Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11538

Bangun Pelataran Pandang di Sekitar Jembatan Barelang

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Area Jembatan 1 Barelang akan dilengkapi pelataran pandang. Tempat ini akan menjadi fasilitas baru yang akan dinikmati oleh warga melihat view pulau-pulau dan keindahan laut dari ketinggian.

“Ada lokasi yang agak tinggi, kami akan bangun di sana,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Ardiwinata, Selasa (29/1).

Menurut dia, pelataran ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan tersebut tahun 2019 ini. Sumber anggarannya yakni Dana Alokasi Khusus Total DAK untuk Disbudpar tahun ini sebanyak Rp 2,7 miliar.

“Lokasi pelataran nanti sebelah kanan jembatan,” ucap dia.

Ardi mengatakan, total pengembangan kawasan tesebut akan berdiri di atas lahan seluas 2,6 hektar. ia mengklaim, pengembangan ini tak lepas dari upaya pemerintah mengembangkan destnasi wisata.

“Selain kami, di sana juga ada pengembangan oleh KemenPU PR terkait jembatannya (jembatan dipercantik lampu hias dan motif melayu),” imbuh dia.

Sejatinya DAK dengan total Rp 2,7 miliar terbagi dalam dua jenis, yakni DAK fisik sebesar Rp 2,2 miliar, dan nonfisik Rp 558 juta, DAK nonfisik ini akan dimanfaatkan untuk peningkatan kemampuan sumber daya manusia kepariwisataan. Seperti pemberian pelatihan bagi pemandu wisata bahari. (iza)

Jual Madu Palsu, Tiga Pengangguran Raup Keuntungan Rp 26 Juta

0
Kapolsek Sagulung AKP Dwihatmoko didampingi Kasubag Humas Polresta Barelang Iptu Rifi menggelar ekspos madu aplosan di Mapolsek Sagulung, Rabu (30/1/2019). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Polsek Sagulung bekuk komplotan penjual madu palsu. Mereka adalah St, SM dan Sp yang berhasil memperdayai salah satu pemilik kios di Sagulung dengan meraup keuntungan mencapai Rp 26 juta rupiah.

Ketiga pelaku memperdayai korban dengan dua jerigen cairan yang sebagian besar berisikan larutan gula cair. Kepada korban ketiga pelaku mengaku cairan itu merupakan madu asli dari Aceh.

“Mulanya mereka bikin skenario untuk meyakinkan korban,” ujar Kapolsek Sagulung AKP Dwihatmoko, Rabu (30/1/2019).

Dalam skenario itu, Sm dan Sp pura-pura datang bawa dua jerigen madu dekat kios korban. Setelah itu St pura-pura mendekat dan membeli beberapa botol cairan tadi dengan harga Rp 300 ribu perbotol. Melihat itu sang pemilik kios mencoba bertanya sehingga diperdayai habis-habisan oleh Sm dan Sp.

“Setelah merasa korban yakin, pelaku-pelaku ini lantas menitipkan dua jerigen cairan ini ke kios korban dengan meminta uang Rp 26 juta terlebih dahulu untuk harga cairan itu,” ujar Dwihatmoko.

Setelah kedua pelaku pergi, korban sadar bahwa dia sudah tertipu sehingga melapor ke Mapolsek Sagulung.

“Dari laporan itu kami lakukan pengembangan dan tangkap tiga pelaku ini,” tutur Kapolsek lagi.

Ketiga pelaku mengakui perbuatan mereka itu. Mereka lakukan penipuan karena sudah lama menganggur. “Ada madunya pak cuman sedikit. Yang banyak cairan gula,” kata Sm.

Meskipun tertangkap sebagai pelaku penipuan dan penjual masu palsu ketiganya mengelak jika pemain lama yang sering mengedarkan madu palsu di Batam.

“Baru pertama kali ini pak. Itupun terpaksa karena tak kerja lagi kami,” ujar Sp.

Atas perbuatan tersebut ketiganya dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancama empat tahun penjara. (eja)

Lengkapi Tempat Usaha Dengan CCTv

0
Pelaku pencurian terekam aksinya oleh CCTV. (HERU/PADANG EKSPRES/JawaPos.com)

batampos.co.id – Dalam mempermudah tugas pihak kepolisian dalam mengungkap tindak pidana maupun mempersempit kejahatan, Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengimbau kepada seluruh pelaku usaha melengkapi tempat usahanya dengan CCTv.

“Kepada pelaku usaha, saya meminta untuk memasang CCTv. Terutama kepada pelaku usaha yang buka hingga 24 jam. Dengan adanya CCTv itu, dapat membantu polisi dalam mengungkap kejahatan dengan cepat,” ucapnya.

Untuk upaya pencegahan aksi kejahatan jalanan yang semakin marak terjadi, polisi akan melaksanakan patroli rutin setiap malamnya ke sejumlah titik yang dianggap rawan di Kota Batam.

“Nanti akan kita laksanakan patroli gabungan bersama dengan Satpol PP, Ditpam maupun TNI ke sejumlah titik yang dianggap rawan kejahatan jalanan,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, Hengki mengatakan bahwa nantinya tim gabungan akan melakukan patroli dengan sistem hunting ke seluruh daerah Batam. Untuk Polresta Barelang, akan menerjunkan seluruh jajaran Sat Reskrim serta dibantu dengan personel Sat Sabhara Polresta Barelang dan jajaran polsek-polsek.

“Anggota Polresta Barelang akan melakukan giat pencegahan dengan sistem hunting. Target utama kita kejahatan jalanan, terutama begal,” katanya.

Kepada pelaku yang nantinya tertangkap melakukan tindak pidana, Hengki menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas seperti tembak di tempat.

“Kalau dia membeikan perlawanan saat ditangkap, pasti akan kita berikan tindakan tegas dengan tembak langsung,” imbuhnya.

Sebelumnya, jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang mengamankan dua pelaku pencurian brankas senilai Rp 601 juta di PT Berlian Inti Sukses, Seipanas. Pencurian ini diketahui pertama kali Sabtu, 29 Desember 2018 lalu sekira pukul 08.00 WIB.

Satu unit brankas yang berisi uang tunai sebesar Rp 601.479.000, satu unit ponsel, kunci serap kantor serta dokumen-dokumen penting lainnya dibawa kabur Jaga Sembiring, 58 dan Harles Hutajulu, 58.

Atas kejadian itu, polisi mengamankan dua pelaku pencurian dan dua penadah barang hasil curian pada Selasa (22/1/2019) dan Rabu (23/1/2019) lalu. Dalam penangkapan itu, polisi terpaksa memberikan tindakan tegas terhadap kedua pelaku karena berusaha melakukan perlawanan saat hendak diamankan polisi. (egi)

33 Provinsi Melaporkan Kasus DBD

0

Potensi cuaca ekstrem dan hujan lebat terjadi hampir merata di seluruh wilayah Indonesia. Tidak hanya membawa kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang dan tanah longsor, puncak musim hujan pun berimbas pada meningkatnya risiko Demam Berdarah Dengue (DBD).

Melansir laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang kasus DBD di awal tahun 2019, sejumlah wilayah di Indonesia sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Wilayah tersebut meliputi Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Kapuas di Kalimantan Tengah, juga Kabupaten Manggarai Barat dan Kota Kupang di Nusa Tenggara Timur.

Bahkan, data lain dari Kemenkes menyatakan, ada sebanyak 372 kabupaten atau kota yang telah melapor mendeteksi kasus DBD. Ratusan wilayah tersebut tersebar di 33 provinsi di Indonesia. Sejak awal Januari 2019 Kemenkes menerima laporan dari sejumlah daerah, ada sebanyak 11.224 orang yang terjangkit DBD. Dari jumlah tersebut, 110 orang dilaporkan meninggal dunia.

Tentang status KLB DBD, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, suatu daerah bisa menjadi KLB DBD jika terjadi percepatan pertambahan dan penyebaran kasus baru DBD dalam rentang bulan tertentu.

“Percepatan itu menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih dari kasus DBD di suatu daerah,” jelas Siti Nadia melansir laman Republika.co.id, Senin (28/1/2019).

Waspada KLB DBD meluas

Menyikapi KLB DBD yang terus meluas, Supervisor Program Medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) dr Muhammad Riedha memberikan cara pencegahan penyebaran nyamuk yang praktis dapat dilakukan masyarakat.

“Hal pertama dapat dimulai dengan membersihkan dan menguras bak mandi, perabot rumah tangga atau apapun yang berpotensi menimbulkan genangan air. Genangan air ini yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” tuturnya.

Kemudian dr Riedha juga menyampaikan tentang pentingnya penggunaan kasa atau kawat nyamuk di jendela atau ventilasi rumah.

“Cara ini pun berguna untuk menghalangi masuknya nyamuk yang berasal dari luar rumah,” jelasnya.

Selagi menghadapi puncak musim penghujan, dr Riedha mengingatkan untuk terus menjaga agar KLB DBD tak meluas, dimulai dari lingkungan keluarga terdekat.

“Sebaran nyamuk dengue ini akan semakin banyak ketika musim penghujan datang. Banyaknya area lembab dan genangan menjadi lahan subur kembang biak nyamuk.

Prinsipnya, perkembangan nyamuk dengue ini mengikuti curah hujan juga kelembaban. Cara pencegahan berkembangnya nyamuk dengue bisa dimulai dari lingkungan rumah,” pungkasnya. (*)

Sekolah Tunggu Serah Terima Gedung SMPN 56 Batam

0
Gedung SMP Negeri 56 Batam di Tiban Lama.
foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Hingga akhir Januari ini, siswa SMPN 56 Batam masih belum menempati gedung baru yang sudah rampung dikerjakan. Ini merupakan tahun keempat sekolah numpang di Gedung Serbaguna milik Kelurahan Tibanlama.

Kepala SMPN 56 Batam, Mansur mengatakan siswa belum bisa menempati gedung baru karena masih menunggu serah terima gedung dari Dinas Pendidikan Kota Batam.

“Kan harus serah terima dulu. Dari kontraktornya belum nyerahkan ke Disdik. Jadi kami tunggu dulu,” kata Mansur yang dijumpai di kantornya, Senin (28/1/2019).

Selain itu, pihaknya juga masih menunggu pemasangan air untuk kebutuhan operasional sekolah. Sedangkan untuk aliran listrik sudah rampung dipasang.

“Masih menunggu dari ATB. Karena tak mungkin juga kami belajar di sana jika fasilitas belum selesai. Kasihan juga anak- anak nanti gimana kalau air tidak ada,” sebutnya.

Saat ini terdapat 311 siswa yang bersekolah di SMPN 56 Batam. Ia berharap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ini bisa dilaksanakan di gedung baru. Ia menyebutkan ada dua kelas sembilan yang akan ikut UN 22 April mendatang.

“Mudah-mudahan bisa UN di gedung baru Saat ini masih ada sedikit lagi finishing di gedung,”ujarnya.

Untuk permasalahan pemasangan air ini, Mansur mengatakan sudah mengurus seluruh persyaratan. Saat ini pihaknya masih menunggu dokumen dari BP Batam sebagai syarat agar pemasangan bisa diproses.

“Masih nunggu PL dari mereka. Setelah itu baru ATB survey. Semoga secepatnya. Karena ini kan fasilitas umum berupa sekolah,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Batam, Hendri Arulan mengatakan pembangunan sekolah sudah rampung dilaksanakan. Sementara untuk SMPN 57 harus dilelang ulang. Karena pengerjaan tidak selesai dan dihentika.

“Alhamdulillah 56 selesai. Tinggal menunggu 57 Batam saja lagi,” imbuhnya. (yui)

Pengelola Berlakukan Ekstra Kapal Jelang Mudik Imlek

0

batampos.co.id – Menjelang arus mudik dalam menyambut tahun baru Cina atau Imlek, pengelola angkutan laut yang berada di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) siapkan ektra kapal.

“Ya itu memang sudah suatu keharusan. Ektra kapal ini guna antisipasi lonjakan pemudik yang akan Imlek bersama keluarga mereka. Paling ramai itu Selat Panjang,” kata Kabid Angkutan Laut DPC INSA Batam, Asmadi, Senin (28/1/2019).

Ia mengatakan lonjakan penumpang diperkirakan terjadi mulai tanggal 1-3 Februari mendatang. Untuk tujuan Selatpanjang sendiri ada enam keberangkatan yaitu tiga kapal berangkat pagi dan tiga lagi siang.

“Saat ini masih sepi. Namun sudah ada juga yang booking tiket. Mungkin besok (hari ini, red) sudah mulai pesan,” ujarnya.

Asmadi mengatakan untuk arus pelayaran sendiri saat ini masih aman. Ia menyebutkan ada jalur selat yang dilalui ketika ketinggian ombak cukup tinggi.

“Mereka sudah paham harus lewat jalur mana. Sejauh ini masih aman untuk pelayaran,” sebutnya.

Sementara itu Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PDS, Suherman mengatakan untuk persiapan di pelabuhan sudah berjalan dengan baik. Untuk mengurangi kemacetan saat arus mudik nanti, pihaknya tidak menyiapkan area parkir inap untuk mobil penumpang.

” Lokasi terbatas. Jadi biar lancar arus kami tak ada layanan parkir inap,” sebutnya.

Sementara itu, untuk ruang tunggu sudah cukup nyaman, mesin pindai tiket juga sudah dicek kesiapannya.

“Semua sudah aman. Tinggal menunggu arus mudik saja. Paling ramai kan tujuan Selatpanjang. Nanti juga katanya ada ektra kapal dari pengelola angkutan. Mana tahu ramai yang mudik,” lanjut Herman.

Selain itu, pihaknya juga sudah tergabung bersama grup Badan Metreologi, Klomatologi dan Geofisika untuk informasi cuaca. “Biasanya Syahbandar yang mengeluarkan kebijakan soal pelayaran ketika cuaca tidak bagus. Tapi untuk informasi kami juga dapat dari BMKG,” tutupnya. (yui)

Kue Keranjang Jelang Imlek

0
Foto: batampos.co.id / cecep mulyana0

batampos.co.id – Kue keranjang atau dodol menjadi makanan wajib masyarakat Thionghoa saat imlek. Tak hanya dimakan, kue ini juga digunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, terutama tujuh hari menuju imlek.

Kue bernama asli Nian Gao ini dibuat dari tepung ketan yang punya sifat lengket. Ini punya makna persaudaraan yang begitu erat dan selalu menyatu. Sedangkan bentuk bulat kue keranjang tanpa sudut di semua sisi melambangkan pesan kekeluargaan, tanpa melihat ada yang lebih penting dibanding lainnya dan akan selalu bersama tanpa batas akhir.

Karena itu, tak heran jelang imlek jumlah kue keranjang mulai banyak dijual pedagang-pedagang Thionghoa. Harga yang ditawarkan pun bervariatif, mulai Rp 8 ribu hingga puluhan ribu. Tergantung besar dan kecilnya.

Alie, pedagang di pasar Mitraraya Batamcenter mengatakan kue keranjang hanya ada jelang perayaan imlek. Kue tersebut memiliki makna dan harapan besar bagi warga di pergantian tahun baru cina.

“Harganya macam-macam, tergantung ukuran. Rasanya manis, lengket. Sama seperti dodol,” ujar Alie.

Menyantap kue keranjang, diharapkan sepanjang tahun itu hidup akan berjalan dengan manis penuh keberuntungan. “Ada yang makan, ada juga yang untuk sembahyang,” imbuhnya.

Menurut dia, biasanya kue keranjang disusun ke atas makin kecil. Hal itu bermakna peningkatan rezeki atau kemakmuran.
“Ya beda-beda orang cara menyajikannya,” pungkas Alie.

Banjirnya kue keranjang tak hanya di pasar-pasar tradisional, namun juga supermarket – supermarket di Batam.

UKM Dapat Dana Hibah Rp 13 Juta

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pelaku usaha kecil menengah (UKM) mikro di Batam bisa mendapatkan dana hibah Rp 13 juta. Syaratnya, usaha mereka sudah jalan minimal 6 bulan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Suleman Nababan mengatakan selain usaha yang sudah berjalan 6 bulan, syarat lainnya adalah pernah mengikuti pelatihan kewirausahaan. Hal itu dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari camat setempat.

“Rp 13 juta itu untuk setiap UKM yang memenuhi syarat. Usaha yang diberi bantuan juga harus memiliki nilai tambah,” ujar Suleman di kegiatan sosialisasi bagi pelaku usaha pemula, di Hotel PIH Batamcenter, Senin (28/1/2019).

Menurut dia, pelaku UKM yang memenuhi syarat harus mengajukan permintaan dana hibah langsung ke kementrian koperasi dan UKM RI. Sebab kewenangan dan penyeleksian ada di Kementrian tersebut. Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam hanya sebagai pihak yang memfasilitasi.

“Selama syaratnya dilengkapi, mudah-mudahan bisa lulus seleksi untuk mendapatkan dana hibah tersebut,” ujar Sule.

Dikatakannya, tahun 2018 lalu ada sekitar 16 UKM mikro yang dapat dana hibah. Karena itu, ditahun ini ia berharap ada lebih banyak UKM mikro di Batam yang bisa mendapatkan dana tersebut, mengingat jumlah UKM di Batam cukup banyak dan bervariasi.

“Dengan dana itu, diharapkan pelaku usaha pemula dapat memiliki kesempatan mengembangkan usahanya. Atau juga bisa meningkatkan mutu produksi,” tutur Suleman.

Sementara,

Kabid Penumbuhan Kewirausahaan Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM RI, Surmanto mengatakan saat ini jumlah pelaku UKM di Indonesia masih mencapai 3,79 juta orang. Ia berharap dengan adanya sosialisasi, bisa menumbuhkan usaha kecil di Batam bisa lebih baik lagi.

“Sosialisasi ini diharapkan bisa membuat UKM tumbuh lebih banyak lagi, khususnya Kota Batam,” Imbuh Surmanto.

Dikatakannya, Kementrian memberi kesempatan besar bagi pelaku usaha yang ingin menumbuhkan kewirausahaan. Setiap pelaku usaha pemula bisa mengajukan permodalan dengan syarat dan ketentuan berlaku.

“Jadi bisa mengajukan proposal ke kami, syaratnya bisa dilihat di website kementrian koperasi,” pungkas Surmanto. (she)

Administrasi Selesai, Dana Akan Cair

0
ilustrasi
foto: putut ariyotejo / batampos.co.id

batampos.co.id – Kecamatan dan kelurahan diminta untuk segera menyiapkan syarat penyaluran dana Pemberdayaan Masyarakat Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PM-PIK) dan dana kelurahan 2019.

“Arahan pimpinan (Wali Kota Batam Muhammad Rudi), secepatnya mereka harus siapkan. Mana yang sudah siap, kami akan bayarkan,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam Abdul Malik, Senin (28/1/2019) sore.

Malik mengatakan, dana PM PIK sudah dianggarkan dalam APBD Kota Batam, rata-rata perkelurahan Rp 1,3 miliar. Sementara dana kelurahan yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan sedang penyusunan penjabaran, nanti rata-rata perkelurahan mendapat Rp 300 juta dari dana kelurahan ini.

“(kedua dana ini) tidak sama keluarnya, karena sumber anggarannya berbeda,” imbuh dia.

Namun pada prinsipnya, lanjut dia, penyaluran kedua anggaran ini tergantung kecamatan dan kelurahan yang bakal mendapat dana tersebut.

“Mana yang sudah siap administrasinya, kami cairkan,” ucapnya.

Untuk PIK, Malik memaparkan mana yang ajukan lebih dulu mengajukan uang muka, kemungkinan besar penyalurannya akan lebih cepat. Uang muka yang dimaksud, dana penyaluran tahap pertama.

“Dana swakelola inikan dua tahap, pertama uang muka itu dipertanggungjawabkan dulu baru cairkan tahap duanya,” terangnya.

Sementara dana kelurahan, ia akuidan kelurahan telah disalurkan pemerintah pusat, kini pihaknya sedang berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan terkait penyaluran dana. “Sembari menunggu mereka membuat Rencana Kerja Anggaran nya,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam, Eryudhi Apriadi mengatakan kehadiran dana kelurahan mempercepat pembangunan di keluraha. “Tentu dana kelurahan ini membantu, program percepatan infrastruktur kelurahan yang sudah ada (PM PIK, red),” ujarnya.

Ia mengatakan, pelaksanaan program yang didanai oleh dua sumber anggaran ini tidak akan terjadi tmpang tindih.

“Jika (proyek) sudah didanai PIK, dana kelurahan untuk lokasi (proyek) lain,” terangnya. (iza)

Ratusan Pedagang Bongkar Bangunan Sendiri

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam tahun ini akan melanjutkan rencana pelebaran jalan di Jalan Gajah Mada atau Tiban Princes menuju Tiban Mentarau, Sekupang.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Yumasnur mengatakan pelabaran jalan tersebut merupakan salah satu mengurai kemacetan di arah Tiban ke Batamcenter maupun sebaliknya.

“Kami rencanakan tiga lajur kiri dan tiga jalur kanan. Itu kalau cukup lahannya. Namun jika tidak empat lajur dulu,” kata dia, Senin (28/1/2019).

Akibat pelebaran ini ada beberapa bangunan milik warga yang terdampak. Untuk itu pihaknya bersama camat sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar bisa merapikan bangunan sebelum pengerjaan berlangsung.

“Ini pengerjaannya bertahap. Jadi tidak langsung selesai tahun ini. Kan panjang itu sampai ke belakang. Hampir sama dengan pengerjaan jalan Simpangkuda,” jelasnya.

Saat ini proyek sudah masuk tahap lelang. Pengerjaan diperkirakan dimulai dalam waktu dekat ini. Ia menyebutkan pengerjaan menggunakan anggaran APBD tahun ini. “Mungkin Maret atau April sudah jalan. Nanti kami mulai dengan merapikan bangunan di sekitar jalan dulu,” lanjutnya.

Sementara itu, Camat Sekupang. Muhammad Arman mengatakan ada banyak bangunan yang terdampak dari pelebaran jalan. Menurutnya sosialslisasi sudah dilakukan beberapa kali.

“Seperti pencucian mobil itu. Mereka minta waktu membongkar sendiri hingga pengerjaan dimulai nanti,” sebutnya.

Arman menjelaskan pelebaran ini untuk mengantisipasi kemacetan terutama di jam padat atau waktu sibuk. Nanti pelebaran hingga Tiban Mentarau.

“Mungkin bisa jadi sampai belakang juga. Kan kemarin katanya ada rencana ring road juga,” ucapnya.

Beberapa pedangang buah juga sudah mulai memindahkan kios mereka. Tinggal menunggu bangunan permanen milik pedagang.

“Kan ada kanopi mereka juga yang terdampak. Jadi mereka suka rela bongkar sendiri,” ujarnya. (yui)