Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 11556

Yusril Akan Dilengserkan Bila Gabung Jokowi-Ma’ruf

0

batampos.co.id – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra bergabung menjadi tim ‎hukum Jokowi-Ma’ruf Amin. Banyak yang menduga ini adalah sinyal PBB mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01 tersebut.

Menanggapi hal itu, kader PBB yang juga Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Chaidir Hasan Bamukmin mengaku kecewa dengan keputusan Yusril Ihza Mahendra tersebut. Sebab, banyak para Persaudarana Alumni 212 ‎bergabung ke PBB untuk melakukan pergantian kepemimpinan Jokowi.

“Tentunya kami para caleg yang mayoritas adalah yang mengikuti ijtima ulama kedua dan ikut #2019GantiPresiden sangat kecewa, karena sudah jelas bahwa PBB deklarasi menukung PAS (Prabowo-Sandi) sesuai arahan ijtima ulama dua,” ujar Novel kepada JawaPos.com (grup batampos.co.id), Kamis (8/11).

Novel menambahkan, apabila dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) diputuskan PBB mendukung Jokowi, maka dirinya bersama dengan PA 212 dan dari Front Pembela Islam (FPI) akan keluar dari partai yang dimotori Yusril itu. Rakornas PBB rencananya akan dihelat Desember mendatang.

“Akan mengundurkan diri dari PBB saja. Pengunduran diri bukan sebagai caleg. Karena peraturan KPU tidak bisa mengundurkan diri, dan pengunduran diri dari PBB Insya Allah akan kami umumkan secara terbuka,” katanya.

Namun demikian, Novel juga ingin melengserkan Yusril Ihza Mahendra dari posisi ketua umum PBB. Pelengseran itu lewat mekanisme mahkamah partai atau musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

“Sikap kami ini tetap untuk melengserkan YIM (Yusril Ihza Mahendra), walaupun secara pribadi lawyer sah-sah saja siapapun yang dibelanya. Namun Yusril adalah ketua umum partai Islam, sehingga kalau urusan pribadi menyimpang dengan syariat Islam, maka harus tegas dikenakan sanksi tegas,” pungkasnya.

Sebelumnya, ‎Yusril Ihza Mahendra ‘blak-blakan’ mengaku menjadi lawyer pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Dia pun mengaku menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf Amin secara cuma-cuma. (gwn/JPC)

Natuna Bentuk Kampung KB di Setiap Kecamatan

0

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Natuna, Wan Siswandi mengatakan, pada 2016 lalu, Pemerintah Kabupaten Natuna sudah membentuk satu kampung keluarga berencana (KB) yaitu di Desa Tanjung.

Pada 2018 di tiap-tiap kecamatan sudah terbentuk.

“Kampung KB dibentuk untuk meningkatkan kualitas manusia, diawali dengan pemberian gizi yang baik, sehingga tidak terjadi kelahiran stunting,” ujar Siswandi saat memimpin rapat Koordinasi pengelolaan kampung keluarga berencana (KKB) tingkat Kabupaten, di Aula Kantor Bupati Natuna, Rabu, (7/11/2018).

Menurut Siswandi, diperlukan upaya ekstra mendukungan para pemangku kepentingan dan mitra kerja. Seperti Puskesmas, Dinas Sosial, Camat, Binmas, dan Babinsa. Di mana mereka bersama-sama mendukung pelaksanaan program pengelolaan KKB.

“Bukan hanya mendukung, tetapi harus bersinergi, mengatasi masalah stunting, kebersihan, dan lingkungan hidup,” ujar Siswandi.

Siswandi menyebutkan, kampung KB dibuat untuk melayani kebutuhan masyarakat dalam membangun dan merencanakan keluarga, mendukung program pemerintah. Selain itu, Natuna saat ini menjadi perhatian semua elemen, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

“Kampung KB akan terus dievaluasi supaya ke depannya mendapat hasil yang nyata,” ujarnya.(arn)

KPUD Anambas Tunggu Kepastian Pengiriman Logistik

0

batampos.co.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kepulauan Anambas Jupri Budi, mengaku belum tahu kapan waktu kedatangan logistik untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presisen serta logistik Pemilihan legislatif.

Pihaknya baru tahu setelah Rapat Koordinasi di Provinsi. Menurutnya, Anambas merupakan daerah perbatasan maka hendaknya logistik pemilu dibawa menggunakan kapal berukuran besar seperti Bukit Raya. Kapal tersebut diprediksi lebih aman. Apalagi saat ini sudah mulai musim utara. Cuaca sudah menunjukkan tidak stabil.

“Pengangkutan logistik pemilu menggunakan kapal pelni. Tapi mengenai kapan, belum tahu. Setelah Rakor, nanti kita sampaikan hal itu,” ungkap Jupri Budi, Rabu (7/11/2018).

Ia juga mengatakan, saat ini dirinya masih mengikuti rakor dengan KPU Provinsi Kepri sampai 8 November 2018. Berdasarkan data, saat ini di Anambas terdapat 150 Tempat Pemilihan Suara (TPS). Sementara untuk bilik suara akan menyesuaikan dengan jumlah TPS.

Menurutnya, seperti pemilu sebelumnya, begitu logistik tiba, maka akan akan disimpan di kantor KPU dan akan dijaga oleh pihak keamanan.

Karena banyak pulau, maka saat pendistribusian logistik nantinya pihaknya akan mengerahkan potensi yang ada agar target pendistribusian logistik tepat waktu seperti penggunaan transportasi moda laut antar kecamatan dan desa di anambas.

“Kita akan gunakan pompong saat pendistribusian logistik itu nanti,” tutup dia. (sya)

Vicky Prasetyo Ikhlas Cerai dengan Angel Lelga

0
Vicky (kiri). Foto: Yuliani NN/JawaPos.com

batampos.co.id – Mediasi sidang perceraian Vicky Prasetyo dan Angel Lelga gagal. Lantaran, setelah tiga kali dipanggil, Angel Lelga menolak hadir. Vicky pun pasrah akan nasib rumah tangganya. Menurut Vicky. hak Angel Lelga untuk tidak hadir mediasi.

“Itu hak dia (Angel Lelga). Kita nggak bisa memaksakan kehendak orang lain,” kata Vicky Prasetyo saat ditemui di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan, Kamis (8/11).

Namun, Vicky menegaskan bawa dia juga ingin proses perceraian segera selesai. Dia bahkan mengatakan jika memang harus berpisah, dirinya lah yang paling ikhlas atas perceraian.

“Saya nggak mau bicara munafik. Kalau ada jodoh kembali, nggak ada yang tahu kan. Tapi, kalau harus berpisah pun, saya orang paling ikhlas pada perpisahan ini,” lanjut Vicky.

Kendati demikian, Vicky menyayangkan apabila maksud Angel tak pernah hadir sidang mediasi agar perceraian segera tuntas. Padahal, menurutnya, komunikasi adalah kunci dari sebuah hubungan.

“Tapi kalau memang mau lebih cepat cerai dan lebih clear permasalahannya, memang harus dateng dan berkomunikasi maunya apa. Kan kalau pisah sama-sama sepakat lebih cepat daripada seperti ini,” tukas Vicky.

Sidang perceraian Vicky Prasetyo dan Angel Lelga akhirnya lanjut ke agenda berikutnya, yakni masuk ke materi perceraian dan saksi. Lantaran, tiga kali kesempatan mediasi, pihak Angel Lelga tak kunjung hadir. (yln/JPC)

Wisata Pantai Lingga Menjanjikan

0

batampos.co.id – Kabupaten Lingga terus berbenah, salah satunya bidang pariwisata. Mereka berusaha menata tempat wisata yang ada terutama di Pulau Singkep yang kini menjadi lirikan sejumlah pengusaha untuk dijadikan kawasan wisata.

Karena Singkep adalah daerah kepulauan, wisata yang paling diminati adalah wisata bahari. Apalagi kawasan pantai di Singkep tidak kalah dengan kawasan wisata lainnya yang ada di luar daerah.

Pantai Singkep yang panjang memiliki butiran pasir halus yang putih, memanjakan setiap orang yang berjalan dan menikmati keindahan pantai di Pulau Singkep.

Salah satu lokasi yang saat ini telah dijadikan kawasan wisata adalah kawasan pantai di Desa Lanjut. Setidaknya ada tiga pemilik lokasi telah membuka kawasan itu menjadi kawasan wisata yang ramah bagi siapa saja yang berkunjung ke pantai tersebut.

“Ada Pantai Payung, Pantai Marquez dan baru buka lagi pantai milik Abdul Gani Atan Leman,” kata Ramat salah seorang warga lanjut yang senang wilayahnya lebih berkembang dengan kawasan wisata, Rabu (7/11/2018) pagi.

Tiga pantai atau kawasan wisata yang baru saja buka itu bahkan telah menyedot sejumlah wisatawan lokal untuk menikmati keindahan pantai yang ada di sana. Selain itu, ketiga kawasan juga menjual spot yang sangat digandrungi masyarakat untuk berfoto, dan sering ditampilkan di media sosial.

Terlebih pantai milik Abdul Gani Atan Leman yang belum dibuka untuk umum ini, rencananya akan diperuntukkan bagi wisatawan manca negara yang hendak menghabiskan waktu di Pulau Singkep. Saat ini, Gani telah membangun sejumlah pondok dan villa serta bangunan utama diperuntukkan bagi pengunjung agar dapat bersantai.

“Selain itu kami juga akan menyiapkan sejumlah fasilitas lainnya agar wisatawan lebih nyaman tinggal di sini,” ujar Gani.

Saat ini Gani sedang membangun pelantar yang menjorok jauh ke laut. Walau menelan anggaran besar, pelantar ini nantinya akan digunakan bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu untuk bersantai terutama bagi pengunjung yang suka memancing ikan. (wsa)

Perjuangan Karyawan PT Nagano Dapatkan Hak

0

batampos.co.id – Puluhan karyawan PT Nagano masih bertahan menjaga aset perusahaan yang berada di kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Seibeduk. Semenjak ditinggal begitu saja oleh pihak menajamen ke Jepang awal September lalu, mereka memutuskan untuk tetap menjaga aset perusahaan asal Jepang itu agar tidak keluar dari lokosi perusahaan.

Itu dilakukan karena gaji bulan Agustus dan hak-hak mereka yang lain belum dibayar oleh pihak manajemen. Total tunggakan yang belum dibayar pihak manajemen mencapai Rp 5,5 miliar.

“Tapi belum ada hasil juga. Sampai hari ini belum dibayar sepeserpun,” ujar Hamida, seorang karyawan di lokasi perusahaan, Selasa (6/11).

Hamida dan puluhan karyawan lain memilih bertahan menjaga aset karena mereka sangat membutuhkan uang dari tunggakan gaji dan hak-hak mereka itu.

“Bukan sedikit angkanya. Per orang untuk yang kerja diatas sepuluh tahun diatas Rp 100-an juta pasangonnya,” ujar Hamida.

Meskipun sudah dua bulan berlalu, mereka masih menggantungkan harapan agar hak-hak mereka segera dipenuhi oleh pihak manjemen.

“Kami nggak nyerah mas. Karena ini harapan satu-satu buat lanjutin hidup kami kedepan. Kalau kerja di PT lain tak bisa lagi karena umur sudah tak memungkinkan lagi. Kalau dibayar tunggakan ini, kami bisa buka usaha atau modal buat pulang kampung,” kata Hamida yang diiyakan rekan-rekannya yang lain.

Selama dua bulan terakhir ini kata Hamida mereka silih berganti berjaga di depan perusahaan. Malam hari dijaga oleh kaum pria dan siang hari kaum wanita.

foto: batampos.co.id / adil

“Masih kerja kami sepertinya karena bagi tiga shift untuk jagain aset ini. Kalau tak jaga nanti diambil diam-diam,” ujar Hamida.

Situasi mereka saat ini kata Hamida sudah cukup sulit. Karena tak berpenghasilan lagi mereka tidak lagi membuka dapur umum di depan perusahaan seperti sebulan sebelumnya. Itu karena pasokan makanan dan minuman yang disediakan secara bersama sudah habis. Sebulan belakangan mereka harus bawa bekal masing-masinga dari rumah untuk makan di lokasi perusahaan.

“Bawa bontot (bekal, red) sekarang mas. Tak ada modal,” ujarnya.

Selama menjaga aset perusahaan, karyawan khususnya kaum ibu-ibu mengisi kesuntukan dengan merangkai tas atau topi dari benang agar bisa dijual.

Pantuan Batam Pos siang kemarin, Hamida dan empat rekannya yang lain terlihat sibuk merangkai benang yang dibeli dari toko untuk membuat tas ataupun topi dan aksesoris lainnya.

“Biar tak ngantuk. Habis kerjanya cuman duduk jagain gini aja,” kata Hamida.

PUK FSPMI PT Nagano Sari Astuti, mengakui sampai siang kemarin belum ada etikad baik dari pihak manajemen atas hak-hak mereka. Bahkan janji piham manajemen mengirimkan sejumlah uang untuk pembayaran gaji bulan Agustus juga belum ditepati.

“Belum ada sama sekali mas,” ujar Sari.

Sari menambahkan, saat ini keadaan ekonomi puluhan karyawan di sana sudah sangat sulit. Sebagian karyawan yang masih berstatus kontrak ada yang mulai menyerah. Mereka memilih untuk mencari pekerjaan lain dan pulang kampung. Sementara karyawan tetap tidak punya pilihan lain selain bertahan menjaga aset perusahaan yang nilainya hanya sekitar Rp 500 juta itu.

“Sampai hari ini aset belum ada yang keluar satupun. Semoga secepatnya ada yang mau beli sehingga uangnya bisa dibagi untuk kami semua,” ujar Sari.

Disinggung tentang perhatian pemerintah dalam hal ini Dinas Ketenaga Kerjaan kota Batam, karyawan disana mengaku sepertinya tak ada lagi. Pihak Disnaker sibuk saat awal kejadian saja. Belakangan sudah tidak diperhatikan lagi. “Sekarang jarang ke sini. Komunikasipun tidak ada lagi. Nggak tahu lagi harus bagaimana nasib kami ini,” kata Hamida.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, 54 karyawan PT Nagano ditinggalkan begitu saja oleh pihak manajemen. Pihak manajemen kabur begitu saja ke Jepang sejak, Rabu (4/9) lalu. Karyawa ditinggalkan begitu saja tanpa terlebih dahulu membayar tunggakan gaji bulan Agustus dan pasangon. (eja)

Pemko Batam Bagikan 6 Ribu Paket Sembako Murah

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bagikan 6.000 paket sembako murah kepada warga Kecamatan Batam Kota. Sembako bersubsidi itu ditebus warga seharga Rp 50 ribu dengan perkiraan harga pasar Rp 99.650.

Sekretaris Camat Batam Kota, Tri Eka Jauhari paket sembako murah yang didistribusikan terdiri dari Beras 5 Kg, Minyak Goreng 2 liter dan Gula 1 Kg dengan total 6.000 paket. Pembagian sendiri dilakukan secara bertahap.

“Hari ini ada dua titik di daerah Batam Kota, pasar Mega Legenda mulai pukul 09.00 WIB dan Taras mulai pukul 10.00 WIB,” kata Tri, Rabu (7/11).

Ia menjelaskan dari dua titik bazar sembako murah, ada ribuan paket sembako yang siap dipasarkan bagi masyarakat. Untuk di pasar Mega Legenda sebanyak 2.500 paket sembako. Kemudian di Taras ada 3.500 paket sembako.

Pantauan di lapangan, Sejak pukul 08.00 Wib masyarakat sudah berbondong-bondong memadati tenda bazar sembako murah di Pasar Mege Legenda. Hadir juga lurah Baloi Permai Novian Hendri beserta perwakilan dari disperindag.

Salah seorang warga Batam Kota, Sutina mengaku mendapat informasi bazar sembako murah dari lingkungan RT tempat tinggalnya.

“Saya tau informasinya dari semalam, RT saya memberi tahu ke warga kalau ada bazar,” katanya.

Ibu dua anak itu mengaku senang dengan adanya program sembako murah Pemko Batam, meskipun jarak harga tidak terlalu jauh tetapi sedikitnya bisa mengurangi beban belanja masyarakat.

“Sangat membantu mas. Apalagi lihat kondisi ekonomi sekarang. Harapannya tiap tahun ada seperti ini,” katanya. (rng)

Pemilik Ruko Tolak Jukir

0

batampos.co.id – Penarikan retribusi parkir di luar kawasan parkir berbayar terus disoroti. Di Batuaji dan Sagulung, penarikan retribusi parkir oleh jukir pada lokasi-lokasi yang ramai terus bertambah dari waktu ke waktu. Ini dipertanyakan masyarakat sebab klaim Dishub Batam bahwa target retribusi parkir tahunan tidak terpenuhi dianggap tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

”Kalau dilihat kenyataan di lapangan, seharusnya tercapai (target retribusi parkir, red). Satu komplek pertokoan bisa tiga empat jukir. Pindah parkir harus bayar lagi karena toko sebelah ada jukir lain lagi,” ujar Dharmansyah, warga Batuaji saat dijumpai di kompleks pertokoan Tunas Regency, Sagulung, kemarin.

Keberadaan jukir di kompleks pertokoan banyak ditolak pemilik toko atau pelaku usaha yang halaman toko atau tempat usahanya ditempatkan petugas parkir. Alasan penolakan mereka karena keberadaan jukir tersebut dianggap penghalang usaha mereka.

Pemilik toko di deretan Ruko Tunas Regency, Sagulung misalkan, belakangan ini berseteru dengan jukir yang telah menjamur sejak dua bulan belakangan ini. Mereka menolak jukir karena dikomplain pelanggan mereka. Apalagi keberadaan jukir tersebut juga tidak teratur. Dalam satu kawasan yang sama terdapat banyak jukir sehingga pelanggan atau pengunjung harus bayar dobel jika berpindah ke toko lainnya. Apalagi jukir juga tidak menyediakan karcis parkir.

”Inilah alasan kenapa kami tolak. Entah kemana uang itu nanti. Masya-rakat komplain karena tak jelas jukir ini. Karcis tak ada, bisa saja uang ini dipakai buat kepentingan pribadi mereka. Kalau pelanggan komplain kami (pemilik toko) tentu komplain juga. Ini mempengaruhi usaha kami. Orang malas datang ke sini lama-lama,” tutur Supardi, pemilik salah satu toko di Tunas Regency.

Sejak awal, sambung Supardi, sebenarnya mereka menolak jukir karena dianggap bisa menghambat usaha mereka. Namun karena diinformasikan bahwa penempatan jukir itu atas kebijakan Dishub Batam, maka mereka tak bisa menolak. Namun belakangan ulah para jukir itu malah meresahkan sehingga mereka bertekad menolak jukir di sana.

”Pengelolah tempat hiburan di sebelah kemarin berantam sama petugas parkir itu. Ya itu tadi masalahnya, pelanggan mereka komplain karena ada jukir di mana-mana di sepanjang ruko ini,” tuturnya.

Senada disampaikan pengu-saha atau pemilik ruko di simpang Pasar Sagulung. Mereka merasa tak nyaman dengan hadirnya sejumlah jukir di depan pertokoan mereka. Alasannya sama, jukir enggan menyediakan karcis parkir, sehingga harus membayar lagi jika berpindah ke halaman ruko lain.

”Sudah gitu kadang siluman juga jukir ini. Orang datang parkir tak kelihatan, tapi saat keluar baru nongol sambil sodorkan tangan. Ini kan tak betul. Kendaraan orang hilang atau rusak nanti kami yang punya toko juga yang dikomplain,” ujar Hendi, pemilik toko di kawasan itu. (eja/ian)

Pungut Parkir Tanpa Karcis Termasuk Pungli

0

batampos.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam menegaskan bahwa juru parkir (jukir) yang tidak memberikan karcis kepada pemilik kendaraan saat parkir termasuk kategori pungutan liar (pungli). Dengan demikian, pihak kepolisian dan Saber Pungli berhak menangkap jukir yang tidak memberikan karcis kepada warga yang sedang parkir di pinggir jalan.

”Ya, memang jelas, parkir harus ada karcis. Kalau tidak ada, maka itu pungli sehingga bisa masuk pidana,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura, Rabu (7/11).

Nyanyang mengatakan, saat ini banyak pengaduan mengenai banyaknya oknum jukir yang tidak memberikan karcis. Untuk itu, ke depannya masalah perparkiran ini akan terus dilakukan penataan. ”Jadi masih akan terus dievaluasi. Bagaimana mengenai parkir ini makin tertata. Tetapi intinya kalau tidak ada karcis tak usah dibayar dan bisa dilaporkan ke polisi,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Pansus Perda Parkir DPRD Batam, Udin P Sihaloho. Ia menegaskan dalam Perda Nomor 3 Tahun 2018 tentang penyelenggaraan dan retribusi parkir di Kota Batam, jelas disebutkan bahwa retribusi parkir harus dilengkapi karcis. Jika tidak ada karcis maka warga tidak perlu membayar parkir.

”Jadi tegas bahwa memang kalau tidak ada karcis tetapi masih pungut retribusi maka itu adalah pungli. Dan memang bisa ditindak pidana itu,” kata Udin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Rustam Effendi juga mengatakan bahwa juru parkir dilengkapi dengan karcis parkir.
Dimana operasional parkir juga terbatas. ”Kalau memang tak ada karcis memang tidak usah dibayar. Itu ketentuan yang ada, dan memang itu masuk pungli,” sebutnya.

Rustam mengatakan, beberapa kali pihaknya sudah melakukan penertiban dan razia terhadap oknum jukir yang bekerja tidak sesuai ketentuan. Terakhir adalah penangkapan beberapa jukir di kawasan Nagoya yang memungut retribusi parkir di atas jam 22.00 WIB.

”Kita terus melakukan razia dan akan tetap melakukan razia. Kita juga berupaya terus menata dan memperbaiki sistem perparkiran di Batam,” terangnya.(eja/ian)

Kunjungan Balasan Batam Pos ke Polda Kepri

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Tim Batam Pos melakukan kunjungan balas ke Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budi Revianto, Kamis (8/11/2018).

Adalah Direktur Batam Pos, Guntur M Sunan ditemani Pemred, M Iqbal yang bekunjung ke Mapolda Kepri.

Tim Batam Pos didampingi oleh Manager Pemasaran, Herianton, dan Manager Iklan, Try Agus; serta Manager SKI Batam Pos, Riza Fahlevi.

Adaou Kapolda Kepri didampingi Wakapolda Brigjen Pol Yan Fitri serta Kabid Humas Kombes Pol S Erlangga.

Pada 31 Oktober lalu Kapolda dan rombongan berkunjung ke Graha Pena, kantor Batam Pos. (ska)