batampos.co.id – KPU Natuna melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait pengawalan serta pengamanan pelaksanan Pemilu 2019 mendatang. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Makan Sisi Basisir, Sabtu (15/12) kemarin. Rapat koordinasi diikuti oleh Polres Natuna, Bawaslu, Bakesbangpolda, serta Disdukcapil.
Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan personel pengamanan pelaksanaan Pemilu tahun 2019 termasuk dalam tahapan pemilu.
”Pengamanan pemilu sudah menjadi tanggung jawab kami kepolisian,” tegas Nugroho.
Nugroho menegaskan, polisi akan bersikap netral dengan tidak memihak salah satu partai politik maupun kandidat peserta pemilu. Bahkan ditegaskannya, jika ditemukan anggota yang memihak di salah satu peserta pemilu, agar segera dilaporkan.
”Kami juga akan selalu berkoordinasi dengan pihak TNI sebagai bentuk sinergitas TNI-POLRI dalam menciptakan pemilu yang kondusif dan damai. Polres menerjun 242 personel Polri untuk pengamanan pemilu,” ujarnya.
Sementara Ketua KPU Natuna Junaedi Abdilah mengatakan, pengamanan pemilu dibutuhkan dalam beberapa tahapan, baik dari pendistribusian logistik surat suara hingga keamanan pelaksanaan pemilihan, sampai menjemput surat suara dari TPS.
”Koordinasi ini untuk memastikan kotak surat suara aman, mulai pendistribusian dari KPU ke seluruh TPS, hingga kembali ke KPU usai pelaksanaan pemilihan nantinya,” katanya.
Pihaknya kata Abdilah, juga mengantisipasi dan mencegah terjadinya kecurangan pada pemilu, dengan memberi pelatihan kepada Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dimasing-masing TPS. Namun untuk Natuna, kendala terberat adalah cuaca, mengingat terdiri dari pulau-pulau.
”Pendistribusian surat suara ini memerlukan pengamanan, karena situasi lapangannya lebih banyak menggunakan jalur laut,” ujarnya. (arn)
batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam akan memusnahkan sedikitnya 50 ribu keping kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) rusak atau invalid dalam waktu dekat ini. E-KTP invalid ini terdiri dari rusak, gagal cetak, hingga e-KTP yang mengalami perubahan data.
”Jumlahnya 50 ribu e-KTP. Dikumpulkan dari tahun 2011 hingga 2018 ini,” kata Kepala Disdukcapil Batam Said Khaidar, Senin (17/12).
Ia menjelaskan, selama proses pencetakan berlangsung, kadang terjadi kesalahan atau error sehingga e-KTP tercetak dengan tidak sempurna, sehingga tidak bisa digunakan dan harus dicetak ulang.
Sedangkan yang lain berasal dari proses pergantian e-KTP. Misalnya ganti status, pindah alamat, dan rusak karena berbagai faktor.
”Kami lagi koordinasi sama Pak Wali (Kota Batam Muhammad Rudi) soal waktu pemusnahannya,” kata Said.
Ia mengungkapkan, tujuan pemusnahan ini agar e-KTP rusak tidak disalahgunakan. Untuk itu, pihaknya memilih memusnahkan puluhan ribu keping e-KTP ini.
Seperti diketahui, akhir-akhir ini banyak e-KTP yang ditemukan tercecer di tempat yang tidak seharusnya di berbagai wilayah di Indonesia. Seperti di tempat pembuangan sampah.
”Batam jangan terjadi hal-hal yang seperti itulah. Makanya sudah saatnya dimusnahkan sebab jumlahnya juga lumayan banyak,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Camat Sekupang Delferi mengatakan, saat ini masih mendata e-KTP rusak yang ada di kantor Camat Sekupang.
”Masih dipilah-pilah mana yang gagal cetak dan yang rusak karena ganti e-KTP baru,” sebutnya.
Selanjutnya, data tersebut akan diserahkan kepada Disdukcapil untuk proses selanjutnya. Delferi menjelaskan e-KTP gagal cetak biasanya disebabkan kondisi mesin yang masih kurang sempurna saat digunakan.
”Bisa juga karena mesin belum panas sehingga pas pencetakan (lapisan plastik) e-KTP tidak merekat,” sebutnya.
Sementara itu, saat ini masih banyak e-KTP yang belum diambil pemiliknya. Disdukcapil bahkan telah meminta bantuan lurah untuk mendistribusikan e-KTP.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana
Desak Pencetakan e-KTP
Sementara itu, tercecernya ribuan keping lebih e-KTP di beberapa wilayah di Indonesia mengejutkan masyarakat. Pasalnya, di beberapa daerah masih banyak warga yang belum memiliki e-KTP dikarenakan alasan kurangnya ke-tersedian blangko di wilayah tersebut. Seperti, di Kecamatan Batuaji dan Sagulung.
Bahkan sejumlah warga yang tinggal di Kecamatan Batuaji sempat mengeluh lantaran e-KTP yang dibuatnya telah lima bulan lebih setelah perekaman namun tak kunjung selesai.
”Dan ini kelima kalinya saya datang ke sini,” ujar Nori, warga Perumahan Marina Green, Tanjunguncang saat mendatangi kantor Kecamatan Batuaji untuk memastikan apakah e-KTP-nya telah selesai.
Hal sama juga disampaikan Fahmi, warga Batuaji yang berharap e-KTP nya segera selesai dicetak untuk keperluan dia berangkat umrah pada awal 2019.
”Karena saya bisa tidak berangkat umrah kalau tidak memiliki e-KTP ini,” ujarnya kepada Batam Pos di halaman kantor Camat Batuaji.
Kasi Pelayanan e-KTP Kecamatan Sagulung Herawati mengatakan ada sekitar 600 e-KTP yang telah direkam di Kecamatan Sagulung namun belum dicetak. Alasannya sama dengan di Kecamatan Batuaji, keterbatasan blangko. (yui/une)
batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna berupaya membebaskan Natuna dari kondisi blank spot area (tidak ada signal telekomunikasi, red). Saat ini kondisi tersebut masih banyak tedapat di Natuna terutama sekali jaringan telekomunikasi untuk layanan data (internet).
Kepala Dinas Kominfo Pemkab Natuna Raja Darmika mengatakan, untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah berupaya intens dengan cara menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat atau Kemenkominfo dan pihak-pihak terkait seperti perusahaan telekomunikasi, Badan Aksesibilitas Teknologi Informasi (Bakti), Palapa Ring Barat (PRB), serta pihak-pihak lainnya.
”Tahun ini telah kita usulkan 35 spot untuk dapat internet. Tapi setelah disurvei kita jadi dapat 32 spot,” kata Darmika, Minggu (16/12).
Darmika menjelaskan, dari hasil survei tersebut diputuskan enam lokasi akan menggunakan internet fiber optik dengan operator Telkom dan 26 spot sisanya menggunakan internet vsat dengan operator DTP (Daya Tunggal Putra).
Titik -titik lokasi yang diusulkan dan yang sudah disetujui tersebar di 12 Kecamatan, yakni Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Timur Laut, unguran Selatan, Bunguran Tengah, Bunguran Batubi dan Bunguran Barat. Kemudian ada juga Kecamatan Pulau Tiga, Pulau Tiga Barat, Pulau Laut, Serasan, Serasan Timur dan Kecamatan Midai.
”Sebagian menggunakan jaringan dari Palapa Ring Barat. Ada yang menggunakan sinyal serat optik secara langsung dan ada juga wilayah yang akan menggunakan tembakan vsat. Upaya ini akan kami terus lakukan hingga Natuna benar-benar bisa mengakses internet secara keseluruhan,” jelasnya.
Sebelumnya Direktur Utama Bakti, Anang Latif menegaskan pihaknya juga siap menunaikan amanat Nawacita Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla di Natuna. Karena Natuna merupakan salah satu daerah sasaran Nawacita pemerintah.
”Kami akan penuhi keperluan telekomunikasi Natuna secara bertahap. Kemarin kita sudah penuhi 32. Dan kami minta diusulkan lagi, khususnya sekolah-sekolah atau Desa yang belum terkoneksi internetnya. Usulkan saja lagi ke kami. Insya Allah, untuk Natuna akan kami penuhi semua,” kata Anang Latif saat di Natuna pekan lalu. (arn)
batampos.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam optimistis target 1,7 juta wisatawan mancanegara (wisman) 2018 tercapai. Bahkan, untuk 2019 nanti, Disbudpar juga menyatakan yakin bisa mendatangkan 2 juta wisman.
Plt Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengatakan hingga Oktober 2018, jumlah wisman yang masuk ke Batam sudah mencapai 1,5 juta orang. Ia optimistis target 1,7 juta wisman tercapai di akhir tahun ini.
”Bahkan saya optimistis bisa melebih target. Melihat jumlah wisman yang terus meningkat di bulan Desember ini,” ujar Ardi, Senin (17/12).
Dikatakan Ardi, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam, Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan jumlah wisman Tahun 2019 sebanyak 2 juta orang.
Menurut dia, Pemko Batam saat ini juga tengah menyusun paket kunjungan wisata bagi wisman yang datang ke Batam. Setiap agen travel akan diwajibkan untuk mengajak para wisman berkunjung ke salah satu destinasi yang sudah ditetapkan Pemko Batam.
”Ini masih kami susun. Tujuannya agar ekonomi masyarakat di sekitar destinasi itu ikut hi-dup,” katanya.
Selain itu, Pemko Batam juga akan mengembangkan destinasi wisata baru yang atraktif. Salah satunya, pengembangan pulau terluar di Indonesia, Pulau Putri.
”Nantinya Pulau Putri akan diubah menjadi destinasi wisata berkelas internasional, fasilitasnya dilengkapi,” kata Ardi. (she)
Batam kini tengah bersolek. Jalan-jalannya semakin lebar, taman-taman baru dibangun dan banyak destinasi wisata baru yang bermunculan. Saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Batam memang tengah memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan mempercantik estetika kota untuk mendukung pengembangan pariwisata di Kota Batam.
RIFKI SETIAWAN LUBIS, BATAM
Sebanyak 750 golfer dari mancanegara berkunjung ke Batam pada 22 November lalu. Tujuannya adalah untuk mengikuti kompetisi golf bertajuk Batam Golf Adventure 2018 yang diselenggarakan di enam lapangan golf di Batam, 24-25 November kemarin.
Batam Golf Adventure 2018 merupakan kompetisi yang digelar oleh Persatuan Golf Indonesia (PGI) Batam bersama sejumlah instansi lainnya untuk menggairahkan dunia pariwisata di Batam. Panitia berharap lewat even ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam.
Sekitar 10 persen dari peserta asal mancanegara bermain golf di Southlink Country Club. Mereka mulai berlatih pada 23 November, Jumat pagi. Salah satunya adalah golfer dari Belanda, Tim Van Der Werff.
Saat itu, ia tengah berlatih di salah satu driving range. Pria bertubuh tambun ini tengah bersiap-siap untuk mengambil tee shot. Sticknya diangkat tinggi-tinggi dan dalam sekali ayunan, bolanya melesat kencang. Tapi sayang, pukulannya melaju dengan ketinggian yang rendah.
“Not good (tidak bagus,red),” serunya.
30 menit kemudian, Tim mengakhiri sesi latihannya dengan meninggalkan driving range dan kemudian bergegas menuju restauran untuk melepas lelah. Ia memilh kursi di pojok ruangan dan memesan segelas kopi latte.
Tim merupakan pria ramah. Ia tersenyum ketika disapa dan bahkan mempersilahkan penulis untuk duduk di sebelahnya. Tak disangka, ia bisa berbicara Bahasa Indonesia dengan lancar meskipun masih terdengar kaku. Pembicaraan pun mengalir lancar dan berfokus pada kekagumannya terhadap pengembangan infrastruktur di Batam.
Sebelum ke Southlink, ia berkeliling di Kawasan Nagoya, Batam terlebih dahulu. Tim sudah pernah datang ke Batam pada tahun 2014. Dan sekarang, ia melihat banyak perbedaan, khususnya pada infrastruktur, seperti jalan.
“Jalannya lebih lebar. Ada hiasan di kota. Jadi suasana malam hari lebih ceria,” katanya.
Dulu, ia masih ingat bahwa di sejumlah titik di jalanan Kota Batam selalu dihiasi kemacetan. Kemacetan ini memang tidak mengurangi minatnya untuk jalan-jalan di Batam, tapi mengurangi kenyamanannya dalam mengunjungi dari satu objek wisata menuju objek wisata lainnya.
Sejumlah titik kemacetan yang Tim ketahui yakni berada di Simpang Jam dan setelah Terowongan Pelita. Ketika macet, butuh waktu sekitar 45 menit untuk mencapai bandara.
“Tapi sekarang bisa 20 atau 25 menit ke bandara,” ucapnya.
Dan satu hal lagi yang belum ia pernah lihat sebelumnya adalah keberadaan Flyover Laluan Madani atau biasa dikenal sebagai jalan layang Simpang Jam beserta taman-taman di sekitarnya.
Menurut pria berusia 45 tahun ini, selain membuat mobilitas semakin lancar, konsepnya yang bernuansa Melayu turut berperan dalam upaya mencitrakan Kota Batam sebagai Kota Melayu. Pemerintah Kota (Pemko) Batam dianggap mampu membuat Batam semakin modern tapi tidak pernah melupakan ciri khasnya sebagai bagian dari Tanah Melayu.
“Saya pernah sedikit belajar kebudayaan Melayu dan begitu melihat jembatan di sana (Simpang Jam, red), saya tahu ini ciri khas Melayu. Dan Batam adalah Kota Melayu,” ungkapnya.
Tim mengaku kagum karena infrastruktur Batam tumbuh begitu cepat dari terakhir kali ia berkunjung empat tahun lalu. Tim yakin jika dilakukan secara berkesinambungan, maka Batam dapat menjadi kota yang dapat mendukung iklim pariwisata agar terus bertumbuh.
Pengembangan infrastruktur seperti pelebaran jalan memang menjadi upaya Pemko Batam dalam menggairahkan pariwisata. Tujuannya adalah untuk menjalin konektivitas secara merata sehingga memudahkan upaya pemerintah daerah dalam membentuk Batam sebagai kota wisata yang madani.
Sedangkan konsep yang digunakan Pemko Batam dalam membangun infrastruktur utama seperti pelebaran jalan berakar dari konsep 3A yakni atraksi, amenitas dan aksesibilitas.
Atraksi adalah produk dari suatu destinasi wisata, misalnya even atau kuliner khas.
Sedangkan amenitas adalah fasilitas pendukung yang bisa mengakomodir wisatawan baik dari sisi penginapan maupun makan dan minum, misalnya hotel, restauran dan lainnya.
Sedangkan aksesibilitas adalah sarana dan infrastruktur menuju destinasi wisata seperti jalan raya, sarana transportasi dan rambu-rambu penunjuk jalan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan saat ini pembangunan infrastruktur yang memadai sedang digalakkan Walikota Batam, Muhammad Rudi untuk mendukung pengembangan pariwisata.
“Contohnya dengan peningkatan dan pelebaran infrastruktur jalan. Kalau aksesnya jelek, bagaimana wisman mau ke Batam. Pada bagian inilah butuh anggaran besar, maka Pemko Batam ambil alih,” tuturnya akhir Oktober lalu di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kepri.
Pelebaran jalan ini diikuti oleh pembangunan pedestrian untuk pejalan kaki, memperbaiki drainase dan membangun taman seperti Taman Tuah Melayu di Simpang Gelael, Batam.
Dengan demikian, pembangunan terencana ini tidak akan mengabaikan ruang milik jalan (rumija) dan fungsinya.
“Aksesibilitas ini sangat penting dalam memudahkan perjalanan wisman menuju objek wisata,” paparnya.
Senada dengan Ardiwinata, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Batam, Muhammad Mansyur mengakui kontribusi Pemko Batam lewat pembangunan infrastruktur sangat vital bagi pengembangan pariwisata di Batam.
“Untuk hunian hotel, geraknya mungkin masih pelan-pelan. Tapi untuk mobilitas, karena tidak macet lagi, tentu saja sangat penting karena wisman punya banyak waktu untuk eksplorasi tempat wisata di Batam,” kata Mansur, Rabu (5/12).
Ia kemudian menuturkan keuntungan terbesar yang bisa diperoleh dari pengembangan infrastruktur adalah peningkatan pertumbuhan investasi, termasuk investasi di sektor pariwisata, properti dan lainnya.
“Investor sangat suka dengan kota yang nyaman dan bagus jalan-jalannya. Jika mereka masuk, maka mungkin saja tinggal di Batam dan mengundang teman-teman lainnya untuk ikut berinvestasi,” jelasnya.
Mansur tidak asal bicara. Karena sejak proyek pelebaran jalan dimulai pada awal kepemimpinan Rudi pada tahun 2016, sudah banyak proyek investasi properti yang mulai dibangun di Batam.
Proyek-proyek apartemen bernilai triliunan rupiah ini dibangun di pinggir jalan-jalan yang telah dilebarkan oleh Pemko Batam. Proyek-proyek tersebut antara lain Pollux Habibie, Oxley, Orchard View, Pesona Kayangan dan lainnya.
“Sejujurnya, ini (pelebaran jalan,red) bagus sekali, semua menyukainya dan nyaman. Sekarang di mata dunia, Batam sudah memiliki citra positif di mata investor mancanegara,” ujarnya.
Menata Jalan Layang Hingga Melebarkan Jalan
Kendaraan lancar tanpa hambatan macet saat melintas di Jalan Layang Simpang Jam, Lubukbaja, Selasa (10/7). Sebelum dibuat jalan layang, simpang ini selalu macet panjang. F Dalil Harahap/Batam Pos
21 Desember 2017 merupakan salah satu hari terpenting bagi Kota Batam. Setelah menempuh proses pembangunan selama kurang lebih dua tahun, akhirnya jembatan Flyover Laluan Madani atau biasa dikenal sebagai Flyover Simpang Jam diresmikan oleh Walikota Batam, Muhammad Rudi dan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.
Setelah menandatangani prasasti, Rudi berjalan menuju tepi flyover. Ia memandang jauh dan tampak tersenyum puas.”Kehadiran jembatan ini memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Batam dan tentu saja pengembangan pariwisata,” tegas Rudi kepada media massa.
Jalan layang Simpang Jam merupakan proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dibangun pada awalnya untuk mengurai kemacetan di Batam. Namun lambat laun, Pemko Batam juga ikut menata jalan layang kebanggaan warga Batam ini sebagai ikon baru.
Salah satu andil Pemko Batam yakni menambahkan ornamen khas Melayu.Hiasan khas Melayu di jembatan layang Simpang Jam ini menyentuh bagian pagar hingga pilarnya. Beragam motif ornamen Melayu itu antara lain Pucuk Rebung, Setampuk Manggis, Lebah Bergayut, dan Julur Kacang.
Ornamen-ornamen tersebut menegaskan bahwa flyover ini tetap mengikutsertakan budaya lokal Melayu sebagai ciri khas. Selain itu, di empat sisi bagian bawah flyover ini, Pemko Batam juga ikut membangun taman-taman yang semakin mempercantik penampilannya.
Peresmian flyover merupakan salah satu langkah awal dan penting dalam mendukung aksesibilitas di Batam. Langkah awal tersebut kemudian akan diintegrasikan dengan 10 proyek pelebaran jalan di tahun 2018. Sehingga di akhir kepemimpinannya kelak, Batam akan terkoneksi secara merata.
“Karena ada flyover, nama Batam Insya Allah akan naik kembali. Tapi perjuangan ini belum berakhir. Pelebaran jalan terus diupayakan menuju Batam terus berkembang,” ucapnya.
Proyek pembangunan infrastruktur memang menjadi prioritas Rudi selama masa kepemimpinannya sebagai Walikota Batam. Seperti diketahui, Anggaran Pendapatan dan Belaja Daerah (APBD) Kota Batam 2018 diketok pada akhir 2017 lalu sebesar Rp 2,6 triliun. Pemko Batam mentargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,35 triliun, dana perimbangan Rp 934 miliar serta pendapatan sah lainnya sebesar Rp 248,8 miliar.
Dengan anggaran sebesar itu, Rudi mengupayakan proses lelang semua proyek lebih cepat di awal tahun, sehingga realisasi pembangunan juga di awal-awal tahun. Tujuannya agar ekonomi bergerak dari belanja pembangunan tersebut.
Rudi juga menegaskan akan tetap memprioritaskan pembangunan fisik. Ada 10 proyek pelebaran untuk 2018, yakni Simpang Flyover Laluan Madani-Simpang BNI, Simpang BNI-Underpass, Simpang BNI-simpang Frengky, Simpang Frengky-Simpang Tarempa.
Selain itu, ruas jalan Simpang Patung Kuda-Bengkong Seken juga akan dilebarkan. Lalu jalan di depan Kampung Utama-Simpang Kolekta, Simpang Kolekta-Polsek Lubukbaja, Simpang Baloi-Seiladi, Kantor Wali Kota-Simpang Kabil, dan Jalan Simpang KDA ke arah Camat Batam Kota.
“Alhamdulillah semua setuju, jadi tak ada masalah,” ujarnya.
Tak hanya jalan-jalan utama, perbaikan jalan di kelurahan juga jadi fokus Pemko Batam. Pada 2018 ini, ada 64 kelurahan di Batam akan mendapatkan anggaran Rp 1,1 miliar untuk setiap kelurahan.
Selain itu, Walikota juga mengungkapkan perbaikan sistem drainase juga menjadi programnya. Ia mengharapkan Batam bebas banjir pada 2020.
Kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus dilakukan Pemko Batam untuk membuat sektor pariwisata tumbuh sebagai salah satu fondasi yang menyokong pertumbuhan ekonomi Batam. Kota yang memiliki infrastruktur yang bagus akan menjadi kota yang menarik untuk dikunjungi.
Wisman dan wisatawan lokal yang berkunjung akan mendapatkan kenyamanan. Setelah itu, mereka akan mengajak rekan-rekannya yang lain untuk datang ke Batam
“Sudah ada peningkatan jumlah wisatawan asing yang datang ke Batam, tahun ini sekitar
1,4 juta orang hingga Oktober,” papar Rudi.
Dampak dari pelebaran jalan dapat memudahkan upaya Pemko Batam mengembangkan pariwisata dengan program-program utama lainnya seperti membuka destinasi baru, menggelar even, mempercantik estetika kota dan memberikan sertifikasi kepada pekerja di sektor pariwisata.
Dan hal tersebut menuai dampak positif bagi pertumbuhan wisman di Kepri khususnya Batam. Berdasarkan data yang dihimpun BPS, pada tahun 2016 jumlah wisan yang berkunjung ke Kepri mencapai 1.920.232 wisman. Dari jumlah kunjungan tersebut, Batam menyumbang 1.432.427 wisman atau sekitar 80 persen. Pada tahun 2017, kunjungan ke Kepri meningkat hingga menjadi 2.074.534 wisman. Batam menyumbang wisman sebanyak 1.504.275 atau sekitar 75 persen.
Dan untuk tahun ini, kunjungan wisman ke Kepri sudah mencapai 2.095.221 hingga Oktober. Untuk Batam, sumbangan wisman sebanyak 1.498.754 wisman atau 75 persen. Jumlah kunjungan tahun ini lebih baik daripada periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya 1.242.537 wisman. Dengan capaian ini, Rudi sangat optimis bahwa target 1,8 juta wisman akan tercapai. Apalagi di dua bulan tersisa yakni November dan Desember, banyak even akan digelar di Kepri, khususnya Batam.
Sedangkan jika ditinjau berdasarkan negara asal, wisman Singapura paling banyak datang ke Kepri. Jumlahnya hingga Oktober 2018 mencapai 1.006.726 wisman dan semuanya masuk melalui Batam, kemudian menuju tempat wisata lainnya. Kemudian dari Malaysia sebanyak 247.832 wisman dan Tiongkok sebanyak 220.130.
Dorong Pariwisata Lewat Insentif dan Destinasi Wisata Baru
Warga mendayung sampan untuk menuju tepian pantai Terih Nongsa, Minggu (26/8). Masyarakat bersama Penjelajah Alam Kepri (PARI) menjadikan kampung terih menjadi tempat wisata yang bisa dinikmati baik oleh warga Batam maupun wisatawan. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Guntur Sakti mengatakan Kepri khususnya Batam menjadi andalan utama Indonesia dalam meraup banyak kunjungan wisman selain Bali dan Jakarta.
“Tahun 2020, pemerintah memberikan target untuk mendatangkan wisman sebanyak 20 juta dan Batam sudah dipersiapkan untuk menjadi kontributor utama,” kata Guntur awal September lalu di Hotel Radison Batam.
Menurut Guntur, konsep 3A sudah sangat melekat ke Batam, baik itu soal aksesibilitas, amenitas dan atraksi. Makanya Kepri mendapatkan insentif dari Kemenpar yakni program Hot Deals. Hot Deals merupakan program yang dikemas dalam paket 3A yang terdiri dari diskon untuk atraksi, diskon untuk akses dan diskon untuk akomodasi. Hot Deals ini ditargetkan untuk 500 ribu wisman.”Jadi diskonnya bisa sampai 50 persen. Baik itu diskon untuk akses fery, diskon untuk atraksi golf dan diskon akomodasi seperti hotel,” jelasnya lagi.
Guntur meyakini bahwa program ini dapat mendongkrak kunjungan wisman ke Kepri.
Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisbudpar) Kepri, Buralimar akan berupaya untuk terus mendorong peningkatan destinasi wisata baru di Kepri, khususnya Batam.
Upaya ini perlu dilakukan untuk mengimbangi pembangunan infrastruktur seperti jalan yang tengah gencar dilakukan Pemko Batam. Tanpa destinasi wisata baru, maka upaya pelebaran jalan akan sia-sia. Ia mengakui bahwa pelebaran jalan ini sangat penting dalam mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan.
“Saat ini, Kampung Terih di Batam sudah meraih predikat sebagai destinasi wisata terpopuler di Indonesia,” katanya.
Disamping upaya pemerintah, ternyata juga mendapatkan dukungan dari anak-anak muda kreatif. Contohnya adalah Tebing Langit di Sekupang, Batam yang lahir karena ide kreatif pemuda-pemuda setempat.
Lalu ada lagi Kampung Tanjung Uma Berpelangi. Tanjunguma bersolek dengan nuansa pelangi. Tampilannya penuh warna warni. Desain kampung pesisir Kota Batam itu, mengadopsi Kampung Jodipan di Malang, Jawa Timur. Idenya berasal dari penduduk lokal disana.
Even-even juga akan semakin ramai digelar. Untuk Desember ini, Buralimar mengatakan Diva Indonesia, Rossa akan tampil menghibur Batam pada 8 Desember mendatang. Setelah itu, acara tahunan Batam Cultural Carnival akan digelar pada 8 hingga 9 Desember.
“Bagi Kemenpar, Kepri itu sangat potensial sekali sehingga banyak proyek Kemenpar yang akan tertuju pada Kepri di tahun 2019 nanti. Dan kedatangan Rossa merupakan awal dari proyek tersebut,” ucapnya.
Buralimar mengatakan tahun ini dan seterusnya, Kemenpar telah memberikan target kunjungan wisman bagi Kepri sebanyak 20 persen dari target nasional. Sedangkan sisanya adalah Bali sebanyak 40 persen dan Jakarta sebanyak 30 persen. Dan selebihnya merupakan target dari provinsi-provinsi lainnya di Indonesia.
Terpisah, Ketua Batam Heritage Society Eddy Sooetrisno mengungkapkan bahwa pelebaran jalan yang dibangun memudahkan akses ke kawasan wisata baru yang potensial. Contohnya kawasan wisata di seputar Pulau Rempang dan Galang.
“Potensinya wisata di Rempang dan Galang itu besar, apalagi untuk mengembangkan wisata bahari berbasis ekologi. Contohnya snorkeling, fishing island, hopping, scuba diving dan potensi terbaru seperti yachting,” ungkapnya.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam saat ini masih mengembangkan gugusan Pulau Abang yang berada di sekitar Pulau Galang sebagai kawasan konservasi laut.
Belum lagi jika membahas mengenai potensi wisata di Pulau Rempang dan Galang. Hingga saat ini, kawasan tersebut memiliki sejumlah pantai-pantai indah yang siap untuk dieksplorasi wisatawan, seperti Pantai Setokok, Pantai Melayu, Pantai Melur, Pantai Vio-Vio dan lainnya. Selain itu, masih ada destinasi wisata berbasis sejarah seperti Kampung Vietnam di ujung jembatan enam Pulau Galang.
Ia juga memberikan masukan kepada Pemko Batam agar mengembangkan Dendang Melayu sebagai pusat informasi wisata. “Nanti di dalamnya juga bisa dimuat mengenai sejarah Jembatan Barelang dan kalau perlu ada videonya. Jadi semacam visitor centre berpadu dengan tourism information centre,” sarannya.
Eddy yakin jika destinasi wisata digarap secara sungguh-sungguh, maka pariwisata di Kepri, khususnya Batam akan meningkat. Sehingga target tahun 2019 untuk mendatangkan wisawatan sebanyak empat juta orang per tahun bukanlah mimpi lagi.
“Idealnya dengan segala infrastruktur yang dimiliki Batam itu bisa mengakomodir wisawatan sebanyak tujuh juta orang detik ini juga. Jadi ini soal pengembangan destinasi wisata,” ucapnya.(*)
SIAPA yang suka mencium bau kaki atau kaus kaki sendiri? Segera hentikan kebiasaan tersebut. Sebab, akibatnya bisa fatal. Misalnya, yang terjadi di Kota Zhangzhou, tenggara Tiongkok. Menurut Daily Mirror, seorang pria dilarikan ke ruang gawat darurat sebuah rumah sakit karena masalah pernapasan.
Setelah diperiksa melalui X-ray, tim medis menemukan bahwa paru-paru sang pria sudah terinfeksi jamur.
Usut punya usut, pria itu punya kebiasaan aneh. Setiap pulang kerja selalu mencium kaus kakinya. Kebiasaan itu yang menjadi sumber penyakitnya. Sekarang, jika ada teman iseng menyodorkan kaki baunya ke Anda, bilang saja kaki bau sama bahayanya asap rokok.(bil/c14/oni/jpg)
Boy menambahkan pada Februari 2019 Astra berusia 62 tahun.
Harapannya Astra kian tumbuh dengan baik.
Astra pun, kini, tidak hanya bergerak di bidang otomotif saja.
“Astra juga menjangkau ke lini bisnis lain seperti pengembangan IT dan properti,” jelas BVoy..
Pada 2018 ini, Astra memiliki 224 perusahaan yang tersebar di Indonesia, dengan karyawan lebih dari 200 ribu.
“Kami juga aktif dalam pengembangan tanah air melalui program-program sosial terkait pendidikan, kesehatan, lingkungan dan kewirausahaan,” urai pria berkaca mata ini. “Dimana sesuai dengan cita-cita Astra, sejahtera bersama bangsa.”
Bersama mereka ialah Romiati, penerima Semangat Astra Terpadu untk Indonesia (SATU) award 2012. (ptt)
batampos.co.id – Kapal Ocean Explorer akhirnya berlabuh di Pelabuhan Batuampar, Batam, Senin (17/12). Kapal milik Ocean Tanker dari Singapura ini akan menjadi pusat kegiatan bongkar muat kapal ke kapal (ship to ship, red) di tengah laut pertama di perairan di Batam.
”Sejak lama, perairan di depan mata kita punya potensi luar biasa tak termanfaatkan. Maka dengan kehadiran kapal ini, maka proses alih muat kapal akan kita mulai,” kata Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di Pelabuhan Batuampar.
Ada tiga pihak yang terlibat dalam kegiatan alih muat kapal ini, yakni PT Agra Telaga Kajayan (ATK) yang berperan sebagai investor. Kemudian Ocean Tanker yang memiliki kapal dan BP Batam sebagai pemilik wilayah perairan.
Kapal Ocean Explorer ini menempati salah satu dari dua titik koordinat yang ditetapkan BP Batam sebagai lokasi alih muat kapal dan floating storage unit (FSU) atau pom bensin terapung.
Kapal ini merupakan kapal oil tanker dengan panjang mencapai 245 meter dan lebar 42 meter. BP sendiri menerima pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari jasa labuh kapal Ocean Explorer di perairan Batam.
Menurut Lukita, potensi perairan di Batam yang termasuk wilayah dari Selat Malaka sangat sayang kalau disia-siakan. Apalagi posisi Batam yang strategis seperti berada di tepi jalan besar se-perti Selat Malaka.
”Selat Malaka ini merupakan chop point terbesar kedua setelah Selat Hormuz di Arab sebagai lintasan kapal tanker. Di selat sepanjang 890 kilometer ini dilintasi 70 ribu kapal per tahun atau 200 kapal tiap hari. Dan sebagian besar merupakan kapal tan-ker raksasa dengan berat 180 ribu deaweight tonnage (DWT),” kata Lukita lagi.
Pakta kerja sama sudah ditandatangani antara PT ATK dengan BP Batam pada 16 Maret 2018. Setelah itu, BP mendapat izin untuk mengo-perasikan FSU dan kegiatan alih muat kapal dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 4 Mei 2018.
”Setelah kapal milik Ocean Tanker ini, maka sekitar dua hari lagi kapal dari Rusia bawa minyak akan datang manfaatkan fasilitas ship to ship ini di titik yang lainnya,” ucapnya.
Lukita mengatakan pemanfaatan perairan ini akan membawa dampak positif bagi Batam. Karena kegiatan alih muat kapal ini akan membutuhkan banyak tenaga kerja.
”Pasti ada tenaga kerja terlibat yang mengurus kebutuhan seperti air, makanan dan juga rekreasi dari kru-kru kapal. Kalau semakin banyak kapal yang datang, maka keuntungannya akan semakin besar,” paparnya.
Sedangkan CEO Ocean Tanker, Evan Lim mengatakan ia mengapresiasi sekali pemerintah pusat di Jakarta dan BP Batam yang mempermudah proses perizinannya.
”Batam punya strategis dan berstatus sebagai kawasan perdagangan bebas, sangat bagus untuk bisnis FSU,” ucapnya.
Batam memiliki keunikan karena posisinya di pinggir Selat Malaka sehingga kapal bisa langsung datang dan alih muat kapal dengan kapal Ocean Explorer. Kapal-kapal yang lewat bisa melakukan proses alih muatan kapal, mencari suplai untuk perjalanan selanjutnya dan kegiatan lainnya.
”Ini akan mempermudah kustomer untuk meringankan biaya. Kami percaya ini dapat menjadi pilot proyek sehingga perlu dibuatkan kebijakan jangka panjangnya,” paparnya.
Ketua Indonesian National Shipowner Association (INSA) Batam Osman Hasyim mengaku gembira dengan hal ini.
”Selama ini kita daerah kepulauan, tapi tidak diakui sebagai negara maritim. Dan hari ini, potensi maritim mulai dimanfaatkan,” paparnya.
Ia mengatakan dengan masuknya kapal Ocean Explorer, maka akan menjadi pemasukan besar buat negara.
”Ini potensi besar karena bayangkan berapa ratus ribu GRT, dana dari sisi labuhnya, pindah muatan. Itu semua PNBP yang akan diterima negara,” ujarnya.
Dan yang paling penting adalah multiefeknya pada bisnis maritim.
”Akan ada perputaran uang yang besar di Batam. Makanya perlu ditingkatkan keamanan, kepastian hukum, tarif bersaing, pelayanan dan kenyamanan,” paparnya.(leo)
batampos.co.id – Pemerintah Indonesia mengecam tindakan kekerasan terhadap muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang, Tiongkok. Tapi, sayangnya Indonesia tak ingin terlibat lebih jauh urusan domestik Tiongkok.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan semua pihak termasuk Indonesia tentu menentang penindasan terhadap umat Islam Uyghur. Sebab, hal itu bisa melanggar hak asasi manusia yang dihormati setiap bangsa.
”Secara umum, pelanggaran HAM juga harus kita perjuangkan (hak korban, red),” ujar JK usai membuka rapat koordinasi tentang SDGs di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (17/12).
Tapi, Indonesia sejauh ini hanya bisa mengecam saja. Tidak ingin masuk lebih dalam untuk mengatasi masalah tersebut.
”Tapi kalau masalah domestiknya, tentu kita tidak ingin campuri masalah domestik Uyghur itu,” imbuh dia.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Din Syamsuddin juga mengecam keras penindasan atas muslim Uyghur. Secara khusus, Dewan Pertimbangan MUI meminta Pemerintah Indonesia untuk menyalurkan sikap umat Islam Indonesia dengan bersikap keras dan tegas terhadap Pemerintah Tiongkok dan membela nasib umat Islam di sana.
”Mengimbau untuk menya-lurkan tangan pertolongan bagi saudara-saudara Muslim lewat cara-cara yang memungkinkan,” jelas Din dalam kete-rangan tertulisnya.
Dia menjelaskan seperti diberitakan media massa internasional, Muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang mengalami penyiksaan, pengucilan, dan pelarangan menjalankan ajaran agama. Penindasan seperti itu, menurut Din, merupakan pelanggaran nyata atas HAM dan hukum internasional.
”Hak Asasi Manusia dan International Convenant on Social and Political Rights menegaskan adanya kebebasan beragama bagi segenap manusia. Maka muslim Uyghur yang merupakan mayoritas penduduk di Provinsi Xinjiang memiliki kebebasan menjalankan ajaran agamanya,” jelas President of Asian Conference on Religions for Peace (ACRP) itu.
Sekjend MUI Anwar Abbas menuturkan dari video yang beredar diduga ada tindak kekerasan oleh polisi rahasia Tiongkok terhadap umat Islam yang ada di negara itu. Kekerasan itu jelas tidak bisa diterima oleh siapapun yang masih menghormati hak-hak asasi manusia. Bukan hanya umat Islam di Indonesia tapi juga dunia.
”Untuk itu MUI meminta kedubes China di Indonesia untuk menjelaskan kepada bangsa Indonesia yang ma-yoritas penduduknya beragama Islam. Karena tindakan-tindakan kekerasan yang mereka lakukan terhadap umat Islam terutama anak-anaknya benar-benar sangat menyakiti hati umat Islam,” kata dia.
Selain itu, MUI mendesak pemerintah Tiongkok untuk menghentikan semua tindak kekerasan tersebut. Karena selain tidak menghormati HAM juga akan merusak hubungan baik antara Indonesia dan Tiongkok di masa depan.
”MUI juga menghimbau Kementerian Luar Negeri untuk melakukan langkah-langkah penting agar tindakan yang tidak beradab yang dilakukan oleh pemerintah Tiongkok terhadap rakyat Uyghur dan umat Islam Tiongkok segera dihentikan,” tegas dia.(jun)