batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam telah merampungkan rekapitulasi 11 kecamatan. Ada banyak nota keberatan dan tidak terima hasil rekapitulasi yang disampaikan saksi dari partai politik.
Ketua KPU Batam, Syahrul Huda mengatakan terkait ada temuan dari saksi yang ada di lapangan silahkan diajukan nota keberatan. Jika menemukan kesalahan dan itu ada buktinya ada prosedur hukum yang bisa ditempuh.
“Kalau menurut saksi, kami salah dan ada buktinya silahkan saja mengajukan hingga ke tingkat MK. Kami akan terima dan siap bertanggung jawab atas apa yang kami lakukan,” tegasnya.
Untuk Sagulung, masih ada empat TPS lagi yang harus diselesaikan. Tujuh panel disiapkan untuk menggesa penghitungan dan satu panel untuk sinkronisasi.
“Mungkin Subuh nanti selesai dan besok bisa selesai,” sebutnya.
Rapat pleno ini ditutup dan dibuka kembali, Minggu (12/5). Setelah menyelesaikan Sagulung dan diplenokan di tingkat kota. Selanjutnya pukul 14.00 WIB hasil tersebut langsung dibawa ke tingkat provinsi.
Ketua Bawaslu, Syailendra Reza mengatakan di lima kecamatan DPT, DPK dan pemilih disabilitas banyak perbedaan. Apakah ini karena faktor kelelahan atau lainnya itu menjadi catatan tersendiri bagi Bawaslu Batam dan akan diteruskan ke pusat.
“Kalau soal perolehan kami tidak terlalu perhatikan. Tapi temuan perbedaan selama pleno akan menjadi catatan bagi kami,” kata dia. (yui)
batampos.co.id – Pemesanan tiket KM Kelud di Kantor PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) terus meningkat. Hal ini terlihat antrian dari calon penumpang di Sekupang, Sabtu (10/5).
Manager Operasional PT Pelni Batam, Dicky Dermawandi mengatakan pemesanan hingga minggu ketiga jelang mudik lebaran semakin banyak. Sejak dibuka akhir April lalu, pemesanan tiket ramai terus.
“Alhamdulillah grafik tahun ini naik dibanding tahun lalu. Meskipun belum bisa memetakan berapa besar kenaikan penjualan tiket karena penjualan masih berjalan,” kata dia.
Harga tiket yang murah menjadi faktor pemesanan tiket meningkat. Ia tidak memungkiri mahalnya harga tiket pesawat memberikan dampak yang cukup signifikan bagi angkutan laut.
“Sekarang saja tiket di peak season sudah sold out mau 90 persen. Pemesanan ini lebih cepat dari tahun lalu. Mungkin alasan takut kehabisan jadi mereka lebih cepat pesan tiket,” jelasnya.
Untuk mengangkut penumpang, pihaknya bahkan sudah menyiapkan jadwal jelang lebaran nanti. Khusus untuk Belawan, Medan akan dibuka hingga empat kali dalam satu minggu. Sedangkan Jakarta akan dibantu kapal Dorolonda.
“Permintaan banyak jadi kami menyesuaikan dengan armada yang ada,” sebutnya.
Ia mengingatkan kepada calon pemudik untuk memesan tiket saat ini selagi masih tersedia. Pihaknya menyampaikan permintaan maaf jika nanti ada yang tidak terlayani karena keterbatasan kapasitas yang ada.
“Non seat kan tidak ada lagi. Jadi mumpung masih ada silahkan beli sekarang,” imbuhnya.
batampos.co.id – Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) bersiap menyambut limpahan calon penumpang akibat mahalnya harga tiket pesawat.
Tiga minggu jelang mudik lebaran pemesanan tiket tujuan Dumai sudah mulai terlihat. Hal ini dikatakan Ketua DPC INSA Batam, Asmadi.
Menurutnya operator kapal sudah bisa membaca lonjakan penumpang yang akan terjadi nanti. Ia memperkirakan pemesanan tiket akan meningkat dua minggu jelang lebaran.
Momen kenaikan harga pesawat ini memberikan dampak yang cukup bagi angkutan laut. Mereka yang mudik bersama keluarga tentu akan memilih transportasi yang murah.
“Saya terus komunikasi dengan operator kapal. Yang tujuan Dumai sudah berjalan pemesanan. Namun angkanya saya belum dapat karena belum ada laporan yang masuk,” terangnya.
Asmadi berharap arus mudik lebaran bisa berjalan dengan lancar. Lonjakan pemudik diperkirakan naik 20 persen lebih tahun ini. “Ya kita lihat nanti saja. Mudah-mudahan ramai dan tidak ada kendala jelang arus mudik nanti,” tutupnya.
Sebelumnya juga ada penambahan keberangkatan menuju Kuala Tungkal melalui pelabuhan Punggur. Kapal Roro sudah mulai berlayar mengangkut penumpang dari Batam tujuan Kuala Tungkal, Jambi. (yui)
batampos.co.id – Virus monkeypox yang ditemukan di Singapura belum lama ini mendapat tanggapan serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam. Hal ini karena memang Kota Batam menjadi pintu masuk utama bagi masyarakat Singapura yang akan berkunjung ke berbagai daerah di Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusumarjadi menjelaskan, sejauh ini kasus penyakit tersebut belum ditemukan di Batam. Meskipun demikian pihaknya akan terus waspada dan mengingatkan kepada Puskesmas dan rumah sakit agar terus waspada. Bersiap untuk segera melakukan tindakan jika akhirnya penyakit ini ditemukan di Batam.
“Penyakit ini (monkeypox) belum masuk batam, jadi domainnya di KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan). Tapi kita terus koordinasi dengan mereka,” kata Didi saat dihubungi pada Sabtu (11/5).
Didi melanjutkan, saat ini tim dari KKP bersiaga di pelabuhan dengan alat pendeteksi panas. Ketika ada penumpang yang ditemukan terindikasi terjangkit penyakit tersebut, akan segera dilakukan tindakan isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah di Kecamatan Batu Aji, atau di Rumah Sakit Awal Badan Pengusahaan (RSBP) di Kecamatan Sekupang.
“Darah pasien akan diambil guna cek di BTKL Batam, kalau tak bisa, spesimen (sampel) kita kirim ke Jakarta,” kata Didi lagi.
Lebih jauh, Didi menjelaskan bahwa penyakit ini dibawa oleh seorang warga dari sebuah negara di Afrika dalam sebuah pertemuan di Singapura. Saat ini, warga singapura yang terindikasi terinfeksi penyakit ini sudah menjali proses karantina agar tidak menyebarkan penyakit ini.
Dalam situs klikdokter.com dijelaskan bahwa Monkeypox merupakan penyakit yang umumnya self-limiting, atau dapat mereda dengan sendirinya. Oleh sebab itu, sebagian besar orang yang mengalami kondisi ini dapat membaik dalam rentang waktu beberapa minggu. Namun, pada sebagian kecil kasus, infeksi ini dapat menjadi berat.
Penyakit ini berbeda dengan cacar monyet (impetigo bulosa) yang lebih dikenal di Indonesia. Sebagai penyakit langka yang disebabkan oleh virus monkeypox, penyakit ini sering kali hanya ditemukan di negara-negara yang terletak di bagian tengah dan barat dari benua Afrika.
Virus penyebab penyakit ini umumnya ditularkan ke manusia lewat berbagai binatang liar, seperti hewan pengerat dan primata. Selain itu, infeksi juga dapat ditularkan lewat kontak secara langsung dengan orang lain yang terinfeksi, walaupun lebih terbatas. Namun, risiko penularan pada populasi secara umum sangat rendah. (bbi)
batampos.co.id – Pencekalan ke luar negeri terhadap mantan Kepala Staf Komando Strategi Angkatan Darat, Mayjen (Purn) Kivlan Zen resmi dicabut oleh Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Pencabutan ini kurang dari 24 jam sejak surat pencekalan dikeluarkan.
“(Kivlan) sudah boleh ke luar negeri,” kata Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Sam Fernando saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (11/5).
Pencabutan pencekalan ini dilakukan setelah pihaknya menerima permintaan dari pihak kepolisian. Ditjen Imigrasi kemudian memprosesnya, kemudian pada dinihari tadi surat pencabutan pencekalan pun diterbitkan.
“Tadi pagi, jam tiga pagi dikeluarkan surat cekalnya dicabut,” tambah Sam.
Di tempat terpisah, Kuasa Hukum Kivlan, Pitra Romadoni menyambut baik pencabutan pencekalan ini. Dia meminta agar Ditjenpas tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, apalagi menyangkut nama baik seseorang.
“Sahabat-sahabatku tanpa mengurangi rasa hormat, jangan terburu-buru mengambil keputusan. Soalnya tindakan yang saudara lakukan tersebut menyebabkan kerugian bagi saudara Mayjen Kivlan Zen,” kata Pitra.
Pitra menilai, pencekalan terhadap Kivlan dianggap tidak tepat. Karena status hukumnya baru sebatas saksi, bukan tersangka.
“Pencekalan tersebut menimbulkan satu pristiwa yang dilematis terhadap pemikiran bangsa dan rakyat Indonesia. Kecuali dirinya sudah tersangka baru dicekal, ini kan baru diklarifikasi,” pungkasnya.
Pitra pun memastikan tidak ada rencana Kivlan Zen bepergian ke luar negeri. Bahkan sebelum dicekal pun mantan Kakostrad itu hanya ingin pergi ke Batam untuk bertemu keluarganya. Kivlan pun direncanakan akan hadir dalam pemeriksaan pada Senin (13/5).
Sebelumnya, Kepala bagian Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra membenarkan, pihaknya telah menerbitkan surat panggilan terhadap mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen.
Surat pemanggilan itu diserahkan oleh Penyidik Mabes Polri saat Kivlan Zen berada di Bandara Soekarno Hatta saat hendak terbang ke Brunei Darussalam.
“Diberikan surat panggilan oleh Penyidik Ditipidum Bareskrim Mabes Polri di Bandara Soetta,” ujar Asep saat dikonfirmasi, Jumat (10/5).
Asep menuturkan, Kivlan Zen telah dicekal. Sehingga diberikanlah surat tersebut. Saat itu Kivlan hendak ke Brunei Darussalam melalui Batam.
“Dicegah ke luar negeri. Beliau mau ke Brunei lewat Batam. Sudah melalui imgrasi juga sudah disampaikan,” katanya. (jpc)
Suasana buka puasa bersama Travel Agent and Media Gathering di Harris Resort Barelang, Jumat (10/5). F. HARRIS UNTUK BATAM POS
batampos.co.id – Harris Resort Barelang Batam menggelar buka puasa bersama dengan para travel agent dan media di Harris Function Hall, Jumat (10/5).
Marketing & Branding Harris Resort Barelang Batam Viki Wahyudi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara manajemen dan karyawan dengan travel agent juga media, yang sudah mendukung Harris Resort Barelang Batam selama ini.
“Kami berharap kerjasama yang telah terbangun dengan baik ini akan terus terjalin,” ujar Viki.
Di samping travel agent dan media, pihaknya juga mendatangkan tamu undangan VIP dari sejumlah pejabat kepariwisataan Kepri dan Batam. “Mereka adalah tamu kehormatan kami mengingat perkembangan Harris Resort Barelang juga tidak terlepas dari dukungan instansi kepariwisataan,” terangnya.
Dari kegitan itu juga, lanjut Viki, terdapat informasi menarik yang bisa dinikmati pengunjung kala mengambil paket buka puasa di Harris Resort Barelang. Yakni dengan Rp 158 ribu per orang, pengunjung dapat menikmati beragam menu yang disajikan sepuasnya, dan berkesempatan membawa pulang satu sepeda motor.
“Kami menyediakan kupon berhadiah bagi pengunjung yang membeli paket Ramadan Cheerfasting Buffet ini. Satu paket, satu kupon yang akan diundi 2 Juni mendatang,” jelasnya.
Selain itu, undian tersebut bisa dipakai untuk mendapatkan hadiah lainnya seperti voucher menginap di Harris Villa with Jacuzzi dengan harga normal menginap senilai Rp 5 juta, voucher menginap di Harris Suite, Harris Room, BBQ Dinner hingga Sunday Brunch. (nji)
Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto beserta para pejabat utama Polda Kepri saat safari Ramadan
batampos.co.id – Polda Kepri membagikan 3ribu kotak nasi dan 500 takjil untuk masyarakat yang berada di Tanjunguma, Batam, Jumat (10/5/2019). Pembagian nasi kotak dan takjil ini, dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto beserta para pejabat utama Polda Kepri.
“Ini kegiatan rutin yang akan kami selenggarakan selama Ramadan,” kata Irjen Anda Budhi Revianto, Jumat (11/5).
Tujuan kegiatan ini, kata Andap untuk menjalin silaturahmi dan sinergi antara polisi dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini untuk menjaga kondisi Kamtibmas di Batam.
“Dengan niat yang baik, kami berbagi dengan masyarakat,” ucapnya.
Salah seorang tokoh agama di Tanjung Uma, Muhammad Candra, mengucapkan terimakasih kepada Polda Kepri atas kegiatan ini.
“Saya harap langkah yang positif ini dapat diikuti pihak-pihak lainnya,” ujarnya.
Dalam kegiatan pemberian sembako ini, mulai dari orangtua hingga anak-anak menggerbungi stan-stan yang telah disediakan Polda Kepri sejak pukul 16.30. Salah seorang warga yang ditemui Batam Pos dilapangan, Putra mengaku ini merupakan kegiatan yang baik.
“Sering-sering saja,” katanya.
Polda Kepri tidak hanya membagikan nasi kotak dan takjil untuk masyarakat Tanjunguma saja. Tapi sejak awal Ramadan, Polda Kepri dan jajaranya telah membagikan takjil maupun nasi kotak di beberapa titik lampumerah di Batam, seperti simpang galael, kara, batubesar, Kepri Mall.
Kegiatan menjadi agenda rutin yang akan dilaksanakan polisi selama Ramadan. (ska)
batampos.co.id – Saat bulan Ramadan tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke Tanjunguma, Lubukbaja. Di sana pengunjung bisa menemukan puluhan jenis penganan khas dan menu berbuka puasa, salah satunya mie laksa dan berbagai jenis ikan bakar dan seafood.
Menjelang sore hari, pasar ini ramai dikunjungi masyarakat yang hendak berburu penganan khas dan menu berbuka puasa. Seperti Senin (6/5) lalu, ribuan masyarakat tumpah ruah.
Meski baru pukul 16.00 WIB, pasar yang berada di dekat pemukiman warga ini sudah dipenuhi warga dari berbagai penjuru Kota Batam. Sebelum memasuki pasar, gang sempit berukuran 2 hingga 3 meter itu tampak disesaki kendaraan bermotor yang terparkir semraut.
Pemuda setempat terlihat turun tangan membantu membenarkan posisi motor, agar kendaraan roda empat yang memaksakan diri melewati gang tersebut tidak terjebak kemacetan. Memasuki area pasar, pengunjung langsung disambut kepulan asap ikan bakar yang berada di deretan pertama pedagang pasar Tanjunguma.
Meski membuat sesak napas, namun aroma ikan bakar berlumuran bumbu rempah itu menggoda lidah dan perut yang sudah kosong sejak pagi. Tawar menawar antara pembeli dan penjual terlihat di sepanjang lapak itu. Jika harga sesuai, ikan di tangan, jika tidak, pembeli harus rela merogoh kocek mulai Rp 40 ribu per ekor ikan berukuran kecil.
“Harga ikan tergantung ukuran, yang kecil Rp 40 ribu, namun ada juga yang Rp 65 ribu juga,” kata Ismail, pedagang ikan bakar. Melewati lapak ikan bakar, pengunjung kemudian disuguhi penganan khas Ramadan. Ada puluhan jenis kue dan menu hidangan berbuka puasa yang ditemui di pasar ini.
Sebut saja lakse, talam hijau, onde-onde, lupis dan beragam es berbuka puasa. Pengunjung bebas memilih kue apa saja dengan harga mulai Rp 1000 per biji. Risnawati, salah satu penjual kue, mengatakan sudah 10 tahun menjual kue di pasar tersebut. Kue-kue itu ia bikin dan dijual sendiri.
“Hari-hari biasa saya jual juga, tapi tidak sebanyak saat puasa,” kata ibu 45 tahun ini.Ada beragam jenis kue ia buat. Mulai dari lupis, cucur, lakse hingga onde-onde. Risna mengaku kue buatannya selalu laris dan terjual habis. “Enggak pernah bersisa,” katanya.
Dia mengatakan, setiap tahun pasar yang sudah ada sejak tahun 1990-an ini ramai dikunjungi warga. Di pasar ini terkenal dengan kue-kuenya yang enak dan murah. Banyak pilihan, pengunjung bebas membeli kue jenis apa saja.
“Ada kue basah dan kering. Banyak macamlah di sini,” ucapnya.
Ibu empat anak ini mengaku rata-rata penjual di Pasar Tanjunguma adalah warga asli Tanjunguma yang memang berprofesi sebagai penjual makanan dan kue.
“Alhamdulillah setiap jualan di bulan Ramadan selalu dapat berkah,” ucapnya.
Kehadiran pasar Tanjunguma itu tidak dilewati begitu saja oleh sebagian besar masyarakat Batam.
Meski lokasinya jauh dan harus melewati jalan sempit serta kerap terjebak macet, tidak membuat niat pengunjung surut. Reni, warga Perumahan Belian misalnya, jauh-jauh ke Pasar Tanjunguma hanya ingin berburu lakse dan kue tilam hijau. Padahal pasar lain yang ada didekat rumahnya juga menjual penganan jenis itu.
“Enggak afdol kalau nggak ke sini,” kata Reni yang juga datang bersama kakak dan kedua keponakannya itu.Perempuan 25 tahun ini mengaku setiap Ramadan memang wajib mengunjugi pasar itu.
“Ada yang kurang kalau tak mengunjungi pasar ini,” jelas perempuan berhijab ini.
Hal yang sama juga dikatakan Dewi, warga Bengkong. Meski harus berdesak-desakan bahkan dihadapkan dengan kemacetan, perempuan 29 tahun ini tetap datang karena ingin berburu ikan bakar dan seafood.
“Saya memang sengaja buat beli ikan bakar. Enak lagi terjangkau,” ungkapnya. (une)
batampos.co.id – Hujan deras yang mengguyur Batuaji menyebabkan 13 rumah liar (ruli) Tembesi Pandan Aran, Kelurahan Kibing, Sabtu (11/5), kebanjiran. Bahkan ada beberapa rumah di antaranya yang sudah terendam banjir sejak 26 April lalu.
Ketua RT 03/RW 01 Ahmad Sudarmo mengatakan, warga di sana sudah tidak nyaman sejak 2017 lalu. Ini karena ada gorong-gorong di sana yang tak kunjung diperbaiki. Kemudian ada pembangun jalan di sekitar ruli tersebut sehingga aliran air tidak lancar.
“Sebelum itu tidak ada banjir, namun sejak pembangunan jalan, barulah terjadi hal seperti ini,” kata Ahmad
Ia mengatakan, sejak terjadi banjir, warga di sana tidak mendapat bantuan dari Pemerintah Kota Batam. Bahkan, warga sudah merasa Pemko Batam tidak akan memperhatikan nasib mereka.
Warga lainnya, Mulyadi, 60, menyayangkan sikap Pemko Batam yang seakan tidak mau perduli dengan nasib mereka. Sebagian warga hanya bisa tidur di tenda yang dibangun pemerintah pusat.
“Banjir ini ada karena gorong-gorong jembol lalu tersumbat.Sudah lama sejak 2017 lalu. Namun, tanggal 26 April lalu cukup parah dan tinggi. Barulah itu pemerintah melalui Kemensos langsung datang dirikan tenda,” katanya.
Ia meminta agar pemerintah bisa menyiapkan dapur umum sesuai dengan janji yang sudah pernah disampaikan dinas sosial.
“Kami hanya dijanjikan dapur umum, tapi udah seminggu lebih gak ada tanggapan apapun,” lanjutnya.
Lurah Kibing Erwin saat berada di lokasi mengatakan, kondisi banjir ini sudah ketiga kalinya, puncaknya pada 26 April lalu dan kemarin. Penyebabnya adalah gorong-gorong yang sempit akibat pembangunan jalan.
“Kondisi ini sudah terjadi ketiga kalinya. Ini karena pengerjaan jalan yang lebih tinggi ketimbang pemukiman warga. Gorong-gorong juga sangat sempit. Jadi, banjir selalu datang ketika hujan deras,” ujarnya.
Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air serta Kecamatan Batuaji untuk pengerjaan ataupun perbaikan saluran drainase agar banjir tersebut bisa surut.
“Saya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait dan kecamatan, sebab kondisi warga di sini sangat memprihatinkan. Warga saat ini memang perlu diperhatikan dan perlu bantuan dari pihak lain,” tutupnya. (cr1)
batampos.co.id – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri menguji beberapa contoh makanan yang dijual di berbagai bazar Ramadan di Kota Batam. Hasil pengawasan di tiga titik, BPOM belum menemukan bahan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya.
Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irawan mengatakan, di antara bahan berbahaya adalah formalin, boraks, dan pewarna pakaian. Hal ini bisa dilihat dari 105 jenis makanan dan minuman yang dijual di bazar Ramadan, seperti jajanan pasar, minuman, aneka gorengan, ikan, ayam, dan lainnya yang diambel sampel, belum didapati adanya bahan kimia berbahaya.
”Kami tak menemukan makanan dan minuman yang tercemar bahan kimia. Begitu juga makanan yang dialas kantong kresek hitam dan kertas koran. Yang jelas kedua bahan itu juga berbahaya,” ujar Yosef.
Selain pengawasan terhadap makanan berbahan kimia, pihaknya juga memperhatikan cemaran fisik dan biologi. Secara fisik, makanan dan minuman yang tercemar misalnya terdapat rambut atau partikel kerikil. Sedangkan secara biologi, tentang kehigenisan makanan dan minuman, yang bersih, bebas dari debu, kebersihan penjual, lalat dan sebagainya.
”Kalau secara biologi, hampir seluruh makanan yang dijual di bazar tercemar. Karena rata-rata dijual dalam keadaan terbuka dan dipinggir jalan,” terangnya.
Menurut dia, dampak dari makanan dan minuman tercemar biologi dirasakan berbeda bagi setiap orangnya. Tergantung daya tahan tubuh seseorang.
”Potensi dan risiko tercemar secara biologi ini variatif, tergantung orangnya. Berbeda kalau kimia, yang dampaknya untuk jangka panjang,” imbuh Yosef.
Karena itu, ia mengimbau pelaku usaha agar bisa menjaga kebersihan dan kesehatan makanan. Begitu juga dengan masyarakat yang akan mengkonsumsi untuk cerdas memilih makanan yang sehat dan bersih.
”Pengawasan di beberapa titik itu juga untuk mengedukasi masyarakat terhadap barang-barang ilegal dan tak berizin lainnya, seperti kosmetik,” pungkas Yosef. (*)