Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11534

KPU Batam Ajak Warga Sintai Gunakan Hak Pilih

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam menyambangi pusat rehabilitasi sosial nonpanti Teluk Pandan, Sintai, Batuaji, Selasa (19/2) siang. Kedatangan rombongan komisioner KPU ini dalam rangka sosialisasi dan ajakan untuk menyukseskan pemilihan umum damai yang akan dilaksanakan pada bulan April mendatang.

Sosialisasi ini digelar di gedung balai serba guna dan dihadiri sekitar 230 warga yang bekerja dan berdiam di dalam kawasan tersebut.

Pantauan di lokasi sosiali-sasi, suasana unik dan seru mewarnai sepanjang proses sosialisasi. Candaan hingga pertanyaan serius tentang pemilu dilontarkan oleh wanita-wanita di sana.

”Coblosnya seperti apa pak,” tanya Caca, seorang warga yang disambut tawa riuh hadirin di sekitarnya.

Untuk pertanyaan serius, sebagian besar penghuni kawasan lokalisasi ini banyak yang belum terdaftar sebagai pemilih tetap karena masih mengantongi KTP luar.

Untuk persoalan ini, komisi-oner KPU Batam Zaky Setiawan menjelaskan, mereka tetap bisa memilih asalkan segera melapor ke panitia pemungutan suara (PPS) atau KPU Batam untuk mendapatkan form A5 (form pindah lokasi pemilih) sebagai bukti bahwa mereka berhak dan memenuhi persyaratan menggunakan hak suara.

”Yang e-KTP (Batam) hilang atau bermasalah juga segera dikoordinasikan dengan kami agar segera diproses. Semua (yang berhak memilih) harus menggunakan hak suaranya,” ujar Zaki.

Ketua organisasi pusat rehabilitasi sosial nonpanti Teluk Pandan M Nasir mengatakan, total warga yang ada dalam kawasan pusat rehabilitas sosial nonpanti Teluk Pandan sebanyak 320 orang. Yang sudah menjadi daftar pemilih tetap baru 127 termasuk pemilik bar dan pengelola kawasan tersebut. Sekitar 40 persen lainnya masih bermasalah karena e-KTP luar.

”Di sini kebanyakan pendatang yang bisa keluar lagi kapan saja jadi agak ribet. Tapi hari ini kami bersyukur karena KPU berinisiatif ke sini sehingga ada solusi untuk persoalan ini,” ujar Nasir.(eja)

Agenda Tinju Kepri Terkendala Dana

0

batampos.co.id – Sejumlah agenda Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Batam dan Kepri terhambat karena. Penyebabnya adalah anggaran KONI Batam dan Kepri yang diharapkan untuk menopang sejumlah agenda Pertina Batam dan Kepri tak kunjung cair.

”Untuk saat ini kami hanya bisa menjalankan latihan rutin saja. Belum bisa mengikuti sejumlah kejuaraan yang mestinya sudah diagendakan,” terang pelatih tinju Kepri Rionando Butar Butar, Selasa (19/2).

Rio, sebutan Rionando, juga mengatakan, jika tidak tersedianya anggaran membuat Pertina tidak berpartisipasi untuk mengikuti sejumlah kejuaraan.

”Ya, untuk saat ini kita off dulu. Kita hanya bisa berlatih saja saat ini,” papar Rio.

Ia berharap hal ini tidak berlarut-larut dan akhirnya akan mengganggu agenda Pertina Batam dan Kepri. Karena ada beberapa agenda wajib yang harus dijalani di tahun ini.
Untuk diketahui, saat ini Pertina Kepri sendiri tengah mempersiapkan atletnya untuk bisa berlaga di pekan Olahraga Wilayah (Porwil), Oktober mendatang.

Karenanya, selain latihan, ujicoba menjadi salah satu agenda yang akan digunakan Pertina Kepri untuk menguji kemampuan atletnya.

”Porwil akan dilaksanakan di Bengkulu, 11-18 Oktober mendatang. Waktunya tidak lama lagi. Jika hanya mengandalkan latihan rutin saja, kita tidak akan pernah tahu kemampuan sesungguhnya dari petinju kita,” beber Rio.

Pertina Kepri sendiri rencananya akan mengirimkan 10 atlet tinju putra berlaga di Porwil. Selain itu, juga mengirimkan tiga hingga empat atlet tinju putri untuk ajang yang sama.

ilustrasi

”Nah, ini pentingnya atlet tinju kita mengikuti try out dan kejuaraan-kejuaraan. kekurangan dan kelemahan para petinju Kepri masih bisa dipoles dan dimaksimalkan. Jika melakukan uji coba dan kejuaraan menjelang Porwil, jika atlet mengalami cedera akan membutuh waktu untuk pulih,” serunya.

Karenanya, Rio berharap agar dana KONI Batam dan Kepri bisa segera cair untuk membantu pembinaan tinju.

”Perlu support dari pemerintah dan lembaga terkait agar tinju bisa meraih prestasi maksimal,” seru mantan atlet tinju yang pernah berlaga di SEA Games ini.
Hingga saat ini, atlet yang dipersiapkan berlaga di ajang porwil tengah memusatkan latihan di dua sasana di Batam.

”Sebagian besar berlatih di sasana WBS Tiban Kampung milik pelatih kepala Erzon,” urai Rio.

Sedang tiga atlet tinju lainnya tengah berlatih keras di Sasana RBC Kaveling Bida KSB Mentarau. Tim tinju Kepri ini dilatih oleh empat orang pelatih. Hanya saja memang saat ini hanya berlatih.

”Terus terang, kami membutuhkan pertandingan ujicoba. Ini demi hasil maksimal tinju Kepri di ajang Porwil,” katanya.

Kejuaraan tinju terdekat yang sebagai bahan uji kemampuan petinju Batam dan Kepri di pertengahan Maret. Hanya saja Rio mengaku belum bisa memutuskan apakah timnya bisa mengikuti kejuaraan tersebut.

Hingga saat ini pihaknya masih belum bisa memutuskan untuk mengikuti kejuaran tersebut. Dalam kejuaraan yang akan digelar di Sumatera Barat, pertengahan Maret nanti.

Jika mengikuti kejuaran ini sebetulnya bisa menjadi acuan untuk hasil di Porwil mendatang.
Sementara itu, sebanyak tujuh atlet tinju tengah berlatih di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kepri. Tujuh atlet tinju ini tengah berlatih di bawah bimbingan pelatih Pilo Antoni Butar Butar dan Jonelyn Ebusca Erzon.

”Mereka adalah bibit atlet tinju masa depan Kepri. Tentunya, harapan besar tersemat di pundak mereka untuk bisa mengharumkan nama Kepri. Tak hanya di tingkat nasional, tetapi juga diharapkan di tingkat internasional,” harap Rio.(yan)

3 Kurir Sabu Tertangkap di Bandara Hang Nadim

0

batampos.co.id – Petugas Aviation Security (Avsec) dan Bea Cukai Bandara Internasional Hang Nadim kembali mengamankan 3 orang kurir narkoba yang membawa sabu seberat 1.148 gram, Selasa (19/2) lalu. Penangkapan terhadap ke empat orang tersebut dilakukan di beberapa tempat yang berbeda.

Dari 3 kurir sabu itu, 2 orang sempat lolos dan sudah berada di ruang tunggu. Namun berkat penangkapan satu orang kurir sabu, Lr,36, di Security Check Poin pertama. Petugas berhasil meringkus ke semua kurir sabu itu.

“Iya ada, berawal dari penangkapan terhadap Lr itu,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam, Suwarso, Rabu (20/2).

Suwarso mengatakan penangkapan Lr bermula dari kecurigaan petugas X Ray di Security Check Poin Pertama Hang Nadim.

“Petugas bertanya ke Lr, tas tersebut milik siapa. Ia mengakui tas itu miliknya,” ucap Suwarso.

Petugas meminta izin ke Lr melakukan pemeriksaan manual, dengan membongkar tas milik pria asal Lombok tersebut. Saat petugas melakukan pembongkaran, Lr terlihat sedikit ketakutan.

“Dari pembongkaran itu, petugas menemukan sabu dalam buntalan plastik putih yang disatukan dengan odol,” ungkap Suwarso.

Saat sabu seberat 314 gram itu diperlihatkan ke Lr, ia mengaku hanya dititipkan dan diminta mengantarkan barang haram itu ke Lombok.

“Dia mengaku diupah untuk mengirimkan sabu itu, dan upahnya baru dibayar sebesar Rp 5juta saja,” tutur Suwarso.

Awalnya Lr mengaku tidak memiliki rekan, dan hanya sendiri. Namun ketika diselidiki dari tempat dan waktu pemesanan tiket. Ada beberapa orang lainnya yang memesan tiket dari Batam menuju Lombok.

“Lr ini tak bisa mengelak lagi, saat diperlihatkan nama-nama di kode booking tersebut,” ungkap Suwarso.

Berdasarkan informasi tersebut, jajaran Avsec dan Bea Cukai bergerak mencari beberapa nama yang terdapat di dalam kode booking yakni Ls, Sm dan Bn. Dari hasil pengecekan petugas, ternyata ketiganya sudah melakukan cek in dan sudah berada di ruang tunggu Hang Nadim.

Tanpa menunggu lama, petugas langsung menuju ruang tunggu dan mengamankan dua

orang kurir tersebut. Modus penyelundupan sabu keduanya berbeda. Dari LS, petugas menemukan sabu seberat 306 gram. Sedangkan dari Sm, petugas menemukan sabu seberat 525 gram didalam tas.

“Saat diamankan Sm ini sedang bersama dengan Istrinya Bn,” ujar Suwarso.

Ratmaji, L Sophian dan Baiq Nara ini rencananya akan membawa sabu tersebut menuju ke Lombok. “Saat ini tersangka sudah diserahkan ke BNNP Kepri,” kata Suwarso.

Kabid Brantas BNNP Kepri Bubung Pramiadi membenarkan para kurir sabu telah diserahkan ke mereka. Dari hasil pemeriksaan sementara, tiga orang kurir itu mendapatkan sabu dari orang yang sama.

“Mereka dapat dari seseorang berinisial D. Saat ini kasusnya sedang kami kembangkan, untuk mencari siapa yang menyuruh mereka menyelundupkan sabu itu,” ucapnya. (ska)

Kawasan Industri Kabil Tawarkan 5 Hektare Lahan ke Pemko untuk …

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sempat terkatung-katung karena tak tersedianya lahan, rencana pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Kemaritiman di Batam kini menemukan solusi. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam Rudi Sakyakirti mengatakan Kawasan Industri Kabil bersedia menghibahkan lahannya untuk pembangunan BLK yang akan dibiayai pemerintah pusat tersebut.

“Mereka menawarkan, tapi memang saya belum lapor ke Pak Wali (Kota Batam Muhammad Rudi) soal ini,” kata Rudi Sakyakirti, kemarin.

Menurutnya, laporan ke wali kota sekaligus untuk meminta pertimbangan. Pasalnya, saat ini pihaknya juga tengah memproses pengusulan lahan pembangunan BLK yang sebelumnya di Tanjunggundap, Sagulung. Namun, kata Rudi, Kawasan Industri Kabil siap menghibahkan lahan untuk pembangunan BLK.

“Luas lahan yang mau dihibahkan lima hektare,” terangnya.

Rudi mengatakan, dengan luas lima hektare dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangunan BLK. Ia juga menilai lahan yang dihibahkan oleh kawasan industri Kabil kelak juga bebas dari persoalan. Hal itu berbeda jika di wilayah lain, yang kemungkinan masih ada klaim dari perusahaan atau warga terhadap lahan tersebut.

“Karena itu dari mereka, artinya sudah matang (tidak ada masalah), tinggal bangun saja,” terangnya.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad meminta Kadisnaker untuk menjemput hibah tersebut. Bahkan, ia menyampaikan terima kasih melalui perwakilan Kawasan Industri Kabil, Naradewa yang hadir dalam kegiatan pelatihan tenaga kerja dan pencaker di aula PIH Batam Center. Amsakar juga menyampaikan salam kepada bos Citra Mas Group, Kris Wiluan yang merupakan pemilik Kawasan Industri Kabil.

“BLK yang mau dibangun, ternyata mereka mau bantu lahan. BLK ini sudah dua tahun persoalan lahan tak selesai, tahulah kita soal lahan di Batam ini tak mudah,” imbuh Amsakar.

Amsakar mengatakan lahan di Tanjunggundap, Sagulung, hingga kini belum selesai. Begitu juga rencana lahan di kawasan Nongsa. Dalam kondisi ini, ia menilai kehadiran Kawasan Indutri Kabil cukup membantu Pemko Batam membuat BLK guna mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih baik lagi bagi Batam.

“Sementara ini lahannya sedang diproses, siap itu kami akan bangun BLK. Kementerian yang akan bangun butuh sertifikat HPL (Hak Pengelolaan Lahan), inikan yang paling sulit didapatkan di Batam ini,” ujarnya.

Untuk diketahui, sesuai namanya, BLK ini akan berkaitan dengan pelatihan Kemaritiman. Bahkan, juga akan ada pelatihan untuk welder bawah laut. (iza)

Dinkes Cek Ulang 650 Depot Air, Pastikan Air Minum yang Dihasilkan Laik

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam kembali mengecek 650 depot air yang beroperasi memenuhi kebutuhan air minum warga Batam tahun ini. Dinkes ingin memastikan air minum yang dihasilkan laik konsumsi dilihat dari standar kesehatannya.
Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi mengatakan pengecekan ini penting untuk memastikan kondisi depot dan air yang dihasilkan tetap terjamin keamanannya bagi konsumen.

“Kalau tidak memenuhi standar, depot akan kami cabut izin operasionalnya, dan direkomendasikan untuk ditutup,” kata Didi, Selasa (19/2/2019).

Didi menegaskan ada beberapa depot air isi ulang yang lalai mengurus kebersihan. Akibatnya, air yang dihasilkan tidak sesuai standar. Air yang tidak memenuhi standar itu banyak ditemukan hewan kecil dan itu membahyakan kesehatan konsumen.

“Ada jentik-jentik kecil di air yang dihasilkan. Kalau yang begitu langsung kami tindak tegas dengan mencabut izin operasionalnya,” tegasnya.

Ia menyebutkan, pengecekan air ini akan dilakukan secara acak atau sampling. Misalnya di daerah Sekupang, diambil 20 sampling depot air. Hal lain yang menjadi perhatian adalah depot yang pernah mendapatkan peringatan saat pengecekan.

“Itu jadi perhatian kami karena mereka pernah kena tegur. Tentu menjadi catatan tersendiri bagi kami saat turun mengecek,” lanjutnya.

Targetnya, tahun ini Dinkes akan mengecek 50 persen dari semua jumlah depot yang ada di Batam. Dengan bantuan Puskesmas, ia optimistis target bisa tercapai.

“Kan setiap puskesmas punya target masing-masing di setiap wilayah kerja. Jadi, kalau bisa semuanya dicek,” katanya.

Sebelumnya, Dinkes Kota Batam terus melakukan pembinaan kepada depot-depot air minum di setiap kecamatan. Dinkes melakukan penge-cekan secara rutin, untuk menjaga agar air galon isi ulang bebas dari penyakit. Setiap harinya ada sekitar 10 sampai 15 depot yang diuji kehigenisannya. Petugas dari dinkes turun ke lokasi melakukan uji layak air minum. Selain belasan depot yang didatangi, Dinkes juga menerima pengaduan dari masyarakat yang masih khawatir akan air isi ulang yang dijual.

“Seumpama ada kecoak, kotoran hewan, lokasinya kumuh, itu laporkan aja. Nanti petugas kita datang untuk menguji,” katanya.

Jika layak, Dinkes akan mengeluarkan rekomendasi izin beroperasi. Namun jika tidak, maka akan ada rekomendasi tak layak. Karena Dinkes tidak bisa menutup usaha, maka Dinkes bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam.

“Pengawasannya di kami, nanti untuk penutupan usahanya dari mereka,” tutupnya. (yui)

200 Komputer untuk UNBK, Disebar di 25 SMP yang sebelumnya UN Kertas

0

batampos.co.id – PemerintaH Kota (Pemko) Batam meng-upayakan pengadaan komputer untuk menunjang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan digelar April 2019 ini. Nantinya, perangkat komputer tersebut akan disebar di 25 Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Batam.

“Ada 200 unit yang dianggarkan dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Batam 2019,” kata anggota Komisi IV DPRD Kota Batam Safari Ramadhan, Selasa (19/2).

Sayangnya, Safari mengaku tak hafal besar anggaran untuk pengadaan 200 komputer tersebut. Namun, ia menyebut, seluruh komputer itu bakal ditempatkan di 25 SMP dari total 59 SMP Negeri di Kota Batam. “Kalau itu (besaran anggaran) dinas yang tahu,” ujar Safari singkat.

Pengadaan 200 unit komputer ini nantinya akan dilakukan melalui sistem lelang. Oleh sebab itu, ia mengimbau kepada dinas terkait agar segera merealisasikan pengadaan komputer.

“Itu tergantung disdik sebagai pengguna anggaran, mengingat UNBK dilak-sanakan April 2019 ini,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Batam Muhammad Yunus. Diakuinya, 200 unit komputer tersebut nantinya akan dibagikan ke 25 sekolah dan masing-masing sekolah akan mendapatkan delapan unit komputer. “Satu sekolah dapat 8 komputer,” kata Yunus.

Ia mengakui pengadaan komputer tahun ini masih sangat jauh dari kata cukup. Sebab, bila melihat jumlah sekolah negeri yang mencapai 59 sekolah, itu artinya masih ada 24 SMP Negeri lainnya yang tidak mendapat bagian.

“Intinya sangat jauh dari kata cukup,” beber Yunus.

Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menyatakan tetap mengupayakan pengadaan komputer tahun ini untuk menunjang pelaksanaan UNBK pada 22 April mendatang.

Siswa dan Siswi SMPN 26 Batuaji mengikuti Ujian Nasional, Senin (23/4/2018), lalu. Mata pelajaran yang dikerjakan adalah Bahasa Indonesia. F Dalil Harahap/Batam Pos

“Kami usahakan bisa untuk tahun ini. Meskipun waktunya sangat mepet,” kata Kepala Disdik Batam Hendri Arulan, Selasa (19/2/2019).

Hendri mengungkapkan, pengadaan komputer ini sudah beberapa kali tertunda. Namun beruntungnya, bisa direalisasikan tahun ini. Menurutnya, komputer merupakan elemen penting untuk penunjang UNBK.

Yang sudah berjalan saat ini, untuk UNBK, tidak semua menggunakan komputer sekolah. Sebagian dari siswa ada yang membawa laptop mereka untuk ujian. Hal ini dikarenakan belum terpenuhinya sarana dan prasana di sekolah.

“Biar tetap bisa UNBK jadi orang tua meminjamkan laptop milik anak mereka kepada sekolah,” imbuh pria yang sebelumnya pernah bertugas di Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Batam ini.

Komputer hasil pengadaan itu nanti akan diprioritaskan bagi sekolah yang masih mengikuti UN berbasis kertas. “Nanti kami data dulu. Yang jelas untuk sekolah yang belum UNBK,” imbuhnya.

Hendri menyebutkan, tahun ini terdapat 56 SMP Negeri di Batam yang ikut ujian nasional (UN). Sebanyak 26 sekolah berbasis komputer dan 30 lainnya masih kertas. “Targetnya tiap tahun bisa lebih banyak lagi sekolah negeri yang UNBK,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 56 Batam, Nurhayati menuturkan keinginannya untuk mengikuti UNBK tahun depan. Beberapa waktu lalu, ia juga telah menyampaikan hal ini kepada Disdik Batam.

“Tahun inikan ada pengadaan komputer. Kami sangat berharap bisa mendapatkan bantuan tersebut, agar bisa UNBK,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan menggelar pertemuan dengan orang tua siswa. Mereka yang memiliki laptop agar bisa dipinjamkan untuk pelaksanaan UNBK tahun depan.

“Sekarang kan masih ujian kertas. Setelah itu kami akan persiapan UNBK,” ungkapnya. (rng/yui)

Kabar Gembira, Pegatron Batam Membutuhkan 1000 Tenaga Kerja

0
foto: batampos.co.id / rani

batampos.co.id – Kabar baik bagi pencari kerja di Batam. Pasalnya baru dua bulan berjalan di awal tahun 2019, investasi sebanyak 115,3 juta Dolar Amerika akan masuk ke Kawasan Industri Batamindo dan membutuhkan 1.300 tenaga kerja.

“Di Batamindo, investasi sebanyak 49,3 juta Dolar Amerika. Semuanya telah mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin usaha industri (IUI) melalui Online Single Submission (OSS) dan memerlukan sekitar 1.300 tenaga kerja,” kata General Manager Batamindo, Mook Soi Wah, Rabu (20/2/2019).

Di Batamindo, investasinya sebesar 115,3 juta Dolar Amerika terdiri dari investasi baru sebesar 49,3 juta Dolar Amerika dan investasi ekspansi usaha sebesar 66 juta Dolar Amerika.

Untuk investasi baru, Mook menyebut ada empat perusahaan yang menanamkan modal di Batamindo, yakni Pegatron dari Taiwan dengan investasi sebanyak 40 juta Dolar Amerika, Maruho dari Jepang dengan nilai investasi 1,6 juta Dolar Amerika, Sammyung dari Korea Selatan dengan nilai investasi 4,5 juta Dolar Amerika dan Simatelex dari Hongkong dengan nilai investasi 3,2 juta Dolar Amerika. Keempatnya bergerak dalam kategori industri manufaktur untuk elektronik.

Mook juga menyebut bahwa salah satu perusahaan yakni Pegatron akan membutuhkan sekitar 1.000 operator yang terdiri dari 800 tenaga kerja wanita dan 200 tenaga kerja pria.

Mereka akan beroperasi pada April mendatang. (leo)

Mepet ke Jalan Raya, Satpol PP Bongkar Lapak PK5 di Batuaji

0

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja kecamatan Batuaji kembali tertibkan pedagang kaki lima yang berdagang diatas bahu jalan. Penertiban kali ini fokus di sepanjang jalan menuju kawasan RKT persisnya depan perumahan Buana View, kelurahan Kibbing, Batuaji, Rabu (20/2/2019).

Ada belasan lapak pedagang kaki lima dibongkar paksa karena mengganggu kelancaran arus lalulintas jalan.

Camat Batuaji Ridwan mengatakan, penertiban inu merupakan tindak lanjut dari keluhan masyarakat pengguna jalan yang merasa terganggu dengan keberadaan lapak pedagang kaki lima.

“Itu masuk ke RoW jalan dan mengganggu. Masyarakat komplain makanya ditertibkan. Penertiban ini juga upaya pengawasan rutin kami terhadap RoW jalan yang dimanfaatkan untuk kepentingan usaha,” ujar Ridwan.

Upaya penertiban serupa akan dilakukan secara merata sesuai dengan kebutuhan. Dalam arti jika ada masyarakat yang komplain karena mengganggu kepentingan umum maka wajib ditertibkan.

“Memang masih banyak kios liar ataupun lapak PK5 di sepanjang row jalan. Penertiban tetap dilakukan sesuai kebutuhan. Tidak bisa serentak semuanya karena kita juga punya keterbatasan waktu dan personil,” ujar Ridwan.

Penertiban lapak pedagang kaki lima ini disambut baik masyarakat pengguna jalan. Lapak pedagang kaki lima di lokasi yang ditertibkan itu terlalu mepet ke bahu jalan sehingga mengganggu kelancaran arus lalulintas. Masyarakat berharap agar penertiban dilakukan merata termasuk lapak-lapak tempat pencucian kendaraan bermotor yang berjejer dari simpang masuk jalan R Suprapto Batuaji.  (eja)

Saat Pasang, Air Laut Naik hingga ke Bahu Jalan

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Akses jalan masuk ke perumahan Sumberindo, Marina Garden, Bagaman dan Central Park, Tanjunguncang lumpuh total, Rabu (20/2/2019) pagi.

Itu karena luapan air laut yang sedang pasang naik hingga ke atas bahu jalan. Warga tak punya pilihan lain sebab tak ada akses jalan masuk lain selain jalan yang digenangi air laut tadi.

Aktifitas warga jadi terhambat. Mereka yang akan berangkat kerja ataupun antar anak ke sekolah pasrah sebab akan berisiko kerusakan kendaraan jika nekad menerobos genangan air laut tadi.

Samsyudin warga setempat menuturkan, ini sebenarnya persoalan lama sebab akses jalan masuk ini sama rendah dengan pesisir pantai Marina. Setiap air laut pasang jalanan selalu digenangi air, namun selama ini warga masih bisa ngelak sebab ada akses jalan lain dari perumaham Marina Garden. Namun beberapa pekan lalu akses jalan lain itu ditutup karena ada perselisihan paham antara sesama warga.

Warga akhirnya tak punya pilihan lain selain menggunakan akses jalan bersama yang selalu digenangi air laut itu. Kemarin situasi agak berbeda sebab saat air laut pasang, lingkungan sekitar diguyur hujan yang cukup deras. Air yang mengalir dari pemukiman warga akhirnya berbaur dengan air laut yang sedang pasang sehingga memperburuk genangan air di sepanjang bahu jalan.

“Hari ini paling parah. Semua bahu jalan ditutupi air. Makanya tak bisa kewat sama sekali. Tak terlalu tinggi sih tapi kalau paksa rusak motor kami nanti,” ujar Rudi, warga lain

Pantauan di lapangan, genangan air diatas bahu jalan cukup panjang. Kendaraan sulit mendapatkan celah jalan yang tidak tergenang air. Hampir seluruh bahu jalan digenangi air laut ataupun air yang mengalir dari pemukiman warga. Ini terjadi karena sistem drainase yang belum tertata dengan baik. Posisi jalan juga sama tinggi dengan pesisir pantai sehingga memudahkan air naik jika sedang pasang.

Camat Batuaji Ridwan saat dikonfirmasi juga mengakui itu persoalan lama. Itu terjadi lantaran pihak pengembang saat awal buka akses jalan kurang cermat memperhitungkan ketinggian jalan dengan kondisi air pasang. “Sejak awal perumahan itu bangun sudah begitu kondisi jalannya. Kita pernah turun ke sana dan drainase sudah dikeruk tapi memang agak susah karena faktor alam tadi,” ujar Ridwan.

Untuk mengatasi persoalan itu, kata Ridwan perlu ada kajian yang lebih lagi untuk mendapatkan solusi yang tepat.

“Perlu kajian itu. Kalau sebatas keruk atau normalisasi drainase belum cukup. Minimal ada tanggul biar air tak naik sampai ke jalan lagi,” ujarnya. (eja)

Terminal Mukakuning Makin Tak Terawat

0
foto: batampos.co.id / rani

batampos.co.id – Terminal Muka Kuning di depan Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning tidak terawat.

Pantauan Batam Pos, Selasa (19/2), kawasan terminal tersebut terkesan kumuh dikarenakan banyaknya barang-barang bekas dan mobil rusak diparkirkan di antara kios kios di terminal. Kondisi terminal juga terlihat dipenuhi rumput liar. Hampir setiap pagi hari ada petugas Dishub yang berjaga untuk menerima setoran pembayaran retribusi terminal dari angkot.

“Setiap pagi memang ada petugasnya, cuma tidak lama soalnya angkot yang lewat juga sepi,” ujar Jekson, warga Seibeduk, kemarin.

Kabid Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Batam Saprul Bahri mengatakan dikarenakan status kepemilikan masih di tangan BP Batam, jadi sampai saat ini Disbhub Batam belum bisa memperbaiki terminal tersebut. Namun, untuk pengelolaan operasional, masih dari Dishub Batam.

“Selaku pengelola terminal, Dishub masih ada melakukan perawatan walaupun tidak menyeluruh. Soalnya aset masih dimilki BP Batam,” ujarnya.

Pembayaran retribusi terminal masih diberlakukan untuk angkot. Adapun, pungutan retribusi berlaku dari pukul 06.00 sampai 08.00 WIB. Karena angkot yang lewat tidak terlalu ramai, maka petugas Dishub yang berjaga juga harus ditarik kembali ke terminal Jodoh.

“Pembayaran retribusi terminal masih ada, dikarenakan angkot yang beroperasi tidak terlalu banyak jadi di sana juga tidak lama,” jelasnya.

Dia melanjutkan, pada praktiknya, masih banyak angkut yang menghindari terminal agar tidak membayar retribusi.

“Sopir angkot ini masih sering kucing-kucingan. Karena itu, sekarang setiap persimpangan kami stand by-kan petugas agar mengarahkan angkot masuk terminal,” tutupnya.(cr1)