Minggu, 28 Juni 2026
Beranda blog Halaman 11585

Harta Mantan Bupati Bangkalan Dilelang Secara Online, Nilainya Mencapai Rp 63,28 Miliar

0

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang barang rampasan terpidana kasus korupsi dan pencucian uang mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron. yang mencapai Rp 63,28 miliar terdiri atas barang bergerak dan barang tidak bergerak.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, menyampaikan jumlah barang rampasan dari Fuad Amin yang akan dilelang instansinya sebanyak 14 objek lelang. ”Barang yang dilelang mulai dari tanah, rumah, apartemen, dan sepada motor,” terang Jumat (17/5/2019)

Febri mengatakan, dari total Rp 63,28 miliar barang yang dilelang, objek lelang dengan nilai paling tinggi adalah tanah dan bangunan seluas 2.345 meter persegi. Objek lelang tersebut berupa rumah dua lantai yang beralamat di Jalan Cipinang Campedak II, Kelurahan Cipinang Campedak, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Berdasar data dari KPK, objek lelang itu tercatat atas nama H. Kusnadi. ”Dengan nilai limit Rp 33,63 miliar,” ungkap Febri. Lantaran sudah lama kosong, rumah tersebut tampak kurang terurus. Namun demikian, nilainya tetap besar. Selain luas, letak rumah itu juga turut berpengaruh.

Mantan Bupati Bangkalan, Fuad Amin Imron, usai diperiksa penyidik KPK, beberapa waktu lalu. KPK bakal melelang barang rampasan Fuad Ali Imran yang mencapai Rp 63,28 miliar. Foto: Hendra Eka/jawa pos

Di samping rumah tersebut, 13 objek lelang barang rampasan dari Fuad Amin terdiri atas sembilan apartemen, tiga bidang tanah, dan satu unit sepeda motor. Febri menjelaskan bahwa seluruh objek lelang tersebut dilelang lewat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta III.

Dengan metode penawaran lelang secara online. ”Tanpa kehadiran peserta lelang dengan menggunakan aplikasi lelang via internet,” imbuhnya. Mantan Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu menyebutkan, laman website yang bisa diakses oleh peserta lelang adalah https://lelang.go.id.

Dia pun mengungkapkan bahwa lelang dibuka sejak pengumuman disampaikan oleh dirinya kemarin sampai akhir bulan ini. ”Dengan penutupan penawaran lelang pada hari Selasa, 28 Mei 2019 pukul 11.00 waktu server aplikasi lelang,” bebernya.
Untuk melihat objek lelang secara detail, KPK sudah memajang semua objek lelang di website mereka.

Yakni www.kpk.go.id. Sebelum membuka lelang barang rampasan dari Fuad Amin kemarin, lembaga antirasuah sudah melelang barang rampasan dari Fuad Amin lainnya. Yakni barang rampasan yang ada di Surabaya, Jawa Timur. Dari total delapan objek lelang, tiga di antaranya laku terjual. (syn)

Alumni Lemhannas Taplai Kepri Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Darul Aitam Batam

0

batampos.co.id – Alumni Lemhannas Taplai Kepri Republik Indonesia (ALTKRI) menggelar buka puasa bersama yang disejalankan dengan Bakti sosial bersama anak yatim piatu di Panti Asuhan Darul Aitam, Batam Center, Jumat (17/5/2019) sore.

Ketua Umum ALTKRI, Razaki Persada, mengatakan kegiatan tersebut sebagai bentuk rasa syukur dan implementasi nilai-nilai kebangsaan Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, terutama untuk masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Umum ALTKRI, Razaki Persada, menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen dari seluruh pengurus hingga anggota ALTKRI sebagai organisasi masyarakat yang benar-benar peduli dan memperhatikan sesama.

“Kegiatan ini juga sebagai bentuk menjalin silaturahmi dan berbagi rezeki kepada sesama yang membutuhkan. Dengan adanya kegiatan ini semoga kedepannya bisa memberikan manfaat ke seluruh anggota ALTKRI dan masyarakat,” jelasnya.

Alumni Lemhannas Taplai Kepri Republik Indonesia (ALTKRI) berfoto bersama Pimpinan dan anak-anak Panti Asuhan Darul Aitam. Foto: Dokumentasi ALTKRI untuk batampos.co.id

Sementara itu, Muhammad Khotib, Pimpinan Panti Asuhan Darul Aitam, mengapresiasi bakti sosial para ALTKRI yang telah mau berkunjung dan mengelar buka bersama anak-anak Yatim Piatu di tempatnya.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan Ibu dari Lemhannas ini, yang telah bersedia mengunjungi kami dan mengelar Buka Puasa Bersama anak-anak kami,” ujarya.

Menurutnya, kegiatan itu sangat berarti bagi Panti Asuhan Darul Aitam. “Semoga Bapak dan Ibu selalu diberikan kemudahan rezeki, kesehatan dan sukses dalam pekerjaan dan usahanya masing-masing. Amin,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Alumni Lemhannas Taplai Kepri Republik Indonesia menyerahkan santunan untuk operasional panti asuhan serta bantuan sembako dalam bentuk beras, minyak goreng, mie instan, telor, susu, perlengkapan mandi hingga keperluan wanita.(*)

Server Lelet, Orangtua Cemas Anaknya Tidak Bisa Sekolah

0

batampos.co.id – Sistem pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online atau daring yang diterapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Batam sulit diakses atau lelet. Hal ini membuat ratusan berkas siswa terkendala untuk diunggah ke sistem PPDB.

Ketua PPDB SMPN 3 Batam, Ami, mengatakan, memang ada kekhawatiran ratusan pendaftar tidak masuk di sistem karena operator kesulitan mengunggah data siswa. “Dari 400 pendaftar, baru puluhan yang bisa diunggah karena sistemnya lelet,” kata dia, Jumat (17/5/2019).

Ia menjelaskan, untuk proses ukur jarak tidak ada kendala. Namun, ketika operator harus memasukkan data pendaftar, sistem menjadi lambat. “Beberapa kali gagal juga. Tapi operator terus berupaya untuk menginput. Kadang sore, bahkan sudah dicoba malam hari juga,” sebutnya.

Orangtua calon siswa mendaftarkan anaknya di SMPN 47 Batam di Sekupang, Jumat (17/5/2019). Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Ami berharap di sisa waktu pendaftaran, sistem online bisa berfungsi dengan baik. Sebab, sekolah harus meranking siswa yang diterima berdasarkan jarak. Sejauh ini, berdasarkan perhitungan jarak menggunakan Google Maps, jarak paling jauh itu sekitar tiga kilometer dan paling dekat 100 meter.

“Kalau tidak bagus juga tentu harus manual. Namun demikian, kami tetap berharap sistem bisa bekerja cepat agar PPDB berjalan dengan lancar,” harapnya. Hal yang sama terajadi di SMPN 47, Marina. Server PPDB down sejak, Kamis (16/5/2019). Server tidak stabil sehingga memakan waktu bisa sampai satu jam hanya untuk memasukkan data satu peserta.

Hal ini dikeluhkan salah seorang orangtua calon siswa, Anita. “Lambat kali prosesnya. Padahal banyak yang antre. Bisa satu jam hanya untuk satu orang saja. Sudah mau tiga jam saya nunggu di sini tapi belum juga dapat giliran,” katanya.

Kendala itu ternyata juga dikeluhkan panitia. Selain menyita waktu, panitia juga kerap menerima komplain dari pendaftar. “Kadang bisa hang total. Untung ini masih bisa jalan walaupun lola (loading lama). Kemarin malah sempat berhenti total hampir dua jam. Kerjaan jadi lanjut sampai sore jadinya,” ujar seorang panitia PPDB di loket input data.

Ketua panitia PPDB SMPN 47, Jazin, mengakui adanya kendala teknis tersebut. Namun, dia memastikan proses input data tetap berjalan sampai tuntas hingga 30 peserta per harinya.

“Tetap terlayani cuma mungkin agak lambat. Sehari kita batasi 30 peserta sesuai nomor urut yang sudah didapat sebelumnya,” ujar Jazin. Kepala Disdik Batam Hendri Arulan mengatakan, karena sistem online menyebabkan server kurang mampu bekerja maksimal.

Hal itu dikarenakan banyaknya data yang masuk. Untuk itu, pihaknya berencana menambah kekuatan server jika sekolah masih kesulitan untuk menginput data pendaftar. “Kami lihat dulu. Kan waktu pendaftaran masih panjang. Jika masih lelet, tidak tertutup kemungkinan kami akan tambah server,” ujarnya.

Hendri mengungkapkan, karena waktu input yang bersamaan jadi sistem mengalami sedikit kendala. Untuk itu ia menyarankan kepada operator untuk bisa menginput sore atau malam hari.

“Kalau pagi atau siang mung-kin masih padat data yang masuk. Kami minta operator bisa input sepulang taraweh. Mungkin sistem bisa bekerja lebih cepat dan tidak lelet,” terangnya.

Hal ini bisa menjadi solusi bagi sekolah yang saat ini capaian input datanya masih rendah. “Kalau pagi semua sekolah online. Jadi sekolah bisa ambil jalan alternatif yaitu sore atau malam,” jelasnya.

Kata dia, sistem hanya lelet tidak sampai down. Hal itu menurutnya, tidak menjadi masalah. “Karena input data tidak harus saat pendaftaran. Jadi, masih ada waktu untuk menye-lesaikan input data ini,” ungkapnya.(yui/eja)

Warga Kota Batam Berburu Uang Baru

0

batampos.co.id – Ratusan warga memadati lokasi penukaran uang di Tiban Center, Sekupang (18/5). Mereka rela mengantre untuk mendapatkan uang baru pecahan Rp 2 ribu, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu jelang lebaran yang tinggal dua minggu lagi.

Lewandy, warga Tiban I yang ikut mengantre mengatakan sudah datang sejak pukul 08.00 WIB. Ia berencana menukarkan uang untuk persiapan lebaran mendatang.

“Saya tukar Rp 1.5 juta. Titipan dari keluarga yang lain juga. Lumayan buat angpao anak-anak yang ke rumah nanti,” sebutnya.

Menurutnya penukaran uang ini sangat membantu warga yang tidak sempat ke bank karena kesibukan bekerja.

Dewa, warga Sekupang, menukarkan uang baru pecahan Rp 5 ribu. Dalam rangka pemenuhan kebutuhan uang pada Ramadan dan Jelang Hari Raya Idulfitri tahun 2019, Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepri mempersiapkan uang rupiah baru sebesar Rp4,532 triliun lebih. Foto: Yulitavia/batampos.co.id

“Alhamdulillah sudah dapat uang pecahannya. Tadi antre 15 menit saja menunggu panggilan dari petugas,” ujarnya. Sementara itu untuk pelayanan uang pecahan khusus lebaran ini, Bank Indonesia bersama bank yang lain menyiapkan lima mobil untuk warga menukarkan uang.

Meskipun cuaca mendung warga tetap antusias menunggu untuk menukarkan uang mereka jelang lebaran mendatang.(yui)

Kabar Gembira 10 Hari Lagi THR PNS Kota Batam Cair Totalnya Mencapai Rp25,5 Miliar

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Batam akan dibayar dalam waktu dekat.

“Sekarang sedang proses persiapan, sekitar 10 hari lagi cair,” kata Rudi di Masjid Agung Batam, Kamis (16/5/2019). Ia menyampaikan, tidak susah mencairkan hak pegawai tersebut. Asalkan atuaran yang mendasari pencairan jelas. “Cairkan mudah, enggak susah,” kata dia.

Rudi mengatakan, dirinya tidak mengetahui berapa besaran THR yang akan digelontorkan. Menurutnya yang mengetahui secara rinci adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam, Abdul Malik.

Termasuk perihal apakah honorer mendapatkan THR atau tidak. “Yang dapat siapa-siapa saja, coba tanya Malik ya,” jelasnya. Kepala BPKAD Kota Batam, Abdul Malik, mengatakan seusai aturan tidak diatur pegawai honorer menerima THR.

Ilustrasi PNS Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana

 

Sementara itu total THR pada tahun 2019 yang akan dibayarkan kepada ASN Pemko Batam mecnapai Rp 25,5 miliar. Menurutnya, skema pembayaran THR tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Jika 2018 lalu yang dibayarkan adalah gaji pokok ditambah berbagai tunjangan termasuk Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). “Tahun 2019 ini tanpa TKD. Tapi yang tunjangan keluarga, umum, dan jabatan masih ada,” ucapnya, Jumat (17/5/2019).

Ia merinci, PNS akan menerima THR sesuai dengan besaran gaji dan tunjangan sesuai skema pada bulan April lalu. “Kapan pembayarannya? kami sedang persiapkan Perwako (Peraturan Wali Kota)-nya sesuai dengan harapan Mendagri tentang pencairan, cukup melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada),” ucap dia.

Sebagai perbandingan, data Batam Pos 2018 lalu, Pemko Batam harus merogoh kocek yang lumayan besar yakni Rp 56 miliar untuk membayar THR PNS Batam dengan skema gaji pokok plus TKD.

Jumlah tersebut dirinci yakni, dari gaji pokok dibiayai pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 25 miliar. Sementara pembayaran komponen TKD yang menyertai THR, Pemko Batam merogoh kantong lebih dalam sebesar Rp 31 miliar.

Untuk diketahui setiap tahun, tidak hanya THR yang akan diterima PNS, hanya selang waktu sekitar sebulan, PNS juga akan menerima gaji ke-13. Tahun 2018, skema pembayarannya sama dengan THR, gaji pokok plus TKD. “Gaji 13 rencana dibayar Juli,” katanya.(adiansyah)

Warga Tolak Tambang Timah di Laut Lingga

0

batampos.co.id – Masyarakat Desa Posek menolak beroperasinya PT SAR yang bergerak dalam penambangan timah di wilayah perairan desa tersebut. Padahal perusahaan ini sudah mengantongi izin dari Pemerintah Provinsi Kepri yang dikeluarkan sejak tiga tahun yang lalu.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat Desa Posek, Junan, warga Desa Posek menolak jika penambangan timah laut dikarenakan seratus persen warga Desa Posek berkerja sebagai nelayan. Terlebih, warga mengetahui perusahaan tambang timah laut tersebut beroperasi hanya empat mil dari pantai.

Terkait masalah ini, staf ESDM Provinsi Kepri, Staf BLH Provinsi Kepri, pihak perusahaan SAR, dan masyarakat mengadakan pertemuan di kantor Desa Posek, Kecamatan Kepulauan Posek. Dalam pertemuan ini, tidak diperoleh keputusan yang jelas terkait operasi tambang itu.

Dimana warga bersikukuh menolak beroperasi penam­bangan timah laut itu. Bahkan dalam pertemuan dengan PT SAR hanya dihadiri warga dari Dusun I saja. Sedangkan warga dari Dusun II dan Dusun III tidak menghadiri pertemuan, sebagai aksi penolakan mereka terhadap perusahan tersebut.

Warga dan pemerintah melakukan pertemuan terkait rencana penambangan timah di laut Lingga.
foto: batampos.co.id / wijaya satria

“Kami warga Desa Posek berharap pemerintah daerah tidak memberikan izin perusahaan tambang timah beraktivitas di desa kami,” kata Junan, Rabu (15/5/2019).

Sedangkan di lokasi berbeda, Kepala Dusun I Riadi mengatakan, PT SAR akan melakukan penambangan timah di laut Batu Putih, Dusun II Teluk Nipah, Desa Posek. Padahal kawasan itu merupakan tempat nelayan Desa Posek menjaring udang, ikan, dan nyakpok (sejenis jaring untuk menangkap ikan bawal, red).

“Jika penambangan dilakukan di tempat tersebut, bagaimana dengan nasib kami para nelayan, penambangan timah akan dilakukan 4 mil dari bibir pantai, tentunya laut akan tercemar berimbas pada penghasilan kami para nelayan,” kata Riadi. (wsa)

Hati-hati di Batam Ada Buah-buahan yang Disuntik Pewarna Tekstil

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam kembali menemukan penggunaan bahan berbahaya pada makanan. Kali ini, ditemukan pewarna tekstil yang diduga disuntikkan pada buah utuh.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan buah tersebut ditemukan di salah satu pasar di kawasan Sekupang. ”Memang ada kemarin temuan itu. Saat ini lagi kami komunikasikan bersama BPOM (Balai Pengawas Obat dan Makanan) Batam dulu,” katanya, Jumat (17/5/2019).

Saat ini pihaknya masih menyelidiki dari mana asal buah tersebut. Menurutnya, buah-buahan yang beredar tidak hanya berasal dari Kota Batam saja, melainkan ada yang dari impor.

”Kalau di Dinkes kan tidak ada penindakan, jadi pedagang yang menjual itu akan kami berikan bimbingan,” sebutnya. Didi menjelaskan, saat ini banyak buah-buahan yang memiliki warna sangat mencolok dari aslinya.

Ilustrasi buah-buahan. Foto: Dokumentasi Jawa Pos

Kata Didi, apabila ada buah-buahan yang dicampur bahan berbahaya sudah melanggar Undang-Undang tentang Pangan dan tentu sangat merugikan masyarakat. Tidak itu saja, saat ini juga ada buah yang diberikan pengawet agar bisa bertahan lebih lama.

Karena itu, Didi mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih buah yang akan dikonsumsi. ”Kalau dari warna sudah pasti lebih mencolok. Maka-nya kalau membeli buah, perhatian juga warnanya,” ujarnya.

Selain itu kata Didi, ada juga buah yang mengandung lilin agar lebih awet. Sebelumnya, Dinkes Batam juga menemukan kandungan formalin dan pewarna tekstil pada jajanan takjil dan bakso.

Hasil ini didapat setelah petugas dari salah satu Puskemas di Batam turun dan mengambil sampel makanan. Ia berharap, dengan adanya temuan ini pedagang jadi lebih peduli kepada pembeli.

Jangan karena ingin mengambil keuntungan malah merugikan keselamatan pembeli.
”Kalau kami ngasih edukasi saja, karena tidak bisa menindak. Kesulitan lainnya, banyak pedagang yang berjualan pindah-pindah, jadi sulit untuk mengontrolnya,” tambahnya.

Belum Temukan Takjil Berbahaya

Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau telah memeriksa takjil dan makanan di beberapa kawasan, mulai dari Batu Besar, Botania, Nagoya dan Tiban Center.
Dengan menggunakan alat rapid test.

Namun hingga kini BPOM Kepri mengaku belum menemukan adanya takjil yang mengandung bahan berbahaya. ”Sejauh ini, kami tidak ada temukan,” kata Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irawan.

Yosep mengatakan, dari setiap pusat jajanan takjil, ada ratusan sampel yang diambil oleh BPOM Kepri. Dan, dipastikan di empat kawasan yang telah dilakukan pemeriksaan tersebut, belum ditemukan yang membahayakan.

”Ke depan, kami akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan,” ucapnya.
Terkait dengan temuan Dinkes Batam, Yosef mengatakan, akan berkoordinasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

”Nanti, kami akan coba koordinasikan dengan Dinas Kesehatan,” tuturnya.
Yosef mengaku sangat senang dengan banyaknya instansi terkait yang turun melakukan pengawasan makanan di Batam.

”Semakin banyak yang turun, semakin bagus pengawasannya,” ucapnya. Yosef meminta konsumen harus cerdas. Dapat menilai mana makanan yang sehat dan tidak. Apabila makanan itu terlihat kotor, sebaiknya jangan dibeli.

Pasalnya, salah satu ciri makanan sehat adalah yang terjamin kebersihan dan higienisitasnya. ”Masyarakat perlu mengetahui ciri-ciri makanan mengandung bahan berbahaya, seperti tidak dihinggapi lalat, kelihatan lebih mengkilap, rasanya lebih renyah. Kalau menemukan itu, patut diduga,” ujar Yosef.

Yosef menambahkan, jika menemukan atau mencurigai adanya makanan yang tak biasa dan kemungkinan mengandung bahan berbahaya, masyarakat bisa melaporkan temuan tersebut ke BPOM Kepri. Karena, untuk memastikannya diperlukan tes di laboratorium. ”Tes tersebut untuk menentukan apa saja bahan yang terkandung dalam makanan itu,” tuturnya.(yui/ska)

KM Bukit Raya Mulai Beroperasi 26 Mei

0
Kapal Bukit Raya. foto : batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Natuna Iskandar DJ mengatakan, jadwal operasi KM Bukit Raya mengalami perubahan. Namun, dipastikan tetap melayani mudik Lebaran.

”Jadwalnya sudah dipastikan mulai beroperasi 26 Mei mendatang. Rencana awalnya 15 Mei, tapi ada perubahan,” kata Iskandar, Kamis (15/5).

Dikatakan Iskandar, untuk transportasi mudik jalur laut, masyarakat sudah dapat menggunakan alternatif selain KM Bukit Raya. Ini setelah empat Kapal Sabuk Nusantara sudah beroperasi. Empat kapal perintis tersebut tetap melayani jalur ke Natuna.

”Mudik Lebaran jalur laut, masih memiliki alternatif lain, selain KM Bukit Raya, ada empat kapal perintis, tentunya singgah di pelabuhan Pelni dan pulau-pulau,” jelasnya.

Masyarakat yang berencana mudik Lebaran tahun ini tidak perlu cemas. Pasalnya, kata Iskandar, Pemkab Natuna akan berupaya me­ngantisipasi terjadinya lonjakan penumpang mudik khususnya jalur laut.

”Secara posisinya, angkutan utama di Natuna adalah di laut untuk arus mudik. Terutama masyarakat Natuna yang berada di luar daerah. Jika kondisinya mendesak, kapal dinas Pemda juga membantu arus mudik Lebaran.”

Seperti diketahui, belum beroperasinya kapal Pelni KM Bukit Raya pasca kerusakan mesin beberapa bulan lalu, kini warga di Natuna yang hendak mudik mulai cemas. Ini dikarenakan warga lebih banyak memilih kapal ukuran besar dibanding kapal perintis rute jauh. (arn)

Tiga Ramadan Sri Masih Bergelut Penyakit

0
Sri saat mendapat kunjungan dari tim MSR-ACT di rumahnya, beberapa waktu lalu.

batampos.co.id – Ramadan kali ini merupakan Ramadan ketiga bagi Sri Rismawati, 42, dengan kondisi kesehatan yang kurang baik. Tiga tahun lalu, Sri divonis mengidap dispagia saraf 16. Ibu lima anak ini mengandalkan selang yang masuk ke dalam hidung sebagai alat bertahan hidup.

Tim Mobile Social Rescue (MSR) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kepri Intan Komalasari mengatakan, Sri juga mengidap myastheria gravis.

”Penyakit ini merupakan gangguan saraf dan otot menelan, sehingga memungkinkan penderitanya tak dapat menelan cairan atau makanan apapun yang ada di mulutnya,” ujar Intan, Jumat (17/5/2019).

Sejak Januari 2019 lalu hingga sekarang, Global Zakat-ACT melalui program MSR terus melakukan pendampingan medis. Saat tim MSR-ACT kembali menyambangi kediaman Sri yang ada di rumah susun Buana Indah 2, Sagulung, selain untuk melakukan kontrol rutin kondisi kesehatan Sri, tim MSR juga membawa paket pangan Ramadan.

”Paket ini berisikan susu khusus untuk Sri dan kebutuhan pokok lain untuk keluarga,” terangnya.

Intan menjelaskan, selama ini, Sri hanya dapat mengonsumsi air mineral steril serta susu khusus. Semua itu dimasukkan ke tubuh Sri melalui selang yang terpasang di hidungnya hingga lambung. Selang itu juga yang secara rutin, sekali dalam dua pekan harus diganti untuk menjaga kebersihan.

”Kalau selang kotor atau berjamur sedikit saja dapat berpengaruh pada menurunnya kondisi kesehatan Sri,” papar Intan.

Keadaan ekonomi yang masih dalam tahap prasejahtera membuat pengobatan Sri tak dapat dilakukan secara maksimal. Bahkan untuk kebutuhan susu dan penggantian selang saja terasa berat.

”Suami Sri, Ridwan, hanya bekerja serabutan. Tak ada peng-hasilan tetap,” lanjutnya.

Hal itu juga yang memaksa empat dari lima anak Sri tak merasakan bangku sekolah hingga tamat. Hingga kini, pendampingan terhadap keluarga Sri terus berjalan. (\nji)

Batam Pos Group Makin Maju dan Kompak, Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

0
CEO Riau Pos Group Suhendro Boroma (tengah) bersama Direktur Utama Batam Pos Candra Ibrahim, Direktur Guntur Marchista Sunan, Wakil Komisaris Utama Batam Pos Marganas Nainggolan, Komisaris Usep RS dan Socrates, dan jajaran direksi Batam Pos Group berfoto dengan anak yatim usai memberikan santunan pada acara buka puasa bersama keluarga Batam Pos Group di Pena Hall, Batam Center, Jumat (17/5/2019).
Foto: batampos.co.id / Cecep Mulyana

batampos.co.id – Keluarga besar Batam Pos Group menggelar buka puasa bersama dengan puluhan anak yatim di Pena Hall, Batam Center, Jumat (17/5). Kegiatan rutin setiap tahunnya ini merupakan ajang silaturahmi dan semangat baru Batam Pos Group untuk lebih baik lagi.

CEO Riau Pos Group Suhendro Boroma mendoakan buka bersama yang digelar keluarga besar Batam Pos Gruop mendapat berkah dari Allah SWT. Apalagi tujuan berbuka bersama adalah untuk bersilaturahmi dengan seluruh keluarga besar Batam Pos Group.

”Bulan Ramadan adalah bulan yang paling mulia. Doa di bulan Ramadan lebih cepat diijabah. Karena itu, selain mendoakan diri sendiri dan keluarga, marilah kita selipkan doa untuk kemajuan Batam Pos Gruop. Semoga semakin maju,” ujar Suhendro usai buka bersama yang mengangkat tema ”Ramadan Ciptakan Momentum dan Semangat Kebangkitan”.

Menurut dia, kemajuan Batam Pos Group juga tak akan lepas dari kerja sama dan kekompakan semuanya. Apa-lagi Batam Pos Gruop ikut menjadi saksi sejarah bangsa karena sudah cukup lama hadir di tengah masyarakat.

”Harus saling bersinergi satu sama lain dan menjaga kekompakan. Silaturahmi juga harus terus dijalin,” imbuhnya.

Di sisi lain, Suhendro mengaku baru saja ikut dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Batam Pos Group. Hasil rapat menyimpulkan kinerja Batam Pos Group tahun ini mengalami peningkatan.

”Saya berharap tahun depan bisa lebih baik lagi. Marilah sama-sama kita berjuang untuk kemajuan perusahaan ke depannya. Saya pribadi juga mohon maaf jika ada kekhilafan,” tutur Suhendro.

Usai kata sambutan, Suhendro bersama Komisaris Batam Pos Asparaini Rasyad dan pimpinan Batam Pos Group lainnya membangikan santunan kepada puluhan anak panti asuhan. (she)