Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11521

Warga Teluk Kuantan Merasakan Iritnya Yamaha Mio S

0

batampos.co.id – Yamaha kembali menggelar lomba uji keiritan bahan bakar untuk motor Yamaha Mio S, Minggu (17/3) di Taluk Kuantan. Acara ke tiga ini diikuti 16 peserta dan mengambil garis finish di Cerenti.

Bagian Promosi Area Riau Daratan, Indro mengatakan dalam uji keiritan ini setiap tanki motor dikosongkan dan diisi bahan bakar sebanyak 1 liter. Adapun pemenang lomba mencatatkan jarak tempuh sejauh 65,4 kilometer

“Tujuan acara ini untuk mengubah image boros Yamaha yang melekat di masyarakat. Padahal motor ini sangat irit meski sudah lama dipakai,” ujar Indro.

Mio S merupakan produk baru Yamaha yang di keluarkan akhir Oktober 2017. Motor ini dilengkapi teknologi Blue Core. Teknologi ini membuat mesin motor irit hingga 50 persen.

“Ada juga lampu indicator yang berfungsi untuk panduan berkendaraan yang irit,” kata Indro.

Dari segi penampilan, motor ini di desain elegan dan stylish. Pada bagian depan menggunakan LED Headlight, dan bannya tubless. Untuk mesin, motor ini dilengkapi tenaga 125cc yang sanggup mengeluarkan tenaga sampai 7,0 kw.

“Keunggulannya motor ini dibekali Answer Back System (ABS), yang memudahkan pemilik motor mencari motornya di parkiran,” kata Indro.

“Keunggulan lainnya, motor ini dilengkapi ruang kaki lebih lebar. Kemudian Kemudian lampu hazard untuk memberi tanda dalam situasi darurat,” kata Indro.

Indro menambahkan acara ini berlangsung meriah dan ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Untuk juara I mendapatkan hadiah Rp 2 juta, juara II Rp 1,5 juta, dan juara III Rp 1 juta. (ser)

Remaja 16 Tahun Hamil, Mencuri Motor

0
Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto mengekspos lima pelaku curanmor dan menunjukkan barang bukti motor saat ekspos di Mapolsek Sagulung, Jumat (15/3). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jaringan pencurian sepeda motor (ranmor) remaja berpasangan yang dibekuk jajaran Polsek Sagulung pekan lalu masih mendekam di sel tahanan Mapolsek Sagulung.

Hasil pengembangan sementara dua pasangan remaja putus sekolah ini sudah beraksi di 20 TKP. Satu dari dua remaja wanita belakangan juga diketahui tengah hamil dua bulan. Ia hamil dengan pasangan pria yang sama-sama dibekuk tersebut.

“Iya satu lagi hamil. Orangtuanya juga sudah tahu,”kanit reskrim Polsek Sagulung Iptu Supardi, Senin (18/3). Remaja itu kini berusia 16 tahun.

Meskipun dalam kondisi hamil proses hukum tetep berjalan dan menurut Supardi, berkas perkara empat remaja berpasangan ini sudah rampung dan akan segera diproses lebih lanjut.

“Anak dibawa umur mereka jadi tak bisa lama-lama,” katanya.

Remaja wanita yang tenga hamil tadi sementara diketahui akibat pergaulan bebas dengan pasangan prianya.

“Berpasangan mereka jadi kesimpulan sementara seperti itu,” ujar Supardi.

Pengungkapan pelaku ranmor dibawa umur dan tenga hamil muda ini membuat kembali angkat suara tentang perlunya pengawasan yang ekstra dari masing-masing orangtua. Orangtua dihimbau untuk selalu mengawasi pergaulan anak baik di lingkungan sekolah ataupun di luar. Orangtua juga tidak dibenarkan untuk menyerah begitu saja atas tingka laku anak yang bandel ataupun berlebihan.

“Itu sudah tanggungjawab kita sebagai orangtua. Apapun situasi dan kondisi kita harus mampu mengontrol dan mengendalikan anak,” kata Supardi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jajaran polsek Sagulung bekuk empat remaja berpasangan yakni Rfp yang berpasangan dengan Mz serta Ips yang berpasangan dengan Mc. Dari tangan kompolotan ini polisi mengamankan enam unit sepeda motor hasil curian mereka. Mereka diketahui telah beraksi di 20 lokasi yang berbeda di kota Batam. (eja)

Taekwondo Kharisma Bangsa Batam Gelar UKT Sabuk Hitam

0
Tiga taekwondoin kharisma bangsa yang berhasil meraih sabuk hitam, Muhammad Fathan Jafnika, Bintang Sumintar, dan Henderi

batampos.co.id – Muhammad Fathan Jafnika, Bintang Sumintar, dan Henderi tiga Taekwondoin Kharisma Bangsa Batam berhasil meraih sabuk hitam pada Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang dilaksanakan di GOR Citramas, Nongsa. Minggu (17/3).

Ujian yang diselenggarakan oleh Pengprov UTI Pro Kepri ini berlangsung dari pukul 8.30 WIB hingga 15.30 WIB. Adapun materi yang diujikan kepada ketiga taekwondoin tersebut berupa jurus-jurus, perkelahian (kyorugi), pemecahan benda keras (kyukpa) juga ketahanan fisik.

Penguji Nasional UTI Pro, Master Siauw Lung Wu mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk mengukur kemampuan taekwondoin sejauh mana mereka menguasai materi atau ilmu yang telah ditempuh selama masa berlatih.

“Juga untuk mengembangkan pelatihan taekwondo, karena pemegang sabuk hitam pada taekwondo dianggap telah layak menjadi pelatih. Dengan catatan, disiplin dan kesungguhan mengembangkan taekwondo harus tetap dijaga karena sabuk hitam ini amanah. Jadi tidak semua bisa lulus,” ujarnya.

Siauw Lung Wu menambahkan, ujian kenaikan tingkat ini bukan hanya sekadar ujian. Namun, dari ujian ini, ia berharap akan menemukan bibit-bibit atlet potensial yang kelak bisa dibina untuk menjadi atlet andalan yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

“Memang butuh pembinaan jangka panjang. Tapi kami berharap ada bibit-bibit atlet potensial baru yang lahir dari sini yang nantinya prospektif untuk terus dibina dan diandalkan di kejuaraan-kejuaraan taekwondo bertaraf internasional,” katanya lagi.

Ketua Bidang Ujian Kenaikan Tingkat UTI Pro Kepri Sabeum Soewito Trikusuman disela- sela ujian kenaikan sabuk itu mengatakan, penyelenggaraan ujian kenaikan sabuk hitam, berlaku sama bagi seluruh organisasi beladiri taekwondo yang ada di Indonesia. Peserta yang dinyatakan lulus, mendapat ijazah atau sertifikat bertaraf internasional yang dikeluarkan lembaga sertifikasi taekwondo dunia di Korsel.

Soewito berharap, dengan ujian ini, para taekwondoin dapat meningkatkan pengalaman dan kemampuannya agar bisa bersaing di kejuaraan-kejuaraan yang lebih besar lagi. Tetapi yang paling penting katanya, dari ujian ini anak asuhnya dapat menjadi pribadi yang baik.

“Sebagai pelatih di Taekwondo Kharisma Bangsa Batam, saya sangat puas terhadap ketiga orang taekwondoin yang saat ini mengikuti kenaikan sabuk hitam, bukan karena mereka murid saya tapi ketiga orang ini merupakan bibit atlet Taekwondo dan aset untuk Batam,” ujar Soewito.

Soewito mengaku saat ini Pengurus Taekwondo Kharisma Bangsa Batam telah melatih sebanyak 260 taekwondoin yang terdiri dari 15 dojang di Batam yang pusat latihannya terletak di Club House Anggrek Mas 3. “Ada sekitar 260 taekwondoin yang kami latih. Untuk tingkat usia yang kami latih saat ini ada yang usia 4 tahun hingga 45 tahun. Sedangkan untuk prestasinya atlet kami sudah banyak memenangkan berbagai kejuaraan baik itu di tingkat daerah, nasional maupun internasional,” ujar Soewito.

Ketua Pengprov UTI Pro Kepri Rudy Alie yang hadir saat ujian tersebut mengaku bangga dengan pencapaian-pencapaian prestasi para atlet Taekwondo Kharisma Bangsa Batam. “Kami sangat bangga dan tentunya terus mendukung kegiatan-kegiatan di setiap daerah dalam meningkatkan kemampuan para atlet agar dapat bersaing di kejuaraan yang lebih besar lagi,” kata Rudy. (iwa)

Titiek Soeharto: Tujuan Berpolitik Itu Luhur, Bukan Memecah Belah

0
Siti Hediati Hariyadi

Pada masa yang lazim disebut tahun politik, selayaknya semua orang menjaga persaudaraan, bukan justru saling tunjuk dan saling cari kesalahan.

Hal tersebut ditegaskan politisi Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto. Titiek mengajak seluruh masyarakat menjalin dan mempererat tali silaturahmi serta mengesampingkan perbedaan pilihan politik.

“Tujuan politik itu luhur, bukan justru jadi alat memecah belah. Islam mengajarkan kita saling memaafkan,” kata Titiek. Putri Presiden Soeharto itu juga mengutip kearifan Jawa yang selalu diajarkan oleh almarhum ayahnya. “Ayah kami, Bapak kita semua selalu menasihati, aja mung nyatur alaning liyan. Jangan hanya membicarakan kejelekan orang lain,” katanya menambahkan.

Titiek sempat pula mengatakan hal yang sama saat menghadiri acara peringatan Isra dan Miraj bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu, 16 Maret 2019 lalu. Pada forum BKMT tersebut Titiek juga mengajak ibu-ibu majelis taklim untuk arif dalam menyikapi suasana cenderung panas menjelang Pilpres.  Dengan kearifan itu ia berharap hal-hal negative bisa diusir sejauh-jauhnya. “Kita semua berharap pascapemilu nanti persatuan dan persaudaraan bangsa ini bisa semakin kokoh.”

Sebelum bergabung menjadi pengurus Partai Berkarya, Titiek lama menjadi wakil ketua Komisi IV DPR RI dari Partai Golkar. Saat menjadi wakil rakyat tersebut Titiek pernah meminta Kementerian Pertanian memenuhi seluruh kebutuhan yang diperlukan petani bawang putih demi tercapainya swasembada bawang putih pada 2021.

Bukan hanya bantuan,Titiek juga meminta Balitbang dan Kementan untuk melihat wilayah-wilayah di seluruh Indonesia yang potensial dan layak ditanami bawang putih.

“Impor bawang putih di tahun 2017 itu besarnya mencapai 550 ribu ton sedangkan kita hanya mampu menghasilkan sekitar 20 ribu ton. Ini sangat keterlaluan. Padahal wilayah kita sangat luas,” kata Titiek saat itu.

Pada kesempatan lain Titiek juga giat mendorong pemerintah untuk segera melakukan swasembada daging sapi. Tujuannya agar Indonesia tidak tergantung kepada daging impor dalam upaya menstabilkan harga.

“Kasus daging sapi impor itu tidak hanya seperti sekarang. Setiap mau puasa, Lebaran harga pasti naik,” kata Titiek. Titiek menyatakan komitmen demi terwujudnya swasembada dagung tersebut lebih dari tiga tahun lalu. Saat itu ia sudah mewanti-wanti agar pemerintah tak selalu mengandalkan impor demi pemenuhan kebutuhan daging masyarakat.

“Jangan terus menerus mengimpor daging sapi,” kata Titiek di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) di Dusun Piring, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Bantul, 2016 lalu. [*]

Lewat Jalur Tikus, Bayar Rp 4 Juta Per Orang

0
TKI diperiksa anggota Polresta Barelang.
foto: batampos.co.id / eggi

batampos.co.id – Jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang mengamankan 155 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal serta beberapa orang yang diduga terlibat dalam pemulangan TKI dari Malaysia menuju Batam, Sabtu (16/3) malam lalu.

Mereka diamankan di pelabuhan milik seseorang di Tanjungseng­kuang, Batuampar.
Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, ke-155 orang TKI yang diamankan itu terdiri dari 120 orang laki-laki, 32 orang perempuan, serta tiga anak-anak.

Andri menjelaskan, penangkapan ratusan TKI ini bermula setelah pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada pemulangan TKI dari Malaysia menuju Batam. Dari informasi tersebut, kemudian dilakukan penyelidikan dan pengintaian di pelabuhan.

“Kami langsung amankan ratusan TKI dan beberapa orang yang terlibat. Sampai saat ini masih kami mintai keterangan,” kata Andri, Minggu (17/3) siang.

Hingga sore kemarin, Sat Reskrim Polresta Barelang belum ada menetapkan tersangka dalam kasus pengiriman TKI ini.

“Kita mintai dulu keterangan semuanya. Setelah itu, baru akan kita lakukan gelar perkara untuk menentukan siapa saja tersangkanya,” ujarnya singkat.

Seorang TKI yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, untuk pulang melalui jalur ilegal itu mereka diminta membayar sebesar 1.350 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 4.202.050 per orang (kurs 1 ringgit Malaysia=Rp 3.483). Setelah membayar biaya tersebut, mereka dibawa ke suatu tempat yang tidak mereka kenali di Malaysia.

Ia mengaku, bersama rombongan dibawa masuk menyusuri hutan belantara untuk menuju ke pinggir pantai di Malaysia. Proses pemberangkatan tidak bisa dilakukan langsung, karena pihak agen harus memastikan situasi aman. Sebab polisi Malaysia rajin melakukan patroli untuk mengantisipasi pemulangan maupun pengiriman TKI melalui jalur ilegal.

“Setelah aman itu kami langsung diberangkatkan. Dari Malaysia kami berangkatnya malam. Sampai di Batam sekitar subuh dan kami ditangkap,” ujar TKI tersebut. (egi)

Balap Liar di Bengkong Resahkan Warga

0

batampos.co.id – Sejumlah warga mengeluhkan aksi balapan liar sekelompok muda-mudi di jalan baru Bengkong. Mirisnya aksi tersebut hampir terjadi setiap hari dan mengganggu ketenangan warga sekitar.

Seperti terlihat pada Minggu (17/3) sore, puluhan muda-mudi dengan belasan motor berkumpul di jembatan baru Bengkong atau depan Sungai Nayon. Sebelum melaju mereka menggeber-geber knalpot motor, yang kemudian melakukan aksi balap liar di jalan tersebut.

Kartika, warga Bengkong Sadai mengeluhkan aksi para remaja tersebut. Menurutnya, suara knalpot para remaja cukup keras dan menganggu ketenangan warga di kawasan permukimannya.

“Suara knalpot motornya keras banget, seperti di sirkuit. Awalnya saya pikir jalan depan rumah, tapi ternyata jauh,” ujarnya.

Dikatakannya, kelakuan para remaja mulai meresahkan sejak seminggu belakangan. Mereka berkumpul tiap sore dan melakukan aksi yang menganggu warga.

“Dulunya saya lihat di jalan lurus Ocarina, sekarang mereka sudah sampai disana,” sebutnya.

Karena itu, Kartika berharap agar pihak terkait, terutama jajaran kepolisian bisa segera menertibkan aksi balapan liar tersebut. “Ini sudah sangat menganggu,” tegasnya.

Senada juga dikatakan Ismiati. Ia harus berjalan pelan dan menunggu aksi para remaja untuk bisa melewati jalur tersebut.

“Nunggu mereka balapan dulu baru saya lewat. Deg-degkan juga tadi lewat sana,” ujar wanita 43 tahun ini.

Menurut Ismiati, para remaja itu berkumpul setiap sore dan menggeber-geber knalpot motornya.

“Ada remaja perempuannya juga disana. Tolong pihak terkait segera tertibkan,” pungkasnya. (she)

Api Sulit Dipadamkan, 15 Hektare Hutan Lindung Dam Mukakuning Terbakar

0
foto: batampos.co.id / yulianti

batampos.co.id – Kebakaran hutan lindung di kawasan Dam Mukakuning, Seibeduk masih terjadi. Pantauan di lapangan, meski sebelumnya telah dipadamkan tim Manggala Agni Daops Batam, namun hingga Minggu (17/3) siang, api belum bisa dikendalikan.
Humas Manggala Agni Batam Herman membenarkan jika api belum bisa dijinakkan.

“Iya masih terbakar,” ujar Herman.

Dia menyebutkan kondisi cuaca yang panas disertai angin kencang menyebabkan api sulit dipadamkan. Selain itu, pihaknya juga kesulitan untuk melakukan pemadaman karena jalan masuk ke lokasi kebakaran sangat sulit dilalui. Tim harus berjalan kaki sekitar dua kilometer dari pemberhentian mobil pemadam.

“Kami masuk jalan kaki sambil mikul mesin dan selang,” ungkapnya.

Sampai saat ini, kata Herman, kebakaran yang terjadi sejak Sabtu (16/3) itu sudah melalap 15 hektare hutan lindung di kawasan Dam Mukakuning. Kebakaran itupun dikeluhkan warga maupun pengelola kawasan industri Batamindo.

“Dari kemarin (Sabtu, 16/3) mereka mengeluhkan. Gimana kami sudah berusaha, tapi karena cuaca begini mau gimana lagi,” jelasnya.

Rita, warga rumah liar (ruli) sekitar Dam Mukakuning mengaku kondisi tersebut membuatnya kewalahan. Banyak warga yang mengeluh susah bernapas karena menghirup asap tebal.

“Anak-anak banyak susah napas. Maunya cepat-cepat padam, kebakaran sudah dua hari,” sebut Rita.

Sebelumnya, Manager General Affair Batamindo Tjaw Hoeing mengeluhkan kondisi tersebut. Tjaw mengatakan kalau asapnya sampai masuk ke dalam kawasan industri akan mengganggu jarak pandang bagi pengguna kendaraan yang sering berlalu lalang di Batamindo, juga menimbulkan pencemaran udara.

“Kita cukup perihatin dengan kebakaran yang terjadi. Apalagi jika sampai asapnya masuk ke kawasan (industri Batamindo). Dan bagi karyawan yang tinggal di dormitori akan terganggu pernafasannya,” ucap Tjaw. (une)

Imigrasi Deportasi 3 TKA Tiongkok dari Batam

0

batampos.co.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam mendeportasi tiga warga negara (WN) Tiongkok, Minggu (17/3). Mereka dipulangkan paksa ke negara asalnya karena terbukti menyalahgunakan visa kunjungan (turis) untuk bekerja di Batam.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto, mengatakan proses deportasi dilakukan melalui Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Selanjutnya, ketiganya akan diterbangkan ke negara asalnya melalui Bandara Internasional Fuzhou Changle, Tiongkok.

“Prosedurnya memang begitu. Deportasi WNA yang ber­masalah memang selalu me­lalui Bandara Soekarno Hatta,” kata Lucky, Minggu (17/3).

Lucky menyebutkan, ketiga WN Tiongkok tersebut terdiri dari dua laki-laki dan satu wanita. Masing-masing bernama Minggang Chen, Desheng Zhang, dan Mingxu Mou. Ketiganya diamankan dari pabrik PT San Hai di Tanjunguncang, Batam, pada Jumat (8/3) lalu.

Ketiga WN Tiongkok tersebut kedapatan bekerja di pabrik pengolah limbah plastik itu. Padahal mereka masuk ke Batam hanya dengan menggunakan visa kunjungan. Artinya status mereka adalah pelancong alias turis.

Lucky menjelaskan, keputusan untuk mendeportasi tiga orang WNA tersebut sudah sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku. Ketiganya dinyatakan telah melakukan pelanggaran atas aturan yang tercantum di Pasal 75 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Dalam pasal tersebut dijelaskan, pejabat Imigrasi berwenang melakukan tindakan administratif terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia, yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum, atau tidak menghormati dan mentaati aturan perundang-undangan.

Sebelumnya, saat ditanya apakah ketiganya merupakan tenaga kerja asing (TKA) ilegal atau tidak. Lucky mengaku hanya melakukan penindakan sesuai aturan keimigrasian. Apabila ada dugaan pelanggaran lainnya, hal itu diserahkan ke instansi terkait, yakni dinas atau Kementerian Ketenagakerjaan.

Disinggung soal WNA lain di PT San Hai, Lucky mengatakan, pihaknya masih melakukan pengawasan lebih lanjut. Sebab, menurut informasi yang ia peroleh, sebelumnya terdapat 15 WNA asal Tiongkok di PT San Hai. Namun, saat disidak pada Jumat (8/3) lalu, pihaknya hanya mengamankan delapan orang saja.

Dari delapan orang itu, lima di antaranya tercatat sebagai TKA legal. Sehingga kelimanya dibebaskan kembali. Sementara tiga lainnya terbukti melanggar aturan keimigrasian sehingga mereka dideportasi, kemarin.

“Dari delapan orang ini, cuma tiga orang yang melanggar aturan keimigrasian. Sedangkan lima orang lainnya memiliki IMTA dan dokumen yang lengkap. Dan sudah kami lepaskan,” ucapnya.

Dengan adanya kasus ini, Lucky berharap pemerintah daerah bisa berperan aktif dalam melakukan pemantauan terhadap orang asing. Ia mengatakan, pemerintah pusat memiliki aturan tentang pemantauan orang asing di Kementerian Dalam Negeri.

“Harusnya di daerah ada turunannya, kami sudah berupaya mendorong diterbitkan peraturan daerah terkait itu,” ujarnya.

Terbitnya peraturan daerah terkait pemantauan orang asing, diyakini Lucky dapat meningkatkan pengawasan terhadap orang asing yang berada di Batam.

“Selain Tim Pengawasan Orang Asing dari Imigrasi, ada perda pemantauan orang asing. Jadi semua pihak terlibat mengawasinya,” tuturnya.

Sementara Imigrasi sendiri mengaku akan memperketat pengawasan orang asing dengan memaksimalkan fungsi Tim Pora. Nantinya pengawasan orang asing akan sampai ke tingkat kecamatan.

Lucky juga berharap, perusahaan di Batam yang mempekerjakan warga asing agar mematuhi semua aturan yang berlaku. Sebab, jika tidak, Lucky memastikan mereka akan berurusan dengan hukum di Indonesia.

“Patuhi undang-undang yang berlaku di sini,” tegas Lucky. (ska)

Gempa Guncang Lombok Berturut-turut

0

Gempa bumi berkekuatan 5,8 SR terjadi di Timur Laut Lombok Timur. Gempa yang terjadi Sabtu (16/3/2019) pukul 15.07 Wita dengan kedalaman 10 kilometer merusak puluhan rumah warga di Sambelia, Lombok Timur.

Dua menit kemudian terjadi gempa susulan berkekuatan 5,2 SR di barat laut Lombok Timur degan kedalaman 11 kilo meter. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Data yang didapatkan Aksi Cepat Tanggap Nusa Tenggara Barat (ACT NTB) menyebutkan, ada 23 rumah yang mengalami rusak berat dan 13 unit rumah roboh. Di saat bersamaan juga terjadi longsor di daerah wisata Air Terjun Tiu Kelep dan Sendang Gile Senaru, Lombok Utara akibat gempa tersebut. Sekitar 40 orang wisatawan terjebak longsoran di sekitar kejadian. Wisatawan berasal dari Malaysia dan domestik.

Pukul 17.30 Wita Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan ACT NTB memberangkatkan 9 personel rescue ke lokasi longsor. Tim bertugas membantu proses evakuasi korban longsor yang di tempat wisata Air Terjun Tiu Kelep.

“Tim malam ini akan langsung berkoordinasi dengan tim evakuasi yang sudah ada di lokasi longsor, mereka akan fokus mengevakuasi korban longsor yang masih selamat,” terang Kepala Program ACT NTB Romi Saifudin, Ahad (17/3).

Sementara itu, pihak BPBD dan Dinas Kesehatan, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah menurunkan 4 ambulans ke lokasi bencana beserta sejumah personel dan paramedis. Korban yang baru bisa dievakuasi sebanyak 5 orang, sementara 2 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka, 1 orang dirawat di Puskesmas Bayan.

Dalam data terbaru yang diisampaikan BPBD, dua korban jiwa di daerah longsoran sekitar air terjun Tiu Kelep telah ditemukan. [*]

Pungut Pajak, BP2RD Keliling Kecamatan

0

batampos.co.id – Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam berkeliling ke kecamatan-kecamatan untuk memungut Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) dari wajib pajak dengan menggandeng sejumlah bank.

Kepala BP2RD Kota Batam Raja Azmansyah mengatakan, keliling kecamatan adalah bentuk kemudahan yang diberikan BP2RD pada wajib pajak. Selain menjemput bola dengan acara Bulan Panutan PBB-P2, kemudahan pembayaran pajak daerah ini juga diberikan melalui kerja sama Bank BJB dengan Indomaret.

”Tidak hanya PBB tapi juga pajak lainnya. Mungkin ke depan juga bisa dengan Go-Pay. Tentu ini akan lebih memudahkan,” kata Raja, Minggu (17/3).

Keliling kecamatan dimulai Sabtu (16/3) lalu, tim turun ke Mal Botania 2, Batam Center. Keesokan harinya, Minggu (17/3), tim turun ke Pasar Penuin, Lubukbaja.

Pekan kedua, dilanjutkan ke Lapangan Sepak Bola Seipancur, Seibeduk pada Sabtu (23/3) dan SP Plaza Kecamatan Sagulung pada Minggu (24/3). Selanjutnya, di Fanindo depan BTN Kecamatan Batuaji pada Sabtu (30/3) dan Tiban Centre Kuliner Kecamatan Sekupang pada Minggu (31/3) pekan ketiga. Lokasi berikutnya adalah Harbour Bay Mall, Batuampar pada Sabtu (6/4) dan Pertokoan Bengkong City Centre Bengkong pada Minggu (7/4).

Pekan selanjutnya di Kabil Nongsa pada Sabtu (13/4) dan Lapangan Indra Sakti Belakangpadang pada Minggu (14/4). Serta pekan terakhir di Pulau Buluh, Kecamatan Bulang pada (27/4) dan Kantor Camat Galang pada Minggu (28/4).

”Kami berharap target pajak bisa tercapai secepatnya,” katanya. (rng)