Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11686

Pastikan Jalur Produksi Sembako

0
Adi seorang pekerja Toko Sembako Arafah Pasar Botania Batamcenter menimbang beras.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemetaan wilayah produksi pangan diyakini mampu menekan kenaikan sejumlah bahan pokok yang terjadi beberapa hari ini. Hal ini juga harus didukung dengan kelancaran jalur produksi dari petani di daerah produksi pangan hingga sampai ke pasar.

“Pemetaan wilayah produksi pangan harus dilakukan. Sehingga kenaikan harga bisa diminimalisir,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Salon Simatupang, kemarin.

Ia juga meminta Disperindag turun ke lapangan guna memastikan kelancaran jalur produksi sembako di setiap pasar. Khususnya juga dalam memastikan tidak ada penimbunan sembako di gudang pemasok.

“Apalagi jelang akhir tahun, penimbunan kerap terjadi,” tegas dia.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Batam, harga harga cabai rawit merah masih sangat tinggi. Di Pasar Melcem dan Penuin misalnya, cabai rawit merah perkilogramnya mencapai harga Rp 78 ribu. Sementara itu cabai rawit hijau dijual seharga Rp 38 ribu.

“Naik, stok di pasar juga terbatas,” kata Awi, pedagang cabai di Pasar Penuin.

Hal senada juga diungkapkan Widia. Biasanya ia menjual cabai rawit merah Rp 38 ribu, namun sejak beberapa hari terakhir ini mengalami kenaikkan signifikan hingga Rp 78 ribu.

“Modalnya saja sudah naik, mau untung ya harus menyesuaikan harga,” ungkap Widia.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam Adisthy mengatakan dari hasil survey pihaknya di empat pasar yakni Melcem, Mitra Raya, Lai-Lai dan Penuin menemukan harga cabai rawit merah berkisar dari Rp 68 ribu hingga Rp 80 ribu per satu kilogram.

Selain cabai, Disperindag menyurvei 18 item sembako lainnya seperti beras premium seharga Rp 13.500 per kilogram, beras medium Rp 11.500 dan kacang tanah Rp 18 ribu per kilogram. Untuk cabai merah keriting dijual dengan harga Rp 40.500 per satu kilogram.

Sembako jenis sayur lainnya seperti kangkung dan bayam masih stabil yakni seharga Rp 10 ribu per satu kilogram Adapun untuk telur dijual rata-rata Rp 44.500 per satu papanya.

Sementara itu untuk daging sapu lokal seharga Rp 130 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi impor Rp 85 ribu per kilo. Daging ayam ras seharga Rp 32.500 per kilo dan ikan bandeng Rp37 ribu perkilo, tongkol Rp 27 ribu serta ikan selar seharga Rp 48 ribu.

“Untuk stok masih aman. Survey harga kita lakukan dua kali sepekan yakni Selasa dan Jumat. Kita pilih secara random, pasar yang paling banyak pengunjungnya,” kata Adisthy. (rng)

Tidak Didukung Anggaran, Dispora Minim Kegiatan

0
Tes pengukuran Sport Development Index (SDI) di Dataran Engku Putri, Kamis (13/9/2018)
foto: batampos.co.id / riyan

batampos.co.id – Anggaran daerah yang dialokasikan untuk Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Batam sangat minim. Bahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru dibentuk dari badan menjadi dinas ini belum didukung anggaran yang memadai. Sehingga minim kegiatan.

Di tahun 2018, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Batam hanya memiliki enam kegiatan dengan total anggaran Rp 9,1 miliar. Minimnya bisa terlihat dari kegiatan dan pos-pos anggaran. Misalnya pelaksanaan event tingkat kota dianggarkan Rp 421 juta. Begitu juga dengan penyelenggaraan olahraga rekreasi tradisional yakni sebesar Rp 450 juta. Sementara untuk penyelenggaraan paskibraka Rp 1,2 miliar.

“Anggaran yang kecil membuat kegiatan dan pos anggaran menjadi minim,” kata anggota Komisi IV DPRD Batam, Bobi Alexander, kemarin.

Bobi melihat, anggaran dinas ini juga belum menyentuh pembinaan atlet. Dari enam kegiatan disana untuk belum ada menyangkut pembinaan dan pelatihan bagi atlet-atlet di Batam. Hal ini dirasa cukup disayangkan mengingat banyaknya atlet berbakat di kota ini.

“Pos anggarannya masih terpusat di pelayanan administrasi perkantoran yakni sebesar Rp 1,7 miliar,” tutur Bobi.

Untuk itulah ia berharap selain pembangunan infrastuktur kota, pemerintah daerah juga lebih memperhatikan pembinaan dan pelatihan atlet-atlet muda di Batam. Sehingga ke depan, Batam bisa bersaing dengan daerah lain dalam menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi.

“Kita lihat di APBD 2019 juga tidak jauh berbeda. Berapa angka pastinya saya kurang hapal, yang jelas tidak jauh berbeda dari tahun 2018,” sesalnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Kota Batam Komisi IV Suhardi Tahirek menilai Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Batam juga harus membuat program kegiatan yang terukur. Sehingga capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Walikota Batam bisa dilaksanakan.

“Ke depan dispora harus fokus meningkatkan olahraga di Batam,” tutur Suhardi. (rng)

Masjid Agung Batam Center Bakal Miliki Menara Pandang

0
Maket Masjid Agung Batam Center setelah direnovasi.

batampos.co.id – Masjid Agung (dulu disebut Masjid Raya, red) Batam mulai direvitalisasi tahun 2019 ini.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR), Suhar mengatakan, desain sudah final dan kini masuk persiapan lelang.

Ada beberapa penambahan yang mencolok pada ikon Kota Batam ini. Seperti tambahan empat menara. Tiga di antaranya setinggi 65 meter (sama tingginya dengan menara yang kini sudah ada. Satu menara baru yakni menara pandang yang tingginya mencapai 100 meter.

“Nanti bisa dipakai untuk melihat view Batamcenter dari ketinggian. Jadi nanti, total menara ada lima,” terang dia.

Tidak hanya itu, di depan (bagian timur masjid) akan dibangun basement, yang didalamnya ada fasilitas parkir dan tempat wudhu.

“Diatasnya yang sekarang berundak itu akan dibuat datar dan dikelilingi koridor serta berlantai marmer. Ini akan jadi lokasi outdoor tapi multifungsi, bisa dipakaia untuk kegiatan dan juga sata,” kata dia.

Sementara pada lokasi bekas tempat wudhu yang berada di samping bangunan utama masjid akan dibangun bangunan tambahan.

“Kiri dan kanan akan ditambah bangunan, tanpa mengubah bangunan utama,” ucap dia.

Targetnya kontrak pengerjaan akan dimulai Agustus mendatang dengan anggaran awal Rp 17,2 miliar dari total kebutuhan Rp 172 miliar.

Pengerjaan direncanakan hingga 2021 mendatang

“Kalau bisa, kami berusaha selesai pada 2020 mendatang, tergantung kesiapan anggaran,” imbuhnya.

Tidak hanya masjig agung yang akan memiliki menara pandang, sebelumnya diberitakan, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Batuaji juga bakal memiliki menara pandang setinggi 99 meter. Tingginya menara ini diambil dari jumlah nama baik Allah atau Asmaul Husna. (iza)

Batam Peduli Korban Bencana

0
Dzikir menjelang pergantian tahun, malam tadi. foto: batampos.co.id/ dalil harahap

batampos.co.id – Pemko Batam menggelar doa dan zikir bersama dalam perayaan malam pergantian tahun 2018/2019 di Dataran Engku Putri, Batam Center, Senin (31/12) malam. Doa ditujukan kepada para korban bencana alam yang beruntung melanda negeri ini, khususnya untuk para korban bencana tsunami di Lampung dan Banten yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) lalu.

Selain itu, ratusan jamaah yang ikut dalam acara tersebut berharap tidak ada lagi bencana alam sepanjang tahun 2019 ini dan tahun-tahun berikutnya. Doa dan zikir yang dipimpin Ustaz Hendar Rohadi dan beberapa ulama lainnya itu juga diisi dengan penggalangan dana untuk disumbangkan kepada para korban tsunami Lampung dan Banten.

Sekda Kota Batam Jefridin dalam sambutannya mengatakan, Batam memang selalu peduli dengan korban bencana di Indonesia.

Dimulai sejak tsunami Aceh pada 2014 hingga tsunami yang melanda Lampung dan Banten, Batam selalu hadir dengan kepeduliannya.

“Waktu tsunami Aceh dulu, kita berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 2 miliar dan sudah diserahkan kepada para korban,” kata Jefridin.

Begitu juga dengan bencana gempa di Lombok dan tsunami di Sulawesi Tengah, Pemko Batam juga menggalang dana untuk para korban. Khusus untuk korban bencana di Lombok, terkumpul donasi sebesar Rp 2 miliar.

Sementara untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, telah terkumpul donasi sekitar Rp 3 miliar.

“Tapi sampai saat ini belum kami serahkan kepada para korban, karena kami masih memikirkan, bantuan ini akan kami berikan dalam bentuk bangunan apa nantinya,” kata Jefridin.

Kepada para peserta doa dan zikir, Jefridin mengajak untuk merelakan sedikit hartanya untuk diberikan kepada para korban bencana tsunami di Lampung dan Banten.

“Dengan harapan, ke depan tidak ada lagi bencana di negeri tercinta ini,” kata Jefridin.

Doa dan zikir bersama tadi malam turut dihadiri Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad beserta istri masing-masing. Juga terlihat hadir Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto dan sejumlah pimpinan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Batam.

Sebelum acara dimulai, doa dan zikir bersama dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Zulaikha juara 1 MTQ Nasional 2018 dan Syamimi juara 1 MTQ tingkat Provinsi Kepri 2018. Sementara masyarakat yang ikut doa dan zikir besama mengenakan pakaian serba putih memadati Dataran Engku Putri sejak pukul 20.00 WIB.

Perayaan malam pergantian tahun Pemko Batam kali ini memang berbeda. Selain diisi dengan doa dan zikir bersama, Pemko Batam tidak menggelar pesta kembang api. Namun di akhir acara, masyarakat tetap dihibur dengan penampilan musik oleh band-band lokal dan band papan atas Indonesia, PAS Band. (she/iza)

Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Batam Tinggi

0

batampos.co.id – Liburan Natal dan pergantian tahun, capaian okupansi hotel di Batam memuaskan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam Muhammad Mansyur mengatakan, hal ini terjadi karena di penghujung tahun ada beberapa long weekend. Terutama, libur Natal, rata-rata hotel penuh.

“Alhamdulillah. Sampai sekarang pun masih tinggi okupansinya,” terang dia.

Menurutnya, sebagian besar hal ini karena banyak wiswatawan negeri tetangga, Singapura dan Malaysia yang memilih berlibur di Batam.

“Kita bisa lihat di mall turisnya banyak, juga di pelabuhan,” kata dia.

Ia berharap capaian okupansi ini selalu terjadi di Batam. Karena, menurutnya, berdasarkan pengalaman capaian kali ini adalah capaian yang bersifat musiman karena momen dan ada even besar yang diselenggarakan.

“Sekarang kita berharap musiman saja, pas libur panjang, pas skala even besar. hari-hari cenderung turun lagi,” imbuh dia.

Dalam hal ini, pihaknya mengaku mendukung Pemerintah Kota(Pemko) Batam yang sedang menggenjot sektor baru industri pariwisata yang dimulai dengan pembangunan infrastruktur.

“Ini adalah upaya, dan terobosan pemerintah,” ucapnya.

Akan tetapi, jangka panjang ia berharap sektor industri galangan maupun manufaktur juga dapat dikembangkan dan dihidupkan kembali. Apalagi, destinasi, terutama sektor alam masih kurang.

“Karena kalau industri hidup, Batam tak hanya didatangi wisatawan yang berkunjung untuk wisata saja, tapi wisatawan pekerja, yang memilih menetap di Batam,” imbuhnya.

Keuntungan dari wisatawan pekerja ini ia akui sangat berdampak pada okupnasi hotel, sebelum sektor industri terpuruk, ia mengaku hotel-hotel banyak ditempati ekspatriat yang bekerja di perusahaan di Batam. Menurutnya, segmen ini yang kini cenderung berkurang bahkan hilang.

“Satu perusahaan, eskpat nya ada yang sampai 30 orang. Mereka tinggal di hotel. Rata-rata dulu, okupansi bisa di atas 60 persen,” kata dia.

Lebih jauh, ia mengatakan menggeliatnya sektor pariwisata akan berdampak pada bagi ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinatamengaku telah mendapat kabar okupansi yang tinggi dari kalangan pengusaha.

“Rata-rata mereka (wisatawan) memanfaatakn liburan panjang, dan memilih Batam,” ujarnya.

Namun ditanya soal capai wisawatawan mancanegara tahun 2018, ia mengaku masih ada pendataan lebih lanjut.

“Tapi kami optimis tercapai (target wisman di Batam 2018 1,7 juta kunjungan),” pungkasnya. (iza)

Semangat Baru

0

Adios 2018, welcome 2019.

Tahun 2018 berakhir sudah. Namun bagi saya, momen tutup tahun kurang begitu bermakna di Batam. Kenapa? Karena Batam diselimuti ketidakpastian.

Apalagi kalau bukan kabar soal peleburan Badan Pengusahaan (BP) Batam dengan Pemko Batam. Keputusan pusat itu membawa ketidakpastian. Bikin investor ragu-ragu.

Padahal, investasi tidak boleh terganggu. Tidak konsistennya pemerintah dalam menerapkan regulasi bikin saya resah. Mungkin yang lain juga resah. Senasib.

Kita sama-sama tahu. Awalnya ramai isu Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Semua dibuat bingung. Di saat tengah menunggu kepastian, muncul lagi regulasi baru. Peleburan BP dengan Pemko.

Sejatinya, saya tidak pernah mempermasalahkan Batam mau pakai yang mana. Mau FTZ atau KEK, mau BP dan Pemko berdiri sendiri atau dilebur, tak jadi masalah. Yang penting harus konsisten. Tidak berubah-ubah.

Batam ini bukan “kelinci percobaan”. Batam ini kota yang usianya sudah 189 tahun. Batam ini wajah Indonesia di mata innternasional. Sudah sewajarnya jika Batam diperlakukan dengan bijak.

Bayangkan kalau gara-gara tidak konsistennya pemerintah, Batam bangkrut. Investor pada kabur. Memilih menggelontorkan modalnya ke negara tetangga.

Yang terkena imbas adalah Indonesia. Bisa berdampak buruk. Indonesia akan dicap sebagai negara yang tidak ramah terhadap investasi.

Oke. Kalaupun BP dan Pemko dileburkan, silakan saja. Yang penting harus ada kepastian. Jangan sampai terjadi inkonsistensi di kemudian hari. Semoga saja tidak.

Yang pasti, momen pergantian tahun ini dapat kita maknai sebagai lahirnya semangat baru untuk membuat Batam lebih maju, kokoh, dan hebat. Kita sudahi perdebatan dan gosip.

Sudah saatnya bersatu dan bergandengan tangan membangun Batam. Tidak hanya infrastruktur, namun juga ekonomi dan manusianya. Sehingga, Batam menjadi surga investasi dunia.

Semangat baru 2019 harus terus dikobarkan. Banyak momen besar terjadi di tahun babi tanah ini. Pemilihan presiden (pilpres) hingga pemilihan legislatif (pileg) sudah menanti.

Yang harus diwaspadai, jangan sampai kita terpecah. Beda suara dan pilihan itu wajar. Itu biasa. Yang penting Batam harus kondusif. Harus kita jaga. Kita jadikan senyaman dan semana mungkin.

Pada kesempatan ini pula, saya juga berharap agar polemik soal status Batam segera diselesaikan. Agar dapat segera memberi kepastian kepada kita semua. Semangat baru ini harus kita gelorakan.

#BatamMilikKita. Batam tidak hanya milik pusat. Tidak pula milik si A atau si B. Tapi Batam adalah milik seluruh lapisan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Selamat tahun baru. Semangat tahun baru. ***

Kantor Camat Bengkong Tak Perpanjang Kontrak dengan Anggota Satgas Sampah

0
ilustrasi sampah.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Kantor Camat Bengkong tidak memeperpanjang kontrak beberapa petugas Satuan kerja (Satgas) sampah.

Mereka dinilai malas bekerja hingga membuat sejumlah sampah menumpuk di beberapa titik di Bengkong.

Camat Bengkong M Tahir mengatakan kontrak beberapa satgas sampah itu berakhir Senin (31/12/2018).

“Satgas yang kurang disiplin dan tidak memprioritaskan kebersihaan kontraknya tak diperpanjang. Kami ganti dengan yang lebih baik,” ujar Camat Bengkong M Tahir, kemarin.

Tahir terpaksa memberhentikan beberapa petugas tersebut, karena ia ingin perbaikan layananan tahun 2019. Dimana tahun ini ia komit untuk bisa membebaskan Kecamatan Bengkong dari tumpukan sampah.

“Kami komit untuk bisa lebih baik lagi dan meningkatkan pelayanan,” imbuh Tahir.

Menurut dia, awal tahun 2019 pihaknya menjadikan 4 non perumahaan dan 4 perumahaan sebagai daerah percontohan. Setiap kelurahan terdapat dua lokasi percontohan. Di lokasi percontohan tersebut, para warga diminta membuang sampah pada malam hari mulai pukul 21.00 WIB. Nantinya Satgas sampah akan mengangkut sampah ke TPS mulai pukul 22.00 WIB.

“Jadi pagi harinya daerah tersebut sudah bersih dan bebas tumpukan. Mudah-mudahan daerah percontohan ini bisa berhasil, sehingga kedepannya bisa diterapkan di seluruh wilayah Bengkong,” tutur Tahir.

Selain itu, lanjut Tahir. Mulai 3 Januari 2019 mendatang seluruh petugas kebersihan baik Satgas Bengkong dan Petugas DLH akan dikomandoi oleh Kecamatan Bengkong. Hal itu dilakukan agar koordinasi antar petugas bisa terjalin dengan baik dan Bengkong bisa bebas sampah.

“Diharapkan kerjasama mereka bisa lebih baik. Jadi dimana ada TPS (tempat pembuangan sampah) dadakan bisa langsung dieksekusi,” pungkas Tahir. (she)

Cuaca Ekstrim, Nelayan Dihimbau Waspada

0
ilustrasi

batampos.co.id – Cuaca ekstrim melanda wilayah perarian Sagulung dan Tanjunguncang. Intesitas hujan yang tinggi disertai angin kencang menyebabkan arus laut bergelombang. Nelayan dan penambang Pancung Boat dihimbau untuk selalu waspada.

Himbauan ini kembali disampaikan Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengingat beberapa hari belakangan hujan deras dan angin kencang kembali melanda wilayah periaran Tanjunguncang dan Sagulung.

“Kalau memang harus melaut (di tengah cuaca yang ekstream) gunakan alat keselamatan yang ada. Jika tidak terdesak kali sebaiknya kurangi dulu aktifitas diatas laut. Kita tidak bisa tebak cuaca ini. Kadang tenang, kadang bergelombang. Dua tiga hari belakangan ini tidak bagus (cuaca) makanya kami ingatkan lagi supaya nelayan ataupun penambang pancung lebih waspada lagi,” ujar Dalimunthe, Senin (31/12/2018).

Himbauan dan peringatan ini disampaikan kapolsek melalui anggota Babinkamtibnas di pulau-pulau terdekat termasuk di pelabuhan Sagulung.

“Saya suruh anggota rutin pantau dan ingatkan masyarakat pulau untuk selalu bawa life jacket jika melaut,” katanya.

Wilayah hukum Polsek Batuaji juga meliputi pulau-pulau terdekat lain yang masuk dalam wilayah kecamatam Bulang. Sebagi bentuk perhatian atas keselamatan berlayar masyarakat pulau, jajaran Polsek Batuaji juga telah membagikan life jacket kepada nelayan dan penambang pancung boat beberapa waktu lalu.

Life jacket yang sudah kita bagikan itu sebaiknya selalu dibawa dan digunakan saat melaut. Jangan anggap sepele karena pandai berenang. Itu sangat membantu kalau dalam keadaan darurat,” tegas Dalimunthe. (une)

Taksi Online Boleh Masuk Kawasan Bandara Hang Nadim

0

batampos.co.id – Aksi persekusi taksi pangkalan di Bandara Intersional Hang Nadim Batam kembali terjadi, Minggu (30/12). Korban persekusi kali ini, Toni Widarto Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemko Batam.

Toni mengatakan kejadian ini bermula, ketika dirinya menjemput keponakannya yang hendak berlibur di Batam.

“Saya menggunakan mobil milik adik saya,” katanya, Senin (31/12).

Tidak ada firasat buruk yang dirasakan Toni ketika itu. Namun saat keponakannya sudah berada di atas mobil dan Toni hendak melaju, sejumlah oknum taksi pangkalan menghadangnya. Mereka menyuruh Toni keluar dari kendaraanya.

Tak hanya itu saja, Toni dibawa ke kantor pengelola taksi bandara. Saat ditempat itu, Toni mengalami tindakan persekusi dari oknum-oknum taksi pangkalan.

“Mereka teriak-teriak, dan mengatakan bahwa taksi online tak boleh ambil penumpang disini,” ucap Toni.

Oknum taksi pangkalan menuduh Toni menjalankan praktek taksi online di Bandara Internasional Hang Nadim. Toni mengakui bahwa mobil yang dibawanya tersebut merupakan taksi online.

“Tapi ketika itu, saya hanya menjemput keponakan yang sedang liburan. Dan lagian itu kendaran bukan milik saya, hanya pinjam,” tuturnya.

Toni cukup menyesalkan aksi sepihak dari oknum-oknum taksi online di Bandara Internasional Hang Nadim tersebut.

Terkait aksi persekusi oknum taksi online ini, Direktur Badan Usaha Bandar Udara Internasional Hang Nadim Suwarso menyayangkan aksi tersebut.

Ia mengatakan tidak aturan, tidak memperbolehkan kendaraan taksi online menjemput keluarganya di bandara.

“Boleh saja, asalkan bukan sedang menjalankan taksi online. Tapi biasanya kalau taksi online ingin menjemput saudaranya, harus melapor dulu ke Polsek. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Suwarso mengatakan bahwa dirinya memperbolehkan taksi online masuk, apabila hanya untuk menurunkan penumpang. “Namun mengambil yang gak boleh. Jemput saudara, keluarga boleh-boleh saja, tapi koordinasi dengan polsek bandara yang paling penting,” pungkasnya. (ska)

Kapolda Kepri: Kasus Kriminal Turun

0

batampos.co.id – Sepanjang tahun 2018, secara umum kasus kriminal di Kepri turun sebanyak 12 persen dibandingkan tahun lalu. Tahun 2018 tercatat 3.385 kasus, sedangkan tahun 2017 hanya 3.843 kasus.Penyelesaian kasus di tahun 2018, sebanyak 2.323 kasus.

Kasus kriminal terjadi di Kepri dibagi beberapa kategori yakni kasus kejahatan konvesional, trans nasional, kekayaan negara, berimplikasi kontijensi, tindak pidana narkoba, dan lalu lintas.

Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto mengungkapkan 5 kasus kejahatan konvensional atau kriminal umum paling banyak terjadi di Batam.

“Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 328 kasus, pencurian pemberatan (curat) 254 kasus, pencurian dengan kekerasan (curas) 85 kasus, judi 61 kasus dan pembunuhan 6 kasus,” katanya, Senin (31/12).

Untuk penyelesaian kasusnya, Andap mengatakan kasus pencurian kendaraan bermotor yang telah selesai sebanyak 186 kasus, lalu curat 170 kasus, curas 49 kasus, judi 53 kasus dan pembunuhan telah diselesaikan 6 kasus.

Sementara itu, kasus kejahatan trans nasional ditangani Polda Kepri selama 2018 sebanyak 492 kasus, dan telah diselesaikan sebanyak 459 kasus. Kasus kejahatan kekayaan negara ditangani polisi selama 2018 sebanyak 103 kasus, dan diselesaikan sebanyak 137 kasus. “Kasus-kasus kekayaan negara itu seperti illegal logging, illegal minning, illegal fishing dan korupsi,” ucapnya.

Untuk kasus korupsi, sepanjang 2018 Polda Kepri menangani sebanyak 22 kasus, dan seluruhnya telah diselesaikan. “Tindak pidana narkoba yang ditangani polisi selama 2018 sebanyak 431 kasus, dan telah selesai 377 kasus. Tersangkanya itu 631 orang,” ungkapnya.

(ki-ka) Wakapolda Kepri, Brigjend (Pol) Yan Fitri; Kapolda Kepri Irjend (Pol) Andap Budi; Kabid Humas Polda Kepri, Kombes (Pol) Erlangga

Polisi juga mencatat selama 2018 terjadi sebanyak 51 kali unjuk rasa dan 73 konflik sosial. “Dan semuanya bisa diredam dan diselesaikan dengan baik,” ungkap Andap.

Tahun 2018, kecelakaan lalu lintas terjadi sebanyak 755 kasus, dengan korban meninggal 205 orang, luka berat 191 orang, luka ringan 949 orang. “Kami simpulkan setiap 48 jam sekali terjadi kecelakaan di Kepri. Setiap 3 kali kecelakaan lalu lintas, ada satu orang korban meninggal dunia,” tuturnya.

Andap mengatakan tahun depan telah meminta jajaranya untuk meminimalisir kasus-kasus yang berdampak luas terhadap masyarakat. Berbagai pendekatan dilakukan pihak kepolisian, agar dapat meminimalisir terjadi tindak kejahatan.

“Mulai dari sosialisasi, patroli serta menjalankan program basembang bercerite,” tuturnya.

Di tahun 2018, Andap mengatakan jajaranya merekam ada 9 kejadian yang cukup menonjol. Awal tahun 2018 dibuka dengan kasus narkoba, yakni penyelundupan 66 kilogram sabu dan 50 kilogram katinon.

“Kasus sabu 2 tersangka diamankan di Jakarta, lalu katinon ini di Batamcenter satu orang tersangka,” ucap Andap.

Di Februari, terjadi kasus penyelundupan sabu dalam jumlah besar. Guskamlabar mengamankan KM MV Sunrise Glory yang membawa 1 ton sabu. Selang tak berapa lama, tim gabungan dari Mabes Polri dan Bea Cukai mengamankan KM 61870 yang membawa 1,6 ton sabu.

Agutus, jajaran Ditreskrimsus mengamankan 3 orang pelaku penyelundupan 90ribu benih lobster di Sekupang.

Kasus kecelakaan yang menonjol terjadi 29 September di Jalan Yos Sudarso, 29 September. Pasangan suami istri menabrak pengendara motor yang sedang berhenti di Trafic Light. Akibatnya 5 orang meninggal dunia.

11 Oktober, terjadi kecelakaan laut di Pulau Nyamuk, Anambas, mengakibatkan 5 orang meninggal dunia. “14 November terjadi operasi tangkap tangan yang melibat KSOP Pulau Sambu,” ungkap Andap.

Di penghujung tahun ditutup dengan kasus laka lantas di Mata Kucing. Kecelakaan ini melibatkan satu kendaraan roda empat dan 3 kendaraan bermotor.

“Kejadian terjadi pada 11 Desember, akibatnya 2 orang meninggal dunia,” ucap Andap.

Untuk tahun depan, Andap mengatakan tidak memprediksi. Karena kejahatan bisa berubah-ubah. Namun, ia mengatakan kejahatan konvensional masih tetap terjadi.

Terkait memberikan kenyamanan dan kemanan, kata Andap itu sudah menjadi prioritasnya. Karena apabila keamanan meningkat, tentu meningkatkan laju perekonomian.

“Ekonomi meningkat, kejahatan juga berkurang. Kami berusaha sebaik mungkin memberikan rasa aman, nyaman bagi seluruh masyarakat Kepri,” ucapnya. (ska)