Sabtu, 27 Juni 2026
Beranda blog Halaman 11596

Warga Berhala Keluhkan Jaringan Telekomunikasi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sejumlah wilayah yang termasuk dalam wewenang Pemerintahan Kabupaten Lingga, saat ini masih banyak yang belum mendapatkan pelayanan telekomunikasi dengan baik. Salah satunya Desa Berhala, Kecamatan Singkep Selatan.

Desa tersebut belum menikmati jaringan telepon dengan baik, terlebih jaringan 4G.
Untuk mendapatkan sinyal yang bagus, warga di Desa Berhala yang terdiri dari Dusun Pulau Lalang dan Dusun Pulau Berhala harus mencari lokasi yang tepat untuk dapat menelepon dan berkirim pesan singkat. Biasanya warga harus menuju pantai dan lokasi tertentu.

“Yang pasti mereka tidak dapat menelepon jika berada dalam desa mereka, sehingga harus keluar menuju pantai,” kata Camat Singkep Selatan Sabirin ketika ditemui di Dabo Singkep, Jumat (10/5) pagi.

Warga Pulau Lalang, saat ini mendapatkan sinyal hantaran dari Desa Kebun Nyiur yang berjarak puluhan kilometer dan dipisahkan lautan, jika cuaca buruk melanda mereka bakal tidak mendapat signal dengan baik.

Yang lebih memprihatinkan lagi, warga di Pulau Berhala mengharapkan hantaran sinyal dari Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi.

Hantaran sinyal itu hanya bisa menelepon dan SMS. Masyarakat di desa tersebut dipastikan tidak dapat mengi-rim data ataupun mengakses internet dengan jaringan 4G seperti yang dinikmati masyarakat lainnya.

Padahal, sambung Sabirin, kawasan Desa Berhala seper-ti diketahui, adalah kawasan andalan wisata bagi Pemerintah Kabupaten Lingga. Di-rinya sangat menyayangkan kondisi ini karena dapat menghambat laju perkembangan daerah itu.

“Padahal pemerintah pusat tengah fokus dalam hal pemenuhan kebutuhan telekomunikasi bagi masyarakat, sayang jika tidak dimanfaatkan,” kata Sabirin.

Selain dua desa, banyak desa lainnya di Lingga yang belum menikmati layanan telekomunikasi dengan baik. Sehingga aktivitas warga terhambat akibat kekurangan layanan tersebut. (wsa)

KPU Batam Tunda Pleno, sebab …

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam kembali menunda pelaksanaan rekapitulasi, Minggu (12/5) hingga pukul 16.30 WIB. Hal ini karena Kecamatan Sagulung belum juga menyelesaikan pleno tingkat kecamatan.

“Seharusnya siang ini sudah bisa digelar, tapi mereka belum pleno jadi sidang ini kami skor kembali,” kata Ketua KPU Batam, Syahrul Huda.

Ia menargetkan proses rekapitulasi harus selesai saat ini. Sebab jika Sagulung tidak selesai akan menjadi masalah di penetapan hasil tingkat KPU Provinsi Kepri. “Harus selesai. Kalau bisa pukul 19.00 WIB kami sudah bergerak ke Tanjungpinang untuk pleno tingkat provinsi,” ujarnya

Ia juga meminta pengertian dari saksi yang hadir. Sebab penundaan sudah yang kedua kali dilakukan sepanjang hari ini. Namun hal ini tidak disengaja karena memang keadaan yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan rekapitulasi.

foto: batampos.co.id / yulitavia

“Mudah-mudahan PPK Sagulung selesai sore nanti. Jadi kami bisa lanjutkan tingkat kota. Nasib Kepri berada di Sagulung saat ini. Jadi kami akan ke Sagulung untuk mengecek sejauh mana prosesnya,” terang Syahrul.

Pleno akan dibuka kembali pukul 16. 30 WIB. Saksi langsung meninggalkan ruangan sidang. Beberapa dari mereka memang mengeluhkan jadwal pleno karena harus bolak-balik ke kantor KPU Batam. (yui)

Korban Banjir Ruli Tembesi Pandan Aran Batuaji, Bertahan dalam Tenda

0

batampos.co.id – Korban banjir di ruli Pandan Aran, Batuaji masih bertahan di tenda Bantuan Dinsos yang didirikan dekat kantor Kelurahan Kibing, Batuaji. Kondisi mereka memprihatinkan sebab belum ada perhatian serius dari instansi pemerintah terkait.

Mereka tinggal dalam dua tenda berukuran kecil sehingga tak begitu nyaman. Total ada sekitar 13 kepala keluarga (KK) yang harus mengungsi ke tenda penampungan sebab seluruh rumah mereka terendam banjir. Selain perlengkapan pakaian, keluarga yang mengungsi juga kesulitan mendapatkan pasokan air bersih dan listrik.

Kepada wartawan, Minggu (12/5), warga korban banjir mengaku sangat kesulitan saat malam hari dan ketika hujan turun. Pasalnya, saat malam hari mereka harus bertahan dengan dinginnya udara malam sebab pakaian dan selimut yang terbatas. Begitu juga saat hujan, tenda penampungan kerap kemasukan air yang membuat mereka tak nyaman.

Sebagian warga memilih meninggalkan lokasi tenda penampungan dan pindah menumpang di rumah keluarga terdekat.

”Air (bersih) yang paling parah. Harap bantuan warga saja. Kalau tak ada bantuan harus keluar cari ke tempat lain (air bersih). Malam hari susah tidur karena angin masuk sampai dalam tenda. Selimut dan pakaian terbatas karena basah (terendam banjir sebelumnya),” kata Mulyono, warga ruli Tembesi Pandan Aran.

Sampai siang kemarin, belum ada penanganan serius dari pihak manapun. Pemerintah terkait ataupun pengembang yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi tempat tinggal warga tersebut, juga belum turun untuk ikut memantau atau memberikan bantuan, selain tenda dari Dinsos tersebut.

Menurut warga, warga banjir tersebut terjadi karena sistem drainase yang bermasalah. Jalur penyeberangan air ditutup sehingga air mengalir ke permukiman mereka. Selain itu, juga ada aktivitas proyek di sekitar kawasan tempat tinggal warga.

”Bertahun-tahun tinggal di sini baru kali ini banjir besar seperti ini. Hampir semua rumah terendam banjir. Gorong-gorongnya ditutup makanya jadi begini,” ujar Mulyono.

Jikapun persoalan itu menjadi alasan untuk memindahkan mereka dari lokasi pemukiman itu, Mulyono dan warga setempat berharap ada solusi yang tepat sehingga tidak merugikan mereka yang belum punya tempat tinggal tetap tersebut.

Ketua RT 03, Ahmad Sudarmo, membenarkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi warga korban banjir tersebut.

”Total warga yang tinggal di sini ada sebanyak 31 KK. Namun rumah yang terendam banjir ada 13 KK. Sudah kami sampaikan ke kelurahan semoga segera ditanggapi,” ujar Ahmad.
Lurah Kibing, Erwin, sebelumnya mengatakan telah menyampaikan persoalan itu ke Camat Batuaji namun sampai Minggu kemarin belum ada tindakan berarti.

”Saya hanya bisa sampaikan ke kecamatan agar ditindak lanjuti ke Dinas terkait,” kata Erwin. (cr1/eja)

Tiket Pesawat Tujuan Padang, Pekanbaru dan Surabaya Ludes Terjual

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Maskapai Lion Air mengaku tiket mudik dari Batam menuju ke Padang, Pekanbaru, Surabaya dan Yogya sudah ludes terjual sejak 29 Mei. Sementara itu, tiket menuju beberapa daerah lainnya masih tersedia.

“Seperti Medan itu, masih bisa bookinglah. Tapi harganya sekitar Rp 1,3juta. Medan itu tiketnya masih ada dari 29,30,31 Mei, lalu 1 dan 2 Juni,” kata Distrik Manager Lion Air Grup, M Zaini Bire, Sabtu (11/5).

Selain rute ke Medan. Bire mengaku untuk rute Batam menuju Jakarta, juga masih tersedia. Harga tiket yang dijual untuk rute ini dikisaran Rp 1,6juta. “Untuk rute yang sudah padat itu, mengantri cadangan,” ucapnya.

Terkait animo masyarakat mudik menggunakan transportasi udara. Bire mengatakan permintaan masyarakat cenderung stagnan. “Tidak naik, atau turun. Stabillah,” tuturnya.

Namun, hal berbeda diucapkan oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara, Suwarso. Ia mengaku masih belum ada lonjakan pemesanan tiket dari Batam, menuju ke beberapa daerah lainnya di Indonesia. “Belum ada, paling Minggu depan baru bisa kami cek,” ucapnya. (ska)

Arus SFT Lancar, Pasca Temuan Pasien Monkeypox

0
Pemeriksaan suhu tubuh di SFT Sekupang tahun 2016 lalu. Ini merupakan langkah dalam mencegah masuknya penyakit dari luar ke Batam. Foto: batampos.co.id / Yulitavia

batampos.co.id – Arus kedatangan dan keberangkatan di Pelabuhan Internasional Sekupang berjalan dengan lancar, pasca adanya temuan pasien yang diduga terinfeksi virus Monkeypox.

Kepala Pengelola Sekupang Ferry Terminal (SFT) Julmarly mengatakan hingga saat ini belum ada peringatan dari otoritas yang berwenang terkait temua virus tersebut.

“Biasanya kami menunggu arahan dari KKP. Karena mereka yang paling tahu tindakan apa yang harus dilakukan sebagai langkah pemcegahan. Sejauh ini masih aman saja,” kata dia, Sabtu (10/5).

Pria yang akrab disapa Jul ini mengungkapkan memang ada temuan pasien yang diduga terinfeksi monkeypox tersebut. Namun sekarang sudah diamankan dan dikarantina di Singapura. “Sepertinya dia baru berpergian ke daerah Afrika sana. Arus kedatangan dan keberangkatan lancar saja,” sebutnya.

Ia menambahkan selama ini pihaknya hanya melayani penumpang dengan tujuan Singapura saja. Namun calon penumpang yang melalui SFT tidak usah khawatir, sebab belum ada peringatan yang dikeluarkan instansi yang bertanggung jawab atas hal ini.

“Semoga aman saja,” tutupnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudhayana mengimbau kepada warga yang ingin ke Singapura tidak perlu khawatir karena adanya temuan monkeypox.

“Pasien sudah dikarantina di Singapura. Menurut informasi dia merupakan warga Nigeria dan terdeteksi terkena virus tersebut,” kata dia.

Menurutnya kalau pasien sudah dikarantina itu bearti pemutusan mata rantau peredaran virus sudah berhasil dilakukan. Namun demikian pihaknya tetap memantau jika terjadi penambahan pasien yang terkena virus ini.

“Kami masih memantau perkembangan kasus ini. Karena penularannya melalui udara. Kalau ada temuan baru dan itu dinilai mengkhawatirkan baru ada tindakan,” ujarnya.

Tjetjep menyebutkan tindakan pencegahan dini yang bisa dilakukan yaitu dilakukan pemeriksaan di ruang kedatangan di pelabuhan. “Sekarang belum lah. Masyarakat tidak perlu khawatir. Dan belum ada larangan bepergian yang dikeluarkan juga,” imbuhnya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk memantau bersama-sama perkembangan kasus virus monkeypox ini.

“Ke pusat juga sudah kami laporkan. Hingga kini kami masih menunggu arahan dari pusat juga. Saya minta masyarakat jangan khawatir,” tutupnya. (yui)

Bazar Wonderfood Ramadan Lokasi Pilihan Berbuka

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Bazar Wonderfood Ramadan (BWR) di Dataran Madani, Jalan Raja Haji Fisabilillah tepatnya di depan Edukits, Batam Centre, resmi dibuka, Sabtu (11/5) sore. BWR ini akan berlang-sung hingga 24 Mei mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mengatakan, BWR adalah agenda rutin Pemko Batam yang dapat dukungan dari Kementerian Pariwisata. Karena itu, BWR tahun ini dibuat lebih menarik.

“Selain untuk masyarakat lokal, BWR ini juga untuk menarik wisman. Hal ini juga sudah kami sounding ke agen tour and travel dari Malaysia dan Singapura. Belum dibuka saja, sudah ada wisman yang datang,” katanya.

Sesuai tema, makanan yang dijual pada bazar Ramadan ini adalah penganan khas kampung. Ada berbagai jenis kue dan minuman ringan khas Melayu, serta makanan berat yang mengenyangkan di antaranya asam pedas dan sotong hitam. Untuk jam buka dimulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.

“Namun, ada juga makanan dan minuman kekinian, yang disesuaikan dengan selera masyarakat sekarang,” terang Ardi.

Menurutnya, ada 60 tenan yang akan berpartisipasi pada bazar Ramadan Pemko Batam ini. Pedagangnya merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Batam. Pendataan UMKM dilakukan bersama Dinas Usaha Mikro Kecil serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Selain bertujuan menyediakan alternatif pilihan tempat berbuka puasa bagi warga Batam, juga untuk menggerakkan ekonomi UMKM dan ekonomi kreatif,” tuturnya.

Ardi menambahkan, bagi yang ingin berbuka puasa di BWR, di sana tersedia meja dan kursi. Ada juga tempat salat dan WC umum. Selain itu, ada panggung yang bisa digunakan dengan syarat yang tela­h ditentukan panitia. Di­ an­ta­ranya, membeli paketan makanan yang ada di bazar tersebut.

“Selama bazar berlangsung, Insya Allah akan diisi dengan atraksi dan hiburan. Masyarakat yang ingin mengunakan panggung juga boleh, asal membeli makanan yang ada di bazar. Selain itu semua fasilitas gratis termasuk tenan.”

Sejumlah wisman dari Singapura terlihat asyik memilih-milih beberapa jenis takjil. Menurutnya, makanan yang tersedia di sana cukup variatif dan murah-murah.

“Banyak jenisnya dan pastinya saya senang. Untuk rasa, saya yakin di Batam ini enak-enak,” imbuh Salsa, wisman asal Singapura yang datang bersama rombongan. (she)

PM Mahathir & Putra Mahkota Johor Bertikai

0

PERDANA Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bertikai dengan Putra Mahkota Johor Ismail Sultan Ibrahim. Mahathir menyebut Ismail sebagai anak kecil dan bodoh karena komentarnya terkait pemerintahan.

”Harusnya TMJ (putra mahkota, red) tak mengomentari apa yang dia tak paham. Ini dia masih anak kecillah. Dia terlalu bodoh mengomentari padahal tidak tahu apa yang sedang terjadi,” ujar Mahathir di Putrajaya, jelang ulang tahun pertama Pemerintahan Pakatan Harapan yang ia pimpin, Senin (6/5) lalu.

Seperti diketahui, bangsawan Johor itu selalu terlibat selisih paham sejak Mahathir memimpin.

Sejak kembali memimpin Malaysia, politisi senior Malaysia ini selalu menjaga hubungan baik dengan para bangsawan dan sultan di berbagai negara bagian Malaysia. Namun, sejak tugas hari pertamanya memimpin Malaysia, ia mendorong amandemen konstitusi untuk menghilangkan kekebalan hukum royalti di Malaysia.

Hal inilah yang diprotes Pangeran Ismail Sultan Ibrahim. Ia menyebutkan harusnya pemerintah federal tidak mencampuri institusi kerajaan.

Sementara itu, putra mahkota yang blak-blakan tidak menghindar dari mengkritik Dr Mahathir dan pemerintah federal atas hal-hal yang ia anggap akan memengaruhi institusi kerajaan. Dia menentang keras ratifikasi Statuta Roma tentang Pengadilan Kriminal Internasional dan bersikeras bahwa kekuasaan untuk menunjuk menteri utama negara ada di bawah tugas Sultan Johor.

Dilansir dari Channel News Asia, Ismail menyebutkan, orang luar tidak boleh mencampuri urusan Johor dan menyarankan agar rakyat perlu mengganti perdana menteri.
Pekan lalu, istana Johor berada di bawah pengawasan untuk dugaan jual lahan ke sultan peruntukan Sistem Transit Cepat Johor Bahru-Singapura. Pangeran mahkota mengatakan, istana tidak diberikan penghargaan karena memberikan tanah dan uang kepada masyarakat dan pemerintah.

Ketika ditanya apakah ada ketegangan dengan Sultan Johor terkait pernyataannya terhadap anak sultan, Dr Mahathir menjawab tidak demikian.

”Tidak, saya tidak melihat apa-apa. Saya tidak ingin mengomentari para sultan. Itu tak baik karena mereka sultan,” tutup Mahathir seperti dilansir dari Malaysia Insight. (cha)

Badai Tornado Kejutkan Warga Singapura

0

batampos.co.id – Beberapa penduduk Singapura dikejutkan oleh fenomena alam, badai tornado, Sabtu (11/5) kemarin. Badai tornado atau puting beliung ini terjadi akibat intensitas petir yang tinggi disertai angin kencang sehingga membentuk kolom-kolom air tersedot ke awan.

Beberapa pengguna media sosial di Negara Singa ini mengambil video dan foto pemandangan itu dan memposting-nya secara online. Salah satunya Grace Ng, warga yang tinggal di kondominium 76 Shenton, menga-takan, dia melihat puting beliung sekitar pukul 9 pagi.

”Awalnya puting beliung sangat lemah, dan ia terus menghilang dan muncul kembali. Tetapi semakin dekat dan kemudian membesar. Jadi, kami berhasil mengambil bidikan yang baik ketika langit sangat cerah,” katanya.

Puting beliung melemah ketika mencapai pantai, dan menghilang beberapa menit setelah itu, tambahnya.

Semuanya berlangsung sekitar 15 hingga 20 menit, kata Ng, hujan mulai turun setelah puting beliung menghilang.

Demikian halnya dengan David Johnson dan istrinya Teri Caldwell. Seperti dilansir dari Channel News Asia kemarin, David menyebutkan, melihat puting beliung dari rumah mereka di Newton GEMS sekitar pukul 8.45 pagi.

”Ada awan gelap tetapi tidak ada angin kencang atau hujan pada saat itu,” kata Johnson.

Johnson menambahkan, sekitar 30 menit setelah dia melihat puting beliung, hujan mulai turun.

Badan Lingkungan Nasional mengatakan, sekitar tiga kejadian puting beliung di atas perairan Singapura di-laporkan setiap tahun.

Pada Januari tahun lalu, puting beliung di lepas pantai timur Singapura menyebabkan angin kencang dan me-ngirim kapal dan tempat sampah terbang di kawasan East Coast Park. (cha)

Ketika, Cacar Monyet Jangkiti Singapura

0
ilustrasi

batampos.co.id – Bagi warga Batam yang suka bepergian ke Singapura perlu waspada. Saat ini, negara tetangga tersebut tengah merebak kasus monkey pox atau penyakit cacar monyet. Kasus ini pertama kali diketahui dengan pasien terjangkit adalah seorang warga negara Nigeria berusia 38 tahun yang tengah menginap di Hotel 81 Orchid di kawasan Geylang, Senin (28/4) lalu.

Kementerian Kesehatan Singapura, seperti dilansir dari Channel News Asia, Jumat (10/5) lalu melaporkan, warga negara Nigeria tersebut dipastikan terjangkit virus penyakit monkey pox.

”Pasien saat ini dalam kondisi stabil dan tengah dikarantina di National Centre for Infectious Diseases (NCID) Singapura,” ujar juru bicara Kemenkes Singapura (MoH) kemarin.

Kemenkes Singapura menegaskan bahwa cacar monyet ini baru kasus pertama yang terjadi menjangkiti Singapura.

”Kepada kami pasien mengaku sebelum kunju-ngannya ke sini, dia sempat menghadiri acara pernikahan di Nigeria. Kemungkinan besar ia mengonsumsi daging hewan liar di pesta itu. Dan bisa jadi itu sumber penularan virus monkey pox,”ujar MoH.

Sang pasien diketahui telah tinggal di Hotel 81 Orchid, 21 Lorong Geylang sebelum dirawat di rumah sakit. Ia juga sempat menghadiri pameran di Jalan 3 Church, Singapura pada 29-30 April lalu.

Pada 30 April itu, pasien tersebut mengalami demam, nyeri, kedinginan, dan ruam kulit, dan tidak segera berobat. Pada 7 Mei, pasien dilarikan ke Rumah Sakit Tan Tock Seng, dan saat itu juga kembali dirujuk ke NCID.

Monkey Pox, Virus Penyakit dari Afrika

Monkey pox merupakan virus penyakit yang berasal dari hewan liar dan ditularkan ke manusia. Virus ini berkembang di kawasan Afrika Te-ngah dan Afrika Barat.

Dalam penularan perdana-nya, virus ini terjadi saat seseorang melakukan kontak dengan hewan yang terinfeksi virus, seperti tikus. Sementara penularan antarma-nusia, terjadi apabila adanya kontak dekat dengan sekresi saluran pernafasan penderita atau terkontaminasi cairan dari pasien yang terinfeksi.

Gejalanya, demam, sakit, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga ruam kulit. Kalau tak segera ditangani, bisa menyebabkan komplikasi serius dimulai dari pneumonia hingga kematian.

Serius menangani hal ini, Kementerian Singapura telah memeriksa 23 orang yang terindikasi memiliki kontak dekat dengan pasien, seperti 18 tamu pameran, satu staf pameran, serta empat karya-wan hotel, dan pacar pasien.

”Kami telah menawarkan vaksinasi untuk menghentikan penyebaran virus monkey pox ini,” ujar MoH. (cha)

Sekolah Gunakan Google Maps untuk Seleksi Calon Siswa

0

batampos.co.id – Jelang penerimaan peserta didik baru (PPDB) 14-29 Juni mendatang, berbagai persiapan digelar SMPN 56 Batam yang berlokasi di Tiban Lama, Sekupang.

Tahun ini menjadi tahun pertama sekolah menggelar PPDB di gedung sendiri setelah menumpang selama tiga tahun.

Kepala SMPN 56 Batam, Nurhayati mengatakan tahun ini sekolah membuka empat ruangan untuk siswa baru. Jumlah ini lebih banyak dari rencana daya tampung (RDT) yang diusulkan kepada Dinas Pendidikan Batam yaitu dua kelas.

“Setelah melihat kondisi jumlah siswa yang tamat sekolah dasar di zonasi SMPN 56 akhirnya kami buka empat kelas dengan total siswa 144 orang,” kata dia, Sabtu (10/5).

Siswa yang ada saat ini terpaksa dipadatkan dulu karena kelas akan digunakan untuk siswa baru. Tahun ini sekolah mendapatkan satu ruang kelas baru (RKB). Mudah-mudahan pembangunan RKB bisa selesai sebelum tahun ajaran baru dimulai pertengahan Juli mendatang.

“Alhamdulillah kami dapat RKB satu. Kemarin pondasinya kan sudah ada. Semoga cepat selesai dibangun,” imbuhnya.

Nurhayati mengungkapkan sudah membahas daya tampung sekolah bersama perangkat lurah serta RT/RW yang ada di zonasi sekolah. SMPN 56 akan melayani empat kelurahan yang ada di Kecamatan Sekupang dan satu lagi kelurahan Tanjunguma.

“Sudah kami sampaikan keadaan ini. Kondisi sekolah tidak akan sanggup menampung seluruh lulusan,” sebutnya.

Meskipun ada dua pilihan sekolah, ia meminta kepada orangtua yang benar-benar berdomisili di Tiban Lama untuk bisa menjadikan SMPN 56 sebagai pilihan pertama. Hal ini agar semua yang diterima merupakan zonasi terdekat dengan sekolah.

“Kemarin mereka tanya juga bagaimana sistem nilai. Saya sampaikan PPDB tidak melihat nilai. Kami hanya memperhatikan jarak sekolah saja. Nanti kami akan pakai google maps untuk mengukur jarak rumah siswa ke sekolah,” terangnya.

Ini merupakan salah satu upaya agar siswa terdekat sekolah bisa terakomodir. Jangan sampai nanti saat pelaksanaan banyak orangtua yang tidak terima padahal rumahnya berada di zonasi terdekat dengan sekolah.

Nurhayati menyebutkan PPDB akan dibuka pukul 08.00-12.00 WIB. Orangtua bisa mendatangi langsung sekolah dan membawa persyaratan. Pendaftaran akan dibantu oleh operator PPDB yang sudah mengikuti pelatihan sebelumnya.

“Mudah-mudahan tidak ada kendala dan bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Disdik Batam, Andi Agung mengatakan untuk wilayah Sekupang sekolah sudah terpenuhi. Dengan adanya dia bangunan sekolah baru orangtua jadi lebih mudah mendaftarkan anaknya.

Ia menyebutkan tahun ini jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) mencapai 27 ribu anak, tamat SD sebanyak 23.439 anak dan tamat SMP mencapai 16.091 anak.

Selisih ini diharapkan bisa melanjutkan ke sekolah swasta. Selain itu penerapan dua sif masih dijalankan tahun ini. “Nanti pasti ada solusinya. Kalau semua ke negeri memang tidak tertampung,” sebutnya.(yui)