Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11523

KPU Batam Jamin DPT Tak Ada WNA

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam menjamin daftar pemilih yang ada saat ini murni meru-pakan warga negara Indonesia (WNI) yang memegang kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

“Informasi dari Disdukcapil tidak ada mengluarkan e-KTP untuk WNA. Ini sudah kami koordinasi dari kemarin,” kata Komisioner KPU Batam Sudarmadi, Senin (4/3).

Ia menyebutkan dari 650 ribu lebih pemilih yang terdaftar saat ini merupakan warga Indonesia. Selama mendata hingga saat ini belum ada laporan yang diterima pemilih yang merupakan orang asing.

“Kami sudah komunikasi kepada Disdukcapil juga terkait soal e-KTP untuk WNA ini. Dan untuk Kepri khususnya Batam tidak ada yang seperti itu,” ujarnya.

Mengenai WNA yang memiliki e-KTP itu merupakan kebijakan dari Dinas terkait. Meskipun informasi yang beredar mengatakan WNA yang memegang e-KTP hampir semua wilayah, hingga saat ini belum ada penemuan terkait hal tersebut.

“Kami berpedoman kepada apa yang dikatakan Disdukcapil. Kalau mereka saja tidak pernah mengeluarkan bagaimana pula bisa terdaftar jadi pemilih. Sebab pendataan kan menggunakan e-KTP,” jelas Sudarmadi.

Lanjutnya, persoalan daftar pemilih tetap (DPT) memang belum selesai hingga saat ini. Sekarang, pihaknya harus mengejar penyelesaian pemilih tambahan hingga perte-ngahan Maret ini.

“Pemilu tinggal 44 hari lagi. Itu yang tengah kami kejar penyelesaiannya. Semakin dekat tentu semakin banyak yang harus diselesaikan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam, Said Khaidar mengatakan hingga saat ini belum ada e-KTP yang dikeluarkan untuk WNA.

“Sepertinya tidak ada. Tapi nanti saya cek dulu di kantor. Saya lagi di luar,” kata Said.

Untuk e-KTP saat ini masih fokus pada pengajuan yang telah ada, terutama mereka yang usia pemula. Menurutnya penyelesaian ini tidak saja karena mau menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) namun dalam rangka percepatan pendaftaran penduduk.

“Masih kami usahakan untuk menyelesaikan ini. Mudah-mudahan ke depan Batam bisa selesai,” ujarnya. (yui)

Developer Minta Aturan Kepemilikan Properti Asing Dipermudah

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Batam masih menarik bagi para pengembang properti (developer) di dalam negeri. Tak hanya level lokal, developer kelas kakap di tingkat nasional juga ramai-ramai membangun proyek hunian di pulau yang digadang menjadi kota industri ini.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam Achyar Arfan mengatakan, saat ini memang sudah banyak pengembang nasional yang masuk ke Batam. Sebagian sudah memulai proyeknya. Sebagian yang lain baru dalam tahap persiapan.

Yang terbaru, Triniti Property Group, juga memastikan akan mengerjakan proyek hunian vertikal di Batam.

“Nanti, Triniti masuk ke sini. Mereka akan bangun low rise building tujuh lantai di depan Sekolah Mondial di Pasir Putih,” kata Achyar, Senin (4/3), di Hotel Nagoya Hill, Batam.

Sebelum Triniti, kata Achyar, ada beberapa developer kelas kakap yang sudah menancapkan kakinya di Batam. Ada Sinar Mas yang membangun resort dan pemukiman di Nongsa. Kemudian Ciputra dengan proyek apartemennya di Nagoya dan Batam Center. Lalu ada Agung Podomoro yang membangun pemukiman terpadu, Orchard Park Batam, di Batam Center.

“Ada juga Bakrie Land yang sudah lama bangun proyek di Tiban. Dan dua lagi merupakan pengembang yang baru di Batam, yakni Pollux Habibie dan Oxley dari Singapura yang bangun high rise building,” jelasnya.

Proyek-proyek yang tengah dibangun saat ini antara lain proyek properti prestisius yang sedang dikembangkan di Batam, antara lain Pollux Habibie, Oxley Convention City, CitraPlaza Nagoya, Formosa Residence Nagoya, Orchard View, Puri Khayangan, Blitz Park, One Residence, The Nove Residence, dan lainnya.

Maraknya proyek properti kelas menengah ke atas ini, kata Achyar, membuka peluang pasar yang lebih luas. Bukan hanya konsumen dalam negeri, properti Batam bisa menyasar pasar asing. Khu-susnya di Singapura dan Malaysia.

“Makanya, kami saat ini tengah berupaya agar bagaimana kepemilikan properti oleh warga asing bisa dipermudah agar semakin menggairahkan industri properti di Batam,” ucapnya.

Sedangkan Deputi III BP Batam Dwianto Eko Winaryo pernah menyebut, nilai investasi yang masuk sepanjnang Desember 2018 sebanyak Rp 223 miliar terdiri dari investasi untuk properti sebesar Rp 153 miliar dan jasa sebesar Rp 70 miliar.

“Waktu kami sampaikan Oktober kemarin sudah ada Rp 5,2 triliun investasi yang sudah disetujui dan untuk tambahan investasi yang sudah disetujui Skep dan Spj-nya ini totalnya jadi Rp 5,423 triliun,” ucapnya.

Dwi mengungkapkan, saat ini investasi memang tengah menggeliat dari lahan tidur. Contohnya PT Rarantira yang memiliki lahan di depan kantor Kadin Batam akan segera membangun lahannya.

Sebelumnya, BP Batam memang menyetujui rencana investasi properti sebesar Rp 343 miliar di atas lahan tidur di Batam pada Oktober 2018.

“Sekarang investor silakan berjanji. Janji itu akan dijadikan adendum. Baru kami akan evaluasi berdasarkan janji tersebut,” ungkap Dwianto.

Dengan kata lain, BP Batam akan mengawasi proses pembangunan properti di atas lahan tidur sesuai dengan jangka waktu yang sudah disetujui.

“Jika bangun 500 unit rumah contohnya, dua hingga tiga tahun itu sangat logis. Tapi ada juga yang minta waktu pembangunan hingga tahun 2092 di atas lahan 50 hektare, ya kami tak mau,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan, pembangunan properti, khususnya perumahan, jangan dibuat bertahap-tahap.

“Rumah tak bisa tahap-tahap. Kalau tahap pertama laku sekian persen, maka bisa lanjut tahap kedua tanpa menunggu rumah tahap pertama selesai terjual semua,” pungkasnya. (leo)

Perumahan Nelayan Segera Difungsikan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Natuna Idris mengatakan, perumahan nelayan Padang Pasir, Kecamatan Bunguran Timur Laut akan segera difungsikan.

“Kami sedang menyesuaikan jadwal pak bupati untuk meresmikannya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa dioperasikan,” kata Idris, Selasa (5/3/2019).

Proses pembangunan perumahan tersebut sejauh ini tidak mengalami kendala. Sebanyak 100 unit rumah sudah selesai dibangun dan siap ditempati.

“Pengerjaan perumahan nelayan ini tepat waktu. Termasuk calon penghuninya, semuanya sudah terdata di kecamatan setempat.”

Idris mengaku, kewenangan atas kawasan perumahan nelayan sudah diserahkan kepada pemerintah daerah. Meski proyek tersebut diba-ngun pemerintah pusat, karena sudah dilakukan serah terima dari pihak ketiga.

“Kami berharap perumahan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat yang benar-benar memerlukannya,” harap Idris.

Kawasan perumahan yang berada di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut ini, dibangun dengan anggaran APBN 2018. Jumlah rumah di kawasan itu sebanyak 50 unit.

“Perumahan nelayan ini dibangun di atas lahan seluas 2 hektare dan akan dihuni 100 kepala keluarga. Kawasan sudah dilengkapi infrastruktur dasar, seperti listrik, air bersih, taman, dan fasilitas umum,” jelasnya. (arn)

Kemarau, Beberapa Sumber Air Bersih mulai Kering

0
ilustrasi

batampos.co.id – Direktur PDAM Kabupaten Lingga Sazali memastikan ketersediaan sumber air bersih di Kabupaten Lingga pada kondisi kemarau saat ini masih aman, meski sumber air di Daik Lingga yang biasa diambil sehari-hari mengalami kekeringan. Hal ini dapat ditanggulangi dengan menyedot sumber air di kawasan lain menggunakan mesin pompa air.

“Sumber air yang lama memang tidak menggunakan mesin pompa air. Tapi karena surut, jadi mengambil dari sumber air. Kalau tak ada kendala listrik, air akan lancar,” kata Sazali ketika ditemui di Sabo Singkep, Selasa (5/3) pagi.

Sedangkan untuk kelancaran distribusi air ke rumah pelanggan di Dabo Singkep masih aman.

Pasalnya, sumber air di Gunung Muncung, Air Bedegam, tidak mengalami kekeringan, sehingga Sazali memastikan pasokan air ke seluruh rumah pelanggan tetap lancar.
Menurutnya, hujan masih normal namun hanya di kawasan Gunung Muncung. Dia juga mengaku telah berkonsultasi dengan BMKG kalau Kabupaten Lingga pada tahun ini memprediksikan tidak terjadi musim kemarau yang panjang.

“Saat ini, pasokan air di Dabo Singkep masih stabil sebanyak 70 liter per detik,” kata Sazali.

Kalaupun terjadi kemarau panjang hingga sebulan ke depan di Dabo Singkep, Saza­li mengatakan PDAM akan mengambil langkah untuk menggilir pasokan air ke setiap rumah pela­nggan.

Sazali menambahkan, saat ini PDAM Daik Lingga sudah memiliki mesin pompa air untuk mengatasi kekeringan di wilayah sumber air, namun untuk Dabo Singkep, PDAM belum memilikinya.

Padahal, PDAM telah memiliki sumber air cadangan.

Pihaknya telah mengajukan permohonan untuk mengadakan mesin pompa air sekaligus perangkatnya, seperti rumah mesin pompa, pipa, dan sebagainya.

Anggota Komisi II Dabo Singkep Nurdin yang juga ada di lokasi yang sama, berjanji akan memperhatikan apa yang akan diajukan PDAM, yakni pengadaan pompa air pada dinas terkait yang membawahi PDAM. Karena pengadaan ini dinilai perlu untuk kebutuhan masyarakat. (wsa)

Hang Nadim Bangun Apron Baru 250×150 Meter untuk Tampung 24 Pesawat

0
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim akan membangun apron baru seluas 250×150 meter. Apron baru itu diperkirakan dapat menampung lima pesawat berbadan lebar atau 10 pesawat berbadan sedang.

”Nantinya, secara keseluruhan Hang Nadim dapat menampung 24 unit pesawat berbadan lebar dalam waktu yang sama,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso.

Pengerjaan pembangunan apron baru itu, kata Suwarso, akan dilaksanakan dan diselesaikan di tahun ini. ”Pembangunan itu ke arah kargo bandara,” ungkapnya.

Apakah pembangunan apron baru ini, untuk persiapan pembangunan terminal dua.

”Ya… bisa dibilang seperti itulah,” tuturnya.

Namun, mengenai kapan rencana pembanguan terminal dua. Suwarso mengaku belum mengetahuinya.

”Kami bangun yang kecil-kecil dulu,” ujarnya.

Selain membangun apron baru. Suwarso mengatakan di 2019 juga ada proyek perpanjangan taxi way.

”Tahun ini juga. Satu-satu dulu,” ujarnya singkat. (ska)

Lanjutan Pelebaran Jalan Masih Persiapan Lelang

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Sejumlah ruas jalan yang diperbaiki tahun 2018, kembali dilanjutkan di 2019. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Air Yumasnur menyebutkan ada beberapa ruas jalan yang dilanjutkan. Seperti di Simpang Karambia menuju Studio 21 lama. Kemudian di Jalan Bunga Raya dari kantor Kecamatan Lubuk Baja menuju Simpang Baloi dan Jalan Ahmad Yani dari Kepri Mall menuju Masjid Agung.

”Pasti dilanjutkan tahun ini, sekarang masih persiapan proses lelang,” ujar Yumasnur, Selasa (5/3).

Tak hanya itu, jalan Ahmad Yani dari Simpang Panbil Mukakuning menuju simpang Kabil (Kepri Mall) akan dibuka tahun ini. Rencananya, jalan tersebut akan dilebarkan sampai lima lajur, namun baru difokuskan untuk satu jalur saja.

”Tapi itu bertahap, pengerjaannya tidak bisa selesai dalam satu tahun anggaran ini. Tahun depan kita lanjut lagi,” jelas Yumasnur.

Dia mengatakan untuk pelebaran dan perbaikan jalan memang didahulukan di titik persimpangan. Itu dilakukan untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi di simpang jalan Batam.

”Seperti di Batuaji nanti akan dilakukan pembenahan di simpang jalan,” sebutnya.

Sementara itu, sesuai arahan wali kota Batam, ia mengatakan program perbaikan infrastruktur jalan itu akan selesai hingga 2025 mendatang. Untuk saat ini, Yumasnur sudah menyelesaikan 13 titik, seper-ti di kawasan Jodoh, Nagoya, mulai dari Planet Holiday menuju The Hills Hotel, dari Simpang BNI menuju Simpang jam dan lainnya.

”Ini program jangka panjang, pelan-pelan kami kerjakan,” ungkapnya. (*)

Siapkan Rp 3,4 M Perbaiki Pelabuhan Sekanak Raya

0
Transportasi Pulau Batam – Pulau Belakangpadang
F. Dalil Harahap/Batam PosF Dalil harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kabar gembira bagi warga Pulau Belakangpadang. Dinas Perhubungan (Dishub) Batam mendapatkan dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 yang diperuntukkan perbaikan Pelabuhan Sekanak Raya, Belakangpadang.

”Tahun ini hanya untuk satu pelabuhan, itu Belakangpadang,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam Rustam Efendi, Selasa (5/3).

Dia mengatakan dana yang bersumber dari APBN tersebut berasal dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan total sebesar Rp 3,4 miliar. Dana tersebut dikhususkan untuk daerah tertinggal (hinterland).

”Ini berdasarkan pengajuan kita tahun lalu,” kata mantan ketua PGRI Batam ini.

Sebelumnya, Rustam mengusulkan untuk tiga pelabuhan, namun hanya satu yang disetujui. Hampir setiap tahun Kota Batam mendapatkan dana bantuan itu. Seperti tahun lalu, Batam mendapatkan dana sebesar Rp 5 miliar yang digunakan untuk memperbaiki dua pelabuhan yakni pelabuhan Pulau Pecung dan Pulau Mubut.

”Tahun lalu dapat. Kami perbaiki pelabuhan yang ada di hiterland juga,” jelasnya.

Perbaikan maupun renovasi pelabuhan, hanya diperuntukkan bagi pelabuhan sederhana beton atau pelabuhan rakyat.

”Sehingga dengan dana Rp 3 atau 6 miliar sudah cukup, tergantung detail engineering design (DED),” jelasnya.

Rencananya, pihaknya akan kembali mengusulkan DAK pada tahun depan. Ada lima pelabuhan yang rencananya akan diusulkan dan diperbaiki.

”Mudah-mudahan tahun depan, bantuan dana bisa dikasih,” ucapnya.

Dimas, warga Belakangpadang mengatakan, kondisi pelabuhan tersebut memang rusak parah. Bahkan sudah lima tahun terakhir tidak pernah digunakan.

”Padahal dekat dengan kantor Kecamatan Belakangpadang tapi tidak diperhatikan,” kata Dimas.

Pelabuhan tersebut merupakan penghubung antara Pulau Belakangpadang de-ngan pulau di sekitarnya.

”Karena kondisinya buruk, maka warga yang dari pulau lain yang berkunjung ke Belakangpadang harus parkir sampan di pelantar warga,” jelasnya.

Terkait rencana renovasi dan perbaikan pelabuhan Sekanak Raya, Dimas sendiri menyambut baik.

”Baguslah kalau diperbaiki. Agar memudahkan aktivitas warga,” ungkapnya.(une)

Konversi Sampah Jadi Emas

0
Foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam tahun ini ditargetkan bisa mengurangi capaian sampah dari rumah tangga sebanyak enam persen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Kasi Pengurangan Sampah DLH Batam Rida mengatakan, setelah menggagas bank sampah yang sekarang sudah mencapai 200 nasabah. DLH bersama kader tengah mensosialisasikan penggunaan kantong yang berasal dari kerajinan tangan warga.

“Jadi, sekarang ibu-ibu itu kalau belanja ke pasar sudah pakai kantong sendiri dan bisa digunakan berulang kali,” kata dia, Selasa (5/3).

Pihaknya juga mendapat bantuan dari perusahaan berupa mesin jahit khusus untuk mengembangkan kerajinan dari sampah plastik ini.

“Alhamdulillah, kemarin ada 10 mesin jahit. Tiga unit sudah kami berikan kepada kelompoknya untuk dimanfaatkan mengolah plastik menjadi lebih bernilai. Seperti plastik bekas minyak kemasan,” bebernya.

Selain itu, pengurangan sampah plastik bernilai ekonomis terus dijalankan. Saat ini nasabah bank sampah bisa menabung sampah dan dikonversikan menjadi emas.

“Simpan sampah jadi emas. Ini kan emak-emak paling suka. Berapapun uang yang mereka dapat dari sampah ekonomis ini bisa langsung dikonnversikan ke emas,” ujarnya.

Rida menjelaskan program ini merupakan kerja sama dengan salah satu BUMN yang ada di Batam. Sejak dijalankan satu bulan lalu, niat ibu-ibu semakin besar untuk memilah sampah dari sumber atau rumah tangga.

“Semakin banyak yang ikut ini tentu semakin baik. Jadi, pengurangan sampah dari sumber bisa semakin baik,” jelas perempuan yang mengenakan kacamata ini.

Lebih lanjut dia menuturkan, setiap bulan bank sampah berhasil mengumpulkan satu ton sampah plastik atau keresek dari sumber sampah. Meskipun ini belum memberikan dampak yang baik terhadap pengurangan penggunaan plastik, setidaknya perlahan sampah plastik ini bisa berkurang menuju tempat pembuangan sampah akhir (TPA).

“Sampah plastik kan tidak bisa hancur. Jadi, upaya yang bisa dilakukan yaitu mengurangi dari sumber dan itu bernilai ekonomis,” sebutnya.(yui)

Daerah Rawan Masih Minim CCTv, Peluang untuk CSR

0
Siti salah seorang operator sedang memantau monitor CCTV di kantor Kominfo Batam. F Cecep Mulyana/Batam Posp

batampos.co.id – Jumlah kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTv) masih sangat minim, terutama di daerah-daerah rawan tindak kejahatan. Saat ini baru terpasang sekitar 36 kamera kamera di 20 titik.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam masih terus berupaya menambah jumlah CCTv untuk bisa memantau semua penjuru Kota Batam.

Penempatan CCTv ini dilakukan berdasarkan lokasi yang dianggap rawan.

“Kalau sekarang baru ada 36 kamera. Belum ada penambahan sampai sekarang,” kata Kepala Dinas Kominfo Kota Batam Salim, Selasa (5/3).

Diakuinya, masih banyak daerah rawan yang belum tercakup. Adapun daerah yang sudah terpasang CCTv seperti kawasan Wisata Mata Kucing, depan Perumahan Delta Villa Tiban, di tanjakan Southlink Tiban, di Seiladi dan di wilayah Nongsa.

“Kami akui memang jaraknya masih sangat jauh satu dengan yang lain. Tapi kita utamakan dulu yang memang rawan,” ujarnya.

Menurut Salim masih dibutuhkan banyak kamera CCTv. Ia berharap tahun ini ataupun tahun depan akan ada bantuan dari pihak lain untuk penambahan kamera pengintai ini.

“Server kita bagus dan memadai kok. Kami berharap CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan untuk penambahan,” harapnya.(ian)

Warga Tunggu Perbaikan Jalan ke Bukit Kemuning

0

batampos.co.id – Jalan untuk akses menuju Bukit Kemuning, Kelurahan Mang-sang, Seibeduk, hingga kini belum ada perbaikan. Akibatnya, banyak pengguna jalan mengeluh saat melintas di jalan tersebut karena berdebu dan berlubang. Warga pun menunggu langkah pemerintah untuk segera memperbaiki jalan tersebut.

Jalan rusak sepanjang 150 meter tersebut terdapat di atas bukit. Akses jalan yang menanjak menuju Bukit Kemuning terdapat beberapa lubang berdiameter 30 centimeter (cm) yang membahayakan pengguna jalan. Tak hanya itu jalanan juga bergelombang.

“Kondisi ini sudah berlangsung lama, sudah bertahun-tahun. Warga mengeluh karena jalan alternatif sangat jauh untuk memutar” ujar, Hadi, 44, warga Bukit Kemuning.

Dia menuturkan, pasca longsor yang terjadi tiga tahun lalu di jalan tersebut, belum ada tindak lanjut perbaikan dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Jalan yang belum diaspal tersebut terletak di atas Bukit Kemuning.

Bahkan, sambungnya, warga pernah menyampaikan masalah tersebut dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Namun, hingga kini permintaan perbaikan tersebut belum terealisasi.

“Kabarnya tahun ini ada perbaikan, lebih cepat lebih bagus sebelum kerusakan semakin parah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Batam Yumasnur mengatakan jalan tersebut memang sudah dalam perencanaan pembenahan pembangunan badan jalannya, dan segera ada perbaikan tahun ini.

“Sekarang sudah persiapan perencanaan perbaikan. Intinya Dinas Bina Marga segera membenahi tahun ini juga,” kata singkat.

Senada disampaikan Camat Seibeduk Gufron. Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk pengerjaan jalan tersebut tahun ini.

“Jalan tersebut memang masuk prioritas. Kemarin sudah ada pemasangan batu miring, dan selanjutnya akan ada pengaspalan agar maksimal nantinya,” paparnya.

Gufron melanjutkan, untuk perbaikan jalan yang berlubang dan bergelombang masih perlu pengajuan dan permohonan kembali, karena fokus masih dalam pengerjaan jalan yang belum diaspal tersebut.

“Intinya pengerjaan masih bertahap dulu, dari Dinas Bina Marga juga sudah disampaikan bahwa jalan tersebut sudah di prioritaskan untuk tahun ini,” tutupnya.(cr1)

Play sound