Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11520

Still Standing

0

Almarhum ayah saya pernah berkata: hidup itu keras, jangan pernah menyerah.
Tidak lama lagi, usia saya memasuki tahun ke-32. Kalau tidak ada halangan, delapan tahun lagi saya akan pensiun. Kebetulan, saya merencanakan istirahat di usia 40. Fokus keluarga.

Mungkin, ke depan akan banyak generasi saya yang memilih pensiun dini. Wajar. Kebanyakan perusahaan saat ini dipimpin anak muda. Hampir di semua bisnis. Ada yang jabatan karier, ada juga yang meneruskan usaha orangtua.

Kenapa demikian, karena ketika sudah memasuki usia 40, mereka akan bingung. Karier mentok. Berada di posisi puncak dengan sangat cepat. Itu hal yang wajar. Sangat lumrah.
Terlepas dari soal usia, siapa pun pemimpinnya, tua atau muda, yang pasti punya satu tujuan. Menjaga keberlang­sungan yang dipimpinnya agar tetap berdiri. “Still Standing”.

Kunci menjadi seorang pemimpin bukan lagi diukur dari faktor usia. Matang saja belum cukup. Banyak syarat lain. Bahkan setiap orang punya penafsiran berbeda. Syarat pemimpin ideal itu tidak ada yang baku.

Kalau saya pribadi, cukup meneladani sifat Rasulullah SAW. Sidik (benar atau jujur), amanah (bisa dipercaya), tablig (menyampaikan), dan fatanah (cerdas dan berpenge-tahuan).

Apakah saya sudah mencapai level itu? Belum. Masih sangat jauh. Yang pasti, saya terus berusaha. Minimal untuk diri sendiri. Menjadi pemimpin bagi badan saya. Hehehehehe

“Still Standing” menjadi tujuan kita semua. Baik di dalam kehidupan sehari-hari, perusahaan, hingga urusan negara. Untuk itulah, diperlukan visi dan tekad yang sama dalam mencapai tujuan itu.

Memang untuk mencapainya tidaklah mudah. Malahan lebih susah. Hidup itu keras, jangan mudah menyerah. Sekali jatuh, bangun lagi. Jatuh lagi, bangun lagi, lagi, dan lagi. Begitu seterusnya.

Selama terus berusaha dan bekerja keras, “Still Standing” bisa kita raih. Tak ada yang tak mungkin.

Sudah banyak contohnya. Tidak usah jauh-jauh. Kita ambil contoh di Batam saja. 2017 pertumbuhan ekonomi jeblok. Bahkan di kisaran dua persen.

Apa yang terjadi? Ada perusahaan gulung tikar, ada yang masih bertahan. Alhasil, cobaan berat di tahun itu bisa dilewati. Perlahan tapi pasti, ekonomi Batam kembali ke “jalan” yang benar.

Apakah yang bangkrut itu karena kesalahan mereka? Tidak juga. Ada yang memang keputusan. Bisa jadi untuk menyelamatkan usaha yang lain. Demi kepentingan yang lebih besar.

Yang pasti kita semua bisa melalui cobaan dua tahun lalu. “Still Standing”. Toh memasuki tahun 2018, ekonomi mulai membaik. Dan, diharapkan tren ini terus berlanjut. Sekarang sudah tahun 2019. Tren positif terus nampak.

Dalam situasi sekarang, dibutuhkan inovasi dan kreativitas. Pemimpin mesti turun gunung. Ambil keputusan cepat. Bekerja keras bersama yang dipimpinnya. Dan yang palinh penting, berani ambil risiko.

Karena seorang pemimpin memang ditakdirkan menanggung semua risiko yang dihadapi. Sudah menjadi hukum alam. Jika berhasil dapat pujian, gagal akan disalahkan.

Itulah mengapa, banyak bermunculan pemimpin muda. Kebiasaan putuskan dulu, hasil belakangan jadi tren. Sama seperti saya. Simpel banget. Kebanyakan berpikir atau kelamaan menimbang, keburu disalip orang. Mending kerja sambil mikir.

Yang pasti, siap diganti jika gagal. Kwakakakakak.

Kendati demikian, tujuannya tetap sama. “Still Standing”. Mungkin hanya caranya saja yang beda. Dan realisasinya saja yang tidak sama. Yang pasti, dikotomi antara pemimpin muda dan tua sudah tidak ada. Siapa yang mampu, dia berhak memimpin.

Percaya atau tidak, menjadi seorang pemimpin itu mudah. Sangat gampang. Ketika berhasil memimpin diri sendiri, anda sudah layak disebut pemimpin.

Yang pasti: “Still standing when you fall”. Karena hidup itu keras, seorang pemimpin diharamkan untuk me­nyerah.(*)

Hari Ini Capres Prabowo Bertemu Simpatisan di Ocarina, Batam

0

batampos.co.id – Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 02 Prabowo Subianto akan menyapa para simpatisannya di Batam, Rabu (13/3). Prabowo akan bertemu para pendukungnya di Kawasan Mega Wisata Neo Ocarina, Batam, sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Kota Batam Iman Sutiawan mengatakan, dalam pertemuan tersebut tidak ada acara bagi-bagai sembako, kaos, atau sejenisnya.

Penegasan ini disampaikan karena dalam beberapa hari terakhir muncul isu akan ada bagi-bagi sembako bahkan uang.

“Saya pastikan itu hoaks. Tidak ada acara bagi-bagi sembako apalagi uang,” kata Iman, kemarin.

Menurut Iman, kegiatan tersebut terselenggara berkat swadaya dari simpatisan Prabowo-Sandi di Kepri dan dari partai-partai koalisi pendukung capres-cawapres nomor urut 02 itu, khususnya DPC Gerindra Kota Batam.

Iman berharap, masyarakat Kota Batam, terutama simpatisan Prabowo-Sandi, tidak terpancing dengan berita bohong tersebut. “Kami harap masyarakat bijak menanggapinya,” kata dia.

Politikus Gerindra ini menambahkan, selain menyapa pendukungnya, Prabowo dijadwalkan akan membagikan sejumlah buku karyanya yang berjudul Paradoks Indonesia. Buku tersebut menggambarkan kondisi Indonesia saat ini dengan segala paradoksnya.

Kunjungan Prabowo ke Batam memang sengaja dijadwalkan siang hari, karena sebelum ke Batam Prabowo menghadiri acara serupa di Pekanbaru.

Ia dijadwalkan baru bertolak ke Batam dari Pekanbaru sekitar pukul 13.00 WIB.

Sebelumnya, acara tersebut akan digelar di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal. Namun karena di hari yang sama ada agenda lain di sana, maka kegiatan dialihkan ke Neo Ocarina. Usai acara di Ocarina, Prabowo akan langsung ke Jakarta. (rng)

Iga Bakar Siram Halilintar

0
foto: batampos.co.id / lenni

batampos.co.id – Sahid Batam Center Hotel & Convention di Batam Center kembali mengeluarkan menu terbarunya, yakni Iga Bakar Siram Halilintar. M

”Iga spesial ini dia ukurannya besar, dan satu potong saja. Nama Iga Bakar Siram Halilintar ini dari chef, karena rasanya pedas manis yang disiram dengan bumbu kecap,” ujar Marketing Communication Executive Sahid Batam Center Hotel & Convention, Said Shaikh, kemarin.

Said menjelaskan, dalam satu paket menu ini, sudah terdapat sambal, kecap, kerupuk, nasi, mendoan dan iga bakar.

”Rasanya pedas manis, sejak ini dikenalkan menu ini menjadi salah satu menu favorit tamu, karena sudah 15 porsi terjual sejak awal Maret,” kata Said.

Menemani menu spesial ini, Sahid Batam Center Hotel & Convention juga menghadirkan minuman spesialnya, Mangrove Mocktail. Yakni, minuman dari campuran buah mangga, orange, lemon dan green tea.

”Dominan rasanya itu asem-asem manis menyegarkanlah,” sebutnya. (ocu)

Mendesah Nama Mantan Kekasih, Mila Dihabisi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Mereka ialah pasangan suami istri siri alias tidak tercatat secara hukum negara.

Saat berhubungan badan mala petaka itu bermula.

Damar (bukan nama sebenarnya) mengonsumsi narkoba sebelum berhubungan dengan Mila (juga nama samaran).

Kenikmatan itu rusak tatkala Mila menyebut nama Wandi (bukan nama sesunguhnya), mantan kekasihnya.

Damar pun murka.

Ia memukul kepala Mila. Menjambaknya, Menampar dengan tangan kanan dan kirinya. Berulang kali.

Tak itu saja, Damar pun mencekik korban menggunakan tangan kanan sebanyak tiga kali serta memukul perut Mila sebanyak lima kali.

Kisah tragis ini terjadi pada hari Rabu (3/10/ 2018) sekira pukul 23.00 WIB di tempat kos Mila.

Keesokan harinya pada hari Kami (4/10) 2018 sekitar pukul 09.30 WIB, Damar meninggalkan Mila di kamar kos.

Damar memilih menginap di sebuah hotel di kawasan Lubukbaja hingga hari Jumat (5/10/2018). Pada sekitar pukul 03.00 dini hari, terdakwa mencoba kembali ke tempat kos Mila.

Mila nampak tertidur di kasur. Damar mencoba membangunkan tapi Mila tak kunjung bangun.

Damar menggendong Mila dari kamarnya di lantai 2 menuju mobil yang Damar sewa.

Damar membawanya ke Jembatan 2 Barelang.

Sesampai di sana,  ia bingung. Damar melanjutkan perjalanannya ke arah Nongsa.

Sampai di Nongsa terdakwa juga kebingungan.

Sekitar pukul 06.00 WIB, terdakwa berhenti di pos polisi Lantas Simpang Kabil dan bertemu Bandi (juga nama lain).

Kepada Bandi Damar meminta tolong diantarkan ke Rumah Sakit.

Sampai di rumah sakit, pihak rumah sakit mengatakan korban sebenarnya sudah tewas.

Kini Damar menjalani persidangan atas perbuatan yang ia lakukan.

Sebagai terdakwa Damar diancam dengan tindak pidana pembunuhan pasal 338 KUHP yang ancaman hukuman maksimal penjaranya 15 tahun.

Damar kembali di sidang di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (12/3/2019).

Sidang dengan agenda keterangan terdakwa ini dipimpin oleh ketua hakim majelis, Jasael, didampingi dua hakim anggota, Hera Polosia dan M Chandra. Sedangkan jaksa penuntut umum yang hadir adalah Yan Elhas. (gas)

Sederet Pelanggaran Hukum Internasional oleh Israel di Palestina

0

Pelanggaran hukum internasional dan hukum humaniter internasional oleh Israel di wilayah okupasi Palestina terus terjadi. Pekan ini Palestinian Center for Human Rights (PCHR) kembali melaporkan sejumlah kejadian penindasan yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga Palestina.

Pada laporan periode 28 Februari – 6 Maret ini, pasukan Israel melakukan setidaknya 67 serangan militer ke komunitas Palestina di Tepi Barat dan 4 serangan lainnya ke Yerusalem. Pasukan Israel menangkap setidaknya 32 warga Palestina, termasuk 3 anak-anak dan seorang wanita, dari Tepi Barat, sementara 11 warga sipil lainnya ditangkap dari Yerusalem dan sekitarnya.

Pasukan Israel setidaknya melakukan lima kali penangkapan pada Kamis (28/2), mereka menangkap sejumlah warga sipil tanpa alasan yang jelas. Di hari yang sama, militer Israel yang ditempatkan di daerah perbatasan Deir al-Balah Timur melepaskan tembakan ke tanah pertanian, akibatnya para petani melarikan diri karena takut nyawa mereka terancam. Hal serupa juga terjadi Sabtu (2/3), sebelah timur Khan Younis di Jalur Gaza selatan.

Kabar duka juga masih berlanjut pada Jumat (1/3), pasukan Israel dilaporkan melukai 92 warga sipil, termasuk 26 anak-anak, 2 wanita, seorang jurnalis, dan 3 paramedis. Wartawan yang terluka diidentifikasi sebagai Mohammad al-Dwaik. Ia ditembak dengan peluru karet di kaki. Mohammad bekerja sebagai reporter di Ithad Press.

Tak lama kemudian, Al Jazeera melaporkan, seorang bocah laki-laki Palestina berusia 15 tahun ditembak tentara Israel pada Rabu (6/3) dalam sebuah protes malam di dekat perbatasan Israel di sebelah timur Jalur Gaza.

Sementara itu, penutupan terus dilakukan di wilayah okupasi Palestina. Pasukan Israel terus memperketat penutupan Jalur Gaza dan menutup semua penyeberangan. Karam Abu Salem, penyeberangan komersial satu-satunya Jalur Gaza, juga dikabarkan sempat ditutup pada Selasa (4/3).

Israel juga menutup perbatasan Beit Hanoun (Erez) untuk sebagian besar warga Palestina dari Jalur Gaza. Data PCHR menunjukkan, hanya 243 pasien yang diizinkan melintasi perbatasan Erez pada periode 28 Februari – 6 Maret. Angka itu masih jauh lebih kecil dibanding jumlah pengusaha yang diizinkan melintas yakni lebih dari 1700 orang. [*]

 

Dishub Tak Berani Menertibkan Jukir Liar di Jembatan Barelang

0

batampos.co.id – Parkir liar di Jembatan I Barelang kembali dikeluhkan masyarakat. Selain tak beraturan, pungutan biaya parkir yang mencapai Rp 10 ribu per kendaraan dianggap memberatkan karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Merujuk pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Retribusi Parkir Batam, seyogyanya tarif hanya Rp 1.000 untuk sepeda motor dan mobil dikenakan tarif Rp 2.000.

Sulastri, warga Batam mengatakan pungutan parkir di lokasi wisata itu dinilai kurang wajar.

“Masa parkir sebentar saja minta sepuluh ribu. Kan nggak wajar,” ujar Sulastri, Senin (11/3).

Dia mengatakan pengunjung sering mengeluhkan kondisi itu, namun belum ada tindakan yang berarti dari pihak terkait sebagai respon untuk meningkatkan minat wisatawan ke sana.

“Cuman gertak-gertak saja. Sudah itu mereka balik lagi,” katanya.

Adanya pungutan liar tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam Rustam Efendi mengaku pihaknya hanya bisa mengimbau.

“Yang menindaklanjuti dan menangkap dari pihak kepolisian. Kalau kita hanya menertibkan dan imbauan saja,” jelas Rustam saat dikonfirmasi kemarin.

Dia mengatakan saat ini belum ada aturan resmi yang mengatur parkir di lokasi wisata tersebut. Namun oknum memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memungut bayaran.

“Barelang itu untuk kepentingan masyarakat dan tidak dipungut biaya,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Batam Jeksel Alexander Banik juga menegaskan tidak ada aturan yang mengkhususkan parkir untuk kawasan wisata.

“Belum ada (parkir khusus pariwisata), makanya kami belum berani masuk,” jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengatakan, sejatinya di lokasi tersebut tidak ada pungutan parkir. Jikapun ada pungutan, hanya dikenakan pada pengunjung yang akan masuk kawasan.

“Ini akan masuk ke retribusi daerah,” kata dia.(une)

Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Lokal

0
ilustrasi

batampos.co.id – Rupiah mendapat tekanan sepanjang pekan lalu. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 171,5 poin pada posisi Rp 14.314 per dolar AS, Jumat (8/3).

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, kondisi rupiah yang terus terkontraksi sepenuhnya dipicu faktor eksternal.

’’Perkembangan di ekonomi global memang mendorong menguatnya dolar AS,’’ kata Perry.
Ekonom Indef Bhima Yudhistira punya pendapat lain. Dia menuturkan, tekanan terhadap rupiah tidak sepenuhnya dipicu faktor eksternal.

Beberapa faktor domestik turut berkontribusi. Misalnya, kekhawatiran pelebaran defisit neraca perdagangan lantaran harga sawit menurun bulan ini.

Karena sawit merupakan komoditas andalan ekspor, hal itu bisa jadi sentimen negatif bagi investor asing.

’’Kemudian, soal cadev (cadangan devisa, Red) yang naik, itu, kan, dari penerbitan utang pemerintah. Artinya, tidak berkelanjutan. Investor juga mulai keluar dari bursa karena melihat rilis kinerja emiten yang underperform, khususnya di consumer goods,’’ ujar Bhima. (*)

JCH Batam Belum Rekam Biometrik

0

batampos.co.id – Ratusan jemaah calon haji (JCH) asal Batam masih menunggu waktu perekaman biometrik yang merupakan syarat pe-ngajuan visa haji oleh Pemerintah Arab Saudi. Meskipun, secara nasional jadwal perekaman mestinya dimulai Senin (11/3).

”Belum ada yang merekam hari ini (kemarin),” kata Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Batam Zulkarnain, Senin (11/3).

Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat 577 JCH yang sudah diperbolehkan melunasi biaya haji. Itu artinya, semua JCH juga harus melakukan perekaman biometrik agar bisa mengajukan permohonan visa.

”Tahun lalu kan perekaman di Asrama Haji. Nah, untuk yang sekarang kami masih menunggu arahan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Kepri,” jelasnya.

Untuk proses perekaman biometrik ini, nantinya JCH tidak dikenakan biaya karena memang dikhususkan untuk JCH. Ia mengungkapkan, saat ini memang sudah dibuka layanan perekaman biometrik di VFS Tasheel ORC di Pelita atau di samping Kantor Pos Indonesia, Pelita.

”Yang umrah memang rekam biometriknya di sana. Untuk haji kami menunggu keputusan dari Kanwil dulu,” imbuh pria yang baru satu ming-gu bertugas ini.

Ia menyebutkan, pihaknya tengah menyiapkan nama-nama JCH yang akan melakukan perekaman biometrik tahun ini.

”Nama ini akan diserahkan sebelum perekaman berlangsung. Nanti JCH akan dihubungi dan ada jadwalnya juga, biar tidak bentrok dengan daerah lainnya,” jelas pria yang pernah menjadi tenaga pengajar ini.

Seorang petugas layanan perekaman biometrik VFS Tasheel ORC Batam, Nuraini Z mengatakan, hingga saat ini belum menerima pemberitahuan dari kantor pusat terkait dibukanya layanan tersebut. Biasanya, kata dia, bagian haji mengirimkan nama-nama JCH terlebih dahulu sebelum proses pe-rekaman dimulai.

”Mungkin mereka masih menunggu dari Kemenag juga soal datanya,” ujarnya. Ia menyebutkan, untuk pro-ses perekaman biometrik, JCH cukup membawa paspor dan e-KTP. Untuk biaya, hingga saat ini belum ada. Berbeda dengan calon jemaah umrah yang dikenakan biaya admi-nistrasi. ”Kalau tidak ada kendala, 15 menit proses perekaman biometrik selesai,” sebutnya.

Nuraini menambahkan, sistem biometrik ini langsung terhubung dengan Arab Saudi. Jika data cocok, visa haji bisa diproses. ”Ini juga untuk menghindari antrean di Tanah Suci, makanya JCH merekam biometriknya di embarkasi,” ujarnya.

Sebelumnya, sesuai jadwal dari Kementerian Agama RI, JCH sudah mulai melakukan perekaman biometrik mulai hari ini. Untuk JCH Kepri tahun ini berjumlah 1.200 jemaah, dan 577 di antaranya berasal dari Batam.

Saat ini, JCH juga sudah mulai melunasi sisa ongkos haji. Tahun ini, ongkos haji Embarkasi Batam masih sama dengan tahun lalu yaitu Rp 32 juta. JCH direncanakan mulai masuk Asrama Haji awal Juli mendatang. Jemaah Batam akan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) pertama, yakni kloter 19 dan 27.(yui)

Pengunjung Kebun Raya Batam Protes Pungutan Parkir Liar

0

batampos.co.id – Destinasi wisata butuh sentuhan baru untuk membuat wisatawan tertarik berkunjung ke Batam. Sebagai contoh, Kebun Raya Batam (KRB). Meski disebut sebagai kebun yang berisi banyak flora, tapi pada kenyataannya tumbuhan disana banyak yang layu dan tidak terawat, serta sampah berserakan di mana-mana.

Pantauan Batam Pos, Minggu (10/3) kawasan wisata ini memang banyak dikunjungi masyarakat. Mereka datang membawa keluarga dan teman-teman. Namun, tak banyak yang bisa dinikmati. Selain dari pintu gerbang yang merupakan spot favorit berswafoto, pengunjung hanya bisa berkeliling mengitari KRB melihat bunga-bunga yang tampak tidak terawat.

Haryanto, pengunjung asal Bengkong Pionir mengatakan, kunjungannya ke KRB untuk menikmati senja sambil memandangi flora.

“Tapi sayang, tumbuhan yang ada di sini masih sedikit dan banyak yang layu dan tidak terawat. Pemerintah harus benar-benar memperhatikan ini karena KRB punya peluang jadi lokasi pariwisata yang bagus,” ungkapnya.

Selain kondisi KRB yang kurang terawat, Haryanto juga mengeluhkan soal pungutan parkir liar. Pungutan tersebut membuat kunjungannya menjadi tidak nyaman, karena juru parkir tersebut bukanlah juru parkir resmi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Pertamanan Kota Batam Eryudhi Apriadi mengatakan jumlah petugas sangat terbatas ditambah lagi saat ini kondisi kekeringan melanda seluruh Batam.

“Jadi, armada tidak cukup untuk meng-cover menyiramkan kebun raya itu. Saya juga akan menyampaikan ke Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) agar merapikan kembali,” ucapnya.

Mengenai parkir gratis, sebelumnya Pemko Batam sudah melarangnya. Jika masih ada praktiknya lagi, maka akan segera dikoordinasikan dengan pihak kecamatan untuk menyelesaikannya.

“Susah pas rame pengunjungnya. Ditambah lagi kesadaran pengunjung mengenai kebersihan masih sangat rendah. Sehingga sampah tidak tertata dengan baik,” ungkapnya.

Sebenarnya, Pemerintah Kota (Pemko) ingin membuka KRB lebih jauh ke dalam lagi, dimana pengunjung dapat mengeksplorasi waduk yang ada disana.

“Kalau bisa, kami ingin buka ke dalam. Sehingga orang bisa menikmati waduk dan pohon sekitarnya,” paparnya.

Tapi, kalau dibuka begitu saja, Pemko belum bisa menjamin keamanan pengunjung yang bersantai di sisi waduk. Ditambah lagi dengan kesadaran masyarakat yang masih rendah soal kebersihan, maka pasti sampah akan berserakan dimana-mana. “Kita bukan ke dalam bisa terjadi lebih parah lagi karena di dalam lebih luas,” pungkasnya.

Pohon-Pohon di Pinggir Jalan Ditebang

Sementara itu, warga memprotes penebangan puluhan pohon di pinggir jalan di wilayah Batuaji. Bukan hanya pohon tua, pohon yang masih muda pun ikut ditebang. Selain membuat panas, juga mengurangi keasrian dan keindahan jalan.

“Aneh saja, pohon yang sudah besar kok malah dipotong. Padahal menunggu pohon itu tumbuh sangat lama,” kata Sarman, warga Perumahan Genta II, Batuaji, Senin (11/3).

Sarman mengatakan, pohon rimbun di pinggir jalan tersebut membuat nyaman pengendara dan pengguna jalan yang melintas. “Aneh saja. Sekarang belum ada pelebaran jalan, tapi kok ditebang. Harusnya dilestarikan,” tuturnya.

Di sepanjang jalan yang hanya berjarak ratusan meter dari Kantor Kecamatan Batuaji itu, terlihat sisa bekas pemotongan pohon. Bahkan masih terlihat beberapa potongan batang pohon berada di pinggir jalan.

“Setahu saya, pohon itu harusnya dirawat. Apalagi yang ada di pinggir jalan. Kalau banyak pohon, akan adem dan enak kalau jalan kaki,” katanya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Batam Werton Panggabean juga meminta Pemko Batam untuk tidak melakukan penebangan pohon di pinggir jalan. Apalagi pohon yang masih kategori muda.

“Kalau memang di pinggir jalan ngapai harus dipotong. Kecuali memang untuk perawatan dan pelebaran jalan. Aneh ini, di daerah lain saja pohon itu dibiarkan sebesar mungkin,” ucapnya.

Kabid Pertamanan Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam Irwan Saputra tidak mau berkomentar terkait hal ini. Ia mengaku belum mengetahui mengenai banyaknya pohon yang ditebang di daerah Batuaji.

“Saya akan coba cek dulu. Apakah anak buah saya yang menebang atau siapa. Memang sayang kalau pohon-pohon itu ditumbang,” katanya.(leo/ian)

Polisi Lakukan Tes DNA

0
Polisi memeriksa lokasi penemuan mayat.

batampos.co.id – Polisi menduga bahwa mayat yang ditemukan di seberang Perumahan Tiban Bukit Permai, Sekupang, beberapa waktu lalu diduga berinisial RHF, 43. Namun untuk memastikan identitasnya, polisi akan melakukan tes DNA (Deoxyribose Nucleic Acid).

Penjelasan ini disampaikan Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan, Senin (11/3) siang. Menurut Andri sebenarnya identitas RHF sudah diketahui. Namun untuk memastikannya harus melalui tes DNA yang akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.

“Sebelum ada tes DNA, saya tidak berani memastikan identitasnya. Kita akan koordinasi dengan Bidokkes untuk tes DNA korban dengan kombinasi keluarga dan anaknya,” ujarnya kemarin.

Dijelaskan Andri, kasus penemuan mayat yang sudah mulai membusuk itu mulai menemukan titik terang melalui laporan yang diterima pihaknya dari masyarakat. Dimana, kakak korban mendatangi Polresta Barelang untuk melaporkan bahwa salah satu anggota keluarganya tidak pulang beberapa hari.

“Kemudian kita lakukan interogasi dan meminta untuk menjelaskan ciri-cirinya, ada kemiripan. Baru kita koordinasi dengan Bidokkes untuk tes DNA,” katanya.

Dengan mulai ditemukannya titik terang dalam kasus penemuan mayat itu, tentunya hal ini akan menjadi tantangan bagi pihaknya dalam mengungkap kasus penemuan mayat yang diduga sebagai korban pembunuhan ini. Setidaknya, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan beberapa orang saksi.

“Itu nanti dulu, kita fokus dulu dalam memastikan identitasnya. Kalau dari hasil autopsi yang telah dilakukan dan saat ditemukan pertama kali, memang terdapat tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” terangnya. (egi)