Minggu, 24 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11518

Aspal Habis, Jalan Rusak Belum Diperbaiki

0
Jalan M Tahir di depan Perumahan Greenland, Batam Center terlihat rusak akibat pemasangan pipa IPAL yang tidak diaspal kembali, Senin (25/3/2019).
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Proyek pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Bengkong Sadai sudah rampung 34 persen. Namun, prosesnya menyisakan sejumlah masalah yang harus segera dibenahi, seperti jalanan yang rusak akibat penanaman pipa IPAL.

Pantauan Batam Pos, jalanan yang paling banyak me-ngalami kerusakan yakni di Jalan Raja Haji Fisabilillah Batam Center, Raja M Tahir atau di sekitar Perumahan Greenland, Batam Centre, kemudian jalanan di Perumahan Anggrek Mas 1, Batam Centre dan beberapa kawasan lainnya.

”Tolong fotokan ya. Kami akan segera perbaiki. Karena perbaikan jalan itu masih tanggung jawab Hansol dan subkontraktor. Masa pemeliharaannya setahun kok,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam Iyus Rusmana, Senin (25/3).

Ia kemudian menuturkan, saat ini aspal yang digunakan untuk memperbaiki jalan rusak belum tersedia.

”Memang belum bisa diaspal. Sekarang sumbernya habis, sekarang aspal lagi kosong. Tapi secepatnya akan diaspal,” paparnya.

Pantauan Batam Pos, jalanan di sekitar Perumahan Greenland hampir setengah-nya rusak. Penyebabnya, karena subkontraktor yang mengerjakan proyek itu belum menambal jalan tersebut sebagaimana mestinya.

Proses tambalnya masih setengah sehingga menurunkan level jalanan di kawasan tersebut. Hal yang sama juga bisa ditemui di Perumahan Anggrek Mas 1.

Sedangkan jalan dari Ocarina menuju Bengkong juga rusak. Jalan tersebut merupakan tempat pemasangan pipa bertekanan yang berfungsi mengalirkan air limbah domestik dengan pompa menuju stasiun pompa pertama.

”Wah, jalan ke Bengkong hancur bukan karena kami. Justru bekas galian masih utuh. Coba dicek. Jalannya rusak karena banyak truk-truk proyek lewat di sana,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos, jalanan tersebut memang melewati daerah proyek pemba-ngunan properti sehingga banyak angkutan berat yang berseliweran di sana. (leo)

Pegatron dan Tiga Perusahaan Baru Renovasi Pabrik Buka Ribuan Lowongan Kerja

0
ilustrasi
foto: sapna

batampos.co.id – Pegatron dan sejumlah perusahaan baru lainnya yang masuk ke Batam diprediksi akan membuka lowongan kerja setelah lebaran yang jatuh pada awal Juni mendatang. Pasalnya, sejak menerima nomor izin berusaha (NIB) pada Februari lalu, perusahaan-perusahaan asing tersebut masih merenovasi pabrik yang disewanya dari pengelola kawasan industri.

”Ini lagi dalam proses semua memasuki tahap renovasi. Renovasi ini diperkirakan berlangsung selama tiga bulan. Februari dapat NIB, maka proses renovasi dai Maret hingga Mei. Kalau renovasi-nya bersifat kompleks, mungkin akan tambah lama,” kata Manager General Affair Batamindo, Tjaw Hoeing, Senin (25/3/2019).

Adapun sejumlah perusahaan asing yang memilih Batamindo sebagai lokasi pabriknya antara lain Pegatron dari Taiwan, Maruho dari Jepang, Sammyung dari Korea, dan Simatelex dari Hongkong.

”Maruho ini sudah masukkan mesin. Mereka ambil pabrik bertipe 1.000 meter persegi. Sedangkan progres renovasi Simatelex sudah mencapai 70 persen,” ucapnya.

Sedangkan untuk lowongan kerja, perusahaa-perusahaan tersebut baru merekrut karya-wan level eksekutif seperti Human Resources Departement (HRD), Plant Manager dan lainnya.

”Tinggal buruhnya saja. Proses perekrutannya akan berjalan paralel dengan penyelesaian akhir proses renovasi,” ucapnya lagi.

Untuk perusahaan dengan rekrutan terbesar yakni Pegatron yang akan merekrut 1.000 karyawan, terdiri dari 800 tenaga kerja wanita dan 200 tenaga kerja pria. Sedangkan dua perusahaan lainnya hanya akan merekrut 100-an karyawan saja.

Total investasi dari keempat perusahaan ini mencapai 49,3 juta dolar Amerika. Dengan rincian, Pegatron dari Taiwan dengan investasi sebanyak 40 juta dolar Amerika, Maruho dari Jepang dengan nilai investasi 1,6 juta dolar Amerika, Sammyung dari Korea Selatan dengan nilai investasi 4,5 juta dolar Amerika dan Simatelex dari Hongkong dengan nilai investasi 3,2 juta dolar Amerika.

”Semuanya telah mendapatkan NIB dan izin usaha industri (IUI) melalui Online Single Submission (OSS) dan memerlukan sekitar 1.300 tenaga kerja,” ucapnya.

Sedangkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid menyambut baik geliat investasi di Batam lewat masuknya perusahaan-perusahaan asing dari Asia Timur.

”Sebagaimana kita ketahui bahwa porsi perekonomian Kepri itu disumbang oleh perekonomian Batam sebesar 70 persen. Ini menurut saya merupakan kerja keras pemerintah membenahi investasi dan perizinan di Batam,” paparnya.

Bukti kerja keras itu terbukti dari peningkatan porsi pembentukan modal tetap bruto yang mencapai pertumbuhan 3,87 persen pada tahun lalu.

”Kebangkitan ekonomi baru akan dirasakan pada tahun depan. Karena tahun ini masih tahap awal persiapan masuknya investasi baru ke Batam. Prosesnya bisa lama juga sehingga dampak ekonomi baru akan terasa tahun depan,” paparnya. (leo)

Viking Batam Sambut Persib Bandung

0
Bobotoh menyambut tim Persib Bandung saat mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Senin (25/3/2019).
F. Ryan Agung/Batam Pos

batampos.co.id – Ratusan Viking Batam menyambut kedatangan Persib Bandung di Bandara Hang Nadim Batam, Senin (25/3). Persib Bandung sedianya akan menjalani training center (TC) dan sebagai bagian dalam peringatan HUT ke-9 Viking Persib Club Distrik Batam dan HUT Persib Bandung.

Ketua panitia 9th Anniversary Viking Batam Iyan Sofyan Vicky menjelaskan, selain TC, Persib Bandung juga akan melakoni laga uji coba, Minggu (31/3). Maung Bandung-julukan Persib Bandung-akan menjalani TC di Batam. Selain itu, Sabtu (30/3) akan dilaksanakan Meet and Greet Persib Bandung de-ngan Viking Batam di Atrium Kepri Mall mulai pukul 20.30 WIB. Sebelumnya, pukul 19.00 WIB akan digelar press conference jelang laga ujicoba yang dilaksanakan keesokann harinya.

Ia menjelaskan, usai mendarat di Batam, Maung Bandung diajak untuk bersantap siang di Restoran Saung Sunda Sawargi.

”Selama perjalanan menuju tempat santap siang, ratusan bobotoh mengiringi perjalanan Persib Bandung,” ujarnya.

Tak hanya itu, selama para pemain dan ofisial Persib Bandung santap siang, para bobotoh setia menunggu hingga selesai. Mereka tak ingin ketinggalan ingin menyaksikan secara langsung para pemain idolanya.

Vicky juga menjelaskan sebanyak 24 pemain dibawa oleh Persib Bandung untuk menjalani TC di Batam. Bahkan salah satu pemain asing yang paling gres, Fabiano Beltrame juga dihadirkan di Batam.

”Selain Fabiano, tiga pemain asing lainnya yang juga di bawa adalah Lovicic, Ezekiel, dan Bojan. Salah satu pemain bintang yang juga dibawa adalah Kim Kurniawan,” terang Vicky.

Selama lima hari empat malam, Persib Bandung akan bermarkas di Batam View Beach Resort. Sedang lokasi yang dijadikan sebagai tempat menjalani TC adalah Stadion Gelora Citramas. ”Untuk hari pertama, tidak ada agenda khusus dari Persib Bandung. Mereka usai santap siang akan dibawa langsung ke hotel untuk beristirahat. Sedang TC akan dimulai Selasa (26/3). Persib Bandung akan menjalani pemusatan latihan pagi dan sore hari,” urainya.

Dia berharap dengan kehadiran Persib Bandung di Batam akan memotivasi Viking Batam untuk terus bersemangat mendukung tim kebanggaannya.

”Sebaliknya, dengan menjalani TC di Batam, Persib Bandung akan semakin giat berusaha menjadi yang terbaik di Liga 1 musim depan,” tuturnya.

Vicky menjelaskan Viking Batam akan terus mendukung Persib Bandung.

”Viking Batam berharap Persib Bandung bisa memberikan hasil positif musim depan. Untuk dike-tahui, Viking Batam akan terus mendukung Persib Ban-dung baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Vicky.

Pemain anyar Persib Ban-dung Fabiano Beltrame me-ngatakan, meski ini baru pertama datang di Batam, ia mengaku terkejut dengan sambutan Viking Batam.

”Sambutan suporter Persib Bandung yang ada di Batam memberikan semangat tersendiri bagi saya,” tuturnya.

Ia mengaku akan fokus dalam menjalani training center selama di Batam. Menurutnya ia akan berusaha untuk menyamakan permainan dengan para pemain Persib lainnya.

”Banyak pola permainan pemain yang belum saya kenali. TC ini akan bermanfaat bagi saya untuk menyamakan visi dan misi bermain antarpemain,” kata Fabiano.

Selain itu TC ini akan membentuk soliditas antarpemain dan antarlini. “Saya sangat bersemangat sekali untuk menjalani TC,” sambungnya.

Sementara itu, Kim Jefri Kurniawan mengaku hal yang sama. Meski baru pertama, fanatisme suporter Persib Bandung di Batam sangat luar biasa. Ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalani TC dan laga uji coba nanti.

”Ini adalah kali pertama merasakan atmosfer Batam. Tetapi antusiasme dan fanatisme Viking Batam tak perlu diragukan lagi. Dari bandara hingga ke tempat jamuan santap siang, kami dikawal oleh ratusan suporter. Kami akan berusaha membayar fanatisme suporter ini dengan penampilan terbaik,” ungkapnya.

Persib Bandung akan menjalani lag uji coba melawan Ewako KKSS Batam FC, di Stadion Gelora Citramas, Minggu (31/3) pukul 15.00 WIB. Panitia telah menyiapkan 3.500 tiket untuk laga ujicoba ini.

Untuk mendapatkan tiket, bisa langsung datang ke sekretariat Viking Batam dan di Batam Pos.

”Penjualan tiket untuk umum dibanderol dengan harga untuk tribun barat sebesar Rp 75 ribu. Untuk tribun timur sebesar Rp 55 ribu,” jelas Vicky.

Ia berharap kesempatan untuk bertemu dan memeriahkan gelaran 9th Anniversary Viking Batam tak disia-siakan oleh para penggemar Persib Bandung. Acara tahun ini dipastikan oleh Vicky menjadi ajang terbesar dalam peringatan HUT Viking Batam.

”Mari kita sukseskan bersa-ma kegiatan event terbesar luar biasa di Kota Batam sebagai wujud bangkitnya persepakbolaan di Batam dan tumbuhnya geliat perekonomian dalam menciptakan dan terwujud Batam Bandar Dunia Madani,” harap Vicky. (yan)

Disdik Berkoordinasi dengan PLN Batam

0
Siswa siswi SMKN 2 Batam terlihat serius saat mengerjakan soal bahasa Indonesia pada UNBK di hari pertama, Senin (25/3).
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Ketua Dewan Pendidikan Batam Sudirman Dianto meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri segera berkoordinasi dengan bright PLN Batam agar dapat menjaga pasokan listrik selama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berlangsung.

Menurutnya, koordinasi ini penting guna mengantisipasi pemadaman listrik di daerah atau wilayah yang akan melaksanakan UNBK. Sekaligus ini untuk meminimalisir rencana pemadaman listrik oleh PLN sendiri.

“Saat ini kan sering pemadaman listik. Disdik harus sampaikan, ini wilayah-wilayah yang akan melaksanakan UNBK. Diminta wilayah itu tak ada pemadaman selama ujian berlangsung,” katanya, Senin (25/3).

Sudirman mengakui, nasib anak bangsa ditentukan mela-lui ujian ini. Apalagi, pelak-sanaan UNBK sangat bergantung terhadap listrik dan jaringan seperti untuk komputer dan laptop.

“Di sini Disdik harus memiliki data riil, lokasi pelaksanaan UNBK. Data ini disampaikan ke PLN, sehingga ketika ada pemadaman tidak di lokasi ini,” tegasnya.

Diakui Sudirman, pada hari pertama pelaksanaan UNBK tingkat SMK kemarin, belum ada laporan pemadaman listrik dari pihak sekolah. Kendati begitu, koordinasi ini sangat penting untuk menjaga dan bekerja sama dengan unsur terkait dalam pelaksanaan UNBK ini.

“Kami (Dewan Pendidikan) juga sudah pernah menyampaikan agar saat pelaksanaan UNBK tidak ada pemadaman listrik,” jelasnya.

Tak ketinggalan ia juga mendoakan peserta UNBK di SMK lulus dengan hasil yang baik dan membanggakan, membawa mutu pendidikan yang tinggi baik di Provinsi Kepri dan Kota Batam pada umumnya. “Kita doakan juga lancar dan memperoleh nilai yang baik,” jelasnya.

Gangguan PLTD  dan PLTG

Terkat pemadaman selama ini menurut Humas PLN Batam, Yoga Perdana saat dikonfirmasi mengatakan pemadaman bergilir dikarenakan adanya gangguan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).

“Mesinnya mendadak gangguan,” ujar Yoga saat dikonfirmasi kemarin.

Dia mengatakan pemadaman tersebut berdampak pada beberapa daerah di Batam. Selain itu, durasi pemadaman sedikit panjang, yakni dua jam di setiap wilayah.

“Kami masih lakukan perbaikan dan perawatan. Yang PLTD mudah-mudahan kelar sore (kemarin) jadi nggak padam lagi,” harapnya.

Ditanya jaminan bagi sekolah yang tengah menggelar ujian, Yoga mengaku jika jalur listrik untuk sekolah dengan permukiman berbeda.

“Sekolah menjadi prioritas. Jadi jalurnya nggak dipadamkan,” tutupnya.

Sekolah Siapkan Genset

Sebanyak 433 siswa SMKN 4 Batam menggelar UNBK, Senin (25/3). Ujian digelar dalam tiga sesi pelaksanaan hingga sore. Kepala SMKN 4 Batam Ahmad Taher mengatakan, pelaksanaan ujian berjalan dengan baik. Sesi pertama, sebanyak 120 siswa berhasil menyelesaikan ujian dengan baik.

“Hari ini (kemarin, red) Bahasa Indonesia. Ujian berlangsung selama kurang lebih 120 menit,” ujarnya.

Pihaknya menyiapkan server sebanyak 10 unit. Selain itu, sekolah juga menyiapkan genset untuk antisipasi kalau terjadi pemadam listrik. Menurutnya Disdik Provinsi Kepri sudah menyurati bright PLN terkait hal ini.

“Untuk berjaga-jaga kami tetap siapkan (genset). Kalau mati lampu siswa tetap bisa meneruskan ujian,” tuturnya.

Taher menyebutkan ada lima ruangan yang disediakan untuk UNBK. Sekolah meyiapkan 165 komputer sebagai sarana dan prasarana pendukung pelaksana ujian.

“Yang digunakan 145 komputer, sedangkan sisanya untuk cadangan,” sebutnya.

Selain Bahasa Indonesia, mata pelajaran yang akan diujikan, yaitu Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan. Pelaksanaan ujian akan berlangsung selama empat hari. Ia berharap siswa bisa mendapatkan nilai terbaik dalam ujian akhir ini.

“Karena bukan penentu kelulusan lagi. Ya kami berharap mereka bisa mendapatkan nilai terbaik dan bisa melan-jutkan pendidikan ke yang lebih tinggi lagi,” harapnya

Ia menambahkan, hingga saat ini pelaksanaan ujian berjalan lancar. Sesi pertama tidak ada kendala. Peserta ujian berhasil login dan menyelesaikan soal sesuai dengan waktu yang diberikan. Rizki, seorang siswa mengatakan ujian berjalan dengan lancar. Selama 120 menit ia bersama siswa lainnya berhasil menyelesaikan soal dengan baik.

“Alhamdulillah lancar. Tak ada kendala. Soalnya juga yang sudah dipelajari selama ini,” kata dia.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Sementara itu, pelaksanaan UNBK di SMKN 2 Batam, di Batam Center pada hari pertama kemarin dengan mata pelajar Bahasa Indonesia juga berjalan lancar. Total ada 470 siswa yang mengikuti UNBK dengan dibagi dalam tiga sesi.

Kepala SMKN 2 Batam Nursya Bani mengatakan tidak ada siswa yang berhalangan pada UNBK di hari pertama kemarin.

“Semua siswa kelas XII ikut (UNBK). Tak ada yang berhalangan atau sakit,” ujar Nursya saat ditemui di sela ujian.

Pelaksanan UNBK di sekolah ini dibagi dalam tiga sesi atau sif. Sesi pertama dimulai pukul 9.30-10.30 WIB, sesi kedua dimulai pukul 10.30-12.30 WIB, sementara sesi ketiga dimulai 14.00-16.00 WIB.

UNBK yang diikuti oleh ratusan siswa tersebut dilak-sanakan selama empat hari. Di SMKN 2 Batam menggunakan delapan ruangan dengan total 160 unit komputer.

“Sementara untuk mengantisipasi ada komputer yang rusak atau masalah, kami menye-diakan tujuh komputer cadangan,” jelasnya.

Dalam pantauan pelaksanaan UNBK di SMKN 2 Batam pada hari pertama kemarin, berjalan lancar. Namun demikian, siswa yang mengi-kuti ujian di sesi pertama merasa deg-degan.

“Takut ada masalah sama jaringan jadi agak waswas juga,” ujar Stephani, seorang siswa.(yui/eja/une/rng)

Hutan Duriangkang Sengaja Dibakar Pembalak Liar

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Aksi pembakaran hutan lindung di sekitar Dam Duriangkang dan sejumlah titik hutan lindung lainnya semakin menjadi-jadi. Aksi ini disebut-sebut dilakukan pembalak liar yang ingin membuat kebun secara ilegal.

“Proses pemadaman terus dilakukan hingga malam hari kalau ada kebakaran. Kami melewati waduk baru bisa memadamkan, karena tidak ada akses ke sana. Kami fokus ke pemadaman, tapi pascakebakaran diawasi, siapa yang buka kebun di sana berarti ia yang bakar,” kata Kasi Hutan dan Patroli Direktorat Pengamanan (Ditpam) Badan Pengusahaan (BP) Batam Willem Sumanto, Senin (25/3).

Willem memaparkan, Ditpam sering bekerja sama dengan pengendali kebakaran hutan atau biasa disebut Manggala Agni, polisi, dan pemadam kebakaran (Damkar). Ditpam mengaku tak bisa menindak pembalak liar tersebut, sehingga tidak pernah ada efek jera. Pembalakan liar terus terulang lagi hingga merusak kawasan hutan lindung berpuluh-puluh hektare.

Menurut dia, Ditpam terus kucing-kucingan dengan pembalak liar tersebut karena lokasi pembakaran selalu berpindah-pindah.

“Di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), banyak yang buka kebun tanam ubi dan pisang. Kita berupaya agar masyarakat jangan melakukan itu. Karena sekarang ini kondisi cuaca lagi panas,” ujarnya.

Kawasan hutan lindung di sekitar Dam Duriangkang memiliki fungsi sebagai daerah tangkapan air (DTA) bagi waduk utama di Batam tersebut.

“Cuaca lagi panas sehingga titik api gampang terjadi. Selain itu, DTA dibakar maka debit air akan turun. Ini jadi ancaman kalau mereka buat kebun terus,” tutur Willem.

Selain pembakaran hutan, banyak juga kegiatan penambangan pasir ilegal. Sebelumnya, Ditpam sudah banyak mengamankan truk angkut, gerobak pasir, dan sekop. Di lokasi penambangan pasir tersebut, banyak dijumpai lubang hasil galian dengan diameter hingga 50 meter.

Di media sosial seperti Facebook sudah ramai membahas mengenai pembakaran hutan di kawasan Dam Duriangkang. Akun Facebook milik salah seorang anggota komunitas sepeda Batam Hery Rachmanu Suryo memposting lokasi kebakaran hutan yang sering menjadi jalur komunitas sepeda dari udara.

“Nasib hutan Duriangkang Bike Park Batam menyedihkan. Tangan siapa yang tega ini. Buka lahan, beginikah caranya,” ujarnya dalam beberapa posting-annya di Facebook.
Sedangkan Humas ATB Batam Iksa Widjanarko mengatakan pembakaran hutan itu tampaknya disengaja.

“Hal yang dikhawatirkan dengan rusaknya daerah tangkapan air, maka ketika air hujan masuk ke dam, yang dibawa adalah tanah. Imbasnya akan terjadi pendangkalan,” paparnya.

Ia menyarankan agar pemerintah segera bertindak karena kenakalan pembalak liar akan berpengaruh kepada kualitas dan kuantitas air di Dam Duriangkang yang merupakan waduk utama di Batam dengan kapasitas mengalirkan 3.000 liter air per detik. (leo)

Pemanah Junior BP Batam Torehkan Prestasi di Kancah Internasional

0

batampos.co.id – Sebanyak16 pemanah dari Klub Panahan BIFZA ASC Batam yang terbagi dalam kategori usia bawah 9 tahun, 12 dan 15 tahun diikutsertakan dalam kejuaraan antar pelajar di Johor Malaysia 22-24 Maret 2019, lalu.

Kejuaraan bertajuk HIS Open International Invitational Championship 2019 yang dilaksanakan di lapangan Sasar Hidayah, Johor,Malaysia ini diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kepemudaan Kerajaan Johor.

Kejuaraan ini mengacu kepada jarak tanding tingkat junior international. Pemanah junior di bawah usia 12 tahun atau pelajar kelas 4 SD sudah dimainkam di jarak 30 meter.

Manajer tim Feri Pamungkas yang juga Ketua Klub Panahan BIFZA ASC memberikan rincian catatan prestasi pemanahnya. “Medali emas individual dibawah 9 tahun atas nama Haidar Widad Wahyudi. Medali Perak untuk kategori beregu putra under 9 tahun atas nama Ibnu Qolbi El-Batamy dan Haidar Widad Wahyudi,” katanya, Senin (25/3).

Tam hanya ketiga orang itu saja. BIFZA juga meraih medali perunggu kategori beregu putra under 15 tahun atas nama Muhammad Efyan, Muhammad Faris, Muhammad Farhan Setiawan, dan Rizqy Jauhary Atsaany. Medali perunggu kategori beregu putri atas nama Nadia Jasmine Maharani, Athiyah Azura Rayya, Ishana Renanditha dan Nada Salima

“Selain 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu, beberapa pemanah juga mendapat medali penghargaan sebagai top 10 dalam kejuaraan,” kata Feri.

Pemanah- pemanah yang masuk dalam top 10 tersebut yaitu Luvthy Maliq Ranggana di peringkat 6 usia under 12 tahun, Nadine Alya di peringkat 10 usia under 12 tahun, Rizqy Jauhary Atsaany di peringkat 5 usia under 15 tahun, Muhammad Efyan di peringkat 9 usia under 15 tahun, Nadia Jasmine Maharani di peringkat 5 usia under 15 tahun, Athiyah Azura Rayya di peringkat 9 usia under 15 tahun, dan Haidar Widad Wahyudi di peringkat 8 usia under 9 tahun.

Kejuaraan antar pelajar di Johor ini juga dikuti pemanah lokal Malaysia dan Singapura. Pelatih BIFZA ASC Genta Adhiguna mengatakan kejuaraan tersebut sangat positif bagi para pemanah club Bifza ASC dari sisi melatih mental dan jam terbang para atlet.

“Kualitas pemanah Club BIFZA ASC dapat disejajarkan dan bersaing ketat di tingkat internasional sehingga kita masih mampu mendapatkan prestasi yang membanggakan” ujarnya. (ska)

Warga Kampung Monggak, Galang Kesulitan Dapatkan Air

0

batampos.co.id – Kampung Monggak, Kecamatan Galang, Batam, merupakan satu dari banyak kampung di Kota Batam yang dilanda kekeringan. Kampung yang ditinggali warga sebanyak dua RT itu sudah krisis air sejak akhir Desember 2018.

Cuaca panas membuat sumur yang menjadi satu-satunya sumber air warga tidak lagi terisi air.

“Mau ambil air buat minum saja susah, apalagi buat cuci baju,” kata salah satu warga Kampung Monggak Aminah, 29, Senin (25/3).

Melihat langsung kondisi dua sumur di ujung kampung yang dihuni mayoritas nelayan itu memang cukup memprihatinkan. Debit air di dalam sumur sangat sedikit. Bahkan untuk bisa mengisi satu ember, warga harus menunggu hingga beberapa jam.

Di sumur lainnya justru lebih parah lagi. Airnya tidak bisa dipakai walaupun hanya untuk aktivitas mencuci dan sebagainya. Pasalnya, debit yang sedikit di sumur disertai dengan warna air yang kemerahan dan berminyak. Sehingga air tidak bisa digunakan untuk kebutuhan warga.

Kondisi ini memaksa warga yang memang bergantung pada sumur tersebut terpaksa beralih mengambil air ke tempat lain. Ada juga warga yang mengambil dari mata air. Jaraknya lebih dari 1 km. Hal ini terpaksa dilakukan karena memang hanya sumber air itu yang bisa dioptimalkan.

Warga Kampung Monggak Anwar, 51, mengaku tidak bisa mengakses air melalui jalur darat. Ia terpaksa mengangkat air menggunakan sampan dari bagian lain kampung. Walaupun masih berada di satu kampung, kegiatan ini cukup mengganggu aktivitasnya sebagai nelayan.

Warga Kampung Monggak Anwar, 51, ketika mengambil air menggunakan sampan. (Bobi Bani/JawaPos.com)

“Kalau tidak ambil air tak bisa masak. Ambil dari jalan darat jauh, jadi pakai sampan,” ungkap Anwar.

Kemarau yang melanda wilayah Batam diperkirakan berlangsung hingga akhir Maret 2019. Selanjutnya, musim hujan akan terjadi pada awal April mendatang. Demikian menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam.

Memang di beberapa daerah sudah turun hujan yang menandakan akan berakhirnya musim kemarau. Meski demikian, intensitas hujan yang masih sedikit dan mengguyur sebagian kecil wilayah Batam belum memberikan perubahan signifikan pada kondisi sebagian besar wilayah di pesisir Batam.

“Di kampung lain kabarnya sudah ada hujan. Di sini (Kampung Monggak) tak ada hujan sama sekali. Masih susah air di sini,” aku Anwar lagi. (jpc)

Posyandu Garda Terdepan Cegah Penyakit

0

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyampaikan agar warga yang tinggal di lingkungan rumah susun Muara Angke, Jakarta Utara, untuk selalu memperhatikan kesehatan, baik untuk diri pribadi, keluarga, maupun tetangga di lingkungan rusun.

“Masih tingginya penduduk miskin, stunting atau kurang gizi kronis bagi bayi dan balita, terlebih lagi angka kematian bayi dan ibu melahirkan, seharusnya menjadi perhatian pemerintah,” ucap Titiek Soeharto, Minggu (24/3/2019).

Dalam hasil Survei Dasar Kesehatan Indonesia tahun 2012, menurut Titiek Soeharto disebutkan bahwa dari setiap seribu kelahiran di Indonesia, ada sembilan belas bayi yang di antaranya meninggal. “Ini begitu memprihatinkan,” ujarnya.

Kesehatan ibu dan anak masih menjadi masalah di Indonesia. Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia 2017, dari sekitar 291.447 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Indonesia hanya 164.867 Posyandu yang aktif atau 56,57 persen.

Padahal, dulu Pak Harto yang menggagas dan mengembangkan Posyandu yang diakui berhasil memberi kehidupan yang lebih baik bagi ibu dan anak.

Posyandu menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan penyakit, khususnya pada ibu dan anak. Apalagi, metode pencegahan kini dijadikan prioritas ketimbang penyembuhan oleh Kementerian Kesehatan.

Kedatangan Titiek Soeharto ke rusun Muara Angke disambut warga rusun yang saat itu sedang menunggu giliran dipanggil untuk pengobatan gratis. Mengetahui Titiek Soeharto datang, langsung bangkit dari tempat duduk. Menghampiri untuk bersalaman dan berfoto bersama.

Tanpa merasa lelah, Titiek Soeharto menghampiri setiap meja dokter yang sedang melakukan pemeriksaan warga rusun Muara Angke. Dia menyapa, berdialog, memberikan motivasi kepada warga rusun akan pentingnya menjaga kesehatan.

Kehadiran Titiek Soeharto memberikan semangat warga rusun Muara Angke. Sekitar 300 orang berkumpul di lapangan depan rusun Muara Angke menikmati pengobatan gratis yang diadakan oleh Tim Rabu Biru Indonesia bekerja sama dengan beberapa caleg partai.

Seorang warga rusun, Syarifudin mengatakan, “Ibu Titiek Soeharto cerminan dari Pak Harto. Ibu Titiek berinteraksi langsung, berdialog dengan masyarakat seperti kita yang tinggal di lingkungan rumah susun,” kata Syarifudin yang kesehariannya bekerja sebagai pengemudi ojek online. (*)

Siap Mental dan Profesional, Kunci Utama Jadi Agent Call Center

0

Perkembangan arus informasi semakin pesat. Perusahaan menggunakan call center sebagai strategi untuk meningkatkan kesuksesan bisnis baik dari segi profit maupun citra perusahaan. Call center merupakan ujung tombak perusahaan di garda depan yang bertugas melayani informasi dan pengaduan pelanggan.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) terus meningkatkan kompetensi agent Call Center ATB dalam memberikan service excellence kepada pelanggan dan masyarakat yang membutuhkan informasi, edukasi, saran maupun menyampaikan keluhan terkait layanan ATB. Layanan Call Center ATB dapat diakses melalui nomor 0778-467111 dan beroperasi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 24.00 WIB termasuk hari libur dan tanggal merah.

Bagi ATB, mempekerjakan agent call center sama pentingnya dengan memiliki software call center yang tepat. Meski tidak berhadapan langsung atau bertatap muka, call center masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam berkomunikasi. Hal ini dikarenakan call center adalah jalur tercepat dalam berinteraksi bagi pelanggan. Tidak perlu membuang waktu ke kantor pelayanan, tinggal memencet nomor dan langsung tersambung dengan agent call center. Lebih efisien dari segi waktu dan biaya.

Menjadi seorang agent call center tidaklah mudah. Kesiapan mental menjadi hal paling krusial sebagai modal utama. Keahlian mengoperasikan perangkat, penguasaan produk layanan, kemampuan komunikasi dalam menganalisa keluhan pelanggan dan memberikan solusi yang tepat dalam waktu bersamaan, membutuhkan konsentrasi pengendalian emosi dan jam terbang yang tinggi.

ATB secara kontinu membekali karyawannya terutama yang berada di lini terdepan pelayanan dengan peningkatan kompetensi melalui beragam pelatihan dan sertifikasi. Hal ini untuk mendukung kinerja dalam memberikan pelayanan berkualitas kepada pelanggan agar sesuai dengan standar mutu operasional yang telah ditetapkan perusahaan.

Namun kondisi sumber air baku terbatas, musim kemarau panjang, anomali iklim, kondisi elevasi, pekerjaan perbaikan hingga pola konsumsi air berlebihan terkadang menjadi faktor pemicu timbulnya keluhan gangguan suplai. Agent Call Center ATB akan menghadapi beragam karakter orang setiap harinya dalam menerima keluhan pelanggan. Meski tidak semua keluhan disampaikan dengan marah-marah, tetapi tetap saja mereka tidak bisa mengatur mau tipe pelanggan seperti apa yang menghubungi.

“Agent harus pintar menyembunyikan emosi saat menghadapi pelanggan. Mereka dituntut untuk tetap bersikap ramah, empati serta profesional meskipun harus menerima luapan kekesalan pelanggan. Disinilah kematangan emosional seorang agent terasah,” ujar Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/3/2019).

Ada hal yang terkadang dilupakan oleh pelanggan saat berinteraksi dengan seorang agent call center. Bahwa seorang agent juga manusia yang punya keluarga berharga di rumah. Bisa jadi, agent yang sedang dimarahi itu adalah seorang ayah atau ibu yang cuma ingin mencari rezeki halal untuk anak-anak mereka. Mungkin saja yang sedang dibentak itu adalah seorang anak yang ingin membahagiakan orang tuanya bahkan mungkin agent tersebut juga mengalami kondisi yang sama seperti keluhan pelanggan tersebut.

Agent call center memang dipekerjakan untuk mendengarkan keluhan pelanggan. Tetapi keluhan yang disampaikan dengan bahasa baik dan sopan tentunya akan lebih cepat dalam proses penanganan untuk menemukan solusi yang efektif karena inti permasalahan dan analisa keluhannya lebih mudah dipahami. Sikap saling menghargai akan membawa perubahan positif dan menunjukkan etika sebagai masyarakat Indonesia yang bermartabat. (*)

Fenomena Jual Beli Suara

0

batampos.co.id – Pelaksanaan Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Memanfaatkan waktu yang tersisa, sejumlah calon legislatif (caleg) mencoba menempuh jalan pintas untuk meraih suara terbanyak. Yakni dengan membeli suara rakyat dengan beragam modus. Tak tanggung-tanggung, mereka berani membayar hingga Rp 300 ribu untuk satu suara.

Pengalaman ini disampaikan Adi, warga Perumahan Arira, Nongsa, Batam. Ia mengaku dihubungi seseorang yang tak dikenalnya melalui ponsel. Kepada Adi, orang tersebut mengaku sebagai tim sukses dari caleg DPRD Provinsi Kepri untuk dapil Batamkota, Lubukbaja, Batuampar, dan Bengkong.

“Ia menawarkan bantuan Rp 300 ribu. Katanya akan datang nanti ke rumah,” ujar Adi, Jumat (22/3) lalu.

Menurut Adi, praktik jual beli suara dengan modus memberi bantuan uang ini bukan hal baru baginya. Hal serupa juga pernah ia alami dalam Pemilu 2014 lalu.

Namun bagi Adi, tawaran uang tersebut tak akan berpengaruh terhadap pilihannya.

“Sebenarnya saya sudah punya pilihan,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan M Siahaan, warga Sagulung. Ia mengaku mendapat tawaran uang Rp 200 ribu dari seorang caleg. Dengan catatan, Siahaan harus memilihnya saat hari pencoblosan pada 17 April mendatang.

Berbeda dengan Adi, Siahaan mengaku cara-cara seperti cukup efektif untuk menentukan pilihan pemilih. Ia sendiri mengaku akan memilih caleg yang mau memberikan uang untuk suaranya.

Bahkan dia mengaku akan memilih caleg yang membayar, ketimbang mencoblos caleg yang lain meski memiliki hubungan keluarga atau marga. Sebab berdasarkan pengalamannya, caleg yang dipilih tidak akan peduli lagi ketika ia sudah duduk di kursi dewan.

“Tak usah saya sebut nama. Dulu ada caleg yang saya pilih tanpa ada saya mendapat duit. Tetapi setelah ia duduk, tak pernah bisa saya temui. Bahkan, sudah pernah janjian mau ketemuan, tetapi langsung dibatalkan tanpa alasan yang jelas,” tambahnya.

Hal yang sama diugkapkan Sunarto, warga Dapur 12, Sagulung. Ia mengaku sudah mendapat tawaran bantuan dana dari tim sukses seoarang caleg DPRD Kota Batam.

Nilainya Rp 150 ribu. Caranya, harus menyerahkan fotokopi e-KTP di awal untuk pendataan.

“Timnya minta foto kopi KTP. Belum ada kita kasih. Tapi katanya nanti akan diberikan uang Rp 150 ribu,” katanya.

Lain lagi pengakuan Herman, warga di Sei Daun, Seibeduk. Ia menyebut ada caleg yang akan memberi bantuan uang tunai kepada warga dengan modus memberikan formulir menjadi saksi untuk caleg tersebut.

Formulir tersebut harus diisi dengan melampirkan fotokopi e-KTP. Di mana nanti beberapa hari menjelang pemilihan akan mendapatkan bantuan uang.

Selain memberikan uang tunai, sejumlah caleg menggunakan modus lain untuk menggaet pemilih. Salah satunya dengan menjanjikan pembangunan di satu perumahan. Ada juga yang sudah menjanjikan akan membantu tempat sampah, ada yang membantu menghidupkan koperasi, dan cara lainnya.

Misalnya di perumahan Sumberindo, Tanjunguncang. Ada caleg yang sudah berjanji akan membantu pembangunan tempat ibadah dan pengadaan fasilitas sosial di sana.

“Tak usah menyebut nama. Memang sudah ada caleg yang masuk ke sini. Kalau caleg kota sebelumnya memang sudah berjuang untuk perumahan ini. Dan kita akan pilih dia,” kata Ali, warga perumahan tersebut.

Sementara untuk caleg DPRD Provinsi Kepri, sudah ada yang menjanjikan akan membantu tempat ibadah. Caleg tersebut, menurut Ali, tidak akan memberikan uang, tetapi akan membantu agar perumahan tersebut mendapat pembangunan dari Provinsi Kepri.

“Kita sudah komitmen untuk (memilih) caleg itu,” tambahnya.

Praktik jual beli suara ini tidak hanya dari pihak caleg. Sejumlah perangkat RT dan RW juga menawarkan sejumlah suara untuk caleg tertentu, dengan catatan caleg tersebut harus membayar sejumlah uang.

Hal ini diungkapkan langsung seorang caleg pemula, SC, dalam wawancaranya dengan koran ini, dua minggu lalu. Salah satu caleg yang menjadi narasumber saat itu malah menunjukkan tawaran dari salah satu perangkat RT di salah satu perumahan di Kelurahan Teluk Tering, Batam Center lewat pesan Whatsapp.

“Selamat pagi, Pak… Bagaimana dengan tawaran saya yang kemarin? Kami dari RT 01 bisa memastikan 100 suara asal bapak sepakat dengan harga. Mohon dijawab segera ya, karena sudah ada caleg lain yang mau masuk juga, mereka sudah menawarkan. Kalau tidak, saya akan over suara ke mereka,” begitu isi pesan Whatsapp yang diduga diterima dari perangkat RT.

SC pun mengabaikan pesan tersebut. Ia mengaku, sudah dua kali ia menerima tawaran jual-beli paket suara tersebut, tapi tak menggubrisnya. “Sesuai tujuan saya untuk maju menjadi salah satu kontestan caleg, ya itu memberi edukasi ke masyarakat bahwa masih ada harapan untuk memperbaiki negeri ini, kota ini dari segala kecurangan-kecurangan,” ungkapnya.

Namun, saat bunyi pesan tersebut dikonfirmasi ke perangkat RT yang bersangkutan, ia menyangkalnya. Ia menyebut ada beberapa caleg yang menawarkan untuk menjadi saksi, bukan menawarkan suara.

“Tidak ada seperti itu, Bu,” sangkalnya.

Demikian halnya di Marina, Sekupang. Salah satu perangkat RT di sana membenarkan adanya upaya praktik jual beli suara. Meskipun pemilu masih terbilang lama, namun para caleg sudah berlomba-lomba menjajaki pemilih dengan uang di lingkungannya tinggal.

“Ada beberapa (caleg, red) datang ke saya. Minta bantu promosikan dia, janjinya bermacam, ada yang Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per orang,” katanya.

Ketika ada kesepakatan dengan warga dan perangkat setempat, selanjutnya si caleg meminta kartu identitas calon pemilih. Kartu ini sebagai pegangan ketika saat pemilu nanti.

“Biasanya belum semua (diberi uang), sisanya dibayar setelah pemilu selesai. Ada juga yang mau dengan memberikan KTP atau kartu pengenal lain. Tapi tak sedikit juga yang nolak,” tuturnya.

ilustrasi

Lalu, seberapa efektif praktik jual beli suara ini dalam menggaet suara pemilih? Berdasarkan penelusuran Batam Pos, rata-rata warga mengaku akan memilih caleg yang menjanjikan sejumlah uang.

Hal ini disampaikan sejumlah warga Baloi Permai dan Lubukbaja, Batam. Namun mereka tetap akan menerima jika ada caleg lain yang memberikan bantuan, baik uang tunai maupun bantuan lainnya.

“Ada 691 caleg? Kalau kasih duit Rp 50 ribu per orang, lumayan juga kita dapatnya untuk belanja sehari-hari,” ujar Ninuk, salah seorang warga Baloi Permai yang ditimpali para ibu lainnya saat acara Posyandu di kawasan tersebut.

Ia menyebutkan, saat ini mereka sudah sepakat memilih salah satu caleg karena dijanjikan uang.

“Kami sudah punya caleg yang akan dipilih. Sudah sepakat sama warga sekitar,” ungkapnya.

Namun tak semua warga rela suaranya dibeli. Seperti yang dikemukakan Indina, 36, warga di salah satu perumahan elit di kawasan Batam Kota. Dari perumahannya tersebut, ada dua caleg yang maju. Namun ia mengaku tak satu pun caleg yang menjadi tetangganya itu akan ia pilih saat Pileg mendatang.

“Rekam jejak pentinglah ya. Rapat warga tak pernah datang. Ketika ada butuh sumbangan, susah minta ampun. Diajak gotong royong bersihkan kompleks alasan selalu sibuk. Tiba giliran nyaleg, minta dukungan warga sekitar pula. Suara saya itu mahal, bukan Rp 50 ribu atau Rp 300 ribu seperti uang bensin seperti yang ditawarkan,” ungkapnya.

Memanfaatkan Perangkat RT/RW

Selain menggerakkan tim sukses dan menawarkan sejumlah uang, ada modus lain para caleg dalam menggaet suara. Yakni dengan memanfaatkan perangkat pemerintahan.
Dari penelusuran koran ini, Lurah Belian Kamarul Azmi diduga mencoba menggalang suara untuk mengarahkan masyarakat memilih beberapa calon legislatif. Motifnya, sang lurah mengumpulkan seluruh perangkat RT dan RW di lingkungan tugasnya sebagai lurah untuk memenangkan dua caleg dari partai tertentu.

“Kami dipaksa untuk arahkan warga memilih dua caleg itu. Katanya arahan langsung dari atasan,” ungkap seorang warga yang minta namanya dirahasiakan.

Namun, perangkat RW ini menolak permintaan lurah tersebut. Ia menyarankan lurah tersebut meminta kedua caleg itu turun langsung ke masyarakat agar mendapat simpati dan dipilih warga.

“Saya katakan, bahwa tidak bisa menggalang atau menyuruh warga memilih siapapun. Karena masyarakat sudah bisa menilai, siapa yang baik atau tidak,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan hanya bisa memfasilitasi si caleg datang ke perumahannya, namun ia tidak bisa menjamin warganya akan memilih caleg tersebut.

Namun sejak pembicaraan tersebut, ia mengatakan kedua caleg itu belum menyambangi perumahan tempat tinggalnya. “Selain itu, memang ada caleg lain datang, menawarkan bantuan ini dan itu. Yah, silakan saja, asal dengan cara-cara yang benar dan sah,” ucap perangkat RW tersebut.

Saat dikonfirmasi langsung di kantornya, Lurah Belian, Batam Kota, Kamarul Azmi, kaget dan marah. Ia membantah telah menggalang suara untuk caleg tertentu.

“Mengumpulkan warga dan perangkat RT/RW hanya semata-mata untuk pembangunan. Semisal gotong royong, siskamling dan sebagainya. Bisa dicek. Saya tak pernah larang atau mengarahkan warga saya untuk memilih calon tertentu,” ungkapnya.

Diakuinya, jika ada caleg yang datang pada saat acara gotong royong (goro) tersebut, bisa jadi mereka bagian dari warganya. Dan ia pun tidak bisa melarang selama kegiatan goro ini tidak mengandung unsur politik.

“Saya netral. Bahkan saya sendiri arahkan agar perangkat RT/RW tidak terlibat terlibat politik. Tapi namanya personal kita kan nggak tahu,” beber dia.

Ia juga membantah jika mendapat arahan langsung dari atasannya agar mengarahkan warganya memilih kedua caleg tersebut. Lurah tersebut bahkan menegaskan tidak mau bicara politik meskipun hanya di grup WhatsApp dengan warganya.

“Kalau sudah posting politik saya hapus orangnya. Jadi darimana pula saya ngumpulin perangkat RT/RW buat milih caleg tertentu,” katanya.

Saling Klaim Proyek

Caleg petahana, cara mudah untuk mendapat simpati rakyat adalah mengenalkan proyek atau pembangunan di satu daerah kepada warga sekitar. Sudah pasti mengklaim bahwa proyek tersebut merupakan usulan dan perjuangan caleg petahana tersebut selama menjadi anggota dewan. Bahkan tidak jarang dua caleg petahana di DPRD Batam yang sama-sama mengklaim bahwa pembangunan di satu daerah adalah usulan dan perjuangannya.

“Jujur saja, permasalahan seperti ini memang sudah sering terjadi. Misalnya saya di Tanjungbuntung, ada proyek yang memang saya usulkan tetapi ada caleg lain yang mengaku kepada warga di sana bahwa itu adalah usulannya. Ya, sudah tak apa-apa,” kata Udin P Sihaloho, anggota Komisi IV DPRD Batam dari Fraksi PDI Perjuangan.

Ia mengaku tidak akan pernah memberikan uang kepada calon pemilihnya. Menurutnya, perjuangan dia selama ini di Bengkong akan menjadi senjata buatnya untuk mendapatkan kepercayaan warga.

“Jujur saja, kalau masalah politik uang ini sudah banyak yang saya dengar. Bahkan sudah ada beberapa konstituen saya yang mengaku mendapat tawaran uang. Tetapi memang ditolak,” katanya.

Menurutnya, saat ini sudah saatnya bagi warga untuk memberikan pilihan kepada caleg yang memang selama ini dianggap mampu menjadi penyambung aspirasi masyarakat. Caleg yang selama ini memang sudah dekat dengan masyarakatnya.

“Maksudnya bukan sosok yang tiba-tiba berubah kebiasaan. Saya minta kepada masyarakat untuk tidak mengambil uang dari caleg yang doyan money politics. Ketika ini terjadi, maka sudah pasti aspirasi rakyat tidak akan didengarnya saat terpilih,” tambahnya.

Hal yang sama disampaikan Werton P, anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra. Ia mengakui, hal saling mengklaim sebuah proyek sangat mungkin terjadi. Menurutnya, ia juga mendengar bahwa apa yang menjadi usulan dan perjuangan dia di dapilnya juga pernah diklaim caleg lain.

“Jadi proyek kita itu diklaim pihak lain. Dan memang itu sangat mungkin terjadi untuk caleg lain,” katanya.

Menurutnya, sebagai inkumben, ia lebih mudah bersosialisasi kepada masyarakat. Termasuk menyampaikan perjuangan dan keberhasilannya selama menjadi anggota DPRD.

“Ya kita sampaikan bahwa memang kita ini berjuang untuk masyarakat. Dan kalau ada caleg yang maju dengan mengimingi uang cash, jangan dipilihlah. Inilah cikal bakal yang akan menciptakan korupsi,” katanya. (*)