batampos.co.id – Penduduk Queens, New York, Amerika Serikat (AS), panik Kamis (27/12) malam lalu, sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Tiba-tiba terdengar suara seperti ledakan yang cukup keras. Langit yang seharusnya berwarna gelap tiba-tiba berubah.
Muncul cahaya putih yang berubah menjadi biru terang di ujung cakrawala.
Spekulasi pun bermunculan. Mulai invasi alien, serangan bom, hingga berbagai hal lainnya.
Mereka yang pasrah dan beriman menyebutnya sebagai kuasa Tuhan. Pencinta Marvel langsung mengunggah spekulasi bahwa Thanos dari film Avengers: Infinity War menyerang bumi.
Dilansir Reuters, media sosial juga dipenuhi dengan foto-foto dan video penampakan kejadian tak biasa tersebut. Tentunya lengkap dengan spekulasi liar tadi. Kenyataannya, kejadian itu tak ada hubungannya dengan hal-hal magis.
Departemen Kepolisian New York mengungkapkan itu hanyalah ledakan trafo di perusahaan pembangkit listrik Con Edison.
”Ya ampun, saya pikir tadi UFO jatuh di Con Edison,” ujar warga.(sha/jpg)
batampos.co.id – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kepulauan Riau (Kepri) mengalami penurunan.
Dari 168 kasus DBD pada 2017, turun menjadi 113 kasus pada 2018.
Penurunan kasus DBD terjadi hampir di semua kabupaten/kota.
Di Kota Batam, pada November 2018 ada 72 kasus. Kemudian turun menjadi 43 kasus pada Desember.
Lalu di Kota Tanjungpinang dari sebelumnya 39 kasus turun menjadi 20 kasus.
Selanjutnya di Kabupaten Lingga, Natuna, dan Anambas tidak ditemukan kasus DBD pada Desember 2018.
“Semua daerah menurun. Kanya di Kabupaten Karimun yang naik dari 10 kasus menjadi 22 kasus. Daerah lain ada yang tidak ada kasus DBD,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri Tjetjep Yudiana ketika dihubungi di Batam, Rabu (2/1/2019).
Penurunan kasus DBD sungguh di luar dugaan. Sebab tidak ada program pencegahan secara massal yang dijalankan. Dinkes di masing-masing daerah disibukkan dengan proses vaksinasi Measles Rubella (MR) dalam beberapa bulan terakhir.
Fokus pemenuhan target vaksinasi MR sampai menggeser program-program pencegahan penyakit lain yang memang telah disusun sebelumnya. Walaupun akhirnya target vaksinasi MR di banyak daerah tidak tercapai.
Di Kepri sendiri, masifnya gerakan vaksinasi MR sampai berpengaruh pada program pencegahan penyakit DBD. Program pencegahan secara massal yang rencananya dilakukan di empat kabupaten/kota terpaksa ditunda. “Terpaksa kami tunda dulu karena fokus untuk MR. Walaupun tidak tercapai target,” ucapnya.
Namun meski kasus DBD terjadi penurunan, Dinkes Kepri tetap tidak lengah dengan tetap melanjutkan program yang sebelumnya tertunda. Pemerintah Provinsi Kepri akan menyurati setiap kabupaten/kota untuk melakukan tindakan pencegahan DBD pada 2019.
batampos.co.id – Doa dan zikir bersama yang digelar pada malam pergantian tahun di Dataran Engku Putri, Batam Center berhasil mengumpulkan donasi sebanyak Rp 121.126.000. Kegiatan bertemakan Batam Peduli Bencana Alam itu, diikuti ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Batam.
Ketua panitia Hari Jadi Kota Batam ke-189, Yusfa Hendri mengatakan perayaan malam Tahun Baru Kota Batam dikonsep berbeda. Acara dimulai dengan doa dan zikir.
Setelah itu hiburan dari band lokal dan band ibukota PAS Band.
”Tidak ada kembang api. Kami juga menggalang dana untuk disumbangkan ke saudara-saudara kita, korban tsunami di Banten dan Lampung,” kata Yusfa, Selasa (1/1/2019).
Menurut dia, bantuan dihimpun dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam sebanyak Rp 82.500.000. Serta donasi dari jemaah zikir dan pengunjung malam tahun baru sebesar Rp 38.626.000. ”Alhamdulillah dana yang terkumpul sebanyak Rp 121.126.000,” sebutnya.
Dikatakannya, penggalangan dana untuk korban bencana tsunami Banten dan Lampung akan berlangsung hingga 31 Januari mendatang. Pemko Batam melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat juga membuka peluang donasi dari pihak lain yang berkenan meringankan mereka yang tertimpa musibah.
”Kami berharap partisipasi dari berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta, dan sekolah,” imbuh mantan Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam ini.
Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan kegiatan zikir dan doa dilaksanakan untuk memohon kepada Tuhan Yang Mahaesa, agar Batam selalu terlindungi dari marabahaya dan bencana.
”Apa yang terjadi di daerah Indonesia lain harus kita merasakan betapa sengsaranya mereka menghadapi permasalahan meletusnya gunung dan terjadinya tsunami. Kita berdoa mudah-mudahan Batam dijauhi dari malapetaka,” kata Rudi.
Karena itu, Rudi mengajak semua masyarakat bisa berdoa agar Batam diberikan kecerahan, kemudahan, keselamatan semua masyarakat. Sehingga Batam tetap aman dan damai di bawah lindungan Allah dengan masyarakatnya yang selalu bersyukur kepada Allah.
”Mudah-mudahan Batam dijauhi dari bencana apapun. Amin,” kata Rudi.
Sebelumnya, Pemko Batam juga menggalang dana bantuan untuk korban gempa Lombok sebesar Rp 2 miliar. Kemudian tsunami di Palu sekitar Rp 3 miliar. Bantuan itu merupakan bentuk keprihatinan warga Batam untuk saudara sebangsa yang terkena bencana. (yui)
batampos.co.id – Sebagian pemilih pada Pemilu 2019 dipastikan menjadi musafir. Mereka tidak akan bisa menggunakan hak pilih di daerah domisili asal. Bawaslu memprediksi, ada banyak pengajuan pemilih pindahan atau daftar pemilih tambahan (DPTb) karena berbagai alasan. Mere-ka tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota.
Ketua Bawaslu Abhan menjelaskan, pihaknya sudah mengidentifikasi tempat-tempat konsentrasi pemilih yang potensial menjadi pemilih pindahan. Khususnya yang terkait dengan alasan pindah karena menempuh pendidikan atau lantaran dipenjara. Berdasar data Bawaslu, ada 40.629 lembaga pendidikan di 448 kabupaten kota yang memiliki siswa perantauan. Selain itu, terdapat 450 lapas dan rutan.
Menurut Abhan, KPU harus memastikan semua layanan pindah memilih itu berjalan maksimal.
’’Tidak sebatas memastikan terdaftar, tetapi juga memfasilitasi pemilih untuk bisa menggunakan hak pilihnya semudah mungkin,’’ terangnya kemarin (1/1). Sosialisasi di lokasi-lokasi tersebut perlu digencarkan agar pemilih lebih aktif mengajukan pindah memilih.
Abhan menambahkan, KPU harus lebih aktif menyisir kantong-kantong perantauan untuk memaksimalkan pelayanan.
’’Fokus terhadap daerah-daerah yang pemilihnya terkonsentrasi di tempat tertentu,’’ sebutnya.
Termasuk kawasan perkebunan yang terdapat banyak pekerja perantauan atau kawasan industri yang memiliki tenaga kerja perantau.
Pemetaan harus dilakukan secepatnya, terutama untuk mengantisipasi kebutuhan surat suara. Sebab, pemilih pindahan otomatis juga akan menambah kebutuhan surat suara di daerah tujuan. Mereka akan masuk DPTb yang memiliki hak serupa dengan pemilih umumnya.
Hanya, jenis surat suara yang diberikan saat pemungutan suara bergantung pada sifat pindah memilihnya. Apakah masih dalam satu dapil, pindah antardapil, atau bahkan pindah ke lain provinsi. Semakin jauh pindahnya, semakin sedikit pula surat suara yang diberikan.
Di luar itu, Abhan juga mendorong dispendukcapil agar mempercepat perekaman e-KTP.
Terutama bagi para pemilih dalam DPT yang terdaftar menggunakan formulir A.C karena belum memiliki dokumen kependudukan tersebut. Berdasar data yang dimiliki Bawaslu, ada 66.362 pemilih kategori A.C atau non-e-KTP. Sementara itu, jemput bola dispendukcapil pada 27 Desember lalu hanya menghasilkan e-KTP untuk 64.783 penduduk.
Secara terpisah, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo -Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai masih ada masalah dalam penetapan DPT. Terutama terkait masyarakat yang memiliki e-KTP, tapi belum terdaftar di DPT Pemilu 2019. Selain DPT, pemilih siluman masih menjadi masalah yang harus disikapi secara serius karena menentukan nasib Indonesia lima tahun ke depan.
”Kalau DPT yang 31 juta kemarin masih bermasalah, Pilpres 2019 ini namanya bukan pertarungan Prabowo-Sandi lawan Jokowi-Ma’ruf,” katanya. ”Tapi, pertarungan Prabowo-Sandi versus kecurangan,” imbuhnya.
Dahnil menegaskan, jika memang sudah diatur demikian, pertarungan Pilpres 2019 hanya menghasilkan pemimpin yang tidak kredibel. Dia menilai pengawasan masyarakat secara masif selama tahapan pemilu berlangsung sampai penghitungan suara sangat penting untuk memastikan kecurangan itu tidak terjadi.
Dahnil pun mengimbau penyelenggara pemilu agar bisa mengembalikan kepercayaan publik yang semakin hilang karena kotak suara terbuat dari kardus. Kepercayaan publik hilang karena mereka khawatir jika kotak suara dari kardus, hasilnya mudah dimanipulasi.
”Dan, kami mengajak masyarakat untuk sama-sama mengawasi,” ujar Dahnil.(byu/bay/c7/fim)
PENYIDIK KPK menunjukkan uang dalam pecahan rupiah dan dolar Singapura saat konferensi pers hasil OTT kasus korupsi pejabat Kementerian PUPR di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (30/12/2018).
batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mempelajari kemungkinan menerapkan pasal tambahan terkait dugaan rasuah sistematis di lingkungan satuan kerja sistem penyediaan air minum (SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pasal alternatif itu bisa menjadi cara untuk menghukum pelaku seberat-beratnya.
Saat ini, penyidik KPK menerapkan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor untuk tersangka penerima suap. Sedangkan, untuk penyuap dijerat pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor. ”Nanti kami lihat perkembangannya,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Selasa (1/1).
Hukuman dalam pasal 12 huruf a bisa menjerat pelaku dengan pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp 1 miliar paling banyak. Ancaman hukuman di pasal itu juga bisa membuat pelakunya dipidana seumur hidup. Sedangkan untuk pasal penyuap cenderung lebih ringan. Sebab, ancaman hukuman maksimal hanya lima tahun.
KPK perlu menerapkan pasal lain agar penerima dan pemberi suap proyek SPAM itu bisa dijerat dengan ancaman hukuman yang sama-sama berat. Seperti, pasal 2 dan 3 UU Pemberantasan Tipikor. Dalam pasal itu, subjek pelaku bukan lagi penerima dan pemberi suap. Melainkan setiap orang yang secara melawan hukum dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, atau orang lain dan korporasi.
Bukan hanya soal subjek pelaku, ancaman hukuman dalam pasal, khususnya pasal 2, juga lebih berat dibanding pasal lain. Yakni, pelaku bisa dituntut dengan ancaman hukuman pidana mati. Penerapan hukuman itu bergantung pada karakter tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh para pelaku.
Saut menyatakan, pihaknya akan mempelajari kemungkinan menerapkan pasal tersebut. Dia mengakui, sejauh ini belum menerapkan pasal 2 dalam perkara yang berkaitan dengan sumber daya air untuk masyarakat luas tersebut.
”Ini satgasnya (satuan tugas, red) ada tiga, dari yang semula satu satgas. Ini kelihatannya akan berkembang,” ungkapnya.
Saut mengakui perkara air memang menjadi masalah paling dominan dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pihaknya sangat menyayangkan terjadinya dugaan korupsi yang berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia tersebut. Menurut Saut, air dari SPAM itu semestinya bisa tersalurkan ke seluruh rumah-rumah warga.
Disisi lain, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dalam penggeledahan di kantor SPAM Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR dan kantor PT Wijaya Kusuma Emindo, Senin (31/12) lalu. Diantaranya, sejumlah dokumen proyek SPAM yang dikerjakan PT WKE di beberapa daerah.
Dokumen-dokumen itu dianggap relevan dengan proyek SPAM Kota Bandar Lampung, Umbulan, Katulampa dan Toba. Selain itu ada pula dokumen yang dinilai berkaitan dengan proyek pengadaan pipa HDPE untuk tanggap bencana Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah.
Selain dokumen, penyidik yang terbagi dalam dua tim itu juga menyita bukti kamera pengawas (CCTV) di dua lokasi tersebut. Ada pula bukti berupa uang tunai Rp 800 juta di kantor SPAM Ditjen Cipta Karya di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. ”Kami masih terus melakukan penelusuran untuk menguatkan bukti-bukti dugaan luasnya sebaran korupsi,” imbuh dia.(tyo)
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 28 Batam F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan menyiapkan anggaran untuk perbaikan infrastruktur di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 28 Batam di komplek Perumahan Taman Raya, Batam Center pada 2019 ini agar tak lagi jadi langganan banjir saat hujan turun.
”Sudah kami anggarkan. Tahun ini mulai dikerjakan agar sekolah tidak banjir lagi,” ujarnya, Selasa (1/1/2019).
Ia menjelaskan kondisi SMPN 28 memang rawan banjir. Menurutnya setiap hujan turun dengan intensitas sedang, ruang belajar selalu terendam banjir.
”Kondisinya memang tidak seperti itu. Jadi tahun ini kami akan coba memperbaiki agar air tidak lagi masuk ke sekolah,” jelasnya.
Ia menuturkan akibat hujan deras, Senin (31/12) lalu, air kembali menggenangi ruangan yang ada di SMPN 28 Batam. Untuk itu, pihaknya sudah berkerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSA-BM) Kota Batam terkait perbaikan di lingkungan sekolah.
”Nanti dilihat apa solusi terbaik agar sekolah tak banjir lagi. Karena selama ini Pak Yumasnur (Kepala DSA-BM Batam, red) Batam sudah melakukan normalisasi. Namun saat hujan deras sekolah masih kebanjiran,” bebernya.
Ia berharap solusi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Pihaknya ingin sekolah benar-benar bebas banjir pasca proses perbaikan tahun ini.
”Saya tak mau asal kerja. Karena ini menyangkut kenyamanan siswa belajar” lanjutnya.
Ia juga berharap pasca perbaikan atau peningkatan infrastruktur nantinya, siswa tak lagi dibayang-ba-yangi kekhawatiran saat hujan turun.
”Kami inginnya tahun ini siswa bisa lebih tenang,” harapnya.
Terakhir, hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur sebagian Kota Batam selama sekitar tiga jam, Senin (31/12/2018) lalu dari pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB, menyebabkan kawasan SMPN 28 kembali terendam banjir setinggi 120 sentimeter.
Akibatnya buku-buku serta dokumen terendam air. Selain itu, kursi dan bangku terendam air bercampur lumpur. Banjir kali ini terparah sepanjang 2018. Karena banjir ini juga berhasil menjebol tembok pagar depan ruang kelas sepanjang 4 meter. Akibatnya kelas-kelas yang biasa aman dari banjir, digenangi air. Tak hanya air, tapi juga lumpbur bercampur dengan sampah-sampah dari drainase samping sekolah.
batampos.co.id – Kinerja sektor ritel membaik pada liburan Natal dan Tahun Baru setelah sempat lesu pada kuartal ketiga 2018. Pelaku industri ritel bahkan optimistis bisa mencapai pertumbuhan double-digit pada 2019. Tahun politik disebut menjadi pemicu positif konsumsi di sektor ritel.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengungkapkan, penjualan ritel menunjukkan tren yang positif pada Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Becermin dari tradisi, momen liburan menjadi stimulus daya beli konsumen. Pada Lebaran lalu, sektor ritel meningkat 30 persen. Momen Natal bisa mendorong penjualan ritel 20 persen.
’’Tahun ini penjualan ritel modern cukup positif dan jauh lebih baik jika dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya,’’ ujar Roy, Selasa (1/1).
Menurut Roy, bisnis ritel yang menyasar konsumen kelas menengah ke atas menorehkan pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan kelas menengah ke bawah pada akhir tahun. Sebab, sebagaimana dipaparkan lembaga riset Nielsen, konsumen menengah ke atas memiliki daya beli yang sangat solid.
Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menyebutkan, pertumbuhan penjualan ritel saat Natal dan tahun baru meningkat 10 persen dari realisasi tahun sebelumnya.
Salah satu faktor yang memengaruhi adalah pelaku ritel yang lebih kreatif membuat terobosan untuk meningkatkan penjualan. Termasuk bekerja sama dengan berbagai fintech untuk memberikan opsi pembayaran yang lebih beragam kepada konsumen.
’’Jumlah ekspansi atau penambahan gerai oleh peritel pada 2018 lebih banyak daripada yang melakukan penutupan,’’ katanya.
Peritel, khususnya di segmen food and beverages (F&B), cukup gencar membuka gerai.
’’Outlet F&B tersebut dikombinasikan dengan department store,’’ ungkap Budihardjo.
Nah, pada 2019 yang bersamaan dengan tahun politik, peritel optimistis menetapkan target pertumbuhan double-digit. Peritel menilai bahwa momentum politik itu dapat berdampak positif terhadap pertumbuhan industri ritel nasional. Misalnya, yang terjadi pada pileg dan pilpres lima tahun lalu. ’’Dengan pesta demokrasi, perkiraan kami, bisa dihitung rata-rata pertumbuhan 12 persen yang berkontribusi pada industri ritel nasional,’’ tutur Roy.
ilustrasi
Dia menjelaskan, pertumbuhan industri ritel modern pada 2013–2014 yang bertepatan dengan pileg dan pilpres saat itu mencapai 12 persen. Banyaknya kebutuhan untuk kampanye secara langsung berpengaruh pada bisnis ritel. Terutama permintaan untuk makanan dan minuman, serta garmen.
’’Ada momentum. Bukan hanya pada pesta demokrasi, tapi juga dari indikator ekonomi kita. Sudah mulai ada recovery terhadap harga komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit yang berangsur membaik dari tiga tahun lalu,’’ ungkapnya.
Di tempat terpisah, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S. Lukman memperkirakan bahwa permintaan terhadap makanan dan minuman (mamin) meningkat pada semester I 2019. Meski begitu, dampak pemilu tidak berpengaruh besar terhadap industri mamin.
’’Makanan dan minuman mendapat dampak positif meski tidak terlalu besar karena memang hanya untuk kebutuhan konsumsi,’’ terangnya kemarin.
Pertumbuhan industri mamin diprediksi sama dengan 2018, yakni 8–9 persen. Alasannya, kondisi perekonomian tahun ini tidak banyak berubah daripada 2018.(agf/ell/c14/fal)
batampos.co.id – Samsung kabarnya sedang mempersiapkan perangkat pintar berupa sepatu. Ya, sepatu.
Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman LetsGoDigital, Rabu (2/1/2019), Samsung mematenkan sepatu pintar untuk pelari yang ingin meningkatkan kinerja pelatihan mereka. Sepatu lari pintar ini kabarnya mampu memberikan feedback secara real-time tentang porsi latihan mereka. Berbekal koneksi ke perangkat smartphone tentunya.
Bukan kali pertama, Samsung ternyata telah memiliki beberapa pengalaman dengan produk pakaian pintar. Pada gelaran pameran teknologi IFA 2015 lalu di Berlin, Jerman Samsung C&T Fashion Division memperkenalkan merek pakaian pintar mereka sendiri, The HumanFit.
Pada hari yang sama perusahaan tersebut juga memperkenalkan jas pria pintar. Awal tahun ini Samsung juga memperkenalkan setelan latihan cerdas, Samsung SmartSuit yang dapat digunakan oleh atlet di Belanda untuk berlatih mempersiapkan diri di Olimpiade Musim Dingin.
Sejauh ini, Samsung memang belum meluncurkan sepatu pintar. Namun, perusahaan itu mengumumkan ketersediaan sepatu pintar Iofit di MWC 2016 dua tahun lalu. Sepatu pintar ini dapat dihubungkan ke smartphone dan dirancang khusus untuk pegolf. Sepatu Iofit dikembangkan oleh Salted Venture, startup spin-off dari Samsung’s Creative Lab. Proyek ini diluncurkan melalui situs web crowdfunding Kickstarter.
Terbaru, sebuah paten menunjukkan perusahaan dapat memperkenalkan sepatu pintar Samsung dalam waktu dekat. Pada Agustus 2018 lalu, Samsung C&T Corporation mengajukan dua paten desain ke Kantor Paten di Korea (KIPO). Paten diberikan pada 27 Desember 2018 dan menunjukkan berbagai gambar membuat sepatu lari dengan sensor di bagian belakang.
Sepatu pintar Samsung yang dipatenkan terbuat dari kulit dan bahan sintetis. Terlihat dalam gambar ada Model A dan Model B. Model A dapat dinyalakan dan dimatikan dengan menarik tab. Model B juga dilengkapi sensor di bagian belakang. Model B ini pengguna harus membuka tutup plastik untuk mengaktifkan fungsi pintar.
Sepatu olahraga pintar Samsung tersebut tampaknya bekerja dalam kombinasi aplikasi. Pejalan kaki atau pelari dapat dengan mudah menentukan tujuan kebugaran mereka dan melacak aktivitas secara real-time. Mungkin Samsung juga akan memberikan sepatu pintar dengan kemampuan Artificial Intelligence (AI) agar proses pelatihan semakin disesuaikan dengan situasi pribadi pengguna.
Paten desain yang ada menunjukkan bahwa pengembangannya dalam kondisi yang relatif maju. Jika benar demikian, diprediksi bahwa gelaran Consumer Electronic Show (CES) 2019 di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) akan menjadi momen tepat bagi Samsung untuk meluncurkan sepatu olahraga pintar mereka.
Mengapa diprediksi demikian? Pasalnya tahun lalu, sepatu lari pintar lainnya, Sensoria juga diluncurkan di gelaran CES. Sepatu olahraga ini sebenarnya terlihat sangat mirip dengan desain Samsung. Pabrikan smartphone lain, seperti Xiaomi dan Lenovo, juga memiliki sepatu pintar dengan sensor yang masih dalam pengembangan.
batampos.co.id – Masyarakat Batam masih saja membuang sampah sembarangan. Itu bisa dilihat dari banyaknya Tempat Pembuangan Sementara (TPS) liar di pinggir jalan.
Seperti di jalan lingkungan Perumahan Putra Jaya Residence, Tanjunguncang. Tumpukan sampah plastik yang dibungkus rapi berserakan di pinggir jalan dan sengaja dibuang warga sekitar sembari melintas di lokasi tersebut. Aroma sampah tersebut cukup mengganggu penciuman.
Fitri, warga setempat menga-takan jika sampah itu memang dibuang warga karena tak punya pilihan lantaran jadwal pengangkutan sampah di perumahan itu hanya satu kali dalam seminggu.
”Di sini juga tak ada bak sampah. Bukan hanya kami yang buang, tapi ada warga ruli (rumah liar) juga,” ujarnya, Selasa (1/1/2019).
Dia mengatakan, di area tersebut terdapat tiga titik lokasi pembuangan sampah dan sudah ditutup petugas kebersihan. Namun belakangan, dua titik lainnya kembali muncul dan digunakan warga untuk membuang sampah.
”TPS yang ada baknya cuma di Fanindo saja. Jauh sekali harus ke sana,” ucapnya.
Kepala Bidang Persampahan, DLH Batam Faisal Novrieco tak menampik jika masih ba-nyak TPS liar yang tersebar di Batam. Ia sendiri mengaku kesulitan untuk menertibkan. Meskipun sudah dipasang tulisan dilarang buang sampah, masyarakat tetap saja melakukannya.
”Ini selalu terjadi, ketika kami tutup tiga, muncul TPS liar yang baru,” sesalnya.
Untuk sampah di pinggir jalan utama, tetap diangkut setiap hari. Namun, jika lokasinya tak terpantau memang banyak yang terlewat.(yui)
batampos.co.id – Jajaran Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) Polresta Barelang mengintensifkan patroli kawasan pelabuhan. Hal ini dimaksudkan dalam mengantisipasi masuknya barang-barang ilegal melalui pelabuhan.
Kapolsek KPPP AKP Syaiful Badawi mengatakan untuk mencegah terjadinya tindak kriminal maupun kejahatan terhadap para penumpang kapal, pihaknya selalu menem-patkan personel di pelabuhan untuk melaksanakan penga-manan dan pengawasan.
”Jika ada kapal yang mau berangkat maupun kapal yang datang, kita lakukan pengecekan dan pemeriksaan seluruh barang bawaan penum-pang,” kata Badawi, kemarin.
Pengecekan itu bertujuan untuk mencegah terjadinya sesuatu hal yang tidak diinginkan. Pihaknya selalu memberikan imbauan kepada para penumpang kapal, baik yang akan berangkat maupun yang datang agar selalu berhati-hati dan waspada terhadap barang bawaannya maupun barang berharga lainnya.
”Saya meminta kepada semua pihak yang ada di pelabuhan untuk sama-sama menjaga suasana kondusif di pelabuhan. Informasikan pada kita jika melihat sesuatu yang mencurigakan,” katanya.
Selain pengawasan dan pemeriksaan, petugas juga mencari informasi dari masyarakat maupun dari tenaga bongkar muat di pelabuhan. Hal ini dilakukan, untuk mengetahui apakah ada barang terlarang yang dibawa para penumpang yang akan masuk ke Batam.
”Sejauh ini saat mudik kemarin, kami belum menemukan barang-barang terlarang. Kami akan terus perketat pengamanan sampai arus balik nanti,” imbuhnya.(egi)