Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 11610

Bilang Bisa Carikan Kerja, Oknum Warga Sagulung Raup Rp 300 Juta

0

batampos.co.id – Polisi berhasil menangkap tersangka MSi. Perempuan kelahiran 1991 ini ditangkap pada Sabtu (1/12/2018) sekira pukul 09.30. oleh Opsnal Polsek Sagulung.

MS dituduh melakukan penipuan.

MS disebut bisa memasukkan korbannya di perusahaan di batam.

Untuk masuk bekerja di perusahaan tersebut korban diminta biaya Rp 6 Juta.

Iming-iming manis di tengah krisis ini memakan 64 orang korban.

Total MS berhasil meraup duit kurang lebih Rp.302.600.000 (ptt)

 

Melihat Lebih Dekat Pengungsi Internal Yaman di Kota Ibb

0

batampos.co.id – Datang, menyapa, dan mendengar langsung kisah-kisah Yaman menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi tim Sympathy of Solidarity (SOS) untuk Yaman I – ACT. Kali ini tim sedang berada di Ibb, kota yang letaknya 194 kilometer di Selatan Sana’a.

Rudi dari Tim SOS untuk Yaman I berkesempatan melihat lebih dekat kondisi pengungsi internal Yaman di area kamp yang tersebar di Ibb, tepatnya di kawasan Distrik Al-Dhihar. Berbekal telepon genggam, alat komunikasi satu-satunya yang bisa dibawa, ia mengabarkan betapa kondisi lingkungan kamp di sana tampak sangat memprihatinkan.

Di Distrik Al-Dhihar, sebagian pengungsi tinggal di bangunan bekas dari pemberian penduduk asli kota Ibb, sedang sebagian lagi lebih memilih tinggal di lahan kosong yang letaknya dekat dengan pusat kota. Walau berbeda lokasi, nasib mereka sama. Menurut Rudi, bangunan rumah mereka berada di lingkungan yang sanitasinya buruk. Bahkan sampah tampak berserakan di mana-mana yang membuat kesan kumuh semakin bertambah.

“Semua kondisinya sangat memprihatinkan, juga serba terbatas. Kebersihan, sanitasi, ketersediaan air bersih, bahkan listrik dan kelayakan bangunan tidak memadai,” jelas Rudi.

Koordinator Kamp Hodeidah di Ibb Sultan mengatakan, Distrik Al-Dhihar sendiri memiliki 4 area kamp yakni Al-Hamamy dengan 80 keluarga, Al-Salam dengan 90 keluarga, Al-Shaheed dengan 24 keluarga, dan Wagheer dengan 54 keluarga.

Berdesakan, tinggal dalam ruang sempit

Tanah yang dipijak Rudi masih sama, penuh debu dan sampah di sekeliling. Mendekat ke bangunan rumah semacam flat atau apartemen yang juga nampak kumuh, ia mendapat kesempatan untuk mengetuk pintunya. Para penghuni di rumah tersebut hidup berdesakan, belasan orang tinggal dalam sebuah ruang sempit.

Dalam sebuah bangunan yang dianggap mereka selayaknya rumah untuk merebah, setiap bangunan berukuran 4×4 meter didiami oleh lebih kurang 4 keluarga. Mereka berimpit berbagi udara pengap dalam ruang sempit. Sekatnya hanya terbuat dari kain selimut atau seprai kasur. Sementara alas untuk menyandarkan kantuk hanya selembar kasur tipis.

“Pasti tidak nyaman dan terganggu. Bahkan terkadang mereka sampai memasak dan mencuci pakaian di dalam ruangan. Lingkungan yang sangat tidak kondusif terutama untuk anak-anak,” kata Rudi.

Rudi pun mengungkapkan, hampir semua pengungsi mengadu perihal yang sama. Mereka sangat membutuhkan bantuan akan pangan, sandang, dan papan.

“Sungguh tidak tega melihatnya, mereka benar-benar hidup dengan segala keterbatasan di negaranya sendiri. Listrik terbatas, air bersih pun sulit mereka dapat,” tambahnya.

Ada kebaikan masyarakat Indonesia untuk mereka

Terhitung dua minggu lebih tim SOS untuk Yaman I – ACT berada di Yaman, telah banyak aksi kemanusiaan yang terealisasi. Di Kota Ibb sendiri, Rudi bersama mitra dan relawan lokal juga telah mendistribusikan sebanyak 200 paket pangan untuk pengungsi Hodeidah di kawasan Distrik Al-Dhihar, Sabtu (1/12).

Sejak pagi, para pengungsi berkumpul di sebuah lapangan madrasah yang Rudi sewa selama setengah hari. Antre panjang pun terlihat selagi salah seorang mitra mendata setiap kepala keluarga yang bertanggung jawab menerima paket pangan berisi beras, garam, tepung, gula, dan minyak itu.

Raut kebahagiaan tampak di wajah mereka sesaat mendapatkan paket pangan itu. Tak jarang terdengar doa dan harap agar masyarakat Indonesia senantiasa peduli atas cobaan yang mereka alami.

“Kami sangat bahagia mendapatkan bantuan ini, kami sangat berterima kasih. Kami mohon jangan lupakan kami,” tutur Sultan, salah seorang warga lokal.

Pendistribusian paket pangan Sabtu (1/12) sore itu cukup singkat, namun insya Allah, bantuan tersebut bisa meringankan beban mereka, pengungsi Hodeidah yang sekarang berada di Ibb. (*)

Anggota DPRD Batam Imbau Warga Memanfaatkan Penghapusan Denda PBB

0

batampos.co.id – Penghapusan denda pajak bumi bangunan (PBB) oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam tinggal tersisa lima hari lagi.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Hendra Asman melihat, Pemko Batam melalui BP2RD perlu melakukan sosialisasi gencar kepada masyarakat. ”Kita tahu, apalagi masyarakat Batam sibuk bekerja. Mungkin tak sempat atau tidak mendapatkan informasi sama sekali.

Jadi ini juga tugas BP2RD. Apalagi melihat waktu yang terbatas,” kata Hendra.

Ia juga mengimbau bagi wajib pajak segera menafaatkan kesempatan ini untuk segera melakukan pembayaran pajak.

”Melalui kesempatan ini, masyarakat sangat dimudahkan dan harus segera membayar PBB. BP2RD lakukan sosialisasi yang gencar di kelurahan, kecamatan. Karena tidak dipungkiri belum semua masyarakat paham dengan program penghapusan ini,” tegasnya.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

Penghapusan denda PBB tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat membayar utang PBB. Program ini sudah berlaku sejak 8 November lalu, dan rencananya akan berakhir pada 8 Desember 2018. Penghapusan denda berlaku untuk pembayaran PBB perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) mulai dari periode 1994 sampai 2017.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah menyebutkan, dampak penghapusan denda pajak masih kecil terhadap piutang pajak. Menurutnya, dilihat dari realisasi PBB, diperkirakan ada tambahan sekitar Rp 5 miliar dari program penghapusan denda pajak ini.

”Dampaknya masih kecil. Tapi kami perkirakan senilai itu,” kata Azmansyah.

Di dalam menyelesaikan piutang PBB-P2, BP2RD Batam melakukan berbagai upaya seperti sosialisasi melalui radio, baliho, dan lainnya. BP2RD juga bekerja sama dengan beberapa bank khususnya untuk pembayaran PBB-P2 seperti Bank Riau Kepri, Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan bank bjb.

”Untuk BTN (Bank Tabungan Negara) masih proses IT (Bagian Informasi dan Teknologi)-nya. Untuk pembayaran bisa langsung dilakukan di bank-bank tersebut,” tutupnya.

(rng)

Tiket H-4 dan H-3 Natal Penuh

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Pihak Bandara Internasional Hang Nadim Batam terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan tiket menjelang natal. Dari hasil pantauan pihak Hang Nadim, tiket H-4 dan H-3 menjelang natal sudah penuh ke beberapa daerah seperti Medan, Jakarta, Padang, Surabaya, Pekanbaru dan Yogyakarta.

“Sedangkan di H-7, H-6, H-5, H-2 dan H-1, sudah terisi hingga 70 persen. Data ini saya dapat dari pihak Airline (Maskapai), Sabtu (1/12) lalu,” kata Direktur BUBU Hang Nadim Batam Suwarso, Senin (3/12/2018).

Ketersedian tiket ini akan terus berkurang. Karena pemesanan tiket dilakukan masyarakat masih sangat tinggi menjelang 25 Desember serta 1 Januari.

“Pemesanan pasti terus dilakukan masyarakat, nanti akan kami update (perbaharui) lagi data ketersedian tiket penerbangan,” ungkapnya.

Dari hasil rapat koordinasi dengan Kementrian Perhubungan, menurut Suwarso peningkatan penumpang diperkirakan sebesar 8 persen dibandingkan tahun lalu. Namun dari pantauan pemesanan yang dilakukan masyarakat saat ini, serta berpatokan dengan data tahun lalu. Diperkirakan kenaikan penumpang hanya 2 persen saja.

“Untuk puncak arus keberangkatan itu 20 Desember, lalu arus balik 6 Januari,” ujarnya.

Suwarso mengatakan Kementerian Perhubungan meminta seluruh bandara memastikan kesiapan armada dan krunya. Lalu memantau tarif yang diberlakukan sesuai PM 14 tahun 2016.

Terkait tarif sesuai PM 14 tahun 2016, ambang batas atas rute Batam ke Jakarta Rp 1.664.000, Batam ke Medan Rp 1.329.000, Batam ke Pekanbaru Rp 784.000, Batam ke Palembang 1.074.000, Batam ke Padang Rp 1.087.000, Batam ke Bandung Rp 1.713.000, Batam ke Yogyakarta Rp 1.842.000, Batam ke Solo Rp 1.839.000, Batam ke Pontianak Rp 1.322.000 dan Batam ke Surabaya Rp 2.080.000.

“Tapi angka ini belum tambahan Ppn 10 persen, tarif sebesar Rp 5ribu dan Psc (Passanger Service Charge) sebesar Rp 60 ribu. Ambil contoh ke Jakarta tarif dasarnya itu Rp 1.664.00 ditambah ketiga item (Ppn 10 persen, tarif, Psc), jadi harga tiket paling tinggi ke Jakarta itu Rp 1.927.300,” ungkapnya.

Namun tarif diatas akan berbeda lagi dengan pesawat yang menjalani rute dengan pesawat propeller (menggunakan baling-baling). “Tarifnya beda lagi, karena lebih lama sehingga bahan bakar dihabiskan lebih besar. Tarif pesawat propeller ini sedikit lebih mahal dibandingkan jet,” ucap Suwarso.

Suwarso mengatakan secara umum tarif pesawat jet sesuai PM 14 tahun 2016 ini, lebih murah dibandingkan PM 126 tahun 2015.

“Contohnya saja Batam ke Surabaya sesuai PM 126 2015, tarifnya Rp 2.274.000. Namun di PM 14 2016, Batam ke Surabaya hanya Rp 2.080.000. Saya lihat tarif Ambang Batas Atas PM 14 2016 ini lebih murah,” tutur Suwarso. (ska)

Polisi Kirimkan Berkas Kasus OTT Sambu ke Kejaksaan

0
Anggota Ditkrimsus Polda Kepri mengawal dua tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang diamankan saat ekspos di Mapolda Kepri, Senin (5/11). Selain mengamnkan dua tersangka polisi juga mengamankan 9.200 dollar dan beberapa unit telepon genggam, komputer dan barang bukti lainnnya. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri mengirimkan berkas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Syahbandara dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pulau Sambu, Totok Suranto serta Perwakilan PT Garuda Mahakam Pratama Batam, Elimansyah Hia ke Kejaksaan.

Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP I Nyoman Dewa mengatakan berkas itu telah dikirimkan sejak, 26 November lalu. Hingga kini masih belum ada jawaban dari Kejaksaan atas berkas yang telah dikirimkan tersebut.

“Sedang kami tunggu (arahan kejaksaan), apakah berkas yang dikirimkan itu sudah lengkap atau masih belum,” katanya, Senin (3/12).

Ia mengatakan apabila pihak kejaksaan menyatakan berkas yang dikirimkan lengkap, polisi akan menyerahkan tersangka ke kejaksaan.

“Kalau dinyatakan lengkap (p21), kami proses untuk tahap II. Namun kalau belum, kami akan melengkapi berkas sesuai petunjuk jaksa,” ucapnya.

Hingga berkas tahap I dikirimkan ke kejaksaan, menurut Dewa jajaranya sudah memeriksa sebanyak 15 orang saksi. “Ada dari pihak perusahaan (PT Garuda Mahakam Pratama) dan juga dari KSOP,” ujarnya.

Saat ditanya apakah akan ada penambahan tersangka. Dewa mengatakan hingga kini jajaranya hanya menetapkan dua orang tersangka saja.

“Baru dua, tapi terus kami kembangkan. Namun dari pengakuan kedua tersangka tidak ada keterlibatan pihak lain, dan aliran uang itu hanya sampai ke dia (KSOP Pulau Sambu, Totok Suranto),” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan Totok Suranto dan Elimansyah Hia diamankan polisi dalam Operasi Tangkap Tangan di Jakarta, 2 November lalu. Dari operasi itu diamankan uang sebesar 9.200 US Dollar. Uang itu diduga untuk memperlancar administrasi 46 unit kapal.

Totok Suranto dijerat menggunakan pasal 5, pasal 11, pasal 12 huruf a dan b. Sementara tersangka Es dikenakan pasal 5 ayat 1 huruf a dan huruf b, serta pasal 13 Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ska)

Disperindag Jamin Stok Sembako Aman Jelang Natal

0
Gudang Bulog Batam di Batuampar
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kota Batam menjamin stok sembilan bahan pokok (Sembako) di Kota Batam aman menjelang Natal dan Tahun Baru 2018. Disperindag juga menjamin harga kebutuhan sembako stabil karena pasokan lancar.

“Semua stok cukup dan aman,” kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kota Batam Adisthy, Senin (3/12).

Ia menjelaskan, harga beras medium saat ini masih bertahan Rp 11.373, sementara itu beras premium dijual dengan harg Rp 13.000 per kilogramnya. Untuk gula pasir Rp 11.500 per kilogram, minyak goreng kemasan 11.500 perkilo dan telur ayam Rp 40.500 per papan.

“Harga-harga ini kita survey di empat pasar di Batam yakni Botania 1, Mustafa Plaza, Taras dan Toss 3000,” terang dia.

Ia menambahkan, untuk harga cabai merah besar rata-rata dijual Rp 44.500 per kilogram. Sedangkan cabai rawit hijau Rp 30.500 per kilo, bawang merah Rp 43.000 dan bawang putih Rp 16.500 per kilogram. Bayam dan kangkung dijual Rp 13.500 dan 10.000 perkilo.

“Selama pasokan lancar dan stok dapat memenuhi permintaan maka harga akan stabil. Kita juga imbau pedagang meningkatkan pasokan untuk mengantisipasi kenaikan harga,” katanya.

Adisthy mengakui, harga daging juga terbilang stabil dengan stok yang cukup. Daging sapi lokal dijual seharga Rp 130 ribu dan daging sapi impor Rp 86 ribu. Daging ayam ras Rp 35 ribu per kilogram, ikan bandeng Rp 30 ribu, dan ikan tongkol Rp 28 ribu per kilo.

“Untuk pasar yang kita survey kita keliling. Hanya saja dipriorotaskan pasar yang lebih ramai pengunjungnya,” terang Adisthy.

Selain itu, sekarang lagi ada pasar murah yang dilaksanakan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) di Kantor Camat Bengkong. “Hal ini selain untuk menjaga harga sembako tetap stabil juga sekaligus menjamin ketersediaan bahan pokok di masyarakat,” jelasnya. (rng)

Anggota DPRD Batam Minta BPOM lebih Gencar Sosialisasi

0

batampos.co.id – Anggota DPRD Kota Batam Hendra Asman meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri, untuk lebih giat menyosialisasikan pentingnya tugas dan wewenang BPOM. Karena menurutnya, banyak masyarakat awam yang belum mengenal pentingnya tanggungjawab BPOM.

“Khususnya bagi masyarakat hinterland dan area pedalaman yang belum paham dengan tanggung jawab BPOM ini,” kata Hendra menanggapi usai diamankan 11.068 kosmetik ilegal, Senin (3/12).

Hendra juga berharap agar sosialisasi ini dilakukan secara intensif kepada pelaku usaha bahwa BPOM merupakan satu-satunya lembaga yang berhak mengeluarkan izin. Tak hanya itu, BPOM juga harus aktif dalam memberitahukan sekaligus publikasi apa saja yang harus didaftarkan.

“Karena pengawasan itu amanat undang-undang. BPOM yang diberikan kekuasaan untuk menjaga produk-produk untuk di konsumsi. Mereka punya kewajiban memastikan produk aman,” terang dia.

Politikus Golkar itu juga menambahkan, BPOM juga harus memberikan akses yang mudah kepada masyarakat dan pelaku usaha. Sehingga mereka mudah melakukan registrasi.

“Ini sebenarnya masalah tupoksi BPOM melakukan razia jika ada produk ilegal atau belum teregister,” katanya.

Sosialisasi ini, lanjutnya harus terus menerus diberikan kepada pelaku usaha. Dengan cara memberikan pengetahuan dan metode yang tepat melakukan registrasi.

“Saran saya BPOM lebih banyak turun ke daerah hinterland untuk sosialisasi pentingnya BPOM,” tegas Hendra. (rng)

Semangat 212

0

Reuni alumni 212 berakhir sudah. Masih ada pro dan kontra terkait pertemuan 2 Desember itu.

Ah, biarlah. Pro dan kontra itu biasa. Negeri ini memang penuh pro dan kontra. Di kehidupan sehari-hari kita pun ada pro dan kontra. Baik pekerjaan, lingkungan, dan aspek kehidupan sosial lainnya. Bahkan, dalam diri kita pun kerap terjadi pro dan kontra.
Yang perlu digarisbawahi, apakah pro-kontra itu berdampak buruk. Atau bahkan cenderung mengarah kepada bahaya. Saya sih melihatnya tidak. Selama kita positive thinking saja.

Makanya, saya menganggap reuni alumni 212 itu sah-sah saja. Benar kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Monumen Nasional atau yang karib disapa Monas adalah milik masyarakat Indonesia. Semua berhak memakainya.

Yang tidak boleh, kalau kita merusaknya. Tidak hanya pemerintah. Rakyat Indonesia juga akan menolak jika Monas dipakai untuk dirusak.

Inilah uniknya. Reuni 212 itu memang digelar untuk ajang silaturahmi. Jutaan orang hadir. Mereka berasal dari berbagai ormas Islam. Saya kaget ketika salah seorang capres hadir. Yang lebih kaget lagi, capres tersebut tidak berkampanye.

Padahal, bisa jadi itu momentum yang tepat. Apalagi, yang datang tidak hanya berasal dari Jakarta saja. Melainkan dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.

Ini menjadi bukti bahwa calon pemimpin kita luar biasa hebatnya. Mereka paham, agenda mana saja yang tidak boleh disusupi politik. Mereka sudah dewasa. Menunjukkan siap menang dan siap kalah.

Saya banyak menonton video tentang reuni itu via media sosial (medsos). Saya juga membaca habis Harian Pagi Batam Pos yang memberitakan agenda itu. Bahkan, saya komunikasi dengan teman-teman di Jakarta. Hasilnya, tidak satupun saya temui agenda politik.

Ini murni acara silaturahmi. Seolah mempertemukan jutaan umat muslim yang katanya terkotak-kotak. Entahlah.

Tidak ada salahnya jika agenda ini digelar rutin setiap tahunnya. Mungkin penamaannya bisa global. Misalnya “Silaturahmi Akbar”. Atau apalah. Tapi kalau memang nama agenda tersebut sudah pakem dan disepakati, silakan dilanjut. Ini hanya saran. Hehehehehe.

Apa yang dilakukan massa Reuni Alumni 212 patut kita apresiasi. Bayangkan, dihadiri jutaan orang tapi tertib. Gubernur DKI pun pangling. Peserta banyak, tapi sampah sangat sedikit.

Hanya empat jam sudah beres. Rumput di sekitar Monas tidak rusak.

Bayangkan kalau setiap acara seperti itu. Tentu anggaran negara bisa digunakan untuk program lain. Demi kemaslahatan rakyat. Tidak habis untuk memperbaiki dan memperbaiki.
Semangat reuni itu harus menjadi contoh. Bahwa, berkumpulnya orang banyak justru memberikan kenyamanan dan kedamaian. Tidak rusuh atau anarkis. Tidak pula mengampanyekan ujaran kebencian.

Semua berbaur untuk tujuan yang sama: silaturahmi. Kata orang tua dulu, silaturahmi membuka pintu rezeki. Saling bertegur sapa dan bertukar senyum membawa berkah. Saling berjabat tangan mendatangkan pahala. Super sekali.

Tentu saja kita semua berharap, agar lahir Reuni Alumni 212 yang lain. Bukan soal agendanya. Melainkan semangat silaturahminya.***

Aksi Panggung Anak-Anak Disabilitas

0
Siswi kelas IX SMP Luar Biasa Negeri Batam, Melissa mengenakan busana daerah Sumatera Barat dalam lomba fashion show pada peringa-tan Hari Disabilitas Internasional di SLB Negeri Batam, Senin (3/12). Penyandang tunadaksa ini juga berprestasi sebagai atlet boccia Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) 2017 dengan memperoleh perunggu. F. Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

batampos.co.id – Terlahir dengan keterbatasan diri, tak menghalangi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Batam untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Pada peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang jatuh setiap 3 Desember, murid dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga siswa Sekolah Mene-ngah Atas (SMA) SLB Negeri Batam menggelar kegiatan bertemakan ’Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas’.

Ketua panitia Sulastri me-ngatakan, SLB Negeri Batam baru pertama kali ini menggelar peringatan HDI yang diisi aksi panggung dengan pertunjukan seni dari para pelajar berkebutuhan khusus, serta bazar dari para wali murid.

”Semua anak-anak tampil menunjukkan potensinya dalam bernyanyi, menari, berpuisi, dan mengikuti lomba fashion show untuk tingkat SD dan SMP-SMA,” ujar Sulastri di sela-sela kegiatan yang digelar di halaman SLBN Batam, Senin (3/12).

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ajang untuk membuktikan bahwa anak berkebutuhan khusus juga mampu menunjukkan bakatnya. Ia yang juga Kepala Seksi Kesiswaan SLB Negeri Batam menyebutkan, saat ini terdapat sebanyak 219 siswa dari SD-SMA de-ngan 13 tenaga pengajar. Kondisi ini menggambarkan masih cukup banyak keterbatasan sekolah untuk memberikan pendidikan layak bagi siswa.

”Harapan kami, pemerintah benar-benar memperhatikan keadaan ini untuk memperbanyak sekolah berkebutuhan khusus (negeri) serta tenaga pengajar. Karena masih sangat banyak anak berkebutuhan khusus yang belum mendapat layanan pendidikan, padahal mereka juga memiliki potensi yang patut untuk dikembangkan,” papar Sulastri.

Penampilan nan antusias dari para siswa inipun mengundang kekaguman dari para tamu undangan, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Batam diwakili oleh Kepala Seksi Pidana Umum Filpan Dermawan Laia, Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kepri Irmayanti, Dinas Sosial Kota Batam Timbul Siringo Ringo, serta Dinas Kesehatan Kota Batam diwakili Kepala Puskesmas Baloi Permai, Rois.

”Keberanian dalam berkarya yang ditunjukkan para siswa-siswi SLB Negeri Batam membuktikan bahwa mereka tidak berbeda, bahkan sangat luar biasa,” ungkap Filpan dalam sambutannya.

Ia mengaku, pihaknya siap mendukung program dari SLB Negeri Batam dalam pengembangan potensi anak untuk memperoleh prestasi gemilang. ”Mereka layak untuk mendapat pendidikan dan penghargaan yang sama, bahkan perhatian lebih dari kita semua. Semoga kegiatan ini dapat rutin digelar,” tuturnya.(nji)

Napi Terpidana Mati Tempati Blok Maximum Security

0

batampos.co.id – Delapan terpidana mati di lembaga Pemasyarakat (Lapas) kelas II A Batam ditempatkan di blok tersendiri. Mereka dipisahkan dari warga binaan lain demi keamanan lingkungan Lapas.

Kalapas Batam Surianto menyebutkan, delapan terpidana mati ini terdiri dari dari tiga kasus narkoba dan lima kriminal umum. Mereka ditempatkan bersama 12 orang terpidana seumur hidup di blok maksimum security.

“Terpisah pastinya dengan pengamanan yang tinggi. Jam keluarpun berangin-angin dalam istilah kami. Artinya terbatas tidak seperti warga binaan lain,” ujar Surianto.

Pengamanan maksimum ini sesuai dengan protab pengamanan Lapas yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI.

Kedepalan terpidana mati ini salah satunya adalah Yehezkiel Ginting yang membantai empat wanita di Batamcenter beberap tahun silam. Pria yang divonis mati sejak tahun 2005 ini masih dalam pengawasan yang ketat petugas keamanan Lapas Batam.

Kapan mereka akan dieksekusi?, Surianto mengaku, tidak tahu pasti sebab itu bukan wewenang dia untuk memutuskannya. Dia menyarankan agar konfirmasi ke pihak Kejaksaan atau instansi pemerintah terkait.

“Kami hanya menjalankan tugas di sini (pengamanan di Lapas) kalau itu sebaiknya ke mereka yang berwenang saja,” ujar Surianto.

Meskipun demikian Surianto menegaskan, terpidana mati bisa saja mendapatkan pengampunan jika mereka mengajukan upaya hukum lainnya seperti kasasi atau grasi ke presiden.

“Ada undang-undangnya buat upaya (peringanan) hukum mereka. Bisa saja hukuman mereka diturunkan dari hukuman mati jadi hukuman seumur hidup,” ujar Surianto, Senin (3/12).

Berdasarkan aturan dan undang-undang tersebut jelas Surianto, pihaknya juga berhak mengajukan usalan meringankan hukuman terpidana mati ke pemerintah pusat.

“Jika selama 10 tahun dia ditahan dan tidak melakukan pelanggaran atau beretikad baik, maka sesuai UU lapas kami punya hak untuk usulkan (meringankan hukuman) itu,” tuturnya.

Kalapas Batam Surianto 1-F Cecep Mulyana / batampos.co.id

Pertimbangan ini sebut Surianto, juga berlaku untuk mereka yang divonis hukuman seumur hidup, yang mana jika berkelakuan baik dan memenuhi persyaratan pengampunan bisa diturunkan jadi hukuman sementara 20 tahun penjara.

“Yang seumur hidup ada 12 orang di sini,” katanya.

Untuk terpidana seumur hidup juga berkesempatan peroleh hak-hak akomulasi masa hukuman mereka. Dalam arti bahwa masa pidana dari kelonggaran hukuman itu bisa dirapel dengan masa pidana yang sudah mereka jalani.

“Bisa ini. Dasarnya selain UU dan HAM, ya kami (pihak lapas) punya kewenangan untuk menilai warga binaan kami ini,” ujarnya.

Upaya perubahan pidana itu diakui Surianto sudah ada yang berhasil. Dia menyebutkan salah satu contoh terpidana hukuman mati di Nusa Kembangan atas nama Deni Setiawarman, saat ini sudah terbebas dari hukuman mati sebab permintaan grasi diterima oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) waktu itu.

“Tidak jadi eksekusi dia. Ya itu tadi grasi dia diterima karena pertimbangan dari pihak lapas juga,” tuturnya. (eja)