batampos.co.id – Pangkalan TNI AL Ranai kembali memusnahkan dua kapal ikan nelayan asing berbendera Vietnam di perairan Pulau Tiga, Natuna, Sabtu (2/3) kemarin. Pemusnahan kapal ikan nelayan asing tersebut dengan cara ditenggelamkan. Sehari sebelumnya satu kapal ikan yang sama dimusnahkan dengan dibakar.
Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, mengatakan total kapal yang sudah dimusnahkan saat ini berjumlah tiga kapal ikan asing. Saat ini adalah penenggelaman kapal ikan berbendera Vietnam hasil tangkapan KRI. Pemusnahan barang bukti ini merupakan perintah Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono.
”Kapal ikan asing ini adalah barang bukti yang beroperasi secara illegal di perairan yurisdiksi nasional, tindakan ini dilakukan karena para pelaku sudah melanggar kedaulatan negara Republik Indonesia. Penenggelaman dilakukan sebagai upaya Pemerintah memberikan efek jera terhadap aksi pencurian ikan di perairan Natuna,” kata Danlanal saat memimpin kegiatan pemusnahan kapal ikan nelayan asing.
Dikatakan Danlanal, pemusnahan kapal ikan asing dengan cara ditenggelamkan tersebut diharapkan kondisi kapal tetap terjaga dan dapat berfungsi sebagai rumpon di lokasi penenggelaman kapal. Proses penenggelaman juga memperhatikan dampak lingkungan, agar tidak mencemari laut di perairan Natuna.
Danlanal juga berharap, program pemerintah dalam mencegah illegal fishing mendapat dukungan dari masyarakat. Yakni dengan ikut serta memerangi praktek illegal fishing di Laut Natuna Utara. Masyarakat nelayan diminta ikut mengawasi pergerakan pelaku pencurian ikan oleh kapal ikan asing Indonesia khususnya Natuna Utara. Jika ditemukan nelayan bisa melaporkan kepada pihak terkait. (arn)
batampos.co.id – Perguruan Silat (PS) Walet Puti menggelar ujian kenaikan tingkat dan sabuk di Lapangan Kompleks Batu Permata, Minggu (3/3). Ujian kenaikan tingkat yang diperuntukkan bagi murid mulai sabuk putih ke kuning dan kuning ke hijau ini, diikuti sebanyak 105 murid PS Walet Puti.
Guru Besar PS Walet Puti Dadang Firmansyah mengatakan ujian kenaikan tingkat dan sabuk ini adalah periode pertama tahun 2019. Dalam setahun ujian kenaikan tingkat dan sabuk ini diselenggarakan sebanyak tiga kali.
”Kali ini adalah pertama diselenggarakan untuk catur wulan pertama. Diikuti sebanyak 105 murid Walet Puti dari 12 gelanggang se-Kota Batam,” jelasnya, Minggu (3/3).
Penanggung jawab PS Walet Puti Mohammad Toha Ratta menerangkan tujuan digelarnya ujian kenaikan tingkat dan sabuk ini untuk mempererat silaturahmi murid dari gelanggang-gelanggang Walet Puti yang ada di Kota Batam. Selain itu juga dimaksudkan untuk ajang seleksi dan pencarian bibit unggul atlet PS Walet Puti untuk beragam kejuaraan.
”Seperti kejuaraan yang akan digelar dalam waktu dekat ini, kejuaraan Wasit Juri Cup se-Kepri. Juga kejuaraan di tingkat pelajar seperti O2SN,” papar Toha.
Dalam ujian kenaikan tingkat dan sabuk ini, lanjut Toha, diujikan beberapa materi. Di antaranya ketahanan fisik dan kecakapan murid, seperti gerak dan tarung. Selain itu, juga diujikan pengetahuan mengenai pencak silat dan juga mengenai seputar Perguruan Silat Walet Puti.
Ia mengatakan dalam kejuaraan pencak silat nanti, Walet Puti akan menurunkan sejumlah atletnya. ”Kami akan turun di semua nomor yang diperlombakan. Terutama di kategori pra usia dini, usia dini, dan remaja,” tegasnya.
Toha berharap dengan digelarnya ujian kenaikan tingkat dan sabuk ini akan meningkatkan akhlak dan perilaku murid Walet Puti menjadi lebih baik lagi. Ujian kenaikan tingkat dan sabuk ini menurutnya akan meningkatkan motivasi murid Walet Puti.
”Karenanya dalam ujian kenaikan tingkat dan sabuk ini juga diperebutkan gelar gerak terbaik, petarung terbaik, dan juga gelanggang terbaik,” sebutnya.
Adapun peraih gerak terbaik remaja diraih Andre dari Gelanggang PS Walet Puti LPI Nongsa, pra remaja Mahdi dari Griya Permai Sagulung, dan usia dini direbut Farel dari Gelanggang PS Walet Puti MKGR Batuaji. Sedangkan untuk tarung terbaik kategori usia dini diraih Bintang dari Gelanggang Amelia Batuaji, pra remaja Lattu dari Gelanggang Parisa Sagulung, serta Tino dari Gelanggang LPI Nongsa.
Sedangkan Bendahara PS Walet Puti Kota Batam Sri Widayanti mendukung penuh event rutin yang digelar tiga kali dalam setahun ini. Menurutnya ajang ini bisa menjadi cara penyaluran minat dan bakat generasi muda.
”Ini adalah kegiatan positif yang harus didukung penuh baik oleh orang tua, pemerintah, dan masyarakat. Kegiatan ini diprakarsai oleh para pemuda Walet Puti untuk menjadi ajang penyaluran minat dan kegiatan generasi muda. Ini adalah upaya untuk mencetak generasi muda Batam yang berprestasi di masa mendatang,” tuturnya.
Melalui ajang ini, Sri berharap murid PS Walet Puti tumbuh menjadi pemuda yang berestasi dan membawa nama baik daerah, bangsa, dan negara.
”Semoga ajang ini bisa mencetak pemuda yang berprestasi, berjiwa sportif, dan memiliki karakter yang berkualitas. Juga, agar lebih bersemangat dan tumbuh jiwa kompetisinya,” imbuhnya.
Selain ujian kenaikan tingkat dan sabuk, dalam waktu dekat Walet Puti juga akan menggelar kejuaraan gerak dan seni.
”Kejuaraan ini diperuntukkan bagi perguruan silat se-Batam dan Kepri. Sedianya akan diselenggaran di bulan April. Kejuaraan ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi para atlet silat Walet Puti. Mereka akan menunjukkan kemampuan sesungguhnya terutama dalam hal gerak dan seni,” sambung Dadang. (yan)
Suasana workshop. (Dokumentasi PT Capella Dinamik Nusantara)
batampos.co.id – Siapa bilang menjadi seorang bikers itu kegiatannya hanya touring dan kopdar saja? Tetapi tidak dengan Bikers Honda. Buktinya para Bikers Honda di Batam yang tergabung didalam One Heart Community Batam Sabtu (23/2) lalu diberikan Workshop Digital dan Jurnalistik oleh PT Capella Dinamik Nusantara, selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau.
Ini merupakan workshop rutin tahunan yang wajib dilaksanakan setiap tahun untuk memberikan pemahaman yang lebih jauh serta up-to-date seputar dunia digital dan online kepada para bikers Honda demi terciptanya bikers Honda yang santun di online.
Seperti kita ketahui dunia online sangat berkembang pesat di era ini dan inilah salah satu alasan mengapa Capella Honda wajib memberikan workshop seperti ini kepada bikers-nya.
Bertemakan “Santun di Online, Aktif di Jalan”, tak tanggung-tanggung, Capella Honda menghadirkan Operational Manager Batampos.co.id, Hasanul Safri, sebagai pembicara pada workshop digital kali ini.
Bikers peserta workshop. (Dokumentasi PT Capella Dinamik Nusantara)
Berlokasikan di kantor PT Capella Dinamik Nusantara yang beralamatkan Komplek Puri Industrial Park 2000 Blok C-03, workshop ini diawali dengan kata sambutan sekaligus membuka acara secara resmi oleh Bapak Syaiful selaku Sales Manager Honda Kepri.
Kemudian acara dilanjutkan dengan pembawaan materihondacommunity.net oleh Community Development Officer Honda Kepri, Frilian.
Beliau menyampaikan bahwa hondacommunity.net adalah suatu website resmi yang mana isinya adalah seluruh kegiatan dan rangkaian aktivitas yang sudah di jalankan oleh para Bikers Honda sejak awal website tersebut dibuat.
Website tersebut juga berisi informasi-informasi penting untuk Bikers Honda. Frilian juga menyampaikan bagaimana cara menggunakan website tersebut kepada para Bikers Honda yang hadir.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi santun di online oleh Bapak Hasanul Safri selaku Operational Manager Batampos.co.id.
Beliau menyampaikan banyak sekali materi yang sangat bermanfaat dan uptodate.Seperti beliau menyampaikan bagaimana memposting di sosial media dengan baik dan benar, bagaimana cara agar tidak terpancing hoax yang tersebar di sosial media, bagaimana menanggapi akun sosial media yang bodong, bagaimana menulis suatu berita yang menarik untuk dibaca, penjelasan lebih dalam lagi tentang Facebook dan Instagram, cara untuk mendapatkan followers lebih banyak lagi, dan masih banyak lagi yang beliau sampaikan seputar dunia online.
Beliau juga mengaku bahwa baru pertama kali berhadapan langsung dengan para bikers seperti ini. “Untuk pertama kalinya bertemu langsung dengan anggota dari komunitas-komunitas pengguna motor Honda di Batam. Sangat menarik, karena mulanya saya mengira akan menghadapi remaja-remaja, ternyata ada juga sudah yang berumur. Sukses terus buat Capella dan komunitas-komunitasnya,” ungkap Hasanul Safri yang ditemui saat selesai workshop tersebut.
Peserta yang hadir saat itu adalah club yang sudah terdaftar di One Heart Community Batam, antara lain seperti , BTB (Bikers Tiger Batam), MPC (Mega Pro Community), Be@Com (Beat Community Batam), HSBC (Honda Sonic Batam Club), VRCI (Verza Rider Community Indonesia), ScooBI (Scoopy Batam Island), HSCB (Honda Streetfire Club Batam), VSB (Vario Scooter Batam), CCI Batam (CBR Club Indonesia Batam), dan SAB (Supra Alvariant Batam).
Pada tahun ini sedikit berbeda karena Event Bikers Camp kali ini diramaikan juga oleh komunitas yang baru bergabung dalam keluarga besar One Heart Community yaitu HCST (Honda City Sport Team) dan HPCI (Honda PCX Club Indonesia) Batam Chapter.
“Workshop digital tahunan seperti ini adalah agenda tahunan rutin yang sudah dilaksanakan beberapa tahun terakhir oleh Capella Honda. Tahun ke tahun selalu up-to-date materinya. Jadi kami lebih paham bersosial media yang santun serta baik dan benar itu seperti apa dan yang terpenting tetap santun di online,“ Ujar Febri Syahputra, humas dari club Beat Community Batam yang hadir.
Kegiatan ini pun diakhiri dengan makan malam serta bercengkrama bersama di Kedai Kopi dan Roti Atoks, Batam Centre. “Dengan acara Workshop Digital dan Jurnalistik ini, semoga ke depannya seluruh club semakin mengerti akan pentingnya dunia digital dan online di zaman sekarang ini dan juga tetap menjaga hubungan yang baik antara Main Dealer dengan anggota Komunitas Honda di Batam baik di dunia nyata maupun dunia maya. Salam Satu Hati,” tutup Frilian Adha Diansyah, selaku Community Development Officer Honda Kepri. (***)
batampos.co.id – Kebijakan Kantong Plastik Tidak Gratis (KPTG) oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mendapat penolakan sebagian masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga (IRT). Alasannya, aturan tersebut dinilai membebankan masyarakat dalam kondisi ekonomi yang masih sulit.
Seperti diungkapkan Adisty, warga Seipanas. Dia dengan tegas menolak pemberlakuan plastik berbayar. Menurutnya kalau memang untuk alasan lingkungan, kenapa tidak dari produsen atau perusahaan terlebih dahulu, seperti botol sampo, minyak, sabun, minuman dan makanan, hingga botol minuman.
“Kalau tujuannya untuk mengurangi sampah plastik, kenapa imbas awalnya ke masyarakat. Plastik itu belum ada apa-apanya dibanding botol minuman, makanan, dan sampo,” sebutnya.
Menurut dia, harusnya pemerintah mencari solusi pengurangan sampah plastik dengan menyediakan kantong dari kertas. Bukannya menyuruh masyarakat membeli kantong plastik.
“Kalau sekali belanja dan belanjaannya dikit sih nggak apa-apa. Kalau belanjaanya banyak dan tiap saat, bisa tekor dong ibu rumah tangga,” tuturnya.
Hal senada juga dikatakan Idel yang juga tegas menolak aturan plastik berbayar. Ia berharap swalayan-swalayan tak menerapkan aturan itu, karena cukup membebani.
“Sebagai ibu rumah tangga saya jelas menolak. Aturan itu cukup membebani,” tuturnya.
Apalagi, lanjut Idel, aturan kantong plastik berbayar itu terlaksana tanpa adanya sosialisasi.
“Sosialisasi juga tak ada, tiba-tiba sudah diterapkan di swalayan maupun ritel-ritel modern,” terangnya.
Namun tidak semua kebijkan Aprindo mendapatkan penolakan dari masyarakat, tapi juga ada yang memberikan respon positif yang peduli akan lingkungan. Di antaranya, Wildan, konsumen Alfamart mengatakan seharusnya kebijakan ini terus berlanjut. Kalau niatnya untuk menjaga lingkungan itu sangat baik, dari segi harga harusnya dinaikkan agar penggunanya semakin berkurang.
“Kalau bayarnya cuma Rp 200 per plastik tak keberatan saya. Tetapi baiknya sih sedikit dimahalkan agar pengguna plastik berkurang. Sampah plastik ini sangat sulit diurai dan bahkan sampai puluhan tahun ke depan masih akan ada walau telah terkubur di dalam tanah,” terangnya.
Belum Semua Ritel Berlakukan
foto: batampos.co.id / cecep mulyana
Kebijakan pembelian kantong plastik oleh Aprindo masih belum berlaku dan diterapkan di beberapa ritel modern dan minimarket, Sabtu (2/3). Bahkan masih banyak konsumen yang belum mengetahui perihal kebijakan tersebut, karena minimnya sosialisasi dari pemerintah atau pemilik ritel di Batam, kecuali di beberapa ritel besar.
Pantauan Batam Pos di sejumlah ritel modern dan minimarket seperti Indomaret cabang Sagulung, Batuaji, serta Mukakuning, belum memberlakukan kantong plastik berbayar. Sehingga konsumen yang berbelanja masih digratiskan.
“Belum berlaku saat ini. Dulu memang sudah pernah tetapi kembali digratiskan, mungkin nanti juga bakal diberlakukan kembali. Instruksi dari manajemen belum ada untuk pemberlakuannya,” kata Hengki, karyawan Indomaret di Sagulung.
Sementara itu, di ritel Alfamart sudah mulai menerapkan per 1 Maret lalu.
“Programnya bagus untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Kemarin (1 Maret 2019, red) kita sudah menerapkan dengan harga Rp 200 rupiah untuk semua ukuran kantong plastik. Hal ini juga sudah diberitahukan,” ungkap Wawan, karyawan Alfamart di Sagulung, Sabtu (2/3).
Untuk mendukung pemerintah mengurangi penggunaan kantong plastik, pihaknya juga menyediakan tas belanja ukuran 30×40 centimeter (cm) seharga Rp 3,500. Tetapi tidak semua gerai menyediakan tas belanja tersebut.
“Sudah disediakan tas belanja, tapi masih dikit konsumen yang menggunakan,” jelasnya. (she/cr1)
Irjen Pol Andap Budhi Revianto foto: batampos.co.id / dalil harahap
3 Maret 2005, Polda Kepulauan Riau hadir. Kala itu Polda Kepri berstatus sebagai Polda Persiapan (tipe C). Kapolda dijabat perwira tinggi berpangkat Brigadir Jenderal Polisi.
Keberadaan Polda sendiri tidak lepas perkembangan akibat dari otonomi daerah ditandai dgn pembentukan Provinsi Kepri sebagaimana amanah undang-undang nomer 25 tgl 24 September 2002
Apabila merunut fase, pada start awal pembentukan organisasi Polda sebagai stepping stone (batu loncatan) dimulainya perkembangan organisasi.
Bermula hanya Polres Kepri Barat yang terdiri 2 Polsek, yakni Polsek Batam Barat dan Polsek Batam Timur.
Dinamika terus berlalu Polda Kepri yang semula sebagai Polda Persiapan secara bertahap terus menapak keatas hingga menjadi Polda tipe A didasari Keputusan Kapolri nomer 1099 pada 25 Oktober tahun 2016 lalu.
“Itu catatan digital yang tentunya wajib dan harus diketahui setiap anggota jajaran Polda Kepri,” tulis Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi
Irjen Pol Andap Budhi Revianto Sik yang merupakan Kapolda ke 12 semenjak Polda Kepri berdiri.
Kapolda memiliki catatan tersendiri sempena ulangtahun ke 14 ini.
Pertama maknai peringatan ini secara internal melalui langkah evaluasi dan intropeksi sehingga menyadari akan keberadaan jati diri sebagai referensi untuk kedepannya lebih baik lagi.
Kedua maknai peringatan sebagai suatu refleksi bahwa hari ini adalah hari berbahagia, penuh makna, sangat berarti dan sangat bersejarah tanggal keberadaanya shg kita sebagai insan yang tidak meninggalkan sejarah Jasmerah- janagan melupakan sejarah.
Ketiga teguhkan komitmen diri dan wujudkan rasa syukur dengan semakin profesional, modern, dan terpercaya sehingga selaku anggota Polda Kepri senantiasa memberi pengabdian dan kinerja terbaik dalam Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas), Penegakan Hukum serta fungsi pelindung, pengayom dan pelayan kepada masyarakat.
batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam menggelar simulasi penghitungan suara jelang pemilihan umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang di Hotel Harmoni, Nagoya, Sabtu (2/3/2019).
”Ini acara dari provinsi. Jadi, sekarang lagi berlangsung cara perhitungan suara mulai dari petugas TPS hingga kecamatan dan kota,” kata Ketua KPU Batam Syahrul Huda.
Ia mengatakan karena pemilihan serentak total yang akan dihitung jumlahnya tidak sedikit. Ada lima tingkatan pemilihan yang akan dihitung yaitu, DPRD Batam, Provinsi, RI, DPD dan Presi-den.
”Jadi sangat banyak dan memakan waktu yang cukup lama. Semua penyelenggara tentu harus paham semua tahapan ini,” jelasnya.
Syahrul menyebutkan ada 20 ribu lebih petugas yang akan diberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait pro-ses pemungutan hingga penghitungan.
”Semua petugas itu kan yang paling bertanggung jawab terhadap jalannya pemilihan. Semua bermula dari TPS,” sebutnya.
Selain penghitungan manu-al, nantinya komisioner KPU juga akan diberikan pelatihan terkait penggunaan aplikasi sistem informasi pehitungan suara (Situng) untuk perhitungan hasil pemilihan.
Sistem ini akan memudahkan KPU dalam merekap hasil pemilihan dari tingkat masing-masing kota atau kabupaten.
”Nanti ada user-nya juga. Jadi, aksesnya terbatas tidak semua orang bisa,” imbuhnya.
Syahrul menyebutkan nanti ada 2.967 tempat pemungutan suara (TPS) yang akan digunakan untuk pemilihan termasuk lembaga permasyarakatan dan rumah tahanan.
”Bila dibandingkan pemilu sebelumnya, ada penambahan jumlah TPS. Hal ini karena perubahan jumlah pemilihan dari 500 menjadi 300 orang dengan total kotak suara mencapai lima per TPS,” ungkapnya.
Ia berharap semua peserta memahami proses penghitungan ini, agar kemudian hari tidak terjadi kesalahan. Sebab prosesnya sangat riskan akan masalah.
”Bimtek ini untuk meminilisir persoalan di pemilihan mendatang. Kalau bisa tak ada kesalahan, karena proses ini juga ada batasan waktunya. Yang jelas TPS harus selesai perhitungan pas hari pemilihan. Total kan ada 13 hari hingga diplenokan nantinya,” tutup Syahrul. (yui)
Angkot di Simpang Dam. foto: batampos.co.id / rano
batampos.co.id – Puluhan angkutan umum parkir di Simpang Panbil, Mukakuning, Jumat (1/3/2019).
Rambu lalu lintas berupa larangan parkir yang terpampang di sana pun diabaikan.
Dalam waktu dekat, Dishub akan melakukan razia dan akan menindak angkutan yang parkir sembarangan di sana.
”Kita akan tindak. Kita akan beralih ke sana. Tetapi untuk saat ini kita akan di daerah perkotaan dulu. Tetapi kita pastikan akan kita derek angkutan umum yang nakal dan parkir sembarangan,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Batam Edward Purba, belum lama ini.
Ia mengatakan, sejak derek parkir diberlakukan tahun lalu, sudah lebih dari 400 kendaraan yang diderek. Dan semuanya membayar denda sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Perda.
”Kita akan kembali melihat kendaraan yang parkir sembarangan. Dan akan kita lakukan penertiban lagi,” katanya.
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, warga pemilik sepeda motor yang parkir sembarangan akan dibebankan Rp 175 ribu per orang. Tetapi jika dalam 24 jam tidak diambil pemiliknya, maka akan langsung ditambah denda Rp 75 ribu. Sementara untuk mobil nantinya, jika ditemukan ada yang parkir sembarangan maka akan diderek dengan biaya Rp 500 ribu.
Sementara itu, warga berharap pihak Satlantas dan Dishub Batam untuk menindak tegas angkutan yang melanggar rambu-rambu lalu lintas. Banyak angkutan yang ugal-ugalan di jalan raya.
”Seperti yang parkir di Mukakuning itu. Itu kan lampu merah. Kok bebas saja mereka parkir di sana. Dan itu membuat jalan jadi sempit. Harusnya segera ditindak,” kata Rinto, warga Batuaji.
Menurut Rinto, selain parkir sembarangan, Dishub harus sering melakukan razia kir kendaraan. Ini untuk memastikan angkot layak jalan.(cr1)
Siswa-siswi SMKN terlihat serius saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer mata pelajaran Bahasa Indonesia, senin (2/4/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam menjamin ketersedian server untuk persiapan jelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 22 April mendatang.
”Semua server kemarin sudah dilaporkan ready oleh masing-masing sekolah pelaksana UNBK,” kata Kepala Disdik Batam Hendri Arulan, Sabtu (2/3/2019).
Ia mengatakan, server untuk pelaksanaan UNBK sudah disiapkan sekolah pelaksana. Sedangkan untuk perangkat pendukung seperti laptop dan komputer yang digunakan adalah milik sekolah dan sebagian besar siswa.
”Tahun ini kami belum bisa mendukung ketersedian perangkat secara penuh. Jadi masih minjam dari orangtua siswa,” jelasnya.
Ia menambahkan jelang pelaksaaan pihaknya juga akan menyurati PLN Batam dan penyedia jasa internet agar bisa membantu kelancaran UNBK. Ia berharap proses ujian bisa berjalan dengan baik, sehingga tidak ada penundaan akibat gangguan listrik maupun jaringan.
”Semua tengah kami siapkan. Nanti kami tulis permohonan dan dukungan juga ke dua perusahaan penyedia jasa tersebut,” imbuhnya.
Tahun ini ada 26 sekolah menengah pertama negeri (SMPN) yang akan UNBK. Jumlah ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya enam sekolah.
Disdik, lanjut Hendri juga sudah memetakan pemberian bantuan laptop kepada 20 SMPN yang menggelar UNBK tahun ini. Masing-masing sekolah mendapatkan bantuan delapan laptop.
”Biar lebih maksimal untuk tahun selanjutnya. Ke depan kami akan terus berupaya memenuhi sarana dan prasaran penunjang terlaksananya UNBK di Batam,” tutupnya. (yui)
batampos.co.id – Gunung Merapi di Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta, sejak Sabtu (2/3) kembali mengeluarkan awan panas.
Hingga pukul 20.45 sudah terjadi sepuluh kali guguran awan panas. Meski demikian, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan Geologi (BPPTKG) belum menaikkan statusnya.
Pada pukul 20.45 guguran awan panas terlihat dari pos pemantauan. Jarak luncurnya mencapai 350 meter ke arah Kali Gendol. Status Gunung Merapi masih waspada. Selain itu abu vulkanik sempat teramati hingga jarak sepuluh kilometer dari puncak.
”Sudah tidak terlihat lagi,” ucap Kepala BPPTKG Hanik Humaida saat dihubungi Jawa Pos (grup Batam Pos), malam tadi.
Meski aktivitas Gunung Merapi meningkat, Hanik merasa hal ini tidak mengkhawatirkan. Statusnya pun tidak perlu diubah. Jarak aman pun menurutnya masih pada radius 3 km dari puncak.
“Warga sebaiknya beraktivitas dalam radius aman,” ujarnya.
Evaluasi status Gunung Merapi akan dilakukan lagi jika guhuran awan panas lebih dari jarak aman.
Menurutnya, Gunung Merapi masuk dalam pembentukan kubah lava. Berdasar data BPPTKG, hingga 28 Februari volume kubah mencapai 466 ribu meter kubik. Luas tersebut sama dengan prngamatan pada pekan sebelumnya.
”Karakternya Gunung Merapi itu dengan letusan efusif. Diawali dengan pembentukan kubah lava,” ujarnya.
Sedangkan guguran awan panas terjadi karena dorongan magma di kantong magma dorongan ini bercampur dengan gas. Dia merasa belum ada peningkatan guguran awan panas secara signifikan.
”Kami pantau 24 jam penuh,” ujarnya.
Sementara itu, kepala desa Kepuharjo Heri Suprapto mengungkapkan hujan abu terjadi pukul 06.30. Intensitas hujan tipis dan terjadi dalam durasi waktu yang tidak lama. Fenomena alam ini tidak berdampak pada aktivitas warga Kepuharjo. Aktivitas wisata juga berjalan normal.
”Wisata tetap jalan tadi pagi sampai bunker Kaliadem. Untuk penambangan memang sempat berhenti tapi sudah lanjut lagi,” jelasnya.
Antisipasi aktivitas Gunung Merapi juga dilakukan oleh pengelola wisata. Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) sisi barat Dardiri menjamin wisata tetap aman dikunjungi. Pihaknya juga telah menyiapkan masker bagi penyewa jasa volcano tour.
Keamanan dibuktikan dengan antrean penyewa jip wisata. Dardiri menuturkan wisatawan telah mengantri dari pagi hari. Rata-rata pengunjung berasal dari luar Jogjakarta. Tujuannya sejumlah kawasan Merapi untuk melihat matahari terbit.
”Tadi malah ada yang dapat momen luncuran awan panas di bunker Kaliadem. Kami tetap melintas di titik yang aman. Tetap koordinasi dengan instansi terkait untuk aktivitas Merapi,” katanya.
Untuk mendapatkan informasi terbaru setiap driver dibekali radio frekuensi. Adapula alat komunikasi menggunakan aplikasi WhatsApp. Jika situasi tidak memungkinkan maka seluruh armada diminta menuju lokasi yang lebih aman.
”Kami juga menerangkan fase dari Merapi kepada wisatawan. Jadi edukasi agar tidak terkesan seram tentang erupsi,” katanya.(lyn/dwi/din)
batampos.co.id – Kondisi tempat sampah atau tong sampah di Dataran Engku Putri banyak yang rusak, Sabtu (2/3/2019). Ini menjadi kendala bagi warga yang hendak membuang sampah.
“Tempat sampah banyak yang rusak. Kalaupun ada antara satu tempatn sampah dengan lainya cukup jauh,” ujar Neti salah satu pengunjung di Engkuputri.
Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Faisal tak membantah banyaknya tempat sampah di sana yang rusak. Hal itu dikarenakan pemakaian dan bahan tempat sampah yang terbuat dari plastik.
“Rusak karena waktu pemakaian juga, sudah hampir satu tahun. Tong sampah itu diberi oleh CSR,” ujar Faisal.
Disisi lain, lanjut Faisal. rusaknya tempat sampah juga diduga karena tangan-tangan pihak yang tak bertanggungjawab. Tong sampah itu tak jarang ditendang hingga lepas dari tiangnya dan hancur.
“Harusnya tempat sampah dijaga bersama, karena memang digunakan untuk kepentingan bersama. Namun ada saja pihak yang jahil,” imbuh Faisal.
Ia juga akan membicarakan ini dengan pihak lain. Dan ia berupaya mencari CSR yang bisa menyediakan tempat sampah baru untuk wilayah publik seperti Engkuputri.
“Kalau anggaran dari DLH memang tidak ada untuk tempat sampah, kecuali bin kontainer. Makanya kami akan segera cari CSR untuk bisa memberi bantuan tong sampah,’ pungkas Faisal.(she)