Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11522

Ia Hendak Ledakkan Masjid

0

batampos.co.id – Brenton Harrison Tarrant, pelaku penembakan umat Islam di Selandia Baru ternyata berencana melanjutkan aksinya ke masjid lain setelah menembak jemaah salat Jumat di dua masjid di Kota Christchurch, Jumat (15/3). Hal itu terungkap saat polisi menggeledah mobilnya ditemukan dua bom rakitan dan berbagai jenis senjata api lainnya.

’’Itu menunjukkan niatnya untuk melanjutkan serangan,’’ ujar Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern dalam pidatonya, Sabtu (16/3).

Ia menambahkan, pasca penembakan, semua masjid di Selandia Baru untuk sementara ditutup sampai benar-benar kondisi aman.

Penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood di Kota Christchurch menewaskan 49 orang dan melukai 48 lainnya. Sebelas orang dalam kondisi kritis.

Ardern memastikan akan melakukan perubahan total pada aturan kepemilikan senjata.

’’Undang-undang kepemilikan senjata akan kami ubah,’’ tegasnya.

Tarrant saat beraksi membawa lima senjata api. Dua di antaranya senjata semi otomatis. Tarrant memiliki lisensi kepemilikan senjata api, namun disalahgunakan.

Aksi yang dilakukan oleh pria asal Australia itu merupakan pembantaian terbesar sejak 3 dekade lalu. Kala itu pria bernama David Gray melakukan pembunuhan dan menewaskan 13 orang.

Kebijakan kepemilikan senjata api di Selandia Baru memang lebih longgar dibanding negara-negara barat lainnya. Pemilik senjata api memang harus memiliki lisensi, tapi mereka tak perlu mendaftarkan senjata apa saja yang mereka beli dan miliki.

Syarat kepemilikan senjata api hanyalah berusia di atas 16 tahun dan lolos pemeriksaan latar belakang oleh pihak kepolisian.

Meski kepemilikan senjata dibolehkan, angka pembunuhan di negeri Kiwi itu terbilang rendah. Pada 2017 lalu hanya terjadi 35 kasus pembunuhan, jauh lebih rendah dibanding korban tewas penembakan di Christchurch.

Ardern mengungkapkan pelaku sempat mengirim manifesto ke alamat email-nya, para pemimpin oposisi, ketua parlemen, dan sekitar 70 media beberapa menit sebelum penembakan. Di dalamnya tidak ada keterangan spesifik tentang rencana serangan dan waktunya sehingga pencegahan tak bisa dilakukan.

Ardern pun terbang mengunjungi keluarga korban di Pusat Pengungsi Canterbury. Dia datang dengan dikawal ketat. Menggunakan baju serba hitam dan berkerudung, Ardern mencoba menenangkan orang-orang di lokasi dan berjanji memperbaiki sistem keamanan di negaranya.

“Selandia Baru adalah tempat di mana kita menghargai inklusivitas dan keaneka-ragamannya,’’ ujar Ardern. Dia berjanji untuk memperta-hankan hal tersebut selama dia menjabat sebagai PM.

Kemarin, Tarrant diajukan ke pengadilan Distrik Christchurch. Pria 28 tahun itu dijerat dengan dakwaan pembunuhan. Tangannya diborgol dan dia dikawal dengan ketat. Dia jelas tak menunjukkan penyesalan sama sekali. Tarrant masuk ke pengadilan dengan senyum di wajah.

Tarrant memang berdarah dingin. Bahkan sebelum melakukan aksi kejinya dia mengucapkan kalimat Let’s get this party started alias Mari memulai pesta. Pengadilan selanjutnya dijadwalkan 5 April nanti. Hingga kemarin, identitas tiga pelaku lainnya tidak diungkap oleh polisi.

Dilansir Reuters, Tarrant tingal di Dunedin, Selandia Baru dan menjadi anggota Bruce Rifle Club. Dia kerap berlatih menembak dengan menggunakan senjata semi otomatis AR-15.
Mayoritas korban penembakan di Christchurch adalah imigran dan pengungsi dari Pakistan, India, Malaysia, Indonesia, Turki, Suriah, Somalia dan Afghanistan. Penduduk muslim di Selandia Baru hanya 1,1 persen dari keseluruhan populasi.

WNI Tewas Tertembak

Sementara itu, teka-teki hilangnya seorang warga nega-ra Indonesia dalam insiden penembakan di Christchurch akhirnya terjawab tadi malam. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wellington menyampaikan bahwa WNI atas nama Lilik Abdul Hamid tewas.
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, ada enam WNI yang salat Jumat di Masjid Al Noor saat serangan terjadi. Lima orang telah melapor ke KBRI dalam kondisi sehat.

Sedangkan satu lainnya, Muhammad Abdul Hamid belum diketahui keberadaannya.

”Setelah kami konfirmasi ke keluarga, namanya adalah Lilik Abdul Hamid,” ucap Koordinator Fungsi Protkons KBRI Wellington Rendy Ramanda saat melalui pesan singkat kepada Jawa Pos (grup Batam Pos) tadi malam.

Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengunjungi kediaman Lilik di Christchurch kemarin. Dia menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga korban. Tantowi juga meninjau langsung lokasi penembakan di Masjid Al Noor. Bersama WNI dan tim konsuler KBRI Wellington, Tantowi menggelar doa bersama di Hagley Park untuk para korban.

Pria kelahiran, Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan itu mengimbau masyarakat untuk tenang. Namun, tetap waspada. Hindari tempat-tempat yang berpotensi menjadi target. Ikuti arahan Kepolisian Selandia Baru dan melapor ke KBRI jika mendapat informasi penting.

Tantowi juga menjeguk Zulfirmansyah dan anaknya yang menjadi korban selamat di Christchurch Public Hospital. Zul, sapaan akrab Zulfirman Syah, tertembak di sejumlah bagian tubuh. Sedangkan, sang anak di bagian kaki.

”Beliau (Zul, red) telah menjalani multiple operations. Saat ini masih terus mendapatkan perawatan medis dari pihak rumah sakit,” terang pria dubes 58 tahun itu. Dia juga menampik kabar hoaks yang menginformasikan bahwa Zul telah berpulang.

Koordinator Fungsi Penera-ngan Sosial, Budaya, dan Pendidikan KBRI Wellington Adek Triana Yudhaswari menuturkan, melarang WNI muslim beribadah ke masjid untuk sementara waktu.

”Sementara di rumah dulu sampai situasi memang benar-benar kondusif,” imbau Adek.
Hingga tadi malam, lanjut dia, polisi bersenjata lengkap masih berjaga di beberapa tempat fasilitas umum. Khususnya masjid.

KBRI Wellington terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI untuk memfasilitasi rencana kedatangan anggota keluarga dari Indonesia yang ingin mengunjungi kerabatnya di Christchurch. Mereka juga membentuk posko sementara pasca insiden penembakan yang bekerja 24 jam.

Posko tersebut bertugas memantau perkembangan situasi dan membantu WNI yang membutuhkan bantuan sehubungan dengan peristiwa penembakan di Christchurch.
Apabila terdapat WNI yang belum bisa menghubungi anggota keluarganya yang berada di Christchurch, Pemerintah Selandia Baru membuka di www.familylinks.icrc.org/new-zealand/en/.

Sementara itu, seluruh warga Selandia Baru turut berduka atas insiden pembantaian umat Islam di dua masjid oleh Brenton Tarrant Cs. Mereka datang ke sebuah jalan tak jauh dari lokasi kejadian. Me-reka membawa bunga sebagai ungkapan duka.

Senator Australia Ditimpuk Telur

Sementara itu, senator dari Queensland Australia Fraser Anning yang menyalahkan umat Islam, kemarin dilempari telur mentah.

Anning merespons dengan mengayunkan pukulan pada pemuda itu. Pria muda itu dibawa pergi oleh polisi kemudian dibebaskan.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison ikut mengecam pernyataan Anning. ”Komentar Anning ini mengerikan dan menjelekkan dirinya sendiri. Terus terang, dia seharusnya malu,” ujarnya.

Morrison juga berbicara saat mengunjungi Masjid Lakemba di Sydney mengenai insiden Selandia Baru.

”Peristiwa mengerikan ini terjadi dan ditargetkan pada satu komunitas tertentu, komunitas Islam di sebuah masjid ketika mereka pergi untuk shalat di Selandia Baru. Itu adalah serangan terhadap semua orang yang cinta damai, pada semua orang yang tidak bersalah,” ujarnya.

”Oleh karena itu, kita semua berdiri bersama dalam mendukung saudara Muslim kita yang menjadi target spesifik serangan ini dan kita harus memastikan hal itu tidak terjadi lagi di tempat lain, kepada warga Australia lainnya di sini atau di negara lain,” kata Morrison.

Australia siap memberikan bantuan signifikan dalam penyelidikan kasus tersebut. Morrison menawarkan dukungan dengan layanan konseling dan bahkan masalah paling praktis seputar penguburan orang-orang yang telah meninggal bagi korban serangan teroris di Selandia Baru.

Sementara itu, Dubes Australia Gary Quinlan melalui Twitter-nya mengatakan, pernyataan Senator Fraser Anning menyalahkan serangan mematikan oleh teroris ektremis sayap kanan pada imigrasi adalah menjijikkan. Pandangan itu tidak punya tempat di Australia, apalagi di Parlemen Australia.

Perdana Menteri Australia mengutuk serangan teroris yang kasar, ekstremis, dan sayap kanan yang telah merenggut begitu banyak nyawa warga Selandia Baru yang tidak bersalah ketika mereka melaksanakan ibadah dengan damai di masjid-masjid mereka di Christchurch. (han/jp)

Kampanye Pemilu mulai Pekan Depan

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam telah menerima pengajuan lokasi untuk kampanye terbuka yang rencanya akan dimulai minggu depan. Sedikitnya ada lokasi yang sudah diterima dari camat. Masing-masing kecamatan mengusulkan 2-4 lokasi untuk kampanye.

Komisioner KPU Batam, M. Siddiq mengatakan sesuia dengan jadwal nasional. Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, yaitu Jokowi dan Maruf Amin akan mulai berkampanye 24-25 Maret. Sedangkan pasangan nomor urur dua Prabowo dan Sandiaga Uno 26-27 Maret mendatang.

“Ini jadwal yang dari pusat. Se Indonesia sama jadwalnya,” kata Siddiq, Sabtu (16/3).

Ia menyebutkan jadwal kampanye akan dimulai dari pukul 08.00-16.00 WIB. Masing-masing partai pengusung boleh mendatangkan massa sesuai kapasitas lokasi kampanye. Selama berkampanye, Siddiq mengingatkan kepada peserta Pemilu, agar massa yang dikerahkan tidak melibatkan anak-anak dan aparatur sipil negara (ASN), adanya unsur SARA hingga menimbulkan hal yang bisa menimbulkan konflik.

“Saya rasa mereka sudah paham akan hal ini,” ujarnya.

KPU lanjutnya juga akan menggagendakan pertemuan dengan penyelenggara Pemilu terkait kampanya akbar ini. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan mengawasi jalannya kampanye. “Jika ditemukan pelanggaran itu kewenangan mereka. Masing-masing sudah ada tugasnya. Senin (18/3) nanti kami akan rapat bersama,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, pihaknya akan menggelar undian untuk peserta pemilu. Jadwal kampanye harus diatus agar tidak terjadi bentrok. Jadwal kampanye pertama sudah ada sesuai dengan surat edaran dari KPU pusat. Selanjutnya KPU daerah yang mengatur jadwal kampanya hari berikutnya.

“Kan ada dua calon ini. Nanti akan diundi jadwal kampanye mereka. Misalnya pasangan A di hari apa saja. Nanti mereka bisa menggunakan lapangan sesuai jadwal beserta partai pengikutnya. Jadi selain calon presiden dan wakil mereka juga berkesempatan memperkenalkan diri mereka untuk meraih suara,” beber Siddiq.

Lanjutnya, kampanye akan berlangsung selama 21 hari hingga memasuki minggu tenang atau tiga hari sebelum pemilihan berlangsung 17 April mendatang. Selama kampanye, Siddiq mengatakan masing-masing peserta pemilu boleh menyediakan cendramata untuk simpatisan atau massa yang hadir. Berdasarkan ketentuan cendramata bernilai maksimal Rp 60 ribu.

“Bisa berupa topi, pulpen kaos dan lainnya. Yang penting ada bukti kalau harga barang itu seharga yang ditentukan,” ujanrya.

Untuk jumlah massa yang akan dilibatkan masing-masing peserta pemilu harus melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian karena terkait dengan keamanan selama berkampanye.

“Biasanya ada izin keramaiannya. karena urusan keamanan itu dari pihak kepolisian,” lanjutnya. (yui)

Satu Jabatan Rp 250 Juta

0

batampos.co.id – Muhammad Romahurmuziy alias Romi tiba di kantor KPK Jumat (15/3) malam dengan wajah tertunduk dan tertutup masker. Tapi kemarin (16/3) sekitar pukul 11.45, sambil berkacamata hitam dia keluar gedung KPK dengan cengengesan meskipun sudah berstatus tersangka kasus suap.

KPK memutuskan menahan Romi di Rutan Cabang KPK di belakang gedung baru KPK atau gedung Merah-Putih. Di belakang Romi ada Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasnuddin. Dia ditahan di Rutan Cabang KPK di gedung KPK lama. Kemudian tersangka ketiga yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi ditahan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah menuturkan Romi ditetapkan sebagai tersangka karena menerima suap. Suap tersebut diterima dari Haris. Tujuannya supaya bisa lolos menjadi Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.

Menurut penelusuran KPK, Haris diduga mendatangi rumah Romi pada 6 Februari 2019 untuk memberikan uang Rp 250 juta. Tujuannya untuk bisa menduduki posisi Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Sementara itu untuk menjadi Kepala Kantor Kemenag (Kakandepag) Kabupaten Gresik, ongkosnya Rp 50 juta.

Ada informasi bahwa untuk bisa duduk sebagai Kepala Kanwil Kemenag maharnya sampai Rp 5 miliar. Saat dikonfirmasi kabar tersebut, Febri tidak bisa membenarkannya. Jika memang ada informasi seperti itu, KPK terbuka menerimanya.

’’RMY (Romi, red) dia punya power dan pengaruh. Posisinya itu Ketum (PPP, red),’’ kata Febri di gedung KPK, Sabtu (16/3).

Sementara Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin adalah politisi PPP yang dipimpin oleh Romi. Jadi, meskipun tidak menutup kemungkinan ada unsur trading influence atau jualan pengaruh, Febri menegaskan kasus Romi ini adalah suap.

Lebih lanjut Febri mengatakan, Romi selaku pihak yang diduga menerima uang suap, disangkakan melanggara Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Pemerantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara Muafaq sebagai pihak pemberi uang disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) h uruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kemudian untuk Haris yang juga sebagai pemberi uang, disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) h uruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pindana Korupsi.

Dalam perkara ini diduga Romi bersama dengan pihak Kemenag menerima suap untuk memengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jatim dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief menuturkan KPK masih terus mendalami praktik jual beli jabatan di Kemenag yang melibatkan Romi tersebut. Upaya pedalaman oleh KPK ini termasuk juga menelisik apakah ada keterlibatan Menag Lukman Hakim Saifuddin.

’’KPK masih berupaya memperkaya semua informasi yang berhubungan dengan kasus ini,’’ jelasnya.

Romahurmuziy tersenyum di depan kamera wartawan.

Meskipun begitu, dia menegaskan Romi tidak mungkin bisa bekerja sendirian dalam praktik jual beli jabatan tersebut. Sebab posisinya bukan pejabat Kemenag. Dia hanya sebagai ketua umum partai politik dan anggota DPR. Sehingga ia meyakini ada peran dari pihak lain yang membantu Romi. Sehingga Romi bisa menjalankan praktik jual beli jabatan tersebut.

Laode lantas menjelaskan konstruksi perkara yang membuat kantor Menag Lukman disegel KPK tersebut. Akhir 2018 Kemenag mengumumkan proses seleksi terbuka melalui Sistem Layanan Lelang Jabatan calon Pejabat Pimpinan Tinggi. Salah satu jabatan yang dilelang adalah kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Informasi lelang ini bisa diakses melalui http://seleksijpt.kemenag.go.id/.

Selama proses seleksi terdapat beberapa nama pendaftar. Termasuk Haris yang mendaftar sebagai kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jatim. Sementara Muafaq melamar sebagai kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

Dalam prosesnya diduga terjadi komunikasi dan pertemuan antara Muafaq dan Haris bersama Romi serta pihak-pihak lainnya. Muafak dan Haris juga ditengarai menghubungi Romi untuk mengurus proses seleksi jabatan di Kemenag itu.

Nah, dari komitmen pertemuan itu, pada 6 Februari 2019 Haris diduga mendatangi rumah Romi di Jakarta untuk menyerahkan uang Rp 250 juta. Ternyata pada pertengahan Februari, nama Haris tidak muncul dalam tiga nama calon kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur yang diusulkan kepada Menag Lukman.

Menurut informasi, nama Haris tidak muncul dalam daftar tiga besar tersebut karena dia sempat dijatuhi sanksi administrasi kepegawaian. Dia sempat dijatuhi sanksi sedang berupa penundaan kenaikan pangkat selama setahun. Karena pernah dijatuhi sanksi kepegawaian kategori sedang, Haris memang seharusnya tidak lolos dalam seleksi administrasi.

Dalam proses berikutnya diduga terjadi kerja sama antara pihak-pihak tertentu, sehingga nama Haris tetap diloloskan hingga akhirnya menjadi kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jatim. Bahkan, dia dilantik oleh Menag Lukman pada 5 Maret lalu.

Setelah resmi dilantik menjadi kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris dikontak oleh Muafaq. Dalam komunikasi tersebut Muafaq meminta bantuan Haris untuk dipertemukan dengan Romi.

Kemudian pada 15 Maret Haris, Muafaq dan Abdul Wahab bertemu dengan Romi. Pertemuan tersebut untuk penyerahan uang Rp 50 juta terkait kepentingan seleksi jabatan kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik yang dilamar Muafaq.

Putus Mata Rantai Jual Beli Jabatan

Sementara itu, pengamat kebijakan publik Universitas Padjajaran Yogi Suprayogi Sugandi mengatakan ada dua cara untuk memutus mata rantai jual beli jabatan. Pertama, meninjau sebelum menjadi tiga besar dan setelah diputuskan tiga besar untuk dipilih pejabat pembina kepegawaian (PPK).

“Proses seleksi aparatur sipil sudah diatur dalam undang-undang dan peraturan dari KemenPAN-RB,” ucapnya kemarin saat dihubungi Jawa Pos.

Pada proses awal terdapat seleksi administrasi, assesment, dan wawancara. Semuanya dilakukan secara terbuka. Namun dari proses awal ini menurut Yogi ada celah yang bisa dimainkan. Asesor atau tim penyeleksi menurutnya belum terbuka.

“Harusnya dibuka siapa asesornya dan rekam jejaknya seperti apa,” ungkapnya. Selama tidak terbuka, maka rawan terjadi manipulasi.

Menurut pengamatannya, di daerah rawan sekali rekruitmen yang nakal. “Bentuk gratifikasinya tidak hanya uang. Mungkin uangnya tidak terlihat,” tuturnya.

Pada proses ini komisi aparatur sipil negara (KASN) juga berperan. Lembaga tersebut harus memelototi rekam jejak calon aparatur sipil. Jika perlu, track record calon aparatur negara itu dipublikasikan.

”KASN bisa soroti rekam jejak. Untuk kekayaan bisa dilihat di PPATK sebab pejabat publik diatur untuk melaporkan kekayaannya,” tutur Yogi.

Proses kedua adalah setelah asesor menentukan tiga calon kandidat. Pada tahap ini PPK yang menentukan siapa yang lolos. ”Wewenangnya menteri. Biasanya sudah bernuansa politis,” ucapnya.

Dia mengomentari bahwa orang-orang yang dipilih biasanya yang ada unsur kedekatan. Hal tersebut tidak bisa dihindari. Yogi mengatakan hal itu sebenarnya tidak bisa disalahkan karena PPK melihat siapa yang bisa bekerja sama dengan baik.

Namun, dia mengkritisi jika ada permainan uang dalam hal ini.

“Ada uang yang diba-yarkan untuk masuk jabatan tertentu itu tidak etis,” ungkapnya.(wan/lyn)

Tentang Zulfirmansyah, Korban Penembakan Teroris di Selandia Baru

0

Handra Yaspita, 42, kaget setelah melihat informasi di grup WhatsApp keluarganya sekitar pukul 13.00, Jumat (15/3/2019).

Untuk memastikan in­formasi yang diterimanya, Handra lalu menghubungi Alta Marie, istri Zulfirmansyah. Komunikasi terhubung, dan ternyata benar adiknya yang biasa disapa Zul itu bersama anaknya Omar Rois jadi korban penembakan saat salat Jumat di Masjid Linwood, Kota Christchurch, Selandia Baru.

”Informasi yang saya terima dari istrinya, Zulfirmansyah tertembak di bagian dada sehingga mengakibatkan kebocoran pada paru-paru, sementara anaknya, Omar Rois, yang masih berumur dua tahun tertembak di bagian tangan dan kaki,” ungkap Handra di kediaman orangtuanya, di Jalan Tanjung Indah, Kelurahan Kampung Lapai, Nanggalo, Padang, Jumat lalu.

Berdasarkan informasi yang dia dapatkan dari Alta Marie yang tengah mendampingi suami dan anaknya, kondisi Zul sudah stabil namun masih belum sadar usai menjalani operasi pertama.

”Sementara anaknya alhamdulillah sudah sadar. Keduanya, masih dalam perawatan medis dan sudah menjalani operasi pertama,” ungkapnya.

Menurutnya, Zul ke rumah orangtuanya, di Kampung Lapai, Padang pada November 2018. Zul dari Yogya ke Padang untuk pamit dan minta izin kepada orangtuanya sebelum berangkat ke Selandia Baru.

Zulfirmansyah

Sebelumnya putra pasangan Nasrul, 80, dan Yusni Nasrul, 75, itu kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan bekerja. Pada 2015 menikah dengan Alta Marie, warga Amerika Serikat dan dikaruniai seorang anak, Omar Rois. Pada Januari 2019, Zul bersama istri dan anaknya menetap di Selandia Baru.

”Zul dan anaknya memang kerap salat Jumat di Linwood Islamic Center di Christchurch, karena memang itu tempat ibadah terdekat dari rumah-nya,” ujar Handra.

Handra bersama keluarganya di Padang berencana ke Selandia Baru untuk mengunjungi Zulfirmansyah beserta keluarga.

”Tapi belum bisa dipastikan kapan waktunya. Rencananya saat ini kami akan melapor dulu kepada Pemerintah RI, bagaimana kami bisa mengunjungi keluarga kami di sana. Kami berharap pemerintah memfasilitasi kami menjenguk keluarga kami di Selandia Baru,” kata Handra.

Dia sudah kontak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Selandia Baru, namun belum dihubungi. Namun, ada sejumlah pelajar Indonesia di Selandia Baru yang sudah dihubunginya dan minta agar bersedia membantu melihat kondisi dan mendampingi Zulfrimansyah beserta anaknya di sana.

”Saya berharap adik saya beserta anaknya bisa pulih kembali. Kalau bisa kembali ke Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga,” harapnya.

Handra mengaku, awalnya berusaha untuk tidak menyampaikan informasi terkait kejadian yang menimpa adiknya Zul beserta anaknya di Selandia Baru kepada kedua orangtua. Dia khawatir orangtuanya shock mendengar kabar itu. Namun, Jumat malam akhirnya orangtuanya tahu juga.

”Saya mewakili keluarga berharap Pemerintah Selandia Baru menghukum berat pelaku yang bertindak tidak manusiawi itu. Hukum pelaku seberat-beratnya dan seadil-adilnya,” tegasnya.(***)

Pemko Batam akan Lebarkan Jalan, Lagi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam tahun ini memulai tahap pelebaran jalan dari Tibancenter menuju arah Patamlestari. Jalan ini merupakan cikal bakal pembangunan ring road (jalan lingkar, red) yang menghubungkan Patamlestari ke Jodoh, Batuampar.

Kepala DBMSDA Batam, Yumasnur mengatakan saat ini kepadatan arus lalu lintas sering terjadi di arah Sekupang menuju Nagoya. Untuk itu pelebaran perlu dilakukan untuk mengurai kemacetan.

“Nanti dari Bank BNI ke dalam itu akan kami tingkatkan menjadi enam lajur,” kata dia, Sabtu (16/3).

Tahap pengerjaan sudah masuuk pengukuran lahan yang yang akan digunakan untuk pelebaran. Saat ini jalan baru memiliki dua jalur masing-masing satu lajur. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan camat terkait warga yang berjualan di pinggir jalan.

“Sekarang kan masih lelang. Nanti April baru mulai kerja. Pedagang di sana sudah paham jadi kami nanti tinggal kerja saja,” ujarnya.

Lanjut Yumasnur, pelebaran jalan tersebut merupakan tahap untuk pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan Patamlestari ke Jodoh. jalur alternatif ini nanti bisa dimanfaatkan pengguna jalan dengan tujuan Batuampar. “Jadi bisa mengurai kemacetan yang saat ini terjadi terutama di jam sibuk atau kerja,” imbuhnya.

Selain jalan tersebut, pihaknya juga telah mengusulkan pelebaran jalan dari Sungaiharapan menuju Simpangjam. Yumasnur mengungkapkan jalan tersebut masuk dalam rencana yang akan dilebarkan tahun depan. “Kami sudah usulkan ke pusat. Saat ini ada beberapa meter yang bisa dimanfaatkan untuk pelebaran jalan,” tambahnya.

Ia menyebutkan bangunan juga jauh dari jalan. Seperti ruko yang ada di dekat jembatan penyebrangan orang (JPO) Tibanlama. Hal ini membuat ada lahan yang bisa digunakan untuk pelebaran.

“Nanti kalau jadi kami lebarkan akan ada taman jalan. Sesua arahan pimpinan 2025 jalan Batam semakin baik dan lebar,” tutupnya.

Sementara itu, Camat Sekupang. Muhammad Arman mengatakan ada banyak bangunan yang terdampak dari pelebaran jalan. Menurutnya sosialslisasi sudah dilakukan beberapa kali.

“Seperti pencucian mobil itu. Mereka minta waktu membongkar sendiri hingga pengerjaan dimulai nanti,” sebutnya.

Arman menjelaskan pelebaran ini untuk mengantisipasi kemacetan terutama di jam padat atau waktu sibuk. Nanti pelebaran hingga Tiban Mentarau.

“Mungkin bisa jadi sampai belakang juga. Kan kemarin katanya ada rencana ring road juga,” ucapnya.

Beberapa pedangang buah juga sudah mulai memindahkan kios mereka. Tinggal menunggu bangunan permanen milik pedagang.

“Kan ada kanopi mereka juga yang terdampak. Jadi mereka suka rela bongkar sendiri,” ujarnya.

Pantaua Batam Pos di lapangan beberapa pedagang masih berjualan di jalan yang akan dilebarkan tersebut. Menurut Rosdiana, salah seorang pedagang makanan, informasi pelebaran sudah diterima, namun menunggu pengerjaan ia bersama pedagang lainnya masih berjualan.

“Tunggu kalau sudah ada pengerjaan kami baru pindah,” kata perempuan yang berjualan dengan gerobak makanan miliknya tersebut. (yui)

Malaysia Proses Pemulangan 23 Warganya dari Suriah

0

batampos.co.id – Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM) sedang dalam proses membawa pulang 23 dari 51 warga Malaysia yang ditahan di Suriah karena dugaan keterlibatan mereka dalam terorisme.

Divisi Anti-Teroris Malaysia Ayob Khan Mydin Pitchay mengatakan, dari 23 orang warganya yang terlibat jaringan ISIS di Suriah, 11 orang di antaranya dewasa, sisanya anak-anak.

”Semua dari mereka telah menghubungi keluarga masing-masing, yang kemudian, para keluarganya tersebut meminta bantuan PDRM untuk membawa mereka pulang,” ujar Ayob Khan kepada sejumlah wartawan di Kuala Lumpur, Sabtu (16/3/2019).

Dilansir dari Bernama, Ayob mengatakan, proses pemulangan ini, 23 warga-nya tersebut akan diinterogasi dan diberi konseling. Tentu saja, setelah mereka kembali ke Malaysia.

”Para pria akan ditangkap dan diinterogasi. Adapun para wanita dan anak-anak, itu akan tergantung pada kasus mereka. Apakah mereka turut pergi karena mengikuti suami atau niat mereka sendiri. Proses hukumnya berbeda nanti,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, selama proses interogasi nanti, para warganya yang sudah terpapar ISIS terseut, akan didampingi konselor, psikolog dan ustaz (guru agama Islam) untuk memberikan konseling, saran dan mengevaluasi mereka sehingga mereka tidak akan terlibat dalam terorisme lagi.

Pada proses membawa mereka pulang, Ayob Khan mengatakan, belum dapat diselesaikan karena masalah ini juga melibatkan diskusi dengan berbagai pihak.

”Ini melibatkan diskusi dengan banyak pihak di Suriah karena beberapa dari mereka ditahan di kamp Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi, dan ada juga yang ditahan oleh pihak berwenang Suriah. Kami ingin menentukan di mana mere-ka berada, apakah di kamp PBB atau Al-Qaeda atau di tempat lain. Hanya dengan begitu kami dapat mengatur kepulangan mereka dan itu membutuhkan waktu lama,” tutupnya. (*)

Sampah Kertas 9,42 Ton Sehari

0
Foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Sampah yang dibuang masyarakat sebesar 900 ton setiap harinya. Di mana sampah paling banyak adalah sampah kertas 9,42 ton, sampah plastik 6,37 ton, sampah aluminium 2,4 ton, dan sampah kardus 12,8 ton. Pemko berharap agar bank sampah di masyarakat diaktifkan dan diperbanyak.

“Pemerintah tetap mendorong untuk mengembangkan bank sampah ini. Dan kepada bank sampah yang sudah ada untuk mengajak teman dan warga lainnya. Jangan hanya ambil untung sendiri,” kata Asisten Administrasi Umum Setdako Batam Zarefriadi, Sabtu (16/3)

Menurut Zaref, keberadaan bank sampah ini sangat membantu mengurangi tumpukan sampah di Batam.

“Pemerintah mengapresiasi apa yang dilakukan warga. Karena sampah ini, kalau tak bisa dikelola atau diolah dengan baik, maka kota ini akan berubah jadi gunung sampah. Padahal kebijakan pemerintah untuk menjadikan sampah nol, atau zero waste,” ucap dia.

Ia juga berharap kepada masyarakat untuk tetap sadar kebersihan. Tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi saat ini sudah ada perda sampah yang mengatur tata cara pengelolaan sampah dan sanksi bagi setiap masyarakat yang membuang sampah.

Seperti halnya di daerah Bengkong. Banyak sampah yang berserakan di pinggir jalan.

Bahkan sering ditemukan ada tumpukan sampah di pinggir jalan. Misalnya di pinggir jalan baru Sungai Nayon Bengkong.Hal itu diduga karena belum adanya lahan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Camat Bengkong M Tahir mengatakan, lahan TPS sampah yang dipinjamkan PT Harmoni Mas masih dalam tahap proses. Pihaknya tengah membuat jalan baru menuju lokasi TPS.

“Lokasinya itu hanya beberapa meter dari jalan, namun akses jalan tak mungkin pakai milik perusahaan itu.Jadi kami bikin akses jalan baru,” ujar Tahir.

Menurut dia, setelah pengerjaan jalan, lahan TPS itu bisa segera digunakan. Ia pun berharap tak ada lagi masyarakat yang buang sampah sembarangan atau yang di pinggir jalan.

“Sama-sama minta pengertian dari masyarakat. Janganlah buang sampah sembarangan. TPS kita sudah ada, walau hanya pinjaman,” imbuhnya.

Disisi lain, ia menjelaskan kebutuhan TPS sampah di Bengkong cukup darurat. Mengingat jumlah penduduk Kecamatan Bengkong cukup padat.

Paling tidak, Kecamatan Bengkong harus memiliki 32 TPS.

“Pernah beberapakali mengirim surat permintaan lahan ke BP (Badan Pengusahaan), namun belum ditanggapi, ” pungkasnya.(ian/rng/she)

Susah Cari Kerja di Batam

0

batampos.co.id – Batam masih menjadi surga bagi para pencari kerja (pencaker). Seperti terlihat pada Jumat (15/3), ada ratusan pencaker memadati Community Center (CC) Batamindo Industrial Park, Mukakuning.

Mereka rela antre sejak pagi untuk menyerahkan berkas persyaratan lamaran pekerjaan. Para pencaker itu tak hanya warga Batam, tapi juga banyak dari luar daerah.

“Informasinya awal tahun ini banyak buka lowongan pekerjaan. Paling ramai Senin lalu antrean sampe ke jalan,” kata Ella, pencaker asal Medan, saat ditemui di CC Batamindo, kemarin.

Ella mengaku meskipun lowongan tidak ada setiap hari, ia tetap optimis bisa mendapatkan rezeki di tengah ekonomi Batam yang sedang lesu.

Namun, ia tetap yakin akan mendapatkan pekerjaan.

Ia menceritakan, sebelumnya ia pernah bekerja di kawasan Batamindo selama dua tahun. Karena perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur itu tak memperpanjang kontraknya, ia memutuskan mencari pekerja lain untuk melangsungkan hidup di perantauan.

“Dulu sempat kerja tapi karena kebijakan perusahaan kontrak saya tidak diperpanjang, ijazah SMK sudah menjadi modal besar bagi saya,” ujarnya.

Pencaker lainnya, Rian juga mengaku sulitnya mendapatkan pekerjaan di Batam.

“Susah dapat kerja sekarang. (Perusahaan) buka lowongan tidak tiap hari, seminggu paling ada dua dan tiga saja. Belum lagi persyaratan yang dibutuhkan semakin ketat,” tuturnya.

Ia sendiri sudah dua bulan di Batam. Selama dua bulan ini, ia sama sekali belum mendapatkan pekerjaan.

“Pernah jadi marketing selama tiga hari, cuman keluar karena gajinya tak sesuai. Tetapi tetap memilih bertahan dulu di sini (Batam),” terang laki-laki asal Jambi ini.

Diakuinya, proses penerimaan dilakukan sangatlah ketat melalui pengukuran tinggi badan. Jika pelamar tidak memenuhi syarat seperti yang dibutuhkan, pelamar langsung dinyatakan gugur.

Selain itu, usia juga ditentukan minimal 18 tahun sampai 24 tahun dan memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang elektronika.

“Kemarin sempat mengajukan namun gagal karena tak punya pengalaman dan persyaratan yang tidak lengkap,” katanya.

(cr1)

Dinkes Usulkan Puskemas Jabi Jadi Rumah Sakit

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam tahun ini menyiapkan detail engineering design (DED), untuk peningkatan Puskesmas Kampung Jabi menjadi rumah sakit tahun 2020 mendatang.

“DEDnya sudah tahap lelang. Nanti Puskesmas tersebut akan dijadikan rumah sakit tipe D,” kata Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, Sabtu (16/3).

Ia menyebutkan untuk menjadi rumah sakit tipe D, Puskesmas Jabi harus memiliki minimal 50 bed (tempat tidur, red). Saat ini baru ada sekitar 20 bed yang tersedia di puskesmas tersebut. Untuk itu, tahun ini mulai diajukan pembuatan DED agar ke depan bisa ditingkatkan.

“Nanti kalau sudah ada desain, kami usahakan minta bantuan dari pusat. Yang penting ada dulu desainya. Sebab mereka pasti tanya nantinya. Mudah-mudahan tahun depan bisa terwujud,” ujarnya.

Menurut mantan Direktur RSUP Bintan ini, melihat kondisi masyarakat saat ini dibutuhkan minimal dua hingga tiga rumah sakit tipe D. Saat ini untuk rumah sakit pemerintah baru ada RSUD Embung Fatimah di Batuaji. Wali Kota menginginkan ada rumah sakit pemerintah lainnya di daerah Nongsa tersebut.

“Makanya kami usulkan Jabi untuk jadi rumah sakit tipe D,” imbuhnya.

Jika disetujui, sesuai dengan aturan, Pemko harus membangun puskesmas baru sebagai pengganti. Hal ini karena puskesmas yang lama ditingkatkan menjadi rumah sakit.

“Harus diganti. Jadi walaupun sudah ada rumah sakit. Puskesmas harus diganti dengan yang baru,” sebut Didi.

Lanjutnya, rumah sakit tipe D minimal memiliki pelayanan anak, kebidanan, bedah, penyakit dalam hingga labour. Minimal ada enam spesialis yang ada di rumah sakit tipe D tersebut. “Nanti kami akan usulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun depan,” ucap pria yang juga spesialis kandungan ini.

Ia berharap keberadaan rumah sakit kecil ini, bisa memenuhi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, pihaknya juga terus mengusulkan pembangunan puskesmas. Tahun ini Dinkes berencana membangun satu unit puskesmas di Mentarau, Sekupang.

Pusat menyiapkan anggaran Rp 5 miliar untuk pembangunan puskesmas yang ke 21 ini. Sebelumnya sebanyak 20 puskesmas telah melayani kesehatan warga Batam.

Didi menyebutkan Batam masih membutuhkan banyak puskesmas. Maksimalnya ada 40 lebih puskemas di Batam. Angka tersebut dihitung berdasarkan kemampuan ideal pelayanan puskesmas. “Jadi bertahap ini semua akan dipenuhi. Kalau bisa yang lama juga ada peningkatan terutama dari saran dan prasarana,” tutupnya. (yui)

Tenant di Bandara Hang Nadim Undur Diri, Tersebab Sepi Pembeli

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Dampak harga tiket pesawat mahal, penumpang di Bandara Hang Nadim sejak Januari hingga kini, turun dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

Minggu lalu, salah satu tenant di Hang Nadim mengajukan permohonan menutup usahanya. Dengan alasan, makin berkurangnya pembeli.

Hal ini dibenarkan Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam Suwarso.

“Iya, minggu kemarin. Mereka mengajukan untuk tutup permanen, tapi kami memberikan opsi lain,” katanya.

Opsi yang diberikan, kata Suwarso, yakni memberikan waktu selama 3 bulan ke tenant tersebut. Selama 3 bulan, tenant itu boleh tidak menempati konternya dan tidak perlu membayar sewa ke Hang Nadim.

“Karena alasan sepi, kami memberikan jangka waktu. Jadi, Juni, dia boleh buka dan aktif kembali. Karena diprediksi, Juni penumpang kembali ramai. Selama Maret, April, dan Mei, tenant tidak perlu membayar sewa,” tuturnya.

Suwarso mengatakan hingga kini baru satu tenant menyatakan niat menutup usahanya di Hang Nadim. Namun, terkait keluhan turunnya pendapatan, Suwarso menga-takan hampir sebagian besar tenant mengaku pendapatannya turun signifikan.

Karenanya beberapa tenant mengajukan supaya MOB (minimal omzet bruto) di Hang Nadim diturunkan.

Selama ini, kata dia, MOB ditarik 10 persen dari hasil pendapatan tenant per bulan.

“Memang ada mengajukan agar MOB diturunkan. Tapi pengaturan MOB ini sesuai Perka (Peraturan Kepala BP Batam). Lagipula yang ditarik itu 10 persen dari pendapatan. Tapi, apabila banyak yang mengajukan keberatan, silakan mengajukan surat. Tentunya ini bisa jadi landasan untuk pengajuan perubahan tarif MOB,” jelasnya.

Sedangkan terkait penurunan penumpang ini, Suwarso mengatakan pihak bandara tidak bisa berbuat banyak. Penyebab penurunan penumpang ini karena mahalnya harga tiket, sehingga menurunkan animo masyarakat menggunakan transportasi udara.

Dari data Hang Nadim, pada Januari 2018 penumpang yang datang, berangkat maupun transit di Hang Nadim bersejumlah 508.556 orang. Namun pada Januari 2019, jumlahnya turun menjadi 389.492 penumpang. Terdapat penurunan sebesar 119.094.

Sementara pada Februari 2019, juga terjadi penurunan. Februari 2018 terdapat 453.033 penumpang, sedangkan pada Februari 2019 turun menjadi 314.474 penumpang.

“Ada penurunan sebanyak 138.659 orang. Penurunan jumlah penumpang ini, tidak hanya faktor low season saja, tapi juga karena mahalnya harga tiket,” ungkapnya sembari memprediksi penurunan jumlah penumpang akan terjadi hingga awal April nanti.

Gerai Oleh-oleh Tutup Bisa Picu PHK

Sementara itu, penerbangan yang semakin hari semakin sepi akibat tingginya harga tiket dan bagasia berbayar serta kondisi ekonomi yang makin sulit, makin berimbas pada pelaku usaha oleh-oleh di Batam.

Beberapa pusat oleh-oleh yang biasa beroperasi di Bandara Hang Nadim Batam memilih menutup gerai mereka karena omsetnya terjun bebas.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam Rudi Sakyakirti mengatakan melihat kondisi seperti itu tentu memberikan dampak yang tidak bagus terhadap penjualan mereka. Selama ini, kata dia, bandara menjadi salah satu sentral dalam meningkatkan omzet mereka.

“Sekarang bagasi sudah bayar, jadi penumpang yang biasa beli jadi mengurungkan niatnya. Hal ini berdampak terhadap pendapatan pelaku usaha oleh-oleh,” kata dia, Jumat (15/3).

Diakuinya, kondisi ini tidak terelakkan. Pelaku usaha berusaha bertahan meskipun mengurangi jumlah karyawan mereka. Beberapa waktu lalu, Rudi menyebutkan memang ada pelaku usaha oleh-oleh yang berkonsultasi terkait hal ini.

“Mereka tanya mekanisme untuk pemutusan hubungan kerja. Karena keadaan saat ini memaksa mereka melakukan pengurangan,” bebernya.

Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam ini menjelaskan jika perusahaan memutus hubungan kerja sebelum sisa kontrak berakhir, perusahaan wajib membayar sisa kontrak pekerja.

“Namun kalau kontrak pekerja berakhir sesuai kesepakatan dan perusahaan tidak melanjutkan itu tidak masalah,” ujarnya.

Pengurangan karyawan merupakan solusi agar perusahaan bertahan. Namun, dampaknya jumlah pencari kerja semakin banyak.

“Kalau perusahaan punya 10 karyawan dan diputus lima orang. Maka lima orang tersebut menjadi pengangguran,” sebutnya.

Rudi menambahkan kondisi ini masih baru. Ia berharap ke depan ada perubahan terhadap harga tiket, sehingga penerbangan kembali ramai dan oleh-oleh Batam kembali berjaya dan menyerap tenaga kerja.

“Mudah-mudahan ke depan ada kebijakan (baru). Semua berdampak baik segi ekonomi maupun angka pencari kerja,” tuturnya.

Disinggung mengenai jumlah perusahaan yang tutup, Rudi mengaku belum mengetahui data terbaru. Untuk usaha yang kecil-kecil belum ada laporan totalnya.

“Belum ada info terbaru,” tutupnya.

Sementara itu, sejumlah pencari kerja tengah mengurus kartu kuning atau AK1 sebagai syarat mencari pekerjaan di Kantor Disnaker Batam. Rata-rata mereka merupakan pendatang dari daerah lain. Zainal, 26, misalnya mengatakan memperpanjang AK 1 miliknya yang sudah habis masa berlakunya.

Pria asal Jawa Tengah ini mengaku sudah hampir tujuh bulan mencari pekerjaan ke perusahaan yang ada di Batam, namun belum ada panggilan.

“Setiap hari saya jalan sama kawan keliling-keliling ke perusahaan tapi belum ada jawaban,” katanya.

Ia mengaku kesulitan mencari pekerjaan dan harus bersaing dengan ribuan pencaker lainnya. Di Batammindo, kata dia, setiap hari ramai pencari kerja.

“Ada kawan baru sesama pencaker tapi sudah banyak juga yang bekerja. Rata-rata kenalan sesama pencaker yang perempuan cepat dapat kerja,” imbuhnya.

(yui/ska)