batampos.co.id – PT Prima Kawasaki, diler resmi motor Kawasaki di Batam menawarkan promo spesial setiap pembelian Kawasaki Ninja New 250. Yakni, beli motor berhadiah langsung TV 32 inci. Penawaran spesial ini hanya berlaku selama pembelian di pameran 2019 Batam Motor Show di Mall Botania 2, hingga Minggu (24/2/2019) mendatang.
”Promo ini khusus pembelian Kawasaki Ninja New 250 ini tunai maupun kredit selama pameran. Uang muka mulai dari Rp 10 jutaan dengan harga jual Rp 69.500.000,” ujar Manager Marketing Kawasaki Wawan, kemarin.
Ia menjelaskan, Kawasaki Ninja New 250 ini baru hadir di Batam. Motor ini hadir lebih gaya, dengan bobot lebih ringan dari keluaran sebelumnya.
”Motor ini memiliki torsi lebih besar dan tenaga juga besar. Kopling ada slipper clutch sehingga lebih ringan dan tidak capek digunakan untuk perjalanan jauh,” jelasnya.
Bukan hanya pembelian motor Kawasaki Ninja New 250, konsumen juga bisa menikmati cashback Rp 2 juta setiap pembelian motor Kawasaki W175 dan Kawasaki KLX 150.
”Cashback ini juga hanya berlaku untuk pembelian selama pameran juga. Harga Kawasaki W175 Rp 35.500.000 sedangkan KLX 150 hanya Rp 37 juta,” terangnya.
Adapun spesifikasi dari motor Kawasaki W175, di antaranya menggunakan mesin tipe air cooled, 4-stroke single, dengan valve sistem SOHC, 2 valves. Dengan dilengkapi 6 kecepatan dan tenaga maksimum 9.6kW (13PS)/7,500 RPM. Dengan tangkinya berkapasitas 13,5 liter dengan kisaran konsumsi 1:30.
Sementara itu, untuk kesan klasik terlihat dari lampu depan berbentuk bulat dengan list chrome. Menggunakan bohlam 60 watt dan multi ref-lektor dan mempunyai visibilitas yang baik dimalam hari. Sedangkan lampu belakang (rear lamp) dibuat mirip dengan bentuk lampu W800 dan W250.
”Lampu sein dibuat membulat untuk memperkuat image retro,” katanya.
Berpindah ke instrument panel, motor ini dilengkapi dengan speedometer tipe analog, adometer, trip meter, indikator lampu jauh, sein dan posisi netral. Tak hanya itu, motor ini sangat ergonomis terlihat dari posisi stang, jok dan footpage menempatkan pengendara pada posisi yang natural. Berkontribusi pada kenyamanan dan berkendara di segala jarak.
”Dengan stang yang ergonomis tersebut sehingga gaya berkendara lebih rileks dan aman,” ucapnya.
Tertarik dengan promo menarik ini, segera kunjungi pameran 2019 Batam Motor Show di Mall Botania 2, Batam Kota. (ocu)
batampos.co.id – Honorer K2 yang tidak jadi diangkat jadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun seleksi 2013 akhirnya menempuh jalur hukum dengan melapor ke polisi.
Mereka menduga ada campur tangan oknum pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam sehingga sebagian honorer K2 peserta CPNS tahun 2013 yang sebelumnya berstatus Berkas Tidak Lengkap (BTL), bisa diangkat PNS. Sedangkan sebagian lainnya tidak.
Seperti diketahui, dari seribu lebih peserta honorer K2 yang ikut CPNS 2013 Batam, ada 484 honorer K2 yang berstatus BTL. Namun seiring waktu, dalam dua tahap, pertama sekitar 300-an diberikan Nomor Induk Pegawai (NIP) sebagai PNS. Lalu pada tahap kedua, sebanyak 73 orang juga diangkat PNS. Namun, ada 92 honorer K2 sisanya tak diangkat.
Seorang di antaranya, Sabar Pordian. Ia mengatakan, laporan polisi sudah dibuat di Polresta Barelang, Rabu (20/2). Menurutnya, ada sejumlah dugaan pelanggaran sehingga sebagian honorer K2 diangkat PNS dan sisanya tidak. Yakni, dugaan mulai dari adanya uang pelicin hingga Surat Keputusan (SK) bodong dengan memalsukan tanda tangan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam kala itu, Muslim Bidin.
“Data semuanya ada, bukti transfer (uang pelicin), dan bukti (kuitansi) pembayaran tunai ada pada kami,” kata Sabar saat dikonfirmasi, Kamis (21/2/2019).
Sabar mengatakan, para honorer K2 yang mengajukan keberatan meyakini semua honorer K2 yang ikut seleksi CPNS 2013 yang awalnya dinyatakan BTL namun akhirnya diangkat sebagai PNS, sebelumnya bekerja di lembaga pendidikan swasta. Sempat dianggap tak memenuhi syarat pengangkatan honorer K2 karena mesti mengabdi di instansi pendidikan negeri dari 2005 sampai 2014.
“Jelas tidak ada yang penuhi syarat,” tegasnya.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana
Atas dasar itu, pihaknya meminta niat baik Wali Kota Batam Muhammad Rudi agar memenuhi tuntutan mereka agar tetap diangkat jadi PNS.
“Yang jadi pertanyaan kami, kalau memang tidak memenuhi syarat, kenapa yang lain di-proses, kami yang 92 orang tidak,” paparnya.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Kota Batam M Sahir tidak mempersoalkan langkah yang diambil sejumlah honorer K2 yang melapor polisi.
“Itu hak warga negara,” kata dia.
Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, persoalan keterlambatan berkas bukan masalah utama. Ia mengungkapkan, dulu para honorer K2 berkali-kali menghadap untuk mencoba menyelesaikan ini. Namun, sesuai regulasi, mestinya wali kota saat itu yang mengesahkan berkas yang dibutuhkan dan bukan dirinya karena saat itu ia masih menjabat Wakil Wali Kota Batam.
“Salah satunya ada persyaratan yang sudah harus disah-kan bahwa berkas itu benar. Siapa yang mengesahkan waktu itu? Harus Pak Ahmad Dahlan, wali kotanya,” ujar Rudi.
Rudi menyampaikan pada prinsipnya kini Pemko Batam ingin para honorer tersebut lulus dan diangkat PNS. Dengan demikian, anggaran daerah tidak akan terbebani karena gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya PNS, dibiayai pemerintah pusat.
batampos.co.id – Khafid Insya, 4, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah (EF) Batam di Batuaji, Rabu (20/1/2019) malam.
Bocah ini jatuh ke dalam wajan berisi minyak goreng mendidih di rumah orangtuanya di Kaveling Pancur Baru, Seibeduk, Senin (18/2/2019) siang, lalu.
Tubuh bagian bawah terkena luka bakar akibat minyak panas. Khafid sempat mendapatkan perawatan di puskesmas sebelum dilarikan ke RSUD Embung Fatimah.
Informasi yang didapat, nahas yang menimpa bocah yang masih duduk di bangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini terjadi saat dia baru saja pulang dari sekolah. Saat bermain di tangga kayu menuju lantai dua rumahnya, mendadak tangga tersebut jebol.
Bocah lelaki ini jatuh persis di atas wajan di bawah tangga yang merupakan dapur keluarga.
“Ibunya saat itu lagi goreng peyek di bawah tangga,” ujar salah seorang petugas medis di RSUD EF Batam yang minta namanya diinisialkan, Ra, Kamis (21/2/2019).
Saat jatuh di atas wajan, separuh badan bagian pinggul ke bawah tercebur dalam genangan minyak mendidih. Sehingga, Khafid mengalami luka bakar yang cukup serius.
Bukan hanya sang balita, sang ibu juga mengalami luka bakar di wajah dan tangan terkena ciptaran minyak panas saat balitanya tercebur di penggorengan. Keduanya langsung dibawa ke puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD.
“Ibunya lumayan juga (luka bakar), tapi paling parah anaknya karena langsung ke dalam wajan,” ujarnya.
Saat ini, Khafid masih menjalani perawatan medis di ruangan Flomboyan dan harus rawat inap di RSUD. Sementara sang ibu sudah membaik dan menjalani pemulihan di rumah. (eja)
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyatakan belum menerima tanggapan DPRD Batam terkait permintaan penundaan kenaikan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pajak Daerah. Bahkan, Pemko berencana kembali menyurati DPRD Batam, guna mempertanyakan perkembangan serta keputusan DPRD atas permintaan tersebut.
“Kami sudah konsultasi ke Bagian Hukum. Minggu ini kami akan surati DPRD Batam lagi,” kata Kepala Badan Penge-lolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah, Rabu (20/2/2019).
Hingga saat ini, tarif PPJU masih menggunakan tarif lama yakni tarif PPJU bagi pengguna rumah tangga dan pengguna bisnis ditetapkan sebesar 6 persen. Pada Perda Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pajak Daerah, yakni pasal 31 ayat 1 menyatakan, tarif PPJU bagi pengguna rumah tangga ditetapkan tujuh persen. Naik satu persen dari tarif sebelumnya yang sebesar enam persen. Sedangkan tarif PPJU bagi pengguna bisnis ditetapkan delapan persen, atau naik dua persen dari tarif sebelumnya enam persen.
Raja menyebutkan, kenaikan tarif PPJU sesuai Perda secara otomatis akan berlaku jika tidak ada persetujuan usulan penundaan dari DPRD Batam. Jika dalam waktu dekat tak ada keputusan dewan, maka akan ada penyesuaian tarif baru.
“Otomatis akan sesuai perda (jika tak ada kesepakatan DPRD). Selanjutnya tentu kita akan informasikan ke PLN guna penyesuaian sistem sesuai yang termuat di Perda Pajak Daerah,” jelas Azmansyah.
Penyesuai tarif, lanjut Azmansyah, bukan dihitung dari bulan berjalan. Melainkan, dari penyesuaian tarif yang diamanahkan Peraturan Wali Kota (Perwako) tentang Pajak Daerah. Dimana, pemberlakukan tarif PPJU dihitung dari awal Januari 2019. Hal ini karena penundaan tarif PPJU sebelumnya hanya berlaku sampai 31 Desember 2018.
“Artinya, dihitung dari Januari 2019. Kapan mulai berlaku tarif baru, akan dirapel, disesuaikan dengan sistem PLN. Namun begitu, seperti apa pastinya biar bagian hukum yang jelaskan,” ucapnya.
Wakil Ketua DPRD Batam Helmy Hemilton menegaskan, belum stabilnya perekonomian Batam dikhawatirkan akan memberatkan masyarakat dan pelaku usaha di Batam jika tarif PPJU dinaikkan. Sementara di sisi lain, masyarakat juga sudah terbebani oleh kenaikan tarif dasar listrik (TDL) Batam yang mencapai 45 persen.
“Kita memahami kondisi ekonomi yang terjadi di masyarakat saat ini, tentu kenaikan tarif bukan langkah yang tepat,” tuturnya.
Kondisi pertumbuhan ekonomi Batam yang masih di bawah pertumbuhan ekonomi nasional, juga dinilai berdampak pada lemahnya daya beli masyarakat. “Apa yang disampaikan Pemko Batam kita pahami, apalagi dengan melihat kondisi ekonomi masyarakat saat ini,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Batam Nuryanto mengatakan, apapun yang menjadi keputusan DPRD, sifatnya kolektif kolegial atau kesepakatan DPRD Batam. Menurutnya, permintaan penundaan PPJU oleh Pemko Batam beberapa waktu lalu sudah didisposisikan ke komisi terkait, yakni komisi II yang terkait masalah anggaran dan komisi I menyangkut aspek hukum. Hanya saja, laporan pembahasan belum diberikan komisi kepada pimpinan.
“Makanya saya menunggu, karena aturannya seperti itu. Apapun hasil pembahasan di komisi nanti kita rapim (Rapat Pimpinan)-kan, sehingga menjadi keputusan bersama,” tuturnya.(rng)
BATAM KOTA (BP) – Pendaftar Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Batam hanya 157 orang. Padahal, kuota yang disediakan 336 orang. Artinya, 179 kuota kosong.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Kota Batam M Sahir mengatakan, seperti arahan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) seleksi tahap pertama PPPK ini dipe-runtukkan bagi honorer K2.
“Kuota 336 ini khusus untuk honorer K2, tidak tersedia formasi umum dan (yang kosong) tidak bisa digantikan dengan formasi umum,” kata Sahir di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (20/2).
Untuk diketahui, dengan kuota 336 PPPK, Pemko Batam sebelumnya mengajukan dalam dua tahap. Pertama, yak-ni kuota dari honorer K2 sisa seleski CPNS tahun 2013 lalu sebanyak 253 orang. Kedua, 92 honorer K2 yang tidak jadi diangkat pada seleksi CPNS tahun yang sama karena terkendala berkas yang tidak lengkap.
“Dari 157 yang daftar, sebanyak 57 orang dari yang 92 orang tersebut, sisanya dari yang 253 orang,” terang dia.
Sahir mengungkapkan, dari jumlah pendaftar, bidang yang dituju merupakan tenaga guru, selain empat orang merupakan penyuluh pertanian.
“Sementara yang (honorer K2) kesehatan sudah terlebih dahulu di angkat, tidak ada dalam daftar,” imbuhnya.
Ia menyampaikan, pelak-sanaan tes PPPK tahap satu tahun 2019 akan dilaksanakan pada Sabtu (23/2) pekan ini di SMKN 1 Batam, Batuaji. Sebelumnya, pendaftaran PPPK ini sudah dibuka dari 12 Februari hingga 17 Februari, lalu.
“Di sekolah ini telah tersedia 120 unit komputer untuk ujian PPPK. Nanti tesnya dua sesi. Sebelum ujian, kini tahap yang kami lalui verifikasi data,” terangnya.
Ditanya terkait penolakan puluhan honorer K2 yang termasuk dalam 92 orang yang tidak jadi diangkat pada seleksi CPNS tahun 2013 lalu dan berencana menempuh jalur hukum, Sahir mempersilahkan.
“Silahkan saja, itu kan hak sebagai warga negara. Yang jelas PPPK ini adalah jalan yang ditawarkan pemerintah, informasinya telah kami sampaikan dan ada formasinya,” papar dia.
Sementara itu, sempat bi-ngung soal gaji PPPK, Wali Kota Batam Muhammad kini mengaku telah mendapat solusi terkait ini. “Terima sekarang bukan berarti gaji sekarang. Kalau dana nanti belum ada, di APBD Perubahan saja, baru terima dia masuk (kerja),” imbuhnya.
Terkait keikutsertaan honorer K2 sebagai calon PPPK, Rudi mengembalikan sepenuhnya kepada honorer yang bersangkutan.
“Masalah mereka ikut atau tidak ikut, itu hak mereka,” pungkasnya.
Sementara itu, sebanyak 352 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hasil seleksi tahun 2018 lalu di beri Surat Keputusanan (SK) pengangkatan CPNS di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (20/2).
foto: batampos.co.id / cecep mulyana
Rudi meminta CPNS menjalankan kegiatan sesuai sistem yang berlaku dan juga melayani masyarakat sepenuh hati. Dengan, harapan dapat membanggakan Batam, terkhusus membanggakan Pemko Batam.
“Sama pimpinan kalian harus kenal, Pak Sahir (Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP SDM), Sekda (Sek-retaris Daerah) Batam Jefridin. Saya, dan juga Wakil Wali Kota (Amsakar Achmad) harus kalian kenal, jangan cuek,” kata Rudi, kemarin.
Tidak hanya itu, para CPNS diwajibkan untuk mendukung program pemerintahannya, seperti pengembangan sektor pariwisata yang kini sedang digalakkan. Menurutnya, sektor ini akan bermuara pada pendapatan daerah dan kelak akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat, juga ASN di lingkungan Pemko Batam.
“Saya sudah bagi tugas OPD (Organasisasi Pemerintah Daerah) terkait pemeliharaan taman, yang baru ini harus ikut mupuk taman. Ini memang bukan tugas pokok PNS, tapi dengan taman yang baik wisata akan terdongkrak, pendapatan bertambah, nanti tunjangan juga bertambah,” papar dia.
Tentang kedisplinan, Rudi meminta agar para CPNS tersebut dapat menyadari posisinya sebagai ASN. Sebagai permulaan, para CPNS ini akan didampingi para pembina dari PNS senior. “Supaya lebih disiplin lagi,” kata dia.
Jika ada persoalan di internal Pemko Batam, ia menegaskan kepada para CPNS tersebut agar tidak serta merta melapor ke lembaga lain, seperti DPRD Batam. “Sama saya enggak laku yang begitu, nanti saya buang di Pulau Panjang sana,” ujar dia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin para CPNS akan mulai bekerja 1 Maret 2019 mendatang. Selan-jutnya, Pemko Batam akan menggelar Diklat Prajabatan yang diperkirakan akan digelar April atau Mei mendatang. Setelah lulus, baru kemudian dikukuhkan menjadi PNS.
“Kalau mereka lulus diklat, 1 Januari 2020, jadilah mereka PNS atau hilang huruf C-nya (status calon, red),” imbuhnya.
Selama menjalani proses peralihan dari CPNS ke PNS, mantan Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Batam ini menyampaikan agar para pegawai baru ini dapat memperhatikan aturan pegawai pemerintah seperti yang tertuang dalam PP Nomor 53 tentang Disiplin Pegawai.
“Jangankan CPNS, kalau itu dilanggar PNS pun bisa berhenti kalau pelanggarannya berat. Harus paham tentang disiplin kepegawaian, bukan karena sudah lulus dan pintar tidak mengikuti aturan,” imbuhnya.
Namun demikian, selama ini belum ada kejadian CPNS yang gugur statusnya karena hal demikian. hanya saja ia mengungkapkan, pihaknya telah memberhentikan PNS karena terbukti melakukan pelanggaran berat dan sudah inkrah di pengadilan. Hal yang dilanggar salah satunya terkait aturan Tindak pidana korupsi (Tipikor).
“Ini yang PNS ya, tahun ini saja ada yang diberhentikan dengan tidak hormat, jumlahnya tak hafal saya. Kalau yang CPNS belum ada,” pungkasnya.(iza)
batampos.co.id – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batam memprioritaskan pemasangan hidran atau alat pemadam kebakaran di kawasan padat penduduk di Batam. Berdasarkan data, selama 2019 ini atau baru dua bulan, sedikitnya ada 50 kali kejadian kebakaran.
Kepala Damkar Batam Azman mengatakan, saat ini sudah ada 55 titik hidran yang dipasang Pemerintah Kota (Pemko) Batam selain hidran yang dipasang oleh BP Batam.
“Total ada 250 titik hidran yang sudah terpasang saat ini,” kata dia, Rabu (19/2).
Ia menyebutkan, selama mengikuti musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan di Batam, tidak sedikit warga yang meminta pemasangan hidran di permukiman mereka.
“Ya, memang masih banyak titik yang belum terakomodir. Kami lihat dulu hasil musrenbang ini. Berapa total yang diajukan nanti kami coba anggarkan untuk tahun selanjutnya,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, cuaca panas yang belakangan terjadi membuat titik-titik kebakaran meningkat. Periode Januari, total kebakaran mencapai 17 titik, memasuki Feb-ruari naik menjadi 33 titik kebakaran.
“Itu ada yang di kawasan hutan hingga permukiman rumah warga. Karena panas jadi api cepat merambat. Bah-kan kami meminta bantuan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mengirim helikopter guna memadamkan api,” ujarnya.
Untuk itu, ke depan pihaknya akan berusaha memasang hidran di kawasan padat, seperti Dapur 12, Tanjungpiayu dan beberapa titik lainnya.
“Yang jelas lokasi hidran harus mudah dijangkau dan jalannya luas, sehingga memudahkan saat digunakan,” beber Azman.
Ia mengimbau warga untuk tidak sembarangan membakar sampah dan membuang puntung rokok ke semak-semak atau di pinggir hutan.
“Ini sangat berbahaya, cuaca panas ditambah angin jadi api cepat merambat, terutama kawasan hutan lindung,” imbuhnya. (iza)
SEORANG pemburu asal Jerman harus menghentikan kegemarannya. Izin berburu dan kepemilikan senjatanya dicabut. Penyebabnya?
Dia ditembak anjingnya sendiri!
Persisnya saat akan berangkat berburu. Pria yang tak disebutkan namanya itu lantas menggugat ke pengadilan. Namun, Selasa (19/2) lalu Pengadilan Muenchen, Jerman, menolak gugatan tersebut.
’’Pemburu itu tak bisa diandalkan karena bisa jadi di masa depan dia kembali ceroboh saat membawa senjata api dan amunisi,’’ bunyi pernyataan pengadilan seperti dikutip Associated Press.
Penembakan itu terjadi 2016. Entah bagaimana, si anjing bisa melepas pengaman dan memicu pelatuk senapan. Untung, hanya tangan yang tertembak. Kalau di bagian vital, bisa-bisa bukan hanya kebiasaan berburu yang harus dia hentikan.(sha/c19/ttg)
batampos.co.id – Meski sudah berjalan tiga tahun, program dana desa belum berjalan sempurna. Dari aspek penyaluran saja, di 2018 masih ada 261 desa yang gagal mengakses program yang menjadi andalan Pemerintahan Jokowi-JK tersebut.
Menteri Keuangan Sri Mul-yani mengatakan, akibat gagalnya 261 desa mengakses dana desa, ada anggaran 140 miliar yang gagal tersalurkan. Imbasnya, secara keseluruhan, penyaluran dana desa belum mencapai 100 persen atau sekitar 99,77%. Meski tidak signifikan, dia berharap ke depannya bisa disempurnakan. Sri menjelaskan, belum tersalurkannya dana ke 261 desa disebabkan adanya kendala pada persyaratan.
“Itu karena ada kriteria. Kan kami transfer tidak hanya sekedar transfer,” ujarnya saat memberikan pengarahan pada Rakornas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa tahun 2019 di Ancol, Jakarta, Rabu (20/2).
Jika mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan No. 112/PMK.07/2017, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi pada masing-masing tahap. Di tahap pertama, syaratnya penyesuai dengan Perda APBD dan Perda tentang tatacara pembagian serta penetapan rincian dana desa, laporan realisasi dana tahun sebelumnya, serta laporan konsolidasi realisasi penyerapan dan capaian output tahun sebelumnya.
Kemudian syarat tahap kedua yaitu, laporan dana desa tahap pertama telah disalurkan ke RKD minimal 90 persen, laporan dana desa tahap pertama telah diserap oleh desa rata-rata minimal 75 persen, serta rata-rata capaian output minimal 50 persen. Jika persyaratan penyaluran tidak atau kurang terpenuhi maka dana desa tidak dapat disalurkan.
Sri berharap, di tahun 2019, penyaluran bisa lebih baik. Pasalnya, dana tersebut sangat dibutuhkan dalam pembangunan desa. Mulai dari pembangunan jalan desa, posyandu, jembatan, BUMDes dan sebagainya. Berbagai sarana itu dibutuhkan dalam peningkatan ekonomi desa.
“Sehingga jumlah kemiskinan di desa dan pemerataan makin baik. Kita juga melihat dari sisi rasio juga semakin menurun,” imbuhnya.
Sementara itu,Presiden Joko Widodo meminta seluruh pemerintah desa untuk berupaya meningkatkan perekonomian desa dan warganya dengan memanfaatkan dana desa. Apalagi, tahun ini dana desa yang diberikan pemerintah i mencapai Rp 70 triliun. Meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 60 triliun.
“Fisik infrastruktur sudah kita jalankan. Ini ke depan agak digeser sedikit ke pemberdayaan ekonomi desa,” ujarnya.
Jokowi menjelaskan, upaya meningkatkan perekonomian desa bisa dimulai dengan melihat apa yang menjadi keunggulan suatu desa. Dia mencontohkan, Desa Ponggok di Jawa Tengah berhasil memanfaatkan umbul air untuk sektor wisata.
“Apa yang terjadi? Satu tahun bisa mendapatkan income Rp 14 miliar,” tuturnya.(far)
batampos.co.id – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Tatang sudah bertolak ke Brasil untuk memastikan seluruh belanja alutsista dari sana berjalan baik. Kerja sama pengadaan alutsista (alat utama sistem persenjataan) dengan Negeri Samba itu dilakukan lewat perusahaan bernama AVIBRAS.
”Meliputi rantis (kendaraan taktis) khusus armed AV-RMD dan AV-FCU serta amunisi Roket Astros dengan beberapa varian,” terang Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya, Rabu (20/2/2019).
Candra juga menyampaikan, AV-RMD (Armoured Vehicle-Remuniciadora) adalah kendaraan taktis penyuplai amunisi berlapis baja. Sedangkan AV-FCU alias Armoured Vehicle- Fire Control Unit adalah kendaraan taktis yang biasa dipakai untuk mengontrol roket.
”Dan melakukan tracking roket,” kata dia.
Tentu saja semua alutsista itu tidak sembarangan didatangkan oleh TNI AD. Mereka sudah melakukan kajian sebelum meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) membeli alutsista tersebut. Selain itu, alutsista buatan AVIBRAS tersebut juga sudah masuk dalam minimum essential force atau MEF angkatan darat Indonesia.
Karena itu, pembelian seluruh alutsista itu menjadi bagian upaya TNI AD memenuhi MEF yang sudah mereka buat.
”Alutsista itu merupakan bagian dari strategi pembangunan kekuatan,” ujar Candra.
Apabila berjalan sesuai dengan rencana, satu per satu alutsista dari Brazil sudah berdatangan ke Indonesia mulai pertengahan tahun ini.
Tepatnya, Candra melanjutkan, alutsista itu diproyeksi sudah berada di Tanah Air mulai Agustus mendatang. Dia pun menyampaikan bahwa semua alutsista itu akan disebar ke satuan artileri medan atau armed.
”Kami sudah punya di satuan jajaran Kostrad Divisi 1 dan Divisi 2,” terang dia.
Selanjutnya, Divisi 3 Kostrad yang baru dibentuk juga akan memiliki satuan serupa.
Lebih lanjut, jenderal bintang satu TNI AD itu menyampaikan bahwa wakasad sengaja meninjau langsung progres pengadaan alutsista TNI AD dari Brazil lantaran itu merupakan salah satu kewajibannya sebagai ketua Dewan Penentu Pengadaan.
”Wakasad menghendaki alutsista yang dibeli harus terjamin. Baik dari aspek kualitas, kuantitas, maupun after sales service-nya,” imbuhnya.
Untuk itu, masih kata Candra, orang nomor dua di TNI AD tersebut memeriksa seluruh pengadaan alutsista di Brazil. ”Beliau (Tatang) mengecek secara fisik seluruh pesanan kami,” bebernya.
”Sekaligus mengecek uji penembakan yang disupervisi oleh pre shipment inspection team (gabungan TNI AD, Mabes TNI, dan Kemhan),” tambah dia.
Selain itu, turut dibahas mengenai alih teknologi atau transfer of technology juga transfer of knowledge dalam kunjungan Tatang ke Brazil.
”Baik dengan TNI AD maupun dengan industri pertahanan dalam negeri,” jelas Candra.
TNI AD berharap kedatangan pejabat teras mereka ke Brazil membuat kerja sama pengadaan alutsista di antara kedua negara semakin baik.(syn/ttg)
batampos.co.id – Pemilik ruko kawasan Nagoya-Jodoh diminta untuk tidak menutup permanen drainase datau parit di depan toko mereka. Hal itu dilakukan untuk mencegah banjir, karena jika permanen parit akan susah dibersihkan.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan saat ini Pemko Batam tengah memperbaiki dan membangun infrastruktur. Selain pelebaran jalan, pihaknya juga mencari cara agar Kota Batam bebas dari banjir.
“Parit yang ada di depan toko itu jangan ditutup habis, tutup saja pakai besi,” kata Rudi, kemarin.
Menurut dia, jika ditutup habis maka parit tersebut akan sulit dibersihkan dari sampah. Dampaknya pasti akan banjir dan yang terkena imbas warga sekitar juga.
“Kalau tak ada sampah, aliran air pasti lancar. Dan insyallah tak akan banjir. Coba kalau ditutup bagaimana bersihinnya, apalagi kalau tersumbat,” jelasnya.
Dikatakannya,pembangunan infrastruktur menuju Kota wisata akan berdampak pada perekonomian masyarakat Kota Batam juga. Karena itu, masyarakat diminta kerjasamanya agar semuanya berjalan lancar.
“Kalau wisatawan banyak datang, otomatis perekonomian ikut naik. Yang merasakan kita semua juga, terutama para pedagang,” tegas
Sementara untuk tanggungjawab jalan depan pertokoan dan jalan umum merupakan tanggungjawab Dinas Binamarga. Ia berharap jika ada keluhan bisa disampaikan ke Dinas terkait.
“Sampaikan ke pak Yu (Kadis Binamarga Kota Batam),” pungkasnya. (*)