F. Cecep Mulyana/Batam Pos DIREKTUR Utama Batam Pos Candra Ibrahim (tengah) membuka 2019 Batam Motor Show di Mall Botania 2, Batam Centre, Selasa (19/2).
batampos.co.id – Bekerja sama dengan sejumlah diler, Batam Pos kembali menggelar pameran otomotif bertajuk 2019 Batam Motor Show di Mall Botania 2 (MB2), Batam Center. Pameran ini resmi dibuka Selasa (19/2) dan akan berlangsung hingga Minggu (24/2) mendatang.
Direktur Utama Batam Pos Candra Ibrahim mengatakan, kegiatan tahun ini merupakan bentuk dukungan Batam Pos dalam mendongkrak bisnis sektor otomotif di Batam. Terutama penjualan produk kendaraan bermotor.
“Terima kasih kepada peserta yang telah ikut bergabung, bersabarlah mudah-mudahan penjualan bapak ibu bisa meningkat dan terjadi tran-saksi selama pameran ini berlangsung,” harapan Candra.
Candra menjelaskan, Batam Pos selaku koran harian terbesar di Kepri akan selalu berkomitmen membantu para pelaku otomotif di Batam untuk meningkatkan penjualan.
“Batam dikenal dengan surganya otomotif, surganya elektronik, dan surga lainnya. Kini kami berusaha untuk mengembalikan kejayaan masa lalu itu. Batam Pos akan terus mendorong dengan harapan penjualan otomotif di Batam meningkat,” katanya.
Ia berharap, ke depan pameran ini akan semakin besar sehingga dampak ekonomi yang dirasakan juga semakin luas.
Sementara, Manager Event Organizer Batam Pos Herman Manggundap mengatakan, pameran ini bertujuan untuk meningkatkan peluang bertemunya produsen dan konsumen. Dan diharapkan konsumen dapat berinteraksi aktif dalam berbagi informasi tentang mobil dan sepeda motor maupun aksesoris kendaraan selama event berlangsung.
“Kegiatan pameran ini untuk menggerakkan usaha khusus-nya di bidang otomotif dalam penjualan,” kata Herman.
Dikatakan Herman, pameran menjadi salah satu strategi penjualan yang cukup efisien. Sebab dalam pameran itu akan terjadi interaksi yang lebih baik antara penjual dan calon pembeli.
“Kami percaya Batam masih bergeliat dan masih ada pangsa pasar khususnya untuk pembelian kendaraan roda dua maupun roda empat,” sebutnya.
Dijelaskan, pameran ini diikuti sebanyak 10 stand. Di antaranya peserta agen tunggal pemegang merek (ATPM) otomotif seperti Indomobil Batam (Suzuki, Nissan, Datsun, dan Hino), Honda Nagoya, dan Mitsubishi.
Selain itu, ada juga beberapa showroom motor seperti PT Prima Kawasaki dan Capella Honda. Kemudain ada penyedia aksesori kendaraan bermotor di antaranya Rawat Mobilmu, Aero Batam, GT Auto Batam, Dirt to Clean. Lalu ada peserta dari d’Sanas Perfume Halal.
Selama pameran berlangsung, seluruh peserta menawarkan promo-promo spesial yang sayang dilewatkan.(ocu)
batampos.co.id – Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai (BC) Tipe B Batam menyatakan penerapan sistem Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) tidak mengharuskan semua barang kiriman dicek fisik satu per satu. Pengecekan fisik hanya dilakukan untuk barang tertentu yang memang perlu diperiksa lebih detail.
“Ada kesalahpahaman di masyarakat. Kami memang melakukan scan barcode tapi untuk satu kantong, bukan per item. Kantor Pos sudah kami sarankan pakai karung dan mereka akan minta izin dulu sama atasan,” kata Kepala KPU BC Tipe B Batam Susila Brata saat berkunjung ke kantor Batam Pos di lantai 2 Graha Pena Batam, Selasa (19/2/2019).
Hal itu disampaikan Susila menanggapi berita Batam Pos pekan lalu terkait keluhan pelaku bisnis online yang merasa proses pengiriman barang ke luar Batam kini jadi lambat karena ada perubahan sistem di BC Batam.
Susila mengatakan, pemeriksaan fisik barang hanya akan dilakukan jika petugas mendapati hal-hal yang mencurigakan. Misalnya, menemukan barang yang mencurigakan dan tidak sesuai manifes, atau barang kiriman yang nilainya di atas 75 dolar Amerika Serikat (AS).
“Persentase pemeriksaan fisik tidak sampai 10 persen dari total barang yang masuk. Jadi, tak semua diperiksa fisik, kecuali ada kecurigaan dan berisiko,” ujarnya.
Ditambah lagi, BC sudah menerapkan sistem aplikasi risk engine. Melalui sistem ini, petugas akan bisa melakukan deteksi otomatis terhadap barang kiriman yang perlu diperiksa. Contohnya, barang-barang senilai 75 dolar AS yang harus dikenakan bea masuk sebesar 7,5 persen.
“Dulu pajak dikenakan jika barang yang dikirim nilainya 50 dolar Amerika ke atas, tapi karena untuk mendukung e-commerce maka batas minimal nilai barang dinaikkan menjadi 75 dolar Amerika. Dan ini sudah berlaku sejak FTZ diterapkan di Batam,” katanya.
Secara keseluruhan, Susila menjelaskan, sistem CEISA ini merupakan sistem yang diterapkan BC untuk mengantisipasi barang-barang yang masuk secara ilegal. Banyak pemilik barang yang bersikap tidak jujur yang kerap menyamarkan jumlah ataupun jenis barangnya agar bisa mengelabui petugas. Ditambah lagi, sistem pemeriksaan barang di Batam masih manual sehingga makin mempermudah aksinya.
“Ini ada pemeriksaan bersama kantor pusat dan BC bahwa ada barang-barang yang diberitahukan tidak benar. Dulu sistem manual sulit mendeteksi hal tersebut,” ujarnya.
DIREKTUR Batam Pos Guntur Marchista Sunan (kiri) berjabat tangan dengan Kepala KPU BC Tipe B Batam Susila Brata, saat berkunjung ke kantor Batam Pos di lantai 2 Graha Pena Batam, Selasa (19/2/2019). foto: batampos.co.id / sapna
Dalam prosesnya, sistem CEISA akan memberikan persetujuan pengiriman barang keluar dari Batam yang melalui perusahaan jasa titipan (PJT), termasuk Kantor Pos.
“Jadi, kejadian lambat itu di awal-awal. PJT kirim dokumen ke kami sedikit. Mereka wait and see. Dan ada juga hambatan di sistem komputer yang terus kami coba benahi,” paparnya.
Berdasarkan data yang dikeluarkan BC, dokumen masuk pada 1 Februari lalu sejak CEISA berlaku, ada 9.535 dokumen. Dan dokumen persetujuan yang dikeluarkan hanya 223 atau sekitar 2 persen. “Di sini proses masih adaptasi, jadi masih lambat,” paparnya.
Penambahan jumlah personel diikuti dengan peningkatan pengeluaran dokumen persetujuan pengiriman barang. Pada tanggal 13 Feb-ruari kemarin, PJT mengirim sebanyak 20.591 dokumen dan BC mengeluarkan persetujuan sebanyak 26.116 atau sekitar 127 persen setelah penambahan jumlah personel.
“Pada 18 Februari, ada 8.327 dokumen masuk dan dokumen keluar sebanyak 32.902 atau sekitar 395 persen,” jelasnya.
Secara keseluruhan, BC telah menerima 399.892 dokumen masuk dari PJT dan mengeluarkan 226.143 dokumen persetujuan pengiriman atau sekitar 57 persen.
“Sistem ini diberlakukan untuk mendukung e-commerce. Batam ini masih ketinggalan karena masih manual. Sulit kita dalam upaya mendukung e-commerce jika datanya banyak yang tak valid,” paparnya.
Sedangkan Manajer Penjualan Kantor Pos Batam Muhammad Taufik mengatakan pengiriman barang sudah mulai lancar.
Di samping itu, sempat beredar isu yang menyatakan bahwa Batam dianggap sebagai luar negeri berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bea Cukai Nomor 07/BC/2019 yang terbit pada 1 Februari lalu.
Susila mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Karena Keputusan Direktur Jenderal Bea Cukai Nomor 07/BC/2019 tersebut sama sekali tidak mengatur tentang status Batam sebagai luar negeri.
“Keputusan tersebut hanya mengatur tentang pemberlakuan sistem aplikasi CEISA barang kiriman FTZ, sehingga pelayanan barang kiriman yang sebelumnya manual menjadi online dan sama sekali tidak mengatur tentang status Batam sebagai luar negeri,” tegasnya.
Manajer Penjualan Kantor Pos Indonesia Cabang Batam Muhammad Taufik mengatakan, sistem CEISA cukup bagus, karena berguna memudahkan dan meningkatkan pengawasan dalam pengiriman barang. Ia juga berharap pihaknya bisa cepat beradaptasi dengan sistem baru tersebut sehingga proses pengiriman barang semakin lancar.
“Semuanya dapat dilihat secara transparan melalui sistem ini, jadi tidak ada permainan,” jelasnya.
Pantauan Batam Pos, ribuan paket barang yang akan dikirim ke luar Batam menumpuk di ruangan pengecekan barang Kantor Pos, Batam Center, Senin (18/2). Sejumlah petugas Kantor Pos dan BC Batam terlihat sibuk men-scan setiap barang yang akan dikirim dan mengamatinya melalui layar monitor.
Meski masih terjadi tumpukan barang kiriman, namun arus pengiriman barang melalui Kantor Pos Batam sudah mulai lancar dibandingkan sebelumnya.(leo, yun)
batampos.co.id – Protes masyarakat terhadap kebijakan bagasi berbayar membuat maskapai Lion Air Group bergeming. Alih-alih menghapusnya, Lion Air justru menaikkan tarif bagasi per Sabtu (16/2/2019) lalu.
District Manager Lion Air Group Batam M Zaini Bire membenarkan kenaikan tarif bagasi tersebut.
“Iya, itu dari pusat,” kata Bire, Selasa (19/2/2019).
Bire menyebutkan, tarif bagasi yang diberlakukan Lion Air Group memang belum final. Pihaknya masih akan melakukan evaluasi.
Kemungkinan tarif ini akan kembali berubah per Kamis (21/2) besok.
“Karena saat ini masih evaluasi, evaluasi, dan evaluasi. Kami hanya menunggu arahan dari pusat,” ucapnya singkat.
Kenaikan tarif bagasi Lion Air ini berlaku untuk pembelian paket prepaid. Besaran kenaikannya beragam untuk setiap rute. Untuk paket bagasi per 5 kilogram (kg) rute Batam-Jakarta, misalnya, sebelumnya dibanderol tarif Rp 140 ribu. Namun, kini naik menjadi Rp 175 ribu.
Begitu juga dengan tarif bagasi per 5 kg untuk rute Batam-Medan yang naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 95 ribu. Sedangkan kenaikan tarif bagasi untuk rute Batam-Pekanbaru lebih tinggi. Untuk paket bagasi 5 kg, biasanya hanya Rp 55 ribu. Namun, sekarang naik Rp 10 ribu atau menjadi Rp 65 ribu.
Untuk rute Batam-Surabaya, sebelumnya Rp 120 ribu per 5 kg saat ini naik menjadi Rp 140 ribu. Lalu rute Batam ke Padang yang sebelumnya Rp 65 ribu per 5 kg kini naik menjadi Rp 80 ribu.
Namun, tarif bagasi untuk pembelian di konter check in di bandara mengalami penurunan.
Untuk rute Batam-Jakarta, tarif per 1 kg turun dari Rp 55 ribu menjadi Rp 48 ribu. Rute Batam-Medan yang sebelumnya Rp 30 ribu, saat ini turun Rp 27 ribu per kg. sementara Batam ke Padang yang sebelumnya Rp 24 ribu, turun menjadi Rp 21 ribu per kilogramnya.
Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, membenarkan kenaikan tarif bagasi Lion Air ini. “Iya, memang ada (kenaikan),” ucapnya, kemarin.
Selain perubahan tarif bagasi, Suwarso mengatakan, ada perubahan kebijakan bagasi maskapai Sriwijaya. Ia mengatakan, pihak Sriwijaya Air menurunkan kuota bagasi gratisnya.
Untuk kelas ekonomi, kuota bagasi gratis yang biasanya 20 kg per penumpang, kini turun menjadi 15 kg saja. Lalu untuk pesawat jenis ATR, penumpang hanya mendapatkan layanan bagasi gratis 10 kg per orang.
“Sebelumnya 15 kilogram. Kebijakan baru ini berlaku di semua rute baik domestik maupun internasional,” ungkap Suwarso. (ska)
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana mengambil alih pengelolaan Pantai Nongsa. Pantai tersebut nantinya akan direklamasi seluas 400 hektare.
”Pantai Nongsa diambil alih lagi oleh pemerintah, kemudian ditimbun 400 hektare, ” ujar Wali Kota Batam Muhammad Rudi, kemarin.
Menurut dia, pengambilalihan itu sudah direncanakan jauh-jauh hari. Tujuannya agar masyarakat Kota Batam bisa menikmati liburan tanpa harus keluar biaya lagi. Sebab selama ini, tak jarang warga yang berlibur ke pantai selalu dikenakan biaya masuk.
”Setelah ditimbun, bisa menampung 400 ribu warga. Untuk masuk ke sana pun gratis,” tutur Rudi.
Ia berharap agar rencana itu segera terwujud. Apalagi melihat Kota Batam yang sedang mengandalkan sektor pariwisata. ”Saya titip, tolong jaga Batam,” tegasnya.
Selain itu, Rudi juga menyebut akan ada pembangunan dua ruas jalan tol, yakni dari Batuampar ke bandara, dan dari Kantor Wali Kota ke Mukakuning, yang dimulai 2020.
”Akan dibangun flyover di Simpang Kabil dan jalan lingkar di Jodoh. Insya Allah Batam maju pesat,” katanya. (she)
Pembacabatampos.co.id, kota yang ada di Batam akan mengalami padam listrik bergilir 3 X 3 jam per hari per area selama seminggu mulai 23 Februari hingga 1 Maret 2019, mendatang. Pasti sudah pada tahu kan…
Nah sebenarnya apa sih yang terjadi?
Sebabnya ialah Conoco Philips sebagai pemilik sumur gas di Grissik, Sumsel akan melakukan major maintanace di sumur mereka. Padahal 70 persen daya listrik batam disuplai oleh pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).
Beban puncak PLN Batam saat ini ialah 450 MegaWatt (daya ini termasuk yang diasupkan ke Bintan). Akibat perawatan sumur gas di grissik ini, PLN batam defisit daya listrik sebesar 140 MegaWatt.
Angka defisit itu setelah PLN mengangtifkan semua mesin pembangkit yang dimiliki baik PLTU maupun PLTD.
Demikian penjelasan VP Public Relation PLN Batam Samsul Bahri saat jumpa pers, Selasa (19/2/2019) pagi.
Pemadaman tak bisa dihindari sebab cadangan gas berkurang hingga 40 BBTUD.
Samsul Bahri, yang kini juga menjabat sebagai Plh Sekper PLN Batam ini, menambahkan hitungan pemadaman bergilir 3 X 3 jam perhari itu ialah hitungan terburuk.
“Tentu saja kami akan lakukan yang terbaik untuk pelanggan,” imbuh pria asli Batam ini.
Cuaca, menurutnya sangat mempengaruhi konsumsi listrik. “Kalau cuaca sejuk maka pemakaian listrik menurun. demikian sebaliknya,” tuturnya.
PLN Batam berjanji tetap memberikan perhatian kepada obyek vital seperti rumah sakit, penjara, bandara dan semisalnya.
Adapun Sales Area Head Batam PGN, Wendi Purwanto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN batam untuk mengatasi hal ini.
“Conoco Philips harus melakukan perawatan ini setelah sebelumnya pada tahun 2011 lalu juga melakukan hal serupa. Hal ini demi keandalan suplai gas kedepannya,” bebernya.
Ia memastikan semua suplai gas yang bersumber dari sumur yang sama tidak mendapat aliran gas, sama seperti PLN Batam.
Namun demikian, PGN masih memiliki cadangan gas di pipa sebesar 14 BBTUD. “Cadangan ini akan kami alirkan ke PLN Batam,” tegasnya.
PLN Batam pun telah berkoordinasi dengan perusahaan untuk menghidupkan genset mereka masing-masing selama masa perbaikan sumur gas itu.
Khasya bersama Ade petugas CCTV Dinas Kominfo Batam saat memantau situasi sebagian wilayah Batam yang sudah terpasang CCTV di kantor Kominfo Batam. F.Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Kapolresta Barelang, Kombes Hengki meminta partisipasi Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama kalangan pengusaha untuk penambahan kamera pengawas atau closed circuit television (CCTv) di sejumlah titik yang kerap terjadi aksi kriminalitas di Kota Batam.
”Saya sudah bicarakan ini dengan Wali Kota Batam agar bisa menambah fasilitas CCTv ke sejumlah titik,” ujar Hengki, Senin (18/2)..
Dia menjelaskan, pemasangan CCTv ini bisa membantu memaksimalkan pengawasan dan pemantauan pihak kepolisian. Selain itu, memudahkan petugas untuk mengetahui situasi jalanan. Menurut Hengki, idealnya di Kota Batam harus terdapat 500 sampai 1.000 CCTv yang tersebar di seluruh penjuru kota.
”Jadi kalau ada gangguan Kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) kita langsung tahu. Dan polisi lebih cepat datang ke lokasi kejadian,” tuturnya.
Menurut Hengki, pemasangan CCTv ini juga nantinya bisa memudahkan polisi untuk mengungkap kejahatan. ”Kalau ada kejahatan, bisa dijadikan petunjuk bagi polisi,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi kejahatan jalanan, pihaknya tetap memaksimalkan patroli.
”Tetap, kalau untuk patroli juga akan kita lakukan dengan maksimal setiap harinya untuk menjaga situasi kamtibmas di Kota Batam,” kata dia.
Satpol PP Siap Bantu
Pemko Batam menilai penertiban aksi remaja maupun geng motor di jalanan Batam termasuk di sekitar kawasan Engku Putri Batam Center, merupakan ranah kepolisian. Namun dalam hal ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Batam siap diturunkan.
”Kalau di jalan, soal motor domainnya polisi. Tapi kami akan bekerja sama dengan polisi,” kata Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Batam, Imam Tohari, kemarin.
Ia menyebut, peningkatan aksi remaja bermotor di sekitar Jalan Engku Putri dan Jalan Ahmad Yani Batam Center oleh remaja ini mulai terlihat meningkat dalam tiga pekan terakhir. Dan pada Minggu (17/2) dini hari lalu, terjadi kecelakaan yang menimpa dua remaja bermotor di Jalan Ahmad Yani yang mengangkat ban depan kendaraannya (standing) sehingga menyebabkan salah seorang di antaranya tewas.
Karena itu, Satpol PP akan ikut berperan. ”Kami akan koordinasikan soal ini dengan kepolisian,” imbuhnya.
Terkait pengawasan dari 20 unit CCTv yang sempat dipasang Pemko Batam pada 2017 lalu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Batam Salim mengaku, di lokasi kejadian tidak ada kamera pengintai, termasuk di Simpang Masjid Agung Batam.
”Di lokasi itu Jalan Ahmad Yani memang tidak ada. Kalau yang CCTv di atap Pemko (Kantor Wali Kota Batam), kalau malam ada kegiatan baru diarahkan ke Engku Putri, kalau tidak ada, di arahkan ke parkiran Pemko Batam,” imbuhnya.
Soal anggaran pengadaan tambahan CCTv, ia menyebut kerap diajukan namun tahun 2018 lalu belum diadakan lagi. Bahkan, tahun ini, pihaknya mendorong keterlibatan swasta untuk pengadaan.
”Yang dua lokasi itupun, belum tahu pemasangannya. Belum ada anggaran. CSR pun baru kami usulkan,” ucap dia. (egi)
batampos.co.id – Rekomendasi penundaan kenaikan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) harus segera dikeluarkan. Pasalnya, jika ini tidak disepakati, besaran tarif PPJU akan tetap merujuk pada Perda 7 tahun 2017. Di mana, untuk industri dibebani sebesar 3 persen, fasum dan fasos 6 persen, perumahan 7 persen, bisnis dan jasa 8 persen.
”Saya terus mendorong ini harus ditunda. Kondisi ekonomi sekarang betul-betul masih tahap pemulihan. Jangan lagi masyarakat terlalu dibebankan dengan kenaikan tarif PPJU ini,” ujar anggota Komisi II DPRD Batam Hendra Asman, Senin (18/2).
Diakuinya, bila melihat dari sisi pendapatan, PPJU seharusnya sudah memenuhi target dengan kenaikan tarif listrik Batam yang mencapai 45 persen. Artinya, kata Hendra, kenaikan PPJU belum terlalu penting dan pemerintah bisa memfokuskan pada sektor lain yang tidak memberatkan masyarakat.
”Rekomendasi dari DPRD sangat penting. Saya pikir ketika Pemko Batam memberikan data sesuai fakta, DPRD sebagai wakil rakyat jelas tidak akan menolak,” bebernya.
Hendra menambahkan, sepanjang penundaan tidak melanggar aturan, maka tidak ada salahnya legislatif dan eksekutif menunda.
Seorang pekerja mengganti bola lampu jalan di Jalan Brigjen Katamso arah ke Seibinti, Sagulung.. F. Dalil Harahap/Batam Pos
”Target kita secepatnya ini harus dikomunikasikan di DPRD. Kalau pertumbuhan ekonomi kita sudah di angka 6 sampai 7 persen, saya pikir tak masalah dinaikan,” jelas Hendra.
Sebelumnya, Pemko Batam mengaku belum menerima tanggapan DPRD Batam terkait usulan penundaan penerapan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2017 tentang pajak daerah. Dalam aturan ini termuat kenaikan-kenaikan pajak daerah termasuk PPJU.
”Kenaikan akan terjadi dengan sendirinya jika (usulan penundaan) tidak disetujui DPRD,” ungkap Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad. (rng)
batampos.co.id – Pencegahan korupsi di sektor swasta terus dimatangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antirasuah itu juga melibatkan negara-negara tetangga untuk mencegah korupsi di setiap kesepakatan ekonomi atau investasi.
Australia menjadi salah satu negara yang sepakat dengan kerja sama itu. Selasa (18/2/2019) kemarin Duta Besar Australia Gary Quinlan mendatangi gedung KPK untuk melanjutkan kerja sama itu. Pertemuan dilakukan seiring rencana pemerintah Indonesia dan Australia menandatangani perjanjian ekonomi dalam waktu dekat.
Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengatakan, pencegahan korupsi sektor swasta penting dilakukan untuk memastikan investasi luar negeri yang masuk ke Indonesia bersih dari korupsi. Tidak ada praktik sogok-menyogok untuk mendapatkan kemudahan sebagaimana kasus dugaan suap dari Rolls-Royce kepada mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar yang ditangani KPK.
”Kami berharap semua yang masuk ke Indonesia bisa berinvestasi dengan baik,” kata Laode setelah berdiskusi dengan Gary Quinlan di gedung KPK, Jakarta.
Selain membahas pencegahan korupsi sektor swasta, KPK dan Dubes Australia sepakat melakukan program pelatihan yang berkaitan dengan korupsi di sumber daya alam (SDA) dan investigasi keuangan.
Laode menambahkan, pihaknya juga meminta bantuan pemerintah Australia untuk menelusuri aset-aset Emirsyah Satar. Kebetulan, Emirsyah yang saat ini berstatus tersangka KPK memiliki sejumlah aset di Australia.
”Saya juga menyampaikan masalah itu kepada Dubes Australia,” paparnya.
Sementara itu, Gary Quinlan menyambut baik kerja sama itu. Dia juga berjanji membantu KPK menelusuri aset-aset Emisryah di negaranya.
”Dua negara (Indonesia dan Australia, red) memang membutuhkan kerja sama yang efektif untuk penegakan hukum,” katanya. (tyo/oni)
batampos.co.id – Kios liar simpang Barelang akan ditertibkan usai pemiliham umum nanti. Tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Kecamatan Sagulung telah menyampaikan surat peringatan kedua kepada pedagang yang masih menempati lokasi row jalan tersebut.
“Persimpangan itu mau ada pelebaran jalan. Sudah disampaikan langsung sama pak wali saat pembukaan musrembang kemarin. Saat ini dalam pengawasan. Pedagang diminta untuk segera kosongkan row jalan karena habis pemilu sudah mulai dikerjakan,” ujar Sekretaris Satpol PP Fridkalter, Selasa (19/2/2019).
Ada puluhan unit kios yang berjejer di sepanjang jalan tersebut namun beberapa diantaranya mulai dikosongkan. Tim pengawas berharap agar seluruh pedagang segera angkat kaki dari sana sebelum pemilihan umum berlangsung.
“Harapan kami mereka kosongkan sendiri tapi kalau tidak ya kami yang ditertibkan. Habis pemilu baru bisa laksanakan penertiban,” ujar Fridkalter.
Penataan akses jalan menuju simpang kawasan wisata Barelang ini dianggap perlu untuk meningkatkan daya minat wisatawan di kota Batam. Bagaimanapun sepanjang jalan Trans Barelang merupakan lokasi wisata yang cukup diminati di Batam.
“Pemerintah tengah genjot sektor pariwisata, ini juga bagian dari itu. Kalau jalan lebar dan wajah perkotaan cantik tentu baik untuk sektor pariwisata. Mari sama-sama kita dukung. Ini juga untuk kebaikan bersama untuk mengurangi kemacetan,” sebut Fridkalter.
Sebelumnya wali kota Batam Muhammad Rudi menyebutkan, jalan simpang barelang akan dilebarkan seperti akses jalan simpang Frengki. Jalur dari Mukakuning ke Barelang akan ditata ulang agar lebih lebar dan rapih. Selama ini row jalan tersebut ditempati pedagang untuk berjualan. Akses jalan jadi sempit dan kurang sedap dipandang. Warga pengguna jalan sering mengeluh karena dianggap penyebab kemacetan saat jam sibuk. (eja)
batampos.co.id – Jembatan penyebrangan air di simpang Kaveling Baru, Sagulung kembali bermasalah. Padahal baru dilebarkan pertengahan tahun lalu. Sampah rumah tangga dan semak belukar kembali menyumbat saluran air.
Gorong-gorong tersebut merupakan jalur penyebrangan air dari kelurahan Buliang, Batuaji. Pelebaran dengan pembangunan jembatan di tahun 2018 lalu guna mengurangi risiko banjir di Batuaji. Lubang gorong-gorong dibawa jalan R Suprapto Batuaji itu cukup lebar dan besar.
Informasi yang disampaikan warga sekitar, drainase induk itu kembali bermasalah sejak musim hujan akhir tahun lalu. Sampah rumah tangga seperti plastik dan botol minuman yang terbawa arus air dari wilayah Batuaji perlahan-lahan menyumbat saluran drainase. Ini diperparah lagi dengan semak belukar yang tumbuh subur diantara tumpukan sampah tadi.
“Jadinya seperti ini. Air yang mengalir jadi terhambat. Padahal besar lubang gorong-gorongnya, cuman tak dibersihkan jadi tersumbat,” kata Erisal, warga kaveling Baru, Selasa (19/2/2019).
Persoalan ini kata Erisal dipastikan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan yang seenaknya buang sampah ke dalam drainase.
“Sudah gitu perawatan (drainase) juga minim. Habis kerja ya sudah padahal seharusnya rutin dibersihkan biar tak sia-sia pekerjaan sebelumnya,” kata Erizal.
Erizal yang kesehariannya sebagai tukang ojek di simpang tiga itu mengaku, sering memergoki warga baik dari Batuaji ataupun Sagulung yang buang sampah di dalam drainase. Padahal di dekat persimpangan itu ada tempat penampungan sampah sementara dari petugas kebersihan.
Pantauan di lapangan, saat hujan kemari siang, air dari wilayah Batuaji terlihat rata menggenangi drainase utama di sepanjang jalan depan Taman Makam Pahlawan. Air yang mengalir ke seberang jalan melalui gorong-gorong sangat sedikit. Sejauh ini masih belum berdampak sebab air belum sampai meluap ke badan jalan.
Warga berharap agar instanai pemerintah terkait kembali membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat di sepanjang jalur penyebrangan air tersebut.
Camat Sagulung saat dimintai tanggapan mengaku normalisasi drainase termasuk perawatan rutin tetap jadi prioritas dalam rencana pembangunan kecamatan tahun ini. Namun pengerjaan dilakukan bertahap sesuai kekuatan alat dan anggaran yang ada.
“Yang lebih penting itu kesadaran masyarakat. Sudah banyak yang kerjakan pemerintah, masyarakat harus menjaganya dengan tidak membuang sampah ke dalam drainase. Ini yang lebih penting. Perbaikan dan perawatan tetap ada tapi tidak bisa serentak semuanya,” ujar Reza. (eja)