Senin, 29 Juni 2026
Beranda blog Halaman 11597

Komunitas Kembara, Jelajahi Pulau Sembari Beramal

0

Perwakilan Komunitas Kembara memberikan paket sembako kepada orang tua Lansia di Tanjung Kertang, Galang, Kota Batam. Foto: Bobi Bani/batampos.co.idbatampos.co.id – “Kita langsung datang, kami niatnya bersilaturahmi dengan orangtua kita, sambil membawa oleh-oleh kepada mereka,”. Perkataan ini disampaikan Ketua Komunitas Kembara, Sutris Astari, kepada batampos.co.id, Rabu (15/5).

Panas yang menyegat kulit, tidak menyurutkan semangat anak-anak muda yang tergabung dalam Komunitas Kembara untuk berbagi dengan masyarakat di kawasan  hinterland Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Terik matahari yang mengigit kulit tim Kembara, seakan hilang ketika melihat senyum masyarakat Kampung di Tanjung Kertang, Kecamatan Galang, kian berkembang menyambut kedatangan mereka.

Terlebih saat mereka menyambangi kediaman beberapa orang tua lansia di desa tersebut. Menurut Sutris, kali ini target mereka berbagi dengan 14 orang lansia dan satu anak yatim piatu.

“Tujuan utama kami ke sini untuk bersilaturahmi dengan orang-orang tua kita dan melihat langsung bagaimana kondisi mereka, serta memberikan sedikit bantuan,” ujarnya.

Di bulan Ramadan lanjut Sutris, pihaknya akan terus berupaya untuk bersilahturahmi sambil beramal ke pulau-pulau terdepan di Kota Batam.

Komunitas Kembara memberikan paket sembako kepada orang tua lansia di Tanjungkertang, Galng, Kota Batam. Foto: Bobi Bani/batampos.co.id

Pada awal Mei 2019 lalu, lanjutnya Komunitas Kembara juga memberikan bantuan untuk warga jompo di Kampung Monggak, Rempang Cate, Galang.

Zahrin Rahmat, Bendahara Komunitas Kembara menjelaskan, awalnya kegiatan mereka  hanya berskala kecil dengan memanfaatkan iuran dari masing-masing anggota. Lambat laun aktivitas tersebut menarik perhatian orang-orang dan menitipkan rezeki mereka melalui komunitas mereka.

“Alhamdulilah banyak yang mau ikut bersedekah, kita hanya menyalurkan saja, sambil bersilaturahmi dengan orangtua kita,” Zahrin.

Menurutnya bantuan yang diberikan kepada masyarakat di pulau-pulau terluar adalah sembako. Terdiri dari beras, gula, mie instan, telur, dan bahan pokok lain yang menjadi kebutuhan bagi masyarakat.

Komunitas Kembara lanjutnya, berencana untuk kembali melakukan kegiatan amal pada pertengahan Ramadan mendatang. Komunitas itu akan memfasilitasi anak yatim piatu untuk memenuhi kebutuhan mereka menyambut lebaran mendatang.

Mereka akan dibawa berbelanja dan memilih langsung pakaian yang mereka suka. “Kita akan siapkan dulu untuk kegiatan berikutnya, termasuk mendata anak yatim piatu yang akan kita bantu,” kata Zahrin lagi.

Komunitas Kembara berharap, kegiatan yang mereka lakukand dapat menginspirasi komunitas lain, khususnya bagi anak-anak muda Melayu untuk memberikan hal positif yang bisa dirasakan oleh lingkungan sekitar.(bbi)

Menanti Revitalisasi Dam Harapan

0
Kondisi Dam Harapan yang masih menanti revitalisasi dari pemerintah

Batam yang dirancang sebagi kota industri, berdampak pada laju pertumbuhan penduduk yang melesat dengan pesat. Penduduk dari berbagai daerah di Indonesia tertarik pindah ke Batam untuk meraih kesempatan kerja dan membuka usaha. Akibatnya, kebutuhan air bersih pun kian meningkat dari tahun ke tahun.

Sementara, Batam tidak memiliki mata air. Hanya mengandalkan air hujan yang ditampung di dam sebagai sumber air baku. Sejak mendapatkan mandat mendistribusikan air bersih di Batam, PT Adhya Tirta Batam (ATB) mengolah dam yang ada untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Ada hal yang harus dipahami oleh masyarakat mengenai air bersih di Batam. Berdasarkan konsesi, ATB hanya berperan sebagai pengelola air bersih, sedangkan air baku tetap dibawah kewenangan pemerintah.

Tentu saja hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan Bumi,air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara. Berdasarkan hal itu, jelas perbedaan peran antara pemerintah dengan ATB. Pemerintah bertanggung jawab menyediakan serta menjaga air baku. Sedangkan ATB berperan mengolah dan mendistribusikan air bersih ke pelanggan.

Perkembangan industri dan pertumbuhan penduduk semakin pesat, namun cadangan air baku belum bertambah. Batam masih mengandalkan kemampuan Dam Duriangkang, Dam Muka Kuning, Dam Nongsa, Dam Sei Ladi dan Dam Sei Harapan untuk memenuhi kebutuhan suplai air bersih seluruh masyarakat Batam.

Ketika curah hujan minim, ketersediaan air baku semakin menipis karena terus disedot untuk mencukupi kebutuhan pelanggan. Belum lagi kondisi pendangkalan akibat kerusakan lingkungan dan aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab di sekitar daerah tangkapan air, membuat kondisi dam semakin memprihatinkan. Dam-dam di Batam yang sebelumnya bergelimang air, harus berhiaskan hamparan tanah tandus di tepiannya. Air dam menyusut drastis.

Dam Sei Harapan bahkan sudah masuk fase kritis. Jika intensitas curah hujan rendah dan revitalisasi dam tidak segera dilakukan oleh pemerintah, Dam Sei Harapan terancam lumpuh. Lumpuhnya satu dam akan berdampak krisis seluruh wilayah Batam. Meski hujan turun beberap waktu terakhir, namun intensitasnya tidak sebanding dengan kecepatan penurunan air baku. Sehingga langkah penggiliran air bersih (Water Rationing) terpaksa diambil ATB, demi mempertahankan ketersediaan air baku.

Gempuran pendangkalan, alih fungsi daerah tangkapan air hingga kebakaran hutan sekitar Dam Sei Harapan menjadi masalah serius yang harus segera ditemukan solusinya. Revitalisasi Dam Sei Harapan tidak boleh ditunda-tunda lagi. Rationing diberlakukan hanya sebagai solusi sementara untuk memperpanjang usia pemakaian air baku.

Dam Sei Harapan menanti upaya revitalisasi dari pemerintah secara reguler agar kemampuan daya tampung airnya bisa maksimal. Pemerintah harus peduli dengan pengaturan jumlah penduduk agar air baku dapat mencukupi kebutuhan Batam. Begitu juga dengan pengaturan alokasi lahan dan pengaturan pembuangan limbah agar air tidak terkontaminasi dengan sampah dan dan zat-zat berbahaya.

Rationing bukan bertujuan melarang pelanggan menggunakan air. Namun mengingatkan pelanggan untuk dapat mensiasati penggunaan air agar lebih hemat. Krisis air bukan kesalahan produksi dan pendistribusian air bersih. Namun karena berkurangnya jumlah air baku akibat volume air di dam menyusut. Bertoleransi dalam menampung dan menggunakan air seperlunya, bukan secukupnya. (*)

 

Cegah Banjir, Gorong-gorong di Batuaji Dilebarkan

0
Salah seorang pekerja mengerjakan pembangunan gorong-gorong di kawasan Batuaji. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

batampos.co.id – Gorong-gorong di bawah bahu jalan R Suprapto, Batuaji, persisnya depan pasar Melayu dibongkar dan dilebarkan guna mencegah banjir di ruas jalan tersebut.

Gorong-gorong yang menghubungkan drainase induk dari kelurahan Bukit Tempayang, Batuaji dan Sagulung itu rencananya akan dibangun jembatan pelintas air yang lebih lebar.

Pantauan batampos.co.id di lapangan, pengerjaan dilakukan secara bertahap di atas jalan dua jalur itu. Tahap awal penggalian di jalur seberang pasar melayu atau sisi simpang Hutatap.

Row pembatas jalan dan U-Turn di lokasi tersebut juga dibongkar dan ditutup sementara. Pekerja di lokasi proyek mengatakan, gorong-gorong lama akan dibongkar habis dan diganti dengan semenisasi baru seperti di simpang Kavling Baru, Sagulung.

“Secepatnya (diselesaikan). Karena musim hujan ini,” ujar seorang pekerja yang tak mau menyebutkan namanya, Rabu (15/5/2019). Kasi Trantib Kecamatan Sagulung, Jamil, menuturkan, proyek peningkatan drainase itu merupakan proyek dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air kota Batam, untuk mengatasi persoalan banjir di Batuaji dan Sagulung.

“Ini rutinitas untuk perawatan dan peningkatan drainase. Ada dua satu lagi di Simpang Basecamp. Biar lancar aliran air,” ujar Jamil.

Kata dia, proyek itu merupakan realisasi dari usulan Musrenbang dan untuk menjawab keresahan masyarakat di dua kecamatan berpenduduk padat tersebut.

Camat Batuaji, Ridwan, sebelumnya mengatakan, normalisasi drainase induk tetap jadi prioritas rutin tahunan untuk mengatasi persoalan banjir di Batuaji.

Namun lanjutnya, normalisasi harus merata hingga ke Sagulung. Sebab beberapa wilayah di Batuaji aliran air bermuara di Sagulung.

“Saling berhubungan sejumlah drainase induk di Batuaji dan Sagulung. Makanya peningkatan drainase di Sagulung juga dibutuhkan,” ujar Ridwan.

Menurutnya, selama ini banjir terjadi karena konektifitas drainase belum terhubung dengan baik. Serta banyaknya jalur penyebrangan air yang bermasalah seperti tersumbat sampah dan tanah.(eja)

Melihat Penggunaan Plastik Pada Bazar Ramadan 2019

0

 

Gelas dan pembungkus yang terbuat dari plastik masih menjadi pembungkus utama yang digunakan para pedagang di Kota Batam. Foto: Bobi Bani/batampos.co.id

batampos.co.id – Banyaknya gelaran bazar Ramadan di berbagai kawasan di Kota Kota Batam, berbanding lurus dengan penggunaan plastik sebagai pembungkus makanan atau wadah bagi para pembeli.

Sampai saat ini plastik memang masih menjadi wadah utama bagi masyarakat, sehingga penggunaannya pada momen Ramadan dan Lebaran terbilang cukup tinggi.

Kondisi ini sedikit banyak telah mempengaruhi kebersihan Kota Batam. Padahal Kota Batam sendiri merupakan daerah yang diproyeksikan menjadi destinasi pariwisata bagi dunia internasional.

Artinya aspek kebersihan menjadi hal yang harus mendapat perhatian tersendiri. Mengomentari hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata menjelaskan, saat ini aturan pembatasan penggunaan kantong plastik belum ada.

Akan tetapi hal tersebut tetap menjadi perhatian Pemerintah Kota Batam, khususnya Disbudpar. Ardi mengaku, pihaknya terus mendorong masyarakat dan komunitas-komunitas yang ada di Batam untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

“Kita akan dorong terus untuk meminimalisir kantong plastik ini, karena memang sangat berpengaruh pada lingkungan kita sendiri,” kata Ardi ketika dihubungi batampos.co.id, Rabu (15/5/2019).

Sementara itu, pantauan di salah satu lokasi bazar yang diadakan Pemkot Batam, Wonderfood, di kawasan Edukits, Batam Cen,tre, puluhan pedagang yang memenuhi lokasi bazar ini masih menggunakan kantong plastik. Baik itu sebagai pembungkus makanan yang dijual, maupun sebagai wadah bagi pembeli.

S, salah satu pedagang di bazar itu, mengaku setiap bungkusan makanan yang terjual pasti menggunakan kantong plastik. Dalam sehari ia bisa menjual Dim Sum yang menjadi makanan yang ia jual di sana sebanyak lebih dari 50 bungkus.

“Sejauh ini memang masih menggunakan plastik, karena memang belum ada penggantinya,” kata S ketika ditemui di lokasi bazar ini pada Selasa (14/5/2019) malam.

Dari keterangan S ini, bisa diketahui ada lebih dari 50 bungkus plastik yang menjadi sampah dari pedagang. Hal serupa juga berlaku bagi pedagang lain, yang memang menjadikan plastik sebagai wadah makanan.

Di Batam sendiri, lokasi Bazar Ramadan ini tersebar di berbagai kawasan yang jumlahnya tidak sedikit. Dalam satu lokasi bazar tersebut juga ditempati oleh pedagang yang menyediakan kuliner berbuka yang juga tidak sedikit. Dari sini kita bisa membayangkan jumlah sampah plastik yang disuplai selama Ramadan ini.

Sebelumnya, Kabid Persampahaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Faisal menjelaskan, sejak awal bulan puasa jumlah sampah di Kota Batam meningkat lima hingga 10 persen setiap harinya.

Dari jumlah tersebut sampah plastik paling banyak bersumber dari lokasi bazar dan pasar. Kalau biasa perharinya jumlah sampah sebanyak 900 ton, berarti ada tambahan 90 ton lagi. Artinya ada 990 ton sampah setiap harinya.(bbi)

Penikmat Dunia Malam itu Kini Menjadi Pengurus Masjid

0
Ketua pengurus Masjid Al-Mardhatillah, Rusli Alor (kanan), menceritakan perjalanan hidupnya yang kelam hingga kembali ke jalan yang diridai Allah SWT. Foto: Bobi Bani/batampos.co.id

batampos.co.idAllahu Akbar, Allahu Akbar, Laila Halillah. Penggalan suara azan ini menjadi titik balik kehidupan bagi Rusli Alor. Pria yang dulunya sangat menyukai dunia malam itu kini menjadi pengurus masjid.

Dengan mata berkaca-kaca, Rusli, menceritakan bagaimana dirinya kembali ke jalan-Nya. Pria 45 tahun itu mengatakan, saat pertama kali menginjakkan kaki di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, yang ada di benaknya hanya senang-senang.

Hampir semua tempat hiburan malam disambanginya. “Saya lupa tahu berapa ke sini (Batam-red) 2014 atau 2015,” katanya saat ditemuai batampos.co.id di Masjid Al-Mardhatillah, Sungai Jodoh, Batuampar, Rabu (15/5/2019).

Pekerjaan yang didapatkannya saat itu menjadi tenaga pengamanan di salah satu hotel di kawasan Batuampar. Dari sana juga dirinya kian hari semakin dekat dengan dunia malam.

“Pacific itu dulu tempat saya berjaga, semua tempat hiburan malam saya datangi, pokoknya senang-senang saja yang diingat,” kata Rusli, menceritakan masa lalunya.

Pria kelahiran Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menuturkan, kehidupan dunia malam dilalui selama beberapa tahun. Sampai pada suatu hari dirinya mendengar suara azan dari salah satu masjid di kawasan Jodoh, Batuampar.

Ketika itu, Rusli merasakan dorongan yang kuat untuk mengerjakan salat. “Saya tidak tahu suara azannya dari masjid mana dan saat itu saya seperti mendapatkan ilham akan menjadi seorang pimpinan,” ujarnya.

Firasat yang dirasakannya ternyata terbukti. Beberapa hari kemudian, dirinya mendapatkan tawaran untuk menjadi pengurus Masjid Al-Mardhatillah.

“Entah bagaimana itu, tapi saya tidak bisa lawan. Akhirnya semua saya tinggalkan saya benar-benar kembali kepada islam,” terangnya dengan mata berkaca-kaca. Rusli menjelaskan, dirinya sudah tiga tahun menjadi pengurus Masjid Al-Mardhatillah.

Pengalaman berharganya tersebut, lanjut Rusli, saat ini telah diketahui oleh keluarganya yang ada di Alor. Kata dia, keluarganya merasa senang mendengar dirinya kembalinya ke jalan kebaikan.

Sampai saat ini, Rusli mengaku terus berupaya untuk berbuat yang terbaik dan mengajak orang-orang untuk menjauhi maksiat. Silaturahmi dengan rekannya dari Alor juga terus ia lakukan, sembari berupaya mengajak mereka unntuk kembali ke jalan yang diridhoi Allah.

“Sekarang saya masih menjadi sekuriti, tapi itu menjadi pekerjaan sampingan saja,” pungkas Rusli.(bbi)

Berjualan di Bazar Ramadan Wonderfood Lebih Efisien dan Menguntungkan

0
foto: batampos.co.id / bobi bani

batampos.co.id – Berkah bulan suci Ramadan menyebar ke pedagang atau penyedia jajanan jelang berbuka puasa. Hadirnya bazar Ramadan yang selalu ramai didatangi masyarakat untuk berburu takjil, membuat pendapatan para pedagang mengalami peningkatan, padahal waktu berdagang mereka terhitung cukup singkat.

Hal itu diakui Situ Nuratika, salah satu pedagang yang membuka lapaknya di lokasi lokasi bazar Wonderfood di kawasan Dataran Madani, Batam Centre, Batam. Wanita yang baru berusia 20 tahun ini menjelaskan, biasanya ia berjualan dengan membuka lapaknya di depan rumahnya dan secara online. Saat itu, Handmade Dim Sum dagangannya laris di beberapa hari saja dalam seminggu. Sementara beberapa hari lain cenderung standar dan terkadang hanya menutupi modal yang dikeluarkan.

Saat ikut berjualan di Bazar Ramadan Wonderfood di depan toko perlengkapan belajar ini, hasil dagangannya mengalami peningkatan cukup signifikan. Selama berjualan sekitar tiga hari lamanya, seluruh dagangannya selalu habis terjual.

“Mulai Sabtu (11/5/2019) jualan selalu habis, rata-rata terjual lebih dari 50 bungkus. Kalau di rumah Cuma setiap hari Jumat saja yang banyak karena saya buat diskon,” kata Tika sapaan akrabnya ketika ditemui di lapaknya pada Selasa (14/5/2019) malam.

Saat ini, lanjut wanita yang duduk di semester enam jurusan Manajemen Bisnis di Kampus Ibnu Sina, Batam ini, ia bisa menghasilkan omset sekitar Rp 500 ribu setiap harinya dari berdagang di bazar yang dibuat oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam ini. Akan tetapi, Tika juga menjelaskan bahwa kondisi cuaca juga berpengaruh pada tingkat penjualan.

Seperti yang terjadi pada Selasa (14/5/2019), dimana hujan deras yang mengguyur kawasan Batam Centre dan sekitarnya menyebabkan jumlah pengunjung bazar menjadi berkurang. Imbasnya dagangan miliknya tidak semuanya terjual. Padahal saat cuaca cerah Dim Sum dengan berbagai varian rasa miliknya tersebut selalu habis beberapa saat setelah momen berbuka puasa.

Meskipun demikian, hal tersebut tidak lantas membuatnya ciut, ia mengaku akan tetap berjualan seperti biasanya hingga nantinya bazar ini selesai. (bbi)

Operasi Pasar Kembali Digelar, Telur Ayam jadi Favorit

0
TPID Kota Batam mengelar operasi pasar. Kali ini operasi pasar dilaksanakan di fasum Perumahan Taman Lestari Kelurahan Kibing, Batuaji. Foto: Yuli/batampos.co.id

batampos.co.id – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam kembali menggelar operasi pasar di pertengahan bulan Ramadan ini.

Lokasi pertama yang menjadi tempat operasi pasar, yakni Fasum Perumahan Taman Lestari Kelurahan Kibing, Batuaji. Saat dibuka, pasar langsung diserbu pembeli yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.

Dari semua komoditas yang dijual telur ayam menjadi yang terfavorit. Kepala Bagian Perekonomian Setdako Batam, Zurniati, mengatakan, harga yang dijual di bawah harga pasar.

Ssehingga pembeli langsung menyerbu pasar. Untuk telur dijual Rp 38 ribu per 30 butir atau satu papan. Bawang putih Rp 25 ribu per kilogram, cabai merah bervariasi tergantung daerah asalnya. Untuk cabai merah Jogja dijual Rp 33-40 ribu per kg, daging sapi Rp 75 per kg, dan ayam beku Rp 30 ribu per kg.

“Semua di bawah harga pasar. Jadi dari pagi itu sudah langsung ramai yang datang,” katanya kepada batampos.co.id, Rabu (15/5/2019)

Ia mengatakan operasi pasar ini akan digelar hingga satu minggu ke depan di sembilan kecamatan yang ada di Kota Batam. Ia berharap operasi pasar ini bisa membuat harga di pasar normal dan tidak ada gejolak.

“Kami tujuannya kan untuk mengendalikan harga pasar. Karena animo dan antusian masyarakat tinggi makanya operasi pasar kembali digelar,” tutupnya.(yui)

Kemenag Targetkan Pengumpulan Zakat Rp 39 Miliar

0
Sejumlah warga saat melakukan pemabayaran zakat di Masjid Agung Batamceter. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

batampos.co.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam menargetkan pengumpulan zakat hingga Rp 39 miliar di tahun 2019. Hal ini disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Islam, Kakemenag Batam, Budi Dermawan, Rabu (15/5/2019).

Budi, mengatakan, target terbesar diharapkan pada pengumpulan zakat fitrah menyusul sedekah dan lainnya. “Bagi umat muslim yang berpuasa sudah boleh membayarkan zakat fitrah dari sekarang,” katanya.

Menurutnya, batas waktu pembayaran zakat fitrah dilakukan sebelum khatib berkhutbah saat salat Idulfitri.

Namun, lanjutnya masyarakat diminta untuk membayarkan zakat fitrah sehari sebelum malam takbiran. “Malam takbiran para petugas itu sudah tutup,” kata dia.

Ia menyebutkan ada dua metode pembayaran zakat fitrah bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. Pertama membayar dalam bentuk beras sebanyak 2.5 kilogram.

Beras yang gunakan untuk zakat harus sesuai dengan apa yang dikonsumsi setiap harinya. Kedua membayar dari bentuk uang. Nilai yang dikeluarkan 3.5 kilogram dikali harga beras gang dikonsumsi.

“Jadi bisa pilih mau bayar pakai apa. Ini kemudahan bagi mereka yang ingin membayar zakat,” sebutnya.(yui)

Obat Tetes Mata Rp 74 Triliun

0
Ilustrasi. Foto: hellosehat.com

MARTYN Chidlow baru saja memeriksakan mata di salah satu klinik lokal Kota Wrexham, Inggris. Tapi, dia merasa harus memeriksakan mata lagi saat melihat layar tagihan di toko produk untuk mata.

Bagaimana tidak, obat tetes mata yang baru dia beli ternyata berharga 4 miliar pound sterling atau sekitar Rp 74 triliun.

Pria 55 tahun itu sudah menyiapkan uang tunai untuk membayar obat mata yang seharusnya dibanderol GBP 9,95 (Rp 185 ribu) tersebut. Tapi, berkali-kali hasil scan kasir menunjukkan harga selangit itu.

”Saya bilang kepada penjaga toko, saya sudah siap tunai, tapi sepertinya saya harus pakai kartu kredit saya,” ungkap ayah dua anak itu. Usut punya usut, ternyata mesin pemindai barcode tersebut salah mengartikan kode produk.

Bukan harga, mesin itu malah menyebutkan nomor pelanggan. Ya, mungkin mesin pemindai tersebut juga butuh obat mata supaya tak salah melihat. (bil/c11/oni)

Siti Nuratika, Sering Berikan Bonus Kepada Pelanggan

0
Stand Hand made dim sum milik Siti Nuratika di bazar Ramadan depan Edukits, Batam Centre. Foto: Bobi Bani/batampos.co.id

batampos.co.id – Bersedekah tidak hanya dilakukan dengan uang, namun bisa dilakukan dengan apa saja. Salah satunya dengan memberikan bonus kepada para pelanggan yang membeli dagangan yang kita jual.

Hal inilah yang dilakukan Siti Nuratika. Perempuan 20 tahun itu kerap menambahkan jumlah dim sum yang dijualnya kepada para konsumennya. Siti mengatakan, saat hari biasa, dirinya menjajakan dagangannya melalui media sosial atau online.

Namun di saat Ramadan, mahasiswi Ibnu Sina itu memilih untuk mengikuti bazar di depan Edukits, Batam Centre. Dengan begitu, dirinya dapat berinteraksi langsung dengan konsumennya.

Cara ini diakuinya memberi manfaat lebih, tidak hanya menyenangkan pelanggan tetapi juga memberikan ruang buatnya untuk berbuat kebaikan.

“Biasanya satu bungkus kecil isinya lima buah (dim sum), tapi sekarang suka ngasih bonus. Jadi ada lebih-lebihnya,” kata Siti saat ditemui batampos.co.id, Selasa (14/5/2019).

Apa yang dilakukannya, ternyata berpengaruh pada pendapatannya selama mulai berjualan. Handmade dim sum buatannya selalu habis terjual. Hal itu membuatnya semakin bersemangat untuk berdagang sambil beramal. Baca Juga: Bazar Wonderfood Ramadan Lokasi Pilihan Berbuka

Menurutnya, memberikan bonus kepada para pelanggannya sudah dilakukan sebelum bulan Ramadan. Hanya saja bentuknya tidak langsung seperti yang ia lakukan saat ini. Ketika itu ia menyesuaikan dengan momen hari besar yang dirayakan masyarakat.

Seperti Hari Ibu. Saat itu dirinya, memberikan bonus bagi pelanggan yang datang membeli Dim Sum ketika datang bersama ibu mereka. Menurutnya, membaca momen hari besar, bisa menjadi trik jitu bagi pedagang online seperti dirinya.

Hal ini lanjutnya bisa juga diterapkan pedagang online lainnya apabila ingin dagangannya dilirik pembeli. Dengan begitu ada hal yang memang menjadi keunikan tersendiri buat gaya promosi produknya.

“Saya biasanya juga setiap Jumat berikan pengecualian, jadi yang beli di hari itu (Jumat) tidak dibebankan ongkos kirim, saya sendiri yang antar,” kata wanita yang duduk di Semester 6 jurusan Manajemen Bisnis di kampus Ibu Sina itu.(bbi)