jumat Agung itu, para jemaat juga menggelar sakramen Perjamuan Kudus yakni makan roti tawar dan anggur sebagai peringatan akan darah dan tubuh Yesus Kristus yang dikorbankan di kayu salib kalau itu.

Ibadah Jumat Agung ini berlangsung penuh khidmat. Hanya orang dewasa atau yang telah sidi gereja yang diperkenankan untuk mengikuti ritual tersebut.

Prosesi perjamuan kudus ini berjalan lancar. Satu per satu jemaat diundang ke meja perjamuan berbentuk salib yang telah disediakan presbiter. Seperti biasanya, para jemaat umumnya mengenakan busana warna hitam sebagai tanda perkabungan atas wafatnya Yesus. (spt)

Pesan dari ATB Batam, 20 April 2019, Penggiliran Terima Air, Silakan Tampung Air Seperlunya

0
Kondisi terkini waduk Sungai Harapan, ATB siap memberlakukan rationing.

Curah hujan Batam yang terus berkurang sejak awal tahun 2019 membuat seluruh dam yang menjadi andalan sumber air baku PT. Adhya Tirta Batam (ATB) menyusut tajam. Penyusutan air baku yang paling signifikan terjadi di Dam Sungai Harapan.

Dam Sei Harapan akan mencapai titik kritis dilevel minus 2,5 meter dari permukaan spillway, meski saat ini berada di level minus 2,4 meter. Oleh karena itu untuk memperpanjang masa ketahanan air baku Dam Sei Harapan, mulai Sabtu ATB akan melakukan rationing.

“ATB akan lakukan rationing mulai Sabtu 20 April, karena air baku dalam dam Harapan mencapai titik kritis. Rationing merupakan program penggiliran suplai air kepada pelanggan dengan beberapa cara, salah satunya menurunkan kapasitas produksi agar ketersediaan air baku dapat bertahan lebih lama,” ucap Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB, Kamis (18/4).

Maria menjelaskan, water rationing akan dilakukan dua kali setiap pekannya, yakni setiap Sabtu dan Rabu. Saat rationing, produksi WTP Harapan akan berhenti beroperasi (off). Jadwal rationing akan dimulai Sabtu 20 April 2019 pukul 00.00 – 24.00 WIB dan Rabu 00.00 -24.00 WIB

“Rationing akan dimulai Sabtu dengan menerapkan pola rationingya adalah 1-3-1-2 dengan artian 1 hari Instalasi Pengolahan Air (IPA) tidak berproduksi (off) 3 hari mengalir, 1 hari off 2 hari mengalir. Jadi setiap minggunya berjalan setiap Sabtu dan Rabu,” ucap Maria.

Ia menegaskan, program rationing yang akan diberlakukan di Dam Sei Harapan akan berdampak pada 18 ribu lebih pelanggan, mulai dari kawasan sebagian Tiban, Sekupang, Tanjung Pinggir, Tanjung Riau, Patam, dan sekitarnya. Saat rationing diberlakukan, suplai air kepada pelanggan pasti tidak akan sehandal saat normal, suplai air bersih yang dinikmati pelanggan otomatis akan berkurang.

“Tekanan air yang diterima juga kemungkinan besar tidak akan sebesar saat normal. ATB berupaya agar pelanggan tetap mendapatkan suplai air,” ungkapnya.

Oleh karena itu ia menghimbau agar pelanggan ATB mengubah pola pemakaian air sehingga dapat lebih menghemat air bersih. Selain itu pelanggan juga diharapkan disiplin dan tertib mengikuti jadwal rationing yang sudah ditetapkan. Ketidakdisiplinan dan intoleransi merupakan kendala yang dapat menggagalkan program rationing yang pada akhirnya menimbulkan masalah lebih besar.

“Saat program rationing diberlakukan, pelanggan harus tertib, disiplin dan berkomitmen untuk menghemat penggunaan air bersih. Jangan karena air di rumah masih mengalir lancar dan sanggup membayar tagihan yang dibebankan oleh ATB setiap bulan, pelanggan menghambur-hamburkan air bersih,” katanya mengingatkan.

Ia menghimbau, untuk kegiatan yang menggunakan air bersih dan bersifat tidak terlalu penting mohon dikurangi sehingga dapat menghemat cadangan air yang tersedia.

“Ketersediaan air baku adalah segalanya. Setiap tetes air sangat berarti bagi kelangsungan hidup. Kesia-siaan penggunaan air akan menjadi bencana bagi kita semua. Saat rationing, penyelesaian dengan menggunakan mobil tanki air tidak akan menyelesaikan masalah utama, yaitu ketersediaan air baku itu sendiri. Solusi utama adalah ekstra hemat penggunaan air bersih,” tegasnya.

Maria juga menghimbau agar pelanggan menyediakan tampungan SEPERLUNYA. Pelanggan diharapkan manampung air SEPERLUNYA, bukan SECUKUPNYA karena orang lain juga membutuhkan kehidupan. Pelanggan harus bertoleransi dan berbagi dengan pelanggan lain yang juga membutuhkan air. Penampungan berlebihan akan mengakibatkan pelanggan di sisi hilir semakin menderita.

“Pelanggan harus hemat menggunakan air karena rationing yang akan dijalankan ATB pada April ini bukan karena gangguan umum atau akibat kerusakan jaringan, namun karena ketersediaan air baku yang berkurang. Seperti yang kita tahu Batam tidak memiliki sumber daya air alami dan hanya mengandalkan air hujan sebagai air baku,” pungkasnya. (*)

 

RAN akan Manggung Batam, 26 April Mendatang

0

batampos.co.id – Siapa sih yang tidak kenal RAN kelompok musik asal Indonesia. Sejumlah lagu yang dilantunkan berhasil membuat pendengarnya baper, salah satunya “Dekat di Hati”

Nah, dalam waktu dekat, atau tepatnya 26 April mendatang, RAN direncanakan konser di Gor Indoor Temenggung, Batam. Konser itu digelar Tirosa Enterprise Batam dalam event kegiatan “Border State” festival 2019 bertema Red white.

Event Border State kedua kalinya ini mendapat dukungan dari Kementrian Pariwisata.

Koordinator acara, Steve Evants mengatakan Border State Festival dilaksanakan kembali setelah sukses digelar tahun lalu (2018) di Welcome to Batam, dengan nendatangkan musisi dari luar negeri seperti Jerman, Australia, Polandia, Singapura dan lainnya.

“Tahun ini kami gelar kembali, namun dengan tema berbeda, yakni merah putih yang maksudnya bersatu. Untuk acara kami laksanakan selama dua hari 26-27 April, namun di lokasi berbeda,” ujar Steve kepada awak media, Kamis (18/4/2019).

Dikatakannya, hari pertama Border State Festival 2019 diisi dengan konser RAN di Indoor Temanggung. Konser tunggal ini pun bisa disaksikan dengan membeli tiket seharga Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu.

“Target kami kaum milenial dan juga wisman sebanyak-banyaknya. Konser ini nantinya dibuka band lokal yang kemudian dilanjutkan RAN hingga akhir acara, ” ujar Steve.

Festival di hari kedua, tanggal 27 April adalah Rave party yang dilaksanakan di Batam View Beach Resort. Mendatang 6 DJ terkenal berasal dari Singapura, Malaysia dan Indonesia, diantaranya Farah Fazh, Niza Mink, Masta Groove, Danti. Selain DJ, acara juga dimeriahkan dengan Zumba Party oleh Zin.

“Target utama kami adalah wisman, terkait acara juga sudah kami promosikan keluar negeri yakni Singapura dan Malaysia, ” Jelaa Steve.

Ditempat yang sama, Ceo Tirosa Enterprise, Berto Izaak Doko mengatakan Border State dilahirkan untuk menarik minat wisman ke Batam. Sehingga tujuan wisman ke Batam tak hanya belanja dan kuliner, namun juga untuk melihat pertunjukan musisi.

“Apalagi melihat target wisman Kepri 4 juta, sehingga harus ada koloborasi dengan stakeholder terkait agar target itu tercapai. Jadi tujuan Batam sangat bermanfaat untuk nasional, ” imbuh Berto

Dijelaskannya, Festival Border State dipasarkan keluar negeri dengan cara paket tour ke Batam. Dalam satu paket itu, para turis bisa mendapatkan kunjungan destinasi ke Batam, penginapan hingga konser musik Ran. Begitu juga dengan Rave Party yang dijual dalam bentuk paket ke Singapura dan Malaysia.

“Selain target wisman tercapai, ada juga pertunjukan musik yang kita sungguhkan untuk generasi milenial, ” jelas Berto lagi

Sementara, Marketing dan Promo Direction, Edi Sutrisno mengatakan untuk mencapai target 4 juta wisman, pelaku wisata, entertaint dan dinas terkait harus jemput bola. Kepri, khususnya Batam harus bisa menyediakan semua yang dibutuhkan wisman dan menjadikannya dalam satu paket tour n travel.

“Ini gebrakan, jadi wisman datang ke Batam tak hanya nonton. Namun bisa menikmati Batam secara khusus dan sekaligus, ” pungkasnya. (she)

Bawaslu Panggil Komisioner KPU Batam

0

batampos.co.id – Bawaslu Kota Batam mengaskan adanya pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh KPU Kota Batam.

Seperti yang dikatakan komisioner Bawaslu Kota Batam divisi hukum, Mangihut Rajagukguk misalnya. Hasil penelusuran di lapangan terhadap adanya pengaduan kekacauan pendistribusian surat suara di tiap TPS, Mangihut mendapatkan tak hanya pengiriman surat suara yang lambat dari KPU ke tiap TPS saja.

“Banyak yang harusnya tak perlu terjadi seperti surat suara jumlahnya tak sinkron atau lebih kecil dibandingkan jumlah pemilih yang terdaftar di DPT pada TPS. Inilah yang menjadi pemicu persoalan carut marutnya pendistribusian logistik pemilu di Batam,” ujarnya, Kamis (18/4/2019) sore.

Pihak Bawaslu Batam sendiri sudah menyiapkan laporan hasil pengawasan (LHP) terkait temuan atau carut marutnya pendistribusian logistik pemilu yang dilakukan oleh KPU Batam.

“Temuan carut marut pendistribusian surat suara ke TPS ini nantinya akan kami plenokan untuk dasar keluarnya rekomendasi dari kami. Dasar kami menginvestigasi dan akan memanggil KPU Batam adalah bukti-bukti di lapangan yang kami dapati soal keterlambatan pendistribusian surat suara hingga tertukarnya surat suara antar dapil serta tak ada kesesuaian antar jumlah pemilih sesuai DPT dengan jumlah kertas suara yang lebih sedikit,” terangnya.

Mayoritas keterlambatan pendistribusian surat suara di Batam sendiri, lanjut Mangihut, berada di dua kecamatan yakni di Sagulung dan Sekupang.

Sementara komisioner Bawaslu Batam lainnya, Bosar menegaskan, atas keterlambatan pendistribusian surat suara ke TPS, tertukarnya surat suara antar dapil ataupun ketidaksesuaian antara jumlah pemilih di DPT dengan jumlah surat suara yang lebih sedikit, tak akan bisa mendiskualifikasi hasil penghitungan suara, tak akan bisa proses penghitungan suara diulang.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

“Kalau yang terjadi di Batam terkait keterlambatan pendistribusian logistik pemilu, tertukarnya logistik pemilu ataupun kurangnya jumlah surat suara yang lebih kecil dibandingkan jumlah pemilih di DPT, itu tak masuk kategori membatalkan pemilu, membatalkan hasilnya ataupun mengulagi prosesnya. Itu yang kami tegaskan berdasarkan PKPU,” ujar Bosar.

Penghitungan ulang surat suarat, lanjut Bosar, bisa dilakukan kalau dalam hal misalnya penghitungan surat suara dilakukan tanpa adanya penerangan lampu, ataupun ada KPPS yang melakukan pengrusakan logistik pemilu seperti surat suara dibakar.

“Itulah kategori yang bisa dilakukan penghitungan ulang. Kalau indikasi kekurangan surat suara maupun tertukarnya surat suara, itu jauh dari unsur pemilu ulang, penghitungan surat suara ulang. Misalnya surat suara yang sudah tertukar dan tercoblos, itu nantinya tetap dihitung dan hasilnya masuk ke parpol,” tegas Bosar.

Sesuai PKPU sendiri, pemilu bisa diulang kalau terjadi bencana alam, kerusuhan massal. Kalau diluar unsur tersebut, tak diperbolehkan menggelar pemilu ulang.

Sementara beberapa caleg yang maju pencalegan DPRD Kota Batam juga mengeluhkan proses pencoblosan di Batam yang amburadul karena distribusi logistik pemilu serta banyaknya penyelenggara pemilu seperti petugas KPP yang tak paham teknis pemungutan suara di TPS.

Seperti yang dikatakan Udin Sihaloho, caleg DPRD Batam dari dapil Bengkong-Batuampar. Ia menegaskan banyaknya petugas KPPS yang tak mengerti teknis pelaksanaan penghitungan surat suara.

“Kenapa proses penghitungan surat suara selesainya sampai subuh? Karena KPPS nya, saksinya serta PPKnya banyak yang tak menguasai, tak paham apa itu form C1, apa itu pleno, apa itu plane. Mayoritas mereka tak paham,” ujarnya.

Misalnya saja penghitungan atau pemilihan pilpres, lanjutnya harusnya yang mendapatkan form C1 itu hanya diserahkan oleh KPPS ke saksi pilpres saja.

“Ini nggak, semua C1 itu diserahkan ke semua saksi, baik saksi presiden, DPD maupun saksi parpol. Itu kan sudah tak benar, pantesan form C1 mereka teriak-teriak tak cukup, kehabisan. Padahal faktanya itu tak ada yang tak cukup kalau form C1 itu diserahkan ke saksi yang benar, bukan diserahkan ke semua saksi. Itu yang bikin form C1 itu dibilang kehabisan atau kekurangan. Itu kebodohan petugas PPS nya atau KPPSnya. Kalau PPS atau KPPS nya sudah tak paham, saya yakin baik saksi parpol, DPD maupun pilpres bisa saya pastikan lebih tak mengerti lagi,” tegasnya.

Ketidakmengertian atau ketidakpahaman petugas pemilu seperti PPK, KPPS ataupu PPS, lanjutnya disebabkan tak dapatnya mereka dibekali bimbingan teknis.

“Ini bimteknya lemah. Saya curiga jangan-jangan PPK, PPS dan KPPS ini tak dikasih bimtek oleh KPU Batam. Logikanya kalau dilakukan Bimtek, tak mungkin terjadi keterlambatan penghitungan surat suara. Ini yang jadinya menyiksa saksi, yang harusnya kerjanya sore sudah kelar, karena tak paham teknis pemungutan suara, jadinya molor penghitungan hingga subuh,” terangnya. (gas)

Petugas Keamanan Rutan Diperkuat Oleh Regu Pramuka

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Rumah tahanan (Rutan) kelas II A Batam memiliki petugas keamanan tambahan selain sipir untuk mengawasi seluruh penghuni rutan. Petugas keamanan tambahan ini adalah regu Pramuka yang anggotanya adalah warga binaan yang akan segera bebas.

Regu pramuka ini ada sembilan orang. Mereka dibekali kedisiplinan dan latihan khusus oleh sipir rutan agar bisa membantu pekerjaan sipir dalam hal menjaga dan mengamankan warga binaan yang lain.

“Sudah lama mereka ini. Tugasnya ya bantu-bantu petugas kami yang ada dalam rutan,” ujar Karutan Batam Robinson, Rabu (17/4).

Untuk menjadi regu pramuka ini tidak mudah. Mereka harus melalui sejumlah seleksi dengan syarat utama harus berstatus narapidana dengan masa hukuman yang singkat serta sisa masa pidana dibawa satu tahun.

“Kasus-kasus kriminal ringanlah dan mau bebas. Mereka dibekali dengan keterampilan ini agar bebas nanti sudah punya skill bisa jadi sekuriti atau petugas keamanan lainnya. Yang penting mereka diajar disiplin dulu,” kata Robinson.

Regu pramuka ini bekerja membantu petugas sipir setiap hari. Mereka diwajibkan mengenakan seragam pramuka yang lengkap. Mereka sangat membantu petugas sipir sebab mereka lebih kenal dan tahu penghuni rutan lainnya.

“Tak ada masalah sejauh ini. Malahan kami sangat terbantu sebab mereka bisa menutupi kekurangan tenaga pengaman yang ada. Petugas keamanan kami hanya 101 orang sementara penghuni ada 1.171 orang. Dengan tambahan regu pramuka ini bisa lebih baik lagi pengamananan dalam rutan ini,” kata Robinson.

Pantauan saat pelaksanaan pemilu kemarin, regu pramuka cukup sibuk sepanjang hari. Mereka turut mengatur keluar masuk warga binaan lain ke lokasi TPS. Mereka juga berbagi tugas dengan penjaga gerbang untuk awasi tamu yang datang ke dalam rutan. (eja)

Kenaikan Harga Pangan Tak Terbendung

0

batampos.co.id – Dua pekan menjelang memasuki bulan suci Ramadan, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok tak terbendung. Seperti cabai, ayam potong segar, dan sejumlah komoditas sayur-mayurterus merangkak naik. Bahkan hanya dalam sepekan terakhir, sejumlah komoditas pangan tersebut mengalami beberapa kali kenaikan.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Di Pasar Sentosa Perdana (SP) Sagulung, misalnya, harga cabai merah kembali mengalami kenaikan Rp 36 ribu menjadi Rp 40 ribu per kilogram (kg), cabai hijau dari kisaran Rp 35 ribu-Rp 34 ribu naik lagi menjadi Rp 37 ribu per kg.

Kenaikkan harga ini pun diakui pedagang akibat harga dari pemasok sudah tinggi. Belum lagi di sejumlah pasar-pasar tradisional di Batam sudah menetapkan harga tinggi.

”Harga dari petani kemudian ke perantara sudah tinggi, padahal pasokan ke pedagang sayur di pasar ini dari petani lokal semua,” kata Efri, pedagang sayuran di Pasar SP Sagulung, Rabu (17/4).

Dia menyebutkan, sejauh ini ketersediaan pasokan masih mencukupi hingga sebulan ke depan.

”Persediaan cukup, tapi memang harga dari yang ditaruh dari pemasok juga sudah tinggi,” terangnya

Untuk harga ayam potong segar juga terjadi beberapa kali kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Di Pasar Basah Sagulung, misalnya, dari Rp 33 ribu naik menjadi Rp Rp 35 ribu per kg, sedangkan ayam potong es/beku cenderung normal di kisaran Rp 28 per kg dalam sepekan terakhir.

”Harga daging ayam tidak pasti, kadang naik dari pemasok di peternak ayam di Barelang. Kalau untuk ayam es masih terbilang stabil,” kata Dedi, pedangan daging ayam Pasar Basah Sagulung.

Dedi menyebutkan, tidak hanya harga cabai dan ayam potong segar yang mengalami kenaikan, tapi harga gula pasir pun mengalami kenaikan. Kini harga gula pasir dijual Rp 14 ribu dari semula Rp 11 ribu per kg.

”Gula sudah mulai naik lagi, penyebabnya kurang tahu. Tapi sudah dua hari terakhir memang naik,” kata Desi, pedagang sembako Pasar Sagulung.

Harga Ayam Terus Meroket

Sementara itu, pantauan Pasar Botania Batam Center, harga ayam potong segar sudah menembus Rp 38 ribu dari sebemula Rp 37 ribu per kg. Menurut Dorman, penjual daging dan ayam Pasar Botania, harga ayam terus naik dalam seminggu belakangan ini.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

”Awalnya harganya sekitar Rp 32 ribu, tapi sekarang sudah Rp 38 ribu atau naik sekitar Rp 6 ribu per kilogram,” sebutnya.

Dia mengaku tidak tahu penyebab naiknya harga ayam potong segar, karena dari peternak harganya memang sudah naik. Ia menduga karena permintaan serta kebutuhan masyarakat yang cukup tinggi.

Sedangkan untuk komoditas seperti sayur masih terpantau tinggi Pasar Botania Batam Center. Felix, penjual sayur di pasar itu merincikan, untuk harga bawang merah Jawa dijual Rp 32 ribu dari harga sebelumnya Rp 26 ribu per kg, cabai merah dari Rp 40 ribu kini naik menjadi Rp 45 ribu – Rp 50 ribu per kg.

Selain itu, harga tomat dari Rp 12 ribu naik menjadi Rp 16 ribu per kg, kacang panjang dari Rp 18 ribu menjadi Rp 22 ribu per kg, timun dari Rp 8 ribu menjadi Rp 12 ribu per kg, serta bengkoang dari Rp 12 ribu menjadi Rp 19 ribu per kg.

”Barang ini diambil dari luar semua, kecuali sayuran bayam dan kangkung,” sebutnya.

Ditanya penyebab kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut, pria asal Medan ini menyebutkan akibat pasokan barang kurang hingga cuaca buruk dari daerah asalnya.

”Harga barang tidak bisa diprediksi. Hari ini naik, besoknya bisa turun,” jelasnya.

Diakuinya, akibat tingginya harga komoditas tersebut, para penjual kerap mendapatkan protes dari pembeli. Sebab kenaikan tersebut memberatkan mereka.

”Komplain pasti. Bahkan pembeli minta kalau harganya bisa normal kembali,” ungkapnya.

DKPP Klaim Masih Normal

Menjelang masuk bulan suci Ramadan, sejumlah komoditas pangan di pasar merangkak naik. Namun Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kota Batam mengklaim kenaikan yang terjadi saat ini masih dibatas normal.

”Memang ada kenaikan sedikit, seperti cabai, bawang putih, dan ayam. Tapi masih terbilang normal,” kata Kepala DKPP Kota Batam Mardanis, Rabu (17/4).

Diakuinya, pasokan lokal masih terbatas. Bahkan, beberapa waktu lalu sempat pasokan ayam didatangkan dari luar Batam karena tingginya permintaan. Namun saat ini stok ayam dari Barelang cukup banyak, sehingga sudah bisa memenuhi permintaan pasar.

”Sekarang mereka (pertenak ayam di Barelang, red) sudah kembali bisa memenuhi semua permintaan,” sebutnya.

Mengenai sayuran, Mardanis mengatakan harga terbilang normal. Untuk kebutuhan sayur petani lokal memang belum bisa memenuhi kebutuhan Batam. Bahkan, jika permintaan meningkat pasti distributor akan menambah pasokan dari luar.

”Nanti mereka datangkan dari Tanjungpinang. Tapi warga jangan khawatir jelang puasa nanti pasokan aman dan cukup,” sebutnya.

Ia menambahkan harga yang saat ini terjadi di pasar memang ada kenaikan namun masih dalam kategori normal. Ia juga berencana akan turun ke pasar pekan depan untuk memantau harga pasar jelang puasa.

”Minggu depan kami akan turun. Pantauan sebelum puasa,” sebutnya.

Ditegaskannya lagi, untuk ketersediaan pasokan di pasar, ia minta warga tidak usah khawatir, karena pihaknya sudah berkoordinasi dengan distributor untuk menjamin ketersedian pasokan.

”Intinya masyarakat tidak usah khawatir soal pasokan. Hanya saja soal harga ini yang menjadi perhatian pemerintah,” terang mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Batam ini.

Kendati demikian, untuk antisipasi harga tinggi, pihaknya bersama Bank Indonesia sudah menyiapkan armada untuk menggelar pasar keliling. Nanti pegawai DKPP bersama distributor akan mendatangi warga.

”Nanti kami buat pasar keliling. Jadi kami akan jemput bola. Jadi warga bisa beli cabai, sayuran, dan komoditas lainnya di mobil tersebut,” ungkapnya. (yui/une/iza/cr1)

Warga Tagih Janji Pelebaran Jalan Simpang Barelang

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Pemilihan umum (pemilu) serentak, baik pemilihan presiden dan wakil presiden maupun pemilihan legislatif telah dilaksanakan, Rabu (17/4). Dalam persiapan menghadapi dan kelancaran pemilu serentak itu, sejumlah pekerjaan tertunda, salah satunya rencana penertiban bangunan liar di Simpang Barelang, Sagulung untuk proyek pelebaran jalan.

Nah, sejalan telah usainya pelaksanaan pemilu, warga langsung menagih janji Pemerintah Kota (Pemko) Batam atas rencana penertiban iitu. Sebagian warga terutama pengguna jalan sangat menantikan rencana penertiban deretan bangunan liar di kawasan tersebut, karena sangvat mengganggu arus lalu lintas. Sebab, bangunan kios, warung, bengkel hingga tempat pangkas rambut memakan row jalan sehingga mempersempit akses jalan utama.

Bahkan bangunan tambahan depan kios seperti tempat jualan bahan bakar minyak eceran banyak yang menghalangi marka jalan. Padahal lokasi simpang tiga ini merupakan jalur ramai menuju kawasan padat penduduk dan lokasi wisata Barelang. Warga mengeluhkan karena keberadaan bangunan liar tersebut juga mengganggu keindahan dan tata ruang kota.

”Selalu macet kalau jam sibuk di sini. Ya begini kondisi jalannya. Bangunan liar sampai ke row jalan dan jalan menjadi sempit. Juga tak bagus estetika kota, padahal ini jalur ke tempat wisata,” ujar Syarhan, pengguna jalan di Simpang Barelang, Rabu (17/4).

Sebelumnya, keluhan pengguna warga tersebut sudah disampaikan langsung kepada Wali Kota Batam Muhammad Rudi saat bertatap muka dengan masyarakat Sagulung, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu Rudi mengaku akan segera menata simpang menuju kawasan wisata Barelang itu. Bangunan liar akan ditertibkan setelah pemilu, sebab akan ada pelebaran jalan dari arah Mukakuning ke Barelang.

Bahkan, setelah pernyataan Wali Kota itu, pihak Kecamatan Sagulung langsung bergerak mendata pemilik kios liar di pinggiran jalan Simpang Barelang. Sedangkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga sudah bergerak. Peringatan mulai diberikan sebab pengerjaan jalan akan segera dimulai setelah pemilihan umum.

”Kalau tak pindah ya ditertibkan setelah pemilu nanti,” ujar Sekretaris Satpol PP Batam Fridkalter, beberapa waktu lalu. (*)

Laporan Keuangan Desa dan Kelurahan Dipercepat

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Lingga terus berupaya untuk mempertahankan pencapaian predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun ini. Untuk itu, Pemkab Lingga melalui Inspektorat menggelar kegiatan pemantauan hasil pemeriksaan Inspektorat tahun anggaran 2019 di Daik Lingga.

Dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati Lingga M Nizar, mantan Ketua DPRD Kabupaten Lingga ini menyarankan kepada seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini untuk secepatnya melakukan laporan dan menggesa seluruh desa dan kelurahan yang ada di wilayahnya untuk segera menyerahkan laporan kepada Inspektorat.

“Dalam hal ini, kewenangan Inspektorat harus koordinasi dengan desa-desa dan kepala sekolah,” kata Nizar dalam pertemuan tersebut.

Selain itu, Nizar mengharapkan dengan cepat terselesaikannya laporan ini, Pemkab Lingga juga memiliki indikator terhadap kondisi kehidupan masyarakat selama ini. Dari laporan itu dapat diketahui tingkat kesejahteraan masyakarat di Kabupaten Lingga, sehingga pemerintah dapat mengambil sikap lebih cepat.

Dari kerja keras ini, aku Nizar, Pemkab Lingga dengan seluruh elemen yang ada di dalamnya dapat terlihat indikator kebersamaan untuk memajukan Kabupaten Lingga. Jika laporan cepat terselesaikan, maka Pemkab Lingga tentunya dapat mempertahankan capaian WTP tahun lalu untuk diteruskan pada tahun ini.

“Teruslah berupaya dan jangan lelah demi pencapaian kemajuan Kabupeten Lingga lebih baik lagi,” kata Nizar.

Menurutnya, jika seluruh kecamatan dapat membantu dan menggesa seluruh desa dan kelurahan yang ada di wilayah mereka masing-masing, tentunya pencapaian dan penyelesaian laporan ini akan lebih cepat lagi terselesaikan. (wsa)

Ekonomi Bergairah Lagi Usai Pemilu 

0

batampos.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (18/04), sehari setelah Pemilu 2019 diperkirakan akan menguat. Sebelumya sehari jelang Pemilu 2019 IHSG ditutup positif  46,39 poin atau 0,72 persen ke posisi 6481.54. Proses penyelenggaraan pemilu menjadi hal positif yang mampu membuat investor menilai baik pada Indonesia.

Analis Panin Sekuritas, Wiliam Hartanto, mengatakan prediksi penguatan ini karena harapan pasar terpenuhi.

Hal ini nampak dari masuknya dana asing ke seluruh saham emiten konstruksi.
Hal ini menunjukkan kesiapan mereka menghadapi hasil pemilu.

Pilpres memiliki pengaruh besar, market sudah ditahan lajunya sejak Februari. Ini menunjukkan market baru akan beraksi setelah adanya kepastian dari hasil pemilu.
Melihat ke belakang, dibandingkan dengan Pemilu 2014 lalu, kondisi pasarnya sama dengan kondisi pasar tahun ini. Di mana pelaku pasar antisipasi dan IHSG cukup tertahan pergerakannya, namun secara diam-diam dana asing berkumpul di saham-saham konstruksi dan BUMN.

Hal senada disampaikan Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji. Ia memproyeksikan IHSG akan menguat usai pemilu akibat beberapa hal. Euforia pelaksanaan pemilu yang aman dan damai. Lalu, euforia surplusnya neraca perdagangan per Maret sebesar 540 juta dolar AS.

Ekonom Samuel Asset Management, Lana Soelistianingsih, menuturkan bahwa rupiah dipastikan menguat setelah hasil Pemilu. Dia mengungkapkan, saat ini di pasar Amerika Serikat (AS) posisi rupiah sudah menguat terhadap dolar AS yakni di posisi Rp 13.977 per dolar AS.

“Biasanya kalau di sana (AS) dibuka menguat, besok (hari ini pembukaan perdagangan) juga akan kebawa (menguat),” katanya, kemarin.

Lana melanjutkan, penguatan rupiah ini sebagai bentuk euforia dari masyarakat Indonesia terkait hasil pemilu. Di samping itu, bagi investor, usainya gelaran pesta demok-rasi ini mengakhiri ketidakpastian di pasar. Sehingga, mereka bisa mengkalkulasi return serta menghitung risiko investasi di Indonesia. Dampaknya, aliran modal asing akan kembali deras.

“Memang biasanya inflow (aliran modal asing masuk), karena ketidakpastian sudah berkurang. Ini bisa bagian dari sentimen positif terhadap rupiah,” lanjutnya.

Namun, Lana menekankan bahwa derasnya aliran modal asing ini sifatnya musiman. Dia menguraikan, setiap tahun pemilu, modal asing selalu konsisten masuk ke Indonesia sampai akhir tahun.

“Itu terjadi di Pilpres 2004, 2009, dan 2014. Setelah pilpres baru bervariasi, ada yang naik ada yang turun,” imbuhnya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, investasi tahun ini akan didorong oleh berkurangnya ketidakpastian akibat pemilu. Di samping itu, proyek infrastruktur masih akan dijalankan meski tidak akan seagresif seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Infrastruktur itu berdampak,” kata Darmin usai menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, Rabu (17/4).

Dari 223 proyek infrastruktur strategis, ada 65 proyek yang masih dalam proses pem­bangunan. Jika pembangunan itu terus dijalankan, maka pertumbuhan ekonomi akan terdongkrak. Investasi pun akan lebih deras mengalir karena infrastruktur di Indonesia sudah lebih memadai. Selain itu, jika proyek infrastruktur yang sudah dibangun dinilai berhasil, maka hal tersebut akan menjadi sentimen yang baik bagi optimisme investor.

Realisasi investasi sendiri sebenarnya sudah melambat sejak tahun lalu. Pada 2018, realisasi investasi hanya tumbuh 4,1 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 721,3 triliun. Kinerja Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 328,6 triliun, tumbuh melesat 25,3 persen. Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) turun 8,8 persen, dengan angka realisasi Rp 392,7 triliun.

Perlambatan investasi ini disebabkan beberapa hal. Di antaranya sikap wait and see investor karena Indonesia akan menghadapi tahun pemilu, serta perang dagang yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global.

“Sebenarnya kalau untuk kebijakan kita lima tahun ke depan itu tadinya praktis sudah kita siapkan sejak 2-3 tahun lalu. Tapi ya tiba-tiba ada dadakan itu (perang dagang) juga,” ujar Darmin.

Untuk itu, dia mengimbau agar pemerintah dan para menteri ekonomi yang menjabat nantinya bisa fokus pada ekspor dan investasi. Dari sisi investasi, Online Single Submission (OSS) perlu dilanjutkan dan disempurnakan agar menyatu dengan perizinan di daerah. Kemudian, pembangunan infrastruktur dan tax holiday juga perlu dilanjutkan.

Sementara untuk meningkatkan ekspor, pelatihan vokasi perlu diperbanyak agar neraca jasa tidak semakin menambah defisit, di saat neraca dagang juga belum mengalami surplus yang besar. Dengan begitu, neraca transaksi berjalan juga tidak mengalami pelebaran defisit.

Menteri Keuangan Sri Mul­yani menambahkan, aliran modal asing akan kembali mengalir deras ke Indonesia. Selain karena Indonesia mampu menyelenggarakan pemilu yang tertib dan aman, kepercayaan investor asing pada Indonesia juga akan semakin membaik.

“Setelah pemilu, orang akan fokus bagaimana pemerintahan menjalankan program-programnya,” tutur Ani. (nis/rin)

Komisioner KPU Batam Terancam Pidana

0

batampos.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Batam menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam telah gagal me­nyelenggarakan Pemilu 2019 sesuai aturan. Karena itu, Bawaslu berencana melaporkan KPU Batam ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP). Tak hanya sanksi etik, komisioner KPU Batam juga terancam hukuman pidana.

“Karena tak main-main, yang dilakukan KPU Batam sudah melanggar aturan dan masuk ranah pidana,” kata komisioner Divisi Hukum Bawaslu Batam Mangihut Rajagukguk, Rabu (17/4).

Mangihut mengatakan, pihaknya menemukan banyak kegagalan dan pelanggaran yang dilakukan KPU Batam dalam pelaksanaan pemilu pada Rabu (17/4) kemarin.
Di antaranya pelanggaran distribusi logistik pemilu yang belum beres hingga hari H, kemarin.

Menurut Mangihut, hingga hari H kemarin masih berlangsung distribusi logistik pemilu di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Batam. Padahal, seharusnya, kata dia, distribusi logistik harus sudah selesai paling lambat pada H-1 pemilu.

“Pencoblosan itu tanggal 17 April. Sedangkan pendistribusian logistik itu tanggal 16 April, bukan lagi pas pencob-losan baru logistik didistribusikan,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bawaslu juga mendapati banyak TPS yang kekurangan surat suara. Parahnya lagi, KPU terkesan tidak profesional dalam menangani masalah kekurangan surat suara ini.

Misalnya, dalam kasus kekurangan surat suara di Kecamatan Sekupang. Untuk menutupi kekurangan itu, KPU Batam mengambil jatah surat suara untuk Kecamatan Batuampar dengan cara membongkar kotak suara yang masih tersegel.

“Itu kan sudah ngawur dan karut marut,” tegas Mangihut.

Saat ini, Mangihut menyebut pihaknya tengah menginventarisir temuan-temuan di lapangan untuk disampaikan ke DKPP. Mangihut juga berharap KPU Provinsi Kepri segera mengevaluasi kinerja KPU Batam dalam pemilu kali ini.

Sementara komisioner KPU Provinsi Kepri Widiyono Agung mengaku menerima banyak laporan terkait masalah dalam pelaksanaan pemilu di Batam, kemarin. Menurut dia, laporan yang paling banyak terkait keterlambatan logistik pemilu.

Widiyono mengatakan, distribusi logistik pemilu di Batam yang terakhir dilakukan adalah untuk wilayah Sei Langkai, Kecamatan Sagulung.

Keterlambatan terjadi karena akses jalan ke Sei Langkai sangat sempit. Jalan ke wilayah itu tidak bisa dilalui dua truk dari dua arah yang berlawanan.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

“Jadinya cuma bisa dua angkut, lalu berangkat. Masuk dua lagi, angkut lalu berangkat. Tidak bisa banyak,” ucapnya.

Masalah ini, kata Widiyono, memang akan menjadi bahan evaluasi KPU Kepri. Namun, ia enggan menyampaikan sanksi-sanksi yang mungkin dijatuhkan untuk para komisioner KPU Batam.

“Saya belum mau membuat komentar yang panas dulu, nanti saja. Setelah ini selesailah,” ungkapnya

Pantauan Batam Pos, distribusi logistik pemilu ke sejumlah TPS di Batam memang mengalami keterlambatan, kemarin. Bahkan keterlambatan ini terbilang sangat parah.
Di TPS 040 Tiban Baru, misalnya. Logistik baru sampai di TPS sekitar pukul 09.45 WIB, atau sekitar tiga jam jelang TPS tutup.

Ketua KPPS TPS 040 Tibanbaru, Kuswanto, mengatakan keterlambatan ini jelas berimbas pada molornya proses pencoblosan di TPS tersebut.

“Harusnya pukul 07.00 WIB kita sudah mulai pemilihan, namun karena keterlambatan ini pemilihan baru dimulai pukul 10.00 WIB lewat,” kata dia.

Keterlambatan pengiriman logistik ini juga terjadi di TPS 21 Tiban Indah, Kecamatan Sekupang. Akibatnya, proses pencoblosan di TPS tersebut juga molor.

Kasus serupa juga terjadi di TPS 39 Patam Lestari, Sekupang. Proses pencoblosan harus molor dari jadwal karena pengiriman logistik ke TPS tersebut terlambat.

“Logistik baru tiba tadi pagi,” kata Ketua KPPS 39 Patam Lestari, Dodi.

Tak hanya di Kecamatan Sekupang, keterlambatan logistik pemilu ini juga terjadi di beberapa kecamatan lainnya. Seperti di Kecamatan Sagulung.

Selain masalah keterlambatan distribusi logistik, sejumlah TPS juga mengalami kekurangan surat suara. Komisioner Bawaslu Batam Nopialdi yang ditemui kemarin, mengaku belum memiliki angka pasti, berapa jumlah kekurangan surat suara di Batam.

“Masih kami kumpulkan, baik jumlah dan jenisnya kami belum tahu pasti. Yang jelas kekurangan terbanyak untuk surat suara DPD dan Pilpres,” kata Nopialdi, kemarin.

Menurutnya, KPU Batam sudah berinisiatif menutupi kekurangan surat suara itu dengan mengambil langsung ke Jakarta. Namun hingga kemarin sore belum ada informasi lebih lanjut dari KPU Batam.

Solusi lainnya, anggota KPU Batam mengambil surat suara dari Tanjungpinang karena di sana ada kelebihan surat suara.

“Itu informasi yang kami terima. Semua ini merupakan kebijakan KPU,” imbuhnya.

Siap Bertanggung Jawab

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam Syahrul Huda menyatakan siap bertanggung jawab jika pihaknya dianggap gagal dan melanggar aturan pelak-sanaan pemilu. Namun, ia mengklaim pihaknya sudah berupaya bekerja sebaik mungkin.

“Kami sudah bekerja seoptimal mungkin, namun ternyata masih banyak kendala,” kata Syahrul saat ditemui usai mencoblos di TPS 039 Patam Lestari, Sekupang, kemarin.

Syahrul mengatakan, semua pihak boleh saja menilai kinerja KPU Batam. Namun, menurutnya, segala upaya telah dilakukan termasuk mengupayakan mencari dan menjemput sendiri logistik ke pusat.

“Saya tak bisa berbuat apa-apa soal logistik ini. Yang jelas kami sudah berbuat semaksimal mungkin,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, siap bertanggung jawab jika diminta pihak kepolisian untuk memberikan keterangan terkait permasalahan yang ada saat ini.

“Tentu saya harus siap. Karena ini sudah konsekuensi pekerjaan,” imbuhnya. (gas/yui)