Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11532

Tiba di Batas Negeri, Xpander Makin Digandrungi

0

Sejak diluncurkan secara nasional hingga tiba di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada akhir 2017 lalu, penjualan Mitsubishi Xpander cukup gemilang. Di kota yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia ini, pesona Xpander bukan hanya memikat warga Batam. Mobil keluarga yang menawarkan kebahagiaan berkendara ini bahkan jadi incaran wisatawan asing saat melancong ke Batam.

RATNA IRTATIK, Batam

Puluhan mobil berjejer di tempat usaha milik Mey, yang berada di kawasan Ruko Pasir Putih, Batam Centre, Kota Batam. Mey adalah pengusaha jasa penyewaan atau rental mobil terkenal di Kota Batam, Auto 3000.

Ada banyak mobil penumpang dari berbagai merek di garasi tempat usahanya. Mayoritas, adalah mobil berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) atau mobil keluarga, baik itu dari kelas small MPV maupun medium MPV. Namun, ada juga mobil berjenis Sport Utility Vehicle (SUV), tapi jumlahnya tak banyak.

Mey bertutur, awalnya perusahaan rental mobilnya banyak membeli mobil jenis small MPV dari salah satu merek kendaraan yang cukup dikenal di Tanah Air. Mobil keluarga dengan kapasitas tujuh penumpang itu memang banyak diminati pelanggan yang menyewa mobil dari usaha rentalnya.

Namun, ketika Mitsubishi meluncurkan Xpander di Batam pada akhir 2017 lalu, Mey tergoda. Setelah menimang dan membandingkan baik dari sisi harga maupun fitur yang tersemat di dalamnya, Mey akhirnya membeli Xpander. Tak tanggung-tanggung, ia langsung membeli dalam jumlah banyak.

“Saya saat ini punya sembilan unit, satu untuk pemakaian pribadi. Sisanya lagi dirental semua, karena pilihan utama customer sekarang Xpander. Kalau tak ada lagi, baru pilih merek lain,” tutur Mey, saat ditemui batampos.co.id di kantornya, medio Januari 2019 lalu.

Mey yang merupakan salah satu pembeli Xpander periode awal di Batam, mengaku mulanya tertarik dengan harga yang ditawarkan serta desain yang gagah dari Xpander. Namun setelah memilikinya, ia justru tak bisa berpaling. Pasalnya, kata dia, meski berasal dari segmen pasar yang tak begitu berbeda dengan mobil keluarga keluaran merek lain, namun Xpander jauh lebih unggul dari berbagai sisi.

Mulai dari desain bodi kendaraan yang lebih futuristik, dapur pacu dan torsi daya yang dihasilkan sangat bertenaga, perangkat keamanan yang lebih baik, serta ditunjang dengan kenyamanan berkendara maupun saat duduk sebagai penumpang di dalamnya. Tak heran, Xpander yang ia beli tak hanya diperuntukkan untuk mobil rental, tapi ada juga yang dipakai untuk keluarganya sendiri.

“Anak saya pakai satu, yang seri Ultimate, itu yang full spesification (spesifikasi penuh), fiturnya lengkap dan aman, jadi lebih tenang kasih ke anak,” tuturnya.

Mey menunjukkan mobil Mitsubishi Xpander di depan rental mobil Auto 3000 miliknya di kawasan Batam Centre.
foto: batampos.co.id / ratna irtatik

Mey juga menyebut, Xpander yang jadi mobil rental di tempat usahanya itu, kini malah paling banyak peminat. Selain disewa warga lokal Batam maupun wisatawan domestik yang melancong ke Batam, rupanya jagoan Mitsubishi untuk mobil keluarga ini juga diminati wisawatan mancanegara (wisman) maupun pebisnis dari negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Maklum, kota kecil di batas negeri ini memang hanya dipisahkan oleh laut dengan dua negara jiran tersebut, yang bisa ditempuh hanya dengan 45 menit hingga satu jam perjalanan menggunakan kapal feri. Maka jangan heran ketika akhir pekan, banyak warga Singapura berada di berbagai sudut Kota Batam.

“Saya ada pelanggan tetap yang orang Singapura dan Malaysia, jadi kalau mereka ke Batam sering rental mobil ke saya,” Mey bercerita.

Menurut dia, sebelum ada Xpander, awalnya pelanggan dari negeri seberang ini pilih menyewa merek mobil keluarga besutan pabrikan lain yang sebelumnya cukup dikenal di Indonesia. Namun, setelah Xpander jadi lini mobil rental Auto 3000, Mey coba menawarkan Xpander kepada pelanggan yang merupakan warga negara asing tersebut. Menurut Mey, awalnya pelanggan itu ragu.

“Tapi setelah merasakan Xpander, mereka suka banget. Setiap ke Batam malah tak mau lagi pakai yang merek lain, carinya Xpander,” kata wanita yang memulai usahanya sejak 2006 silam tersebut.

Untuk dijadikan mobil rental, ia memilih varian Sport dari Xpander. Pasalnya, varian ini punya jok berwarna hitam. Sehingga, saat digunakan sebagai mobil rental dan digunakan banyak orang berbeda, interior jok warna gelap dinilai tidak akan cepat terlihat kotor.

Menurut Mey, ketertarikan orang asing terhadap Xpander, juga sekaligus membuatnya bangga.

“Kita senang ya ada mobil yang dibuat di Indonesia tapi digemari juga sama orang dari luar negeri,” kata Mey semringah.

Ke depan, Mey juga masih berkeinginan untuk membeli lagi beberapa unit Mitsubishi Xpander. Mengingat, permintaan pasar yang masih cukup tinggi terhadap mobil Xpander untuk direntalkan. “Saya mau inden, karena varian unit yang saya inginkan belum ada yang ready stock di showroom, jadi harus sabar menunggu,” katanya.

Selain Mey, warga Batam lainnya yang juga gandrung dengan pesona Mitsubishi Xpander adalah Togutua Malau, warga Perumahan MKGR, Batuaji, Kota Batam. Ia membeli Xpander karena jatuh hati dengan desain dan lekuk bodinya yang gagah sekaligus artistik serta belum ditemukan di mobil lain di kelasnya.

“Modelnya keren dan enggak bikin bosan,” kata Togutua.

Sebelum beralih menggunakan Xpander, ia mengaku menggunakan mobil berjenis sedan dari pabrikan lain. Ketika Xpander hadir dan mulai mengaspal di Kota Batam, Togutua kepincut. “Selain modelnya bagus, kalau pakai mobil ini bangga karena banyak yang lihat dan bergumam, ini rupanya Xpander,” tuturnya, menirukan komentar rekannya.

Sejak membeli Xpander pada bulan September 2018 lalu, ia mengaku semakin menyukai kendaraan pribadinya tersebut. Betapa tidak, selain punya keunggulan desain ekterior seperti yang diungkapkannya, nyatanya Xpander juga punya keunggulan baik dari sisi interior maupun fitur unggulan lain yang tersemat di dalamnya. Seperti, ruang dan jarak kaki yang lapang, banyak terdapat tempat penyimpanan, dan fitur hiburan hingga perangkat keamanan berkelas.

“Sangat nyaman dan cocok untuk mobil keluarga pokoknya,” pujinya.

***

Penjualan yang Terus Melesat

Hadirnya Mitsubishi Xpander di Kota Batam, memang menjadi variasi pilihan bagi warga Batam yang hendak membeli mobil berjenis small MPV, namun dengan fitur yang mumpuni. Tak heran, penjualan Xpander di Batam juga cukup menggembirakan.

Sejak awal diluncurkan secara nasional dan gaungnya sampai ke kota ini, banyak warga Batam yang penasaran dengan Xpander. Sebagian di antaranya kemudian datang ke showroom Mitsubishi Motors di PT Pekanperkasa Berlian Motor Batam di Jalan Laksamana Bintan Blok IV Nomor 48 BB, Seipanas (depan Simpang Rujak), Kota Batam, untuk menanyakan mobil keluarga tersebut. Bahkan, ada yang langsung ingin membeli dan mengajukan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK).

“Akhirnya kami buka inden atau pemesanan Xpander sejak sebelum diluncurkan secara resmi di Batam,” ujar Raditya, Sales Supervisor PT Pekanperkasa Berlian Motors Batam.

Radit, panggilan akrabnya mengenang, saat peluncuran Xpander di Batam, tepatnya di Kepri Mall pada bulan September 2017, langsung ada SPK sebanyak 78 unit. “Itu hanya dalam 5 hari pameran,” katanya.

Setelahnya, pemesanan Xpander terus melesat. Bahkan, kata Radit, pihaknya mencatat dalam sebulan rata-rata pemesanan Mitsubishi Xpander mencapai 40 hingga 50 unit. Namun, calon pelanggan harus bersabar hingga unit yang dipesan datang. “Waktu itu kami penyerahan pertama bulan Oktober 2017, dan setelah itu peminatnya terus banyak,” tuturnya.


Staf PT Pekanperkasa Mitsubishi Motor Batam memperlihatkan interior dan kenyamanan berkendara Mitsubishi Xpander.
Foto: batampos.co.id / Ratna-Irtatik

Sampai saat ini, penjualan Mitsubishi Xpander di Batam sudah mencapai 523 unit. Itu, belum termasuk daftar antrean pemesan yang masih berjibun dan menunggu pengiriman mobil dari Jakarta. Memang, kata dia, tingginya peminat belum bisa diimbangi dengan ketersediaan unit di showroom. Karena itu, calon pembeli Xpander harus bersabar menunggu mobil idamannya datang.

“Kami harap customer tetap sabar,” ucap Radit.

Meski tinggi peminat, kata Radit, pihak Mitsubishi juga tetap memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya. Misalnya, terkait perawatan kendaraan. Pihaknya memberikan gratis service dan ganti oli selama tiga tahun atau maksimal jarak tempuh 50.000 kilometer (km). “Atau mana yang lebih dulu (tiga tahun atau 50.000 km) dari itu. Hal itu sekaligus jadi salah satu keunggulan layanan yang disukai pelanggan,” katanya.

Mitsubishi Xpander hadir dalam lima pilihan varian tipe. Yakni, GLX, GLS, Exceed, Sport dan Ultimate. Sedangkan untuk pilihan warna, ada warna baru deep bronze metallic atau warna cokelat, yang melengkapi lima varian warna sebelumnya. Yakni, quartz white pearl (putih), diamond black mica (hitam), sterling silver metallic (perak), titanium grey metallic (abu-abu), dan red metallic (merah).

Mobil penumpang yang diklaim punya DNA sebuah SUV ini memiliki dimensi yang cukup besar, dengan panjang 4.475 milimeter (mm), lebar 1.750 mm, dan tinggi 1.700 mm serta jarak sumbu roda 2.275 mm. Dari sisi ground clearance (jarak bodi bawah dengan tanah), Xpander juga merupakan yang tertinggi di kelasnya dengan jarak ketinggian 205 mm. Xpander menggendong mesin 1,5 L Mivec DOHC 16 Valve yang mampu menyemburkan tenaga maksimum 104 PS/6.000 rpm dan torsi tertinggi 141 Nm/4.000 rpm. Jangan heran jika mobil tersebut memiliki performa tangguh dan sangat bertenaga. Mesin Xpander telah memenuhi standar emisi Euro-4.

Selain itu, Xpander juga dilengkapi peredam guncangan dan suspensi shock absorber valve yang stabil dan paling nyaman di kelasnya. Ada juga peredam bunyi, sehingga membuat penumpang makin nyaman berkendara di dalamnya.

Untuk beberapa varian, Xpander juga telah dilengkapi dengan fitur-fitur baru yang modern dan makin membuat nyaman berkendara. Antara lain, cruise control, sebuah teknologi yang bisa membuat kendaraan berjalan dengan kecepatan stabil tanpa harus menerus menginjak pedal gas. “Kalau di Batam, mungkin cruise control ini bisa dicoba saat tur ke kawasan Jembatan Barelang yang jalannya panjang dan lurus,” terang Radit.

Selain itu, ada juga engine cover atau penutup mesin sehingga menambah estetik area di bawah kap mesin, audio whole cover atau penutup perangkat audio, rear AC blower, wheel cover (bingkai pelek), dan masih banyak lainnya.

Dari aspek keselamatan, Mitsubishi juga membenamkan fitur berkelas bagi Xpander. Mulai dari teknologi rise body (reinforced impact safety evolution) yang terbuat dari high tensile metal, adalah suatu rangka yang kokoh dan mampu menyerap energi benturan untuk melindungi penumpang di bagian dalam kabin. Fitur ini menjaga rangka dan bentuk interior kabin tetap utuh, sehingga tingkat keselamatan penumpang lebih besar meski terjadi tumbukan.

Yang tak kalah istimewa, pabrikan juga menyematkan beberapa teknologi untuk sistem pengereman yang membantu meningkatkan keselamatan berkendara. Antara lain, teknologi anti-lock breaking system (ABS) yang berfungsi mencegah penguncian total pada rem saat diinjak mendadak dalam posisi kecepatan tinggi atau pada saat jalan licin. Sehingga, pengendara masih dapat mengendalikan kendaraannya. Sementara, teknologi electronic brake force distribution (EBD) adalah fitur untuk mendistribusikan tekanan rem secara elektronik pada masing-masing ban sesuai kebutuhan hingga diperoleh pengereman yang efektif. Serta, brake assistance (BA) adalah fitur yang berfungsi membantu pengereman agar lebih efektif, dengan menambah tekanan rem jika pengemudi kurang dalam menekan pedal rem saat pengereman mendadak.

Tak ketinggalan, ada teknologi hill start assist (HSA), suatu fitur yang mesti dimiliki mobil bertransmisi otomatis untuk menahan kendaraan mundur ke belakang saat berada di tanjakan. HSA mampu menahan mobil selama beberapa detik saat terjadi perpindahan dari menginjak rem ke gas, sehingga mampu mengurangi risiko kecelakaan saat mobil berada di tanjakan.

“Jalanan Batam kan banyak juga yang berbukit-bukit, jadi tenologi hill start assist ini bisa sangat membantu,” ujarnya.

Begitu juga untuk menstabilkan mobil saat jalan menikung pada kecepatan tinggi, tersemat teknologi active stability control (ASC), sehingga mobil tidak mengalami under steer atau over steer. Sedangkan emergency stop signal (ESS) berfungsi untuk memberikan peringatan kepada pengendara lain baik di depan, belakang maupun samping berupa lampu hazard atau lampu sein kanan kiri menyala berkedip-kedip jika pengemudi mengerem secara mendadak, sehingga pengemudi kendaraan lain dapat menghindar dan waspada.

Tak hanya memikirkan pengendara, Mitsubishi juga peduli dengan keselamatan pejalan kaki. Karena itu, grill atau moncong depan Xpander dibuat membulat dan terbuat dari bahan non-logam yang lentur namun kuat agar lebih aman bagi pejalan kaki saat terjadi benturan dan bisa meminimalkan cedera.(*)

Pura-pura Buta, Pasangan Pengemis Diamankan Satpol PP

0

batampos.co.id – Sepasang pengemis yang kerap memohon belas kasian pengendara di persimpangan jalan diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Batam, Jumat (22/2/2019) siang. Dua pengemis ini diketahui berpura-pura buta untuk mendapat belas kasihan masyarakat, namun nyatanya sehat dan bugar.

Karena dianggap meresahkan dan menipu masyarakat pengguna jalan dengan modus pura-pura buta tadi, keduanya diangkut dan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) kota Batam untuk dibina dan ditindak lanjuti.

Sekretaris Satpol PP Kota Batam Fridkalter membenarkan hal itu. Dua pengemis yang diamankan itu terdiri seorang pria yang masih muda dan sehat serta seorang wanita yang berusia sekitar 40 an tahun yang juga dalam keadaan sehat tanpa kekurangan ataupun cacat anggota tubuh apapun.

“Mereka sehat seperti orang pada umumnya tapi mengemis. Ini yang dikeluhkan warga makanya ditindak,” ujar Fridkalter.

Tindakan itu sambung Fridkalter merupakan pengawasan rutin terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) semakin hari semakin menjamur di berbagai wilayah di Batam. Penindakan ini bertujuan untuk membina dan mendidik para gepeng agar bisa mandiri baik dengan bekerja ataupun usaha.

“Masih sehat, kuat tapi ngemis kan tak bagus juga. Tindakan ini bukan menghukum tapi mengarahkan mereka agar menjari pribadi yang mandiri nantinya,” kata Fridkalter. (eja)

Buaya Berkeliaran di Dam Duriangkang

0
Pemandangan dari udara Waduk Duriangkang.
Foto/ATB/Benny Andrianto

batampos.co.id – Masyarakat yang beraktifitas di sekitar Dam Duriangkang, Seibeduk dihimbau waspada. Pasalnya di sekitar dam itu diinformasikan berkeliaran buaya liar sejumlah buaya liar berukuran besar.

Beberapa hari terakhir ini warga pengguna media sosial heboh dengan beredarnya sebuah video yang merekam seekor buaya besar yang tengah bertengger di semak-semak yang terindikasi sebagai sarangnya di dam Duriangkang, Mukakuning.

Informasi yang beredar buaya tersebut buaya betina yang tengah bertelur. Meskipun yang terekam hanya satu ekor namun warga meyakini banyak buaya serupa berkeliaran di sana.

Ini dibenarkan oleh masyarakat yang berdiam dan sering mancing di sekitaran dam. Buaya yang berkeliaran di sekitar dam cukup banyak sebab kerap terlihat di tempat yang berbeda-beda.

“Sudah banyak orang yang nampak. Sampai ke dalam sana mereka berkeliaran,” ujar Andre, warga yang bermukim dekat lokasi dam depan Pintu Tiga Batamindo.

Pihak kecamatan Seibeduk saat dikonfirmasi mengaku akan segera tindak lanjuti temuan warga itu. Jika memang benar adanya mereka akan berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait untuk upaya pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami akan cek. Kalau benar adanya tentu akan ditindak lanjuti. Kami juga minta masyarakat untuk selalu waspada dan kurangi aktifitas di sekitar dam,” ujar Camat Seibeduk Gufron. (eja)

IMEI Ponsel Ilegal Diblokir, Tak Bisa Menggunakan Operator Telekomunikasi di Indonesia

0
ilustrasi foto: batampos.co.id / yusuf hidayat

batampos.co.id – Maraknya peredaran ponsel ilegal atau black market di Batam membua­t pemerintah akan mene­tap­kan pe­ngawasan lewat nomo­­r Inter­na­tional Mobile Equip­­ment Iden­tity (IMEI) di ma­sing-ma­sing ponsel.

Bagi ponsel dengan IMEI yang tak terdaftar sebagai produk impor resmi di Tanah Air, maka tak akan bisa menggunakan layana­n telokomunikasi seluler (provider) di Indonesia. Cara ini di­yakini dapat mencegah be­redarnya ponsel ilegal di Bata­m.

“Dari awal Bea Cukai (BC) sudah mengusulkan pengawa­san ponsel menggunakan kontrol lewat IMEI,” kata Kepala Kantor Pelayanan Umum (KPU) Tipe B Bea Cukai (BC) Batam Susila Brata, Kamis (21/2/2019).

Secara garis besar, IMEI adala­h identitas ponsel yang ditun­juk­kan lewat 16 digit angka yang ter­tera di bagian belakang di sis­i dalam ponsel. Fungsinya adalah menyimpan berbagai ma­cam data yang berkaitan dengan ponsel tersebut, terma­suk dari mana negara asalnya.

Dengan kata lain, jika IMEI sebuah ponsel tak terdaftar un­tuk masuk ke Indonesia dan belum pernah diperiksa BC, ma­ka akan diblok oleh Kemente­rian Komunikasi dan Informati­ka (Kominfo) sehingga tidak bi­sa menggunakan jaringan op­erator telekomunikasi di Indonesia.

“Kominfo juga arah­ny­a sudah ke sana, karena ba­nyak yang masuk secara ilegal. Dan kami siap bekerja sama, tap­i dilakukan sesuai kewena­ngan masing-masing,” ucapnya.

Susila mengatakan, setiap tahun BC di Kepri selalu mendapat tangkapan ponsel bekas dari negara tetangga khususnya Singapura dalam jumlah besar. BC di Karimun yang paling banyak mendapat tangkapan tersebut.

“Kalau importir smartphone (ponsel pintar) yang jujur, mereka minta Kominfo dan Kementerian Perdagangan mengenai izin masuk, nanti BC di sini hanya tinggal memeriksa saja. Kominfo juga akan mengecek nanti, jika IMEI tak terdaftar, maka langsung diblok,” jelasnya.

Terkait temuan, BC di Batam tidak terlalu banyak mendapat tangkapan karena jaringan ilegal perdagangan ponsel selalu diadang BC Karimun.

“Pada 2017, ada 87 surat bukti penindakan dan 2018 ada 35. Sedangkan barangnya mencapai 2.000 unit dan kalau kami dapat temuan akan diserahkan ke KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang),” ucapnya.

Peredaran ponsel ilegal memang dikeluhkan pengusaha di Batam. Contohnya, Abidin Hasibuan, bos Sat Nusapersada Tbk yang memproduksi smartphone Xiaomi dan lainnya. Menurutnya, keberadaan ponsel black market baik baru maupun bekas atau ponsel yang IMEI-nya tidak terdaftar di Indonesia sangat merugikan penjual ponsel resmi, khususnya yang dibuat dalam negeri.

“Sebagai salah satu produsen smartphone di Indonesia, merasa cukup dirugikan dengan masuknya hp black market di Indonesia, khususnya Kota Batam,” kata Abidin.

Dampak kerugian ini bukan hanya dirasakan Sat Nusapersada, namun juga para penjual ponsel resmi. “Saya harap pemerintah mengambil kebijakan menghentikan peredaran hp black market di Indonesia, khususnya di Batam,” tutupnya. (leo)

Remaja Aniaya Sekuriti hingga Tewas

0
Foto:batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Jajaran Polsek Lubukbaja mengamankan dua remaja, Imam Wah-yudi, 19, dan Sukri Nurdin, 20, penganiaya hingga menye-babkan Petrus Kotan tewas di Kompleks Ruko Square 91, Batuseilicin, Lubukbaja, Rabu (30/1) lalu.

Kapolsek Lubukbaja Kompol Yunita Stevani mengatakan penganiayaan ini bermula ketika Imam dan Sukri bersama empat rekannya yang lain duduk di kompleks ruko tersebut sambil minum minuman keras.

“Karena minum, kemudian pukul 04.00 WIB korban yang merupakan seorang sekuriti menegur muda-mudi yang sedang minum ini,” ujar Yunita, kemarin.

Tidak terima ditegur oleh korban, remaja itu memukul korban menggunakan kayu balok. Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian rahang dan lengan, luka memar pada bagian perut, serta telinga bagian belakang mendapat 20 jahitan.

“Korban sudah meninggal dunia pada 18 Februari kemarin, dia sempat dirawat di rumah sakit 11 hari dan juga di rumah, kemudian meninggal dunia,” tuturnya.

Atas kejadian tersebut, jajaran Polsek Lubukbaja menye-lidiki lalu mengamankan lima dari enam remaja yang terdiri dari empat remaja laki-laki dan dua remaja perempuan. Dari hasil pemeriksaan, polisi menetapkan dua orang tersangka.

“Pelaku ada dua. Sementara untuk yang lain kita jadikan sebagai saksi. Semuanya sudah kita periksa untuk dimintai keterangannya,” bebernya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 170 KUH Pidana tentang penganiayaan hingga menyebabkan tewas dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun.

Sukri mengaku menyesali perbuatannya. Dalam kejadian itu, ia mengakui bebe-rapa kali memukul korban menggunakan kayu dan ia juga mengaku pada saat itu tengah mabuk usai menenggak minuman keras. Mereka tidak terima atas kata-kata korban terhadap mereka.

“Berapa orang yang ikut mukul saya tidak ingat. Memang waktu itu kondisi saya sedang mabuk,” akunya. (egi)

Jangan Buang Sampah Sembarangan

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Bersempena Hari Peduli Sampah Nasional, jajaran Polda Kepri, TNI, bersama masyarakat mengumpulkan puluhan ton sampah yang menyumbat aliran su-ngai menuju laut di Bengkongsadai, Bengkong, Kamis (21/2).

Sampah yang dikumpulkan tersebut sebagian besar hasil dari aktivitas rumah, restoran, maupun perkantoran. Dengan mengarahkan sekitar 2 ribu orang, hanya dalam beberapa jam aliran air di sungai yang sebelumnya terlihat hitam itu menjadi lebih jernih.

“Hari ini kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli akan pengelolaan sampah,” kata Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto, Kamis (21/2).

Ia mengatakan, dengan mengajak 2 ribuan orang melakukan aksi memungut sampah, diharapkan aksi itu dapat menggugah kesadaran masyarakat.

“Besar harapan kami agar masyarakat sekitar aliran sungai ini tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri Halimansyah menyatakan sungai yang penuh sampah menandakan kepedulian masyarakat sangat kurang. Selain itu, ia menilai masih ada masyarakat yang tidak tertib sehingga membuang sampah sembarangan.

“Sebagian besar sampah yang berada di aliran sungai ini adalah sampah rumah tangga, lihat ada plastik bungkus sabun, botol plastik, styrofoam, dan sebagainya,” ujar Yan.

Yan mengatakan sampah bukan permasalahan sepele. Oleh sebab itu, dibutuhkan komitmen semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masya-rakat.

“Kerja ini tidak bisa sehari dua hari selesai. Karena sekarang bersih, besok orang buang sampah lagi. Sama saja, jadi pemerintah saya harap dapat memikirkan solusi atas permasalahan itu,” ungkpanya.

Sungai yang bersih, kata Yan, tidak hanya enak dipandang, tapi juga menjadi nilai tambah bagi Kota Batam.

“Semoga kegiatan bersih-bersih sampah ini menjadi skala prioritas pemerintah daerah. Sehingga aliran sungai maupun kawasan lainnya di Batam, bebas dari sampah,” tuturnya.

Dari pantauan Batam Pos, jajaran Polda Kepri yang kerja bakti itu juga dibantu Pemerintah Kota Batam yang menurunkan alat ekskavator untuk mengeruk sampah-sampah yang ada di sungai.

Direktorat Polisi Perairan juga mengerahkan beberapa perahu karet untuk mengumpulkan sampah-sampah yang berada di tengah sungai. Masyarakat setempat juga membantu mengumpulkan sampah di sepanjang aliran sungai menggunakan jaring.(ska)

Curi Truk Soda demi Pacar

0

HIDUP bukanlah drama. Jadi, kalau mau mengejar pacar yang sedang ngambek, Anda lebih baik naik angkutan umum. Kalau memaksakan diri, bisa-bisa nasib Anda seperti Steven Hart.

Warga Tulsa, Oklahoma, itu ditangkap polisi saat ingin mengejar pacarnya di bandara.

Ceritanya, Hart dan kekasihnya baru bertengkar. Sang perempuan pun minggat. Tak ingin kehilangan kekasih cantiknya, pria 45 tahun itu mengejar pacarnya.

Yang keterlaluan, dia nekat mencuri truk pengangkut minuman bersoda yang sedang terparkir. Namun, aksinya diketahui polisi. Hart kini harus meringkuk di penjara.(bil/c10/oni)

2 Guru SD di Batam Ditangkap saat Nyabu

0

batampos.co.id – Dua oknum guru SD negeri di Batam Ir, 40, dan Ka, 28, diamankan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, Sabtu (16/2). Keduanya ditangkap saat tengah mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu di mes sekolahnya di Batuaji, Batam.

Kabid Brantas BNNP Kepri Bubung Pramiadi mengatakan, se­lain mengamankan kedua ok­num guru itu, petugas BNNP Ke­pri juga membawa barang buk­ti berupa sabu seberat 1,4 gram milik keduanya. Mereka mengaku membeli sabu dari Kampung Aceh, Mukakuning, Batam.

Kepada petugas BNNP Kepri, Ir mengaku sudah mengonsumsi narkoba sejak 2013. Sekali membeli, Ir menghabiskan uang sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu.

Sementara Ka mengaku baru menggunakan narkoba sejak 1,5 tahun terakhir. Ka mengaku mengenal narkoba sejak bergaul dengan Ir.

“Ir itu sudah ASN (PNS, red), sedangkan Ka statusnya honorer,” ungkap Bubung, Kamis (21/2/2019).

Bubung mengatakan, kasus guru nyabu ini menjadi perhatian tersendiri bagi BNNP Kepri. Kasus ini membuktikan bahwa jumlah pecandu narkoba di Kepri terus ber­tam­bah dan dengan kalangan pe­candu yang sangat beragam.

Data di BNNP Kepri menyebutkan, saat ini ada sekitar 22 ribu pecandu narkoba di Kepri. Jumlah tersebut didominasi kalangan pelajar.

“Kami saat ini sedang mencari tahu, faktor penyebab banyaknya kalangan pelajar menggunakan narkoba,” ujarnya.

Pihaknya juga akan menyelidiki faktor penyebab kedua guru SD tersebut menjadi pecandu narkoba.

“Apakah keinginan mereka sendiri atau ada faktor X lainnya,” ungkapnya.

Bubung tidak memungkiri peredaran sabu tidak hanya menyasar kalangan berduit. Karena, dari hasil pengungkapan BNNP Kepri beberapa waktu lalu, ada warung sabu yang menjual sabu secara eceran.

“Ada uang Rp 50 ribu, mereka bisa gunakan sabu. Tentunya hal ini membuat kita prihatin. Tidak menutup kemungkinan tempat (warung sabu) itu ada di beberapa tempat,” tuturnya.

ilustrasi

Keberadaan warung sabu, kata Bubung, membantu pencandu sabu yang tidak memiliki banyak uang. Para pelajar yang memiliki uang minim, tentunya dapat memanfaatkan tempat-tempat ini.

“Oleh sebab itu, karena BNNP personelnya terbatas, kami mengajak dan meminta masyarakat, agar melaporkan apabila ada hal mencurigakan seperti pesta sabu, atau rumah-rumah yang digunakan pencandu sabu. Laporkan ke kami, yang pasti kami akan melindungi identitas pelapornya. Jangan takut,” ucapnya.

Dikira Pulang Kampung

Penangkapan dua oknum guru SD di Batuaji pada Sab-tu (16/2) lalu itu tidak diketahui banyak orang. Bahkan para murid dan guru di sekolah yang bersangkutan mengaku tidak tahu jika Ir dan Ka telah diamankan petugas.

“Kami tahunya pulang kampung. Sudah dari hari Sabtu (16/2) mereka tak masuk,” ujar seorang murid saat dijumpai di sekolah tersebut, Kamis (21/2).

Dua guru tersebut mengajar sejumlah mata pelajaran di kelas satu sampai kelas empat.

“Kadang MTK (Matematika, red), kadang yang lain juga. Campuran gitu,” ujar murid itu lagi.

Hal senada disampaikan pedagang di kantin dalam dan depan sekolah. Mereka mengaku baru mengetahui kasus penangkapan dua guru yang tinggal di mes sekolah itu setelah awak media me-ngonfirmasi ke sana. Mereka mengira dua guru itu telah pindah tugas.

“Saya tahunya malah pindah tugas. Kalau ditangkap tak tahu. Ini baru tahu,” ujar wanita yang berjualan di kantin depan sekolah tersebut, kemarin.

Sementara para guru di sekolah SD tersebut enggan mengomentari kasus yang menjerat kedua rekan mereka. Para guru yang ditemui wartawan koran ini menyarankan agar bertanya langsung ke kepala sekolah.

Saat dikonfirmasi, kepala sekolah tersebut mengatakan saat ini kedua guru masih menjalani proses pemeriksaan. “Hingga saat ini belum kembali mengajar. Kami tunggu sampai proses selesai dulu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan hal ini juga telah dilaporkan kepada Disdik Batam. Mengenai sanksi atas perbuatan kedua oknum guru tersebut, pria yang pernah bertugas di SD di Bengkong ini mengungkapkan bahwa itu menjadi kebijakan dari pimpinan.

“Kami hanya pelaksana. Selanjutnya mengenai nasib kedua oknum guru diserahkan kepada pimpinan,” tutupnya.

Pantauan di lapangan, sekolah yang berada di tengah permukiman itu jauh dari jalan raya. Lingkungan sekolah cukup sepi termasuk bangunan mes yang berderet di samping sekolah. Mes-mes tersebut semuanya berpenghuni. Namun, penghuni lainnya mengaku tak tahu terkait penangkapan Ir dan Ka.

“Memang mereka tinggal di sini. Tapi masalah itu tak tahu kami. Maaf ya,” ujar seorang penghuni mes sekolah tersebut.

Sanksi Tegas

Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada kedua oknum guru tersebut. Terutama Ir yang bersatus PNS. Sesuai aturan, PNS yang terlibat narkoba dan sedang menjalani proses hukum serta ditahan diberhentikan sementara dan menerima penghasilan 50 persen dari gaji.

“Dan yang bersangkutan tidak mendapatkan TKD sampai dengan ada putusan inkrahnya,” kata Jefridin, kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika PNS tersebut mendapatkan hukuman berupa ancaman kurungan lebih dari 4 tahun maka akan diberhentikan sebagai PNS.

“Untuk tenaga honorer jika terbukti bersalah akan diberhentikan dari tenaga honorer,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan menegaskan bahwa sanksi tegas merupakan keharusan yang harus ditegakkan. Pihaknya menilai, narkoba merupakan kejahatan yang tidak bisa lagi ditolerir.

“Apalagi pelakunya oknum guru, bagaimana dia memberikan pendidikan ke anak didiknya sementara dirinya sendiri jadi pemakai (narkoba)?” kata Hendri, Kamis (21/2).

Ia mengatakan, jika para guru tersebut merupakan pemakai narkoba, guru yang berstatus non PNS akan langsung diusulkan ke Badan Kepegawaian dan pengem-bangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Kota Batam untuk dipecat.

“Kalau yang PNS kita ikut aturannya, aturan kepegawaian seperti apa,” imbuhnya.

Berbeda jika kedua guru yang bersangkutan merupakan pengedar. Maka sanksinya harus dipecat. Baik yang berstatus PNS maupun honorer.

“Kalau pemakai kita lihat hasil (pemeriksaan) akhirnya nanti, kalau seandainya hukumannya berat di atas dua tahun, mau tidak mau pecat juga, kalau di bawah itu mung-kin ada hukuman lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BKP-SDM Kota Batam M Syahir yang dikonfirmasi soal ini enggan berkomentar. Ia meminta mengonfirmasi ke Dinas Pendidikan.

“Ke dinas dulu, yang membina langsung guru,” katanya.

Terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam Sudirman Dianto mengaku menyayangkan kasus guru nyabu tersebut. Menurut dia, kasus ini merupakan sebuah ironi bagi dunia pendidikan di Batam.

“Harusnya bisa menjadi contoh dan menjadi teladan siswa,” kata Sudirman, Kamis (21/2).
Menurutnya, kasus ini membuktikan jika narkoba sudah masuk ke lingkungan sekolah. Untuk itu, ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Batam untuk mengumpulkan guru dan memberikan pengarahan terkait hal ini.

“Ini menjadi warning bagi dunia pendidikan,” tegasnya.(ska/yui/eja/iza)

Optimalkan Potensi Wisata Batam

0

batampos.co.id – Forum Tanggung jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Batam berkomitmen terhadap pengembangan sektor pariwisata di Batam. Jika dikelola dengan optimal, potensi wisata Batam sebenarnya tidak kalah dengan daerah wisata unggulan lainnya di Indonesia.

Ketua Forum TSP Batam Johanes Kennedy mengatakan, Batam memiliki potensi wisata yang sangat besar. Terutama wisata bahari di wilayah pesisir Batam. Lokasi Batam yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia juga bisa menjadi nilai tambah yang bisa ditawarkan kepada para wisatawan.

“Inilah yang harus kita kelola bersama,” kata Johanes Kennedy, Kamis (21/2).

Pria yang akrab disapa Jhon ini mengatakan, saat ini pemerintah sudah membangun beberapa sarana penunjang pariwisata. Misalnya Pemko Batam yang telah membangun infrastruktur jalan raya yang baik. Menurut dia, jalan yang luas dan bebas kemacetan menjadi salah satu modal utama pengembangan sektor pariwisata di Batam.

“Jalan raya sudah bagus. Lebar dan mulus. Dan menurut saya sudah tidak terlalu sulit untuk mengembangkan destinasi wisata yang ada,” katanya.

John Kennedy
foto: batampos.co.id / dalil harahap

Jhon menambahkan, selain tersohor dengan destinasi wisata belanjanya, Batam juga memiliki potensi wisata bahari yang besar. Misalnya di Rempang dan Galang. Di sana terdapat pantai-pantai yang sangat indah lengkap dengan panorama bawah lautnya yang menawan.

Juga, Batam memiliki beberapa ikon wisata yang cukup populer. Salah satunya Jembatan Barelang. Namun menurut Jhon, semua potensi wisata itu belum dikelola dengan maksimal.

“Ini bukan hanya tugas pemerintah semata. Semua pihak harus bersama-sama untuk membangun Batam ini,” katanya. “Kami sudah menyusun program kerja. Saat ini sudah banyak perusahaan BUMN dan swasta yang sudah gabung, perbankan sudah hampir semua. Kami berharap akan semakin banyak lagi yang bergabung,” harapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan, pihaknya juga fokus dalam mengembangkan Batam sebagai daerah pariwisata. Dan ia mendukung penuh program TSP Kota Batam dengan programnya yang sangat nyata untuk mengembangan paririwisata di Batam.

“Memang masih banyak destinasi yang belum tertata dengan baik. Mari kita sama-sama mendorong pariwisata terus berkembang,” katanya. (ian)

Banyak Bonus & Diskon Spesial dari GT Radial

0
foto: batampos.co.id/ cecep mulyana

batampos.co.id – PT GT Auto Batam, selaku distributor ban GT Radial di Batam menyuguh-kan promo spesial selama pameran 2019 Batam Motor Show di Mall Botania 2 (MB2). Konsumen bisa mendapatkan gratis balancing dan pemasangan, gratis pengecekan kaki-kaki mobil dan gratis pengisian air aki.

”Promo ini berlaku selama pameran dan khusus pembelian atau pergantian 4 pcs ban GT Radial. Bukan hanya promo gratis, kami juga memberikan diskon spesial,” ujar Sales Promotion Girl PT GT Auto Batam, Dina.

Dina menjelaskan, ada beberapa ukuran ban dan tipe yang ditawarkan. Di antaranya untuk ukuran BL 175/65 R14 dan type champiro eco dengan harga Rp 447 ribu. Tipe ini bisa digunakan untuk Honda Brio, Toyota Agya, dan Daihatsu Ayla.

”Ada juga tipe bxt pro untuk Suzuki Wagon, Toyota Cayla, Daihatsu Sigra, dan Kia Picanto All New,” kata Dina.

Kemudian ukuran ban BL 185/70 R14, tipe champiro eco dengan harga Rp 487 ribu. Tipe ini untuk kendaraan Daihatsu Xenia, Toyota Avanza G dan Isuzu. Sedangkan tipe champiro bxt plus dengan harga 490 ribu untuk tipe Panther L.

Sedangkan ukuran ban BL 185/65 R15 tipe champiro eco dengan harga Rp 545.500 bisa digunakan untuk Toyota Avanza, Veloz, dan Suzuki Ertiga. Tipe champiro bxt pro Rp 556.500 untuk kendaraan Nisaan Livina, Honda Mobilio, dan tipe champiro gtx pro Rp 550 ribu.

Untuk ukuran ban BL 205/65 R15 tipe champiro bxt dengan harga Rp 646.500, Tipe ini untuk kendaraan Isuzu Panther, Mitsubishi Chariot, Toyota Camry. Sementara ukuran BI 235/60 R16 tipe touring A/S dengan harga Rp 764.500, ukuran BL 215/65 R16 tipe svero SUV Rp 817 ribu dan ukuran ban BI 215/55 R17 tipe savero SUV Rp 803 ribu.

”Untuk ukuran ini bisa digunakan untuk Honda HRV, Nisan Juke, Inova Reborn, dan Honda Odesey,” kata Dina.

Dina menambahkan, pihaknya juga menawarkan promo setiap pembelian ban Accelera. Pembelian produk ini mendapatkan gratis balencing dan pemasangan, gratis pengecekan kaki-kaki mobil dan pengisisan air aki. Untuk harga ditawarkan mulai dari Rp 390 ribu.

”Syaratnya, promo ini berlaku untuk pembelian atau pergantian 2 pcs ban,” tutup Dina.(ser)

Play sound